Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan

 15  98  62  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM DIPLOMA III MEDAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BANK SUMUT MEDAN SKRIPSI MINOR Diajukan Oleh : YENNI HASTINI 052102002 D III AKUNTANSI Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Diploma III FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahiim Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Pendidikan Program Diploma III Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, serta shalawat dan salam pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Dalam penulisan skripsi minor ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan batas kemampuan dan pengalaman yang penulis miliki, namun sebagai manusia yang mempunyai keterbatasan, penulis menyadari bahwa skripsi minor ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, baik dari sudut penyajian materi maupun teknik penulisan. Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan skripsi minor ini tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT, bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulusnya kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi USU. 2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi USU. 3. Bapak Drs. Rustam, Ak yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis. 4. Bapak Drs. Syahyunan, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak membantu dan memberikan masukan dalam penulisan skripsi minor ini. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 5. Seluruh Dosen dan Pegawai pada Fakultas Ekonomi USU yang telah mendidik dan membantu penulis. 6. Pimpinan dan seluruh staff PT. Bank Sumut Medan, khususnya Bapak Rudi Dogar Harahap dan Bapak Rahmat Chairul yang telah banyak memberi bantuan dalam penyediaan data hingga selesainya skripsi minor ini. 7. Ayahanda Tumingin Sugiyono dan Ibunda Lasmini yang selalu sabar dalam memberikan dorongan, nasehat dan do’a dengan segenap rasa cinta dan kasih sayangnya kepada penulis. 8. Abang, Kakak dan Keponakanku Indah, Rani, Pipit dan Fadhil yang selalu membantu dan menghibur penulis. 9. Masku tersayang R. Syariful Hardi, SP terima kasih atas kasih sayang, waktu dan tenaganya dalam membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi minor ini. 10. Sahabatku Ika, Diah, Yasmi, Arianto, Ulan dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan namanya, terima kasih atas bantuan serta persahabatannya. Akhirul kalam penulis mengucapkan do’a kepada Allah SWT agar kebaikan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis dapat dibalas oleh Allah SWT. Semoga skripsi minor ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin Ya Rabbal ‘Aalamiin. Medan, 2008 Penulis Yenni Hastini Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………………………………………… i DAFTAR ISI …………………………………………………………….. iii DAFTAR TABEL ……………………………………………………….. v BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul …………………………………….. 1 B. Perumusan Masalah ………………………………………… 2 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………… 3 D. Metode Penelitian ………………………………………….. 4 BAB II PT. BANK SUMUT MEDAN A. Sejarah Singkat PT. Bank Sumut Medan …………………… 6 B. Struktur Organisasi PT. Bank Sumut Medan…………...…… 7 C. Pengertian Laporan Keuangan …………..………………….. 18 D. Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan ……...………... 25 E. Pengertian Rasio Keuangan ……………………….………… 31 F. Rasio Keuangan PT. Bank Sumut Medan ……...……………. 33 BAB III ANALISA DAN EVALUASI A. Analisis Rasio Likuiditas …………………………………… 44 B. Analisis Rasio Produktivitas ……………………………….. 45 C. Analisis Rasio Efisiensi ……………………………………. 48 D. Analisis Rasio Lainnya ……………………………………. 50 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN …………………………….. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 52 DAFTAR TABEL No. Uraian Halaman Tabel- 1 : Neraca 31 Desember 2004, 2005 dan 2006 26 Tabel-2 : Laporan Laba Rugi 31 Desember 2004, 2005 dan 2006 29 Tabel-3 : Rasio Likuiditas 44 Tabel-4 : Rasio Produktivitas 45 Tabel-5 : Rasio Efisiensi 48 Tabel-6 : Rasio Lainnya 50 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul Dalam sejarah perkembangan perusahaan, dapatlah dikatakan bahwa masalah keuangan merupakan masalah utama dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan dinilai perlu untuk menyusun sebuah laporan keuangan yang tersistematis. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses pencatatan, penggabungan dan pengikhtisaran semua transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan seluruh pihak yang terkait dengan kegiatan usahanya dan peristiwa penting yang terjadi di dalam perusahaan. Pada umumnya laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja perusahaan dan arus kas pada suatu periode tertentu. Sebagai sumber informasi, laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya ataupun antar perusahaan sejenis. Laporan keuangan merupakan komoditas yang sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak. Adapun pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan adalah para pemilik perusahaan, manajemen perusahaan, investor, kreditur, pemerintah, analisa pasar modal, peneliti dan lain-lain. Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis yang paling utama dan yang paling popular dalam mengidentifikasi kondisi keuangan dan kinerja Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 perusahaan. Dalam melakukan analisis laporan keuangan, maka perlu dilakukan perbandingan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan yaitu neraca dan laporan laba rugi. Analisis rasio keuangan bertujuan untuk mengukur sejauh mana likuiditas perusahaan yang bersangkutan, untuk mengetahui keuntungan yang dihasilkan atas aktiva, untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai aktivanya serta untuk mengetahui tingkat pengembalian yang mungkin akan diperoleh para pemilik (pemegang saham). Dengan melakukan analisis laporan keuangan terhadap data keuangan dari tahun-tahun yang sebelumnya akan memberikan informasi kelemahankelemahan serta kelebihan-kelebihan dari perusahaan. Bagi manajemen perusahaan, hasil analisa laporan keuangan ini dapat dimanfaatkan untuk penyusun rencana atau kebijakan pada masa yang akan datang. Melihat pentingnya analisis terhadap laporan keuangan bagi suatu perusahaan maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perusahaan selama ini, maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul ANALISIS LAPORAN KEUANGAN pada PT. BANK SUMUT MEDAN. B. Perumusan Masalah Perumusan masalah yang diajukan penulis adalah bagaimana kinerja keuangan PT. Bank Sumut Medan selama tahun 2004 sampai dengan 2006. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui dan menganalisis kondisi dan kinerja keuangan pada PT. BANK SUMUT MEDAN selama tahun 2004 sampai dengan 2006. 2. Untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan oleh manajemen PT. Bank Sumut Medan dalam meningkatkan perolehan keuntungan perusahaan. 3. Untuk mengetahui kemampuan manajemen PT. Bank Sumut Medan dalam melakukan pengelolaan dana secara efektif dan efisien. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penulisan ini adalah : 1. Bagi Penulis Sebagai penambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam melakukan laporan analisis keuangan dan penerapannya di perusahaan. 2. Bagi Perusahaan Sebagai bahan masukan dan rujukan bagi PT. Bank Sumut Medan guna melihat perkembangan perusahaan guna menyusun rencana dan kebijakan keuangannya pada masa yang akan datang. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai bahan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang akan meneliti masalah yang sama pada masa yang akan datang. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 D. Metode Penelitian 1) Lokasi dan Waktu Penellitian Penelitian ini dilakukan di PT. BANK SUMUT MEDAN yang beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 18 Medan. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2008. 2) Jenis dan Sumber Data Dalam menyusun skripsi minor ini diperlukan data sebagai berikut : a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melalui wawancara dengan bagian teknologi informasi dan akuntansi mengenai metode penghitungan laporan keuangan serta kondisi keuangan PT. Bank Sumut Medan secara umum. b. Data sekunder yaitu data yang mendukung data primer yang diperoleh dari bacaan, literatur-literatur, dan dari perusahaan yang bersangkutan seperti laporan keuangan berupa neraca dan laporan rugi/laba tahun 2004 – 2006, sejarah singkat dan struktur organisasi PT. Bank Sumut Medan. 3) Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penyusunan skripsi minor ini adalah : a. Wawancara Dalam wawancara ini, penulis melakukan tanya jawab mengenai hal-hal yang erat hubungannya dengan laporan keuangan perusahaan tersebut dengan bagian teknologi informasi dan akuntansi. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 b. Studi dokumentasi Studi dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan berupa Neraca per 31 Desember 2004, 2005, dan 2006 serta Laporan Laba/Rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, 2005, dan 2006. 4) Metode Analisis Data Metode analisis data yang penulis lakukan dalam penulisan skripsi minor ini adalah sebagai berikut : a. Metode Kuantitatif yaitu metode analisis yang digunakan terhadap data yang diperoleh berbentuk angka-angka. b. Metode deskriptif mengumpulkandata, yaitu metode yang merumuskan, dilakukan dengan mengklarifikasikan, menginterprestasikan data sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 BAB II PT. BANK SUMUT MEDAN A. Sejarah Singkat PT. Bank Sumut Medan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara didirikan pada tanggal 4 Nopember 1961 dengan Akte Notaris Rusli Nomor 22 dalam bentuk Perseroan Terbatas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, bentuk usaha dirubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai dengan peraturan daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 1965, dengan modal dasar sebesar Rp. 100 juta (uang lama) dan saham dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tingkat II se Sumatera Utara. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan, terjadi beberapa kali perubahan Peraturan Daerah untuk Meningkatkan Modal Disetor. Pada tanggal 16 April 1999 bentuk Badan Hukum dirubah kembali menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan Akte Pendiri Perseroan Terbatas Nomor 38 Tahun 1999 Notaris Alina Hanum Nst, SH yang telah mendapat izin atau pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomr C-8224 HT.01.01.Thn 1999, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 54 Tanggal 6 Juli 1999, dengan modal dasar sebesar Rp. 400 milyar. Dasar perubahan Bentuk dan Modal Dasar sebelumnya telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor 2 Tahun 1999. Sesuai Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 dengan kebutuhan dan perkembangan selanjutnya dengan Akte Nomor 31 tanggal 156 Desember 1999 dengan Modal Dasar ditingkatkan menjadi Rp 500 milyar. Dalam berjalan sejarahnya PT. Bank Sumut pernah menempati Gedung Kantor yang sangat sederhana di Jalan Palang Merah Medan. Kemudian pindah ke Jalan Imam Bonjol No. 7 Medan. Pada tanggal 20 April 1989 Mentri Dalam Negeri telah meresmikan penggunaan Gedung Kantor Baru yang cukup megah dan representatife terletak di jantung Kota Medan di Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan yang ditempati hingga saat ini. B. Struktur Organisasi PT. Bank Sumut Medan Pengorganisasian adalah suatu aktivitas yang menghasilkan suatu struktur organisasi. Organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya. Struktur adalah susunan dari suatu bidang pekerjaan yang akan diduduki sesuai dengan keahlian masing-masing. Jadi struktur organisasi adalah susunan, fungsi departemen dan posisi mereka dalam organisasi serta hubungan antara bagian-bagian yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat tercipta suatu tim kerja yang baik dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi yang digunakan pada PT. Bank Sumut Medan adalah berbentuk organisasi garis, dimana kekuasaan berada di tangan dewan komisaris bersama dengan direktur. Untuk lebih jelasnya struktur organisasi yang digunakan PT. Bank Sumut Medan adalah sebagai berikut: Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Demi tercapainya tujuan perusahaan, perseroan ini membagi pekerjaan dalam beberapa tugas, wewenang dan tanggung jawab secara vertikal. Adapun uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab adalah sebagai berikut : I. Kepala Divisi Administrasi Keuangan Tugas : 1) Merumuskan kebijakan Bank dalam penerapan sistem administrasi keuangan yang handal dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. 2) Merumuskan kebijakan pengembangan di bidang teknologi sistem informasi dengan tetap memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan atau lembaga yang berkompeten lainnya. 3) Mengusulkan kepada Direksi Rencana Kerja dan Anggaran Divisi Administrasi Keuangan untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Bank. 4) Menyampaikan saran-saran kepada Direksi sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan/keputusan dalam bidang administrasi keuangan/akuntansi dan teknologi sistem informasi. 5) Membina pejabat, staf, dan pegawai dalam lingkungan Divisi Keuangan guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja. 6) Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari pejabat/staf/pegawai dan Divisi Administrasi Keuangan. 7) Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala Bidangnya. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 8) Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja lainnya. 9) Mewakili Bank dalam mengadakan hubungan/kerjasama dengan pihak lain berkaitan pelaksanaan fungsi Divisi Administrasi Keuangan. 10) Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya. Wewenang : 1) Menandatangani atau memaraf surat-surat, memorandum dan laporanlaporan lain sesuai kebutuhan. 2) Menilai atau menyetujui prestasi kerja pejabat/staf/pegawai dalam lingkungan Divisi Administrasi Keuangan. 3) Memberikan teguran atau peringatan serta sanksi kepada pejabat/staf/pegawai dalam lingkungan Divisi Administrasi Keuangan yang melanggar ketentuan dan peraturan Bank. 4) Melaksanakan wewenang lainnya sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Tanggung Jawab : 1) Bertanggung jawab kepada Direksi atas pelaksanaan tugas sesuai program kerja Divisi Administrasi Keuangan. 2) Bertanggung jawab atas disiplin kerja staf dan pegawai di Divisi Administrasi Keuangan. 3) Bertanggung jawab atas keamanan, efisiensi teknologi sistem informasi. 4) Memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Bank. 5) Bertanggung jawab atas keselamatan dokumen, arsip dan kendaraan serta seluruh perlengkapan inventaris. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 II. Kepala Bidang Akuntansi Tugas : 1. Menyusun program kerja tahunan sesuai fungsi Bidang Akuntansi. 2. Menyusun sistem dan prosedur akuntansi BANK SUMUT dan menjabarkannya menjadi rincian tugas unit organisasi. 3. Membuat usulan anggaran biaya Bidang Akuntansi untuk dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Divisi Administrasi Keuangan. 4. Mengkinikan ketentuan intern Bank sehubungan dengan perkembangan dan perubahan di bidang Akuntansi dan Keuangan. 5. Menyampaikan saran-saran sehubungan pelaksanaan tugas Bidang Akuntansi. 6. Menyelenggarakan administrasi keuangan dan akuntansi Kantor Pusat dengan menghimpun serta mengelola data seluruh transaksi keuangan BANK SUMUT. 7. Menyempurnakan buku pedoman akuntansi Bank. 8. Membuat/merumuskan bentuk laporan sesuai sistem yang berlaku untuk keperluan intern atau ekstern sesuai kebutuhan ataupun ketentuan yang berlaku. 9. Mengurus dan menyelesaikan perhitungan pajak penghasilan perusahaan. 10. Menyelesaikan selisih rekening atas Kantor Pusat dan Kantor Cabang. 11. Menyusun laporan keuangan, berupa neraca, rincian laba rugi Kantor Pusat dan gabungan BANK SUMUT sesuai sistem yang berlaku. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 12. Mempersiapkan bahan-bahan yang berhubungan dengan laporan keuangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham BANK SUMUT setiap tahunnya. 13. Menyusun neraca dan perhitungan laba rugi harian kantor pusat dan gabungan, dan menyusun serta menyampaikan laporan neraca publikasi bulanan dan triwulan ke Bank Indonesia. 14. Menyusun dan menyelesaikan perhitungan pajak penghasilan Bank. 15. Melakukan pemantauan dan pembinaan atas pos-pos neraca laba rugi seluruh unit kerja BANK SUMUT. 16. Membuat laporan neraca laba rugi kantor pusat dan konsolidasi, baik secara berkala atau tahunan, sesuai bentuk dan prosedur yang ditetapkan. 17. Menyusun dan menyampaikan laporan ke Bank Indonesia menurut bentuk dan prosedur yang ditetapkan Bank Indonesia. 18. Menyusun laporan tahunan Bank dan laporan-laporan keuangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. 19. Menyusun laporan-laporan perhitungan kebutuhan modal (CAR) setiap bulannya. 20. Menyusun laporan-laporan intern maupun ekstern secara berkala sesuai kebutuhan yang berhubungan dengan akuntansi. 21. Merumuskan pos-pos antar kantor dan membuat nota rekonsiliasi antara kantor pusat dengan kantor cabang. 22. Membina staf/pegawai dan bidang akuntansi guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 23. Melakukan kerjasama dengan kepala bidang yang lain di Divisi Administrasi Keuangan dalam pelaksanaan tugas-tugas. 24. Melakukan koordinasi dan supervisi atas pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh staf/pegawai di Bidang Akuntansi. 25. Melakukan koordinasi dengan Bidang /Unit kerja yang lain. 26. Mengusulkan pendidikan dan latihan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dari staf/pegawai di Bidang Akuntansi. 27. Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya. Wewenang : 1. Memaraf surat-surat, memorandum dan laporan-laporan lain sesuai kebutuhan. 2. Mewakili Kepala Divisi apabila diperlukan untuk mengadakan hubungan dengan unit kerja lain di lingkungan Bank atau instansi lainnya sesuai tugas Bidang Akuntansi. 3. Menilai prestasi kerja staf/pegawai dalam lingkunga Bidang Akuntansi. 4. Memberikan teguran, peringatan secara lisan kepada staf/pegawai dalam lingkungan Bidang Akuntansi yang melanggar ketentuan dan peraturan Bank sesuai ketentuan yang berlaku. 5. Memberi rekomendasi permohonan menjalani cuti kepada staf/pegawai dalam lingkungan BidangAkuntansi. 6. Melaksanakan wewenang lainnya sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Tanggung Jawab : 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi. 2. Bertanggung jawab langsung atas seluruh tugas-tugasnya. 3. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan-laporan yang diterbitkan oleh Bidang Akuntansi. 4. Bertanggung jawab atas disiplin kerja staf dan pegawai di Bidang Akuntansi. 5. Memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Bank. 6. Bertanggung jawab atas pengamanan dokumen-dokumen, arsip-arsip, perlengkapan inventaris di Bidang Akuntansi. III. Kepala Bidang Teknologi Sistem Informasi Tugas : 1. Menyusun program kerja tahunan sesuai fungsi Bidang Teknologi Sistem Informasi. 2. Membuat usulan anggaran biaya Bidang Teknologi dan Sistem Informasi untuk dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan, Menengah dan Panjang Divisi Administrasi Keuangan.. 3. Melakukan pemantauan untuk pengendalian atas pelaksanaan rencana yang telah disetujui. 4. Mengembangkan atau membangun sistem yang sesuai kebutuhan Bank, serta melakukan review dan persetujuan untuk sistem yang baru, melakukan pengujian, pengubahan, dan dokumentasi terhadap kegiatan pengembangan sistem. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 5. Membuat perencanaan untuk menghadapi kemungkinan darurat atau Disaster and Recovery Plan (DRP), mengembangkan dan mengawasi peralatan computer yang dipergunakan Bank dan juga merawat dan memperbaiki perangkat computer yang perbaikan dan perawatannya bukan oleh pihak ketiga atau vendor. 6. Melakukan analisis sistem, menyusun sistem dan prosedur serta panduan pengoperasian dari setiap aplikasi yang dibangun dengan tetap memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan atau lembaga yang berkompeten lainnya. 7. Menerima dan mengadministrasikan keluhan-keluhan ataupun kendala yang dihadapi unit-unit dalam pengoperasian perangkat komputer serta memberikan solusinya. 8. Menentukan langkah-langkah pengaman untuk mencegah kemungkinan adanya gangguan terhadap sistem aplikasi computer. 9. Melakukan evaluasi, rekomendasi dan pengawasan terhadap pekerjaan dan perawatan yang dilakukan oleh pihak ketiga sesuai kontrak jasa perawatan. 10. Melakukan pemeliharaan dan perbaikan perangkat lunak dan keras yang digunakan seluruh unit kerja yang tidak dapat ditangani sendiri oleh pemakai. 11. Mempersiapkan format pembentukan data dasar yang akan diproses dan melakukan pengawasan atas otorisasi akses terhadap keluar masuknya data. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 12. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan dengan adanya pemakaian perangkat lunak dan keras. 13. Mempersiapkan langkah-langkah pengamanan data yang akan maupun yang telah diproses serta mengelola seluruh media penyimpan data yang dipakai dalam sistem. 14. Menyarankan atau merekomendasikan pembelian perangkat lunak dan keras yang sesuai kebutuhan. 15. Memberikan penjelasan, bimbingan dan merencanakan serta melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada pemakai perangkat komputer yang menyangkut pemakaian, pemeliharaan serta perbaikan kerusakan ringan. 16. Melakukan evaluasi dan mengusulkan penghapusan atau penggantian perangkat komputer yang sudah tidak layak dipergunakan di Bank. 17. Menyusun laporan teknologi informasi untuk laporan ke Bank Indonesia sesuai Bidang Teknologi Sistem Informasi. 18. Melakukan service rutin ke Kantor Cabang untuk menjaga kinerja computer. 19. Membina staf/pegawai di bidang teknologi sistem informasi guna meningkatkan keterampilan kerja, pengetahuan dan sikap kerja. 20. Melakukan kerjasama dengan kepala Bidang yang Administrasi Keuangan dalam pelaksanaan tugas-tugas. 21. Melakukan koordinasi dengan bidang atau unit kerja lain. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 lain di Divisi 22. Mengusulkan pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan dan pengetahuan serta ketrampilan. 23. Melaksanakan tugas-tugas lainnya sesuai dengan keperluannya. Wewenang : 1. Memaraf surat-surat, memorandum dan laporan-laporan lain sesuai kebutuhan. 2. Mewakili Kepala Divisi apabila diperlukan untuk mengadakan hubungan dengan unit kerja lain di lingkungan Bank atau instansi lainnya tugas Bidang Teknologi Sistem Informasi. 3. Memberikan rekomendasi kualitas dan kuantitas pembelian perangkat lunak dan keras computer. 4. Menilai prestasi kerja staf dan pegawai dalam bidang lingkungan Teknologi Sistem Informasi. 5. Memberikan teguran, peringatan secara lisan kepada staf, pegawai yang melanggar peraturan dan ketentuan Bank sesuai ketentuan yang berlaku dan apabila diperlukan usulan tentang pemberian sanksi. 6. Memberikan rekomendasi permohonan menjalani cuti kepada staf dan pegawai dalam lingkungan Teknologi Sistem Informasi. 7. Melaksanakan wewenang lainnya sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Tanggung Jawab : 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi. 2. Bertanggung jawab langsung atas tugas-tugasnya . Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 3. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan-laporan yang diterbitkan oleh Bidang Teknologi Sistem Informasi. 4. Memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Bank. 5. Bertanggung jawab atas disiplin kerja staf dan pegawai di Bidang Teknologi dan Sistem Informasi. 6. Bertanggung jawab atas pengamanan dokumen-dokumen, arsip-arsip, perlengkapan inventaris di bidang Teknologi Sistem Informasi. C. Pengertian Laporan Keuangan Lembaga keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatan di bidang keuangan menarik uang dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke dalam masyarakat, yang salah satunya adalah Bank. Menurut Rindjin (2003 : 13), Bank adalah salah satu dari lembaga keuangan yang usaha pokoknya meliputi tiga kegiatan yaitu memberikan kredit, jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran, dan lalu lintas peredaran uang. Di dalam lembaga keuangan seperti bank, setelah transaksi dicatat dan diikhtisarkan maka disiapkan laporan bagi pemakai yang berkepentingan. Laporan akuntansi yang menghasilkan informasi demikian disebut laporan keuangan. Menurut penggunaannya, laporan keuangan bank dibedakan menjadi tiga yaitu laporan keuangan untuk masyarakat, laporan keuangan untuk keperluan manajemen bank dan laporan keuangan. Menurut Jumingan (2005 : 4), Laporan Keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan yang disusun dan Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak lain yang menaruh perhatian atau mempunyai kepentingan dengan data keuangan perusahaan. Menurut Abdullah ( 2003 : 106), Laporan Keuangan dapat dipahami sebagai bentuk pencatatan keuangan secara sistematis dan metodologis tentang posisi keuangan maupun hasil operasi keuangan perusahaan pada suatu periode waktu tertentu. Secara umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan pada saat tertentu, kinerja dan arus kas dalam suatu periode yang ditujukan bagi pengguna laporan keuangan di luar perusahaan untuk menilai dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan perusahaan. Sebagai sumber informasi, laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya ataupun antar perusahaan sejenis. Elemen-elemen laporan keuangan pada dasarnya terdiri atas Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas Pemilik dan Laporan Arus Kas, serta catatan Laporan Keuangan (PSAK No. 31 Revisi 2000), namun laporan keuangan yang utama yaitu : 1. Neraca (Balance Sheet) Menurut Dendawijaya (2005 : 31), Neraca Bank adalah suatu daftar yang menggambarkan kekayaan, kewajiban dan modal bank pada suatu periode tertentu. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Menurut Bastian (2006 : 238), Neraca merupakan salah satu elemen laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu, yang terdiri dari aktiva, kewajiban dan modal. a. Aktiva Pos-pos yang ada pada sisi aktiva adalah : 1. Kas Yaitu uang kas, baik rupiah maupun valuta asing yang dimiliki oleh bank. 2. Giro di Bank Indonesia Yaitu giro milik bank pada Bank Indonesia. 3. Tagihan pada bank lain Yaitu semua tagihan bank pelapor dalam rupiah dan valuta asing kepada bank lain. 4. Surat berharga dan tagihan lainnya Yaitu surat berharga yang dimiliki oleh bank. 5. Kredit yang diberikan Yaitu semua realisasi kredit yang diberikan oleh bank pada pihak ketiga yang bukan bank. 6. Penyertaan Yaitu penyertaan dana oleh bank pada bank lain, lembaga keuangan dan perusahaan lain. 7. Cadangan Aktiva yang diklasifikasikan Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Yaitu cadangan-cadangan dana dalam rupiah dan valuta asing 8. Aktiva dan inventaris Yaitu nilai buku dari tanah, gedung, kantor, rumah dan perabot milik bank. 9. Rupa-rupa aktiva Yaitu saldo rekening-rekening lainnya. b. Passiva Pos-pos yang ada pada sisi passiva adalah : 1. Giro Yaitu giro dalam rupiah dan valuta asing milik pihak ketiga dan bank lain pada bank yang bersangkutan. 2. Call money Yaitu dana yang diterima oleh bank dari bank lain. 3. Tabungan Yaitu simpanan-simpanan milik pihak ketiga yang bukan bank pada bank yang bersangkutan. 4. Deposito berjangka Yaitu deposito berjangka, deposits on call, sertifikat deposito dan deposito sejenis lain yang diterima oleh bank milik pihak ketiga dan bank lain. 5. Kewajiban lainnya Yaitu semua kewajiban bank yang harus segera dibayar oleh bank yang bersangkutan. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 6. Surat berharga Yaitu surat berharga yang diterbitkan oleh bank lain. 7. Pinjaman Yaitu pinjaman yang diterima oleh bank dari pihak ketiga, bank lain dan Bank Indonesia. 8. Rupa-rupa pasiva Yaitu saldo rekening pasiva lainnya baik dalam rupiah maupun valuta asing. 9. Modal Yaitu modal bank yang berbadan hukum Indonesia, modal kantor cabang bank asing, agio saham dan cadangan. 10. Laba –rugi Yaitu sisa laba rugi tahun-tahun lalu yang belum dibagikan atau dipindahbukukan ke rekening lain dan ditambah laba rugi dalam tahun buku berjalan. 2. Laporan Laba Rugi (Income Statement) Menurut Dendawijaya (2005 : 109), Laporan Laba Rugi Bank adalah suatu laporan keuangan bank yang menggambarkan pendapatan dan biaya operasional dan non operasional bank serta keuntungan bersih bank dan suatu periode tertentu. Menurut Bastian ( 2006 : 242), Laporan Laba Rugi merupakan salah satu elemen laporan keuangan yang menggambarkan posisi hasil usaha suatu perusahaan dalam jangka waktu/periode tertentu yang komponennya terdiri atas pendapatan dan beban. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 a. Pendapatan 1. Pendapatan operasional Pendapatan operasional terdiri atas semua pendapatan yang merupakan hasil langsung dari kegiatan usaha bank yang benar-benar telah diterima. Pendapatan operasional bank terdiri atas : (a) Hasil Bunga Yaitu pendapatan bunga, baik dari pinjaman yang diberikan maupun dari penanaman-penanaman yang dilakukan oleh bank. (b) Provisi dan Komisi Yaitu provisi dan komisi yang dipungut bank dari berbagai kegiatan yang dilakukan. (c) Pendapatan valuta asing lainnya Yaitu keuntungan yang diperoleh bank dari berbagai transaksi devisa. (d) Pendapatan lainnya Yaitu pendapatan lain yang merupakan hasil langsung dari kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan operasional bank yang tidak termasuk ke dalam rekening pendapatan di atas. b. Biaya-biaya 1. Biaya Operasional Biaya operasional terdiri atas semua biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha bank yang diperinci sebagai berikut : a) Biaya bunga Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Yaitu semua biaya atas dana-dana yang berasal dari bank Indonesia, bankbank lain dan pihak ketiga yang bukan bank. b) Biaya valuta asing lainnya Yaitu semua biaya yang dikeluarkan bank untuk berbagai transaksi bank devisa. c) Biaya tenaga kerja Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan bank untuk membiayai pegawaipegawainya. d) Penyusutan Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan bank untuk penyusutan benda-benda tetap dan inventarisnya. e) Biaya lainnya Yaitu biaya langsung dari kegiatan usaha bank yang belum termasuk ke pos biaya di atas. 2. Biaya Nonoperasional Biaya nonoperasional terdiri atas semua biaya yang tidak berhubungan dengan kegiatan usaha bank. c. Laba Rugi Sebelum Pajak Yang dimasukkan ke dalam pos ini adalah laba rugi bank yang diperoleh dalam periode berjalan sebelum dikurangi pajak. d. Sisa Laba Rugi Tahun Lalu Yang dimasukkan ke dalam pos ini adalah sisa laba rugi tahun buku yang lalu yang belum dibagikan atau dipindahkan ke pos lain. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 D. Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan Untuk melakukan analisis laporan keuangan dan guna melengkapi penulisan skripsi minor ini maka dalam Tabel 1 dan Tabel 2 disajikan Neraca dan Laporan Laba/Rugi PT. Bank Sumut Medan pada tahun 2004, 2005 dan 2006. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Tabel 1 PT. BANK SUMUT NERACA 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 AKTIVA Pos-Pos 2006 2005 2004 Rp Rp Rp AKTIVA Kas 189.813.960.834 168.320.805.479 142.288.426.856 Giro pada Bank Indonesia 639.028.562.683 262.115.877.728 155.794.995.105 58.869.096.824 14.144.810.120 12.456.806.103 (588.690.968) (141.448.101) (124.568.061) 58.280.405.856 14.003.362.019 12.332.238.042 894.900.000.000 709.000.000.000 600.400.000.000 (8.949.000.000) (7.090.000.000) (6.004.000.000) 885.951.000.000 701.910.000.000 594.396.000.000 2.652.154.083.785 952.126.074.961 (420.355.000) (356.086.500) 2.651.733.728.785 951.769.988.461 795.940.926.979 2.953.932.535.491 2.058.974.579.643 1.481.578.778.050 792.223.240 19.995.202.007 40.962.285.959 (64.911.816.535) (64.092.506.217) (24.293.637.460) 2.889.812.942.196 2.014.877.275.433 1.498.247.426.549 Giro pada Bank lain Dikurangi penyisihan penghapusan Penempatan pada bank lain Dikurangi penyisihan penghapusan Surat Berharga Dikurangi penyisihan penghapusan Kredit Pihak ketiga Pihak afiliasi Dikurangi penyisihan penghapusan Jumlah kredit yang diberikan-bersih Obligasi Pemerintah Penyertaan saham Dikurangi penyisihan penghapusan 19.960.000.000 750.000.000 750.000.000 750.000.000 (7.500.000) (7.500.000) (7.500.000) 742.500.000 742.500.000 742.500.000 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Bunga yang masih akan diterima 40.906.224.639 35.141.582.545 28.743.297.186 227.671.000 - - Aktiva tetap bersih 168.551.789.149 167.081.084.083 150.076.547.516 Aktiva lain-lain Dikurangi penyisihan penghapusan 173.106.873.591 163.187.369.215 169.779.696.156 (29.830.884.034) - - 143.275.989.557 163.187.369.215 169.779.696.156 7.668.324.774.699 4.479.149.844.963 3.568.302.054.389 Piutang lain-lain JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Pos-Pos 2006 2005 2004 Rp Rp Rp KEWAJIBAN Giro 4.135.033.269.425 2.045.808.399.056 1.321.268.783.728 Tabungan 1.394.240.703.303 920.908.323.841 858.213.624.623 Deposito berjangka 1.292.215.485.999 694.673.527.000 679.083.384.000 Pinjaman yang diterima Beban yang masih harus dibayar 25.041.443.650 26.914.360.412 4.294.507.419 17.881.098.760 8.316.206.233 12.245.362.725 Hutang pajak 21.667.716.526 5.431.899.383 18.356.325.628 Kewajiban segera lainnya 53.761.142.155 28.927.780.840 35.888.402.769 Kewajiban lain-lain 35.989.894.009 14.587.992.968 5.242.228.325 6.975.830.753.827 3.745.568.489.733 2.934.592.619.217 460.151.200.000 460.151.200.000 460.151.200.000 Jumlah kewajiban EKUITAS Modal saham : Modal dasar 50.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10.000 per saham pada tahun 2006, 2005 dan 2004 Modal ditempatkan dan Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 disetor penuh 46.015.120 lembar saham pada tahun 2006, 2005 dan 2004 Tambahan modal disetor Selisih penilaian kembali aktiva tetap 3.574.252.182 8.709.484.550 5.403.008.594 42.023.578.036 42.023.578.036 42.023.578.036 Cadangan 31.672.674.865 10.447.739.556 10.447.739.556 Akumulasi laba 155.072.315.789 212.249.353.088 115.683.908.986 Jumlah ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN 692.494.020.872 733.581.355.230 633.709.435.172 EKUITAS 7.668.324.774.699 Sumber : Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan 4.479.149.844.963 3.568.302.054.389 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Tabel 2 PT. BANK SUMUT MEDAN Laporan Laba/Rugi 31 Desember 2006, 2005, dan 2004 Pos-Pos PENDAPATAN DAN BEBAN 2006 2005 2004 Rp Rp Rp OPERASIONAL Pendapatan bunga Bunga 810.374.146.794 539.712.019.040 449.713.263.171 6.489.337.262 3.875.964.762 3.480.770.334 816.863.484.056 543.587.983.802 453.194.033.505 (257.988.561.322) (133.382.556.052) (110.366.701.238) 558.874.922.734 410.205.427.750 342.827.332.267 Pendapatan syariah 9.567.263.552 4.088.133.587 24.710.009 Beban syariah Pendapatan investasi syariah-bersih (965.121.978) (358.074.947) (7.354.853) 8.602.141.574 3.730.058.640 17.355.156 Pendapatan operasional lainnya Pendapatan provisi dan komisi 2.614.064.297 1.144.170.410 1.265.326.334 76.675.973.066 62.478.583.768 45.481.746.153 79.290.037.363 63.622.754.178 46.747.072.487 (93.298.943.355) (86.923.200.691) (15.706.314.378) Beban administrasi umum (235.639.016.477) (159.245.868.332) (128.730.461.218) Beban tenaga kerja Keuntungan/ (Kerugian) bersih (134.027.598.465) (94.541.018.759) (75.990.252.919) Provisi dan komisi Jumlah pendapatan bunga Beban bunga Pendapatan/(beban) bungabersih Pendapatan lain-lain Jumlah pendapatan operasional lain Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif Beban operasional lainnya Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 penilaian surat berharga Jumlah beban operasional lainnya 10.790.850.000 (10.124.210.000) - (452.174.708.297) (350.834.297.782) (220.427.028.515) (372.884.670.934) (287.211.543.604) (173.679.956.028) 194.592.393.374 126.723.942.786 169.164.731.395 Pendapatan non operasional 32.346.244.646 16.954.213.672 2.823.123.055 Beban non operasional PENDAPATAN/(BEBAN) NONOPERASIONALBERSIH (1.720.594.431) (2.961.973.756) (1.853.208.791) 30.625.650.215 13.992.239.916 969.914.264 PAJAK PENGHASILAN 225.218.043.589 140.716.182.702 170.134.645.659 Taksiran pajak penghasilan Penghasilan/Beban Pajak Tangguhan (70.145.727.800) (44.150.738.600) (31.053.707.419) - - (22.749.098.263) LABA BERSIH 155.072.315.789 Sumber : Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan 96.565.444.102 116.331.839.977 Pendapatan/(beban) operasional lainnya-bersih LABA OPERASIONAL PENDAPATAN/(BEBAN) NONOPERASIONALBERSIH LABA SEBELUM PAJAK Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 E. Pengertian Rasio Keuangan Analisis laporan keuangan perbankan bertujuan antara lain untuk mengetahui tingkat pencapaian kinerja perusahaan bank, untuk mengetahui perkembangan perbankan dari suatu periode ke periode berikutnya, sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen dalam melaksanakan kegiatan operasional dan penyusunan rencana kerja anggaran bank, untuk memonitor pelaksanaan dari suatu kebijakan perusahaan yang telah diterapkan, sehingga dapat diadakan perbaikan/penyempurnaan di masa yang akan datang. Pelaksanaan analisis laporan keuangan perbankan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Hal tersebut tergantung kepada kebutuhan internal masingmasing bank. Metode analisis laporan keuangan yang lazim dipergunakan dalam praktik perbankan, antara lain : a. Analisis varians (variance analysis) : adalah metode analisis yang dipergunakan untuk mengetahui pencapaian kinerja dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan, serta mengidentifikasi terjadi deviasi. b. Analisis komparatif (comparative analysis) : adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan keragaman usaha bank pada suatu periode dengan periode lainnya, baik secara absolut maupun relatif atas total/bagian tertentu. c. Analisis lingkungan (environment analysis) : adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil usaha yang telah dicapai suatu unit kerja terhadap industri usaha yang sama di wilayah kerjanya. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 d. Analisis rasio (ratio analysis) : adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan pos-pos tertentu dalam neraca maupun laba rugi. Jenis-jenis rasio atas keragaman usaha bank yang umum dipakai adalah sebagai berikut : a. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendeknya (termasuk bagian dari utang jangka panjang yang jatuh temponya dalam waktu sampai dengan satu tahun) dari aktiva lancarnya. b. Rasio Produktivitas Rasio produktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola aktiva untuk mendapatkan keuntungan. Dalam rasio produktivitas dapat dilihat hubungan timbal balik antara pos-pos pada neraca dengan pos-pos pada laporan laba rugi. c. Rasio Efisiensi Rasio efisiensi adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui seberapa efisien pengelolaan usaha bank dan menunjukkan hubungan timbal balik antara pos-pos pada neraca dengan pos-pos biaya, serta jumlah biaya yang dikeluarkan dengan pos-pos lainnya dalam laporan laba/rugi. d. Rasio Lainnya Rasio lainnya terdiri dari loan to asset ratio, classified asset atas total earning asset dan pendapatan nonbunga atas total pendapatan. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 F. Rasio Keuangan PT. Bank Sumut Medan 1. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas atau liquidity ratio yaitu rasio untuk mengetahui kemampuan bank dalam memenuhi utang jangka pendeknya dari aktiva lancarnya. Rasio likuiditas menggunakan data neraca bank, yang merupakan rasio likuiditas adalah : a. Rasio Kas (cash ratio/ CR) Rasio kas atau cash ratio adalah perbandingan antara jumlah saldo kas yang dimiliki oleh bank dengan jumlah pinjaman yang harus segera dibayar. Cash ratio = CR 2004 = Jumlah Saldo Kas x 100 % Jumlah Pinjaman Yang Harus Segera Dibayar Rp 142.288.426.856 x 100 % Rp 2.215.370.811.120 = 6.42 % CR 2005 = Rp 168.320.805.479 x 100 % Rp 2.995.644.503.737 = 5.62 % CR 2006 = Rp 189.813.960.834 x 100 % Rp 5.583.035.114.883 = 3.39 % b. Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement/RR) Giro wajib minimum adalah simpanan yang wajib dipelihara dalam bentuk giro di Bank Indonesia bagi semua bank. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 RR = RR 2004 = Jumlah Saldo Giro Pada BankIndonesia Jumlah Dana ( Simpanan) Pihak Ketiga x 100 % Rp 155.794.995.105 x 100 % Rp 2.894.454.195.120 = 5.38 % = RR 2005 Rp 262.115.877.728 x 100 % Rp 3.690.318.030.737 = 7.10 % = RR 2006 Rp 639.028.562.683 x 100 % Rp 6.875.250.600.882 = 9.29 % 2. Rasio Produktivitas Rasio produktivitas adalah rasio yang mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola aktiva untuk mendapatkan keuntungan. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, menunjukkan kinerja yang semakin produktif. a. Return on Asset (ROA) Return on asset adalah perbandingan antara laba bersih sebelum pajak dengan jumlah aktiva yang dimiliki oleh bank ROA = ROA 2004 = Laba Sebelum Pajak x 100 % Total Ekuitas Rp 170.134.645.659 x 100 % Rp 3.568.302.054.389 = 4.77 % ROA 2005 = Rp 140.716.182.702 x 100 % Rp 4.479.149.844.963 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 = 3.14 % ROA 2006 = Rp 225.218.043.589 x 100 % Rp 7.668.324.774.699 = 2.94 % b. Return on Equity (ROE) Return on equity adalah perbandingan antara net income dengan jumlah ekuitas. ROE = ROE 2004 = Net Income x 100 % Total Ekuitas Rp 116.331.839.977 x 100 % Rp 633.709.435.172 = 18.36 % ROE 2005 = Rp 96.565.444.102 x 100 % Rp 733.581.355.230 = 13.16 % ROE 2006 = Rp 155.072.315.789 x 100 % Rp 692.494.020.872 = 22.39 % c. Net Interest Margin (NIM) Net Interest Margin adalah perbandingan antara pendapatan bersih bunga atas earning asset yang dikelola. NIM = NIM 2004 = Net Interest M arg in Jumlah Earning Asset x 100 % Rp 342.827.332.267 x 100 % Rp 2.889.326.853.528 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 = 11.87 % = NIM 2005 Rp 410.205.427.750 x 100 % Rp 3.669.299.763.894 = 11.18 % = NIM 2006 Rp 558.874.922.734 x 100 % Rp 6.428.240.170.981 = 8.69 % d. Profit Margin (PM) Profit margin adalah perbandingan antara laba yang diperoleh dengan total pendapatan. PM = PM 2004 = Laba Sebelum Pajak x 100 % Total Pendapa tan Rp 170.134.645.659 x 100 % Rp 499.965.816.001 = 34.03 % PM 2005 = Rp 140.716.182.702 x 100 % Rp 611.298.871.567 = 23.02 % PM 2006 = Rp 225.218.043.589 x 100 % Rp 905.620.784.971 = 24.87 % e. Produktivitas Asset (PA) Produktivitas asset adalah perbandingan antara total pendapatan dengan jumlah seluruh aktiva yang dimiliki oleh bank. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 PA = PA 2004 = Total Pendapa tan Jumlah Aktiva x 100 % Rp 499.965 .816.001 x 100 % Rp 3.568.302.054.389 = 14.01 % = PA 2005 Rp 611.298.871.567 x 100 % Rp 4.479.149.844.963 = 13.65 % = PA 2006 Rp 905.620.784.971 x 100 % Rp 7.668.324.774.699 = 11.81 % f. Produktivitas Pinjaman (PP) Produktivitas Pinjaman adalah rasio yang menunjukkan produktivitas pinjaman dalam menghasilkan pendapatan bunga dan provisi. PP = PP 2004 = Pendapa tan Bunga + Pr ovisi Pinjaman x 100 % Jumlah Pinjaman Rp 449.713.263.171 + Rp 3.480.770.334 x 100 % Rp 1.498.247.426.549 = 30.25 % PP 2005 = Rp 539.712.019.040 + Rp 3.875.964.762 x 100 % Rp 2.014.877.257.433 = 26.98 % PP 2006 = Rp 810.374.146.794 + Rp 6.489.337.262 x 100 % Rp 2.889.812.942.196 = 28.27 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 g. Pendapatan Pinjaman atas Total Pendapatan (PPaTP) Pendapatan Pinjaman atas Total Pendapatan adalah rasio untuk mengetahui kontribusi pendapatan dari pinjaman terhadap total pendapatan. PPaTP = Pendapa tan Bunga + Pr ovisi Pinjaman x 100 % Total Pendapa tan PPaTP 2004 = Rp 449.713.263.171 + Rp 3.480.770.334 Rp 499.965.816.001 = 90.65 % = PPaTP 2005 Rp 539.712.019.040 + Rp 3.875.964.762 x 100 % Rp 611.298.871.567 = 88.92 % = PPaTP 2006 Rp 810.374 .146.794 + Rp 6.489.337.262 Rp 905.620.784.971 = 90.19 % 3. Rasio Efisiensi Rasio efisiensi adalah rasio untuk mengetahui seberapa efisien pengelolaan usaha bank. Rasio efisiensi menunjukkan hubungan timbal balik (reciprocal) antara pos-pos pada neraca dengan pos-pos biaya, serta jumlah biaya yang dikeluarkan dengan pos-pos lainnya dalam laporan laba rugi. a. Total Biaya atas Total Aktiva (TBaTA) TBaTA = TBaTA 2004 = Total Biaya x 100 % TotalAktiva Rp 330.801.084.606 x 100 % Rp 3.568.302.054.389 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 = 9.27 % TBaTA 2005 = Rp 474.450.718.781 x 100 % Rp 4.479.149.844.963 = 10.59 % TBaTA 2006 = Rp 721.919.241.597 x 100 % Rp 7.668.324.774.699 = 9.41 % b. Cost Of Found (COF) Cost of found adalah seluruh biaya bunga yang dikeluarkan untuk mendapatkan dana dari masyarakat ditambah biaya promosi dibandingkan dengan jumlah dana dari suatu bank. COF = Biaya Dana + Biaya Pr omosi x 100 % Jumlah Dana COF 2004 = Rp 110.366.701.238 + Rp 128.730.461.218 x 100 % Rp 3.568.302.054.389 = 6.70 % COF 2005 = Rp 133.382.556.052 + Rp 159.245.868.332 x 100 % Rp 4.479.149.844.963 = 6.53 % COF 2006 = Rp 257.988.561.322 + Rp 235.639.016.477 x 100 % Rp 7.668.324.774.699 = 6.44 % c. Overhead Cost Ratio (OHC) Overhead cost adalah perbandingan antara biaya overhead dengan total aktiva produktif. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 OHC = OHC 2004 = Total BiayaOperasional x 100 % Jumlah Aktiva Pr oduktif Rp 204.720.714.137 x 100 % Rp 2.889.326.853.528 = 7.09 % = OHC 2005 Rp 253.786.887.091 x 100 % Rp 3.669.299.763.894 = 6.92 % OHC 2006 = Rp 369.666.614.942 x 100 % Rp 6.428.240.170.981 = 5.75 % d. Biaya Tenaga Kerja atas Biaya Overhead (BTKaBO) Biaya tenaga kerja atas biaya overhead adalah perbandingan antara jumlah biaya tenaga kerja yang dikeluarkan bank dengan biaya overhead yang ada di dalam bank tersebut. BTKaBO = BTKaBO 2004 = Biaya Tenaga Kerja x 100 % Overhead Rp 75.990.252.919 x 100 % Rp 204.720.714.137 = 37.12 % BTKaBO 2005 = Rp 94.541.018.759 x 100 % Rp 253.786.887.091 = 37.25 % BTK aBO 2006 = Rp 134.027.598.465 x 100 % Rp 369.666.614.942 = 36.26 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 e. Biaya Tenaga Kerja atas Pendapatan (BTKaP) Biaya Tenaga Kerja atas Pendapatan adalah perbandingan antara jumlah biaya tenaga kerja yang dikeluarkan bank dengan pendapatan yang diperoleh bank tersebut. BTKaP = BTKaP 2004 = Biaya Tenaga Kerja x 100 % Pendapa tan Rp 75.990.252.919 x 100 % Rp 499.965.816.001 = 15.19 % = BTKaP 2005 Rp 94.541.018.759 x 100 % Rp 611.298.871.567 = 15.47 % = BTKaP 2006 Rp 134.027.598.465 x 100 % Rp 905.620.784.971 = 14.79 % 3. Rasio Lainnya Rasio lainnya terdiri dari loan to asset ratio, classified ratio atas total earning asset ratio serta pendapatan nonbunga atas pendapatan. a. Loan to Asset Ratio (LTAR) Loan to asset ratio adalah perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan dengan total aktiva yang dimiliki oleh bank. LTAR = LTAR 2004 = Jumlah Kredit Yang Diberikan x 100 % Total Aktiva Rp 1.498.247.426.549 x 100 % Rp 3.568.302.054.389 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 = 41.99 % LTAR 2005 = Rp 2.014.877.275.433 x 100 % Rp 4.479.149.844.963 = 44.98 % LTAR 2006 = Rp 2.889.812.942.196 x 100 % Rp 7.668.324.774.699 = 37.69 % b. Classified Asset atas Total Earning Asset (CA/TEA) Classified Asset atas Total Earning Asset (CA/TEA) adalah perbandingan antara jumlah classified asset dengan total earning asset pada bank. CA/TEA = CA/TEA 2004 = Classified Asset x 100 % Total EarningAsset Rp 678.975.200.861 x 100 % Rp 2.889.326.853.528 = 23.49 % CA/TEA 2005 = Rp 809.850.081.069 x 100 % Rp 3.669.299.763.894 = 22.07 % CA/TEA 2006 = Rp 1.240.084.603.718 x 100 % Rp 6.428.240.170.981 = 19.29 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 c. Pendapatan Nonbunga atas Total Pendapatan (PNaTP) Pendapatan Nonbunga atas Total Pendapatan adalah perbandingan antara jumlah pendapatan selain dari pendapatan bunga dengan jumlah seluruh pendapatan yang diperoleh oleh bank. PNaTP = PNaTP 2004 = Pendapa tan Nonbunga x 100 % Total pendapa tan Rp 46.747.072.487 x 100 % Rp 499.965.816.001 = 9.35 % PNaTP 2005 = Rp 63.622.754.178 x 100 % Rp 611.298.871.567 = 10.41 % PNaTP 2006 = Rp 79.290.037.363 x 100% Rp 905.620.784.971 = 8.76 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 BAB III ANALISA DAN EVALUASI Sesuai dengan judul, maka penulis akan mencoba menganalisis Laporan Keuangan PT. Bank Sumut Medan dengan menggunakan teori yang telah ditulis terlebih dahulu sebagai tolak ukur serta rasio-rasio keuangan sebagai alat analisis Laporan Keuangan. 1. Analisis Rasio Likuiditas Berikut ini adalah tabel rasio likuiditas hasil pengolahan data dari PT. Bank Sumut Medan : Tabel 3 Rasio Likuiditas PT. Bank Sumut Medan Tahun 2004, 2005 dan 2006 NO Keterangan 2004 2005 1 Cash Ratio 6.42 % 5.62 % 2 Reserve Requirement 5.38 % 7.10 % Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (data diolah) 2006 3.39 % 9.29 % a. Cash Ratio Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki cash ratio sebesar 6.42 %. Ini berarti bahwa setiap pinjaman yang harus segera dibayar sebesar Rp 1 dijamin oleh saldo kas sebesar Rp 0.0642 pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 cash ratio mengalami penurunan dari 6.42 % menjadi 5.62 % sebesar 0.8 %, dan begitu juga pada tahun 2006 terjadi penurunan dari 5.62 % menjadi 3.39 % sebesar 2.23 %. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas bank pada tahun 2004 adalah yang paling memuaskan dibandingkan dengan tahun 2005 dan 2006. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 b. Reserve Requirement Reserve Requirement atau Giro Wajib Minimum adalah saldo giro minimum bank yang wajib dipelihara oleh bank umum setiap hari. Dari table di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai reserve requirement sebesar 5.38 %. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi kenaikan sebesar 1.72 % dari 5.38 % menjadi 7.10 %. Dan pada tahun 2006 juga terjadi peningkatan sebesar 2.19 % yaitu dari 7.10 % menjadi 9.29 %. Dari data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa bank tersebut mempunyai dana yang cukup untuk memenuhi semua kewajiban likuiditasnya karena batas giro wajib minimum yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia adalah sebesar minimal 5 %. 2. Analisis Rasio Produktivitas Berikut ini adalah tabel rasio produktivitas hasil pengolahan data dari PT. Bank Sumut Medan : NO. Tabel 4 Rasio Produktivitas PT. Bank Sumut Medan Tahun 2004, 2005 dan 2006 Keterangan 2004 2005 2006 1 Return On Asset 4.77 % 3.14 % 2.94 % 2 Return On Equity 18.36 % 13.16 % 22.39 % 3 Net Interest Margin 11.87 % 11.18 % 8.69 % 4 Profit Margin 34.03 % 23.02 % 24.87 % 5 Produktivitas Asset 14.01 % 13.65 % 11.81 % 6 Produktivitas Pinjaman 30.25 % 26.98 % 28.27 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 7 Pendapatan Pinjaman atas Total 90.65 % 88.92 % 90.19 % Pendapatan Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (data diolah) a. Return On Asset (ROA) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai return on asset sebesar 4.77 %. Ini berarti bahwa laba bersih sebelum pajak yang diperoleh bank adalah 4.77 % dari jumlah seluruh aktiva yang dimiliki bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi penurunan dari 4.77 % menjadi 3.14 % yaitu sebesar 1.63 %, dan pada tahun 2006 juga terjadi penurunan dari 3.14 % menjadi 2.94 % yaitu sebesar 0.2 %. Dari hasil perhitungan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa posisi bank dalam segi penggunaan aktiva tidak produktif. b. Return On Equity (ROE) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai return on equity sebesar 18.36 %, tahun 2005 sebesar 13.16 % dan tahun 2006 sebesar 22.39 %. Berdasarkan hasil data yang diperhitungkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerimaan bank atas peluang investasi cukup baik dan manajemen biaya yang dilakukan dalam bank tersebut cukup efektif. c. Net Interest Margin Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai net interest margin sebesar 11.87 %. Ini berarti bahwa pendapatan bunga bersih yang diperoleh bank merupakan 11.87 % dari jumlah seluruh earning asset yang dimiliki bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi penurunan dari 11.87 % menjadi 11.18 % yaitu sebesar 0.69 % dan pada tahun 2006 juga Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 terjadi penurunan dari 11.18 % menjadi 8.69 % yaitu sebesar 2.49 %. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penempatan earning asset dalam bank tersebut kurang menguntungkan. d. Profit Margin Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai profit margin sebesar 34.03 %. Ini berarti bahwa laba yang diperoleh bank pada tahun tersebut merupakan 34.03 % dari total pendapatan yang diterima oleh bank. Sedangkan pada tahun 2005 besar profit margin yang diterima adalah 23.02 % dan pada tahun 2006 sebesar 24.87 %. Dari hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja manajemen bank kurang produktif dalam meraih keuntungan. e. Produktivitas Asset Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai produktivitas asset sebesar 14.01 %. Ini berarti bahwa jumlah pendapatan yang diterima oleh bank merupakan 14.01 % dari total aktiva yang dimiliki bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi penurunan dari 14.01 % menjadi 13.65 % yaitu sebesar0.36 %. Dan pada tahun 2006 juga terjadi penurunan dari 13.65 % menjadi 11.81 % yaitu sebesar 1.84 %. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa produktivitas aset dalam menghasilkan pendapatan kurang produktif. f. Produktivitas Pinjaman Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai produktivitas pinjaman sebesar 30.25 %. Ini berarti bahwa bank memiliki pendapatan bunga dan provisi sebesar 30.25 % dari seluruh pinjaman yang diberikan oleh bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 nilainya menurun menjadi Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 26.98 % dan 28.27 %. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas pinjaman yang diberikan cukup produktif dalam menghasilkan pendapatan baik bunga maupun provisi. g. Pendapatan Pinjaman atas Total Pendapatan (PPaTP) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai pendapatan pinjaman atas total pendapatan sebesar 90.65 %. Ini berarti bahwa pendapatan dari pinjaman baik bunga maupun provisi merupakan 90.65 % dari jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 nilainya menurun menjadi 88.92 % dan 90.12 %. 3. Analisis Rasio Efisiensi Berikut ini adalah tabel rasio efisiensi hasil pengolahan data dari PT. Bank Sumut Medan : Tabel 5 Rasio Efisiensi PT. Bank Sumut Medan Tahun 2004, 2005 dan 2006 NO. Keterangan 2004 1 Total Biaya atas Total Aktiva 9.27 % 2 Cost Of Fund 6.70 % 3 Overhead Cost Ratio 7.09 % 4 Biaya Tenaga Kerja atas Biaya 37.12 % Overhead 5 Biaya Tenaga Kerja atas Pendapatan 15.19 % Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (data diolah) 2005 10.59% 6.53 % 6.92 % 37.25 % 2006 9.41 % 6.44 % 5.75 % 36.26 % 15.47 % 14.79 % a. Total Biaya atas Total Aktiva (TBaTA) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai total biaya atas total aktiva sebesar 9.27 %. Ini berarti bahwa total biaya yang dikeluarkan bank merupakan 9.27 % dari seluruh kekayaan atau aktiva yang dimiliki bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi peningkatan dari 9.27 % Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 menjadi 10.59 % yaitu sebesar 1.32 % dan tahun 2006 terjadi penurunan dari 10.59 % menjadi 9.41 % yaitu sebesar 1.18 %. Dari data yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan aktiva tahun 2004 adalah yang paling efisien daripada tahun 2005 dan 2006. b. Cost Of Fund (COF) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai cost of fund sebesar 6.70 %. Ini dapat diartikan bahwa dari Rp 100 sumber dana sendiri, diperlukan biaya sebesar Rp 6.70 untuk mendapatkannya pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi penurunan dari 6.70 % menjadi 6.53 % sebesar 0.17% dan tahun 2006 juga terjadi penurunan dari 6.53 % menjadi 6.44 % sebesar 0.09 %. Dari hasil perhitungan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengarahan dana di bank tersebut cukup efisien. c. Overhead Cost Ratio (OHC) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai overhead cost ratio sebesar 7.09 %. Ini berarti bahwa setiap penempatan dana Rp 100 diperlukan biaya overhead sebesar Rp 7.09 pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi penurunan dari 7.09 % menjadi 6.92 % yaitu sebesar 0.17 % dan tahun 2006 juga terjadi penurunan dari 6.92 % menjadi 5.75 % sebesar 1.17 %. d. Biaya Tenaga Kerja atas Biaya Overhead (BTKaBO) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai biaya tenaga kerja atas biaya overhead sebesar 37.12 %. Ini berarti bahwa biaya tenaga yang dikeluarkan oleh bank merupakan 37.12 % dari seluruh biaya overhead yang dikeluarkan oleh bank pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 peningkatan dari 37.12 % menjadi 37.25 % sebesar 0.13 %. Dan pada tahun 2006 terjadi penurunan dari 37.25 % menjadi 36.26 % sebesar 0.99 %. e. Biaya Tenaga Kerja atas Pendapatan (BTKaP) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai biaya tenaga kerja atas pendapatan sebesar 15.19 %. Ini berarti bahwa dari setiap Rp 100 pendapatan yang dihasilkan bank, diserap oleh biaya tenaga kerja sebesar Rp 15.19 pada tahun tersebut. Sedangkan pada tahun 2005 terjadi peningkatan menjadi 15.47 %. Dan pada tahun 2006 terjadi penurunan dari 15.47 % menjadi 14.79 % sebesar 0.68 %. 4. Analisis Rasio Lainnya Berikut ini adalah tabel rasio lainnya hasil pengolahan data dari PT. Bank Sumut Medan : Tabel 6 Rasio Lainnya PT. Bank Sumut Medan Tahun 2004, 2005 dan 2006 NO. Keterangan 2004 1 Loan to Asset Ratio 41.99 % 2 Classified Asset atas Total 23.49 % Earning Asset 3 Pendapatan Non Bunga atas 9.35 % Total Pendapatan Sumber : Hasil Penelitian, 2008 (data diolah) 2005 44.98 % 22.07 % 2006 37.69 % 19.29 % 10.41 % 8.76 % a. Loan to Asset Ratio (LTAR) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai loan to asset asset ratio sebesar 41.99 %, sedangkan pada tahun 2005 terjadi peningkatan dari 41.99% menjadi 44.98 % yaitu sebesar 2.99 %. Dan pada tahun 2006 terjadi penurunan dari 44.98 % menjadi 37.69 % sebesar 7.29 %. Dari data tersebut dapat Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 disimpulkan bahwa tingkat likuiditas bank tersebut kecil karena jumlah aktiva yang diperlukan cukup besar untuk membiayai kreditnya. b. Classified Asset atas Total Earning Asset (CA/TEA) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai classified asset atas total earning asset sebesar 23.49 %, sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 sebesar 22.07 % dan 19.29 %. c. Pendapatan Non Bunga atas Total Pendapatan (PNaTP) Pada tahun 2004 PT. Bank Sumut Medan memiliki nilai pendapatan non bunga atas total pendapatan sebesar 9.35 %. Ini berarti bahwa dari setiap Rp 100 total pendapatan yang dihasilkan oleh bank terdapat Rp 9.35 pendapatan non bunga. Sedangkan tahun 2005 meningkat menjadi 10.41 % dan tahun 2006 menurun menjadi 8.76 %. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan dalam bab-bab yang terdahulu, maka pada bab IV ini penulis ingin mengemukakan beberapa kesimpulan dan saran yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. A. Kesimpulan Kesimpulan yang penulis ambil adalah sebagai berikut : 1. Rasio Likuiditas Dari kedua rasio likuiditas yang dimiliki oleh PT. Bank Sumut Medan pada tahun 2004, 2005 dan 2006 dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas bank tersebut dinilai kecil karena kurangnya jumlah kas yang tersedia untuk membiayai pinjaman yang harus segera dibayar. 2. Rasio Produktivitas Dari ketujuh rasio produktivitas yang dimiliki oleh PT. Bank Sumut Medan tahun 2004, 2005 dan 2006 dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen bank kurang baik dalam mengelola aktiva yang dimiliki oleh bank tersebut. Tapi jika dilihat dari nilai produktivitas pinjaman dapat diketahui bahwa kualitas pinjaman yang diberikan sangat baik dalam menghasilkan pendapatan baik bunga maupun provisi karena dapat menutupi biaya uang dan biaya resiko. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 3. Rasio Efisiensi Dari rasio efisiensi yang dimiliki oleh PT. Bank Sumut Medan tahun 2004, 2005 dan 2006 dapat diketahui bahwa manajemen bank cukup efisien dalam mengelola dana dan aktiva produktifnya. Hal ini dapat dilihat dari proporsi biaya tenaga kerja yang cukup besar terhadap biaya overhead dan pendapatan di dalam bank. 4. Rasio Lainnya Dari ketiga rasio lainnya yang dimiliki oleh PT. Bank Sumut Medan pada tahun 2004, 2005 dan 2006 dapat diketahui bahwa jumlah aktiva yang diperlukan cukup besar untuk membiayai kredit yang diberikan. B. Saran Saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut : 1. Manajemen bank harus terus dapat meningkatkan stabilitas kondisi keuangan bank. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah pendapatan dan menekankan biaya dalam kegiatan operasionalnya. 2. Rasio Likuiditas Bank harus dapat meningkatkan jumlah aktivanya terutama aktiva lancar agar dapat membiayai seluruh kewajiban likuiditasnya. 3. Rasio Produktivitas Manajemen bank harus lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengelola aktiva yang ada agar dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 4. Rasio Efisiensi Rasio Efisiensi bank dinilai cukup efisien, manajemen bank harus dapat meningkatkan pengelolaan dana dan aktiva produktif yang ada di dalam bank tersebut dan menekan biaya-biaya operasionalnya agar pengelolaan usaha bank tersebut dapat lebih efisien. 5. Rasio Lainnya Dilihat dari rasio lainnya dari PT. Bank Sumut Medan, seperti loan to asset ratio, classified asset atas total atas earning asset ratio dan pendapatan, maka PT. Bank Sumut Medan harus meningkatkan jumlah aktivanya agar dapat membiayai kredit yang diberikan dengan lebih menguntungkan. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 DAFTAR PUSTAKA Abdullah, M. Faisal, 2003, Manajemen Perbankan (Tekhnik Analisis Kinerja Keuangan Bank), Universitas Muhammadiyah, Malang. Bastian, Indra, Suhardjono, 2006, Akuntansi Perbankan, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta. Budisantoso, Totok, Sigit Triandani, 2006, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Edisi Kedua, Salemba Empat, Jakarta. Djarwanto Ps, 2001, Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan, Cetakan Kedelapan, BPFE, Yogyakarta. Dendawijaya, Lukman, 2005, Manajemen Perbankan, Edisi Kedua, Ghalia Indonesia, Bogor. Jumingan, 2005, Analisis Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Jakarta. Kuswandi, 2004, Cara Mudah Memahami Angka-angka Manajemen Keuangan Bagi Orang Awam, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. Kasmir, 2000, Manajemen Perbankan, PT. Raja Persada, Jakarta. Maksum, Azhar, 2004, Dasar-Dasar Akuntansi, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Bartong Jaya, Jakarta. Rindjin, Ketut, 2000, Pengantar Perbankan, Penerbit PT. Garuda Pustaka Utama, Jakarta. Sekaran Uma, 2006, Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Cetakan Kedua, Edisi Keempat, Salemba Empat, Jakarta. Siamat, Dahlan, 2005, Manajemen Lembaga Keuangan (Kebijakan Moneter dan Perbankan), Edisi Kelima, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009 Yenni Hastini : Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT Medan, 2008. USU Repository © 2009
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Bank SUMUT..

Gratis

Feedback