LAPORAN KIMIA UJI BALON DAN LILIN

Gratis

3
81
12
2 years ago
Preview
Full text

BAB 1 Pendahuluan Balon adalah suatu benda yang terbuat dari karet yang dapat ditiup dan akan mengembang

  karena adanya tekanan gas. Balon terbagi menjadi dua macam, yaitu balon mainan dan balon udara. Asam cuka atau asam asetat adalah senyawa kimia organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH. Asam cuka memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa melarutkan baik senyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa non-polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia. Soda kue atau natrium bikarbonat adalah senyawa yang larutannya dalam air bersifat basa lemah. Soda kue digunakan tidak hanya sebagai bahan untuk memasak, tapi juga untuk pengobatan (sebagai contoh obat gastrointestinal). Selama ini, banyak orang mengira balon hanya mengembang karena seseorang yang meniupnya. Namun, balon juga dapat mengembang dengan adanya campuran cuka dan soda. Oksigen sangat berpengaruh dalam proses kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua makhluk hidup membutuhkan Oksigen untuk mempertahankan hidupnya. Begitu juga dengan proses pembakaran pada lilin. Lilin akan tetap menyala jika lilin berada pada tempat terbuka dan cukup udara. Jika lilin yang menyala itu kita tutup menggunakan gelas misalnya, dalam waktu 4 detik api itu akan padam.

BAB 2 Pembahasan A. Judul Praktikum : Praktikum Senyawa Uji Balon dan Lilin B. Pelaksanaan dan tanggal : Rabu, 12 November 2014 C. Rumusan Masalah : 1. Mengapa campuran larutan asam cuka dengan soda kue dapat

  membuat balon mengembang sendiri ?

  2. Mengapa nyala lilin yang ditutup dengan gelas cepat mati dari pada lilin yang dibiarkan menyala di udara bebas ?

  D. Tujuan Praktikum : - Mengetahui gas hasil reaksi dari cuka (CH COOH) dengan

  3

  soda kue sehingga menyebabkan balon meniup sendiri

  • Mengetahui balon tidak hanya mengembang dengan ditiup udara, namun juga bisa mengembang dengan campuran cuka dan soda kue
  • Mengetahui dan membuktikan pengaruh udara terhadap nyala api pada pembakaran lilin.

  E. Dasar Teori :

1. Balon mengembang tanpa ditiup

  Balon adalah suatu benda yang terbuat dari karet yang dapat ditiup dan akan mengembang karena adanya tekanan gas. Balon terbagi menjadi dua macam, yaitu balon mainan dan balon udara. Asam cuka atau asam asetat adalah senyawa kimia organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam sulfur dan iodin. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia.

  Soda kue atau natrium bikarbonat adalah senyawa yang larutannya dalam air bersifat basa lemah. Soda kue digunakan tidak hanya sebagai bahan untuk memasak, tapi juga untuk pengobatan (sebagai contoh obat gastrointestinal). Senyawa ini juga dibuat dalam tubuh kita. Senyawa ini membantu menetralkan asam dalam tubuh kita (menetralkan asam lambung).

  Pada reaksi kimia satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat baru. Sesuai dengan percobaan ini asam cuka (CH3COOH) direaksikan dengan soda kue (NaHCO

  3 ) menghasilkan gas CO 2 , berarti telah terjadi

  reaksi kimia yang mengakibatkan terbentuknya gas dengan cara perubahan kimia, karena menghasilkan jenis zat baru. Hal ini dibuktikan melalui pengamatan ketika dicampurkan antara asam cuka dan soda kue terjadinya buih, sehingga balon yang tadinya kecil menjadi besar, karena disebabkan gas CO 2 dari hasil reaksi tersebut. Reaksi netralisasi merupakan reaksi penetralan asam oleh basa dan menghasilkan air. Hasil air merupakan produk dari reaksi antara ion H+ pembawa sifat asam dengan ion hidroksida (OH-) pembawa sifat basa, Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah,

  artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H dan CH 3 COO . Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting.

  Senyawa yang bersifat asam yang dicampurkan dengan senyawa basa akan menghasilkan senyawa yang netral. Untuk membuktikan hal tersebut di lakukan percobaan senyawa asam lemah pada larutan asam cuka (CH

3 COOH) dengan senyawa basa kuat pada larutan soda

  kue (NaHCO 3 ) . membutuhkan oksigen untuk proses fotosintesis. Makhluk hidup bias mati tanpa adanya oksigen, karena sumber utama makhluk hidup mampu bertahan hidup adalah oksigen. Begitu juga dengan proses pembakaran pada lilin. Lilin akan tetap menyala jika lilin berada pada tempat terbuka dan cukup udara. Jika lilin yang menyala itu kita tutup menggunakan gelas (misalnya), dalam waktu 4 detik, api itu akan padam. Ini disebut dengan peristiwa reduksi karena oksigen di dalam gelas sedikit dan lama-lama habis sehingga melepas oksigen.

  F. Alat dan Bahan :

  G. Langkah Kerja :

   Segera setelah bubuk soda kue dituangkan ke dalam botol, langsung memasukkan leher balon ke dalam leher botol kaca tadi. Mengamati balon yang mengembang.

  ) ke dalam botol yang sudah diisi asam cuka

  3

   Memasukkan soda kue bubuk/ baking powder (NaHCO

   Memasukkan asam cuka (CH

   Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

  1. Uji balon mengembang tanpa ditiup

  5. Botol kaca berleher

  Alat : Bahan :

  4. Balon

  3. Gelas kaca 1 buah

  3 )

  2. Soda kue bubuk/baking powder (NaHCO

  2. Korek api

  3 COOH) 1 botol

  1. Asam cuka (CH

  1. Lilin

3 COOH) ke dalam botol kaca berleher.

   Memotong panjang lilin sampai ¾ dari gelas.

   Menyulut lilin dengan api.

   Meletakkan lilin yang sudah nyala apinya secara tegak lurus.

   Menutup lilin dengan gelas secara perlahan-lahan.

   Mengamati berapa lama nyala api lilin apabila ditutupi dengan gelas.

H. Hasil Pengamatan :

  1. Percobaan uji balon mengembang tanpa ditiup Alat dan bahan yang sudah disiapkan.

  1

2 Menuangkan soda kue ke dalam botol kaca berleher.

  Menuangkan asam cuka ke dalam botol kaca berleher.

  3

  2. Percobaan uji nyala api lilin dalam gelas Balon akan mengembang sesuai kadar gas reaksi asam cuka dengan soda kue. Memasukkan leher balon ke dalam leher botol kaca tadi.

  5

1 Api lilin ditaruh di meja secara tegak lurus.

  2

3 Lilin ditutup dengan gelas kaca.

  Nyala api lilin padam setelah ditutup gelas dalam beberapa detik.

  4

I. Analisis Data : Lilin akan ditutup dengan gelas kaca.

  gelembung-gelembung gas. Gelembung-gelembung gas tersebut adalah gas karbondioksida. Campuran cuka dengan soda kue dapat dirumuskan sebagai berikut :

  

  Cuka merupakan asam sedangkan soda kue merupakan basa. Setelah kedua larutan ini di campur, pH nya menjadi netral.

  Hasil dari reaksi cuka dengan soda kue menghasilkan gas karbondioksida yang dapat mendorong gas oksigen diatasnya sehingga lama kelamaan balon yang tadinya kecil akan berubah menjadi lebih besar. Hal ini dibuktikan melalui pengamatan ketika dicampurkan antara asam cuka dan soda kue terjadinya buih (gelembung udara).

  Reaksi yang terjadi antara cuka dengan soda kue ini merupakan reaksi endoterm, karena setelah cuka dan soda kue dicampurkan ke dalam botol, permukaan botol terasa dingin. Ini karena terjadi perpindahan panas atau kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan berkurang dan menyebabkan suhu pada permukaan botol terasa dingin.

2. Uji nyala api lilin dalam gelas kaca

  Pada uji lilin yang ditutup dengan gelas disebut peristiwa reduksi karena oksigen di dalam gelas sedikit dan lama-lama habis sehingga melepas oksigen. Pada percobaan tersebut dapat diketahui bahwa pada saat lilin ditutup dengan gelas, lilin masih menyala karena masih ada udara dalam gelas. Lalu api memanaskan udara dan kian habis dan akhirnya lilin padam karena kehabisan udara.

BAB 3 Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa : Kesimpulan uji balon mengembang tanpa ditiup

  1. Terjadi reaksi oksidasi antara larutan asam cuka dengan soda kue yang mengikat gas sehingga terjadi reaksi yang menyebabkan balon mengembang sendiri.

  2. Asam asetat (cuka) merupakan asam lemah dan dapat bereaksi dengan garam karbonat.

  3. Reaksi antara asam dan basa pada asam cuka dengan soda kue disebut netralisasi.

  4. Soda kue dan cuka bereaksi menghasilkan gas CO

  2

  yang dapat membuat balon meniup sendiri.

  5. Reaksi yang terjadi antara campuran soda kue dan cuka merupakan reaksi endoterm.

  6. Setelah reaksi, pH larutan menjadi netral.

  Kesimpulan uji nyala api lilin dalam gelas kaca

  1. Terjadi reaksi reduksi pada nyala api lilin yang ditutupi gelas karena oksigen di dalam gelas sedikit dan lama-lama habis sehingga melepas oksigen.

  2. Udara berpengaruh terhadap pembakaran lilin, dibuktikan dengan padamnya lilin saat lilin ditutup dengan gelas.

  3. Pada saat api lilin ditutup gelas, terjadi pembakaran dalam gelas, awalnya terjadi pengembangan udara, pada saat yang sama terjadi peningkatan uap air dalam udara.

B. Saran

  Bertitik tolak pada uraian di atas, kami sampaikan beberapa saran kepada segenap pembaca laporan tugas praktikum kimia ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Dengan selesainya tugas praktikum ini, kiranya pihak-pihak terkait dapat memahami serta memaklumi bentuk kesederhanaannya. Bila perlu tugas ini dapat di evaluasi guna menjadi acuan kami untuk mengembangkan tugas ini kearah yang lebih sempurna.

  2. Semoga laporan ini dapat menarik simpati para siswa untuk memilih program IPA.

  3. Sebaiknya dalam mengikuti praktikum khususnya praktikum kelompok harus disiapkan mental dan jangan melamun saat sedang melakukan eksperimen agar tidak mudah kaget apabila tersentuh alat dan bahan yang disiapkan dalam praktikum.

  4. Diharapkan kepada para guru utamanya pelajaran teori guru MIPA, untuk tidak hanya memberikan pelajaran teori kepada siswanya, namun juga memberikan kegiatan praktek sehingga tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa di kala pembelajaran berlangsung, dan yang lebih penting lagi para siswa dapat mengetahui lebih jelas kenyataan yang sesungguhnya tentang materi yang diberikan. Saran dan Kritik senantiasa kami nantikan dari semua pihak.

  Daftar Pustaka diunduh Minggu, 16 November 2014 diunduh Minggu, 16 November 2014 diunduh Minggu, 16 November 2014 diunduh Minggu, 16 November 2014 diunduh Minggu, 16

  diunduh Minggu, 16 November 2014 diunduh Minggu, 16 November 2014

Dokumen baru