Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.

Gratis

4
75
142
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK PENDERITA MENINGITIS RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2005-2008 SKRIPSI Oleh : MARIA MESRANTI Br S NIM. 051000167

  KARAKTERISTIK PENDERITA MENINGITIS RAWAT INAP DI RSUP H. 051000167 KARAKTERISTIK PENDERITA MENINGITIS RAWAT INAP DI RSUP H.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

  KARAKTERISTIK PENDERITA MENINGITIS RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2005-2008 SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh : MARIA MESRANTI Br S NIM.

KARAKTERISTIK PENDERITA MENINGITIS RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2005-2008

  Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh : MARIA MESRANTI Br S NIM. 051000167 Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji SkripsiPada Tanggal 11 Agustus 2009 dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk DiterimaTim Penguji : Ketua Penguji Penguji I Prof.

NIP. 194508171973022001 NIP. 196501121994022001

  Uji chi-square tidak ada perbedaan bermakna antara umur(p=0,958) , jenis kelamin(p=0,143), lama rawatan rata-rata(p=0,221) , keadaan sewaktu pulang(p=0,155) berdasarkan jenis meningitis; jenis kelamin(p=0,601) , keadaan sewaktu datang(p=0,062) , keadaan sewaktu pulang(p=0,104) berdasarkan asal rujukan;keadaan sewaktu pulang(p=0,273) berdasarkan keadaan sewaktu datang. Adam Malik agar meningkatkan penanganan pasien meningitis untuk mengurangi jumlah kematian ,melengkapipencatatan penderita seperti pendidikan dan pekerjaan, dan ibu yang mempunyai balita agar memberikan imunisasi meningitis pada anaknya.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama : Maria Mesranti Br SitohangTempat/tanggal lahir : Batusangkar/ 02 Juni 1987Agama : KatolikStatus Perkawinan : Belum KawinJumlah Bersaudara : 6 OrangAlamat Rumah : Jl. SMU Negeri I Batusangkar ( 2002 – 2005 ) 5.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kasih dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul KarakteristikPenderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan, Kepala Bagian Rekam Medis beserta seluruh pegawai di bagian Rekam Medik RSUP H.

12. Sahabat-sahabatku yang telah memberikan doa dan motivasi, Eka, Erna, Eva

  Teman-teman peminatan Epidemiologi dan teman-teman stambuk ’05 : Melfa, Erna, Eka, Rani, Yanti, Arin, wawanvina, Essy, Icha, Melinda, Yuni, Ayu, Dewi, Christin, Meri dan yang lainnya, terimakasih buat dukungan dan kebersamannya 13. Lama Rawatan Rata-rata Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Meningitis Rawat InapBerdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H . Distribusi Proporsi Keadaan Sewaktu Pulang Penderita MeningitisRawat Inap Berdasarkan Asal Rujukan di RSUP H .

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Salah satu upaya pembangunan kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan adalah melalui Program Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan serta 1 mengurangi dampak sosial dari penyakit menular. Meningitis merupakan infeksi cairan otak 3 yang disertai radang selaput otak dan medulla spinalis yang superfisial.

4 Haemophilus influenzae (9,5%)

  Tahun 1997 di Indonesia, khususnya Jakarta, meningitis purulenta merupakan penyakit yang masih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak yaitu pada umur 2 13 bulan – 2 tahun dengan mortalitas 47,8%. Penelitian yang dilakukan Erika,S., di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan pada tahun 2000-2002 terdapat 116 kasus meningitis pada anak dan 26 kasusmengalami kematian (CFR=22,4%).

a. Untuk mengetahui trend kunjungan penderita meningitis rawat inap di RSUP H.Adam Malik Medan berdasarkan bulan pada tahun 2005-2008

  Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita meningitis berdasarkan sosiodemografi : umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan,tempat tinggal. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita meningitis berdasarkan jenis Meningitis.

i. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu pulang

  Untuk mengetahui perbedaan proporsi jenis kelamin berdasarkan jenis meningitisl. Untuk mengetahui perbedaan proporsi keadaan sewaktu pulang berdasarkan jenis meningitis.n.

1.4 Manfaat Penelitian

a. Sebagai informasi dan masukan bagi pihak Rumah Sakit H.Adam Malik Medan tentang karakteristik penderita meningitis

  b. Sebagai sarana untuk menambah wawasan penulis mengenai meningitis dan penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di FKM USU sertasebagai bahan masukan atau referensi yang berguna untuk penelitian selanjutnya terutama bagi mahasiswa FKM yang meneliti kasus meningitis.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Meningitis

  Meningitis adalah infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piameter(lapisan dalam selaput otak) dan arakhnoid serta dalam derajat yang lebih ringan 3 mengenai jaringan otak dan medula spinalis yang superfisial. Bakteri-bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udaradari pernafasan dan sekresi-sekresi tenggorokan yang masuk secara hematogen(melalui aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri 18 didalamnya sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak.

2.4. Patofisiologi Meningitis

  Meningitis pada umumnya sebagai akibat dari penyebaran penyakit di organ atau jaringan tubuh yang lain. Penyebaran bakteri/virus dapat pula secara perkontinuitatum dari peradangan organ atau jaringan yang ada di dekat selaput otak,misalnya Abses otak, Otitis Media, Mastoiditis, Trombosis sinus kavernosus danSinusitis.

24 Serebrospinal) dan sistem ventrikulus

  Proses radang selain pada arteri juga terjadi pada vena-vena di korteks dan dapat menyebabkan trombosis, infark otak, edema otak dan degenerasi neuron-neuron. Pada Meningitis yang disebabkan oleh virus, cairan 24 serebrospinal tampak jernih dibandingkan Meningitis yang disebabkan oleh bakteri.

2.5. Gejala Klinis Meningitis

  Padameningitis yang disebabkan oleh Echovirus ditandai dengan keluhan sakit kepala, muntah, sakit tenggorok, nyeri otot, demam, dan disertai dengan timbulnya ruammakopapular yang tidak gatal di daerah wajah, leher, dada, badan, dan ekstremitas. Gejala yang tampak pada meningitis Coxsackie virus yaitu tampak lesi vasikuler pada palatum, uvula, tonsil, dan lidah dan pada tahap lanjut timbul keluhan berupa sakit 21 kepala, muntah, demam, kaku leher, dan nyeri punggung.

2.6. Pemeriksaan Rangsangan Meningeal

  Dagu tidak dapat disentuhkan ke dada dan juga didapatkan tahanan pada hiperekstensi dan rotasikepala. Pemeriksaan Tanda Brudzinski I ( Brudzinski Leher) Pasien berbaring terlentang dan pemeriksa meletakkan tangan kirinya dibawah kepala dan tangan kanan diatas dada pasien kemudian dilakukan fleksikepala dengan cepat kearah dada sejauh mungkin.

2.7. Pemeriksaan Penunjang Meningitis

2.7.1. Pemeriksaan Pungsi Lumbal

Lumbal pungsi biasanya dilakukan untuk menganalisa jumlah sel dan protein cairan cerebrospinal, dengan syarat tidak ditemukan adanya peningkatan tekananintrakranial.

a. Pada Meningitis Serosa terdapat tekanan yang bervariasi, cairan jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein normal, kultur (-)

  b. Pada Meningitis Purulenta terdapat tekanan meningkat, cairan keruh, jumlah sel darah putih dan protein meningkat, glukosa menurun, kultur (+) beberapajenis bakteri.

2.7.2. Pemeriksaan darah

  Dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin, jumlah leukosit, Laju Endap Darah (LED), kadar glukosa, kadar ureum, elektrolit dan kultur. Disamping itu, pada Meningitis Tuberkulosa didapatkan juga peningkatan LED.

2.7.3. Pemeriksaan Radiologis

  Pada Meningitis Serosa dilakukan foto dada, foto kepala, bila mungkin dilakukan CT Scan. Pada Meningitis Purulenta dilakukan foto kepala (periksa mastoid, sinus paranasal, gigi geligi) dan foto dada.

2.8 Epidemilogi Meningitis

2.8.1. Distribusi Frekuensi Meningitis

  Puncak insidensi kasus meningitis karena Haemophilus influenzae di negara berkembang adalah pada anak usia kurang dari 6 bulan, sedangkan di AmerikaSerikat terjadi pada anak usia 6-12 bulan. Insidensi tertinggi terjadi di daerah yang disebut dengan the African Meningitis belt, yang luas wilayahnya membentang dari Senegal sampai ke Ethiopia meliputi 21 negara.

c. Waktu

  Di Eropa dan Amerika utarainsidensi infeksi Meningococcus lebih tinggi pada musim dingin dan musim semi 10 sedangkan di daerah Sub-Sahara puncaknya terjadi pada musim kering. Di Amerika Serikat pada tahun 1981 Insidens Rate meningitis virus sebesar 10,9 per 100.000 Penduduk dan sebagian besar kasus terjadi pada musim 30 panas.

2.8.2. Determinan Meningitis

a. Host/ Pejamu

  Meningitis Tuberkulosa dapat terjadi pada setiap kelompok umur tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun dan jarang pada usia dibawah 6 bulan kecuali bila angka kejadian Tuberkulosa paru sangat tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Ainur Rofiq(2000) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengenai daya lindung vaksin TBC terhadap meningitis Tuberculosis pada anak menunjukkan penurunanresiko terjadinya meningitis Tb pada anak sebanyak 0,72 kali bila penderita diberi 33 BCG dibanding dengan penderita yang tidak pernah diberikan BCG.

b. Agent

  Meningitis purulenta paling sering disebabkan oleh Meningococcus, Pneumococcus dan Haemophilus influenzae sedangkan meningitis serosa disebabkan oleh 3 Mycobacterium tuberculosa dan virus. Wabah meningitis Meningococcus yang terjadi di Arab Saudi selama ibadah haji tahun 2000 menunjukkan bahwa 64% merupakan serogroup W135 dan 36% serogroup A.

c. Lingkungan

  Faktor Lingkungan (Environment) yang mempengaruhi terjadinya meningitis bakteri yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b adalah lingkungandengan kebersihan yang buruk dan padat dimana terjadi kontak atau hidup serumah 27 dengan penderita infeksi saluran pernafasan. Risiko penularan meningitis Meningococcus juga meningkat pada lingkungan yang padat seperti asrama, kamp- 17 kamp tentara dan jemaah haji.

2.9. Prognosis Meningitis

  Lima puluh persen meningitis purulenta mengakibatkan kecacatan seperti ketulian, keterlambatan berbicara dan gangguan perkembangan mental, dan 5 – 10% 35 penderita mengalami kematian. Sebagian penderita sembuh dalam 1 – 2 minggu dan 35 dengan pengobatan yang tepat penyembuhan total bisa terjadi.

2.10. Pencegahan Meningitis

a. Pencegahan Primer

  Pemberianimunisasi vaksin Hib yang telah direkomendasikan oleh WHO, pada bayi 2-6 bulan sebanyak 3 dosis dengan interval satu bulan, bayi 7-12 bulan di berikan 2 dosis 5,37 belum dapat membentuk antibodi. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara mengurangi kontak langsung dengan penderita dan mengurangi tingkat kepadatan di lingkungan perumahan dan dilingkungan seperti barak, sekolah, tenda dan kapal.

b. Pencegahan Sekunder

  23 pemeriksaan X-ray (rontgen) paru . Meningitis Tuberkulosa (Meningitis Serosa) Kombinasi INH, rifampisin, dan pyrazinamide dan pada kasus yang berat dapat ditambahkan etambutol atau streptomisin.

c. Pencegahan Tertier

  Pada tingkatpencegahan ini bertujuan untuk menurunkan kelemahan dan kecacatan akibat meningitis, dan membantu penderita untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang tidak diobati lagi, dan mengurangi kemungkinan untuk mengalami dampak neurologis jangka panjang misalnya tuli atau ketidakmampuan untuk 38 belajar. Fisioterapi dan rehabilitasi juga diberikan untuk mencegah dan mengurangi 18 cacat.

BAB 3 KERANGKA KONSEP

3.1. Kerangka Konsep

  Karakteristik Penderita Meningitis 1. Jenis Meningitis 4.

3.2. Definisi Operasional

  Jenis Meningitis adalah pembagian meningitis berdasarkan gejala dan penyebabnya yang tercatat di kartu status yang dibedakan atas: 2. Pekerjaan adalah kegiatan utama yang dilakukan penderita meningitis setiap hari sesuai yang tercatat di kartu status yang dibedakan atas: 5.

3.2.3 Keadaan sewaktu datang adalah keadaan penderita sewaktu datang berobat ke

3.2.7. Gejala subjektif pada umur

  Gejala subjektif adalah gejala yang dirasakan oleh penderita meningitis saat datang berobat yang tercatat di kartu status. Gejala objektif adalah gejala yang terdapat pada penderita meningitis berdasarkan hasil pemeriksaan / diagnosa dokter yang tercatat di kartu statusyang dibedakan atas: 10.

3.2.9. Asal rujukan adalah sumber rujukan penderita sebelum dirawat di Rumah

3.2.10. Jenis rujukan adalah tempat penderita dirawat sebelum dirujuk ke RSUP H

  Keadaan sewaktu pulang adalah keadaan penderita meningtis sewaktu keluar atau pulang dari RSUP H. Adam Malik Medan yang dibedakan menjadi : 1.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RSUP H. Pemilihan lokasi penelitian ini atas dasar pertimbangan bahwa belum pernah dilakukan penelitianmengenai karakteristik penderita meningitis rawat inap pada tahun 2005-2008, adanya kasus Meningitis serta tersedianya data-data yang dibutuhkan.

4.3. Populasi dan Sampel

4.3.1. Populasi

4.3.2. Sampel

  Populasi dalam penelitian ini adalah data semua penderita Meningitis yang dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan pada tahun 2005-2008 yaitu 148 data.

H. Adam Malik Medan pada tahun 2005-2008. Besar sampel adalah sama dengan populasi (total sampling)

  Selanjutnya dilakukan pencatatan dan tabulasi dari kartu status semua penderita Meningitis yang dirawat inap pada tahuntersebut sesuai dengan variabel yang diteliti. Pengolahan dan Analisis Data Data yang dikumpulkan diolah dengan komputer dan dianalisa secara statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS(Statistical Product and Service Solution)menggunakan uji Chi-square, t-test , Anova dan Kruskal-Wallis.

BAB 5 HASIL PENELITIAN

  Adam Malik terletak di Jalan Bunga Lau No. Rumah Sakit ini merupakan Rumah Sakit kelas A dan juga sebagai pusat rujukan yang meliputi Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Baratdan Riau.

5.1.1. Pelayanan Medis

  Poli spesialis penyakit dalam Rumah Sakit melayani penyakit yang berkaitan dengan penyakit endokrinologi, gastro hepatologi, nefrologi, geriatri, psikosomatik,reumatologi, hematologi dan onkologi, pulmonologi dan imunologi, kardiologi, poli penyakit dalam wanita, poli penyakit dalam pria dan konsultasi penyakit dalam. Ketenagaan Penunjang umum yang terdapat di rumah sakit ini terdiri dari administrasi, jaringan komputer, telepon, sumber air, sumber listrik, pembuangan limbah cair danpadat, taman dan parkir, instalasi gizi, instalasi farmasi, instalasi CSSD, instalasi bioelektro medik, instalasi PKMRS dan fasilitas umum lainnya.

S1 TEHNIK

2 S1 BIOLOGI 7 D-4 GIZI 1 SPPH 4 SPTG 2 ATW 1 LCPK 7 Sumber: RSUP H. Adam Malik Medan, 2008

b. Tenaga Medis

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Tahun Bulan 2005 2006 2007 2008 f % f % f % f % Jan 2 8,7 3 6,8 3 6,1 4 12,5Feb 2 8,7 4 9,1 5 10,2 2 6,3Mar 1 4,3 4 9,1 2 4,1 1 3,1Apr 1 4,3 2 4,5 4 8,2 2 6,3Mei 2 8,7 7 15,9 3 6,1 2 6,3Jun 2 8,7 6 13,6 5 10,2 7 21,8Jul 2 4,5 2 4,1 2 6,3Agt 3 13,1 2 4,5 5 10,2 2 6,3Sept 1 4,3 4 9,1 7 14,2 1 3,1Okt 2 8,7 5 11,4 4 8,2 2 6,3Nov 2 8,7 1 2,4 4 8,2 1 3,1Des 5 21,8 4 9,1 5 10,2 6 18,6 Jumlah 23 100 44 100 49 100 32 100 Berdasarkan tabel 5.3. Adam Malik Medan tahun 2005-2008 berdasarkan umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikutini: Tabel 5.4 Distribusi Proporsi Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Umur dan Jenis kelamin di RSUP H.

5.2.9. Lama Rawatan Rata-rata Penderita Meningitis

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 No Keadaan Sewaktu Pulang f % 1 PBJ 45 30,4 2 PAPS 32 21,6 3 Meninggal dunia 71 48,0 Jumlah 148 100 Berdasarkan tabel 5.14. dapat dilihat bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan keaadaan sewaktu pulang tertinggi yaitu meninggal dunia 48% denganCFR (Case Fatality Rate) 48% .

13 Lama Rawatan Rata-rata

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan No Umur (tahun) N=148 f CFR (%) f CFR (%) 1 0 - <5 19 12,8 4 2,7 2 5 - <104 2,7 1 0,7 3 10 - <152 1,4 1 0,7 4 15 - <205 3,4 5 20 - <255 3,4 6 4,1 6 25 - <304 2,7 2 1,4 7 30 - <355 3,4 1 0,7 8 35 - <40 1 0,7 9 40 - <453 2,1 1 0,7 10 45 - <502 1,4 1 0,7 11 50 - < 551 0,7 1 0,7 12≥ 55 2 1,4 Berdasarkan tabel 5.15. Proporsi umur penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H.

5.18. Distribusi Proporsi Umur Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  Proporsi jenis kelamin penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H. Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H.

1 M.Purulenta 38 60,3 25 39,7 63 00

M.Serosa 61 71,8 24 28,2 85 100 2

2 X =,141 df=1 p=0,143

  Lama rawatan rata-rata penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H. Lama Rawatan Rata-rata Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H.

1 M.Serosa 85 ,08 ,02

  Sebanyak 85 penderita meningitis serosa memiliki lama rawatan rata-rata 11,08 hari . Proporsi keadaan sewaktu pulang penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H.

1 M.Purulenta 24 38, 4 22,2 25 39,7 63 00

M.Serosa 21 24,7 18 21,2 46 54,1 85 100 2

2 X =3,73 df= p=0,155

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Jenis Kelamin Asal Jumlah No Laki-laki Perempuan Rujukan f % f % f % Langsung 38 64,4 21 35,6 159 100 2 Rujukan 61 68,5 28 31,5 89 100 2 X =0,274 df=1 p=0,601 Berdasarkan tabel 5.22. Proporsi keadaan sewaktu datang penderita meningitis berdasarkan asal rujukan yang rawat inap di RSUP H.

1 Langsung 39 66

20 33,9 59 100Rujukan 45 50,6 44 49,4 289 100

2 X =3,491 df=1 p=0,06

  dapat dilihat bahwa proporsi penderita yang langsung(datang sendiri) , datang dalam keadaan sadar 66,1% sedangkan yang tidak sadar33,9%. Pada penderita rujukan lebih banyak datang dalam keadaan sadar dengan proporsi 50,6% sedangkan yang tidak sadar 49,4%.

5.3.7. Proporsi Keadaan Sewaktu Pulang Berdasarkan Asal Rujukan

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Keadaan Sewaktu Pulang Asal Jumlah No PBJ PAPS Meninggal Rujukan f % F % f % f % Langsung 22 37,3 15 25,4 22 37,3 59 100 1 2 Rujukan 23 25,8 17 19,1 49 55,1 89 100 2 X =4,519 df=2 p=0,104 Berdasarkan tabel 5.24. Proporsi keadaan sewaktu pulang penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu datang yang rawat inap di RSUP H.

1 Sadar 30 35,7 7 20,3 37 44 84 00

Tidak Sadar 15 23,4 15 23,4 34 53,2 64 100 2

2 X =,596 df= p=0,73

  dapat dilihat bahwa proporsi penderita yang datang dalam keadaan sadar lebih tinggi pulang meninggal 44%, proporsi penderita yang Dari hasil analisa statistik dengan uji chi-square diperoleh p>0,05. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang bermakana antara proporsi keadaan sewaktu pulangberdasarkan keadaan sewaktu datang.

BAB 6 PEMBAHASAN

Proporsi penderita meningitis yang dirawat inap di RSUP H. Adam MalikMedan tahun 2005-2008 berdasarkan waktu dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 6 5 5y = 0.1434x + 0.9848 4si 3en 3reku 2 2 2 2 2 2 F 2 1 1 1 BulanTahun 2005 Linear (Tahun 2005) 8 7 7y = -0.0629x + 4.0758 6 6 5 5si 4 4 4 4n e 4 3reku 3 F 2 2 2 2 1 1 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov DesBulan Tahun 2006 Linear (Tahun 2006) 8 7 y = 0.1573x + 3.0606 7 6 5 5 5 5 5si 4 4 4en 4 3 3reku 3 F 2 2 2 1 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sept Okt Nov DesBulan Tahun 2007 Linear (Tahun 2007) 8 7 7 6 6y = 0.035x + 2.4394i 5s 4n 4ue k e Fr 3 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 BulanTahun 2008 Linear (Tahun 2008) Gambar

6.1. Diagram Garis Distribusi Proporsi Penderita Meningitis Berdasarkan Waktu di RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2005- 2008

  Adam Malik Medan dengan metode Least Square pada tahun 2005 mengalami peningkatan dengan persamaan garis y = 0,1434x + 0,9848; tahun 2006 mengalamipenurunan dengan persamaan garis y = 4,0758 – 0,0629x; tahun 2007 mengalami Adanya peningkatan trend kasus meningitis di RSUP H. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitorus, D (2005) di RumahSakit Santa Elisabeth Medan dengan desain case series yang menemukan bahwa dari 130 penderita meningitis, 44,6% berusia < 5 tahun dan paling banyak pada laki-laki 15 59,2%.

6.1.3.1. Suku

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Berdasarkan gambar 6.3 suku tertinggi yaitu suku Batak 53,4% dan terendah yaitu lain-lain yang terdiri dari suku Nias dan Bugis 2%. Tingginya proporsipenderita meningitis yang suku Batak bukan berarti ada keterkaitan suku dengan penyakit meningitis, hal ini hanya menunjukkan penderita meningitis yang datangberobat dan dirawat di RSUP H.

6.1.3.2. Agama

  Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Meningits Rawat Inap Berdasarkan Agama di RSUP H. Tingginya proporsipenderita meningitis yang beragama Islam bukan berarti ada keterkaitan agama dengan penyakit meningitis , hal ini hanya menunjukkan penderita meningitis yangdatang berobat dan di rawat di RSUP H.

6.1.3.3. Pendidikan

Proporsi penderita meningitis rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2005-2008 berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

45 Belum Sekolah Tidak tercatat SD SLTA SLTP Akademi (D3)/

  Elisabeth Medan dengan desain case series yang menemukanbahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan pendidikan yang tertinggi yaitu belum sekolah 44,6%. Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Meningits Rawat Inap Berdasarkan Pendidikan di RSUP H.

6.1.3.4. Pekerjaan

  dapat dilihat bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan pekerjaan tertinggi yaitu tidak bekerja 43,2% dan yang terendah yaitupegawai swasta 2,7%. Adam Malik Medan Tahun P rop or s i ( % ) Sipil (PNS)/TNI/Polri Pegaw ai Sw astaPekerjaan 50 Tidak bekerja Pelajar/Mahasisw a Tidak tercatat Wirasw asta (Petani, Nelayan,Pedagang, Supir) Pegaw ai Negeri 45 40 Proporsi penderita meningitis rawat inap di RSUP H.

6.1.3.5. Tempat Tinggal

  Adam Malik Medan tahun 2005-2008 berdasarkan tempat tinggal dapat dilihat pada gambar dibawah ini: 27% 73%Luar Kota Medan Kota Medan Gambar 6.7. dapat dilihat bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan tempat tinggal lebih banyak dari luar kota Medan 73 % sedangkan yangdari kota Medan 23 %.

H. Adam Malik Medan. Daerah asal penderita yang dirujuk seperti Lubuk Pakam, Binjai, Tarutung, Sidikalang dan Padang Sidempuan

  Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehSitorus,D (2005) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dengan desain case series yang menemukan bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu 15 datang lebih banyak sadar sebesar 54,6%. Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Gejala Subjektif Pada umur <5 tahun di RSUP G e jal a S u b je k ti fProporsi (%) Gangguan pernafasan BatukKejang Demam 60 80 100 120 Berat badan berkurangNafsu makan berkurang Muntah 40 96.4 39 78.6 53.6 28.6 25 7.1 1.8 Proporsi penderita meningitis rawat inap di RSUP H.

7.4 Dehidrasi

  dapat dilihat bahwa sensitivitas gejala objektif pada penderita meningitis yang tertinggi yaitu letargi 79,1% yang berarti dari 100penderita meningitis, terdapat 79 orang yang mengalami letargi. dapat dilihat bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan asal rujukan yang lebih tinggi yaitu rujukan 60,1 % sedangkan yangbukan rujukan atau penderita yang langsung datang berobat ke rumah sakit 39,9%.

6.1.9. Lama Rawatan Rata-rata Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H

  Adam Malik Medan Tahun 2005-2008 Lama rawatan rata-rata penderita meningitis yang dirawat inap di RSUP H. Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Meningitis Rawat Inap Yang Meninggal Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di RSUP H.

6.17. Diagram Bar CFR Penderita Meningitis Rawat Inap Yang Meninggal Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  Pada setiap kelompok umur, CFR laki-laki selalu lebihtinggi dibandingkan perempuan kecuali kelompok umur 20-<25 tahun dan 35-<40 Hal ini dapat menunjukkan penderita yang berusia < 5 tahun memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga lebih rentan untuk menderita meningitis. Penelitian yang dilakukan oleh Sitorus, D.,(2005) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dengandesain case series menemukan bahwa proporsi penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu pulang yang tertinggi yaitu pulang meninggal dunia sebesar 28,5%.

50 M.purulenta M.Serosa

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Umur Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H. Adam Jenis Meningitis P rop or s i (% )0-5 tahun 5-<15 tahun> 15 tahun 40 46 35 36.5 25 20 15 10 5 44.7 30 Proporsi jenis kelamin penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H.

6.19. Diagram Bar Distribusi Proporsi Jenis Kelamin Penderita Meningitis berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  Lama rawatan rata-rata penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H. Proporsi keadaan sewaktu pulang penderita meningitis berdasarkan jenis meningitis yang rawat inap di RSUP H.

40 P B J

i sP A P Sor 30 24.7

22.2 M eninggal

21.2rop P 20

10 M.Purulenta M.Serosa

  Diagram Bar Distribusi Proporsi Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Jenis Meningitis di RSUP H. Proporsi keadaan sewaktu datang penderita meningitis berdasarkan asal rujukan yang rawat inap di RSUP H.

6.23. Diagram Bar Distribusi Proporsi Keadaan Sewaktu Datang Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Asal Rujukan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  dapat dilihat bahwa penderita yang langsung(datang sendiri) dan yang rujukan lebih banyak datang dalam keadaan sadar dengan proporsi masing-masing sebesar 66,1% dan 50,6%. Penderita yang datang dalamkeadaan tidak sadar lebih sulit untuk diberikan pengobatan yang cepat dari pada penderita yang datang dalam keadaan sadar.

6.2.7. Keadaan Sewaktu Pulang Berdasarkan Asal Rujukan

  dapat dilihat bahwa penderita yang datang langsung (datang sendiri ke rumah sakit) lebih banyak pulang berobat jalan dan yangmeninggal dengan proporsi 37,3%. Gambar Asal Rujukan P rop or s i ( % )P B J P A P SM eninggal 50 40 20 Proporsi keadaan sewaktu pulang penderita meningitis berdasarkan asal rujukan yang rawat inap di RSUP H.

6.24. Diagram Bar Distribusi Proporsi Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Asal Rujukan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  Lama rawatan rata-rata penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu pulang yang rawat inap di RSUP H. Proporsi keadaan sewaktu pulang penderita meningitis berdasarkan keadaan sewaktu datang rawat inap di RSUP H.

10 Sadar Tidak Sadar

Keadaan Sew aktu Datang Gambar

6.26. Diagram Bar Distribusi Proporsi Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Meningitis Rawat Inap Berdasarkan Keadaan Sewaktu Datang di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008

  dapat dilihat bahwa proporsi penderita yang datang dalam keadaan sadar lebih tinggi pulang meninggal yaitu 44%. Dari 84 penderita meningitis yang datang dalam keadaan sadar, yang pulang meninggal 37 orang (44%), dan dari 64 penderita yang datang dalam keadaan tidaksadar, yang meninggal 34 orang (53,2%).

7.1. Kesimpulan

  Proporsi penderita meningitis berdasarkan umur dan jenis kelamin tertinggi pada kelompok umur 0-<5 tahun 37,7% proporsi laki-laki 26,4% danperempuan 11,3%. Proporsi gejala subjektif tertinggi adalah demam, pada usia < 5 tahun 96,4% dan pada usia≥ 5 tahun 85,9%.

7.2. Saran

  Adam Malik agar melengkapi data penderita seperti pendidikan dan pekerjaan. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai balita untuk memberikan imunisasi meningitis pada anak untuk mencegah penyakit meningitis.

DAFTAR PUSTAKA

  1 4 2 2 1 2 3 Universitas Sumatera Utara 32 3 1 1 1 4 1 1 1 2 2 4 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 5 56 0.7 1 1 2 1 2 1 1 2 5 55 6 2 2 1 2 1 2 2 11 2 . 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 4 2 2 1 2 2 2 1 1 2 5 130 0.1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 132 15 4 3 1 3 1 4 2 21 1 .

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013
0
42
119
Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
65
117
Karakteristik Penderita Asma Bronkial Dewasa Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1999-2001
0
30
96
Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1998-2001
0
34
78
Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2000-2001
0
31
77
Karakteristik Penderita Hipertensi Rawat Inap Di Bagian Penyakit Dalam RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2001
0
49
78
Karakteristik Penderita Carcinoma Nasopharynx Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2002-Agustus 2004
0
25
92
Karakteristik Penderita Trauma kapitis Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
34
89
Karakteristik Penderita Sirosis Hati Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
40
88
Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009
2
33
115
Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.
4
75
142
Karakteristik Penderita Meningitis Anak yang di Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2006 − 2010
0
20
143
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2005
2
45
136
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008
4
88
137
Karakteristik Anak Yang Menderita Leukemia Akut Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011-2012
0
0
34
Show more