Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Kinerja Birokrasi (Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang)

 16  123  58  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PERANAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA BIROKRASI (Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang) Disusun Guna Memenuhi Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata I (S-1) di Departemen Ilmu Administrasi Negara

PERANAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA BIROKRASI (Studi Pada Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang) Disusun Guna Memenuhi Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata I (S-1) di Departemen Ilmu Administrasi NegaraOleh : ACHMAD FAUZY ICHSAN 070903008

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

KATA PENGANTAR

  Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahanKecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuaidengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahanKecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuaidengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai.

BAB 1 PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pemimpin dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan

  Seiring dengan haltersebut pembinaan aparatur negara dilakukan secara terus menerus, agar dapat menjadi alat yang efisien dan efektif, bersih dan berwibawa, sehingga mampu menjalankan tugas-tugasumum pemerintah maupun untuk menggerakkan pembangunan secara lancar dengan dilandasi semangat dan sikap pengabdian terhadap masyarakat. Untuk mencapai efektivitas kerja yang diinginkan, Camat Pancur Batu harus menjalankan peran dan tugasnya dengan cara memotivasi para pegawainya dan juga selaluberkomunikasi, agar para pegawainya menyadari bahwa mereka memang dibutuhkan dan tidak ada pembedaan sehingga mereka mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya demikemajuan bersama.

I. 5 Kerangka Teori

  Kerangka teori adalah sebahagian konsep, defenisi dan kontruksi defenisi dan proposisi yang menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan merumuskankonsep. Kerangka teori merupakan landasan pemikiran untuk melaksanakan penelitian dan teori digunakan untuk menjelaskan fenomena sosial yang menjadi objek penelitian(Singarimbun, 2006:73).

1.5.1 Kinerja

  Kinerja berasal dari kata-kata job performance dan disebut juga actual performance atau prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang telah dicapai oleh seorang karyawan. Kinerja menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti “suatu yang dicapai” atau prestasi yang dicapai atau diperlihatkan sehingga kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kinerja olehindividu perusahaan.

1.5.2 Kepemimpinan

1.5.2.1 Pengertian Kepemimpinan

  Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang berarti seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan di satu bidangsehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan altivitas tertentu demi tercapainya suatu maksud dan tujuan. (Kartono, 1993:76) Kepemimpinan pada dasarnya mempunyai pokok pengertian sebagai sifat, kemampuan, proses, dan atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehinggadiikuti, dipatuhi, dihormati sehingga orang lain bersedia dengan penuh keikhlasan melakukan perbuatan atau kegiatan yang dikehendaki pemimpin tersebut.

1.5.2.2 Gaya dan Tipe Kepemimpinan

  Pemimpin bergaya dan bertipe otoriter selalu berdiri jauh dari anggota kelompoknya, dan ia senantiasa memiliki kekuatan absolut dan tunggal,pada kondisi dan situasi yang sikap dan prinsipnya kaku. Seorang pemimpin yang bergaya dan bertipe ini senang melimpahkan wewenang kepada bawahannya dan lebihmenyenangi situasi bahwa para bawahanlah yang mengambil keputusan, dan keberadaannya dalam organisasi lebih bersifat suportif.

1.5.3 Efisiensi, Efektivitas, dan Kesehatan Organisasi Birokrasi

  Dengan demikian efisiensi adalah perbandingan terbaik antara hasil Output yang diperoleh dan kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber atau input yang dipergunakandalam sumber-sumber tersebut tercakup tenaga kerja, biaya, material, alat-alat kerja, waktu dan sebagainya. Dengan kata lain organisasi yang sehat merupakan output dari sasaran sistem, dimana organisasi mampu menciptakan suasanayang harmonis antara semua unsur yang terlibat dalam proses organisasi.

1.5.4 Pengaruh Kepemimpinan Camat Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai

  Kepemimpinan pada dasarnya mempunyai pokok pengertian sebagai sifat, kemampuan, proses, dan atau konsep yang dimiliki oleh seseorang sedemikian rupa sehinggaia diikuti, dipatuhi, dihormati orang lain dengan penuh keikhlasan melakukan perbuatan atau kegiatan yang dikehendaki pemimpin tersebut. Seorang pegawai akan efektif dalam melakukan pekerjaan apabila Dalam hal ini dapat dilihat bahwa peran dan tugas seorang Camat pada pemerintahanKecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah berusaha untuk mempengaruhi para pegawainya dengan cara memotivasi dan komunikasi untuk terus bekerja secara efektif sesuaidengan waktu dan tujuan yang ingin dicapai.

I. 6. Definisi Konsep

  Oleh karena itu, untuk mendapatkan batasan yang jelas dari masing-masing konsep yang akan diteliti, maka defenisi konsep yang dikemukakan penulis adalah: 1. Pengukuran kinerja adalah suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk menghasilkan barang danjasa, termasuk informasi atas efisiensi serta efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan organisasi (Mohamad Mahsun, 2006).

I. 7. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan yang disusun dalam rangka memaparkan keseluruhan hasil penelitian ini secara singkatdapat diketahui sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakng masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesa, defenisi konsep, defenisi operasional dan sistematika penulisan. BAB III : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini memuat gambaran umum tentang gambaran atau karakteristiklokasi penelitian berupa sejarah singkat, visi dan misi, kedudukan, tugas dan fungsi.

BAB IV : PENYAJIAN DATA Bab ini memuat penyajian data yang diperoleh selama penelitian dilapangan atau berupa dokumen-dokumen yang akan diteliti. BAB V : ANALISA DATA Bab ini memuat pembahasan dari data-data yang telah diperoleh kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan korelasi hubungan antar variabel. BAB VI : PENUTUP Bab ini memuat kesimpulan dan saran atas hasil penelitian yang dilakukan

BAB II METODE PENELITIAN II.1 Bentuk Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif

  Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah: Informan kunci yaitu terdiri dari 1 orang Camat di Kec PancurBatu dan 22 orang pegawai yang bekerja di Kantor Camat Kec Pancur Batu Kab DeliSerdang sebagai informan biasa. Menurut Usman (2009:82) dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi, tetapi sampling yang merupakan pilihan peneliti sendiri dan yangditentukan peneliti sendiri secara pusposif yang disesuaikan dengan tujuan penelitiannya, sampling tersebut dijadikan responden yang relevan untuk mendapatkan data, dan penulismenganggap 23 responden tersebut sudah dapat memberikan jawaban, dan informasi mengenai hal-hal yang penulis teliti.

II. 4 Teknik Pengumpulan Data

  Pengumpulan Data Primer Yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penelitian KepustakaanYaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai literature seperti buku, majalah dan berbagai bahan yang berhubungan dengan objek penelitian.

II. 5. Teknik Analisa Data

  Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari para key informan. Penganalisisan ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan fakta, data, dan informasi, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis sehingga diharapkan muncul gambaran yang dapat mengungkapkan permasalahan penelitian.

BAB II I DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.1 Sejarah Terbentuknya Kecamatan Pancur Batu

  Pada masa sebelum tahun 1990 Kecamatan Pancur Batu terdiri atas 59 Desa dan atas ketentuan yang membentuk beberapa Desa digabung menjadi satu , sehingga sampai saat iniKecamatan Pancur Batu menjadi 25 Desa dengan luas areal 11.147,35 Ha. Secara Geografis batas-batas wilayah Kecamatan Pancur Batu adalah sebagai berikut :Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Sunggal -Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sibolangit -Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Namo Rambe -Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kutalimbaru - Penduduk Kecamatan Pancur Batu pada saat ini berjumlah 77.267 jiwa, yang terhimpun dalam 18.425 Kepala Keluarga (KK).

3.2. Kependudukan

3.2.1. Suku

1 Suku Karo 6.588 KK 2 Suku Jawa 5.188 KK 3 Suku Minang 808 KK 4 Suku Cina 127 KK Tabel 1 Komposisi Penduduk Berdasarkan SukuNo Suku Jumlah (KK) 6 Suku Tapanuli Selatan 1.225 KK 7 Suku Nias 93 KK 8 Suku Tamil 65 KK Sumber : Profil Kecamatan Pancur Batu , tahun 2009 Penelitian : 2011 Adapun penduduk yang mendiami Kecamatan Pancur Batu terdiri dari berbagai suku antara lain : 5 Suku Tapanuli Utara 2.331 KK Dari Tabel 1 diatas dapat disimpulkan bahwa di Kecamatan Pancur Batu mayoritas penduduk nya dihuni oleh masyarakat yang bersuku Karo dengan jumlah 6.588 KK dan yangpaling sedikit bersuku Tamil dengan jumlah 65 KK

3.2.2. Pekerjaan

  kemudian diikuti oleh pedagang , pegawai negeri sipil , karyawan dan buruh/ pegawai swasta. Penduduk di Kecamatan Pancur Batu tersebuttergolong memiliki jenis pekerjaan yang beragam.

3.2.3. Agama

  Penduduk di Kecamatan Pancur Batu menganut agama yang berbeda-beda diantara enam agama yang diakui di Indonesia. Sedangkan pada urutan yang kedua yaitu agama Kristen berjumlah sebanyak 37.441 orang dan sisanya menganut agama Hindu dan Budha.

3.3. Struktur Organisasi Kecamatan Pancur Batu

  Struktur organisasi dalam suatu organisasi sangat penting sekali dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan organisasi itu sendiri. Karena dengan adanya strukturorganisasi ini masing-masing pegawai mengetahui hak dan kewajibannya terhadap organisasi itu sehingga tidak ada kesimpangsiuran dalam melaksanakan tugas.

1. Camat

  mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakatAdapun nama-nama Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Pancur Batu adalah : No Nama Camat Masa Jabatan 1 Damai Gurusinga 1949 s/d 1950 2 Sampuran Manik 1950 s/d 1952 3 Nangkoh Barus 1952 s/d 1960 4 Masa Sinulingga 1960 s/d 1963 5 Tandil Tarigan 1963 s/d 1968 6 Ngalem Suryadi , BA 1968 s/d 1974 7 Zainal Aris , BA 1974 s/d 1976 8 Djelah Simarmata 1976 s/d 1979 18 Suryadi Aritonang, S. mengumpulkan , menghimpun , dan mengolah data serta informasi yang berhubungan dengan bidang dan tugasc.

2. Sekretaris Camat

  membantu camat dengan mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada pada seksi , kelurahan , cabang , dinas dan unit pelaksana teknis dinas kecamatan sesuaidengan bidang tugasnya h. mengevaluasi dan menyusun laporan bulanan , berkala dan tahunan serta mengkoordinasikan dengan unit terkaitk.

3. Seksi Pemerintahan

  Seksi tata pemerintahan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah. Penyiapan bahan pembinaan kegiatan sosial politik, ideologi negara, dan kesatuan bangsaf.

4. Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

  Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan perekonomian dan pembangunan di wilayah Kecamatan. Melaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan swadaya dan partisipasi untuk meningkatkan perekonomian dan pelaksanaan pembangunanf.

5. Seksi Ketentraman dan Ketertiban

  Seksi ketentraman dan ketertiban dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. Penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam penyelengaraan ketentraman dan ketertiban umum, pengamanan dan penertibanterhadap pelangaran peraturan daerah dan peraturan perundang – undangan lainnya h.

8. Kelompok Jabatan Fungsional

  Kelompok jabatan fungsional terdiri darisejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang – undangan. Setiap Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana yang dimaksud dipimpin olehTenaga Fungsional Senior yang ditunjuk.

BAB IV PENYAJIAN DATA Pada bab ini penulis akan menyajikan deskripsi dari data yang diperoleh melalui

  Deli Serdang Dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan secara mendalam, ada beberapa tahapan yang dilakukan penulis, yaitu; pertama, penelitian diawalidengan pengumpulan berbagai dokumen Kantor Camat Pancur Batu seperti SusunanOrganisasi dan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kecamatan dan berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan yang ingin dijawab. Untuk mengetahui hal paling utama yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin dalam meningkatkan etos kerja pegawai maka penulis menanyakan nya langsung kepadaCamat selaku pimpinan di Kantor Camat Pancur Batu dan kesimpulannya adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kerja pegawai serta menciptakansuasana kerja yang nyaman sehingga pegawai dapat merasa nyaman dalam bekerja sehingga hasil pekerjaan nya juga efektif dan efisien.

BAB V ANALISIS DATA Dalam bab ini akan dianalisa semua data yang diperoleh dari hasil penelitian seperti

  Setiap sebulan saya melakukan evaluasi dan 3 bulan sekali saya lihat perkembangannya.” Selama ini tidak ada faktor yang berarti yang dapat menghambat kinerja para pegawai karena atasan (Camat) selalu berupaya memberikan fasilitas-fasilitas memadai danmemberikan motivasi yang lebih agar para bawahan dapat semangat dalam bekerja seperti pemberian reward kepada pegawai yang berprestasi atau minimal mengucapkan terima kasihjika pekerjaan telah selesai dikerjakan. Sebuah organisasi tidak akan mampuberkembang dengan baik jika pemimpinnya tidak mampu menciptakan kepemimpinan yang efektif yaitu kepemimpinan yang mampu mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki,salah satunya adalah SDM yang dalam hal ini adalah pegawai yang ada pada Kantor CamatPancur Batu Kabupaten Deli Serdang.

BAB VI PENUTUP Berdasarkan uraian-uraian yang telah penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya

maka pada bab ini penulis akan mengambil beberapa kesimpulan dari hasil penelitian lapangan yang penulis lakukan selama ini serta memberikan saran sebagai langkah terakhirdalam penulisan hasil penelitian ini.

6.1. Kesimpulan

  Artinya hal-hal yang berhubungan dengan antara atasandengan bawahan, baik dari segi komunikasi, motivasi, penentuan kerja dan pemberian tanggung jawab, penilaian kinerja dan pengawasan yang dilakukansudah terlaksana dengan sangat baik. Fasilitas-fasilitas yang diberikan benar-benar sangat membantu dan memudahkan para pegawai dalam menyelesaikanpekerjaannya serta adanya motivasi dari atasan yang semakin membuat para pegawai semakin bersemangat dalam bekerja dengan didorong suasana kerja yangkondusif dan nyaman.

6.2. Saran

  Kinerja pegawai dan tingkat efektivitas kerja pegawai sejauh ini juga cukup baik dan memuaskan dan agar dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi 3. Meningkatkan kualitas dan sumber daya aparatur yang profesional melalui pendidikan ataupun pelatihan untuk ditempatkan sesuai dengan kompetensinya sehinggamendukung terciptanya program kerja dan rencana kegiatan yang jelas.

DAFTAR PUSTAKA

  1997 Suatu Analisis tentang Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Kopertis Wilayah IX,Tesis S2 Unhas. Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Kin..

Gratis

Feedback