Evaluasi kualitas fungsi auditor internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal bank (Studi kasus Bank Permata Cabang Medan)

Gratis

1
53
92
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR LAMPIRAN

  Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan adalahmelalui observasi dan wawancara. Laporan audit mengungkapkan kelemahan yang terjadi, rekomendasi perbaikan, serta keberhasilan yang telah dicapai sehingga pengendalian yangdijalankan perusahaan akan semakin baik di masa yang akan datang.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan baik yang sedang berkembang maupun yang sudah

  Pada perusahaan yang tergolong kecil dimana kegiatan perusahaan dapat dikerjakan oleh beberapa orang, pemilik atau pimpinan perusahaan dapatmengawasi dan mengendalikan segala sesuatu yang terjadi dalam perusahaan secara langsung. Untuk kepentingan dan sebab diatas, dalam pengertian guna perencanaan strategi dan pengendalianmanajemen, maka diperlukan suatu alat yang dapat membantu agar keterbatasan Pengendalian internal perusahaan terdiri dari kebijakan dan prosedur, yang ditetapkan untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan perusahaanakan dicapai, karenanya harus diciptakan suatu sistem yang menjadi suatu pedoman dalam melakukan aktivitas perusahaan.

C. Tujuan Penelitian

  Penulis :Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman dalam bidang yang diteliti, sekaligus dapat mengamati secara langsung bagaimanapelaksanaan di lapangan dan membandingkannya dengan teori yang pernah dipelajari. Perusahaan :Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi yang bermanfaat dalam pengembangan perusahaan sesuaidengan praktek yang ada di lapangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Audit Internal Suatu hal yang pasti bahwa untuk meningkatkan efisiensi dan

  Audit Internal telah berkembang dari sekedar profesi yang hanya memfokuskan diri pada masalah-masalah teknis akuntansi menjadiprofesi yang memiliki orientasi memberikan jasa bernilai tambah bagi Definisi Internal Auditing menurut Institute of Internal Auditor yang dikutip oleh Pickett (dalam Agoes 2013:204)Audit internal adalah kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan objektif, yang dirancang untuk memberikan nilaitambah dan meningkatkan kegiatan-kegiatan operasi organisasi. Auditor internal biasanya tidak memberikan opini terhadap kewajaran Berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh KantorAkuntan Publik yang bertujuan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang disusun manajemen, maka tujuanpemeriksaan yang dilakukan oleh auditor internal adalah untuk membantu semua pimpinan perusahaan (manajemen) dalammelaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisis, penilaian, saran, dan komentar mengenai kegiatan yang diperiksanya.

2. Pengertian Auditor Internal

  Auditor internal memiliki peranan yang penting dalam semua hal yang berkaitan dengan pengelolaan perusahaan dan risiko-risiko terkaitdalam menjalankan usaha. Menurut Mulyadi (2002:29), menyatakan bahwa :Internal Auditor adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan(perusahan negara maupun perusahaan swasta) yang tugasnya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan olehmanajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi, menentukan efisiensi danefektivitas prosedur kegiatan organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi.

3. Fungsi Auditor Internal

  Pengamanan atas harta kekayaan bank, dalam pengertian di sini tentu termasuk pula pengamanan atas assets / aktiva / harta bankitu sendiri, atas pendapatan bank dalam segala bentuk yang seharusnya diterima dalam jumlah dan waktu yang semestinya. Berdasarkan uraian diatas, maka syarat minimal yang harus dimiliki seorang auditor internal setidak – tidaknya meliputi :1) Pengetahuan yang baik dibidang akuntansi dan auditing.2) Sikap yang objektif dan independent.3) Sifat jujur, bijaksana dan mampu bekerja sama.4) Disamping itu perlu juga pemahamannya tentang rencana organisasi.

4. Pengendalian Internal

  Penaksiran ResikoRisiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan keadaan intern maupun ekstern yang dapat terjadidan secara negatif mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan data keuangan Perubahan dalam lingkungan operasi b. Menurut Tawaf (1999:19), mengenai hubungan satuan kerja audit intern dengan pengendalian intern pada perusahaan, khususnya bankadalah sebagai berikut : Satuan Kerja Audit Intern merupakan bagian dari struktur pengendalian intern bank dan merupakan segala bentuk kegiatanyang berhubungan dengan audit dan pelaporan hasil audit mengenai terselenggaranya struktur pengendalian secara terkoordinasi dalam setiaptingkatan manajemen bank.

5. Kedudukan Auditor Internal

  Para manajer menganggap para internal auditor mempunyai pandangan yangterlalu ketat mengenai peraturan dan penilaian transaksi-transaksi, serta bertindak sebagai penyelidik yang sering mencari keterangan tentangpenyimpangan-penyimpangan kecil dari prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Secara garis besar menurut Agoes (2004:222) ada empat alternatif kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi, yaitu: Bagian internal audit berada di bawah direktur keuangan (sejajar dengan bagian akuntansi dan keuangan)b.

Bagian i nternal audit merupakan staf direktur utama c. nternal audit merupakan staf dari dewan komisaris d. Bagian internal audit dipimpim oleh seorang internal audit direktur. Keempat alternatif tersebut dapat dilihat dalam gambar 2.1, 2.2, 2.3, dan gambar 2.4 berikut ini

  Auditing supervisormembantu direktur audit intern dalam mengembangkan audit program tahunan dan membantu dalam mengkoordinasi usaha audit denganakuntan publik agar memberikan cakupan audit yang sesuai tanpa duplikasi usaha. Kedudukan ini, kelemahannya adalah ketika direktur internal audit tidak dapat mengelola departemen audit intern dengan baik,sehingga pekerjaan audit tidak dapat memenuhi tujuan umum dan tanggung jawab yang telah disetujui manajemen, sumber daya daridepartemen audit intern tidak digunakan secara efisien dan efektif.

6. Independensi Auditor Internal

  Menurut Agoes (2004:217) untuk dapat menyusun laporan dengan baik dan agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca, makaada beberapa kriteria yang dapat dijadikan pedoman dalam Hasil akhir dari pelaksanaan audit internal dituangkan dalam suatu bentuk laporan tertulis kepada manajemen. Laporan tersebutmerupakan suatu alat dan kesempatan bagi auditor internal untuk menarik perhatian manajemen mengenai manfaat dari internal auditorDepartement (IAD), apa saja yang sudah dan dapat dikerjakan IAD, hal penting apa saja yang terjadi di perusahaan dan memerlukan perhatiandan tindakan perbaikan dari manajemen.

7. Laporan Auditor Internal

  Clear (jelas)Setiap laporan harus menggunakan suatu strategi yang tepat untuk informasi penting yang akan disajikan, bahasa laporan haruskreatif, kata-kata yang dipilih dan susunannya harus mencerminkan tingkat kepentingan yang berfariasi diantara itemyang disajikan. Menurut Sawyer dkk (2005:36)Kode etik dan standar praktik profesional Audit Internal dari IkatanAuditor Internal (Institute of internal auditors-IIA) memberikan mekanisme bagi auditor untuk melaporkan hasil audit, temuan, opini,atau informasi yang diperoleh selama audit, tanpa harus melapor ke pihak-pihak di luar organisasi”.

8. Standar Audit Internal

  Memberikan kerangka kerja untuk melaksanakan dan meningkatkan lingkup aktivitas audit internal yang bernilaitambah. Standar atribut dan standarkinerja berlaku untuk audit intern secara umum, sedangkan standar implememtasi lebih rinci dan memfokuskan pada penerapan langsungatas situasi khusus.

B. Kerangka Konseptual

  Internal Auditor Pengendalian Internal yangBaik Gambar 2.5 Kerangka Konseptual Internal auditor merupakan suatu aktivitas penilaian yang berbeda atas data akuntansi dan aktivitas lainnya yang dilakukan oleh pegawai perusahaanitu sendiri dengan maksud membantu manajemen dalam penyediaan informasi. Sehingga, peran serta internal auditor sangat berpengaruh dalam meningkatkan efektifitas pengendalian internal yang baik dalam perusahaan.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam hal penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yang

B. Jenis Data

  Data PrimerData primer yaitu data yang diperoleh dan dikumpulkan dengan cara melakukan penelitian secara langsung pada objek penelitian melaluiwawancara maupun observasi untuk memperoleh data yang diperlukan berkaitan dengan masalah penelitian. Data SekunderData sekunder yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk yang sudah siap diolah dan diperoleh langsung dari objek penelitian, C.

E. Jadwal dan Lokasi Penelitian

  Sejarah Singkat Perusahaan Permata Bank merupakan Bank hasil penggabungan dari 5 (lima) bank di bawah pengelolaan Badan Penyehatan PerbankanNasional (BPPN), yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk,PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot, dimana PT Bank Bali Tbk telah ditunjuk menjadi Bank Rangka(Platform Bank). Penggabungan atau merger 5 bank ini merupakan implementasi dari keputusan Pemerintah mengenai programRestrukturisasi Lanjutan yang dikeluarkan pada tanggal 22November 2001, yang bertujuan untuk membentuk suatu bank yang memiliki struktur permodalan yang kuat, kondisi keuangan yangsehat dan berdaya saing tinggi dalam menjalankan fungsi intermediasi, dengan jaringan layanan yang lebih luas dan produkyang lebih seragam.

4. September 2002, proses legal merger selesai pada tanggal

5. Oktober – November 2002, dilakukan pengangkatan Dewan

  Proses konversi PT Bank Artamedia selesai pada tnggal 21Oktober 2002, diikuti oleh PT Bank Prima Express pada tanggal 4 November 2002, PT Bank Universal pada tanggal 18 November 2002, dan yang terakhir adalah PT Bank Patriot pada bulan Desember 2002. Selain itu juga untuk memperlancar dan mempermudah pimpinan untukmengadakan kontrol demi memperlancar usaha yang dikelolanya begitu juga dengan dunia perbankan, oleh sebab itu penyusunanstruktur organisasi merupakan syarat mutlak, karena hal ini akan Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada setiap bagian berdasarkan struktur organisasi PT.

2. Operation Front Line

  Divisi Operation Front Line adalah divisi yang bertugas untuk memberikan pelayanan langsung kepada customer diBank Permata baik untuk deposan maupun debitur. Branch Service ManagerTugas dan tanggung jawab Branch Service Manager adalah:1) Melakukan transaksi opeerasional sebagai kasir untuk mengirimkan uang dari khasanah ke cash box teller.

6) Melakukan pencetakan buku tabungan nasabah

  Customer ServiceTugas dan tanggung jawab Customer Service adalah:1) Memberikan informasi tentang produk Bank Permata kepada nasabah/masyarakat umum. 4)Melayani complain atau keluhan yang dialami nasabah terhadap tabungan maupun transaksi yang dilakukannasabah.

3. Marketing Bank Permata

  Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, divisi marketing Bank Permata sangat berperan dalam menarikminat masyarakat untuk menggunakan jasa funding maupun lending. Divisi marketing tersebut sangat berperan dalam rangkamempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasa Bank Permata, mengingat banyak sekali bank swastamaupun pemerintah yang berlomba lomba dalam memenangkan kepercayaan masyarakat dalam mengelola dananya.

4. Support Process Bank Permata

  Dalam menjalankan bisnisnya Bank Permata tidak dapat terlepas dari kegiatan support yang bertugas untuk menjalankanproses pengelolaan dana. Bagian support tersebut terdiri dari: Bagian ini bertugas untuk menyediakan laporan keuangan Bank Permata, termasuk didalamnya laporan Setiap perusahaan tidak akan pernah terlepas dari kegiatan HRD.

5. Staff Auditor Internal

  Lingkup Bidang UsahaPermata Bank merupakan salah satu bank nasional di Indonesia, yang berkomitmen untuk menjalankan motto “menjadikan hidup lebih bernilai, yaitu dengan menghadirkan jasa dan layanankeuangan berkualitas untuk memudahkan nasabah dalam memanfaatkan jasa perbankan. Pendapatan Bank Permata diperoleh dari pendapatan bunga (interest revenue) dan fee basedatau pendapatan dari jasa keuangan yang disediakan oleh Bank (seperti lalu lintas giro, valuta asing, reksa dana,dll).

3. Wealth Management (Investment Banking)

  Bank Permata memiliki 522 unit Permata Bank ATM. Jaringan yang Proses untuk mengembangkan, melindungi dan mengelola kekayaan melalui produk financial.

2. Pengendalian oleh Auditor Internal

  Oleh karena itu, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan yang mewajibkan perbankan untukmengimplementasikan fungsi audit intern dalam organisasinya yang tertuang dalam Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB). Pelaksanaan audit interntersebut harus didukung oleh tenaga auditor yang independen, kompeten dan memiliki jumlah yang memadai.

2. Sebagai bagian dari Staff internal control, Auditor Internal harus melaporkan hasil temuannya secara langsung kepada Komite Audit

  Staff Internal Control harus melakukan penilaian yang independen mengenai kecukupan dan kepatuhan Bank Permata Cabang Medanterhadap kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Cabang Medan penyusunan program pemeriksaan mendapat perhatian yang cukup besar bagiAuditor Internal karena untuk dapat melaksanakan pemeriksaan dengan baik maka perlu program pemeriksaan yang lengkap, menyeluruh, terarah danterpadu.

3. Kedudukan Internal Auditor

  Setiap unit kerja ini wajib memberikan data atau keterangan-keterangan yang dibutuhkan olehbagian auditor internal sehubungan dengan pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukannya. Melakukan investigasi / penyelidikan terhadap semua permasalahan pada setiap aspek dan kegiatan operasional Bank Permata yangberindikasikan terjadinya tindakan perbuatan penipuan, pemalsuan, penggelapan, pencurian, manipulasi, kecurangan dan lain sebagainyayang dapat menimbulkan kerugian financial, material, dan citra Bank Permata.

4. Independensi Internal Auditor Independensi merupakan syarat mutlak bagi seorang internal auditor

  Audit Intern Bank Permata harusindependen dari aktivitas yang diaudit dan tidak menghadapi pertentangan kepentingan. Rotasi pekerjaan dan pengkajian yang mendalam selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan (termasuk kertas kerja audit) dan temuan audit(termasuk laporan audit) diperlukan untuk menjaga objektivitas.

5. Laporan Satuan Kerja Audit Intern

  Tujuan dari mempersiapkan rincian temuan audit adalah untuk memberikan ringkasanawal dari masalah audit yang perlu didiskusikan oleh auditor dengan auditee untuk pembuktian dan mendapatkan reaksi awal auditee, guna memberikan Prosedur yang dimiliki perusahaan untuk membuat rincian temuan audit adalah sebagai berikut :a. Temuan-temuan dan rekomendasi audit perlu didiskusikan dengan tingkat manajemen yang memiliki pengetahuan yang sesuai tentang rincianoperasi dan dengan orang yang berwenang untuk mengimplementasikan tindakan perbaikan.

6. Peranan Internal Auditor bagi Tercapainya Pengendalian internal yang Efektif

  Peranini betujuan membantu Bank dalam mencapai tujuannya dengan melakukan suatu pendekatan yang disiplin dan sistematik dalam melakukan evaluasi danmeningkatkan efektifitas fungsi manajemen resiko, kontrol dan proses bisnisBank. Peran internal auditor pada Bank Permata Cabang Medan dalam tercapainya pengawasan yang efektif dapat dilihat dalam pelaksanaantugasnya yaitu antara lain harus melakukan review dan memberikan tanggapan atas proposal kebijakan atau sistem dan prosedur yang baru,terutama kecukupan aspek-aspek pengendalian intern dan manajemen resiko sehingga didalam pelaksanaannya dapat tercapai secara efektif dan efisien.

F. Analisis Hasil Penelitian

  Berdasarkan uraian tentang Audit Intern yang telah dijelaskan pada bab II, maka penulis mencoba memberikan suatu analisa dan penilaian atas kualitas fungsi auditor internal dalam menigkatkan efektivitas pengendalian internal darihasil penelitian. Kedudukan dan Independensi Auditor Internal 2.

1. Kedudukan dan Independensi Auditor Internal

  Adanya surprise check terhadap fisik uang didalam khasanah untuk periode setiap bulannya, dimana proses ini diharuskan tidak dilakukanhanya di tanggal-tanggal akhir bulan dan juga tidak dilakukan ketika cabang telah melakukan penyetoran uang ke vendor, sehingga aktifitasini memang didasarkan pada pengawasan yang baik terhadap fisik uang kas sehingga tidak ada penyelewengan atau tindakan fraudseperti fisik uang di khasanah dengan yang ada di rekap kas tidak sesuai atau selisih. Salah satu tugas audit intern pada Bank Permata yangpaling penting yaitu melakukan penilaian, evaluasi dan konsultasi secara Seperti yang telah dikemukakan dalam uraian teoritis, dengan adanya pengendalian intern yang selalu dinilai oleh audit intern maka akanmenghasilkan operasional perusahaan yang sesuai dengan usaha pencapaian tujuan perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab terakhir ini, penulis akan mencoba memberikan beberapa

  Audit intern pada perusahaan yang merupakan staf dari CEO telah memiliki kedudukan yang cukup bagus, maka audit intern menjadiunsur yang cukup berpengaruh dalam pengendalian perusahaan. Peran dan tanggung jawab audit intern penting bagi tercapainya tujuan perusahaan maka jumlah personil audit intern yang dimilikiharus disesuaikan dengan cakupan luas pemeriksaan yang harus 3.

DAFTAR PUSTAKA

  Peranan Internal Auditor bagi tercapainya pengawasan yang efektif pada PT. Peranan satuan kerja audit intern untuk mencapai pengendalian yang baik pada PT.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Evaluasi kualitas fungsi auditor internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal bank (Studi kasus Bank Permata Cabang Medan)
1
53
92
Efektivitas peran fungsi audit internal dalam operasional manajemen risiko pada perbankan syariah
1
9
154
Pengaruh pemberian sertifikasi qualified internal auditor (QIA) dan pengalaman kerja auditor internal terhadap kemampuan dalam mendeteksi fraud (studi empiris pada Perusahaan di Jakarta)
2
18
132
Pengaruh kualitas jasa auditor internal terhadap efektifitas sistem pengendalian intern : pada pt. pln penyaluran dan pusat pengaturan beban jawa bali di jakarta selatan
1
8
176
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas audit internal dalam mewujudkan good corporate governance
3
16
117
Pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal : studi pada auditor di Jakarta
1
25
121
Pengaruh peran dan tanggung jawab auditor internal terhadap peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal
2
39
132
Kontribusi pengendalian internal dan keahlian auditor terhadap pemeriksaan (fraud Auditing) : studi empiris pada auditor internal dan eksternal di jakarta dan bandung
1
9
90
Pengaruh tingkat keahlian dan motivasi auditor internal terhadap Risk management bank Syari'ah
0
6
130
Pengaruh peran dan kinerja auditor internal terhadap efektivitas sistem pengendalian internal : studi empiris perguruan tinggi badan layanan umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten
1
18
0
Pengaruh internal audit dan sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian internal : (studi kasus pada Bank BUMN di Wilayah Bandung yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
14
65
Fungsi audit internal dalam pengendalian internal dan pelaksanaan good corporate governance pada Bank BUMN
1
6
48
Pengaruh profesionalisme auditor internal dan objektivitas auditor internal terhadap lapoiran audit internal pada BUMN di Kota Bandung
0
2
1
Pengaruh independensi auditor internal dan komite audit terhadap pengendalian internal : (penelitian pada perbankan di Bandung yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
21
113
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Evaluasi kualitas fungsi auditor internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal bank (Studi kasus Bank Permata Cabang Medan)
0
0
27
Show more