Evaluasi Kesesuaian Lahan pada Tanaman Duku (Lansium domesticum Corr)di desa Bahbalua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang

Gratis

16
83
46
3 years ago
Preview
Full text

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA TANAMAN DUKU (Lansium domesticum Corr) DI DESA BAHBALUA KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN DELI SERDANG SKRIPSI

  EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA TANAMAN DUKU (Lansium domesticum Corr) DI DESA BAHBALUA KECAMATAN BANGUN PURBA KABUPATEN DELI SERDANG SKRIPSI Oleh :FREYSSINET AVILLA SINAGA 050303021 ILMU TANAH Judul Skripsi : Evaluasi Kesesuaian Lahan pada Tanaman Duku (Lansium domesticum Corr) di desa Bahbalua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli SerdangNama : Freyssinet Avilla SinagaNIM : 050303021Departemen : Ilmu Tanah Disetujui Oleh : (Prof. Sarifuddin, MP ) Ketua Komisi Pembimbing Anggota Komisi PembimbingMengetahui Oleh : (Prof.

DEPARTEMEN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

  Judul Skripsi : Evaluasi Kesesuaian Lahan pada Tanaman Duku (Lansium domesticum Corr) di desa Bahbalua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli SerdangNama : Freyssinet Avilla SinagaNIM : 050303021Departemen : Ilmu Tanah Disetujui Oleh : (Prof. Sarifuddin, MP ) Ketua Komisi Pembimbing Anggota Komisi PembimbingMengetahui Oleh : (Prof.

DEPARTEMEN ILMU TANAH

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaianlahan pada tanaman duku di Desa Bahbalua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel tanah mempunyai kelas kesesuian lahan potensial S3-wa, rc dengan sub kelas curah hujan dan media perakaran.

RIWAYAT HIDUP

  Tahun 2005, menempuh pendidikan di Departemen Ilmu Tanah Fakultas PertanianUniversitas Sumatera Utara, Medan, melalui jalur SPMB dan memilih minat Klasifikasi Tanah dan Evaluasi Lahan. Mengikuti Seminar dan Lokakarya Pengolahan dan Pembentukan Forum DASWampu Sei Ular yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Balai Pengolahan DAS Wampu Sei Ular pada tanggal 30 Oktober 2007.

KATA PENGANTAR

  Pengembangan tanaman duku di desa Bahbaluamerupakan alternatif bagi tanaman lain seperti sawit artinya apabila nilai ekonomi tanaman sawit menurun maka tanaman duku dapat menjadi pengganti nilai ekonomimasyarakat untuk dipasarkan dan banyak dibutuhkan oleh masyarakat, juga sebagai diversifikasi tanaman sehingga perlu dilakukan evaluasi lahan untuk mengetahui apakahdaerah tersebut masih potensial atau tidak seperti dulunya dalam upaya pembudidayaan tanaman duku. Komunikasi pribadi dengan bapak Barrisman Saragih selaku kepala desaBahbalua pada tanggal 12 November 2008 bahwa tanaman duku yang ditanam di perkebunan masyarakat, mulai ditanam pada tahun 2002 dimana tanaman duku ini masihmemperoleh produksi yang melimpah, dan hasil penjualan yang diperoleh masih sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan tidak mengalamikerugian, hal ini yang membuat masyarakat memilih menanam duku.

1. Iklim

1.1. Temperatur

  Perubahanenergi ini terjadi dipermukaan daratan dan permukaan lautan yang dapat menyerap energi dari atmosfer secara jernih. Suhu udara dapat dikendalikan dengan pembuangan air yang berlebih dalam tanah melalui pembuatan parit-parit drainase, perlindungan tanah dengan tanaman.

1.2. Curah hujan

  Bulan basah adalah bulan yang mempunyai curah hujan >200 mm dan bulan kering mempunyai curahhujan < 100 mm, sedangkan menurut Schmidt dan Fergusson (1954) membuat klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan yang berbeda yakni bulan basah >100 mm,dan bulan kering < 60 mm dan biasanya iklim ini yang digunakan untuk tanaman tahunan. Tekstur diklasifikasikan atas :t1 = tanah bertekstur halus meliputi liat berpasir, liat berdebu, dan liat.t2 = tanah bertekstur agak halus meliputi lempung liat berpasir, lempung berliat,dan lempung liat berdebu.t3 = tanah bertekstur sedang meliputi lempung, lempung berdebu, dan debu.t4 = tanah bertekstur agak kasar meliputi lempung berpasir, lempung berpasir halus, dan lempung berpasir sangat halus.t5 = tanah bertekstur kasar meliputi pasir berlempung dan pasir.(Arsyad, 1989).

4. Drainase

  Tujuan utama drainase di lahan pertanian adalah menurunkan muka air tanah untuk meningkatkan kedalaman dan efektifitas daerah perakaran. Hal ini berarti bahwa jumlah harayang mungkin dapat diserap oleh tanaman dapat dipertahankan pada level yang tinggi dengan hilangnya kelebihan air karena drainase akan mengakibatkan turunnya panastanah sehingga menurunkan jumlah energi untuk menaikkan suhu tanah (Hakim, dkk, 1986).

5. Kemiringan Lereng

  Kemiringan lereng merupakan faktor yang sangat perlu untuk diperhatikan, sejak dari penyiapan lahan pertanian, usaha penanamannya, pengambilan produk-produk serta pengawetan lahan, karena lahan yang mempunyai kemiringan dapat lebih mudah terganggu atau rusak, lebih-lebih bila derajat kemiringannya besar. Tanah yang Land slope atau kemiringan lahan merupakan faktor yang sangat perlu di perhatikan sejak dari penyiapan lahan pertanian, karena lahan yang mempunyaikemiringan curam dapat dikatakan lebih mudah terganggu atau rusak.

7. Bahaya Erosi

  Erosi merupakan pengikisan atau kelongsoran dari proses penghanyutan tanah akibat desakan atau kekuatan angin dan air yang terjadi secara alamiah maupun akibatperbuatan manusia. Pemecahan agregat-agregat tanah ke dalam partikel-partikel tanah yang disebut butiran tanah yang kecil.

7. Bahaya Banjir

8. Penyiapan Lahan

  Ancaman banjir sangat perlu diperhatikan dalam pengelolaan lahan pertanian karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. (Hardjowigeno, 1995)mengelompokkan bahaya banjir sebagai berikut : f0 = tidak ada banjir dalam periode satu tahun.f1 = ringan yaitu dalam periode kurang dari satu bulan banjir bisa terjadi dan bisa tidak.f2 = sedang yaitu selama 1 bulan dalam setahun terjadi banjir.f3 = agak berat yaitu selama 2-5 bulan dalam setahun dilanda banjir.f4 = berat yaitu selama 6 bulan lebih dalam setahun dilanda banjir.

8.1. Batuan Permukaan

  Batuan permukaan adalah batuan yang tersebar diatas permukaan tanah dan berdiameter lebih besar dari 25 cm berbentuk bulat atau bersumbu memanjang lebih dari40 cm berbentuk gepeng. (Arsyad, 1989) mengelompokkan penyebaran batuan diatas permukaan tanah sebagai berikut :b0 = < 0,01% luas areal (tidak ada) b1 = 0,01 - 3% (sedikit)b2 = 3 - 15% (sedang) b3 = 15 - 90% (banyak)b4 = > 90% (sangat banyak)Batuan singkapan adalah batuan terungkap diatas permukaan tanah yang merupakan bagian dari batuan besar yang terbenam didalam tanah.

1. Kemasaman Tanah

  Nilai pH tanah sesungguhnya dipengaruhi oleh sifat dan ciri tanah yang kompleks sekali. Kemasaman tanah yang sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian,sedangkan pH yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur.

2. C - Organik

  Tanah lapisan atas ini menjadi berwarna lebih gelap dan terbentukstruktur tanah yang lebih stabil sebagai pengaruh dari bahan organik tersebut (Hardjowigeno, 2003). Karena bahan organik tanah berasal dari sisa – sisa tumbuhan, bahan organik tanah pada mulanyamengandung semua hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

4. Kapasitas Tukar Kation

  Kation-kation yang berbeda dapat mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menukar kation yang dijerap (Tan, 1998). Tanah dengan KTK tinggi mampu menyerap dan menyediakan Biasanya KTK tanah dipengaruhi oleh sifat dan ciri tanah itu sendiri, antara lain : reaksi tanah atau pH tanah, tekstur atau jumlah liat, jumlah mineral liat, bahan organik,pengapuran dan pemupukkan (Hakim, dkk, 1986).

5. Kejenuhan Basa

  Duku tumbuh berkembang dan berproduksi dengan sangat baik pada ketinggian tempat < 300 m dpl pada kondisi tanah dengan tekstur halus sampai agak halus (liat, liatberdebu, liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung liat berpasir, lempung berliat) kedalaman efektif tanah > 100 cm, drainase tanah cukup baik, tidak terdapat bahan-bahankasar (kerikil, batuan) pada lapisan tanah > 15 %, kondisi curah hujan sekitar 2500 mm/thn, dan tidak terkena genangan air maupun banjir (Sitorus, 1985). Bahan Kasar (%), artinya persentasi kerikil atau batuan yang terdapat di dalam tanah, yang dibedakan menjadi : Sampel yang berasal dari lapangan kemudian dianalisis di laboratorium yang meliputi sifat fisik dan kimia tanah antara lain : f.

2 O dengan metode elektrometri

  Retensi Hara Pada SPT 1 dan SPT 3 pH tanah yang diukur adalah pH H 2 O dengan nilai masing-masing SPT adalah SPT 1 = 5.72 dan SPT 3 = 5.22 SPT tersebut termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan aktual S1 dengan interval 4.5-5, sedangkan besarnya pHtanah pada SPT 2 bernilai 4.95, sehingga termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan aktual S2. Tapi dengan pengelolaan yang tinggi serta memakan biaya dan jangka waktu yang lama subkelas lereng ini masih dapat ditingkatkan menjadi tingkat kesesuaian lahan potensial S1, begitu juga halnya dengan SPT 3 yang termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan aktualS2 dapat dilakukan upaya perbaikan yang sama dengan SPT 2 sehingga dapat ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian lahan potensial S1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Usahatani Buah Duku (Lansium domesticum)”. Studi Kasus : Desa Kuala Dekah Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang
23
167
81
Evaluasi Kesesuaian Lahan Sawah untuk Beberapa Tanaman Pangan di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
1
32
74
Evaluasi Kesesuaian Lahan Sawah Untuk Beberapa Tanaman Pangan di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
1
29
74
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Perkecambahan Biji Duku (Lansium domesticum Corr.)
1
38
88
Evaluasi Kesesuaian Lahan di Kebun Bekala Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang untuk Tanaman Pepaya ( Carica papaya L. ) dan Pisang ( Musa acuminata COLLA )
0
61
66
Evaluasi Kesesuaian Lahan pada Tanah Inseptisol di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang untuk Tanaman Duku (Lansium domesticum Corr.)
5
79
69
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr) dan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) di Desa Bahbalua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang
14
144
52
Pengaruh Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Duku (Lansium domesticum Corr.)
0
11
59
Hubungan karakteristik lahan dengan produktivitas duku (Lansium domesticum corr) di Provinsi Jambi
0
7
90
Hubungan karakteristik lahan dengan produktivitas duku (Lansium domesticum corr) di Provinsi Jambi
0
3
166
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA TANAMAN KARET DI KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI SERDANG.
0
1
35
KULTUR POLIEMBRIONI DUKU (Lansium domesticum Corr.) PADA BEBERAPA MEDIUM DAN TRANSPLANTASINYA KE TANAH.
0
1
7
Isolasi dan Karakterisasi karotenoid dari daun duku (Lansium domesticum Corr).
0
0
7
Potensi Ekstrak Biji Duku (Lansium domesticum Corr) terhadap Aedes aegypti
0
0
6
TINGGI MUKA AIR TANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP TINGKAT PRODUKSI TANAMAN DUKU (Lansium Domesticum Corr) DI KABUPATEN MUARO JAMBI
0
0
7
Show more