Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Gratis

1
44
114
2 years ago
Preview
Full text

SKRIPSI PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

  Penelitianini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan jumlah sampel sebanyak 54 perusahaan, dengan pengumpulan data dilakukan secara studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, semua variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap voluntary disclosure, sedangansecara parsial hanya leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap voluntary disclosure, sedangkan variabel lain yakni ukuran perusahaan, profitabilitas, dankepemilikan saham publik tidak berpengaruh terhadap voluntary disclosure.

KATA PENGANTAR

  Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikanHidayah-Nya, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul“Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ” ini guna melengkapi tugas-tugas serta memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelarsarjana pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 94 ABSTRAK PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP VOLUNTARY DISCLOSURE PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari karakteristik perusahaan yakni ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage,dan kepemilikan saham publik terhadap voluntary disclosure pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Shim, pasar modal adalah pusat perdagangan hutang jangka panjang dan saham perusahaan, sedangkan pasarmodal menurut Undang- Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995 ialah “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaanpublik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”. Penelitian yang dilakukan Sudarmadji dan Sularto ini juga terdapat beberapa kekurangan, yaitu sampel dari penelitian sebelumnya hanya diambilsebanyak 8 perusahaan serta dengan periode waktu 1 tahun yaitu pada tahun 2004 sebagai periode waktu dan sampel tersebut diangggap terlalu kecil sehingga tidakmampu mempresentasikan seluruh populasi yang ada, sehingga hasil yang diperoleh mengalami bias.

1.2 Masalah Penelitian

  1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah penelitian yang telah dikemukakan diatas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuranperusahaan, profitabilitas, leverage, dan tipe kepemilikan publik perusahaan terhadap luas pengungkapan sukarela laporan tahunan secara simultan maupunparsial pada industri manufaktur di bursa efek Indonesia. Bagi kepentingan perusahaan, manajemen perusahaan dapat meyakinkan bahwa perusahaan dalam posisi persaingan yang kuat dan memperlihatkanbahwa kinerja dan operasional perusahaan juga baik dan berjalan efisien.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Agency Theory)

2.1 Teori Keagenen (

  Hampir mustahil bagi perusahaan untuk memiliki zero agency cost dalamrangka menjamin manajer akan mengambil keputusan yang optimal dari pandangan shareholders karena adanya perbedaan kepentingan yang besardiantara mereka. Hal ini disebabkan karena kepemilikan merupakan sumber kekuasaan yang dapat digunakan untukmendukung atau menantang keberadaan manajemen, maka konsentrasi atau penyebaran power menjadi suatu hal yang relevan dalam perusahaan.

2.2 Luas Pengungkapan

  Pengungkapan (disclosure) adalah mengkomunikasikan mengenai posisi dari keuangan dengan tidak menyembunyikan informasi, apabila dikaitkan denganlaporan keuangan, disclosure mengandung makna bahwa laporan keuangan harus memberikan penjelasan yang cukup mengenai hasil aktivitas suatu unit usahakondisi keuangan perusahaan kepada para pengguna laporan keuangan (Rinny, 2010). Pengungkapan yang wajar (fair disclosure)Pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan dengan menyajikan sejumlah informasi yang menurut perusahaan dapat memuaskan pengguna LaporanKeuangan yang potensial.

2.3 PeraturanBapepam

  Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal dengan penjelasan tentang tujuan dari ikatan tersebut, sumber dana yang diharapkanuntuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut, mata uang yang menjadi denominasi, dan langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risikodari posisi mata uang asing yang terkait; 5. Bahasan dan analisis tentang informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi; 6.

2.4 Pengungkapan Sukarela ( Voluntary Disclosure)

  Meek et al (1995) dalam Murtanto (2005) menyatakan bahwapengungkapan sukarela merupakan pengungkapan bebas, dimana manajemen dapat memilih jenis informasi yang akan diungkapkan yang dipandang relevanuntuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang memakainya. Hal ini dapat sejalan dengan teori sinyal yang memberikansinyal-sinyal positif dari suatu perusahaan kepada stakeholdersyang dapat berpengaruhterhadap suatu keputusan yang akan diambil.

2.5 Karakteristik Perusahaan

  Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif, yang berarti kenaikan ukuranperusahaan akan diikuti dengan kenaikan struktur modal yang merupakan penelitian yang dilakukan oleh Sekar, Saidi, Harjudi, Augustinus dan Janny. Menurut Meek,Roberts dan Grey (1995) dalam Almilia dan Retrinasari (2007) perusahaan besar mempunyai kemampuan untuk merekrut karyawan yang ahli, serta adanyatuntutan dari pemegang saham dan analisi, sehingga perusahaan besar memiliki insentif untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas dari perusahaan kecil.

2.7.1 Pengertian Profitabilitas

  Ada beberapapengertian dari profitabilitas menurut dari para ahli: Menurut Riyanto (2001:334), profitabilitas adalah rasio keuangan yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan (profit margin on sales, return on total assets, return on net worth dan lain sebagainya). Profitabilitas dapat didefinisikan sebagai suatu rasio yang dapat mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan mengukur efisiensi dalam mengelolaaset, kewajiban dan ekuitasnya Fraser dan Ormiston (1998:156) dalam Nadirsyah (2006).

2.7.2 Jenis Rasio Profitabilitas

  Pada jenis ini rasio yang pertama dicermati adalah margin laba kotor:Pada jenis rasio profitabilitas ini, menjelaskan laba dari perusahaan yang berhubungan dengan penjualan, setelah dikurangi biaya untuk memproduksibarang yang dijual. Pengukuran yang lebih spesifik untuk profitabilitas penjualan adalah margin laba bersih: Margin laba bersih adalah ukuran profitabilitas perusahaan dari penjualan setelah memperhitungkan semua biaya dan pajak penghasilan.

2.7.2.1 Return On Investment (ROI)

  Menurut Munawir (2004:89),Return On Investment itu sendiri adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukurkemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. total aktiva atau total asetAset adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan, misalnya : kas, persediaan, aktiva tetap dan aktivayang tidak berwujud.

2.7.2.2 Return On Asset (ROA)

  Hansen dan Mowen (1997:68) dalam Nadirsyah (2006), ROA merupakan suatu cara untuk mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalahmelalui perhitungan laba yang diperoleh per dolar investasi. Aktiva yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan memperoleh laba operasi adalah aktiva operasional atau lebihjelasnya rasio ini diukur dengan menghubungkan antara keuntunganatau laba dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan atau aset yang digunakan untukmenghasilkan keuntungan tersebut (operating assets).

2.7.2.3 Retun On Equity (ROE)

ROE membandingkan laba bersih setelah pajak (dikurangi dividen biasa) dengan ekuitas yang telah diinvestasikan pemegang saham di perusahaan. Rasio ini menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan nilai buku pemegang saham, dan sering kali digunakan dalam Leverage 2.8

2.8.2 Pengertian Leverage

  Leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang (Riyanto,2001:332)MenurutVan Home dan Wachowicz (2007:209), leverage didefinisikan sebagai rasio yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang. Leverage keuangan menjelaskan bagaimana pembelanjaan kebutuhan dana dilakukan agar memberikan efek yang menguntungkan terhadap earning per share (EPS) dan rentabilitas modal sendiri (ROE) dengan menentukan tingkat finansial leverage dapat diketahui bahwa semakin besar pula pengaruh yang diberikan oleh perubahan EBIT terhadap laba perlembar saham (DermawanSjahrial,2009:154).

2.8.3 Jenis Rasio Leverage

  Menurut Horne dan Wachowicz (2007:208), ada dua jenis rasio leverage keuangan yang biasa lazim digunakan oleh perusahaan yang go public. Semakin rendah rasio ini, maka semakin tinggi tingkat pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham dan semakin besar perlindungan bagikreditor jika terjadi penyusutan nilai aktiva atau kerugian besar.

2.9 Tipe Kepemilikan Publik

Tipe kepemilikan perusahaan adalah proporsi kepemilikan asing(multinasional), manajemen perusahaan (insider ownership), institusional, publik dan individual.

1. Kepemilikan Asing (Multinasional)

  Ketika kepemilikan orang asing lebih besar dari40%, yakni tingkat kepemilikan yang mengontrol secara total, kinerjaperusahaan jauh lebih baik dan signifikan daripada tingkat kepemilikan yang lebih rendah. Menurut Susanto (1992) dalam Almilia dan Retrinasari(2007), afiliasi perusahaan dengan perusahaan asing (multinasional) mungkin akanmelakukan pengungkapan yang lebih luas.

2. Kepemilikan Manajemen Perusahaan (Insider Ownership)

  Jensen dan Meckling (1976), menyatakan bahwa adanya kepemilikan oleh manajemen akan mengurangi secara signifikan konflik keagenan antarapemilik dan agen (manajemen). Manajerperusahaan akan mengungkapkan informasi perusahaan dalam rangka untuk meningkatkan image perusahaan, meskipun ia harus mengorbankan sumberdaya untuk aktivitas tersebut (Grey, et. Al., 1998).

3. Kepemilkan Institusional

  Tingginya resiko yang dihadapi perusahaan meningkatkanresiko kebangkrutan dan volalitas dari pendapatan, hal ini akan mengurangi minat institusi untuk melakukan investasi pada saham perusahaan tersebutkarena institusi lebih mementingkan pada stabilitas pendapatan (Fitri dan Mamduh,2003). Monitoring oleh investor institusional ini dapat mengurangi agency cost dalam hal ini yaitu biaya yang ditanggung pemilik untuk mengawasi agen seperti biaya audit, sehingga dividen yang dibayarkan juga menurun.

4. Kepemilikan Publik

  Dalam penelitian yang dilakukan (Hadi dan Sabeni, (2002), sertaYularto dan Chariri, (2003) variabel tipe kepemilikan diukur dengan presentase saham yang dimiliki oleh publik (masyarakat). Private informationtersebut merupakan informasi internal yang semula hanya diketahui oleh manajer,seperti standar yang dipakai dalam pengukuran kinerja perusahaan dan keberadaan perencanaan bonus.

5. Kepemilikan Individual

  Kepemilikan individu atau keluarga sering dihubungkan peran ganda mereka didalam perusahaan, yaitu sebagai pemilik dan sebagai pengelola(manajemen) perusahaan. Menurut sudut pandang ekonomi, individu atau keluarga membuat investasi khusus didalam perusahaan dalam hal human capital sehingga mereka sering enggan untuk melakukan kontrol yang ketat (Fitriani,2001).

2.10 Penelitian Terdahulu

  Luciana Spica Almilia dan Ika Retrinasari (2007), yang melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, rasio leverage, net profit margin,ukuran perusahaan dan status perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Kelengkapan perusahaan tidak dipengaruhi oleh semua variabel- variabel bebas tersebut, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhikelengkapan pengungkapan (wajib dan sukarela) adalah variabel rasio likuiditas, ukuran perusahaan dan status perusahaan yang berpengaruhsignifikan <10%.

6. Ardi Murdoko Sudarmadji dan Lana Sularto (2007) meneliti “Pengaruh

  Dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah variabelUkuran Perusahaan, Leverage, Profitabilitas dan Tipe Kepemilikan Perusahaan yang menjadi variabel independen berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure perusahaan yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhikelengkapan pengungkapan (wajib dan sukarela) adalah variabel rasiolikuiditas, ukuran perusahaan dan status perusahaan yang berpengaruhsignifikan <10%.

2.11 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptualmenjelaskan secara teoritis model konseptual variabel-variabel penelitian, tentang bagaimana pertautan teori-teori yangberhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin diteliti, yaitu variabel bebas dengan variabel terikat (Sapto Haryoko dalam Iskandar, 2008:54). UKURAN PERUSAHAAN(X1) PROFITABILITAS(ROA) (X2) VOLUNTARY DISCLOSURE (Y)

LEVERAGE (X3)

  Semakin banyak saham yang dimiliki oleh publik, makasemakin besar tekanan yang dihadapi perusahaan untuk mengungkapkan informasi lebih banyak dalam laporan tahunannya. Hal ini dikarenakan semakinbesar porsi kepemilikan publik, maka semakin banyak pihak yang membutuhkan informasi tentang perusahaan, sehingga semakin banyak pula butir-butir informasiyang mendetail yang dituntut untuk dibuka dalam laporan tahunan.

2.12 Hipotesis

  Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diungkapkan sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:H 1 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap voluntary disclosure (pengungkapan sukarela). H 5 : Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage dan Tipe kepemilikan secara simultan berpengaruh positif terhadap voluntary disclosure (pengungkapansukarela).

BAB II I METODE PENELITIAN

  Adapun perusahaan tersebut adalah: Tabel 3.1 Sampel Penelitian Keterangan Jumlah Perusahaan Jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar diBEI dari tahun 2011-2013 134Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan tahunannya secara lengkap dan berturut-turutselama tahun pengamatan serta yang mengalami kerugian selama tahun 2011-2013 (80)Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sampel 54 Total sampel yang digunakan dalam penelitian(54x3) 162 Detail Sampel dapat dilihat pada Lampiran 1. Sumber: Bursa Efek Indonesia (Januari 2015) 3.3 Teknik Pengumpulan Data Dalam hal ini data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara(diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).

3.4.1 Variabel Dependen

  Menurut Nurhaeni dkk (2001) perhitungan indeks menggunakan indeks variable Wallace : X Indeks Wallace = 100% Keterangan := Jumlah butir yang diungkap oleh perusahaan n k = Jumlah butir yang seharusnya diungkapVariabel luas pengungkapan sukarela dalam penelitian ini diukur berdasarkan indeks item pengungkapan sukarela. Daftar item pengungkapan yangdigunakan dalam penelitian ini sebanyak 13 item yang merupakan pengembangan dari item penelitian yang telah dilakukan baik yang berasal dari dalam maupunluar negeri tanpa mengesampingkan batasan peraturan pemerintah dan StandarAkuntansi Keuangan tentang pengungkapan laporan keuangan.

3.4.2 Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesepakatan yang dikeluarkan oleh Suripto (1998), Suryani (2003) dan Renita Verdiyana (2006)yang berisi tentang elemen-elemen yang diungkap pada laporan pengungkapan sukarela industri manufaktur yang telah disesuaikan dengan peraturan BAPEPAMNo. kerjasama dengan perusahaan lain dan atau grup perusahaan,5.

3.4.3 Variabel Independen

  Tipe kepemilikan publik perusahaan ini dapat diukur dengan cara menggunakan data rasio, dimana presentase saham yangdimiliki publik yang diperoleh dengan membagi antara jumlah saham yang dimiliki masyarakat dengan jumlah saham yang beredar diperusahaan. Berdasarkan pertimbangan dan penelitian-penelitian terdahulu, maka variabel Tipe Kepemilikan dalam penelitian ini akan diukur dengan prosentasesaham yang dimiliki oleh publik seperti yang pernah dilakukan oleh Hadi dan Sabeni (2002),Yularto dan Chariri (2003) serta Wicaksono (2011).

3.5 Metode Analisis Data

  Menurut Ghozali (2005) dan Santoso (2001) terdapat beberapa asumsi klasik yang harus dipenuhi oleh model persamaan regresi, yaitu: Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model statistik variabel-variabel penelitian mempunyai distribusi data yangnormal atau tidak normal. nilai tolerance dan VIF yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi,Persamaan yang digunakan : VIF = 1/Tolerance 3.5.1.3 Uji Heteroskedatisitas Heretoskedatisitas merupakan keadaan dimana seluruh faktor pengganggu tidak memiliki varian yang sama untuk seluruh pengamatan atas variabelindependen.

3.5.2 Uji Regresi Linier Berganda

  Ordinary Least Squares(OLS) merupakan salah satu cara untuk menghitung parameter α,β dan e dari suatu persamaan regresi. Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda (multiple linear regression analysis), karena terdiri dari satu variabel dependen dan beberapa variabel independen.

3.6 Pengujian Hipotesis

Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji signifikan parameter individual (Uji Statistik t) dan uji signifikansi simultan (Uji Statistik F).

3.6.1 Uji Statistik t

  jika nilai signifikan > 0,05, maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan), Ini berarti bahwa secara simultan variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Nilai yang mendekati satu artinya Secara umum koefisien determinasi untuk data silang (crossection) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan,sedangkan untuk data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Statistik Deskriptif

  Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel independen yang terdiri dari Ukuran Perusahaan (X1),Profitabilitas yang diproksikan ke dalam Return on Asset (X2), Leverage (X3),Kepemilikan Publik (X4), dan variabel dependen yaitu Voluntary Disclosure(pengungkapan sukarela) (Y). (2-tailed) .061 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Maret 2015) Berdasarkan hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov (Data Asli) diatas, terlihat bahwa data telah terdistribusi dengan normal yang mana terlihatbahwa nilai signifikansi diatas 0.05 yaitu sebesar 0.061 dan nilai Kolmogorov- Smirnov Z sebesar 1.322.

4.1.2.3. Uji Heteroskedastisitas

  Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadiheteroskedastisitas.

4.1.2.4. Uji Autokorelasi

  Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah sebuah model regresi terdapat korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahanpengganggu pada periode t-1 atau sebelumnya (Ghozali, 2005). DISC Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Maret 2015) Berdasarkan hasil pengujian Durbin-Watson dengan menggunakan SPSS maka diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1.648 yang berarti berdasarkankriteria Durbin-Watson hasil tersebut 1.60< 1.648 < 2.40 yang berarti tidak terjadi autokorelasi.

4.1.3. Model Regresi Berganda

  Hasil regresi linear berganda pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, leverage danKepemilikan Publik terhadap Voluntary Disclosurepada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013 yang ditunjukkan pada tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5 Hasil Analisis Regresi a Coefficients Model Unstandardized Standardized t Sig. Pada tabel coefficients yang dibaca adalah nilai dalam kolom B pada baris pertamamenunjukkan konstanta (a) dan baris selanjutnya menunjukkan konstanta variabel independen.

4.1.4. Uji Hipotesis

2

4.1.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R )

2 Uji koefisien determinasi(R ) ini digunakan untuk menggambarkan

  Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semuainformasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Dari hasil olah data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0.278atau sebesar 27.8% artinya hubungan antaravariabel Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Kepemilikan Publik terhadap Voluntary Disclosure adalah kurang erat.

4.1.4.2. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)

  DISC Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Maret 2015) Berdasarkan tabel 4.7, maka hasil regresi berganda dapat menganalisis pengaruh dari masing-masing variabel Ukuran Perusahaan, Profitabilitas (ROA), Leverage, dan Kepemilikan Publik terhadap Voluntary Disclosure yaitu: Harga t hitung yang ada selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel. Untuk kesalahan 5 % uji dua pihak dan dk = n – 4 = 158, maka diperoleh t tabel = 1.654Adapun kriteria penerimaan hipotesis adalah sebagai berikut :Ho (Hipotesis Nol) :  = 0 (tidak ada pengaruh)Ha (Hipotesis Alternatif) :  ≠ 0 (ada pengaruh) Tabel 4.7 untuk variabel Ukuran Perusahaan nilai t hitung 1.420 < t tabel 1.654 dan nilai sig sebesar 0.157> 0.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

4.1.4.3. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

  Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independenUkuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Kepemilikan Publikterhadap Voluntary Disclosure yaitu Hasil uji F ditunjukkan pada tabel 4.8 berikut: Tabel 4.8 Uji F a ANOVA Model Sum of df Mean F Sig. USAHA,ROA Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara bersama- sama (simultan) variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapvariabel dependen.

4.2 Pembahasan

  4.2.2 Pengaruh Profitabilitas (ROA) terhadap Voluntary Disclosure Berdasarkan uji t atau parsial yang menunjukkan bahwaProfitabilitas yang diukur dengan menggunakan Return on Asset tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela (Voluntary Disclosure) perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ardi Murdoko Sudarmadji dan Lana Sularto (2007) meneliti“Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Profitabilitas dan TipeKepemilikan Perusahaan terhadap Luas Voluntary Disclosure PerusahaanLaporan Tahunan Perusahaan”, bahwa variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap luas voluntary disclosure laporan tahunanperusahaan.

4.2.3 Pengaruh Leverage terhadap Voluntary Disclosure

  Berdasarkan uji t atau parsial yang menunjukkan bahwa Leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Voluntary Disclosure, yangmana menunjukkan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki perusahaan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapansukarela. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehJulia Halim, Carmel Maiden dan Rudolf Lumban Tobing (2005) yang menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh signifikan terhadap voluntary disclosure perusahaan, walaupun ada sedikit perbedaan dengan penelitian sebelumnya, dimana penelitian ini menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif signifikan.

4.2.4 Pengaruh Kepemilikan Saham Publik terhadap

  Disclosure Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepemilikan publik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan sukarela atau voluntary disclosure pada Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seberapa besar porsi publik memiliki saham pada perusahaan terbseut,tidak mempengaruhi keinginan perusahaan dalam melampirkan item-item di laporan keuangan yang mendukung pengungkapan sukarela.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan analisa data dan pembahasan dalam penelitian maka diperoleh jawaban dari rumusan masalah yakni Ukuran Perusahaan,Profitabiltas, leverage, dan Kepemilikan Saham Publik secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Voluntary Disclosure (Pengungkapan Sukarela) Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2011-2013. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0.054 menjelaskan bahwa kontribusi variabel independen (ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kepemilikan publik) terhadap variabel terikat voluntary disclosureadalah sebesar 5.4%, sedangkan sisanya sebesar 94.6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan pada penelitian ini.

5.2 Saran

  Hendaknya Bursa Efek Indonesia menetapkan suatu aturan standar yang mengawasi mengenai laporan keuangan dan tahunan sehinggatidak ada lagi terjadinya publikasi laporan keuangan dan tahunan yang tidak lengkap dan informatif kepada publik. Hendaknya pada penelitian berikutnya meneliti lebih banyak variabel lagi sehingga dapat diketahui variabel apa saja yang berpengaruhterhadap voluntary disclosure dari sebuah perusahaan dan sebaiknya meneliti perusahaan yang berbeda sehingga akan ada lebih beragamhasil yang dapat diperoleh.

VOLUNTARY DISCLOSURE

  DISC 79.9321 10.29329 162 UK. USAHA 11.6957 2.34650 162 ROA 10.2597 12.35827 162 LEVERAGE 31.1511 24.75003 162 SAHAMPUBLIK 26.9111 16.09898 162Correlations VOLUNTARY UK.

SAHAMPUBLIK .014 .133 -.170 .013

  USAHA 162 162 162 162 N ROA 162 162 162 162 LEVERAGE 162 162 162 162 SAHAMPUBLIK 162 162 162 162 CorrelationsSAHAMPUBLIK VOLUNTARY. USAHA 162 N ROA 162 LEVERAGE 162 SAHAMPUBLIK 162a Variables Entered/Removed Model Variables Variables Method Entered RemovedSAHAMPUBLIK, LEVERAGE, 1 .

a. Dependent Variable: VOLUNTARY.DISC b. All requested variables entered

  Error of the EstimateDurbin-Watson 1 .278a .077 .054 10.01304 1.648 a. USAHA .484 .341 .110 1.420 .157 ROA -.004 .065 -.005 -.069 .945LEVERAGE -.103 .032 -.247 -3.201 .002 SAHAMPUBLIK .001 .050 .002 .021 .983 CoefficientsaModel Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)UK.

LEVERAGE UK.USAHA ROA

  USAHA ROA1 1 3.911 1.000 .00 .00 .02 2 .574 2.610 .00 .00 .82 3 .342 3.383 .00 .00 .014 .155 5.020 .04 .06 .12 5 .018 14.654 .96 .93 .02 Collinearity DiagnosticsaModel Dimension Variance Proportions LEVERAGE SAHAMPUBLIK1 1 .02 .01 2 .01 .06 3 .86 .124 .07 .80 5 .04 .00a. Predicted Value -2.860 1.600 .000 1.000 162 Standard Error of PredictedValue .886 4.190 1.677 .534 162Adjusted Predicted Value 70.6713 84.4760 79.9682 2.88760 162 Residual -37.29541 17.89655 .00000 9.88787 162Std.

a. Dependent Variable: VOLUNTARY.DISC

  Charts One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestUnstandardized Residual N162 Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. ChartsDescriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std.

VOLUNTARY.DISC 162

38.00 92.00 79.9321 10.29329 Valid N (listwise) 162

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Corporate Social Responsibility, kepemilikan institusional, dan kepemilkan asing terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 dan 2013
0
88
119
Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
44
114
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelemahan material pengendalian internal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
53
136
Pengaruh karakteristik auditor, tipe kepemilikan perusahaan, kompleksitas dan ukuran perusahaan terhadap penetapan fee audit pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
7
60
114
Analisis pengaruh efektifitas komponen modal kerja,leverage, umur perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go public Indonesia : studi kasus pada perusahaan manufaktur go publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2009
1
8
100
Pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2005-2009
1
4
98
Pengaruh profitabilitas, leverage, umur, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013)
3
39
154
Pengaruh stuktur modal dan kinerja perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
5
33
119
Pengaruh arus kas operasi dan likuiditas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI0
1
5
1
Pengaruh struktur kepemilikikan dan struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
33
74
Pengaruh modal kerja dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
19
132
Pengaruh Corporate Social Responsibility, kepemilikan institusional, dan kepemilkan asing terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 dan 2013
0
0
22
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelemahan material pengendalian internal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Keagenen (Agency Theory) - Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
39
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap voluntary disclosure perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
0
0
8
Show more