MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS IV MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEQIP DI SD NEGERI 2 TARAHAN KECAMATAN KATIBUNG TAHUN 2011/2012

Gratis

0
19
32
2 years ago
Preview
Full text
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional yang sudah ditetapkan pada Bab I Ketentuan Umum pada Pasal 1 dalam UU ini dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dinayatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi, serta bertanggungjawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyelesaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara dekat dalam kehidupan masyarakat. 2 Proses pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Pendidikan merupakan pengembangan potensi dalam menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Tujuan dari penyelenggaraan sistem pendidikan nasional akan berpengaruh pada mutu peserta didik untuk mampu menghadapi tantangan di masa depan, menghadapi globalisasi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai poerguruan tinggi, oleh karena itu proses pembelajaran yang baik akan dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Ari Kunto (2003:2) Mengungkapkan, sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan menghasilkan lulusan yang berkualitas unggu; dalam bidang akademi, diumpamakan sebagai alat transfortasi yang mengubah “bahan mentah” mnenjadi produk yang diharapkan. Proses transfortasi yang dimaksudkan adalah proses pembelajaran. Ada beberapa faktor penting yang berkaitan langsung dengan hasil dari proses pembelajaran yaitu (1) siswa, (2) guru, dan personil lain, (3) sarana dan prasarana, (4) Pengelolaan dan (5) lingkungan. Mikarsa dkk (2005:1.9) Menjelaskan bahwa tujuan pendidikan memiliki (a) tujuan mengembangkan tentang kondisi akhir yang dicapai dan (b) memberikan arah dan cara bagi semua usaha atau proses yang dilakukan. Implikasi dari pemhaman ini tertuang dalam satuan kurikulum yang disusun dengan terencana dan berkelanjutan. 3 Upaya peningkatan mutu pendidikan harus ditingkatkan, peningkatan ini hendaknya pembelajran mencakup akan peningkatan terlihat apabila kualitas hasil pembelajaran. pembelajaran Kualitas menunjukkan peningkatan baik secara individu, kelompok maupun klasikal. Permasalahan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan dasar dan menengah bahkan sampai perguruan tinggi. Meskipun berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Seperti misalnya berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas pendidik khususnya guru. Perbaikan kurikulum, pengadaan buku dan alat peraga atau pelajaran berbagai sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen yang memadai. Pembelajaran pada prakteknya terdiri dari beberapa mutu pelajaran yang berbeda-beda tentunya mempunyai perbedaan karakteristik dan konsep yang berbeda pula hal ini menuntut kemampuan dan keterampilan guru yang maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran IPA misalnya karakteristiknya sangat berbeda dengan pelajaran sosial, oleh karena itu guru dituntut mampu memahaminya sehingga pembelajaran yang diselenggarakan berhasil. Tujuan pembelajaran IPA di SD pada dasarnya untuk menanamkan makna konsep dasar SAIN yang bersifat kongrit dari pengalaman lingkungan ke dalam bentuk pengetahuan abstrak dalam kognisi anak. IPA sebagai pengetahuan deklaratif sebagai suatu pengetahuan logik matematik dan fisik dan hanya dapat dipelajari melalui penyesuaian arti antara pengajar dan 4 pelajar. Pengetahuan awal atau konsep tentang IPA (SAIN) yang ada pada diri siswa merupakan dasar pertimbangan dalam mengajarkan IPA agar konsep SAIN yang dipahami siswa dapat bermakna. Setelah memperoleh pembelajaran, keterampilan pengalaman lingkungan tentang IPA dengan makna Universal SAIN di transper kedalam pemahaman kognisi peserta didik merupakan tujuan pembelajaran IPA. Sutarno (2007:8.19) Mengungkapkan kerangka konseptual atau sistem konseptual IPA biasanya terdiri dari konsep-konsep IPA dengan hubunganhubungan bermakna antara konsep-konsep yang dipelajari yang telah ada. Pembentukan sistem konseptual IPA haruslah melalui hubungan kebermaknaan antara konsep yang dipelajari. Oleh karena itu pembelajaran IPA hendaknya mampu membangkitkan minat siswa untuk mencari makna konsep yang dimiliki sebelum belajar. Pembelajaran IPA di SD dalam Standar Kompetensi Depdiknas (2003:1) ditetapkan bahwa fungsi dan tujuan Ilmu Pengetahuan Alam adalah mengembangkan dengan kemampuan menghitung, mengukur dan menggunakan rumus Ilmu Pengetahuan Alam yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan aljabar berfungsi untuk mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model Ilmu Pengetahuan Alam yang dapat berupa kalimat dan persamaan Ilmu Pengetahuan Alam diagram, grafik dan tabel. Berdasarkan luas dan kompleknya cakupan tujuan pembelajaran IPA di atas, tentunya diperlukan suatu strategi dan berbagai metode yang dapat dalam 5 proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran tidak membosankan selain itu sesuai dengan usia siswa SD yang pola pikirnya bersifat kongkret, pembelajaran harus dapat menghadirkan situasi yang merangsang siswa untuk mencoba menemukan sendiri pengetahuan konsep yang dimiliki menjadi pemahaman konsep, bahkan menjadi keterampilan konsep. Namun kenyataan di lapangan pembelajaran IPA masih banyak disajikan secara konvensional, sehingga penanaman konsep, pemahaman konsep serta keterampilan konsep yang harus dimiliki siswa belum maksimal. Pembelajaran cenderung pada penguasaan materi untuk keperluan ujian akhir agar memperoleh nilai tinggi, sehingga pembelajaran lebih dominant kepada hafalan-hafalan. Keberadaan pembelajaran seperti yang digambarkan di atas, membuktikan bahwa guru cenderung hanya mempersiapkan anak didiknya untuk menyelesaikan materi pembelajaran yang tersedia dalam kurikulum dan juga cenderung mengejar penguasaan materi untuk keperluan lulus ujian dengan nilai yang baik saja Hasil pengamatan saat pra penelitian yang penulis lakukan di SD Negeri 2 Tarahan Katibung Lampung Selatan, bahwa pelaksanaan pembelajarannya masih menekankan pada tugas-tugas rutin dan hafalan. Siswa kurang dirangsang untuk aktif dan kreatif seperti bertanya, pengamatan lapangan dan lain-lain. 6 Pembelajaran berfokus kepada guru sehingga proses pembelajaran kurang bermakna, pembelajaran masih bersivat konvensional, pembelajaran umumnya dilaksanakan oleh guru menggunakan metode ceramah yang didalamnya menggunakan media buku paket saja, penugasan masih didomunasi oleh guru. Guru belum menggunakan strategi pembejaran yang membuat siswa dapat mengaitkan pengetahuan awal yang dimilikinya untuk memperoleh pengetahuan baru dan dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran masih berpusat pada guru yang masih menemukan pemberian contoh-contoh secara lisan dan belum memperhatikan bagaimana siswa memperoleh sendiri pentehuannya, sehingga pembelajaran kurang menarik, membosankan dan siswa kurang aktivitas serta kurang tampil menerapkan pengetahuannya. Berdasarkan Tarahan penelusuran demonstrasi nilai siswa Kelas IV SD Negeri 2 pada tahun 2010/2011 diketahui sebagian besar siswa belum mencapai nilai yang ditetapkan dalam criteria ketuntasan minimal (KKM) 60. Data selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut : 7 Tabel 1.1 Nilai Tes Sumatif Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN 2 Tarahan Tahun Pelajaran 2010/2011 Rentang Frekuensi Persentase Nilai 0-20 4 13,33 21-30 4 13,33 31-40 3 10,00 41-50 6 20.00 50-60 4 13.33 61-70 5 16,66 71-80 3 10,00 81-90 1 3.33 91-100 --100 Jumlah 30 Sumber : Arsip SDN 2 Tarahan Kriteria Ketuntasan Minimal (60) Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Belum -Belum -- Memperhatikan tabel di atas, siswa yang belum mencapai KKM atau belum tuntas adalah 17 orang atau sebesar 56,68% hal ini dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPA Kelas IV di SD Negeri 2 Tarahan belum berhasil, karena jika dilihat dalam standar ketuntasan yang ditetapkan oleh Pemerintah bahwa pembelajaran di katakana berhasil jika tes siswa pada kelas tersebut minimal 75%. Sehubungan dengan permasalahan di atas, tentunya perlu suatu strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPA. Salah satu pendekatan dan metode yang dapat memperdayakan siswa dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media belajar berupa KIT IPA SEQIP maka hasil belajar mata pelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan yang semula 3,33 maka diharapkan setelah menggunakan media KIT IPA SEQIP ini meningkat. Penggunaan Media KIT IPA SEQIP yang dilakukan peneliti merupakan cara yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa 8 kelas IV SD Negeri 2 Tarahan karena menggunakan media ini dianggap paling tepat untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA ini perlu dilakukan suatu tindakan yaitu dengan menggunakan media KIT IPA SEQIP dalam kegiatan belajar kelas IV SD Negeri 2 Tarahan. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa masalah yang muncul antaralain : a. Hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan masih rendah b. Kurangnya minat siswa untuk bertanya pada guru c. Penggunaan alat peraga masih kurang 2. Perumusan Masalah Perumusan masalah yang dapat diterapkan sebagai berikut : a. Bagaimana meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan penggunaan Alat Peraga KIT IPA SEQIP pada Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan. b. Bagaimana meningkatkan hasil prestasi belajar siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan dalam pembelajaran IPA menggunakan alat peraga KIT IPA SEQIP. 3. Tujuan Penelitian a. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga KIT IPA SEQIP pada siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan. 9 b. Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Tarahan dalam pembelajaran IPA. 4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut: a. Bagi Siswa Untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. b. Bagi Guru Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar, memperluas wawasan, meningkatkan profesionalisme dan menumbuhkan rasa percaya diri c. Bagi Sekolah Dapat memberikan konstribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah sebagai informasi baru untuk ditindaklanjuti d. Bagi Peneliti Dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam upaya turut meningkatkan mutu pendidikan di SD. 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktivitas Belajar Aktivitas belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan, artinya perubahan tingkah laku, baik menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan mengajar seperti mengorganisasikan pengalaman belajar, kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggungjawab guru. Jadi hakikatnya belajar adalah perubahan. Selain itu aktivitas belajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan, gurulah yang menciptakannya guru membelajarkan anak didik, dua hal yang tidak dapat dipisahkan yaitu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar kepada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan siswa, sedangkan kegiatan mengacu pada hal-hal yang berhubungan dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Menurut Slameto (2003) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak ada aktivitas itulah mengapa aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar (Sardiman. 2001:93) dalam aktivitas belajar adalah beberapa prinsip yang berorientasi pada pandangan ilmu jiwa 11 lama dan modern. Menurut pandangan ilmu jiwa lama aktivitas di dominasikan oleh guru, sedangkan menurut pandangan ilmu jiwa modern di dominasikan oleh siswa. 2.2 Prestasi Belajar Menurut Slameto (2003:54) prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, faktor intern dan faktor ekstern yang menjadi faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri siswa dan bisa mempengaruhi prestasi belajar seperti minat, semangat dan motivasi. Adapun faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar diri siswa dan bisa mempengaruhi prestasi belajar seperti lingkungan, teman, guru orang tuda dan fasilitas yang ada. Dari hal-hal tersebut makna guru hendaknya dapat membangkitkan semangat. Aktivitas siswa belajar siswa dengan memaksimalkan penggunaan alat peraga, sehingga siswa akan lebih mudah memahami materi yang alat peraga disampaikan menurut Hamalik (2004:74) prestasi belajar yang dicapai dalam suatu usaha dalam hal ini usaha belajar dalam mewujudkan nilai atau prestasi belajar siswa dapat mengetahui dilihat pada prestasi atau nilai yang diperoleh dalam mengikuti tes prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah suatu keterampilan yang diukur melalui tes. Jadi untuk mengetahui tinggi rendahnya prestasi belajar, kita dapat meliputi pada nilai tes atau nilai ujian yang diberikan. 12 2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Menurut Slameto (2003:54-72) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah : 1. Faktor-Faktor Internal Yaitu Jasmani (kesehatan, cacat tubuh) psikologis (integrasi, perhatian, minat, bakat dan kelelahan) 2. Faktor-Faktor Eksternal a. Keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi, keluarga, pengertian dari orang tua. latar belakang kebudayaan) b. Sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat peraga, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung metode belajar, tugas rumah) c. Masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mas media, teman bergaul untuk kehidupan masyarakat) 2.4 Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Piaget dalam Heruman (2010:1) menyatakan bahwa siswa SD umurnya berkisar antara 6 atau 7 tahun, sampai 12 tahun atau 13 tahun. Mereka berada pada fase operasional kongkrit, kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan dalam proses berfikir untuk mengoprasikan kaidah-kaidah logika. 13 Meskipun masih terkait dengan objek yang bersipat kongkrit . Dalam fase kongkrit pada Usia ini masih terkait objek kongkrit yang ditangkap oleh alat indra. Sutarno (2007:8.34) mengungkapkan bahwa matapelajaran IPA memiliki karakteristik yang komplek dengan perpaduan antara konsep dasar SAIN dan pengalaman nyata yang telah dimiliki oleh setiap orang sejak lahir hingga pertumbuhannya menjadi dewasa. Perubahan pengalaman dan pemahaman konsep sering terjadi perbedaan antara konsep SAIN itu dengan makna konsep yang disepakati oleh ilmuan. Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat dikatakan bahwa pelajaran IPA SD hendaknya mampu menjembatani antara pengetahuan awal yang dimiliki siswa yang berada pada fase kongrit tersebut menjadi pemahaman konseptual, dan menumbuhkan keterampilan konsep. 2.5 Model Pembelajaran Salah satu model pembelajaran yang cocok di pergunakan dalam pembelajaran IPA adalah model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan) PAKEM merupakan model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap dan pemahaman dengan pemahaman kepada belajar sambil bekerja. Sementara guru menggunakannya sebagai sumber alat bantu belajar, termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif, karena di dalam 14 model ini peserta didik dan guru sama-sama aktif dan kreatif. Menarik peserta didik dan menyedangkan dalam tingkat penguasaan materti lebih optimal. 2.6 Media Pembelajaran A. Pengertian Media Pembelajaran Dalam bahasa latin, media dimaknai sebagai antara. Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara hartiah berarti perantara atau pengantar. Secara khusus dapat di artikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima, alat peraga dapat dimasukkan sebagai bahan pembelajaran apabila alat peraga tersebut merupakan desain materi pembelajaran yang diperuntukkan sebagai bahan pembelajaran misalnya dalam pembelajaran klasikal. Guru menggunakan alat peraga yang berisikan materi yang akan dijelaskan dalam pembelajaran, jadi alat peraga yang digunakan tersebut memang berbentuk desain materi yang akan disajikan atau dijelaskan oleh guru. B. Fungsi Media Pembelajaran Ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu diketahui. Fungsi pertama adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar, kedua fungsi utama tersebut dapat kita telaah dalam ulasan di bawah ini. 1. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran Pada satu sisi ada materi ajar yang memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa 15 media pembelajaran, khususnya mata pelajaran IPA. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar dipahami siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin terasa apa bila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/kompleks. 2. Media pembelajaran sebagai sumber belajar Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. 2.7 Tujuan Pembelajaran IPA Dalam standar isi 2006:157, matapelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : a. Memperoleh keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberdaaan. Keindahan dan keteraturan akan ciptaan-Nya. b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c. Memahami konsep IPA, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. 16 2.8 Kelebihan dan Kelemahan Alat Peraga Kelebihan dan Kelemahan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran menurut (Sutopo 2003 : 32) antara lain sebagai berikut: 1. Kelebihan Penggunaan Alat Peraga a. Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. b. Memperjelas konsep makna bahan sehingga siswa lebih mudah memahami. c. Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa akan merasa bosan. d. Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan 2. Kelemahan Penggunaan Alat Peraga a. Akan lebih banyak menuntut guru b. Banyak waktu yang diperlukan oleh guru c. Perlu kesediaan berkorban secara materil 2.9 Hipotesis Jika pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan alat peraga SEQIP dengan prosedur yang benar, maka akan meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri 2 Tarahan akan lebih baik. 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Prosedur Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (action research). Merupakan penelitian yang dirancang menggunakan metode penelitian tindayan yang bersipat repleksif. Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas berupa suatu siklus atau daur ulang berbentuk sporal (a spiral of steps), langkahnya yang terdiri dari empat tahap yaitu : (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan/observasi dan (d) refleksi (Kemmis dalam Wiraatmadja 2006 :66) 3.2 Setting Penelitian a. Tempat Penelitian Tempat penelitian di SD Negeri 2 Tarahan Kecamatan Katibung Lampung Selatan. b. Waktu Penelitian Waktu dilaksanakan pada tahun 2010/2011 selama tiga bulan yaitu sejak bulan Juli sampai dengan Oktober. 18 c. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di SD Negeri 2 Tarahan dengan jumlah siswa 30 orang terdiri dari 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. 3.3 Teknik Pengumpulan Data 1. Tes Teknis tes dalam penelitian ini adalah tes akhir pembelajaran, baik pada siklus I maupun siklus II. Tes ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana penguasaan siswa terhadap konsep pengetahuan yang dimiliki siswa setelah pembelajaran perbaikan dilakukan. 2. Observasi Observasi atau pengamatan merupakan teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Kegiatan tersebut dapat berkenaan dengan cara guru mengajar, siswa belajar. Observasi dapat dilakukan secara partisipatif, yaitu proses pengamatan observer berada dalam kegiatan yang sedang diamati (Sukmadinata, 2010 : 220). Metode observasi terdiri dari (1) observasi terbuka, (2) observasi terfokus, (3) observasi ter struktur, (4) observasi sistematik. Untuk keperluan Penelitian Tindakan Kelas ini metode observasi yang dipilih digunakan adalah observasi terstruktur, tujuannya untuk memudahkan dalam penskoran dari setiap prilaku yang terjadi dalam pembelajaran yaitu menggunakan rentang nilai angka bentuk presentase. 19 3.4 Instrumen Pengamatan Instrumen Pengamatan adalah suatu format yang disusun untuk merekam datadata hasil observasi. Wardhani dkk, (2006 : 3.31) mengungkapkan, bahwa format observasi telah banyak diciptakan oleh para ahli yang digunakan dalam penelitian, namun setiap penelitian boleh menentukan yang diinginkan dalam rangka untuk memperoleh data interaksi sosial dalam pembelajaran. Berdasarkan pendapat di atas maka dalam penelitian ini format disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang akan dijadikan data penelitian. Format yang dikembangkan dan digunakan adalah : (a) Instrumen Aktivitas Off Task (aktivitas yang tidak diinginkan), (b) Instrumen Aktivitas On Task (aktifitas yang dikehendaki), (c) Instrumen Lembar Pengamatan Kerja Guru, (d) Instrumen Prestasi Belajar. a. Instrumen Aktivitas Off Task (Aktivitas yang tidak diinginkan) Kompetensi dalam instrument ini adalah perilaku siswa yang tidak mendukung proses pembelajaran berlangsung pada setiap urutan waktu pembelajaran. Kompetensi tersebut adalah (1) Mengobrol, (2) Menggangu teman, (3) Keluar masuk kelas, (4) Melamun/Mengantuk, (5) Bermain. b. Instrumen Aktivitas On Task (Aktivitas yang dikehendaki) Komponen-komponen pengamatan dalam instrument ini adalah perilaku setiap siswa yang mendukung pelajaran dilaksanakan. Penskorannya dalam bentuk prosentasi jumlah siswa yang mendukung proses pembelajaran yaitu penskoran prilaku siswa. Komponen-komponen tersebut adalah : (1) menyimak informasi yang disampaikan guru, (2) 20 dapat memperagakan medua pelajaran, (3) bertanya pada guru mengenai materi, (4) menjawab pertanyaan guru, (5) aktif dalam diskusi kelompok (6) memberikan pendapat dalam diskusi, (7) menyelesaikan tugas yang diberikan guru, (8) ketepatan waktu mengumpulkan jawaban tes. c. Instrumen Lembar Pengamatan Kerja Guru Aspek yang dinilai dari kinerja guru adalah dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu (a) pendahuluan, (b) kegiatan inti. (c) Penutup. d. Instrumen Prestasi Belajar Memperhatikan landasan teori, bahwa prestasi belajar adalah bahwa prestasi belajar adalah hasil akhir atau nilai-nilai hasil pengukuran tingkat penguasaan dan pemahaman serta keterampilan siswa yang berupa angkaangka dan perubahan tingkah laku setelah siswa mengikuti proses pembelajaran, maka untuk memperoleh data prestasi dilakukan tes formatif atau tes akhir pembelajaran dari setiap siklus. Nilai tes atau data yang diperoleh di susun dalam sebuah tabel untuk dibandingkan perbedaan dari setiap siklus yang dilaksanakan, sehingga data ada tidaknya perubahan prestasi belajar dapat diketahui baik secara individu maupun kelompok atau klasikal. Aspek-aspek tersebut di atas dalam pelaksanaannya disusun dalam bentuk tabel pengamatan dan digunakan pada saat pelaksanaan pembelajaran Siklus I dan Siklus II 21 3.5 Jenis Data Data yang diperoleh selama penelitian terdiri dua macam yaitu: 1. Data Kualitatif Data Kualitatif adalah data yang diambil berdasarkan suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Data Kualitatif berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa tentang tingkat pemahaman terhadap suatu mata pelajaran (kognitif). Pandangan atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru (afektif), aktivitas tes siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar. Kepercayaan diri, atau motivasi belajar dan sejenisnya, (Arikunto. 2006:56) yang termasuk data kualitatif adalah data yang diperoleh dengan cara observasi dan kuesioner. 2. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dengan cara membandingkan sesuatu dengan satu ukuran dengan menggunakan instruments yaitu berupa tes formatif 3.6 Teknik Analisis Data Analisis digunakan untuk mencermati setiap langkah dibuat, mulai dari tahap persiapan, proses sampai dengan penelitian, dan dilakukan untuk memperkirakan aspek pembelajaran yang terlibat di dalamnya sudah sesuai dengan kapasitasnya. Data-data yang diperoleh dengan cara observasi, dan tes tertulis. Lalu dilakukan analisis sebagai bahan kajian pada kegiatan refleksi. 22 Analisis dilakukan dengan cara membandingkan hasil yang telah dicapai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Data kualitatif berbentuk prosentase yang diperoleh dari jumlah siswa yang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu sesuai dengan lembar observasi. Untuk mengetahui kategori tingkat keaktifan siswa, maka digunakan pedoman sebagai berikut: Tabel 3.1 Kategori Aktivitas Siswa Rentang Persentase 85 – 100 70 – < 84 55 – < 69 40 – < 55 0 – < 40 Sumber : Waradhani (2006:3.30) Kategori Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif Sangat kurang aktif 3.7 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang digunakan adalah berupa rangkaian langkah-langkah berbentuk spiral yang dikemukakan Kemmis dalam Wiriatmadja (2006:66) yaitu setipa siklus terdiri dari empat tahapan yaitu (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan/observasi dan (d) refleksi. 23 Proses Penelitian Tindakan Kelas Gambar : Alur Penelitian Tindakan Kelas (Kemmis dalam Wiriatmadja 2006:66) 24 Penelitian Tindakan Kelas (Siklus I dan II) dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Siklus I Kegiatan-kegiatan pada Siklus I yaitu : a. Perencanaan 1. Menentukan kelas dan menetapkan kompetensi dasar pada pelajaran IPA Kelas IV SD. 2. Menyusun Silabus dan RPP 3. Merancang kegiatan belajar mengajar dengan penekanan pada penggunaan KIT SEQIP dalam pembelajaran IPA. 4. Menyiapkan instrument yang digunakan, yaitu lembar observasi aktivitas siswa. 5. Menyiapkan alat dan media yang digunakan dalam materi. b. Pelaksanaan 1. Melaksanakan observasi dan apersepsi, dengan membangkitkan dorongan siswa dengan menanyakan materi yang sudah dipelajari sebelumnya serta mengaitkan materi tersebut dengan materi berikutnya. 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. 3. Guru memberikan penjelasan materi seperlunya. 4. Membagi siswa dalam kelompok belajar, setiap kelompok beranggotakan antara 3-5 orang. 5. Melalui bimbingan guru siswa melakukan pengamatan dan diskusi dengan melaksanakan tahapan sebagai berikut: 25 • Menemukan masalah • Mengumpulkan data melalui observasi • Menganalisis atau menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan tabel dan karya lainnya. • Mengkomunikasikan baik lisan maupun tulisan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, atau audiens yang lain. 6. Siswa mengerjakan LKS 7. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pelajaran 8. Tes terakhir pembelajaran dan tindak lanjut. c. Observasi Selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, diadakan pengamatan mengenai aktivitas siswa. Pengamatan ini dilakukan oleh observer yang telah dipersiapkan. Selain observer mencatat kelebihan dan kekurangan mengenai jalannya kegiatan belajar mengajar sebagai bahan diskusi dalam refleksi. d. Refleksi Refleksi dilakukan bersama dengan observer. Hasil refleksi ini akan dijadikan sebagai bahan untuk perencanaan pada Siklus berikutnya. 26 2. Siklus II Tahap pelaksaan Siklus II adalah sebagai berikut : a. Perencanaan Kegiatan perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil refleksi pada Siklus I. Apa yang menjadi kelemahan pada Siklus I diupayakan untuk tidak terjadi lagi pada Silkus II. Adapun rincian kegiatan pada tahap perencanaan Siklus II yaitu : 1. Menyusun RPP dan Perlengkapannya 2. Menyiapkan instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, Lembar Kerja Siswa (LKS) dan alat tes b. Pelaksanaan 1. Melaksanakan administrasi kelas, mengadakan apersepsi dengan membangkitkan dorongan siswa dengan menanyakan kesulitan materi yang sudah di pelajari sebelumnya serta mengaitkan materi tersebut dengan materi berikutnya. 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. 3. Guru memberikan penjelasan materi seperlunya. 4. Membagi siswa dalam kelompok belajar, setiap kelompok beranggotakan antara 3-5 orang. 5. Melakukan refleksi atau pembelajaran. 6. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pelajaran. 7. Tes akhir pembelajaran dan tindak lanjut. 27 c. Observasi Selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, diadakan pengamatan mengenai aktivitas siswa. Pengamatan ini dilakukan oleh observer yang telah dipersiapkan. Selain itu observer mencatat kelebihan dan kekurangan mengenai jalannya kegiatan belajar mengajar sebagai bahan diskusi dalam refleksi. d. Refleksi Refleksi dilakukan bersama dengan observer. Bahan diskusinya adalah temuan-temuan selamaa pelaksanaan pembelajaran, baik kelebihan maupun kekurangannya. Temuan-temuan tersebut selama pembelajaran (Siklus) dianalisis untuk mendapatkan gambaran secara umum dari peneliti ini, sehingga akan didapatkan kesimpulan apakah pembelajaran dengan menggunakan alat peraga KIT IPA SEQIP dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. 3.7 Indikator Keberhasilan Indikator kinerja dari penelitian ini adalah: a. Meningkatkan aktivitas siswa dari siklu ke siklus hingga mencapai 60% b. Meningkatkan prestasi belajar dari siklus ke siklus hingga mencapai nilai di atas KKM 60% 45 BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SDN 2 Tarahan Kecamatan Katibung Lampung Selatan Tahun 2011/2012 Dapat disimpulkan sebagai berikut : 4. Melalui pembelajaran penggunaan alat peraga Seqip pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan metode Pakem dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. 5. Melalui moadal pemebalajran Pakem pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 6. Melalui penggunaan alat peraga Seqip dengan model pembelajaran PAKEM pada mata pelajaran IPA dapat melibatkan siswa secara aktif dan kreatif serta menumbuhkan motifasi belajar. 5.2 Saran 1. Bagi guru bahwa model pembelajaran Pakem sangat baik digunakan dalam pembelajaran IPA, 2. Bagi sekolah pembelajaran melalui penggunaan alat peraga Seqip dengan model pembelajaran Pakem, baik digunakan dalam pembelajaran IPA, karena terbukti dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan. 46 3. Bagi peneliti pembelajaran melalui penggunaan alat peraga Seqip dengan model pembelajaran Pakem merupakan suatu strategi yang cocok untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, namun harus didukung oleh sarana/prasarana dan sumber daya manusia yang kualified. KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS LAMPUNG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Jalan Sumantri Brojonegoro Gedungmeneng Bandarlampung KARTU RENCANA STUDI Nama Mahasiswa NPM Program Studi Beban Sks NO KOMAK : : : S1 PGSD PPKHB 2010 : NAMA MATA KULIAH SKS NILAI NAMA DOSEN Semester 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Semester 2 8. 9. 10. 11. 12. 13. Semester 3 14. 15. 16. 17. 18. 19. Semester 4 20. 21. 22. 23. 24. 25. Bandar Lampung, Ketua Program Studi, Dr. H. Darsono, M.Pd NIP. 19541016 198003 1 003 2012 KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS LAMPUNG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Jalan Sumantri Brojonegoro Gedungmeneng Bandarlampung KARTU RENCANA STUDI Nama Mahasiswa NPM Program Studi Beban Sks NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. KOMAK : : : : MARYANA. S 1013079060 S1 PGSD PPKHB 2010 72 NAMA MATA KULIAH Semester 1 KPD-111 Perkembangan peserta didik KPD-112 Belajar dan pembelajaran KPD-121 Tekno. Informasi dan Komunikasi Pendidikan KPD-125 Pengelolaan Lab IPA SD KPD-213 Produksi dan Pemanfaatan Media Pendidikan KPD-123 Kurikulum SD Semester 2 KPD-214 Perencanaan Pembelajaran SD KPD-215 Pendidikan Matematika SD 1 KPD-122 Statistik Pendidikan KPD-411 Manajemen Basis Sekolah KPD-212 Asesmen Pembelajaran KPD-211 Manajemen Kelas Semester 3 KPD-413 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Kelas Tinggi SD KPD-324 Pendidikan IPA SD KPD-222 Pendidikan Kewarganegaraan 2 KPD-499 PPL KPD-311 Pendidikan Kewarganegaraan SD KPD-322 PTK Semester 4 KPD-323 Pendidikan IPS SD KPD-416 Pembelajaran Terpadu KPD-421 Profesi Kependidikan SKS NILAI NAMA DOSEN 4 4 3 A A C Drs. H. Syaifuddin Latif, M.Pd Dra. Riswanti Rini, M.SI Dr. Alben Ambarita, M.Pd 2 A Drs. Supriyadi, M.Pd 3 3 A B Dra. Herpratiwi, M.Pd Dra. Een Hanelilah, M.Pd 3 4 3 3 3 B C D+ C A A 3 C Drs. Suwarjo, M.Pd 4 3 4 3 4 B A A B B Drs. Arwin Ahmad, M.Pd Drs. Maman Surahman, M.Pd Drs. Siswantoro, M.Pd Drs. Sudirman, M.Pd Drs. Syaifuddin Latif, M.Pd 4 3 3 B C B Dr. H. Darsono, M.Pd Drs. Ngadimun.H, M.Pd Dr. Supomo Kandar, MS Dra. Lilik Sabda Ningtias, M.Pd Drs. M. Cosa Mien, M.Pd Drs. M.Thoha.BS. Jaya, M.S Dra. Rsiwanti Rini, M.SI Dra. Lilik Sabda Ningtias, M.Pd Dr. Riswandi, M.Pd Bandar Lampung, Ketua Program Studi, Dr. H. Darsono, M.Pd NIP. 19541016 198003 1 003 2012 MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS IV MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEQIP DI SD NEGERI 2 TARAHAN KECAMATAN KATIBUNG TAHUN 2011/2012 (SKRIPSI) Oleh MARYANA. S S1 PGSD DALAM JABATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2012

Dokumen baru

Download (32 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011 - 2012
0
7
39
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS IV MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEQIP DI SD NEGERI 2 TARAHAN KECAMATAN KATIBUNG TAHUN 2011/2012
0
19
32
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN ALAT PERAGA KIT IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 WAY MULI KECAMATAN RAJABASA LAMPUNG SELATAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012
15
194
58
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BAGELEN GEDUNGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
1
9
48
ENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BAGELEN GEDUNGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
50
UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV (EMPAT) SDN 3 TEGALSARI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
23
104
52
UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV (EMPAT) SDN 3 TEGALSARI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
53
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENG-GUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 MARGAKAYA KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN
0
2
22
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BUMIRATU KECAMATAN PAGELARAN
0
10
34
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 BUMIRATU KECAMATAN PAGELARAN
0
4
22
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE DEMONTRASI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PRINGSEWU TIMUR KABUPATEN PRINGSEWU
0
5
48
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV (EMPAT) SD NEGERI 3 PAKUAN RATU TAHUN 2012
0
9
50
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE DEMONSTRASI KELAS IV SD NEGERI 2 REJOSARI TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
4
42
PENGGUNAAN ALAT PERAGA MAGNET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V SD NEGERI 2 MARGAAGUNG
0
7
45
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK PENINGKATAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KRESNOWIDODO KECAMATAN TEGINENENG
0
4
60
Show more