Feedback

Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32.

Informasi dokumen
ANALIISIS FUNG GSI DAN M MAKNA PA ARTIKEL BAKARI, HODO, DA AN KURAI/G GURAI PA ADA KALIMAT BAH HASA JEPA ANG DALAM D M MAJALAH WOCHI KOCHI K E EDISI 30 DAN D 32 SKRIP PSI Skripsii ini ditujukan kepada P Panitia Ujiaan Fakultas Ilmu I Budayya Universittas S Sumatera Uttara untuk m melengkapi salah satu syarat s ujiann sarjana dalam bbidang ilmu sastra Jepang. Oleh: Srri Rahma Daarningsih 0707080 008 UNIVERSI U ITAS SUM MATERA UTARA U FAKUL LTAS ILM MU BUDAY YA PR ROGRAM S STUDI S-1 SASTRA JEPANG J AN MEDA 2011 1 ANALIISIS FUNG GSI DAN M MAKNA PA ARTIKEL BAKARI, HODO, DA AN 1    Universitas Sumatera Utara GURAI PA ADA KALIMAT BAH HASA JEPA ANG KURAI/G DALAM D M MAJALAH WOCHI KOCHI K E EDISI 30 DAN D 32 PSI SKRIP Skripsii ini ditulis kepada k Pani nitia Ujian Fakultas F Sastra Universsitas Sumateera Utara unttuk melengk kapi salah ssatu syarat ujian u sarjanaa dalam biddang ilmu saastra Jepan ng PEMBIIMBING I BIMBING II PEMB di S Drs. Nand Drs. H. Yuddi Y Adriaan M, M. NIP. 19600082219880 031002 NIP . 1960082719911031004 UNIVERSI U ITAS SUM MATERA UTARA U FAKUL LTAS ILM MU BUDAY YA PR ROGRAM S STUDI S-1 SASTRA JEPANG J MEDA AN 2011 1 2    Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Usaha diiringi doa merupakan dua hal yang memampukan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul “Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32” ini penulis susun sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Humaniora pada jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Selama penyusunan skripsi ini penulis banyak mengalami kesulitan yang sedikit banyak mempengaruhi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, namun kesulitan-kesulitan yang dihadapi bisa dijadikan motivasi. Penulis dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M. A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Eman Kusdiyana, M. Hum, selaku Ketua Program Studi S-1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Nandi S, selaku dosen pembimbing I dan Drs. H. Yuddi Adrian M, M. A, selaku dosen pembimbing II yang banyak 3    Universitas Sumatera Utara memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membimbing penulis dan memberikan pengarahan dengan sabar dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai. 4. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Ilmu Budaya Sastra Jepang S-1 Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan ilmu dan pendidikan kepada penulis. 5. Kepada orangtua penulis, Ayahanda Basri dan Ibunda Yusnidar, yang selalu mendoakan dan mendukung agar penulis selalu sehat dan semangat, dan telah banyak memberikan dukungan moral dan material sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini serta perkuliahan hingga mendapat gelar sarjana seperti yang telah dicita-citakan, dan tanpa dukungan kedua orangtua, penulis tidak akan mampu untuk menjadi seperti sekarang ini. 6. Kepada Saudara perempuan penulis, Fitrah Rahma Sari yang telah mendukung dan memberi semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Kepada teman-teman penulis di Departemen Sastra Jepang stambuk 2007, Dini Rinanda Safitri, Risa Fadila, Meydina Sari, Ratna, Eka Putri Ginting, serta teman-teman kos penulis, Evrida Sembiring, Siti Aminah Sembiring, Dewi Anggriani, Sri Mahulina, Ruliyanti, dan Luspi Mena. Senang dan bangga bisa mengenal kalian semua. 8. Kepada senior dan junior di Departemen Sastra Jepang yang mendukung penyelesaian skripsi ini. 4    Universitas Sumatera Utara Penulis sadar bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat memperbaiki kesalahan pada masa mendatang. Penulis berharap kiranya skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri dan khususnya bagi para pembaca. Medan, Penulis Sri Rahma Darningsih 5    Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Kata Pengantar . i Daftar isi . iv BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.2 Rumusan Masalah 5 1.3 Ruang Lingkup Pembahasan 7 1.4 Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori . 8 1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 14 1.6 Metode Penelitian . 15 TINJAUAN UMUM TERHADAP PARTIKEL (JOSHI) DAN SEMANTIK 2.1 Defenisi Partikel (Joshi) . 16 2.2 Klasifikasi, Fungsi, dan Makna Partikel dalam BAB III Bahasa Jepang . 18 2.3 Fungsi dan Makna Partikel Bakari . 22 2.4 Fungsi dan Makna Partikel Hodo . 28 2.5 Fungsi dan Makna Partikel Kurai/Gurai 33 2.6 Defenisi Semantik dan Jenis-Jenis Semantik . 37 ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA PARTIKEL BAKARI, HODO, DAN KURAI/GURAI DALAM MAJALAH WOCHI KOCHI EDISI 30 DAN 32 3.1 Fungsi dan Makna Partikel Bakari . 45 3.2 Fungsi dan Makna Partikel Hodo . 49 3.3 Fungsi dan Makna Partikel Kurai/Gurai . 54 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan 61 6    Universitas Sumatera Utara 4.2 Saran 62 DAFTAR PUSTAKA ABSTRAK 7    Universitas Sumatera Utara ABSTRAK う 要 い い 第 版 ほ 第 ,“ 版 う いう雑誌 う 日本語 文章 ほ い 機能 意味 助詞 機能 意味論 い い 助詞 い い う 意味 助詞 論文 い 析 う い 析 い 意味 い 話 言語学 部門 い 話 わ あ 意味論 い 一 あ 析 対象 い 言語 一般的 学問 う 意味論 う 関 密接 関係 あ い 持 い 析 言語学 部門 あ わ 重要 役割 ュ い 使用 言語 学問 あ 意味 う ション い い 意味論 い 更 言語 う い 関 言語学 言語 意味 う う 研究 文章 う 伝 あ う 構造 ほ 言葉 発音 う 基本的 い 意味 い あ い 意味 ほ 関 学問 日本語 う ほ 助詞 使用 い 書 析 う 日本語 一般的 各言語 う 特色 あ あ い 助詞 KATA BANTU 助 言わ 助詞 漢字 BANTU, あ 73    Universitas Sumatera Utara い MEMBANTU, MENOLONG いう意味 あ あ わ 次 漢字 詞 い ,“言葉 あ 意味 わ BAHASA KATA, PERKATAAN, い あ 加え 格助詞 副助詞 い 類 基 助詞 わ 類 う 接続助詞 終助詞 あ う 析 助詞 う 面白い理 多 人 特 初 助詞 勉強 ほ 難 い 考え あ う 人々 あ 助詞 助詞 難 い 持 い 助詞 多い 日本語 析 あ 副助詞 あ 文章 い 意味 う い 機能 意味 副詞 似 い 言葉 あ 追加 助詞 え あ あ わ 前 い 適 ほ 助詞 助詞 あ 文章 次 言葉 文章 置 う 日本語 言葉 う 日本語 う 置 副助詞 い 意味 ほ 接続 論文 う 論文 い あ あ ほ 対 い い理 う 意味 勉強 う 勉強 い 四 う 日本語 い う 重要 あ う あ 助詞 意味 日本語 助詞 多い 機能 い 析 ほ 関 助詞 い 析 あ わ 副助詞 論文 一 あ 特別 い い い ほ 論文 析 助詞 い う いう雑誌 い 助詞 意味 あ う い 対象 第 い い 意味 い 析 い 版 第 版 ,“ ほ う 機能 い あ 74    Universitas Sumatera Utara イン シア語 い い ,“ KIRA - KIRA い う 意味 ほ い 助詞 い い あ い ,“KIRA-KIRA 語大辞 い い 意見 あ 書い あ い 憶測 い う 一般的 い 基 い 推測 基 い う 体的 証拠 い 意味 い 一瞬 あ い 機能 い 気持 い 計算 シア い 意味 い 推定 あ イン い 経過 明 い あ 過去形 う 後 使用 い う 以前 ,“~ 助詞 度々行わ う い 行動 あ い い 制限 明 う ,“~ 助詞 形 い 動詞あ い あ 助詞 助詞 あ 詞 う 後 使用 う 後 使用 い わ う 反対 う う 文章 い 助詞 部 い 言葉 い 大抵 い う 統合 う い イ形容詞あ い 助詞 表現 辞書形 う あ 動詞 後 助詞 う 使用 あ い 言葉 追加 い 助詞 い . ,“ 大抵 . . う , . 文法 う 使用 い う 階級 う い う 制限 い い 助詞 合計 明 い 合計 い い 推測 あ 言葉 後 明 う 使用 75    Universitas Sumatera Utara い 助詞 助詞 い い 詞 い 過去形 う 理 追加 助詞 ,“ い う 付 あ 動詞 う 形容詞 過去形 い い う あ 因果関係 明 機能 う 助詞 助詞 い い 後 使用 い .‘ 助詞 う 言葉 い ‘ , .‘ う う 文法 使用 う う う 文法 機能 均等 う 表 現あ う 統合 あ い う 一般的 ほ 助詞 機能 ‘ ほ 助詞 ‘ う う 使用 文法 ほ う , ‘ 文法 ‘semakin ,maka semakin‘ いう い 意味 あ う ほ 助詞 物 い 合計 い い 推測 人 時間 明 う 使用 い ほ 助詞 ほ 助詞 う い 階級 特定 い い 制限 明 う 使用 ‘ う う 文法 使用 え 前 い ‘ ‘ ほ う ほ 助詞 使用 ほ あ 比較 持 い い う 明 機能 助詞 い 一番高い い 一般的 ほ い 言葉 う 階級 , ‘ い 制限 い う い い 助詞 機能 76    Universitas Sumatera Utara う い い 助詞 い い 合計 明 あ 言葉 い あ い 人 数 い 物 い 代 時間 あ 詞 明 う 後 使用 え い い 制限 い 助詞 う 前 あ い う い 明 使用 対 い い 助詞 い い 大抵 否定的 使用 い 推測 あ う 後 う う 文章 使用 表現 言葉 い い い い 言葉 助詞 追加 え い い い い 大抵 い 特定 い い 制限 い う う 階級 助詞 い う 状態 示 言葉 い い う う 文章 使用 い 助詞 使用 い 因果関係 含 助詞 あ い 推測 助詞 い 前 明 い い ほ い い ,“ KIRA - KIRA い い う い う 意味 う い う 推定重量 明 機能 い 推測 い い 制限 い い 特定 示 う い 階級 い 制限 あ 助詞 う わ い い 最低 推測 い 雰囲気 助詞 物 KIRA-KIRA 含 う 推測 い い 合計 い 意味 い ほ う わ い 合計 い いう意味 う い う 階級 明 機能 い 合計 推測 助詞 反対 い 人 時間 い 意味 あ ほ い 雰囲気 助詞 い 含 い 最低 77    Universitas Sumatera Utara い い 推測 い 意味 雰囲気 い 助詞 う 最高 含 い 助詞 い 推測 い 逆 ほ い 意味 雰囲気 含 い ,“KIRA - KIRA/SEKITAR いう意味 助詞 ほ い あ い 人 数 い 意味 助詞 物 含 時間 わ い う 明 機能 い い い い 助詞 雰囲気 う い 最高 あ い 意味 雰囲気 ほ い う い 最低 ほ い い 制限 基 あ い い 数 い 推測 い 雰囲気 制限 推測 い 意味 い 助詞 助詞 あ 示 い う 言及 う い い い 合計 明 助詞 い 対 意味 う 最高 あ い い い 最低 あ 78    Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Di dalam masyarakat, kata bahasa sering digunakan dalam berbagai konteks dengan berbagai macam makna. Bagi linguistik- ilmu yang khusus mempelajari bahasa- yang dimaksudkan dengan bahasa ialah sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri ( Kushartanti, 2005: 3) Menurut Wardhaugh dalam Alwasilah (1985:2) bahwa bahasa adalah satu simbol vocal yang arbitrer yang dipakai dalam komunikasi manusia. Dapat dipahami bahwa bahasa salah satu element terpenting dalam kehidupan manusia. Menurut Sutedi (2008 : 2) bahwa bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada orang lain. Ketika kita menyampaikan ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada seseorang baik secara lisan maupun secara tertulis, orang tersebut bisa menangkap segala yang kita maksud, tiada lain karena ia memahami makna (imi) yang dituangkan melalui bahasa tersebut. Jadi fungsi bahasa merupakan media untuk menyampaikan (dentatsu) suatu makna kepada seseorang baik secara lisan maupun secara tertulis. Secara umum bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat. Bila fungsi umum itu diperinci, maka dapat dikatakan bahwa bahasa mempunyai fungsi untuk : 8    Universitas Sumatera Utara a. Tujuan praktis yaitu ; untuk mengadakan antarhubungan (interaksi) dalam pergaulan sehari-hari, b. Tujuan artistik yaitu ; manusia mengolah dan mengungkapkan bahasa itu dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia, c. Menjadi kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, dan d. Tujuan filologis yaitu mempelajari naskah-naskah tua untuk menyelidiki latar belakang sejarah manusia, sejarah kebudayaan dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri. Perincian fungsi-fungsi bahasa sebagai telah disebut di atas merupakan fungsi yang umum dalam setiap bahasa. Namun, setiap bahasa dapat mengkhususkan fungsinya sesuai dengan kepentingan nasional dari suatu bangsa (Ritonga, 2002:2) Sedangkan fungsi bahasa menurut Halliday (1992: 20) ialah cara orang menggunakan bahasa mereka, atau bahasa-bahasa mereka bila mereka berbahasa lebih dari satu. Disamping itu, bahasa memiliki beberapa sifat atau ciri lainnya, diantaranya adalah bahasa bersifat unik. Unik artinya mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh yang lain. Lalu, kalau bahasa dikatakan unik, maka artinya, setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem-sistem lainnya (Chaer, 2007:51) Selain bersifat unik, yakni mempunyai sifat atau ciri masing-masing, bahasa juga bersifat dinamis. Hal ini dikarenakan keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat kegiatan 9    Universitas Sumatera Utara manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis. Karena itulah, bahasa itu disebut dinamis (Chaer, 2007 : 53) Karena bahasa bersifat dinamis, maka pada era globalisasi saat ini, bahasa dapat mengalami perubahan seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Untuk dapat memperoleh pengetahuan dari dunia luar, terkadang manusia tidak cukup dengan hanya mempelajari satu bahasa saja. Mengingat betapa pentingnya bahasa itu, maka banyak orang yang berusaha mempelajari bahasa dari bangsa-bangsa lain atau yang sering disebut juga dengan bahasa asing terutama bahasa dari bangsa-bangsa maju dan mempunyai pengaruh dalam dunia internasional seperti bahasa Inggris, Jerman, Jepang dan lain-lain. Jepang adalah salah satu negara yang memiliki keunikan tersendiri dalam bahasanya. Daya tarik perekonomian Jepang juga telah mendorong banyak pelajar-pelajar asing untuk belajar bahasa Jepang. Keunikan lainnya yaitu dalam sisi gramatikalnya, bahasa Jepang banyak memiliki partikel (joshi). Istilah joshi ditulis dengan dua buah kanji; pertama dibaca jo dapat dibaca juga tasukeru yang berarti bantu, membantu, atau menolong, sedangkan kedua yang dibaca shi memiliki makna yang sama dengan istilah kotoba yang berarti kata, perkataan, atau bahasa. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang menterjemahkan joshi dengan istilah kata bantu ( Sudjianto, 2007:1) Namun banyak yang beranggapan bahwa partikel (joshi) itu sulilt, alasannya adalah sebagai berikut (Sudjianto, 2007 : 6) : 1. Dikarenakan jumlah partikel dalam bahasa Jepang banyak 10    Universitas Sumatera Utara 2. Dikarenakan sebuah partikel memiliki fungsi dan cara pemakaian yang banyak 3. Dikarenakan partikel memiliki beberapa kelompok (jenis). Ada kata yang termasuk pada satu kelompok partikel dan termasuk juga pada kelompok lain sehingga memiliki fungsi dan makna ganda. Hal ini mempersulit dalam mengartikan partikel tersebut 4. Dikarenakan ada beberapa partikel yang berbeda yang memiliki makna yang (hampir) sama sehingga sulit menentukan pemakaian partikel mana yang lebih tepat 5. Dikarenakan sering terjadi penghilangan partikel dalam suatu kalimat terutama dalam kalimat percakapan. Akibatnya sering timbul keraguan tentang pentingnya mempelajari partikel 6. Dikarenakan ada kata yang termasuk partikel dan termasuk juga pada kelas kata lain sehingga mempersulit dalam menentukan arti, fungsi, dan cara pemakaiannya. Kesulitan lain menyangkut partikel dikarenakan ada dua, tiga, atau empat partikel yang memiliki arti yang sama tetapi fungsi dan cara pemakaiannya berbeda. Sebagai contoh adalah partikel – ほ dan い/ い. Ketiga partikel ini memiliki makna yang sama tetapi fungsi ketiga partikel ini berbeda-beda yang mengakibatkan pemakaiannya dalam kalimat pun berbeda. Berdasarkan fungsinya, joshi dapat dibagi menjadi empat macam, diantaranya adalah kakujoshi (格助詞), Setsuzokujoshi (接続助詞), Fukujoshi (副 助 詞 ), dan Shuujoshi ( 終 助 詞 ). Terdapat beberapa alasan yang menjadikan 11    Universitas Sumatera Utara partikel sulit untuk dipelajari khususnya bagi orang-orang yang baru mempelajari bahasa Jepang. Mengingat banyak sekali partikel-partikel yang terdapat dalam bahasa Jepang, maka dalam hal ini akan dibahas secara khusus untuk jenis partikel Fukujoshi. Bunkachoo dalam Sudjianto (2007: 9) menyatakan bahwa partikel yang dapat menambah arti kata lain yang ada sebelumnya dan memiliki peran yang (hampir) sama dengan fukushi (adverbia) yaitu untuk menghubungkan kata-kata yang ada sebelumnya dengan kata-kata yang ada pada bagian berikutnya seperti ini disebut fukujoshi. Mengingat bahwa partikel dalam bahasa Jepang tidak dapat ditebak atau dicocok-cocokkan begitu saja dalam kalimat, maka penempatan partikel dengan benar sangat penting. Karena itu, dalam penelitian ini penulis merasa tertarik untuk membahas tentang fungsi dan makna partikel pada kalimat bahasa Jepang. Karena banyaknya jumlah partikel, maka dalam penelitian ini penulis hanya akan membahas mengenai salah satu jenis joshi yaitu fukujoshi yang spesifiknya ialah mengenai fungsi dan makna partikel – ほ dan い/ い pada kalimat bahasa Jepang, dalam skripsi yang berjudul Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo dan Kurai/Gurai Pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32. I.2 Perumusan Masalah Untuk dapat berkomunikasi dengan baik, setiap pembelajar bahasa Jepang harus mempelajari pemakaian partikel dengan benar. Karena tidak jarang sebuah partikel memiliki makna dan fungsi yang berbeda ketika dipahami dalam kalimat 12    Universitas Sumatera Utara yang berbeda pula. Munculnya perbedaan makna yang diinterprestasikan dan akhirnya dapat menimbulkan kesalahpahaman antar individu yang berkomunikasi dalam bahasa Jepang diakibatkan adanya kesalahan pemakaian partikel dalam suatu kalimat (Andi, 2010:5). Fukujoshi (副助詞) merupakan bagian dari joshi (助詞) yang mana dalam kalimat bahasa Jepang cukup sering digunakan. Partikel dan い/ ほ い merupakan bagian dari Fukujoshi. Ketiga partikel tersebut memiliki makna yang hampir sama. Contoh penggunaan partikel dan ほ い/ い yang menyatakan batas jumlah: 1. 一万 貸 い Ichi man-en bakari kashite itadakemasenka Boleh anda pinjami saya, ya paling-paling 10.000 yen. (Chino, 2008 : 69) 2. 今度 故 , 100 人ほ 人 う Kondo no jiko de, hyakunin hodo no hito ga shinda sou desu Saya dengar kira-kira banyaknya 100 orang meninggal dalam kecelakaan jalan raya kali ini. (Chino, 2008 : 67) 3. 学校 車 30 い Koko kara sono gakkou made kuruma de sanjuupun gurai kakarimasu Akan memakan waktu kira-kira 30 menit dari sini sampai ke sekolah dengan mobil. (Chino, 2008 : 65) 13    Universitas Sumatera Utara Penggunaan partikel ほ dan い memiliki い/ persamaan makna yaitu sama-sama mengandung makna “kira-kira/paling-paling” namun nuansa makna “kira-kira/paling-paling” yang diberikan tiap-tiap partikel dalam kalimat tersebut berbeda. Hal ini menimbulkan masalah sehingga menggugah penulis untuk membahas fungsi dan makna Zutto mukashi no koto da. (Hal yang sudah lama berlalu). b. Menyatakan arah もっと右へ歩きなさい。 Universitas Sumatera Utara Motto migi e arukinasai. (Berjalanlah lebih ke sebelah kanan). c. Menyatakan Jumlah/Kualitas もう一週間先にしてください。 Mou isshuukan saki ni shite kudasai. (Berilah waktu seminggu lagi). Adapula Adverbia yang menerangkan taigen yang diselipi partikel no. Contoh: 1. しばらくのあいだ。 Shibaraku no aida. (Jangka waktu yang sebentar). 2. かねての約束。 Kanete no yakushoku. (Perjanjian dari dulu). 2.4 Pengertian dan Fungsi Adverbia Taihen, Totemo dan Nakanaka 2.4.1 Adverbia Taihen Naoko Chino dkk (1987:18) mengatakan bahwa pengertian adverbia taihen adalah 程度および数量を表す副詞。強調を表す言い方。 “teido oyobi suuryou wo arawasu fukushi. Kyouchou wo arasasu iikata”: Adveriba yang menyatakan kuantitas dan derajat. Ucapan yang mengungkapkan penekanan terhadap suatu kondisi. Universitas Sumatera Utara Contoh: 毎日大変暑い日が続いておりますが、お天気でいらっしゃいますか。 Mainichi taihen atsui hi ga tsuzuite orimasuga, otenki de irasshaimasuka. Setiap hari cuaca yang sangat panas terus berlanjut, apakah cuaca bagus akan datang? Pada kalimat tersebut, taihen memiliki arti ‘sangat’. Teori tersebut juga didukung oleh Yoshifumi Hida dkk (1994:258) yang menyatakan 1. 程度がはなはだしことを誇張する様子を表す。程度が非常にはな はだしいことを誇張的に表し、話者の慨嘆・驚き・感動・丁重な どの暗示がこもる。この「たいへん」は「とても」「ひじょうに」 「たいそう」など似ているが、「とても」はかなり冷静な表現で、 誇張の暗示はない。「ひじょうに」はややかたい表現で、公式の 発言などによく用いられる。「たいそう」はやや古風な表現だ。 “Teido ga hanahadashi koto wo kochousuru yousu wo arawasu. Teido ga hijouni hanahadashii koto wo kochouteki ni arawashi, washa no gaitan / odoroki / kandou / teichou nado no anji ga komoru. Kono [taihen] wa [totemo] [hijouni] [taisou] ga nite iru ga, [totemo] ha kanari resei na hyougen de, kochou no anji wa nai. [hijouni] ha yaya katai hyougen de, koushiki no hatsugen nado ni yoku mochiirareru. [taisou] wa yaya kofuu na hyougen da ”: mengungkapkan keadaan yang melebih-lebihkan/menekankan suatu hal yang besar derajatnya. Mengungkapkan secara berlebihan suatu hal yang sangat besar derajatnya dan mengandung indikasi keramah-tamahan / keterharuan / keterkejutan / keluhan Universitas Sumatera Utara dan sebagainya oleh sipembicara. Taihen mirip dengan totemo, hijouni dan taisou, namun totemo merupakan ungkapan yang sedikit santai dan tidak ada indikasi melebih-lebihkan/membesar-besarkan. Hijouni merupakan ungkapan yang sedikit serius dan sering dipakai dalam ucapan formal. Taisou merupakan ungkapan gaya lama. Contoh 1. 今度の彼の絵はたいへんにすばらしい。 Kondo no kare no e wa taihen ni subarashii. Lukisan dia kali ini sangat hebat. 2. 御迷惑をおかけしてたいへん申し訳ありません。 Omeiwaku wo okakeshite taihen moushiwake arimasen. Saya benar-benar minta maaf karena telah merepotkan Anda. Selain uraian tersebut, Yoshifumi Hida dkk menambahkan fungsi adverbia taihen lainnya, yaitu 2. 慨嘆すべき様子を表す。 対象の状態が慨嘆すべきであることを誇 張的に述べ、慨嘆・危惧・同情・驚きなどの暗示がこもる。 “Gaitansubeki yousu wo arawasu. Taishou no joutai ga gaitansubeki de aru koto wo kochouteki ni nobe, gaitan / kigu / doujou / odoroki nado no anji ga komoru”: mengungkapkan keadaan yang patut disesalkan. Mengungkapkan secara berlebihan suatu hal yang patut disesalkan dari keadaan suatu objek, dan mengandung indikasi keterkejutan, simpati, kekhawatiran, keluhan/penyesalan. Contoh 1. タバコを吸ってるのがママにばれたらたいへんだ。 Universitas Sumatera Utara Tabako wo sutteru no ga mama ni baretara taihen da. Kalau saya sampai ketahuan merokok oleh ibu, bisa celaka. 2. あらたいへん、ガスをつけっ放しで来ちゃったわ。 Ara taihen, gasu wo tsukeppanashi de kichattawa. Wah gawat, saya datang dengan membiarkan gas tetap hidup. Yuriko Sunagawa (1998:184) mengatakan bahwa taihen memiliki tiga jenis, yaitu: 1. Taihen (たいへん) 程度がはなはだしことを表す。ややかたい表現で、話しことば では「とても」「すごく」のほうがよく使われる。 “Teido ga hanadashi koto arawasu. Yaya katai hyougen de, hanashi kotoba de wa ‘totemo’ ‘sugoku’ no hou ga yoku tsukawareru”: mengungkapkan suatu hal yang derajatnya menyolok atau besar. Digunakan dalam ungkapan yang sungguh-sungguh, didalam percakapan totemo dan sugoku lebih sering digunakan. Contoh 先日は大変結構なものをちょうだいし、ありがとうございました。 Senjitsu wa taihen kekkou na mono wo choudaishi, arigatou gozaimashita. Karena saya telah menerima sesuatu yang sangat bermanfaat beberapa hari yang lalu, saya ucapkan terima kasih banyak. Universitas Sumatera Utara 2. Taihen da (たいへんだ) 普通ではないこと、意外なことに対して、驚き、同情、感慨な どを表す。 “futsuu dewanai koto, igaina koto ni taishite, odoroki, doujou, gankai nado wo arawasu”: mengungkapkan rasa haru, simpati, keterkejutan dan sebagainya terhadap hal-hal yang di luar dugaan dan hal-hal yang tidak biasa. Contoh え? あそこのうち、子供が3人とも大学に行ってるの? 親は大 変だ。 E? Asoko no uchi, kodomo ga sannin tomo daigaku ni itteru no? Oya wa taihen da. Hah? Keluarga itu, menyekolahkan ketiga anaknya sekaligus ke perguruan tinggi? Orang tuanya luar biasa repot. 3. Taihen na + N (たいへんな+N) 普通ではない、意外なものごとに対して使われる。プラス評価 にもマイナス評価にも使われる。 “futsuu dewanai, igaina monogoto ni taishite tsukawareru. Purasu hyouka ni mo mainasu hyouka ni mo tsukawareru”: digunakan terhadap segala hal yang di luar dugaan dan tidak biasa. Digunakan baik dalam penilaian yang negatif maupun penilaian yang positif. Contoh あのピアニストの才能は大変なものだ。 Universitas Sumatera Utara Ano pianisuto no sainou wa taihen na mono da. Bakat pemain piano itu benar-benar hebat. 2.4.2 Adverbia Totemo Naoko Chino (1987:18) mengatakan bahwa adverbia totemo memiliki pengertian, yaitu 1. 程度および数量を表す副詞。強調を表す言い方。 “teido ooyobi suuryou wo arawasu fukushi. Kyouchou wo arasasu iikata”: Adveriba yang menyatakan kuantitas dan derajat. Cara mengungkapkan penekanan terhadap suatu kondisi. Contoh あの映画は評判通り、とてもおもしろかった。 Ano eiga wa hyouban douri, totemo omoshirokatta. Film itu sangat menarik sesuai dengan reputasinya. 2. 決まった言い方を伴う副詞。否定を伴う言い方。どうしても無 理だという気持ち 。 “kimatta iikata wo tomonau fukushi. Hitei wo tomonau iikata. Doushitemo muri da to iu kimochi”: Adverbia yang disertai dengan ucapan yang telah diputuskan. Ucapan yang disertai dengan bentuk menyangkal. Perasaan yang menyatakan ketidakmungkinan. Contoh こんな難しい問題は私にはとてもできません。 Konna muzukashii mondai wa watashi ni wa totemo dekimasen. Universitas Sumatera Utara Soal sesulit ini tidak mungkin saya bisa. Pada kalimat tersebut totemo berarti ‘tidak mungkin’ yang selalu diikuti oleh bentuk negatif. Pendapat tersebut juga didukung oleh Yuriko Sunagawa (1998:346) mengatakan bahwa totemo memiliki dua jenis, yaitu: 1. Totemo (とても) 程度がはなはだしことを表す。 “teido ga hanahadashi koto wo arawasu”: mengungkapkan suatu hal yang derajatnya menyolok. Contoh 今度の新入社員はとてもよく働く。 Kondo no shinnyuushain wa totemo yoku hataraku. Karyawan yang baru masuk kali ini bekerja sangat giat. 2. Totemo . nai (とても . ない) どのような方法を尽くしても無理だ、できないという話し手の 主観な判断を表す。書きことばでは「とうて . ない」と言いか えられる。 “donou youna houhou wo tsukushitemo muri da, dekinai to iu hanashi te no shukan na handan wo arawasu. Kaki kotoba de wa [toute . nai] to iikaerareru”: mengungkapkan penilaian subjektif si pembicara yang menyatakan Universitas Sumatera Utara tidak sanggup, meskipun melakukan cara seperti apapun tetap tidak mungkin. Dalam ragam tulisan dapat dipakai [toute . nai]. Contoh 一度にこんなにたくさんの単語はとても(とうてい)覚えられませ ん。 Ichido ni konnani takusan no tango wa totemo (toutei) oboeraremasen. Kosa kata sebanyak ini tidak mungkin bisa diingat dalam satu kali. Disamping itu, Yoshifumi Hida (1994:359) secara spesifik mengatakan mengenai totemo yaitu, 1.後ろに打消しや否定の表現を伴って、可能性がまったくない様 子を表す。ややマイナスイメージの語。 “ushiro ni uchikeshi ya hitei no hyougen wo tomonatte, kanousei ga mattakunai yousu wo arawasu. Yaya mainasu imeeji no go”: mengungkapkan keadaan yang tidak memiliki kemampuan sama sekali dan disertai dengan ungkapan negatif dan menyangkal dibelakangnya. Ungkapan yang memiliki kesan/citra sedikit negatif. Contoh 私には捨て犬などとてもできそうもない。 Watashi ni sute inu nado totemo dekisoumonai. Anjing saya sepertinya sangat tidak siap setelah ditinggalkan oleh saya. 2. 程度がはなだしい様子を表す。プラスマイナスのイメージはない。 日常会話ではしばしば「とっても」と発音される。「とても」は Universitas Sumatera Utara 「ひじょうに」「たいへん」「すごく」などに似ているが、「ひじ ょうに」はややかたい文章語で、公式の発言などに多用され、程度 がはなはだしことを誇張する様子を表す。「たいへん」も誇張的で、 慨嘆・驚き・感動・丁重などさまざまの暗示を伴う。「すごく」は くだけた表現で日常会話中心に用いれら、やはり程度を誇張し、感 嘆・あきれなどの暗示を伴う。 “teido ga hanahadashii yousu wo arawasu. Purasu mainasu no imeeji ha nai. Nichjoukaiwa de wa shibashiba [tottemo] hatsuonsareru. [totemo] wa [hijouni] [taihen] [sugoku] nado ni niteiru ga, [hijouni] wa yaya katai bunshougo de, koushiki no hatsugen nado ni tayousare, teido ga hanadashii koto wo kochousuru yousu wo arawasu. [taihen] mo kochouteki de. Kaitan / odoroki / kandou / teichou nado samazama no anji wo tomonau. [sugou] wa kudaketa hyougen de nichijou kaiwa chuushin ni mochiirare, yahari teido wo kochoushi, kantan/akire nado no anji wo tomonau”: mengungkapkan keadaan yang menyolok derajatnya. Tidak memiliiki kesan negatif atau positif. Dalam percakapan sehari-hari lebih sering diucapkan “tottemo”. totemo mirip dengan hijouni, taihen dan sugoku, tetapi hijouni banyak dipakai dalam ucapan-ucapan formal dan dalam ragam tulisan dan mengungkapkan keadaan yang menekankan suatu hal yang besar derajatnya. Taihen disertai dengan indikasi yang ada pada bagian berikutnya. Universitas Sumatera Utara Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah kata bantu bakari, mo, dake, wa, sae, mada, shika, hodo, kurai, nado dan joshi yang termasuk kelompok fukujoshi yang biasa dipakai setelah nomina, verba, kata sifat –i dan kata sifat –na. Beberapa contoh kalimat yang menggunakan fukujoshi, yaitu : わたしはことばをはっぴゃく字だけしている。 Watashi wa kotoba o happyaku ji dake shitte iru. Saya hanya mengetahui kosa kata kira-kira 100 huruf. Partikel wa menunjukkan bahwa kata sebelumnya adalah topik atau subjek. Partikel o menjelaskan objek penderita dari kata kerja bentuk masukei. Sedangkan partikel dake menejleaskan adanya keterbatasan jumlah benda dan dapat menyatakan adanya keterbatasan suatu aktifitas atau keadaan. 3. Shuujoshi Shuujoshi adalah joshi di akhir kalimat yang digunakan pada akhir kalimat pada sebuah kalimat bahasa Jepang. Fungsinya untuk menyatakan perasaan pembicara, seperti rasa heran, keragu-raguan, harapan, haru dan lainnya. Yang termasuk ke dalam shuujoshi adalah kashira, ka, kke, ne/nee, na/naa, no, sa, tomo, wa, yo, ze dan zo. Beberapa contoh kalimat yang menggunakan shuujoshi, yaitu : これ は わたしのかばんです。 Universitas Sumatera Utara Kore wa watashi no kaban desu. Ini adalah tas kepunyaan saya. Partikel no di sini menjelaskan kalimat kepunyaan atau kepemilikan. 4. Setsuzokujoshi Setsuzokujoshi adalah joshi penyambung kalimat yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat. Umumnya dipakai setelah yoogen ( verba, kata sifat –i dan kata sifat –na ). Yang termasuk ke dalamnya adalah joshi ba, ga, kara, keredomo, nagara, node, noni, shi, tari, te, temo dan to. Beberapa contoh kalimat yang menggunakan setsuzokujoshi, yaitu : しんぶんをよみながら、おんがくおきく。 Shinbun o yominagara, ongaku o kiku. Mendengar lagu sambil membaca koran. Partikel nagara menjelaskan suatu pola kalimat yang menyatakan dua aktifitas yang dilakukan secara bersamaan. 2.3 Partikel 「 Gurai 」 Partikel 「 gurai 」 adalah sebuah partikel penghubung dengan kata benda yang pada umumnya mempunyai unsur perkiraan panjang atau lamanya ( jumlah waktu ). Universitas Sumatera Utara Partikel 「 gurai 」 biasanya digunakan dalam menyatakan perkiraan jumlah, menyatakan perbandingan, menyatakan setidaknya dan menyatakan kemampuan ( bentuk negatif ). Partikel 「 gurai 」 ini seperti pada kalimat di atas, tidak bisa diganti dengan partikel 「 goro 」. Tetapi, seperti dikemukakan Tomita Takayuki ( 1992 ), pernah juga terdengar orang yang mengucapkan kalimat : Juuji gurai niwa tsukeru deshoo. 10時ぐらいにはつけるでしょう。 Hana no saku nowa shigatsu no hajime goro deshoo. 花の策のは四月のはじめごろでしょう。 ( lihat Takayuki 1992:22 ) 2.4 Partikel 「 Goro 」 Partikel 「 goro 」 adalah sebuah partikel yang dipakai setelah kata yang menyatakan keterangan waktu pada umumnya. Partikel 「 goro 」 sebaiknya tidak ditulis dengan huruf kanji. Seperti Gaikokujin no Tame no Kihongo Yoorei Jiten yang memuat keterangan bahwa kata goro tidak ditulis dengan huruf kanji. Kata goro dapat dipakai dalam bentuk “goro ni” dan dapat diucapkan “koro”. Kata goro dipakai pada kata yang menunjukkan waktu untuk menyatakan perkiraan waktu. Universitas Sumatera Utara Adapun contoh partikel 「 goro 」 sebagai berikut : 1. 1950-nen goro wa, watashi wa mada kodomo deshita. 1950年ごろは、わたしはまだ子どもでした。 2. Nangatsu goro nihon e ikimasu ka. なんがつごろにほんへ行きますか。 Universitas Sumatera Utara BAB III PENGGUNAAN PARTIKEL “GURAI DAN GORO” DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 3.1 Partikel 「 Gurai 」 Yang Menyatakan Perkiraan Jumlah ( kira-kira ) Partikel 「 gurai 」 yang menyatakan perkiraan jumlah, merupakan kata bantu yang melihat situasi benda dengan ukuran-ukurannya yang pada mulanya memperkirakan suatu jawaban dan pertanyaan yang tepat. Dengan kata lain, partikel 「 gurai 」 dalam bentuk tersebut tingkat kesalahannya relatif kecil. Pada saat menentukan suatu pernyataan, tingkat kepastiannya dari kata benda, partikel 「 gurai 」 sangat memperhatikan tanpa adanya resiko kesalahan sekecil apapun yang bisa terjadi dari ungkapan tersebut dari arti kata benda yang dihubungkan dengan kata bantu partikel gurai dalam bentuk ini. Contoh kalimat : 1. このいけのふくさはじゅうメトルぐらいです。 Kono ike no fukusa wa juu metoru gurai desu. Dalam kolam ini kira-kira 10 meter. 2. きょうのきおんはせっしにじゅうはちどぐらいです。 Kyou no kion wa sesshi nijuuhachido gurai desu. Suhu udara hari ini kira-kira 28 derajat celcius. Universitas Sumatera Utara 3.2 Partikel 「 Gurai 」 Yang Menyatakan Perbandingan Partikel 「 gurai 」 yang menunjukkan patokan perbandingan ini biasanya membandingkan ungkapan dengan diri sendiri atau pun orang lain. Biasanya partikel 「 gurai 」 dalam bentuk ini mengandung unsur suatu pribahasa yang kata-katanya sangat baku. Contoh kalimat : 1. はじきだまぐらいのいしがあたまにあたりました。 Hajikidama gurai no ishi ga atama ni atarimashita Sebutir batu besar kelereng telah mengenai kepalaku 2. かのじょぐらいにほんごが上手ひとはめったにいません。 Kanojo gurai nihongo ga jouzu na hito wa metta ni imasen Jarang sekali ada orang yang dapat berbahasa Jepang semakin dia 3. おとうとのもっているおもちゃはこれだけじゃありません。へやに もうそのぐらいある。 Otouto no motte iru omocha wa kore dake ja arimasen. Heya ni mou sono gurai aru. 4. これぐらいのそんはへいきです。 Universitas Sumatera Utara Kore gurai no son wa heiki desu Kerugian kira-kira sebegini saja tidak menjadi soal 3.3 Partikel 「 Gurai 」 Yang Menyatakan Setidaknya Dan Sedikit Partikel 「 gurai 」 yang menyatakan setidaknya dan sedikit, menjelaskan bahwa dalam bentuk kondisi terendah apapun akan melakukan suatu tindakan tersebut. Contoh kalimat : 1. どんなにい書画しかてもでんわをかけるぐらいはのひまがある でしょう。 Donna ni ishogashikate mo denwa o kakeru gurai wano hima ga aru deshou. Walau sesibuk apapun, setidaknya ada waktu untuk menelepon. 2. わたしはでもけしきのへぐらいはかける。 Watashi wa de mo keshiki no e gurai wa kakeru Setidaknya saya pun bisa menggambar pemandangan. 3. がいこくじんがよめるぐらいのにほんごのざっしがよみたいです。 Gaikoku jin ga yomeru gurai no nihongo no zasshi ga yomitai desu. Universitas Sumatera Utara Saya ingin membaca majalah berbahasa Jepang yang setidaknya orang asing bisa membacanya. 3.4 Partikel 「 Gurai 」 Yang Menyatakan Kemampuan ( Bentuk Negatif ) Partikel ini menjelaskan suatu pernyataan dalam bentuk negatif. Namun pada partikel gurai dalam bentuk ini, kalimat yang dibuat dengan makna tersebut mengandung arti ingin mencapai sesuatu yang bisa, walaupun sebenarnya tingkat melakukan tindakannya tersebut sangat terbatas pada kondisi orang tersebut. Contoh kalimat : 1. 勉強するにはいま位よい時期はありません。 Benkyou suru niwa ima gurai yoi jiki wa arimasen. Tidak ada waktu/saat yang sebaik sekarang ini untuk belajar. 2. 彼ぐらいけちなひとはいないかもしれません。 Kare gurai kechi na hito wa inai kamo shiremasen. Mungkin tidak ada orang yang sekikir dia. Universitas Sumatera Utara 3.5 Partikel 「 Goro 」 Yang Digunakan Setelah Kata Yang Menyatakan Keterangan Waktu ( kira-kira ) Partikel 「 goro 」 yang digunakan setelah kata yang menyatakan keterangan waktu yang merupakan sebuah partikel yang dipakai setelah kata yang menyatakan jumlah keterangan waktu pada umumnya. Partikel 「 goro 」 sebaiknya tidak ditulis dengan huruf kanji. Apalagi dalam bentuk ini, partikel 「 goro 」 dalam waktu menerangkan jumlah waktu, dalam kalimat menerangkan peristiwa partikel「 goro 」 menyatakan tingkat kebenarannya. Contoh kalimat : 1. わたしはいつも10時ごろねむ。 Watashi wa itsumo juuji goro nemu. Saya biasa tidur kira-kira pukul 10. 2. なんがつごろにほんへいきますか。 Nangatsu goro nihon e ikimasu ka Pergi ke Jepang kira-kira bulan apa? Universitas Sumatera Utara BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan 1. Joshi adalah salah satu kelas kata yang sangat penting di dalam sebuah kalimat bahasa Jepang. 2. Jenis-jenis joshi berdasarkan penggunaanya dalam kalimat bahasa Jepang, yaitu : kakujoshi, fukujoshi, shuujoshi dan setsuzokujoshi. 3. Partikel 「 gurai 」biasanya digunakan untuk : - Menyatakan perkiraan jumlah - Menyatakan perbandingan - Menyatakan setidaknya - Menyatakan kemampuan ( bentuk negatif ) 4. Partikel 「 goro 」biasanya digunakan setelah kata yang menyatakan keterangan waktu. 5. Partikel 「 goro 」sebaiknya ditulis dengan huruf kanji. Universitas Sumatera Utara 4.2 Saran Penulis mengharapkan agar para pembaca atau pemakai bahasa Jepang untuk dapat lebih memahami partikel 「 gurai 」 dan 「 goro 」 sehingga dapat berkomunikasi dengan menggunakan kalimat bahasa Jepang dengan baik dan benar di dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA - Chandra, T, 2005. Pelajaran Bahasa Jepang-jilid ketiga. Jakarta Pusat : Evergreen Japanese Course. - Sudjianto, 2007. Gramatika Bahasa Jepang Modern-Seri B. Bekasi Timur : Kesaint Blanc. - Sudjianto, dan Dahidi, Ahmad. 2007. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta : Kesaint Blanc. - Situmorang, Hamzon. 2000. Kata Kerja Bahasa Jepang. Medan : Fakultas Sastra USU. - Taniguchi, Goro. 1982. Kamus Standar Bahasa Indonesia-Jepang. Jakarta : PT. Dian Rakyat. - Yone Tanaka, dan Keiko Mikogami. 2001. Minna No Nihongo I,II. Tokyo : The association for Overseas Technical Scholarship. Universitas Sumatera Utara
Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32. Defenisi Semantik dan Jenis-Jenis Semantik Fukujoshi Kakujoshi Setsuzokujoshi Shuujoshi Fungsi dan Makna Partikel Bakari Fungsi dan Makna Partikel Hodo Fungsi dan Makna Partikel KuraiGurai Kerangka Teori Tinjauan Pustaka Latar Belakang Masalah Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32. Perumusan Masalah Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32. Ruang Lingkup Pembahasan Metode Penelitian Defenisi Partikel Joshi
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Fungsi dan Makna Partikel Bakari, Hodo, dan Kurai/Gurai pada Kalimat Bahasa Jepang dalam Majalah Wochi Kochi Edisi 30 dan 32.

Gratis