Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan

 3  25  144  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PENGARUH KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN TOKOH AGAMA TERHADAP PERILAKU IBU BALITA DALAM IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TESIS OLEH : LINA SARI LUBIS 087012011/IKM

  Kintoko Rochadi, M. Syarifah, M.

PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Kintoko Rochadi, M. Syarifah, M.

PANITIA PENGUJI TESIS

  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi petugas kesehatan(metode, media, isi pesan, strategi pesan) dan dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional) terhadap perilaku ibubalita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan MedanTuntungan Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi perilaku ibu balita dalam imunisasi campak dari komunikasi petugas kesehatan adalah metode,media dan isi pesan, sedangkan dari dukungan tokoh agama adalah dukungan instrumental dan dukungan informasional.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis telah dapat menyusun dan menyelesaikan Tesisdengan judul “Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Dukungan TokohAgama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak di PuskesmasSimalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan”. Salawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnyayang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

RIWAYAT HIDUP

Lina Sari Lubis dilahirkan di Medan pada tanggal 13 Juni 1978, anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Ayahanda Zainal Abidin Lubis danIbunda Nurlan. Menikah dengan Syamsul Alam Nasution, SSTP, MAP pada tanggal

5 September 2004 dan telah dikaruniai dua orang putra dan putri yaitu Alisya Nabilah

  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi petugas kesehatan(metode, media, isi pesan, strategi pesan) dan dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional) terhadap perilaku ibubalita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan MedanTuntungan Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi perilaku ibu balita dalam imunisasi campak dari komunikasi petugas kesehatan adalah metode,media dan isi pesan, sedangkan dari dukungan tokoh agama adalah dukungan instrumental dan dukungan informasional.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Menurut penjelasan Kasubdin P2P Dinas Kesehatan Kota Medan, walaupun dengan keterbatasan dana, fasilitas yang kurang lengkap, serta tenaga yang kurangterampil, tetapi berbagai kebijakan dan strategi dalam pemberantasan penyakit campak telah dilakukan, seperti penyuluhan kepada masyarakat oleh petugaskesehatan melalui puskesmas dan puskesmas pembantu di Kota Medan, tentang penyakit campak dan bahaya yang ditimbulkannya. Berdasarkan penjelasan dari petugas P2P Dinas Kesehatan Kota Medan, masih tingginya kasus campak tersebut disebabkan oleh perilaku dari ibu balitasendiri yang kurang aktif dalam program pemberantasan penyakit campak, antara lain ibu balita tersebut tidak ikut dalam pemberian imunisasi yang dilakukan secara rutindi posyandu 1 bulan sekali.

1.3 Manfaat Penelitian

  Bagi Kepala Dinas Kesehatan Kota MedanSebagai bahan masukan bagi Dinas Kesehatan Kota Medan mengenai sejauh mana pengaruh komunikasi petugas kesehatan dan dukungan tokoh agamaterhadap perilaku ibu balita dalamimunisasi campak, sehingga dapat mengambil suatu kebijakan dengan membuat program yang sesuai untuk meningkatkancakupan imunisasi dan menurunkan jumlah kasus campak. Bagi Petugas Kesehatan dan Tokoh AgamaMenjadi alat evaluasi pribadi petugas kesehatan dan tokoh agama untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Perilaku

  Untuk kepentingankerangka analisis dapat dikatakan bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau secara tidak langsung. Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan.

2.1.1 Perilaku Kesehatan (Notoatmodjo,2007)

  Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, system pelayanankesehatan, makanan serta lingkungan. Dari batasan ini, perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok.

1. Perilaku pemeliharaan kesehatan ( Health maintenance )

Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebabitu, perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek yaitu :

a. Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit, serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit

  Perlu dijelaskan disini, bahwa kesehatan itu sangat dinamis dan relatif, maka dariitu orang yang sehat perlu diupayakan supaya mencapai tingkat kesehatan yang seoptimal mungkin. Makanan dan minuman dapat memelihara serta meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi sebaliknyamakanan dan minuman dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan seseorang, bahkan dapat mendatangkan penyakit.

3. Perilaku kesehatan lingkungan

  Bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya, sehingga lingkungan tersebut tidak memengaruhikesehatannya. Misalnya bagaimana mengelola pembuangan tinja, air minum, tempat pembuangan sampah, pembuangan limbah, dan lainnya.

2.1.2. Domain perilaku

  Meskipun perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang) namun dalam memberikan respon sangattergantung pada karakteristik atau faktor-faktor lain dari orang yang bersangkuan. Faktor-faktor predisposisi (Predisposing factor) Faktor-faktor ini mencakup, pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitandengan kesehatan, sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan, tingkat 2).

2.2 Komunikasi

2.2.1. Definisi Komunikasi

  Stimulus atau rangsangan ini dapat berupa suara/bunyi atau bahasa lisan, maupun berupa gerakan, tindakan, atau simbol-simbol yang diharapkan dapatdimengerti oleh pihak lain, dan pihak lain tersebut merespons atau bereaksi sesuai dengan maksud pihak yang memberikan stimulus. Oleh sebab itu reaksi atau respons,baik dalam bentuk bahasa maupun simbol-simbol ini merupakan pengaruh atau hasil proses komunikasi.

2.2.2 Komponen komunikasi

  Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik.  Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.

2.2.3 Proses komunikasi Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut

  Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengertioleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahamipesan yang dimaksud oleh si pengirim.

2.2.4. Media Komunikasi

  Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi sering disebutsebagai multimedia, pada masyarakat yang masih terbelakang (belum berbudaya Pada masyarakat modern seluruh elemen multimedia menjadi sangat vital dalam membangun kesatuan dan memperkaya informasi. Untuk kepentingan efektifitas dan efisiensi inilah kemudian muncul istilah multimedia yang bersifat infotainment (informatif sekaligusmenghibur) dan multilayer (beberapa lapis tampil pada saat yang sama).

2.2.5 Metode Komunikasi

Dalam hal penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan banyak cara (metode) yang ditempuh, hal ini tergantung pada macam-macam tingkatpengetahuan, pendidikan, sosial budaya dan latar belakang dari komunikan sehingga komunikator harus dapat melihat metode atau cara apa yang akan dipakai supayapesan yang disampaikan mengenai sasaran. Metode atau cara tersebut antara lain :

1. Komunikasi satu tahap

  Komunikasi dua tahapKomunikator dalam menyampaikan pesannya tidak langsung kepada komunikan, tetapi malalui orang-orang tertentu dan kemudian mereka ini meneruskanpesan kepada komunikan. Komunikasi banyak tahapDalam menyampaikan pesan, komunikator melakukan dengan cara-cara lain, tidak selalu mempergunakan komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah akantetapi dengan cara lain yaitu dengan melalui berbagai tahap.

2.3 DUKUNGAN SOSIAL

  Pendapat lain dikemukakan oleh siegel yang menyatakan bahwa dukungan sosial adalah informasi dari orang lain bahwa ia dicintai dan diperhatikan, memilikiharga diri dan dihargai, serta merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan kewajiban bersama. Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dukungan sosial merupakan ketersediaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik danpsikologis yang didapat lewat pengetahuan bahwa individu tersebut dicintai, diperhatikan, dihargai oleh orang lain dan ia juga merupakan anggota dalam suatukelompok yang berdasarkan kepentingan bersama.

1. Dukungan instrumental (tangible assisstance)

  Dukungan emosionalBentuk dukungan ini membuat individu memiliki perasaan nyaman, yakin, diperdulikan dan dicintai oleh sumber dukungan sosial sehingga individu dapatmenghadapi masalah dengan lebih baik. Dukungan dari kelompok sosialBentuk dukungan ini akan membuat individu merasa anggota dari suatu kelompok yang memiliki kesamaan minat dan aktifitas sosial dengannya.

2.3.4 Dampak Dukungan Sosial

  Bagaimana dukungan sosial dapat memberikan kenyamanan fisik dan psikologis kepada individu dapat dilihat dari bagaimana dukungan sosialmemengaruhi kejadian dan efek dari stres. Dukungan sosial juga dapat mengubah hubungan antara respon individu pada kejadian yang dapat menimbulkan stres dan stres itu sendiri, memengaruhi strategiuntuk mengatasi stres dan dengan begitu memodifikasi hubungan antara kejadian yang menimbulkan stres mengganggu kepercayaan diri, dukungan sosial dapatmemodifikasi efek itu.

2.4. Campak

  Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dan remaja dan dewasa muda yangbelum mendapatkan imunisasi kedua.

3. Stadium Konvalensi

  Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua yang lama kelamaan akan hilang sendirir. Hiperpigmentasi ini merupakan gejala pathognomonik untuk morbili.

2.4.4 Komplikasi Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius

  kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan 3. Ensefalitis (infeksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

2.4.5 Diagnosa

  Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan seperti pemeriksaan darah, pembiakan virus dan serologi campak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campakJerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

a. Tahap Reduksi Tahap reduksi campak dibagi dalam 2 tahap

1) Tahap pengendalian campak

2) Tahap pencegahan KLB

  Pada tahap ini cakupan imunisasi dapat dipertahankan tinggi dan merata terjadinya penurunan tajam kasus dan kematian, dan interval terjadinya KLBrelatif lebih panjang. Kendala utama yang dihadapi adalah kelengkapan data/laporan rutinRumah Sakit dan Puskesmas yang masih rendah, beberapa KLB campak yang tidak rutin terlaporkan, pemantauan dini (SKD-KLB) campak pada desa-desa berpotensiKLB pada umumnya belum dilakukan dengan baik terutama di puskesmas, belum semua unit pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta ikut berkontribusimelaporkan bila menemukan campak (Depkes RI.2005).

2.5 Imunisasi

  Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif danterkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya yang masuk kedalam tubuh (Djauzi dan Sundaru, 2003) Kuman disebut antigen, pada saat pertama kali antigen masuk kedalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Tetapi pada reaksi yang ke-2, ke-3dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yanglebih banyak.

2.5.1. Tujuan Imunisasi

2.5.2. Manfaat Imunisasi

  Untuk mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh wabah yang sering berjangkit. Untuk negaraMemperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara, memperbaiki citra bangsa Indonesia diantarasegenap bangsa di dunia.

2.6 Landasan Teori

  DalamReinforcing factor ini meliputi perilaku tokoh masyarakat berupa dukungan tokoh agama dan perilaku petugas kesehatan, tentang bagaimana cara komunikasi petugaskesehatan dalam menyampaikan penyuluhan kepada ibu balita tentang imunisasi campak. Dalam pelaksanaan program pemberantasan penyakit campak, diperlukan partisipasi masyarakat, salah satunya dukungan tokoh agama yang merupakan kuncikeberhasilan, yang dapat juga diartikan sebagai keikutsertaan seseorang atau seekelompok masyarakat dalam suatu kegiatan, dalam hal ini imunisasi campak.

2.7 Kerangka Konsep Penelitian

Berdasarkan rumusan teori tersebut, maka peneliti dapat merumuskan kerangka konsep penelitian serta varibel – variabel yang akan diteliti, seperti padagambar berikut : 31 Variabel Independen Variabel Dependen Komunikasi petugas Kesehatan: Perilaku Ibu Balita Dalam Immunisasi Dukungan Tokoh Agama instrumentalDukungan - informasional emosional Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Jenis penelitian Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian survei dengan tipe explanatory research untuk menjelaskan pengaruh komunikasi petugas kesehatan dan dukungan tokoh agama terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas SimalingkarKecamatan Medan Tuntungan Kota Medan, dengan alasan, di PuskesmasSimalingkar terdapat balita yang menderita campak terbanyak di Kota Medan, yaitu 99 kasus di tahun 2008.

3.3.1 Populasi Penelitian

  Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita (9-12 bulan), yang ada diwilayah kerja Puskesmas Simalingkar kecamatan Medan Tuntungan KotaMedan. Adapun jumlah populasi tersebut adalah 387 orang.

3.3.2 Sampel Penelitian

  Teknik sampling dalam penelitian ini adalah simple random sampling (sampel acak sederhana), yaitu setiap anggota dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Besar sampel dalam penelitian dihitung dengan menggunakan rumus :N n = ---------- 1+ Ne² Dimana : n = ukuran sampelN = ukuran populasi e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yangmasih ditolerir (10 % )Berdasarkan perhitungan didapatkan jumlah sampel yang diteliti sebesar 79,6 orang menjadi 80 orang.

3.4 Metode Pengumpulan Data

1. Data Primer

  Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari ibu balita dengan bertanya langsung pada ibu dengan menggunakan kuesioner. Sebelum melakukanpenelitian dilakukan uji validitas dan reliabilitas dilokasi yang berbeda dari lokasi peneltian, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kuesioner tentang variabelindependen yaitu komunikasi petugas kesehatan (metode, media, strategi pesan, isi pesan) dan dukungan tokoh agama ( dukungan instrumental, dukungan emosional, dukunganinformasi), variabel dependen (perilaku ibu balita dalam imunisasi campak) yang disusun mampu mengukur apa yang hendak diukur.

2. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari posyandu dan Puskesmas Simalingkar serta sumber lainnya.

3.5 Variabel dan Definisi Operasional

  Variabel Independen ( Variabel bebas ) : komunikasi petugas kesehatan(metode, media, strategi pesan, isi pesan) dan dukungan tokoh agama(dukungan instrumental, dukungan emosional, dukungan informasional) Definisi Operasional 1. Perilaku ibu balita dalam imunisasi campak adalah suatu bentuk tindakan dari ibu untuk membawa balitanya untuk diimunisasi campak pada umur 9 – 12 bulan.

6. Dukungan instrumental adalah adanya interaksi tokoh agama kepada ibu balita berupa pemberian bantuan makanan tambahan di posyandu

  7 Dukungan emosional adalah adanya interaksi antara tokoh agama terhadap ibu balita dalam pemberian imunisasi campak dalam bentuk empati dan kepedulian 8. Dukungan informasi adalah adanya interaksi antara tokoh agama terhadap ibu balita dalam memberikan informasi tentang manfaat dan pentingnya imunisasicampak kepada balita.

3.6 Metode Pengukuran

  Isi Pesan 8 Ya (2) Tidak (1) Baik (12-16)Kurang (8-11) Kuesioner(Interval) Metode pengukuran variabel independen dapat dilihat pada tabel 3.2. Metode Pengukuran Variabel Independen (Lanjutan) Variabel Jumlah Alternatif Kategori Alat dan Pertanyaan Jawaban dan Skala UkurBobot Nilai 5.

3.7 Metode Analisis Data

Analisa data dalam penelitian ini terdiri menggunakan uji regresi logistik berganda pada taraf nyata 95 % ( p < 0,05 ) untuk mengetahui pengaruh komunikasipetugas kesehatan dan dukungan tokoh agama terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan KotaMedan.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

  Kecamatan Medan Tuntungan terdiri dari 9 kelurahan dengan jumlah penduduk 94.149 jiwa terdiri dari 47.188 jiwa laki-laki dan 46.961jiwa perempuan. (Data dasar Kecamatan Simalingkar. 2009) Sarana-sarana pendukung Puskesmas Simalingkar adalah 1 buah bangunanPuskesmas, 2 buah Puskesmas Pembantu, 35 Posyandu, dan 1 buah ambulance sebagai Puskesmas Keliling yang memberikan pelayanan ke masyarakat sertamembawa pasien rujukan ke rumah sakit (Data Dasar Puskesmas Simalingkar, 2009).

4.2. Analisis Univariat

Analisis Univariat yaitu untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi dan persentase dari variabel yang diteliti baik variabel independen maupun variabeldependen yang meliputi komunikasi petugas kesehatan (metode, media, strategi pesan, isi pesan) dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukunganinformasional, dukungan emosional) dan perilaku ibu balita dalam imunisasi campak.

4.2.1 Komunikasi Petugas Kesehatan

  Isi Pesan 75 25 Jumlah 80 100 Dari tabel 4.1 diatas dapat dilihat bahwa responden yang berpendapat metode komunikasi dari petugas kesehatan baik sebanyak 53,8% atau 43 responden,sedangkan responden yang berpendapat metode komunikasi dari petugas kesehatan kurang sebanyak 46,2% atau 37 responden. Responden yang berpendapat isi pesan yang disampaikan petugas kesehatan baik sebanyak 75 % atau 60 responden, sedangkan responden yang berpendapat isipesan yang disampaikan petugas kurang sebanyak 25 % atau 20 responden.

4.2. Distribusi Frekuensi Dukungan Instrumental, Dukungan Informasional, Dukungan Emosional Tokoh Agama No. Variabel Frekuensi (%)

  Responden berpendapat dukungan informasional dari tokoh agama baik sebanyak63,8 % atau 61 responden, sedangkan responden yang berpendapat dukungan informasional dari tokoh agama kurang sebanyak 36,2 % atau 29 responden. Responden berpendapat dukungan emosional dari tokoh agama baik sebanyak67,5 % atau 54 responden, sedangkan responden yang berpendapat dukungan emosional dari tokoh agama kurang sebanyak 32,5 % atau 26 responden.

4.2.3 Perilaku Ibu Balita Dalam Imunisasi Campak

  Diberikan imunisasi campak 61 76,2 2. Tidak diberikan imunisasi 19 23,8 campakJumlah 80 100 Dari tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa 76,2% responden memberikan imunisasi campak pada balitanya, sedangkan tidak memberikanimunisasi campak 23,8% responden.

4.3. Analisa Bivariat

  Adapun variabel independen adalahkomunikasi petugas kesehatan (metode, media, strategi pesan, isi pesan) , dukungan tokoh agama (dukungan instrumental, dukungan informasional, dukunganemosional), sedangkan variabel dependen adalah perilaku ibu balita dalam imunisasi campak. Juga dimaksudkan untuk menentukan kandidat multivariat, dari variabelindependen (metode, media, strategi pesan, isi pesan) yang dapat dijadikan kandidat untuk diuji dengan regresi logistik berganda.

4.3.1. Hubungan Komunikasi Petugas Kesehatan (metode, media, strategi pesan, isi pesan ) terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak

  Distribusi Komunikasi Petugas Kesehatan dan Perilaku Ibu Balita Dalam Imunisasi Campak Di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan No Komunikasi Petugas Perilaku Ibu Balita dalam X Kesehatan imunisasi Campak Total (p Value) diberi imunisasi tidak diberi Imunisasi n % n % n % 1. Metode 1 2,3 43 100 21,077 18 48,6 37 100 (0,000) 2.

4.3.1.1. Hubungan Metode terhadap Perilaku ibu Balita dalam Imunisasi Campak

  Hubungan Media terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang menyatakan media komunikasi petugas kesehatan baik, 91,4% memberikan imunisasi campakpada balitanya, dan 8,6% tidak memberikan imunisasi campak pada balitanya. Hubungan Strategi Pesan terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari 57 responden yang menyatakan strategi pesan yang disampaikan petugas kesehatan baik, 84,2% memberikanimunisasi campak pada balitanya, dan 15,8% tidak memberikan imunisasi campak pada balitanya.

4.3.2. Hubungan Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak dalam Pemberian Imunisasi Campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan

  Dukungan emosi- onal 4.3.2.1 Hubungan Dukungan Instrumental terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Dari tabel 4.5 dapat diketahui bahwa dari 53 responden yang menyatakan dukungan instrumental dari tokoh agama baik, 96,2% memberikan imunisasi campakpada balitanya, dan 3,8% tidak memberikan imunisasi campak pada balitanya. 4.3.2.2 Hubungan Dukungan Informasional terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari 51 responden yang menyatakan dukungan informasional dari tokoh agama baik, 92,2% memberikan imunisasicampak pada balitanya, dan 7,8% tidak memberikan imunisasi campak pada balitanya.

4.3.3 Pemilihan Variabel Kandidat Multivariat

  Dalam penelitian ini terdapat 7 variabel yang diduga berhubungan dengan perilaku ibu balita dalam imunisasi campak yaitu metode, media, strategi pesan, isipesan, dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional. Isi Pesan 1,735 9,098 0,003 5 Dukungan instrumental 3,769 20,942 0,000 6 Dukungan informasional 2.533 15,671 0,000 7 Dukungan Emosional 2,836 18,809 0,000Dari hasil analisis yang dilakukan ternyata semua variabel Independen (Metode, Media, Strategi Pesan,Isi Pesan, Dukungan Instrumental, DukunganInformasional, Dukungan Emosional) memiliki p value <0,025, sehingga dapat dijadikan kandidat untuk diuji dengan Regresi Logistik Berganda.

4.4. Analisis Multivariat

  Analisis Multivariat bertujuan untuk mengetahui variabel independen(metode, media, strategi pesan, isi pesan, dukungan instrumental,dukungan informasional, dukungan emosional) mana yang berpengaruh terhadap variabeldependen (perilaku ibu balita dalam imunisasi campak) di Puskesmas SimalingkarKecamatan Medan Tuntungan. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik Berganda Antara Variabel Independen dan Variabel Dependen No Variabel B Wald P Value 2 Media 7,407 5,242 0,022 3 Strategi Pesan 1,331 0,440 0,507 4 Isi Pesan 5,435 4,665 0,031 5 Dukungan emosional -3,419 3,638 0,056 6 Dukungan instrumental 5,427 5,736 0,017 7 Dukungan informasional5,361 4,743 0,029 Dari hasil diatas dapat dilihat ada variabel yang p value – nya diatas 0,05.

BAB 5 PEMBAHASAN

  Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Hasil uji Multivariat dengan uji logistik berganda diketahui bahwa dari variabel komunikasi petugas kesehatan yaitu metode (p-value 0,025), media (p-value0,025) dan isi pesan (p-value 0,037). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa secara umum, komunikasi memberikan pengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak diPuskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.

2. Memahami faktor situasi dan kondisi si penerima pesan

  Pengaruh Dukungan Tokoh Agama terhadap Perilaku Ibu Balita dalam Imunisasi Campak Hasil uji multivariat dengan uji logistik berganda diketahui bahwa dari variabel dukungan tokoh agama yaitu dukungan instrumental (p-value 0,011), dandukungan informasional (p-value 0,034), kedua variabel mempunyai nilai p-value< 0,05, sehingga varibel tersebut secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak. Lieberman (1992) mengemukakan dukungan sosial dapat menurunkan kecenderungan munculnya kejadian yang dapat menimbulkan stres, bila kejadian itumuncul interaksi dengan orang lain dapat memodifikasi atau mengubah persepsi individu pada kejadian tersebut, mengubah hubungan antara respon individu padakejadian yang dapat menimbulkan stres, memengaruhi strategi untuk mengatasi stres, sehingga terjadilah perubahan perilaku seperti yang diharapkan dari dukungan tadi.

5.3. Keterbatasan Penelitian

  Data primer diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner yang ditanyakan langsung pada responden. Ada kemungkinan terjadi bias dimanaresponden menjawab tidak sesuai dengan harapan peneliti.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medandari komunikasi petugas kesehatan adalah metode, media, dan isi pesan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu balita dalam imunisasi campak di Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medanadalah media komunikasi dari petugas kesehatan.

A. KOMUNIKASI PETUGAS KESEHATAN (1) PERTANYAAN METODE

  Apakah petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang imunisasi campak berbicara dengan kecepatan dan intonasi yang epat sehingga ibu dapat mendengardengan jelas ? Apakah dalam penyampaian informasi tentang imunisasi campak oleh petugas kesehatan ada hujan / suara petir yang mengganggu pendengaran ibu ?a.

3. Apakah tulisan di brosur / leaflet mudah ibu pahami ?

  a. Ya b.

4. Apakah gambar dibrosur / leaflet mudah ibu pahami ?

a.ya

b. Tidak

  Apakah petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang imunisasi campak melalui tape recorder ?a. Ya b.

6. Apakah suara pada tape recorder terdengar jelas oleh ibu ? a. Ya

  Apakah petugas kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang imunisasi campak dengan bahasa dan istilah yang sama dengan bahasa dan istilah yang ibugunakan sehari-hari ? Apakah ibu bertanya / menyatakan pendapat ketika ada informasi tentang imunisasi campak yang diberikan petugas kesehatan yang tidak jelas / tidakdimengerti oleh ibu ?

1. Apakah petugas kesehatan memberikan penjelasan apa itu imunisasi pada ibu?

  Apakah petugas kesehatan memberikan penjelasan kerugian pemberian imunisasi campak pada ibu ?a. Apakah petugas kesehatan memberitahukan kapan ibu memberikan imunisasi campak pada balita ibu ?a.

B. DUKUNGAN TOKOH AGAMA

  Apakah tokoh agama memberikan semangat untuk melakukan pemberian imunisasi campak kepada balita ibu ?a. Apakah tokoh agama pernah memberikan makanan tambahan untuk balita ibu yang mau di imunisasi ?a.

5. Apakah tokoh agama pernah membantu ibu jika balita ibu sakit ?

  Apakah tokoh agama pernah memberikan informasi tentang imunisasi campak kepada ibu ?a. Apakah tokoh agama selalu ikut mengingatkan ibu untuk tidak lupa memberikan imunisasi campak kepada balita ibu ?a.

5. Apakah tokoh agama selalu mengingatkan ibu bahaya penyakit campak ?

  Tidak 6 Apakah tokoh agama mengingatkan ibu bahwa penyakit campak bisa dicegah dengan pemberian imunisasi campak ?a. Tidak 7 Apakah tokoh agama pernah memberikan informasi kepada ibu tentang manfaat dari imunisasi campak ?a.

PERILAKU IBU DALAM IMUNISASI CAMPAK

1. Apakah anak balita ibu mendapatkan imunisasi campak pada umur 9 bulan ?

  Apakah imunisasi anak ibu lengkap dan sesuai dengan jadwal pemberian imunisasi?a. Alasan ibu membawa anak untuk di imunisasi campak ..

HASIL UJI STATISTIKVALIDITAS DAN RELIABILITAS

1. Komunikasi Petugas Kesehatan Reliability

  METODE1 1.3000 .4661 30.0 2. METODE2 1.3000 .4661 30.0 3.

2. Dukungan Tokoh Agama Reliability

  EMOSI1 1.5333 .5074 30.0 2. EMOSI2 1.5667 .5040 30.0 3.

3. Pemberian Imunisasi Campak

Pemberian Imunisasi Campak, merupakan variabel dependen ber skala nominal yang terdiri atas 1 pertanyaan, sehingga tidak di uji validitas dan reliabilitasnya

HASIL UJI STATISTIK

Distribusi Responden Menurut Pendidikan :Pendidikan Responden 53.8 53.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal 40 50.0 50.0 100.0 80 100.0 100.0PNS/POLRIPetani/BuruhWiraswasta/PegawaiSwastaTidak BekerjaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent METODE1Petugas kesehatan memberikan informasi imunisasi campak baik 37 46.3 46.3 46.3 43 ValidFrequency Percent Valid Percent 28.8 CumulativePercent METODE2Petugas kesehatan emberi informasi jelas 42 52.5 52.5 52.5 38 47.5 47.5 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent 50.0 28.8 6 23 7.5 7.5 7.5 18 22.5 22.5 30.0 40 50.0 50.0 80.0 16 20.0 20.0 100.0 80 100.0 100.0Tamat SDTamat SLTPSLTATamat D3/S1Total ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent Distribusi Responden Menurut Pekerjaan :Pekerjaan Responden 11 13.8 13.8 13.8 6 7.5 7.5 21.3

1. UNIVARIAT

A. METODE

METODE3 Suara petugas kesehatan dapat didengar dengan baik 57.5 57.5 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent METODE6 Penyampaian informasi saat ada hujan/petir 34 42.5 42.5 42.5 46 ValidFrequency Percent Valid Percent 41 CumulativePercent METODE7 Penyampaian informasi pada saat ada suara pesawat, kereta api, kendaraan melintas 41 51.3 51.3 51.3 39 48.8 48.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent 51.3 51.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal 48.8 37 39 46.3 46.3 46.3 43 53.8 53.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent METODE4 Petugas kesehatan pernah salah ucap 48.8 48.8 48.8 48.8 41 51.3 51.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent METODE5 Penyampaian inforasi di tempat yang bising 39 48.8 CumulativePercent TOTAL SKOR METODE Total skor responden dari pertanyaan metodeCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 7 4 5.0 5.0 5.0 8 6 7.5 7.5 12.5 9 6 7.5 7.5 20.0 10 21 26.3 26.3 46.3 11 19 23.8 23.8 70.0 12 14 17.5 17.5 87.5 13 6 7.5 7.5 95.0 14 4 5.0 5.0 100.0 Total80 100.0 100.0 KATEGORI METODE Kategori metodeCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 43 53.8 53.8 53.8 kurang 37 46.3 46.3 100.0 Total80 100.0 100.0

B. MEDIA MEDIA 1 Informasi campak langsung dari petugas

CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 41 51.3 51.3 51.3 ya 39 48.8 48.8 100.0Total 80 100.0 100.0 MEDIA 2 Informasi campak melalui brosur/leafletCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 42 52.5 52.5 52.5 ya 38 47.5 47.5 100.0 Total80 100.0 100.0 MEDIA 3 Tulisan di Brosur/Leaflet mudah dibacaCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 49 61.3 61.3 61.3 ya 31 38.8 38.8 100.0 Total80 100.0 100.0 MEDIA 4 Gambar di Brosur/Leaflet mudah dipahami CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 49 61.3 61.3 61.3 ya 31 38.8 38.8 100.0Total 80 100.0 100.0 MEDIA 5 Informasi campak elalui tape recorder CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 51 63.8 63.8 63.8 ya 29 36.3 36.3 100.0Total 80 100.0 100.0 MEDIA 6 Suara tape recorder dapat didengar jelas CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 47 58.8 58.8 58.8 ya 33 41.3 41.3 100.0Total 80 100.0 100.0 TOTAL SKORE MEDIA Total skor responden dari pertanyaan mediaCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 6 6 7.5 7.5 7.5 7 11 13.8 13.8 21.3 8 28 35.0 35.0 56.3 9 16 20.0 20.0 76.3 10 12 15.0 15.0 91.3 11 4 5.0 5.0 96.3 12 3 3.8 3.8 100.0 Total80 100.0 100.0 KATEGORI MEDIA Kategori media CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 35 43.8 43.8 43.8 kurang 45 56.3 56.3 100.0Total 80 100.0 100.0

C. STRATEGI STRATEGI 1 Penyampaian informasi dengan istilah yang digunakan sehari-hari

33.8 CumulativePercent TOTAL SKOR STRATEGI Total skor responden dari pertanyaan strategi pesan 5 6.3 6.3 6.3 18 22.5 22.5 28.8 27 33.8 62.5 51.3 51.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal 23 28.8 28.8 91.3 7 8.8 8.8 100.0 80 100.0 100.0 4 5 6 7 8 TotalValid Frequency Percent Valid PercentCumulative Percent ValidFrequency Percent Valid Percent 31 38.8 46.3 46.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal 38.8 38.8 49 61.3 61.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent STRATEGI 2 Penyampaian Informasi menggunakan kata-kata asing dan tidak jelas 43 53.8 53.8 53.8 37 ValidFrequency Percent Valid Percent Percent 48.8 STRATEGI 3 Bahasa yang digunakan dalam penyapaian informasi dengan jelas dan cepat 38 47.5 47.5 47.5 42 52.5 52.5 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent STRATEGI 4 Responden bertanya ketika informasi disampaikan 39 48.8 48.8 41 KATEGORI STRATEGI Kategori strategi pesan 57 71.3 71.3 71.3 23 28.8 28.8 100.0 80 100.0 100.0baik kurangTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent

D. ISI

28 40 40.0 48 60.0 60.0 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent ISI 4 Petugas kesehatan memberi informasi ttg keuntungan imunisasi campak 50.0 40.0 50.0 50.0 40 50.0 50.0 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent 40.0 32 35.0 29 35.0 35.0 52 65.0 65.0 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent Percent ISI 2 Petugas kesehatan memberi penjelasan ttg manfaat imunisasi 36.3 ISI 3 Petugas kesehatan memberi informasi tentang dampak imunisasi campak 36.3 36.3 ISI 1 Petugas kesehatan memberi penjelasan ttg imunisasi 63.8 63.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent 51 ISI 5 Petugas kesehatan memberi informasi ttg kerugian tidak memberi munisasi campakCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 42 52.5 52.5 52.5 ya 38 47.5 47.5 100.0 Total80 100.0 100.0 ISI 6 Petugas kesehatan memberi informasi kapan imunisasi campak pada balitaCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 35 43.8 43.8 43.8 ya 45 56.3 56.3 100.0 Total80 100.0 100.0 ISI 7 Petugas kesehatan memberi informasi dimanadidapatkan imunisasi campakCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 29 36.3 36.3 36.3 ya 51 63.8 63.8 100.0 Total80 100.0 100.0 ISI 8 Petugas kesehatan memberi informasi biaya imunisasi campakCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 34 42.5 42.5 42.5 ya 46 57.5 57.5 100.0 Total80 100.0 100.0 TOTAL SKOR ISI Total skor responden dari pertanyaan isi pesanCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 8 2 2.5 2.5 2.5 9 1 1.3 1.3 3.8 10 6 7.5 7.5 11.3 11 11 13.8 13.8 25.0 12 15 18.8 18.8 43.8 13 15 18.8 18.8 62.5 14 22 27.5 27.5 90.0 15 6 7.5 7.5 97.5 16 2 2.5 2.5 100.0 Total80 100.0 100.0 KATEGORI ISI Kategori isi pesan 60 75.0 75.0 75.0 20 25.0 25.0 100.0 80 100.0 100.0baik kurangTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent

E. DUKUNGAN EMOSIONAL EMOSIONAL 1 Tokoh agama mendengar keluhan yang responden sampaikan

36.3 32 52.5 38 47.5 47.5 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent EMOSIONAL 4 Tokoh agama menganjurkan responden imunisasi teratur 40.0 52.5 40.0 40.0 48 60.0 60.0 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent 52.5 42 36.3 41 36.3 51 63.8 63.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent EMOSIONAL 2 Tokoh agama peduli dengan keluhan ttg campak yang responden sampaikan 51.3 EMOSIONAL 3 Tokoh agama memberi semangat untuk melakukan imunisasi campak 51.3 51.3 29 48.8 48.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent 39 TOTAL SKOR EMOSIONAL Total skor responden dari pertanyaan dukungan emosional tokoh agama CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid 4 2 2.5 2.5 2.5 5 24 30.0 30.0 32.5 6 23 28.8 28.8 61.3 7 18 22.5 22.5 83.8 8 13 16.3 16.3 100.0Total 80 100.0 100.0 KATEGORI EMOSIONAL Kategori dukungan emosional CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 54 67.5 67.5 67.5 kurang 26 32.5 32.5 100.0Total 80 100.0 100.0 INSTRUMENTAL 1 Tokoh agama memberi bantuan dana ketika responden tidak memiliki dana untuk biaya transportasiCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 22 27.5 27.5 27.5 ya 58 72.5 72.5 100.0 Total80 100.0 100.0 INSTRUMENTAL 2 Tokoh agama emberi makanan tambahan pada balita responden yang mau di imunisasiCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 35 43.8 43.8 43.8 ya 45 56.3 56.3 100.0 Total80 100.0 100.0 INSTRUMENTAL 3 tokoh agama memberi fasilitas untuk tempat posyandu CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 37 46.3 46.3 46.3 ya 43 53.8 53.8 100.0Total 80 100.0 100.0 INSTRUMENTAL 4 Tokoh agama pernah mengantar responden untuk imunisasi campak CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 34 42.5 42.5 42.5 ya 46 57.5 57.5 100.0Total 80 100.0 100.0 INSTRUMENTAL 5 Tokoh agama pernah membantu responden ketika balitanya sakit CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 23 28.8 28.8 28.8 ya 57 71.3 71.3 100.0Total 80 100.0 100.0 TOTAL INSTRUMENTAL Total skor dari pertanyaan dukungan instrumentalis tokoh agama CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid 5 2 2.5 2.5 2.5 6 4 5.0 5.0 7.5 7 21 26.3 26.3 33.8 8 16 20.0 20.0 53.8 9 30 37.5 37.5 91.3 10 7 8.8 8.8 100.0Total 80 100.0 100.0 KATEGORI INSTRUMENTAL Kategori dukungan instrumentalis CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 53 66.3 66.3 66.3 kurang 27 33.8 33.8 100.0Total 80 100.0 100.0 ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent INFORMASI 4 Tokoh agama mengingatkan responden untuk imunisasi campak 35 43.8 43.8 43.8 45 56.3 56.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal CumulativePercent 65.0 65.0 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal INFORMASI 5 Tokoh agama mengingatkan ibu tentang bahaya penyakit campak 43 53.8 53.8 53.8 37 46.3 46.3 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent ValidFrequency Percent Valid Percent INFORMASI 1 Tokoh agama pernah memberi informasi tentang imunisasi campak 25 36.3 31.3 31.3 31.3 55 68.8 68.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent INFORMASI 2 Tokoh agama emberi informasi tentang pentingnya imunisasi campak 29 36.3 35.0 36.3 51 63.8 63.8 100.0 80 100.0 100.0tidak yaTotal ValidFrequency Percent Valid Percent CumulativePercent INFORMASI 3 Tokoh agama memberi informasi tentang perawatan anak setelah iunisasi campak 28 35.0 35.0 52 INFORMASI 6 Tokoh agaa mengingatkan ibu bahwa penyakit campak dapat dicegah dengan imunisasi campakCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 34 42.5 42.5 42.5 ya 46 57.5 57.5 100.0 Total80 100.0 100.0 INFORMASI 7 Tokoh agama memberi informasi tentang manfaat imunisasi campakCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid tidak 38 47.5 47.5 47.5 ya 42 52.5 52.5 100.0 Total80 100.0 100.0 TOTAL SKOR INFORMASI Total skor responden dari dukungan informasi tokoh agamaCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid 8 4 5.0 5.0 5.0 9 6 7.5 7.5 12.5 10 19 23.8 23.8 36.3 11 20 25.0 25.0 61.3 12 17 21.3 21.3 82.5 13 8 10.0 10.0 92.5 14 6 7.5 7.5 100.0 Total80 100.0 100.0 KATEGORI INFORMASI Kategori dukungan informasiCumulative Frequency Percent Valid Percent Percent Valid baik 51 63.8 63.8 63.8 kurang 29 36.3 36.3 100.0 Total80 100.0 100.0

H. VARIABEL DEPENDEN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK Balita responden mendapat imunisasi campak pada umur 9 bulan

Cumulative Frequency Percent Valid Percent PercentValid diberikan 61 76.3 76.3 76.3 imunisasi campaktidak diberikan 19 23.8 23.8 100.0 imunisasi campakTotal 80 100.0 100.0

DATA PENDUKUNG

7 Valid Frequency Percent Valid PercentCumulative Percent 3.8 3.8 100.0 80 100.0 100.0kemauan sendiri dianjurkan totoh agamadianjurkan petugas kesehatandianjurkan orang lain Total 3 96.3 31.3 31.3 25 65.0 8.8 8.8 Distribusi Responden Menurut Kelengkapan dan Keteraturan Imunisasi CampakImunisasi campak lengkap dan sesuai jadwal 31 56.3 56.3 45 Distribusi Responden Berdasarkan Alasan Memberi Imunisasi Campak :Alasan membawa anak untuk imunisasi CumulativePercent ValidFrequency Percent Valid Percent 61.3 61.3 100.0 80 100.0 100.0imunisasi lengkap dan sesuai jadwalimunisasi tidak lengkap dan tidak sesuai jadwalTotal 49 38.8 38.8 38.8 56.3

2. A. BIVARIAT UJI HUBUNGAN DENGAN KAI KUADRAT (Chi-Square) METODE

  Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)b Pearson Chi-Square 23.565 1 .000a Continuity Correction 21.0771 .000 Likelihood Ratio 26.944 1 .000 Fisher's Exact Test.000 .000 Linear-by-Linear 23.271 1 .000 AssociationN of Valid Cases 80 a. Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)b Pearson Chi-Square 6.938 1 .008a Continuity Correction 5.4931 .019 Likelihood Ratio 6.4941 .011 Fisher's Exact Test .018 .011 Linear-by-Linear6.851 1 .009 Association N of Valid Cases 80 a.

DUKUNGAN EMOSIONAL

  Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)b Pearson Chi-Square 34.605 1 .000a Continuity Correction 31.4131 .000 Likelihood Ratio 35.0831 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear34.172 1 .000 Association N of Valid Cases 80 a. Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)b Pearson Chi-Square 19.6571 .000a Continuity Correction 17.309 1 .000 Likelihood Ratio19.499 1 .000 Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear19.412 1 .000 Association N of Valid Cases 80 a.

2. B. BIVARIAT PENENTUAN KANDIDAT METODE Logistic Regression Case Processing Summary

  Step 1 Step26.944 1 .000 Block 26.944 1 .000Model 26.944 1 .000 Model Summary 160.765 .286 .429 aClassification Table PredictedBalita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulantidak diberikan diberikanimunisasi imunisasi Percentage Observed campak campak CorrectStep 1 Balita responden diberikan 61 100.0mendapat imunisasi imunisasi campak campak pada umur 9tidak diberikan 19 .0bulan imunisasi campakOverall Percentage 76.3 a. Step 1 Step6.494 1 .011 Block 6.494 1 .011Model 6.494 1 .011 Model Summary 181.215 .078 .117 aClassification Table PredictedBalita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulantidak diberikan diberikanimunisasi imunisasi Percentage Observed campak campak CorrectStep 1 Balita responden diberikan 61 100.0mendapat imunisasi imunisasi campak campak pada umur 9tidak diberikan 19 .0bulan imunisasi campakOverall Percentage 76.3 a.

3. Multivariate

  PercentageCorrect Balita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulan Step 0diberikan imunisasicampak tidakdiberikan imunisasicampak Balita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulanOverall Percentage 76.3 Observed diberikanimunisasi campak tidak diberikanimunisasi campak 61 100.0 19 .0 Internal Value 80 100.0.0 80 100.0.0 80 100.0 1 Original Value diberikanimunisasi campak tidak diberikanimunisasi campak Dependent Variable Encoding a. 1 PercentageCorrect Balita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulan Step 1diberikan imunisasicampak tidakdiberikan imunisasicampak Balita responden mendapat imunisasicampak pada umur 9 bulanOverall Percentage 93.8 Observed diberikanimunisasi campak tidak diberikanimunisasi campak 78.9 15 4 98.4 1 60 Classification Table a NagelkerkeR Square Cox & SnellR Square 20.472 .568 .854Step Variables in the Equation Model Summary Step 1 Chi-square df Sig.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Komunikasi Petugas Kesehatan dan Duk..

Gratis

Feedback