Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair

Gratis

1
93
115
2 years ago
Preview
Full text

RIWAYAT HIDUP

  Sylvia Fransisca, lahir pada tanggal 06 Agustus 1984 di Padangsidimpuan,Provinsi Sumatera Utara, anak ke-2 dari 2 bersaudara, puteri dari ayahanda P. 2007/2008-2008/2009), dan mengikuti kegiatan organisasi Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian HIMADITA tahun 2007-2009.

KATA PENGANTAR

  76 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRANSylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009DAFTAR TABEL 26 Rataan Luas Daun pada Interaksi Kascing (K) dan Puja 168 (P) pada Umur 40 hst ……………………………….. 36 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 2 13 Perkembangan Luas Daun Sawi (cm ) pada BerbagaiDosis Kascing (g/tanaman) Umur 16 s/d 40 hst………… 37 2 14 Perkembangan Luas Daun Sawi (cm ) pada Berbagai Konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) Umur 16 s/d 40 hst ....

TINJAUAN PUSTAKA

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Kondisi iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah daerah yang mempunyai suhu malam hari 15,6 C dan siang harinya 21,1 C sertapenyinaran matahari antara 10-13 jam per hari. Dengan demikian kascing dapat meningkatkan penyimpanan air dalam tanah, Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Kotoran cacing (kascing) mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

2 O 897,43 897,43

  Pupuk Puja Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 168 diberikan kepada tanaman sayuran dengan konsentrasi anjuran 10 ml/2 liter air ( www.imp168.com , 2008). Proses fotosintesis yang baik sangat efektif dalam pembentukan karbohidrat dan protein sehingga dihasilkan buah Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Menurut www.imp168.com (2008), kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk Puja 168 dapat dilihata pada tabel berikut:Tabel 2.

2 Sumber : Sucofindo Laboratory, www.imp168.com

  Puja 168 mengandung mikroorganisme seperti Lactobacillus dan Yeast yang dapat menambahkan ketersediaan hara dalam menunjang proses biologi, fisika dan kimia dalam tanah serta mampu menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat penyakit( www.indonetwork.or.id , 2008). Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Bila salah satu faktor lebih kuat pengaruhnya dari faktor lain sehingga faktor lain tersebut tertutupi dan masing-masing faktor mempunyai sifat yangjauh berbeda pengaruhnya dan sifat kerjanya, maka akan menghasilkan hubungan yang berbeda dalam mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman(Sutedjo dan Kartosapoetra, 1987).

BAHAN DAN METODE

  Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit sawi varietas Tosakan, kascing dari hasil degradasi sludge (limbah kelapa sawit) olehcacing Lumbricus rubellus, pupuk organik cair Puja 168, air, amplop, kertas label, pelepah kelapa sebagai atap naungan persemaian, kawat sebagai pengikat bambupersemaian, insektisida Decis 2,5 EC, fungisida Dithane M-45, dan bahan-bahan lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter dan alat-alat lain yangmendukung dalam pelaksanaan penelitian ini.

1 P K

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Pemeliharaan Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi pada pukul 08.00-09.00 WIB dan sore hari pada pukul 16.00-15.00 WIB secara merata pada seluruh tanamandengan menggunakan gembor dan air bersih (antara 12.000-16.000 cc/plot), dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Pengukuran dilakukan pada 5tanaman sempel mulai saat tanaman berumur 16 hst dan selanjutnya pengukuran Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Jumlah daun (helai) Penghitungan jumlah daun dilakukan pada daun yang sudah berkembang sempurna minimal 2/3 dari daun normal.

2 Luas daun (cm )/tanaman

  Dihitung pada umur 16,24, 32, dan 40 hari setelah tanaman, dengan persamaan sebagai berikut : (W 2 – W 1 ) (ln A 2 – ln A 1 ) LAB = x(T 2 – T 1 ) (A 2 – A 1 ) Dimana : W 1 dan W 2 = Berat kering tanaman pengamatan ke-1 dan ke-2 A dan A = Luas daun tanaman pengamatan ke-1 dan ke-2 1 2 T 1 dan T 2 = Waktu Pengamatan ke-1 dan ke-2 Laju Pertumbuhan Relatif merupakan penambahan berat kering dalam interval waktu terhadap berat permulaan (Sitompul dan Guritno, 1995). Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tinggi tanaman (cm) Data tinggi tanaman umur 16 s/d 40 hst dan daftar sidik ragamnya dapat dilihat pada Lampiran 3-4, yang menunjukkan perlakuan pupuk Kascing (K)berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 16 hst dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 20, 24, 28, 32, 36, dan 40 hst.

i Tanaman

15gg

10 Tin

5 20 24 28 32 36 40

16 Umur Tanaman (hst)

  Perkembangan Tinggi Tanaman Sawi (cm) pada Berbagai Dosis Kascing (g) Umur 16 s/d 40 hst Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Gambar 1 menunjukkan perkembangan tinggi tanaman pada berbagai dosis Kascing (g) selalu meningkat dari 16 hst sampai 40 hst dan semakin cepatsetelah 24 hst. Perkembangan tinggi tanaman (cm) dari 16 s/d 40 hst pada berbagai konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) dapat dilihat pada Gambar 2.

15 Tinggi Tanaman

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 200916=  4.290+0.012x   r  = 0.89820 40 Gambar 3. 3 17.07b-d 21.93c-e 29.17cdK Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 1 P Interaksi antara Kascing (K) dan Puja 168 (P) terhadap tinggi tanaman sawi pada umur 28, 32, dan 36 hst dapat dilihat pada Tabel 5.

3 P 2

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Pengaruh Kascing (g/tanaman) pada berbagai Puja 168 (ml/liter air) terhadap tinggi tanaman (cm) pada umur 28, 32, dan 36 hst dapat dilihat padaGambar 5. Pengaruh Dosis Kascig pada Berbagai Konsentrasi Puja 168 terhadap Tinggi Tanaman umur 28, 32, dan 36 hstGambar 5 menunjukkan pada Kascing dengan dosis 60 g/tanaman jarak antara masing-masing perlakuan Puja 168 terlihat tidak begitu berbeda, dandiperoleh pengaruh konsentrasi Puja 168 semakin kecil pada dosis Kascing yang semakin besar.

6 Daun

  Tabel 6 menunjukkan pada umur 16, 20, 28, 32, 36 dan 40 hst, jumlah daun terbanyak masing-masing diperoleh pada K 3 diikuti oleh K 2, K 1, dan K yang berbeda nyata satu dengan lainnya kecuali pada umur 16 dan 20 hst dimana K 1 dan K berbeda tidak nyata. Rataan Jumlah Daun pada Interaksi Kascing (K) dan Puja 168 (P) Umur 24 hstKombinasi Perlakuan Jumlah Daun Pada Umur 24 hst 1 K P 2 3.80g-i Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan PupukKascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 K P 3.0 3 P 3 5.33aKeterangan: Angka-angka pada kolom dari kelompok perlakuan yang sama yang diikuti oleh notasi yang tidak sama berbeda nyata pada taraf 5 % menurut uji jarak Duncan.

1 P dan berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya

  Pengaruh Dosis Kascing pada berbagai Konsentrasi Puja 168 terhadap Jumah Daun Umur 24 hstGambar 11 menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis Kascing dan konsentrasi Puja 168 yang diberikan maka jumlah daun pada umur 24 hst jugasemakin meningkat, tetapi jarak antara masing-masing perlakuan Puja 168 tidak begitu berbeda. Pengaruh Konsentrasi Puja 168 pada berbagai Dosis Kascing terhadapJumlah Daun Umur 24 hst Gambar 12 menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis Kascing dan konsentrasi Puja 168 yang diberikan maka jumlah daun pada umur 24 hst jugasemakin meningkat, tetapi jarak antara perlakuan Kascing dengan dosis 0 dan 20 g/tanaman tidak begitu berbeda.

2 Luas daun (cm )

  Data luas daun umur 16 s/d 40 hst dan daftar sidik ragamnya dapat dilihat pada Lampiran 7-8, yang menunjukkan perlakuan pupuk Kascing (K)berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun pada umur 16, 24, 32 dan 40 hst, Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 2 Perkembangan luas daun (cm ) dari 16 s/d 40 hst pada berbagai dosis Kascing (g/tanaman) dapat dilihat pada Gambar 13. Rataan Luas Daun Sawi (cm 2 ) pada Berbagai Dosis Kascing (K) danKonsentrasi Puja 168 (P) Umur 16 s/d 40 hst 2 Pada umur 16 s/d 40 hst luas daun terbesar diperoleh pada P 20.87 K 1 (20 g/tanaman) 3.14c 4.77c 11.07c 24.80 K 2 (40 g/tanaman) 3.88b 5.65b 11.84b 27.98 K 3 (60 g/tanaman) 4.72a 6.44a 14.58a 3 diikuti oleh P 2 , P Gambar 14 menunjukkan perkembangan luas daun pada berbagai konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) selalu meningkat dari 16 hst sampai 40 hst.

5 Lu

  Pengaruh Konsentrasi Puja 168 Terhadap Luas Daun pada berbagai Kascing umur 40 hstGambar 18 menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis Kascing dan konsentrasi Puja 168 yang diberikan maka luas daun pada umur 40 hst jugasemakin meningkat. Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Kascing (g/tanaman) Umur 16 s/d 40 hstGambar 19 menunjukkan perkembangan bobot segar pada berbagai dosis 1 , K 2 diikuti K 3 Kascing (g).

3 P (0 ml/liter air)

1.61 2.75 11.99b 160.23P (2.5 ml/liter air) 1.65 2.94 11.49b 168.86

1 P (5 ml/liter air)

  Tabel 10 menunjukkan pada umur 16 hst bobot segar tertinggi diperoleh pada K yang berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya dan bobot segar 3 terendah diperoleh pada K yang berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya kecuali dengan K 1 berbeda tidak nyata. Umur 24 hst bobot segar tertinggi diperoleh pada K yang berbeda nyata dengan semua perlakuan kecuali dengan K 3 2 dan bobot segar terendah diperoleh pada K yang bebeda nyata dengan semua perlakuan kecuali dengan K .

1 P 3

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 200916=  0.023x + 1.049 r 32 =   10.86+0.077x r  = 0.803 Interaksi antara Kascing (K) dan Puja 168 (P) terhadap bobot segar sawi pada umur 40 hst dapat dilihat pada Tabel 11. Rataan Bobot Segar pada Interaksi Kascing (K) dan Puja 168 (P) Umur 40 hstKombinasi Perlakuan Bobot Segar pada umur (hst) 1 111.11e K P 2 120.43e K P 3 198.42cdK K K 1 P 1 139.33e K 1 P 2 187.74d K 1 P 3 196.89cdK 2 P 193.60cd Pengaruh Kascing (g/tanaman) pada berbagai Puja 168 (ml/liter air) terhadap bobot segar (g) pada umur 40 hst dapat dilihat pada Gambar 23.

3 Keterangan: Angka-angka pada kolom dari kelompok perlakuan yang sama yang diikuti oleh notasi yang tidak sama berbeda nyata pada taraf 5 % menurut uji jarak Duncan

  Umur 24 hst bobot kering tertinggi diperoleh pada K yang 2 3 3 berbeda tidak nyata dengan K 2 tetapi berbeda nyata dengan K 1 dan K dan bobot kering terendah diperoleh pada K yang berbeda nyata dengan K 2 dan K 3 tetapi berbeda tidak nyata dengan K Umur 24 hst bobot kering tertinggi diperoleh pada 1. Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 1.50 Hubungan antara bobot kering sawi (g) umur 32 hst dengan konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) dapat dilihat pada Gambar 28.

8 Bobo

  2 -1 Laju asimilasi bersih (g.cm .hari ) Data laju asimilasi bersih umur 16 s/d 40 hst dan daftar sidik ragamnya dapat dilihat pada Lampiran 13-14, yang menunjukkan perlakuan pupuk Kascing(K) berpengaruh sangat nyata terhadap laju asimilasi bersih pada umur 24-32 dan32-40 hst, dan perlakuan pupuk Puja 168 (P) berpengaruh sangat nyata terhadap laju assimilasi bersih umur 24-32 dan 32-40 hst. Laju asimilasi terbesar diperoleh pada P 3 diikuti oleh P 2 , P 1 dan P 0, kecuali pada 16-24 hst dimana P 3 lebih kecil dari semua perlakuan dan P 2 lebih kecil dari P dan P 1 dan pada 24-32 hst P lebih besar dari P 1 dan P 2.

i B s a

  0.040il im s 0.020ju A a L 0.000 16-24 24-32 32-40Umur Tanaman (hst) 2.5 5 7.52 -1 Gambar 32. Perkembangan Laju Asimilasi Bersih Sawi (g.cm .hari ) padaBerbagai Konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) Umur 16 s/d 40 hst Pengaruh dosis Kascing (K) dan konsentrasi Puja 168 (P) terhadap laju asimilasi bersih sawi hingga umur 40 hst dapat dilihat pada Tabel 14.

3. Hubungan antara laju asimilasi bersih Sawi (g.cm

  Tabel 14 menunjukkan pada umur 24-32 hst laju asimilasi bersih terbesar diperoleh pada P 3 yang berbeda nyata dengan semua perlakuan dan laju asimilasi 1 Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 ) denganDosis Kascing (g/tanaman) Umur 24-32 hst ) umur 24-32 hst dengan konsentrasi Puja 168 (ml/liter air) dapat dilihat pada Gambar 34. Rataan Laju Asimilasi Bersih pada Interaksi Kascing (K) dan Puja 168 (P) Umur 40 hstKombinasi Perlakuan Laju Asimilasi Bersih pada umur 32-40 hst Interaksi antara Kascing (K) dan Puja 168 (P) terhadap laju asimilasi bersih sawi pada umur 32-40 hst dapat dilihat pada Tabel 15.

0.00 L

  Gambar 40 menunjukkan bahwa hubungan antara laju pertumbuhan relatif dengan konsentrasi Puja 168 umur 24-32 hst adalah kuadratik negatif dengan minimum 2.66 g.g .hari pada Puja 168 2.5 ml/liter air dan hubungan antara laju pertumbuhan relatif dengan konsentrasi Puja 168 umur 32-40 hst adalah kuadratik positif dengan maksimum 3.83 g.g .hari pada Puja 168 2.5 ml/liter air . Hubungan antara Laju Pertumbuhan Relatif (g.g .h ) denganKonsentrasi Puja 168 (ml/liter air) Umur 24-32 dan 32-40 hst Produksi per tanaman (g) Data pengamatan produksi per tanaman dan daftar sidik ragamnya dapat dilihat pada Lampiran 17-18, yang menunjukkan perlakuan pupuk Kascing (K)dan Puja 168 (P) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi per tanaman.

3 P dan yang terendah pada perlakuan K P yang berbeda nyata dengan semua perlakuan

  Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 200924 32 =    0.191   0.016x+ 0.003x2 r 3 P 251.91ab K 2 P 2 155.92c-f K 2 P 3 171.09c-fK K K 3 P 1 219.51bcK 3 P 2 243.02ab K 3 P 3 312.16aKeterangan: Angka-angka pada kolom dari kelompok perlakuan yang sama yang diikuti oleh notasi yang tidak sama berbeda nyata pada taraf 5 % menurut uji jarak Duncan. Rataan Produksi per Tanaman pada Interaksi Kascing (K) dan Puja 168 (P) Umur 40 hstKombinasi Perlakuan Produksi per Tanaman 1 104.96fK P 2 128.79f K P 3 1 P 113.83f K K 1 P 1 148.37d-f K 1 P 2 218.23b-dK 1 P 3 134.86ef Pengaruh Kascing (g/tanaman) pada berbagai Puja 168 (ml/liter air) terhadap produksi per tanaman (g) dapat dilihat pada Gambar 41.

3 P 2 dan K P dan yang terendah pada perlakuan K P yang berbeda nyata dengan semua perlakuan

  Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Terhadap Konsentrasi Pupuk Puja 168 Data dan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pupuk Puja 168 berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, bobot segar per tanaman, Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Pemberian puja 168 berpengaruh nyata pada total luas daun sejak umur16-40 hst. Pemberian dosis Kascing dan konsentrasi Puja 168 berinteraksi nyata secara sinergis terhadap tinggi tanaman umur 28, 32 dan 36 hst; jumlah daun umur 24hst; total luas daun umur 40 hst; bobot segar per tanaman umur 40 hst; bobot kering per tanaman umur 40 hst; produksi per tanaman dan produksi per plot danberinteraksi antagonis pada laju asimilasi bersih umur 32-40 hst.

0. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan K

  3 P 3 merupakan dosis Kascing dan konsentrasi pupuk Puja 168 yang tertinggi, dan sebaliknya pada perlakuan K P sama sekali tidak ada pemberian Kascing ataupun pupuk Puja 168. Dengan pemberian Kascing dan pupuk Puja 168 pada taraf K 3 P 3, tanaman sawi memberikan respon pertumbuhan dan produksi yang paling tinggi.

3 P menunjukkan produksi per tanaman sebesar 12.16 g sedangkan pada K P sebesar 67.77 g

  Menurut www.imp168.com (2008) Pupuk Puja 168 memilikimanfaat bagi daun tanaman, yaitu dapat membuat daun menjadi lebih lebar, tebal dan dapat meningkatkan jumlah klorofil sehingga efektif dalam prosesfotosintesis. Proses fotosintesis yang baik sangat efektif dalam pembentukan karbohidrat dan protein sehingga dihasilkan buah yang lebih besar dan lebat.

KESIMPULAN DAN SARAN

  Interaksi perlakuan pupuk Kascing dan perlakuan pupuk Puja 168 berinteraksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 28, 32 dan 36 hst; jumlahdaun umur 24 hst; total luas daun umur 40 hst; bobot segar per tanaman umur 40 hst; bobot kering per tanaman umur 40 hst; laju asimilasi bersihumur 32-40 hst; produksi per tanaman dan produksi per plot. Dari hasil penelitian diperoleh perlakuan K P memberikan hasil yang 3 3 terbaik terhadap produksi per sample (312,16 g) dan produksi per plot(4,16 kg) Sylvia Fransisca : Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair, 2009 Saran Disarankan pemberian dosis pupuk Kascing yang sesuai untuk tanaman sawi adalah 60 g/tanaman dan pemberian konsentrasi pupuk Puja 168 yang sesuaiuntuk tanaman sawi adalah 7.5 ml/liter air.

Dokumen baru

Download (115 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Tanggap Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) Terhadap Pemberian Pupuk Cair
0
68
64
Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Isi Rumen Kerbau Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)
2
66
178
Aplikasi Pupuk Organik Padat Dan Cair Dari Kulit Pisang Kepok Untuk Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.)
10
99
71
Uji Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) Varietas Morakot Terhadap Pemberian Pupuk Cair Dan Konsentrasi Urea Cair
3
75
71
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair
1
79
69
Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Varietas Tosakan Dan Dora
6
77
72
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Anorganik Cair
5
68
57
Pertumbuhan Dan Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Pada Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Kascing
12
107
79
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing Dan Pupuk Organik Cair
1
93
115
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Sawi Pakchoy (Brassica rapa. L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kascing
10
119
58
Tanggap Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) Terhadap Pemberian Pupuk Cair
0
0
18
Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Isi Rumen Kerbau Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)
0
0
69
Kajian Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Isi Rumen Kerbau Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.)
0
0
9
Uji Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) Varietas Morakot Terhadap Pemberian Pupuk Cair Dan Konsentrasi Urea Cair
0
1
23
Uji Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) Varietas Morakot Terhadap Pemberian Pupuk Cair Dan Konsentrasi Urea Cair
0
0
11
Show more