Feedback

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Musmusculus)

Informasi dokumen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman tingkat tinggi. Hingga saat ini, tercatat 7000 spesies tanaman telah diketahui khasiatnya namun kurang dari 300 tanaman yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi secara regular. Sekitar 1000 jenis tanaman yang telah diidentifikasi dari aspek botani sistematik tumbuhan dengan baik. WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68% penduduk dunia masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit dan lebih dari 80% penduduk dunia menggunakan obat herbal untuk mendukung kesehatan mereka (Saifudin, et.al., 2011). Saat ini gaya hidup masyarakat perkotaan mengalami perubahan yang sangat drastis. Gaya hidup serba cepat dan instan serta kerja ekstra keras menjadi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu kebutuhan masyarakat terhadap suplemen stamina menjadi meningkat. Namun banyak diantaranya dapat memberikan efek samping yang berbahaya jika digunakan dalam waktu yang lama, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila dikonsumsi dengan frekuensi yang tinggi. Beberapa contoh tanaman yang sering digunakan sebagai tonikum adalah Lengkuas (Alpinia galanga L.) (Rahardian, 2007), akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) (Dewi, 2007), rimpang jahe merah (Zingiber officinal, Rosc) (Setyowati, 2007) dan buah cabe jawa (Piper retrofractum, Vahl) (Ikawati, 2007) Salah satu tanaman obat yang sering digunakan masyarakat sebagai tanaman pagar adalah mangkokan. Tanaman mangkokan merupakan tumbuhan liar yang dapat tumbuh seperti halnya gulma yang toleransi terhadap lingkungan disekitarnya. Perbanyakannya juga mudah yaitu cukup dengan stek batang. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat jika dilakukan teknik budidaya yang tepat. Pemanfaatan tanaman ini belum maksimal karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui manfaat 1 2 dan penggunaannya sebagai tanaman obat. Selain itu, belum ada masyarakat yang membudidayakan tanaman mangkokan untuk tujuan bisnis. Peluang pengembangan tanaman mangkokan dilakukan pada bisnis obat yang bahan dasarnya yang terbuat dari ekstrak daun mangkokan dan dapat di gunakan secara praktis oleh konsumen. Dari banyak tumbuhan yang berkhasiat obat, beberapa tumbuhan di antaranya berkhasiat sebagai tonikum. Tonikum merupakan campuran bahan yang dapat memperkuat tubuh atau memberi tambahan tenaga/energi pada tubuh. Kata tonic sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti meregang. Tonikum dapat meregang atau memperkuat sistem fisiologis tubuh sebagaimana halnya olah raga yang dapat memperkuat otot (Gunawan, 1999). Selain itu, senyawa ini dapat meningkatkan aktivitas psikis, menghilangkan rasa kelelahan dan penat, serta meningkatkan kemampuan berkonsentrasi (Mutschler, 1986). Sementara Ginseng (Panax ginseng) memiliki berbagai macam aktivitas farmakologis. Antara lain sebagai adaptogen yang membantu tubuh meningkatkan kekebalan dari cekaman kimia dan fisik. Ginseng juga memiliki aktivitas yang meningkatkan vitalis dan daya tahan serta meningatkan kapasitas mental (Thorne Research, 2009) Pada penelitian ini akan di uji khasiat tonikum dari daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr). Yang masih satu famili dengan tanaman Ginseng diduga memiliki kandungan senyawa yang sama dengan ginseng sehinga dapat memberikan efek tonikum. Berdasarkan pendekatan taksomi, maka tanaman tersebut yang dipilih. 3 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan hal-hal yang telah diuraiikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pengaruh aktivitas tonikum yang diberikan oleh ekstrak etanol daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak etanol sedian serbuk ginseng pada mencit jantan (Mus musculus) dengan uji daya tahan berenang ? 2. Bagaimana perbandingan ekstrak etanol daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak etanol sedian serbuk ginseng sebagai tonikum pada mencit jantan (Mus musculus) ? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui aktivitas tonikum dari ekstrak etanol daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak etanol sedian serbuk ginseng terhadap daya tahan berenang mencit jantan (Mus musculus). 2. Membandingkan efektif dari ekstrak etanol daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellarium Merr) dan ekstrak etanol sedian serbuk ginseng sebagai tonikum pada mencit jantan (Mus musculus). 1.4 Hipotesis 1. Ekstrak etanol tanaman daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak etanol sedian serbuk ginseng dapat memberikan efek tonikum pada mencit jantan. 2. Ekstrak etanol daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dapat memberikan efek tonikum yang serupa dengan ekstrak etanol dari sediaan ginseng pada mencit jantan (Mus musculus). 1.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penggunaan daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr)pada produk farmasi dan akan ada penelitian lebih lanjut mengenai khasiat ekstrak etanol daun tanaman Mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) sebagai tonikum sehingga perannya sebagai tanaman obat akan lebih berarti. SKRIPSI ANGGA WAHYU HIDAYAT 201010410311159 UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN ( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Mus musculus) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 Lembar Pengesahan UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN ( Polyscias Scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN ( Mus musculus ) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2014 Oleh: Angga Wahyu Hidayat NIM: 201010410311159 Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II Drs. Herra Studiawan,MS. Apt Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, MP. ii Lembar Pengujian UJI PERBANDINGAN AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN ( PolyScias Scutellaria Merr) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN ( Mus musculus ) SKRIPSI Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji Pada Tanggal 13 Agustus 2014 Oleh : Angga Wahyu Hidayat NIM : 201010410311159 Disetujui Oleh: Penguji I Penguji II Drs. Herra Studiawan,MS.,Apt. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, MP. NIDN : 0721018502 Penguji III Penguji IV Siti Rofida,S.Si.,M.Farm.,Apt. Drs. Achmad Inoni, Apt. NIP UMM: 11408040453 NIDN : 0020124205 iii KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum warohmatullahi wabaraokatuh Puji syukur tercurahkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam karena berkat rahmat dan hidayahnya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Uji Aktivitas Tonikum Ekstrak Etanol Daun Mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) dan Ekstrak Etanol Sediaan Serbuk Ginseng Terhadap Daya Tahan Berenang Mencit Jantan ( Musmusculus )” Skripsi ini diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Allah SWT, Tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, nikmat dan hidayahnya kepada umatnya, Rasulullah SAW, yang sudah menuntun kita menuju jalan yang lurus. 2. Bapak Drs. Herra Studiawan, MS. Apt, selaku Dosen Pembimbing I, dan Bapak Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, MP. selaku Dosen Pembimbing II disela kesibukan beliau masih bisa meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi pengarahan dan dorongan moril sampai terselesaikannya skripsi ini. 3. Ibu Siti Rofida,S.Si.,M.Farm.,Apt dan Bapak Drs. H. Ahmad Inoni, Apt. selaku Dosen Penguji yang telah banyak memberikan saran dan masukan serta motivasi demi kesempurnaan skripsi ini. 4. Bapak Yoyok Prasetyo, S.kep., M.kep., Sp.Kom, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan penulis belajar di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. 5. Ibu Nailis Syifa’, S.Farm.,M.Sc.,Apt selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan motivasi dan iv kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 6. Ibu Sovia Basuki selaku Kepala Laboratorium Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah membantu, mengarahkan dan memberikan kemudahan sarana dan prasarana sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 7. Mas Ferdi, Mbak Bunga dan Mbak Evi selaku laboran yang telah banyak membantu serta memberikan sarana dan prasarana sehingga penelitian skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 8. Miftah selaku staff administrasi Laboratorium Faal Universitas Muhammadiyah Malang yang telah berkenan memberi sarana dan prasarana serta memudahkan penelitian skripsi ini. 9. UPT. Materia Medica Batu yang telah membantu kelancaran penelitian sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 10. Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm., Apt, dan Ibu Sendy Lia Yunita, S.Farm., Apt. selaku Sekretaris Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 11. Ibu Siti Rofida, S.Si.,M.Farm.,Apt selaku dosen wali yang telah berkenan membimbing, berdiskusi serta memberikan masukan sampai terselesaikannya skripsi ini. 12. Untuk semua para bapak dan ibu dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberikan waktunya untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat. 13. Staff Tata Usaha Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang terima kasih karena telah banyak membantu dalam hal administrasi. 14. Orang tua tercinta, Ayah Edy Susanto dan Ibu Fatmawati, yang tiada hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk kesuksesan putranya. Terima kasih banyak atas didikan, kerja keras, dan v kasih sayangnya untuk membuat anak-anaknya bahagia serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat. 15. Buat adik tersayang Alief Faris Kurniawan yang selalu dirindukan memotivasi penulis untuk jadi yang lebih baik lagi dan memberikan dukungan dalam penulisan. 16. Buat Dewi Ariani yang telah menemani dan selalu memberi motivasi dan nasehat sampai skripsi ini terselesaikan. 17. Sahabat- sahabat masa perkuliahan dan selalu mendorong untuk segera meneylesaikan skripsi ini Fadillah Titisari, Agustina Rahayu, Pradana Agus, Eflin Norma Furqia, Nehru Marino, Dian Artha Kw, Shella Alifa dan Laily Amy. 18. Sahabat kelompok skripsi Nehru Marino Awal sebagai partner kerjasama yang selalu kompak menemani kemanapun kita pergi, memberikan motivasi dan masukan sampai terselesaikannya penulisan skripsi ini. 19. Teman-teman Farmasi C 2010 terimakasih atas kebersamaannya menjadi teman dan saudara yang selalu kompak dan saling memberi motivasi. 20. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilam ini tak luput dari bantuan, doa yang telah kalian semua berikan. Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu membuka diri untuk segala saran dan kritik yang membangun. Malang, 17 September 2014 Peneliti, Angga Wahyu Hidayat vi RINGKASAN Saat ini gaya hidup masyarakat perkotaan mengalami perubahan yang sangat dratis. Gaya hidup serba cepat dan instan serta kerja ekstra keras menjadi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu kebutuhan masyarakat terhadap suplemen stamina menjadi meningkat. Namun banyak diantaranya dapat memberikan efek samping yang berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila dikomsumsi dengan frekuensi tinggi. Oleh karena itu sebaiknya kita kembali ke obat-obatan herbal, karena indonesia merupakan salah satu negra dengan kekayaan hayati terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 30.000 spesia tingkat tinggi. Hingga saat ini tercatat 7000 spesies tanaman yang diketahui khasiatnya. Dari banyak tumbuhan yang berkhasiat obat, beberapa tumbuhan di antaranya berkhasiat sebagai tonikum. Tonikum adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dapat memperkuat tubuh atau memberi tambahan tenaga/energi pada tubuh. Masyarakat khususnya kaum pria banyak yang mengkomsumsi tonikum, beberapa contoh tanaman Lengkuas ( Alpinia galanga L.), Akar pasak bumi ( Eurycoma longifolia Jack ), Rimpang jahe merah ( Zingiber officinal, Rosc ) dan Buah cabe jawa ( Piper retrofractum, Vahl ). Pada penelitian ini telah dilakukan uji aktivitas tonikum ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas tonikum dari ekstrak daun tanaman mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng terhadap daya tahan berenang mencit jantan Mus musculus dan membandingkan efektif dari ekstrak daun tanaman mangkokan (Polyscias scutellarium Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng sebagai tonikum pada mencit jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode Forced Swimming Test yaitu uji untuk mengetahui seberapa tahan lama mencit berenang, sehingga dapat dilihat khasiat ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng terhadap kelelahan akibat efektivitasnya sebagai tonikum. vii Ekstrak yang didapat dilakukan skrining fitokimia untuk mendeteksi adanya kandungan senyawa golongan triterpenoid/steroid, glikosida saponin, flavonoid, polifenol dan tanin pada ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng. Kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas tonikum pada mencit. Uji ini dilakukan terhadap hewan uji mencit jantan. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing kelompok ada 5 mencit. Pada kelompok I kontrol negatif di berikan CMC-Na 0,5%, kelompok II kontrol positif diberikan kafein, kelompok III – V yaitu ekstrak daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) diberikan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu 4 mg/ 20 gr BB mencit, 8 mg/ 20 gr BB mencit dan 12 mg/ 20 gr BB mencit. Sedangkan kelompok VI – VIII ekstrak sediaan serbuk ginseng diberikan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu 0,52 mg/20g mencit, 1,04 mg/20g mencit, dan 1,56 mg/20g mencit. Untuk mengetahui aktivitas tonikum maka dilakukan uji renang pada mencit yang menghasilkan durasi struggling. Dari durasi tersebut dapat diketahui aktivitas tonikum ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dan ekstrak sediaan serbuk ginseng yang dibandingkan dengan kontrol negatif, serta ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria Merr) dibandingkan dengan ekstrak sediaan serbuk ginseng, untuk mengetahui pada dosis berapa ekstrak duan mangkokan yang lebih efektif dibandingkan ekstrak sediaan serbuk ginseng, untuk menginduksi kelelahan. Metode yang digunakan adalah uji renang dengan menilai kemampuan struggling mencit coba. Durasi struggling tersebut diukur pada seluruh mencit dalam tiap dosis dalam 3 waktu pengamatan yang berbeda yaitu hari pertama, hari ketiga, dan hari kelima Uji renang dilakukan pada pukul 10.00-11.00 WIB. Pemilihan waktu tersebut mengacu pada irama sirkadian mencit. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) dosis 12 mg/20gBB dan sediaan serbuk ginseng dosis 1,56 mg/20g mencit dapat meningkatkan stamina mencit. viii ABSTRAK UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Musmusculus) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tonikum ekstrak etanol daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) dan ekstrak etanol sediaan serbuk ginseng pada mencit jantan dan sekaligus membandingkan efek tonikum ekstrak daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) dan ekstrak etanol sediaan serbuk ginseng terhadap pemberian ekstrak pada mencit jantan dengan uji daya tahan berenang. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode Forced Swimming Test yaitu uji untuk mengetahui seberapa tahan lama tikus berenang. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing kelompok ada 5 mencit. Pada kelompok I kontrol negatif di berikan CMC-Na 0,5%, kelompok II kontrol positif diberikan kafein, kelompok III – V yaitu ekstrak daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) diberikan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu 4 mg/ 20 gr BB mencit, 8 mg/ 20 gr BB mencit dan 12 mg/ 20 gr BB mencit. Sedangkan kelompok VI – VIII ekstrak sediaan serbuk ginseng diberikan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu 0,52 mg/20g mencit, 1,04 mg/20g mencit, dan 1,56 mg/20g mencit. Uji renang dilakukan sebanyak 3 kali pada hari pertama, hari ketiga, dan hari kelima. Durasi struggling mencit kemudian dianalis menggunakan Least Significant Different. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa daun mangkokan ( Polyscias scutellaria Merr ) dengan dosis 12 mg/20gBB dan ginseng dosis 1,56 mg/20g dapat meningkatkan stamina mencit. Kata kunci : Tonikum., Polyscias scutellaria Merr., Sediaan Serbuk Ginseng., Forced Swimming Test. ix ABSTRACT The tonic activity test on the ethanol extract of "Mangkokan" leaves ( Polyscias scutellaria Merr ) and ethanol extract of ginseng powder toward swimming endurance on male mice (Musmusculus) This research is to know about the tonic kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Musmusculus) Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN( Polyscias scutellaria Merr ) dan EKSTRAK ETANOL SEDIAAN SERBUK GINSENG TERHADAP DAYA TAHAN BERENANG MENCIT JANTAN (Musmusculus)

Gratis