Analisis Tenaga Kerja Sektoral Di Provinsi Sumatera Utara Periode 1980 – 2012

Gratis

1
38
216
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTORAL DI PROVINSI SUMATERA UTARA Periode 1980 – 2012 TESIS Oleh DJAMES SIAHAAN 107018002/EP SEKOLAH PASCASARJA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

  ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTORAL DI PROVINSI SUMATERA UTARA Periode 1980 – 2012 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perobahan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh 9 (sembilan) sektor atau lapanganusaha dalam perekonomian di provinsi Sumatera Utara. Tenaga kerja sektor konstruksi dipengaruhi oleh PDRB sektor Konstruksi 1 (satu) tahun lalu,PMDN dan PMA masing-masing dengan koefisien 0,131, 0,123 dan 0,084.

3. Prof. Dr. Ramli. MS

  ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTORAL DI PROVINSI SUMATERA UTARA Periode 1980 – 2012 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perobahan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh 9 (sembilan) sektor atau lapanganusaha dalam perekonomian di provinsi Sumatera Utara. Tenaga kerja sektor konstruksi dipengaruhi oleh PDRB sektor Konstruksi 1 (satu) tahun lalu,PMDN dan PMA masing-masing dengan koefisien 0,131, 0,123 dan 0,084.

KATA PENGANTAR

  Penelitian dalam bentuk tesis ini merupakan tugas akhir yang harus disajikan dalam rangka menyelesaikan studi di Sekolah Pascasarjana padaprogram Studi Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dengan judul “Analisis Tenaga Kerja Sektoral Di ProvinsiSumatera Utara Periode 1980 – 2012”. Penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dan penulisan tesis ini dalam waktu yang telah ditetapkan berkat bimbingan dan arahan dari Bapak dan Ibudosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, khususnya dosen pembimbing serta dosen penguji dimana atas kesabarannya telah meluangkan waktu dan pikirandalam memberikan petunjuk dan arahan yang intensip.

RIWAYAT HIDUP

  147 ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTORAL DI PROVINSI SUMATERA UTARA Periode 1980 – 2012 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perobahan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh 9 (sembilan) sektor atau lapanganusaha dalam perekonomian di provinsi Sumatera Utara. Tenaga kerja sektor konstruksi dipengaruhi oleh PDRB sektor Konstruksi 1 (satu) tahun lalu,PMDN dan PMA masing-masing dengan koefisien 0,131, 0,123 dan 0,084.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Mobilitas aktivitas perekonomian di berbagai sektor di Sumatera Utara seharusnya juga diikuti oleh kemampuan masing-masing sektor untuk menyeraptenaga kerja yang tersedia di pasar kerja di Sumatera Utara. Sebaliknya sektor yang mengalami penurunan pertumbuhan dalam kontrubusi adalah adalah sektorindustri sebesar -2,2 persen, Listrik gas dan Air Bersih 2,2 persen dan sektor transportasi -0,9 persen.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang yang diuraikan di atas, maka permasalahan pokok yang terdapat dalam peneitian adalah seberapa besar dayaserap tenaga kerja menurut sektor yang ada di provinsi Sumatera Utara. Apakah PDRB Sektor Listrik Gas dan Air Bersih, UMP, PMDN, dan PMA berpengaruh terhadap daya serap tenaga kerja pada sektor Listrik Gas danAir Bersih (LGA) di provinsi Sumatera Utara?

1.3. Tujuan Penelitian

  Untuk menganalisis pengaruh PDRB Sektor Listrik Gas dan Air Bersih, UMP, PMDN, dan PMA terhadap daya serap tenaga kerja sektor Listrik Gasdan Air Bersih (LGA) di provinsi Sumatera Utara. Untuk menganalisis pengaruh PDRB Sektor Perdagangan, UMP, PMDN, dan PMA terhadap daya serap tenaga kerja pada sektor Perdagangan diprovinsi Sumatera Utara.

9. Untuk menganalisis pengaruh PDRB Sektor Jasa, UMP, PMDN, dan PMA terhadap daya serap tenaga kerja sektor Jasa di provinsi Sumatera Utara

1.4. Manfaat Penelitian

  Manfaat yang diharapakan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai bahan masukan bagi pihak pemerintah dalam pengambilan kebijakaan aspek ketenaga-kerjaan, khususnya dalam hal pengurangantingkat pengangguran di provinsi Sumatra Utara.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan faktor yang terpenting dalam proses produksi

  Pada dasarnya tenaga kerja dibagi dalam duakelompok, yaitu: a Angkatan kerja yaitu tenaga kerja berusia 15 tahun yang selama semingguyang lalu mempunyai pekerjaan, baik yang bekerja maupun yang sementara tidak bekerja karena suatu sebab. Bukan angkatan kerja yaitu tenaga kerja yang berusia 15 tahun ke atas yang selama seminggu yang lalu hanya bersekolah, mengurus rumah tangga, dansebagainya dan tidak melakukan kegiatan yang dapat dikategorikan bekerja, sementara tidak bekerja atau mencari kerja.

2.2. Permintaan Tenaga Kerja

  Dengan kondisi seperti itupun pengusaha masih tetap mempertimbangkan yang lainnya bila ingin menambahtenaga kerja, seperti :(1) Bagaimana tambahan hasil marginal yaitu output yang diperoleh dengan penambahan seorang pekerja,(2) Bagaimana penerimaan marginal yaitu jumlah uang yang diterima pengusaha dengan tambahan hasil marginal dikalikan dengan outputnya, (3) Bagaimana biaya marginal yaitu jumlah yangdikeluarkan pengusaha dengan manambah tenaga kerja. Oleh karena dalam tulisan ini permintaan tenaga kerja adalah tenaga kerja agregat (pertanian, industri dan jasa), maka dapat dikatakan bahwa permintaantenaga kerja agregat itu merupakan penjumlahan dari permintaan tenaga kerja perusahaan, yang selan jutnya diasumsikan prilaku permintaan tenaga kerja agregatadalah sama dengan prilaku permintaan tenaga kerja perusahaan.

2.3. Penawaran Tenaga Kerja

  Ada dua kategori dalam masalah penawaran tenaga kerja, yaitu (Ehrenberg dan Smith, 2003): a. Bekerja part-time ataufull-time work, waktu di rumah dan bekerja untuk dibayar.

b. Keputusan untuk menerima suatu pekerjaan dan masalah bekerja di lain geografi/wilayah

2.3.1. Konsep Penawaran Tenaga Kerja

  Konsep penawaran tenaga kerja (labor supply) memiliki beberapa dimensi antara lain yaitu (Mc Connell, Brue, dan Macpherson, 1999):a. Ukuran dan komposisi demografi populasi yang tergantung pada kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk (net immigration);b.

2.3.2. Partisipasi Angkatan Kerja

  Potential labor force atau tenaga kerja (manpower) adalah populasi dikurangi dengan jumlah anak-anak atau penduduk usia 15tahun dan masyarakat yang dilembagakan (people who are institutionalized) (SUDA, BPS Sumut, 2007). Orang yang telah berumur, kemampuan atau skill yang dimilikinya tidak sesuai lagi dengan kebutuhan trend permintaan tenaga kerja akan mengurangi partisipasimereka di angkatan kerja (substitution effect).

b. Kenaikan atas pajak pendatapan (tax incomes)

e. Owen, berpendapat masyarakat lebih memilih konsumsi dan pengaturan anggotakeluar (family sized) dan pasangan lebih lama dalam pendidikan

c. Semakin tinggi tingkat rata-rata pendidikan para tenaga kerja yang memasuki dunia kerja,

2.4. Determinan Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja

  Menurut Frank dan Bernanke (2007), kenaikan harga produk tertentu yang diproduksi oleh pekerja akan menggeser kurvapermintaan ke kanan (permintaan tenaga kerja semakin besar untuk semua tingkat upah nominal maupan upah riel). Frank dan Bernanke (2007) menyatakan bahwa kenaikan produktivitas tenaga kerja akan menggeser kurva permintaan tenaga kerja ke kanan, di mana permintaan terhadap tenaga kerja meningkat untuk semua tingkat upah nominal dan upah riel.

d. Harga barang/faktor produksi yang lain. Perubahan faktor-faktor produksi yang lain seperti modal, bahan baku, tanah dapat mengubah permintaan tenaga kerja

  Namun perubahan faktor produksi yang lain harus dipilah-pilah lebih dahulu dan harus dibedakan apakah faktor produksi yang lain termasuk dalam kategori sebagaiberikut: 1. Harga faktor-faktor produksi yang lain berubah maka permintaan tenaga kerja juga akan berubah dengan arah yang berlawanan.

e. Number of qualified suppliers

  Kesempatan KerjaKesempatan kerja mengandung pengertian bahwa besarnya kesediaan usaha produksi untuk mempekerjakan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam prosesproduksi, yang dapat berarti lapangan pekerjaan atau kesempatan yang tersedia untuk bekerja yang ada dari suatu saat dari kegiatan ekonomi. Usaha perluasan kesempatan kerja tidak terlepas dari faktor- faktor seperti, pertumbuhan jumlah penduduk dan angkatan kerja, pertumbuhanekonomi, tingkat produktiuvitas tenaga kerja, atau kebijaksanaan mengenai perluasan kesempatan kerja itu sendiri.

2.7. Penyerapan Tenaga Kerja

2.8. Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

  Kombinasi Faktor Produksi Modal dan Buruh Gambar di atas menunjukkan bahwa fungsi produksi oleh kurva produksi 1 dan 2 di mana diawali dari usaha untuk memproduksi sejumlah barang diperlukan modalminimal sebesar K1 dan diserap buruh maksimal L1. Sektor tradisional: sektor pedesaan yang kelebihan penduduk dan ditandai dengan produktivitas marginal tenaga kerja sama dengan nol, maksudnya kelebihan tenagakerja sektor pertanian dialihkan ke sektor lain, namun sektor pertanian tersebut tidak kehilangan output sedikit pun.

2. Sektor industri perkotaan; proses pengalihan tenaga kerja, serta pertumbuhan output dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor industri modern

  Pengalihan tenaga kerja dan pertumbuhan kerja tersebut dimungkinkan oleh adanya perluasan output pada sektor tersebut, perluasan tersebut dimungkinkanadanya peningkatan investasi di bidang industri dan akumulasi modal secara keseluruhan di sektor modern. Teori yang kedua adalah teori Fei-Ranis dalam Mulyadi (2003), yang berkaitan dengan negara berkembang yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: kelebihan buruh,sumber daya alamnya belum optimal dalam pemanfaatannya, sebagian besar penduduknya bergerak di sektor pertanian, banyak pengangguran dan tingkatpertumbuhan penduduk yang tinggi.

2.9. Pengaruh Upah, Output dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

  Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di semua sektor diharapkan memiliki tingkat permintaan yang tinggi terhadap tenaga kerja. Tingkat permintaan yang tinggi terhadap tenaga kerja mempunyai arti penting bagi pembangunan karena dapat membantu mengurangi masalah pengangguran,pengentasan kemiskinan dan upaya perbaikan ekonomi.

1. Tingkat Upah

Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tinggi rendahnya biaya produksi perusahaan. Apabila digunakan asumsi bahwa tingkat upah naik, makaakan terjadi hal-hal sebagai berikut:

a. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya priduksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi

  Apabila upah naik (asumsi harga dari barang-barang modal lainnya tidak berubah), maka pengusaha ada yang lebih suka menggunakan teknologi padatmodal untuk proses produksinya dan menggantikan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kebutuhan akan barang-barang modal seperti mesin dan lainnya. Penurunan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan karena adanya penggantian atau penambahan penggunaan mesin-mesin disebut dengan efek substitusitenaga kerja (substitution effect).

2. Nilai Produksi (Output)

  Perubahan yang mempengaruhi permintaan hasil produksi, antara lain: naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yangbersangkutan, tercermin melalui besarnya volume produksi, dan harga barang- barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi(Sudarsono, 1988). Apabila jumlah output dihasilkan oleh perusahaan yang jumlahnya lebih besar maka akan menghasilkan output yang besar pula, sehingga semakin banyakjumlah perusahaan/unit yang berdiri maka akan semakin banyak kemungkinan untuk terjadi penambahan output produksi.

3. Nilai Investasi

  Investasi ini menentukan skala usaha dari suatu industri kecil yang akan mempengaruhikemampuan dari usaha tersebut dalam penggunaan faktor produksi yang dalam hal ini berhubungan dengan jumlah investasi yang dilakukan perusahaan yang pada akhirnya menentukan tingkat penyerapan tenaga kerja. Berbeda dengan yang dilakukan oleh para konsumen (rumah tangga) yang membelanjakan sebahagian terbesar dari pendapatan untuk membeli barang danjasa yang dibutuhkan, penanaman modal melakukan investasi bukan untuk memenuhi kebutuhan tapi untuk memberi keuntungan yang sebesar-besarnya.

2.10. Penelitian Terdahulu

1. Tindaon 2010, dengan judul Analisis Penyerapan Tenaga Kerja

  Dengan menggunakanPertumbuhan Penduduk dan PDRB sektoral sebagai variabel mempengaruhi dan mengukur pengaruhnya terhadap kapasitas daya seraptenaga kerja di masing-masing sektor ekonomi. Penelitian menggunakan pendektan demometrik dengan data deret berkala serta peridoe 21 tahun dari tahun 1988 hingga 2008 dan denganmengambil lokasi penelitian provinsi Jawa Tengah.

2. Syafriadi, 2010, berjudul Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempataii Kerja

  Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perobahan struktur perekonomian dan kesempatan kerja di kota Solok danmenganalisa kausalitas antara pertumbiuhan ekononi dan keseempatan kerja di Kota Solok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sektor yang dominan dalam dalam struktur ekonomi dan struktur kesempatan kerja di Kota Solok adalah sektortersier (Jasa).

3. Rangkuti, 2009, Dengan Judul Pengaruh Investasi Dan Pertumbuhan

  Berdasarkan pendugaan dampak pertumbuhan dan investasi terhadap tenaga kerja di sektor pertanian, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan daninvestasi di sektor pertanian berpengaruh secara positif terhadap peningkatan tenaga kerja pertanian. Pengaruh pertumbuhan dan investasi terhadap tenagakerja di sektor pertanian memiliki hubungan yang positif, sehingga secara implikasi dapat dikatakan untuk menaikkan jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mutlak diperlukan investasi dan pertumbuhan di sektor pertanian.

4. Azwir Sinaga, 2005, dalam Judul Analisis Kesempatan Kerja Sektoral di

  Sumatera Utara, dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetaui besaranelastistas dan tingkat signifikansi dari variabel makro regional Sumatera Utara berupa Investasi, Angkatan Kerja Sektoral terhadap PDRBSumatera Utara dengan periode pengamatan dari tahun 1978 hingga 2002. Dari sisi investasi ditemukan memiliki sifat yang elastis terhadap tenaga kerja sektoral, sedangkan Angkatan Kerja bersifat in-elastis terhadappertumbuhan Tenaga Kerja sektoral serta sangat dipengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk usia kerja yang masuk ke pasar kerja.

2.10. Kerangka Pemikiran

  Kerangka konsep dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: PDRB Sektor Pertanian Gambar 2.2-b: Kerangka Pemikiran Sektor Pertambangan UMPPMDN PMA Tenaga Kerja Sektor PertanianPDRB Sektor Pertambangan UMP PMDN PMATenaga Kerja Sektor Pertambangan c. Sektor LGAPDRB Sektor Industri UMP PMDN PMATenaga Kerja Sektor Industri PDRB Sektor LGA UMPPMDN PMA Tenaga Kerja Sektor LGA e.

2.11. Hipotesis Penelitian

  PDRB Sektor Industri, UMP, PMDN, dan PMA berpengaruh positif terhadap daya serap tenaga kerja pada sektor Industri 4. PDRB Sektor Listrik Gas dan Air Bersih, UMP, PMDN, dan PMA berpengaruh positif terhadap daya serap tenaga kerja pada sektor Listrik Gasdan Air Bersih (LGA) 5.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Ruang Lingkup PenelitianPenelitian ini dilakukan dengan penekanan pada faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektoral. Jenis dan Sumber DataData dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder dengan sumber perolehan data antara lain Kantor Statistik Sumatera Utara dan Dinas Tenaga Sumatera Utara.

3.3 Metode Analisis Data

3.3.1. Model Regresi

  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang digunakan untuk menganalisis perbedaan pengaruh PDRB Sektoral, UpahMinimum Provinsi (UMP), PMDN dan PMA terhadap Tenaga Kerja antara lapangan atau sektor berbeda. Sedangkan pendekatan deskriptif digunakan untuk membahas interpretasi lebih lanjut dari hasil penelitian yang telah diperoleh dalam analisis kuantitatif.

8) Tenaga kerja sektor keuangan, asuransi dan perbankan (TK_Keu), 9) Tenaga kerja sektor jasa-jasa, sosial dan pribadi (TK_Jasa)

1. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Pertanian

1 PDRB_Pert t + a

2. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Pertambangan

, PMDNt 2t 4 PMA t +Ų 3 PMDN t + b 2 UMP t + b TK_Tamb) ......................(3.3)t = b + b , PMAt , UMPt 1) Tenaga kerja sektor pertanian (TK_Pert) 2) Tenaga kerja sektor pertambangan dan galian (TK_Tamb),3) Tenaga kerja sektor industri pengolahan (TK_Ind), 4) Tenaga kerja sektor listrik, gas dan air Bersih (TK_LGA),5) Tenaga kerja sektor bangunan (TK_Konst), 6) Tenaga kerja sektor perdagangan (TK_Dag),7) Tenaga kerja sektor pengangkutan, pengiriman dan komunikasi (TK_Tran), = f (PDRB_Tambt TK_Tambt …………(3.2) 4 PMA t +Ų 1t 3 PMDN t + a 2 UMP t + a TK_Pert, UMP, PMDN, PMA,) ……………………..(3.1)t = a + a = f (PDRB_Pertt TK_Pertt Berdasarkan uraian variabel baik dependen maupun independen di atas maka model digunakan dalam penelitian ini adalah:

1 PDRB_Tamb t + b

  Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Listrik Gas dan Air BersihTK_LGA = f (PDRB_LGA , UMP , PMDN , PMA )t t t t t ……….……….(3.7) + TK_LGA = d + d PDRB_LGA + d UMP + d PMDN +d PMA .t 1 t 2 t 3 t 4 t Ų 4t …………(3.8) 5. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor KonstruksiTK_Konst = f (PDRB_Konst , UMP , PMDN , PMA ) .………...……t t t t t (3.9)TK_Konst = e + e PDRB_Konst + e UMP + e PMDN + e PMA +t 1 2 t 3 t 4 t Ų 5t……….(3.10) 6.

1 PDRB_Dag t + f

2 UMP t + f 3 PMDN t + f + 4 PMDA t 6tŲ (3.12) …………….

7. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Transportasi

TK_Tran = f ( PDRB_Tran , UMP , PMDN , PMA ) …..….………t t t t t (3.13)TK_Tran t = g +g

1 PDRB_Tran t + g

2 UMP t + g 3 PMDN t + g 4 PMA t +Ų 7t …………… (3.14)

8. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Keuangan

TK_Keut = f (PDRB_Keut , UMPt , PMDNt , PMAt TK_Keu) ……………… (3.15)t = h + h 1 PDRB_Keu t 2 UMP t 3 PMDN t 4 PMA t (3.16)8t

9. Persamaan Kesempatan Kerja Sektor Jasa

TK_Jasa = f (PDRB_Jasat , UMPt , PMDNt , PMAt TK_Jasa ) …….……….. (3.17)t = i + i 2 UMP t t t: Error Term i t t t t t t t t t t t t 3 PMDN t t t t t 1 PDRB_Jasa t t t t t t t …….… (3.18) 9tKeterangan: 4 PMA t t

3.3.2. Pendeflasian Variabel

  Untuk mendapatkan data deret berkala yang nyata (real term), misalnya gaji/upah myata dan pendapatan nyata (real wages, real income), angka-angka tersebut harusdibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Indeks Biaya Hidup (IBH), (J Supranto, 2000:299). Adapun pendeflasian yang dilakukan adalah terhadap variabel dalam satuanmata uang sehingga diperoleh nilai riil antara lain:PDRB PDRB Riil Berlaku-it sektor i t IHK =───────── .....................................................(3.19)t  Variabel Upah Minimum Provinsi (UMP) dalam harga berlaku, maka dilakukan pendeflasian dengan membagi terhadap IHK, sehingga diperoleh Nilai Upah Bersih Riil.

3.3.2. Uji Kesesuaian (Test of Goodness of Fit)

a. Uji Individu ( t)

Uji individu t-statistik, digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas dalam model secara terpisah mempunyai pengaruh nyata terhadap variabel tidakbebas untuk tingkat kepercayaan = α dan df = n-k, dengan hipotesis: H : variabel bebas tidak mempengaruhi variabel tidak bebas H : variabel bebas mempengaruhi variabel tidak bebas

1 Jika t < t , pada taraf kesalahan 5 persen, maka H diterima

  artinya variabel bebas secara terpisah tidak mempengaruhi secara signifikan variabel tidak bebas. Jika t > t pada taraf kesalahan 5 persen, maka H ditolak artinya variabel bebas secara terpisah berpengaruh signifikan terhadap variabel tidak bebas.

b. Uji F (Over-all test)

  Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah keseluruhan variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel tidak bebas, dengan hipotesis:H : semua variabel bebas secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabel tidak bebas. H : semua variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel tidak 1 bebas.

c. Uji Goodness of Fit (R )

  Uji ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar variasi dari variabel terikat 2dapat diterangkan oleh seluruh variabel bebas yang dilibatkan. Jika R mendekati +1 atau -1, maka, sebagaian besar variasi dari variabel terikat dapat diterangkan oleh 2variabel bebas.

3.4. Uji Asumsi Klasik

3.4.1 Uji Multikolinearitas

  Pengujian ini untuk mendeteksi multikolinearitas adalah dengan metode VIF (Variance Inflation Factor) yang dihitung dengan rumus: 1 VIF = ───── .................................................................. Sehingga terdapat saling ketergantunganantara faktor pengganggu yang berhubungan dengan observasi yang dipengaruhi oleh unsur gangguan yang berhubungan dengan pengamatan lainnya.

3.4.4. Uji Normalitas

  Pengujian terhadap asumsi normalitas model regresi dilakukan denganJarque-Berra test), dengan menggunakan indikator statistik Kurtosis J-B test (dan Skewness dari residual regresi. Perkalian antara Statistic dengan Standar Error dari Koefisien Kurtosis dan Skewness harus berada dalam interval -2 dan +2.

3.5 Definisi Operasional Variabel Penelitian

  Sektor adalah lapangan usaha yang terdapat dalam perekonomian baik nasional maupun regional di Indonesia dan terdiri dari9 (sembilan) dengan indeks i dimana i = 1,2,3,……9, antara lain: 1) Pertanian, mencakup:a. Upan Minimum Provinsi (UMP)Upah Minimum Provinsi adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri di suatu provinsiuntuk memberikan upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya dalam satuan rupiah.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

  Lokasi dan Keadaan GeografisPropinsi Sumatera Utara berada di bagian barat Indonesia, terletak pada garis 1 Berdasarkan kondisi letak dan kondisi alam, Sumatera Utara dibagi dalam 3 kelompok wilayah yaitu Pantai Barat, ataran Tinggi dan Pantai Timur. Jumlah penduduk Sumatera Utara yang tinggal di pedesaan adalah6,94 juta jiwa (54,89%) dan yang tinggal di daerah perkotaan sebesar 5,70 juta jiwa (45,11%).

4.1.2.2. Ketenagakerjaan

  Sektor kedua terbesar dalam menyerap tenaga kerja diSumatera Utara adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar 16,14 persen. Sektor lain yang cukup besar peranannya dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa-jasa, baik jasa perorangan, jasa perusahaan, dan jasa pemerintahan yaitu sebesar 11,81 persen, sementara penduduk yang bekerja di sektor industri hanya sekitar7,08 persen.

1. Angkatan Kerja 3.790.524 2.34140 6.13664

  a. Bekerja 3.595.591 2.156.091 5.751.682 b.

2. Bukan Angkatan Kerja 555.965 146.688 70653

  a. Sekolah 367.969 422.952 790.921 b.

4.2.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

  Tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu daerah dapat tergambar dari nilai PDRB yang sekaligus juga mencerminkan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerahyang bersangkutan. Perubahan struktur ekonomiantara lain dapat dilihat secara relatif dari persentase nilai tambah PDRB untuk suatu sektor dibandingkan sektor lain atau dengan kata lain dapat dilihat dari kontribusi relatifsuatu sektor ekonomi terhadap PDRB.

a. PDRB Menurut Lapangan Usaha

Untuk kurun waktu tahun 1980 hingga 2012 (berdasarkan lampiran 3), PDRB Sumatera Utara masih didominasi oleh sektor pertanian yaitu sebesar 28,88 persen Selanjutnya diperlihatkan pula bahwa kontribusi sektor pertanian dan pertambangan semakin tergerser oleh sektor lainnya antara lain oleh sektor Industri,LGA, Konstruksi dan Perdagangan.

4.2.2. Upah Minimum Propinsi (UMP), PMDN dan PMA

  Selama periode pengamatan tahun 1980 hingga 2012 (berdasarkan lampiran 5), terlihat Upah Minimum Propinsi Sumatera Utara secara nominal meningkat dari tahunke tahun rata-rata sebesar 15,55 persen pertahun. Hal yang hampir sama juga ditemukan pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yaitu meningkat rata-rata 68,41 persen pertahun.

4.3. Hasil Estimasi Parameter

  Dalam proses analisis regresi penelitian ini, senantiasa diupayakan hasil yang lebih baik, ditinjau dari aspek Normalitas , pemenuhan asumsi Klasik sertapengujian statistik lain. Variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) data sekunder yang diperoleh dari lapangan ternyata dipilih dalam harga konstan (tahun 2000), selanjutnya dilakukan pendeflasian terhadap nilai variabel dengan membagi terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumatera Utara.  Eksplorasi model senantiasa dilakukan guna memperoleh hasil terbaik seperti variabel yang diduga kuat mengakibatkan gejala multikolinear, dikeluarkan dari persamaan (Damodar Gujarati, 2004) dan jika perlu dapat menggantiknya dengan variabel yang dinilai penting dalam mempengaruhi tenaga kerja sektor dimaksud.

3 Ln_PDRB_Kons(-

4 Ln_UMP_R 0.032 -0.281 -0.001 0.137 0.064 0.231 0.131 0.262 0.222( ** ) ( - ) ( - ) ( *** ) ( - ) ( *** )( *** ) ( *** ) ( *** ) 5 Ln_PMDN_R 0.022 0.289 0.125 -0.024 0.123 0.039 0.088 0.414 0.095( - ) ( ** ) ( ** ) ( - ) ( *** ) ( - ) ( ** ) ( *** ) ( - ) 4 Ln_PDRB 0.474( ** ) 7 R 0.855 20.379 0.747 0.919 0.878 0.732 0.935 0.769 0.944 8 F-Stat 57.46 4.26320.646 109.118 48.503 16.713 139.968 32.125 161.911 ( * )( * ) ( * ) ( * ) ( * ) ( * ) ( * ) ( * ) ( * ) 9 D-W (Otokorelasi) 1.919 1.981 2.25 1.538 1.287 1.966 0.8711.81 1.243 Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***) Tidak (***)Universitas Sumatera Utara 6 Ln_PMA_R 0.045 -0.116 0.073 0.058 0.084 -0.046 0.145 -0.2090.37 ( ***) ( - ) ( ** ) ( ** ) ( *** ) ( - ) ( *** ) ( ** ) ( *** ) Tidak 10 Heteroskedastisitas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak TidakNormal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal

11 Normalitas Normal

  Uji Heteroskedastisitas dengan metode Glejser berdasarkan Lampiran 5 menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabelbebas yang signifikan dalam mempengaruhi absolut residu dari persamaan sektor pertambangan. Uji Durbin Watson membuktikan bahwa tidak ditemukannya gejala otokorelasi dalam model dimana d U (1,43) < D-W (1.919 ) < 4 – d U ( 2,57), pada taraf kesalahan 1%Hitung df:3,33 Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Tenaga Kerja sektor Pertanian pada keyakinan 1 persen (F Hitung sebesar 57,046 lebih besar dari F Tabel (df: 3,29)yaitu sebesar 4,51.

2 R = 0,855 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Hal yang sama dengan persamaan sektor pertanian diterapkan terhadap sektor pertambangan, dengan hasil estimasi sebagai berikut:Tabel 6: Hasil Model Regresi Sektor Pertambangan _lnln 0,116 TK_Tamb t =9,512 0,474ln PDRB_Tamb_R t -0,281lnUMP_R t +0,289lnPMDN t PMA_R Sig. Uji Heteroskdeastisitas berdasarkan Lampiran 8, dengan metode Glejser menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabelbebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor pertambangan.

2 R = 0,379 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Multikolinearitas di atasi dengan menghilangkan variabel PDRB_Ind dan menggantinya dengan variabel baru yaitu Ekspor Sektor Industri Sumatera Utara yang dinilai cukup pentingdalam mempengaruhi variabel kesempatan kerja pada sektor Industri, sehingga dinilai diperoleh hasil model yang lebih baik seperti pada tabel di bawah ini. Uji Heteroskedastisitas berdasarkan Lampiran 11, dengan metode Glejser menunjukkan tidakditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabel bebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor Industri.

2 R = 0,747 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Uji Heteroskedeastisitas berdasarkan Lampiran 14, dengan metode Glejser menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satupunvariabel bebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor Industri. Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Tenaga Kerja sektor Industri pada keyakinan 1 persen (F Hitung sebesar 109,118 lebih besar dari F Tabel (df: 3,29)yaitu sebesar 4,51.

2 R = 0,99 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

Tenaga kerja sektor industri adalah sebesar 92 persen sedangkan sisanya sebesar 7 persen adalah kontribusi dari variabel lain.

4.3.5. Sektor Konstruksi

  Berdasarkan spesifikasi model yang dilakukan guna memperoleh hasil lebih baik, ditemukan bahwa variabel PDRB sektor kontruksi signifikan adalah dalam beda kala 1 (satu) tahun,sehingga digunakan variabel bebas alternatif yaitu PDRB_Kons_R(-1) dan ternyata memberikan hasi yang lebih baik. 0,092 - 0,005 0,011 2 Persamaan regresi disimpulkan berdistribusi normal dalam residu, dimana Ratio Skewness (0,620 / 0,414 = 1,4)7 dan Ratio Kurtosis (0,191 / 0,809 = 0,23) terletak dalam interval -2 dan Hitung Tabel yaitu sebesar 4,02.

2 R = 0,878 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Tenaga kerja sektor konstruksi adalah sebesar 38 persen sedangkan sisanya sebesar 15 persen adalah kontribusi dari variabel lain. Oleh karena hasil estimasi parameter pada persamaan awal ditemukan multikolinearitas, maka di atasi dengan menghilangkan variabel yang diduga kuatsebagai penyebab yaitu Output Sektor Perdagangan (PDRB_Dag).

2 R = 0,73 F-Stat = 16,713 (df: 3,9)

  Uji Heteroskedastisitas berdasarkan Lampiran 20, dengan metode Glejser menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabelbebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor Industri. Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Tenaga Kerja sektor Perdagangan pada keyakinan 1 persen (F sebesar 16,713 lebih besar dari F (df: 3,29)Hitung Tabel yaitu sebesar 4,51.

2 R = 0,73 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Uji Heteroskdeastisitas berdasarkan Lampiran 23, dengan metode Glejser menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabelbebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor Transportasi. Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Tenaga Kerja sektor Transportasi pada keyakinan 1 persen (F sebesar 139,968 lebih besar dari F (df: 3,29)Hitung Tabel yaitu sebesar 4,51.

2 R = 0,935 berarti ke-empat variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Tenaga kerja sektor Perdagangan adalah sebesar 94 persen sedangkan sisanya sebesar 6 persen adalah kontribusi dari variabel lain. Oleh karena terdapatnya adanya gejala multikolinearitas, juga diatasi dengan menghilangkan variabel yang diduga kuat sebagai penyebab, yaitu output sektorKeuangan (PDRB_Keu), seperti pada tabel di bawah.

2 R = 0,769 F-Stat = 3,15 (df: 3,9)

  = 0,000 Sumber : Lampiran 25Persamaan regresi disimpulkan berdistribusi normal dalam residu, dimana Ratio Skewness (0.439 / 0,409 = 1,07) dan Ratio Kurtosis (1.171 / 0,798 = 1,467) terletak dalam interval -2 dan Uji Durbin Watson berdasarkan Lampiran 25, membuktikan bahwa tidak ditemukannya gejala otokorelasi dalam model pada kesalahan 1 persen, dimana d (1,43)< D-W (1,810) < 4 –U Hitung d U ( 2,57). Secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap Tenaga Kerja sektor Keuangan pada keyakinan 1 persen (F Hitung sebesar 32,125 lebih besar dari F Tabel (df: 3,29)yaitu sebesar 4,51.

2 R = 0,769, berarti ke-tiga variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

  Tenaga kerja sektor Keuangan adalah sebesar 77 persen sedangkan sisanya sebesar 23 persen adalah kontribusi dari variabel lain. Sektor Jasa Tabel 13 : Hasil Model Regresi Sektor Jasaln 0,370 lnTK_Jasa = 8,099 + 0,222 ln_UMP_R + t + 0,095 lnPMDN_R t PMA t t-stat (3,390) (1,419) 5,860) Sig.

2 R = 0,944 F-Stat = 161,911 (df: 3,9)

  = 0,000 Sumber : Lampiran 28Persamaan regresi disimpulkan berdistribusi normal dalam residu, dimana Ratio Skewness (- 0.788 / 0,409 = -1,927) dan Ratio Kurtosis (1.39 / 0,798 = 1,74) terletak dalam interval -2 dan Uji Multikoliner berdasarkan Lampiran 28, menunjukkan tidak ditemuinya gangguan multikolinearitas, dimana nilai VIF tidak melebihi angka 10. Uji Heteroskedastisitas berdasarkan Lampiran 29 dengan metode Glejser menunjukkan tidak ditemukannya gangguan heteroskedastisitas dalam model, dimana tidak satu pun variabelbebas yang signifikan dalam mempengaruhi residual absolut dari persamaan sektor Keuangan.

2 R = 0,944, berarti ke-tiga variabel bebas mampu menjelaskan variasi dari pada variabel

Tenaga kerja sektor Keuangan adalah sebesar 95 persen sedangkan sisanya sebesar 5 persen adalah kontribusi dari variabel lain.

4.4. Pembahasan 1. Sektor Pertanian

  Upah Minimum Propinsi (UMP), adalah sangat berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatan tenaga kerja di sektor LGA pada taraf signifikansi 1 persen dan bersifat inelastisdengan koefisien sebesar 0,137 . Hingga saat ini memang kontribusi sektor konstruksi ini dalam penyerapan tenaga kerja masih relatif kecil yaitu sekitar 3,87 persen namun senantiasamengalami peningkatan dari tahun ke tahun Pada sektor perdagangan, ditemukan hanya variabel Upah Minimum Propinsi (UMP) yang berpengaruh positip dan signifikan terhadap peningkatan daya serap tenaga kerja sektorperdagangan dengan koefisien 0,264 dengan taraf signifikansi 1%.

4.4.7. Sektor Transportasi Dan Komunikasi a

  Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN)), juga berpengaruh positip dan signifikan terhadap peningkatan tenaga kerja sektor tranportasi dan komunikasi pada taraf signifikansi 5 persendengan koefisien 0,088. Hal yang cukup menonjol adalah sektor transportasi udara yang berkembang cukup pesat di era tahun 2000an, dengan semakin banyaknya investasi dalampenambahan armada penerbangan swasta, bahkan dengan pesaiingan yang semakin ketat, telah banyak menyerap tenaga kerja di sumatera Utara.

4.4.8. Sektor Keuangan Real Estate dan Jasa Perusahaan

  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Penanaman Modal Asing (PMA) juga ditemukan berpengaruh positip dan signifikan terhadap peningkatan daya serap tenaga kerjadi sektor keuangan pada taraf signifikansi 1 persen dan 5 persen dengan koefisien 0,414 dan 0,209. Koefisien dimaksud memang tidak terlalu besar namun hal ini mengindikasikan bahwa umumnya perusahaan asing dalam yang bergerak dalam sektor Keuangan, Real Estatedan Jasa Perusahaan, masih banyak menggunakan tenaga kerja asing dari pada tenaga kerja yang berasal dari daerah Sumatera Utara.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Tenaga kerja sektor Listrik Gas dan Air Bersih dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh perobahan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Tenaga kerja sektor Sektor Keuangan Real Estate dan Jasa Perusahaan dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh perobahan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan PenanamanModal Dalam Negeri (PMDN) 9.

5.2. Saran

  Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diajukan beberapa saran yang relevan dengan upaya pemecahan persoalan ketenaga-kerjaan di propinsi Sumatera Utara antara lain. Pemerintah Sumatera Utara agar mengupayakan kenaikan UMP Sumatera Utara setiap tahun tanpa mengabaikan kepentingan dunia usaha, oleh karena sektor hampir semuasektor ekonomi khususnya sektor perdagangan di Sumatera Utara dipengaruhi signifikan oleh Upah Minimum Propinsi (UMP), 2.

DAFTAR PUSTAKA

  Ln_PMDN_R .003 .000 .000Ln_PMA_R .032 .000 .000 N Ln_TK_Tamb 33 33 33 Ln_TambR 33 33 33 Ln_UMP_R 33 33 33 Ln_PMDN_R 33 33 33 Ln_PMA_R 33 33 33 Correlations Ln_PMA_R Ln_PMDN_RPearson Correlation Ln_TK_Tamb .327 .477 Ln_ PDRB _Tamb_R .726 .666Ln_UMP_R .825 .814Ln_PMDN_R .831 1.000Ln_PMA_R 1.000 .831 Sig. N ABS_RES_LGA# 33 33 33 33 Ln_UMP_R 33 33 33 33 Ln_PMDN_R 33 33 33 33 Ln_PMA_R 33 33 33 33 Variables Entered/RemovedVariables Variables Model Entered Removed Method 1 Ln_PMA_R, .

Dokumen baru

Download (216 Halaman)
Gratis