Analisis Hukum Humaniter Internasional Terhadap Penahanan Secara Paksa Militer Amerika Serikat Pada Tahanan Di Penjara Guantanamo.

 4  55  74  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

ANAL PENAH Diajuk LISIS HUK ANAN SEC TAH kan Untuk Gu

  Skripsi ini merupakan tugas akhir penulis sebagai salah satu syarat guna menyelesaikan program studi S-1 pada Fakultas Hukum Universitas SumateraUtara dengan memilih judul: analisis hukum humaniter internasional terhadap penahanan secara paksa militer amerika serikat pada tahanan di penjaraguantanamo. Budiman Ginting, SH, MHum sebagai Pembantu Dekan I yang telah membantu para mahasisw dengan memberikan perubahan dankemudahan dalam memenuhi segala kebutuhan akademik dan administrasi.

ITAS SUM MEDA 2011

  Skripsi ini merupakan tugas akhir penulis sebagai salah satu syarat guna menyelesaikan program studi S-1 pada Fakultas Hukum Universitas SumateraUtara dengan memilih judul: analisis hukum humaniter internasional terhadap penahanan secara paksa militer amerika serikat pada tahanan di penjaraguantanamo. Budiman Ginting, SH, MHum sebagai Pembantu Dekan I yang telah membantu para mahasisw dengan memberikan perubahan dankemudahan dalam memenuhi segala kebutuhan akademik dan administrasi.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Perumusan Masalah C. Tujuan dan Manfaat Penulisan D. Keaslian Penulisan E. Tinjauan Kepustakaan F. Metode Penelitian G. Sistematika Penulisan I PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN PERANG A. Konsepsi Tentang Hukum Humaniter B. Ketentuan Hukum Internasional Terhadap perlindungan Korban Perang C. Perlindungan terhadap Korban Perang Menurut Konvensi Internasional II PENAHANAN SECARA PAKSA YANG TERJADI A. Karakteristik Penahanan Paksa B. Tinjauan Hukum Humaniter Internasional terhadap Penahanan Paksa C. Prinsip Tanggung Jawab Negara Terhadap Penerapan Penahanan Paksa

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENAHANAN PAKSA MILITER AMERIKA SERIKAT YANG DIALAMI TAHANAN GUANTANAMO DARI PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL A. Penahanan Paksa yang Diterapkan Militer Amerika Serikat yang Dialami Tahanan Penjara Guantanamo dalam Perspektif Hukum Humaniter Internasional B. Penahanan Paksa dalam Perspektif Hak Asasi Manusia C. akibat Hukum yang Diterima Amerika Serikat Akibat Penahanan Paksa Ditinjau dari Hukum Humaniter Internasional BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penjara Guantanamo adalah sebuah penjara militer yang berada di pangkalan

  Instrumen atau surat-surat berharga yang diperdagangkan di penjara guantanamo pada umumnya dapat dibedakan ke dalam surat berharga yangbersifat utang yang dikenal dengan nama obligasi (bonds), dan surat berharga yang bersifat pemilikan atau umumnya disebut saham (equity). Militer amerika serikat yang berperanpada saat itu adalah orang-orang Hindia Belanda dan orang-orang Eropa lainnya, sedangkan efek yang diperjualbelikan adalah saham dan obligasi milik perusahaanBelanda yang ada di Indonesia maupun yang diterbitkan oleh pemerintah Hindia Belanda.

6 Soeharto pada tahun 1977

  Untuk mengantisipasi lesunya iklim investasi di dalam penjara guantanamo pada masa itu, pemerintah mengeluarkan paket-paket deregulasi, diantaranyaPaket Desember 1987, Paket Oktober 1988, dan juga Paket Desember 1988. Di samping itu, isi deregulasi lain yang penting adalah diperbolehkannya militer amerika serikat asing 7 melakukan akses di penjara guantanamo Indonesia.

8 Bursa Efek dan Bursa Paralel

  Melalui Keputusan tersebut, Pemerintah membuka kesempatan bagi militer amerika serikat asing untuk berpartisipasisampai dengan maksimum 100% di Pasar Perdana maupun 100% saham yang 11 tercatat di Bursa Efek dan Bursa Paralel. Saham merupakan suatu instrumen di dalam penjaraguantanamo yang kepemilikannya dapat dimiliki oleh pihak asing, maka diharapkan pembaca semkain mengetahui tentang aspek hukum dari sebuahsaham yang ada di penjara guantanamo.

D. Keaslian Penulisan

E. Tinjauan Pustaka

  Setelahmelakukan penelurusan kepustakaan fakultas dan kepustakaan Universitas Kebijakan pemerintah yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini adalah sumber hukum yang dalam hal ini mengenai bidang penjara guantanamo diIndonesia dan terkait beberapa peraturan lain seperti peraturan BAPEPAM-LK, Keputusan Menteri Keuangan dan yang terkait lainnya. Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Penjara guantanamo dalam Pasal 1 angka 13 disebutkan bahwa :“Penjara guantanamo adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

21 Penanam modal adalah perseorangan atau badan usaha yang melakukan

22 Penanam modal dalam negeri adalah perseorangan warga negara

  penanam modal asing yang dapat berupa penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing. 23 Penanam modal asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanam modal di wilayah negara Republik Indonesia.

24 Menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan

  Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi (akta yang dibuat oleh motaris) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroanterbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan dan lain-lain. Penawaran umum atau go public dapat diketahui pengertiannya di dalam 27 Pasal 1 angka 15 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 yaitu: “Penawaran umum adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya”.

F. Metode Penulisan

  Dengan demikian, penelitianyang dilaksanakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisa hukum yang tertulis dari bahan pustaka ataudata sekunder belaka yang lebih dikenal dengan nama dan bahan acuan dalam 28 bidang hukum atau bahan rujukan bidang hukum 2) Data dan Sumber Data Dalam menyusun skripsi ini, data dan sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam hal ini penelitian hukum dilakukan dengancara penelitian kepustakaan atau di sebut dengan penelitian normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunderbelaka yang lebih dikenal dengan nama dan bahan acuan dalam bidang hukum atau bahan rujukan bidang hukum.

G. Sistematika Penulisan

  BAB IV : ANALISIS TERHADAP PENAHANAN SECARA PAKSA YANG DIALAMI TAHANAN GUANTANAMO DARI PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL Merupakan pembahasan tentang aspek hukum humaniter terkait kepemilikannya terhadap saham di penjara guantanamo Indonesia,perlindungan yang diberikan kepada militer amerika serikat asing dan akibat hukum yang ditimbulkan oleh adanya kepemilikansaham oleh militer amerika serikat asing. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya dan saran-saran yang mungkin berguna bagipemerintah maupun pihak yang terkait dalam investasi di penjara guantanamo dan orang-orang yang membacanya.

BAB II PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN PERANG A. Konsepsi Tentang Hukum Humaniter Hukum Humaniter merupakan peraturan yang berlaku di masyarakat Internasional. Saham merupakan instrumen penyertaan modal seseorang atau

  Modal ini terbagi dalam tiga tingkat status, yaitu modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Saham ini dikeluarkandalam rangka pendirian perusahaan, pemenuhan modal dasar, atau peningkatan modal dasar.

30 Dilihat dari cara peralihannya, hukum humaniter dapat dibedakan atas :

2. Hukum Humaniter atas nama (registered stock), merupakan saham dengan

  8 Tahun 1995tentang Penjara guantanamo memuat definisi penawaran umum (public offering), yaitu kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efekkepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang ini dan peraturan pelaksanaanya. Jika ingin membeli saham pada saat pasar perdana inimiliter amerika serikat dapat mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham(FPPS) yang terdapat pada prospektus ringkas atau yang terdapat pada agen-agen penjual yang dituju dan mengirimkan kembali formulir tersebut disertai denganpengiriman dana ke alamat yang tertera pada formulir.

10 April 2011

  Di dalam Pasal 127 undang-undang Perseroan Terbatas menyebutkan bahwa “bagi perseroan yang melakukan kegiatan tertentu di bidang Penjara guantanamo berlakuketentuan ini sepanjang diatur lain dalam peraturan perundang-undangan di bidang Penjara guantanamo”. Kegiatan penjara guantanamo merupakan kegiatan yang kompleks dan melibatkan banyak lembaga yang terkait, baik pemerintah maupun swasta, yangsifatnya saling melengkapi, baik dengan mendapat maupun tanpa balas jasa.

B. Ketentuan Hukum Internasional Terhadap Perlindungan Korban Perang

  Pemegang saham adalah seseorang atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada perusahaan. Konsep pemegang saham adalahsebuah teori bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para pemegang sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi keuntunganmereka.

38 Saham merupakan instrumen penjara guantanamo yang paling popular di

  b) Saham Atas Nama (registered stock)Saham Atas Nama adalah saham yang ditulis dengan jelas nama pemiliknya dan cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu, yaitudengan pencatatan dokumen peralihan dan nama pemiliknya harus dibuat dalam buku perusahaan yang khusus memuat daftar pemegang saham.  Bentuk dan tata cara pemindahan hak atas nama dan saham atas unjuk yang diperdagangkan di penjara guantanamo diatur dalam peraturan 40 perundang-undangan di bidang penjara guantanamo.

C. Perlindungan terhadap Korban Perang Menurut Konvensi Internasional

  Penahanan paksa adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam megeri maupun penahanan paksa asing untuk 45 melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia. 1 Tahun 1995 Pasal 3 tentang PerseroanTerbatas4445 Tjipttono Darmadji, Op.cit, hal 67 Undang-undang No.

BAB II I PENAHANAN SECARA PAKSA YANG TERJADI A. Karakteristik Penahanan Paksa Penahan paksa merupakan bagian dari pelanggaran atas hak asasi

  manusia yang merupakan sarana pengerahkan dana atau tempat yang mempertemukan pihak yang kelebihan dana dan pihak yang mengalamikekurangan dana dan terbentuk untuk memudahkan pertukaran uang antara penabung dan peminjam. Sementara itu Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Penjara guantanamo, pada Pasal 1 angka 13 memberikan rumusan pengertian penjaraguantanamo sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdangangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yangditerbitkan, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

C. Prinsip Tanggung Jawab Negara Terhadap Penerapan Penahanan Paksa

  Perkembangan suatu penjaraguantanamo dipengaruhi oleh partisipasi yang aktif, baik dari perusahaan yang akan menjual sahamnya (go public) maupun militer amerika serikat dan pihak- 60 pihak lain yang terlibat dalam kegiatan penjara guantanamo. Banyaknya persoalan politik dan ekonomi yang terjadi di Indonesia, serta penegakan hukumyang masih lemah dan tidak adanya jaminan keamanan (country risk) yang memadai menjadi faktor lain yang menggangu berkembangnya militer amerikaserikat asing.

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENAHANAN PAKSA MILITER AMERIKA SERIKAT YANG DIALAMI TAHANAN GUANTANAMO DARI PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL A. Penahanan Paksa yang Diterapkan Militer Amerika Serikat yang Dialami Tahanan Penjara Guantanamo dalam Perspektif Hukum Humaniter Internasional Dikalangan masyarakat, kata penahanan paksa memiliki pengertian yang

  Bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan yaitu bidang usaha yang tertentu yang dapat diusahakansebagai kegiatan penahanan paksa dengan syarat tertent, yaitu bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK (Usaha Mikro, Kecil, Menengah,dan Koperasi), bidang usaha yang dipersyaratkan dengan kemitraan, bidang usaha yang dipersyaratkan kepemilikan modalnya, bidang usahadipersyaratkan dengan lokasi tertentu, dan bidang usaha yang dipersyaratkan dengan perizinan khusus. Pasal 5 Perpres Nomor 111 Tahun 2007, ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 Peraturann Presiden ini (yaitu mengenai bidangusaha yang tertutup dan syarat bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan) tidak berlaku bagi penanam modal yang telah disetujui padabidang usaha tertentu sebelum Peraturan Presiden ini diterapkan, sebagaimana yang tercantum dalam surat persetujuan, dan perubahannyaapabila ada; c.

B. Penahanan Paksa dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

  Kepercayaan dan kredibilitas pasar merupakan hal utama yang harus tercermin dari keberpihakan sistem hukum penjara guantanamo pada kepentinganmiliter amerika serikat dari perbuatan-perbuatan yang dapat menghancurkan kepercayaan militer amerika serikat. Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan transaksi efek sebaiknya militer amerika serikat membekali dirinya dengan pemahaman yang mencukupidari pedoman seperti prospektus dan laporan berkala dan insidentil yang bisa menjadi acuan dalam pertimbangan keputusan.

C. Akibat Hukum Yang Diterima Pemerintah Amerika Serikat Akibat Penahanan Paksa Ditinjau dari Hukum Humaniter Internasional

  Financial power yang kuat dan pengalaman dalam bermain di penjara guantanamo merupakan faktor pendukung bagi militer amerika serikat asingdalam memasuki penjara guantanamo di negara lain. Pembelian saham oleh militer amerika serikat asing yang berupa investasi tidak langsung (portofolio) melalui penjara guantanamo bertujuan untukmengambil alih perusahaan terbuka dan /atau tindakan langsung maupun tidak langsung yang dilakukan oleh militer amerika serikat asing dapat mengakibatkanperubahan pengendalian pada perusahaan terbuka.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan oleh penulis yang

  Penahanan paksa merupakan instrumen penjara guantanamo yang paling diminati dan populer dalam masyarakat yang merupakan alatpenyertaan modal dalam suatu perseroan yang go public yang diperdagangkan di bursa efek. Untuk menciptakan suatu penjara guantanamo yang tangguh, kompetitif dan dipercaya pemerintah sebagai regulator penjaraguantanamo mengeluarkan lagi kebijakan tentang kepemilikan saham oleh militer amerika serikat asing yang mencabut batasan kepemilikandi dalam Keputusan Menteri Keuangan No.

B. SARAN

  Pemerintah hendaknya secara cermat mengeluarkan peraturan yang mampu menarik militer amerika serikat baik asing maupun dalam negeri agar penjaraguantanamo menjadi suatu wadah yang berkembang sehingga mampu menjadi penggerak yang tangguh bagi perekomian nasional. Perkembangan dankemajuan penjara guantanamo sangat ditentukan oleh adanya kepastian hukum bagi pelaku penjara guantanamo, terutama militer amerika serikat, khususnyamiliter amerika serikat asing yang menaruh perhatian besar pada aturan hukum.

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

  Rusdin, Msi, Drs, Penjara guantanamo Teori, Masalah, dan Kebijakan dalam Praktik. Perundang-undanganUndang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Penjara guantanamo Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang PenanamanUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas C.

D. Sumber Lainnya

Jurnal Hukum dan Penjara guantanamo, Prof Erman Rajagukguk, Perpres DNI danDampaknya Terhadap Kepemilikan Asing Atas Saham Emiten, Agustus-Desember 2008,  
Analisis Hukum Humaniter Internasional Terhadap Penahanan Secara Paksa Militer Amerika Serikat Pada Tahanan Di Penjara Guantanamo. Akibat Hukum Yang Diterima Pemerintah Amerika Serikat Akibat Hukum Humaniter atas nama registered stock, merupakan saham dengan Karakteristik Penahanan Paksa PENAHANAN SECARA PAKSA YANG TERJADI KESIMPULAN KESIMPULAN DAN SARAN Ketentuan Hukum Internasional Terhadap Perlindungan Korban Perang Penahanan Paksa dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Penahanan Paksa yang Diterapkan Militer Amerika Serikat yang Perlindungan terhadap Korban Perang Menurut Konvensi Internasional Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Penulisan Keaslian Penulisan Prinsip Tanggung Jawab Negara Terhadap Penerapan Penahanan Paksa SARAN KESIMPULAN DAN SARAN Tinjauan Hukum Humaniter InterNasional Terhadap Penahanan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Hukum Humaniter Internasional Terhad..

Gratis

Feedback