Kontruksi media cetak atas realitas analisis framing terhadap majalah tabligh

Gratis

0
9
110
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui issue utama atau tema yang dikemukakan oleh Majalah Tabligh berikut materi apa saja yang disampaikan danteknik penggunaan bahasa dalam penyampaian materi dakwah serta bagaimanaMajalah Tabligh melakukan pembingkaian terhadap realitas untuk menyampaikan visi dan misinya melalui pesan-pesan kepada pembaca. Teknik Pengumpulandata yang dilakukan pada metode ini adalah mengumpulkan berbagai dokumentasi yang kemudian diklasifikasikan dengan kategori yang ditetapkan berdasarkan alat Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa Issue utama/tema yang dikemukakan oleh Majalah Tablighadalah 1).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa merupakan salah satu komponen penting dalam

  Dalam kepentingan dakwah pengertian teks isi pesan media merupakan suatu hal yang muncul dari kontekskehidupan sosial masyarakat yang ditampilkan oleh media dan kemudian akan diterjemahkan pula oleh masyarakat berdasarkan konteks nilai-niali agama dankonteks sosial yang berlaku saat itu ditengah masyarakat. Yang menarik dari pesan atau teks dakwah yang dihadirkan oleh Majalah Tablighadalah adanya perbedaan cara pandang Organisasi Muhammadiyah sebagai payung besar yang membawahinya, dikenal sebagai organisasi yang Salah satu contoh, dalam Majalah Tabligh edisi April 2004, yang memuat tema: “Laisa Minna, Liberalisme, Pluralisme, dan Inklusivisme”, memosisikanPluralisme adalah suatu pemikiran sesat yang tidak dapat diterima keberadaanya dan harus diwaspadai penyebarannya.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

  Agar anilisa dapat dilakukan lebih mendalam, maka penulis akan menentukan pembatasan masalah, adapaun batasan dari objek Majalah yangditeliti adalah: 1. 04/November 2002Judul Sindroma hantu, klenik, dan mistik 2.

2. Perumusan Masalah

  Apakah Perangkat pembingkai (framing device) yang digunakan oleh Majalah tabligh dalam membingkai pesan/teks pada Rubrik Laporan Utama?b. Apakah Perangkat Penalaran (reasoning device) yang digunakan oleh Majalah tabligh dalam membingkai pesan/teks pada Rubrik Laporan Utama?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Hasil penelitian ini juga diharapkan dapatmemberikan gambaran bahwa Islam dan berbagai isu didalamnya bukanlah suatu isu yang mutlah dan final tetapi merupakan suatukontroversi yang wajar dan harus disikapi dengan saling menghormati. Sedangkan apa yang ditampilkan media tentang Islam dan berbagai isu didalamnya adalah hasil konstruksi berdasarkan pemahaman media yang disandarkan pada salahsatu varian tersebut.

D. Metodologi Penelitian 1. Paradigma Penelitian

  50 Paradigma konstruktivisme melihat ilmu sosial sebagai suatu analisis yang sistematis terhadap makna dari setiap gejala atau aksi sosial dengan pengamatanlangsung terhadap perilaku keseharian dan latar belakang situasi yang terjadi pada masyarakat. Suatu proses interaksi antara peneliti dan yang diteliti dengan berempati dan memahami sehingga bersama-sama merekonstruksi realitas yang diteliti menjadi suatu penemuan atau pengetahuan.

2. Pendekatan Penelitian

  Menurut Boldan dan Biklen sebagaimana yang dikutip oleh SudarmanDanim, ada lima teknik yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk penelitian atau data yang sahih dalam penelitian kualitatif, yaitu 1) aktivitas dapatmempertinggi peluang mendapatkan temuan yang kredibel, 2) olah otak dengan teman sejawat, 3) analisis kasus negatif, 4) rujukan yang tepat, dan 5) pengecekan 8 kepada responden . Kelima hal tersebut dapat dilengkapi dengan kualitas penyajian data yang sahih secara eksternal dengan merinci semua deskriptor,indikator, dan semua unsur yang ada dalam hipotesis kerja yang dikembangkan serta menghimpun dan mendokumentasikan semua informasi penelitian.

3. Sifat Penelitian

  Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung padapengamatan manusia dan kawasannya sendiri yang berhubungan dengan orang- 9 orang tersebut dalam bahasannya dan peristilahannya. Proses yang menarik dari kualitatif adalah ketika persoalan dianggap sebagai suatu hal yang unik dan khas hingga melakukan pendekatan yang tidakmenjebak peneliti pada proses anggapan bahwa semua masalah di semua tempat sebenarnya sama.

4. Teknik Pengumpulan Data a

  Analisis dokumen dilakukan dengan mengumpulkan data berupa satuan analisis yaitu Rubrik Laporan Utama pada Majalah Tabligh yang memuattema tentang isu utama Majalah Tabligh sebagai instrumen primer. Hal tersebut dapat dilihat dari judul - judul artikel tersebut atau mengenaipembahasan didalamnya yang menampilkan berbagai pendapat atau pemikiran tentang pemahaman Islam perspektif Majalah Tabligh.

6. Metode Analisis Data

  Dalam penelitian ini, Analisis framing dioperasionalisasikan dengan menginterpretasikan tulisan-tulisan dalam Rubrik Laporan Utama MajalahTabligh yang memuat tema tentang pemahaman Islam sebagai satuan analisis dengan menguraikan tulisan-tulisan tersebut berdasarkan perangkat framingGamson. Sementara analisis tentang kohesi dan koherensi dari teks artikel padaMajalah Tabligh tersebut akan dilakukan dengan mengkaji berbagi teori yang menjadi rujukan atau pembenar bagi kedua majalah tersebut dalam memahamidan membingkai Pemahaman Islam.

E. Tinjauan Pustaka

  Ada beberapa skripsi terdahulu yang menggunakan Analisi Framing dalam tulisan mereka, diantaranya: Skripsi dengan Judul Konstruksi Media Cetak AtasBerita Meninggalnya Soeharto (Analisis Framing pada koran Republika) karya EtiRusitah, Skripsi dengan Judul Konstruksi Realitas di Media Massa (Analisis Adapun perbedaan skripsi diatas dengan skripsi saya adalah kerangka teoriFraming yang digunakan. Eti Rusitah menggunakan Framing model N Entman,Doni Kadewandana menggunakan framing model Zhong, dan Yayu Rulia Sarof menggunakan framing model Pan dan Kosicki.

F. Sistematika Penulisan

  Bab II: Tinjauan Teoritis, terdiri dari komunikasi massa dan media massa, media massa dan masyarakat, media massa dan konstruksi realitas, faktor-faktoryang mempengaruhi media massa, dan dakwah Islam. Bab III: Profil Majalah Tabligh, yang berisikan sejarah singkat majalah tabligh, visi dan misi, struktur dan redaksi, karakteristik rubrik, dan isu utama.

BAB II KERANGKA TEORI Untuk memahami permasalahan tentang bingkai yang ditampilkan oleh

  Kajian ini akan mengurai bahwa cara media membingkai isu tentang pemahamanpluralisme dan kecenderungan atau keberpihakan media sendiri terhadap isu dan pemahaman pluralisme adalah hasil interaksi antar media dengan konteks-kontekspemahaman masyarakat terhadap isu dan pemahaman pluralisme dalam Islam itu sendiri. Ada kelompok masyarakat yang melihat pluralisme adalah bentukpenyamaan semua agama dan itu berlawanan dengan ajaran Islam, ada kelompok masyarakat lain yang menilai bahwa memang ada keterkaitan antara ajaranagama-agama khususnya agama samawi dan pluralisme adalah jembatan untuk membangun kebersamaan diantara pemeluk agama dan itu tidak bertentanganbahkan diajarkan dalam ajaran Islam.

A. Komunikasi Massa dan Media Massa

1. Komunikasi Massa

  Setidaknya konsep tentang massa berkaitan dengan kelompok masyarakat dengan jumlah banyak yang takdibatasi, tidak terorganisasikan dalam pengertian belum tentu memiliki keterkaitan erat atau kerja sama satu sama lain dan belum tentu memiliki tujuanyang sama, namun tidak ada pembedaan, mereka tidak dibedakan satu sama lain dalam proses komunikasi, khususnya yang dilakukan media. Distribusi dan penerimaan dalam skala besar, maksudnya segala pesan yang disampaikan atau didistribusikan dalam komunikasi massa dilakukan dalamskala besar atau kepada khalayak yang banyak dengan jumlah yang tidak dibatasi.

2. Media Massa

  Media massa merupakan salah satu komponen penting dalam Media adalah suatu hal yang esensial dan merupakan suatu komponen yang dinamis dalam pertarungan kekuatan internasional ketika opini publik juga 4 merupakan suatu hal yang penting. Maksudnya bahwa dalam menampilkan suatu pengetahuan,informasi, atau peristiwa, media adalah suatu institusi yang dapat melakukan Peran filter dan gatekeeper dapat berperan konstruktif ketika berbagai informasi yang dapat berdampak negatif bagi masyarakat disaring dari peristiwayang sebenarnya ketika peristiwa itu disampaikan kepada khalayak.

B. Media Massa dan Masyarakat

  Media massa telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalamkehidupan masyarakat baik dalam hal pendidikan, informasi, dan hiburan. Kajian tentang hubungan antara media massa dan masyarakat akan membahas tidak saja media sebagai wahana atau institusi penyampai pesan bagimasyarakat, tapi juga bagaimana berbagai konteks kecenderungan masyarakat menjadi content dari pesan yang disampaikan oleh media.

1. Media Massa Sebagai Institusi Masyarakat

  David Croteau dan William Hoynes menyatakan bahwa para ahli sosiologi melakukan pembahasan mengenai hubungan antara media dan masyarakat denganmembangun konsep tentang struktur dan agency, Dalam konteksnya struktur adalah suatu bentuk yang membawa paksaan, dan agency adalah suatu bentuk 7 yang disikapi secara independen . dalam pembahasan tentang hubunganantara media dan mayarakat Croteau dan Hoyness menyebutkan bahwa hubungan media dan masyarakat merupakan kajian tentang bagaimana media mempengaruhimasyarakat dan bagaimana masyarakat memaknai dan menggunakan pesan 9 media .

2. Hubungan Media dan Masyarakat Sebagai Struktur

  Maka mengikuti ruang kajian yang digambarkan Croteau dan Hoynes tentang tingkatan struktur dan agency dalam hubungan antara media danmasyarakat, maka agency adalah ketika masyarakat dengan pengetahuan, pengalaman dan pendidikan yang didapatkan menerjemahkan dan memilihpenggunaan isi media massa tersebut. Untuk menjelaskan hal tersebut Shaughnessy dan Stadler memberi catatan model yang memposisikan media sebagai mediator dan model yangmenggambarkan hubungan media dengan dunia dan realitas Media di Indonesia, tentu lahir dan tumbuh dengan konteks kehidupan sosial yang berbeda dengan media di Amerika.

C. Media Massa dan Konstruksi Realitas

  Realitas obyektif adalah realitas yang memuat berbagai kesadaran, pengetahuan dan pengalaman tentang tatanan kehidupan yang dibentuk melaluiinteraksi sosial yang dibangun dengan pembiasaan, pengendapan, tradisi, pelembagaan, universum - universum simbolis yang kemudian seolah menjadikesepakatan bersama tentang suatu realitas. Sedangkan realitas subyektif adalah realitas yang dibentuk melalui internalisasi individu tehadap berbagai peristiwa,pengalaman dan pengetahuan pribadi yang didapatnya melalui interaksi sosial.

13 Hoyness David Croteau dan William, Media SocietyIndustries Images and Audiens, Pine Forge

  Pola kehidupan dan hubungan dalam masyarakat dibangun atas suatu kesadaran untuk mendirikan suatu tatanan yang berfungsi menjaga keutuhan danstabilitas suatu komunitas atau masyarakat sehingga anggota masyarakat dengan kesadaran itu hidup, beraktivitas, berkeluarga, dan bergaul dengan berbagai aturandan norma yang mereka jalani dengan kesadaran. Predikat lazim dan tak lazim tersebut bukanlah suatu hal yang muncul dengan sendirinya, tapi telah melalui proses pembiasaan, pengendapan, tradisiyang kemudian menjadi institusionalisasi dalam tatanan dan aturan masyarakat dan legitimasi.

D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Media Massa

  Faktor - faktor yang mempengaruhi isi media digambarkan dalam model yang disebut dengan model hirarki berbentuk donat yang terdiri dari : 1) Pengaruhindividu pekerja media, 2) Pengaruh rutinitas media, 3) Pengaruh organisasi, 4)Pengaruh eksternal, 5) Pengaruh ideologi. Hal ini tentu saja akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses produksi isi media, termasuk juga pendidikan dalam bidang jurnalistik danilmu yang berkaitan dengan media sebab hal ini akan menentukan tingkat integritas mereka terhadap faktor lain yang juga memengaruhi isi media.

1. Faktor Rutinitas Media

  Daniel Hallin seperti yang dikutip oleh Shoemaker dan Reese berpendapat bahwa jurnalis telah menerima rutinitas struktur birokratik dalam ruang berita dan 17 rutinitas koresponden profesional . Bagaimana wartawan mencari datadan informasi kemudian masuk ke redaksi, mendapat polesan dari editor lalu masuk ke bagian layout dan cetak untuk terbit dan berbagai hal lainnya adalahbagian dari proses yang mempengaruhi isi media.

2. Faktor Organisasi Media Massa

  Suatu organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi sosial, formal biasanya ekonomi yang mempekerjakan pekerja mediadengan imbalan untuk memproduksi isi media (Shoemaker dan Reese, 1996, h.144) tentu tidak terlepas dari tujuan organisasi tersebut yang menempatkan Tujuan organisasi media menentukan arah mana yang dituju oleh isi pesan media. Sejauh mana isi produksimedia konsisten terhadap tujuan organisasi media, bagaimana berita itu Kontrol sosial lainnya terhadap isi media ditentukan juga dengan sejauh mana kebijakan organisasi media memperhatikan berbagai pendapat masyarakat,keluhan terhadap isi media dan norma yang berlaku di masyarakat.

3. Faktor Ekternal Organisasi Media

  Sebagai penyampai pesan dan berita, media memiliki pekerjaan yang mereka dituntut untuk selalu memahami dan mengkritisi segala hal yang menjadi 19 obyek berita. Karena itu, mereka tidak dapat mengandalkan diri mereka sendiri dalam bekerja, mereka dipengaruhi juga oleh faktor luar organisasi media.

a. Relasi Sumber dan Jurnalis

  Namun dari sisi yang lain, penggalian informasi dari sumber adalah cara yang paling mudah dan 20 murah . Karena terkadang berita yang tersiar tidak benar - benar seperti yang dimaksudkan oleh sumber.

b. Seleksi Terhadap Sumber

  Kelompok yang berkepentingan adalah kelompok atau individu yang memerlukan suatu pemberitaan terhadap isu atau peristiwa yang mereka miliki 22 informasi tentang hal itu. Baik dengan pendekatan bisnis dengan iklan yang ditayangkan media dengan imbalan tertentu, pendekatan dengan pemilik mediasecara politik dengan imbalan politik, bahkan penciptaan peristiwa besar yang pasti menimbulkan sensasi untuk diliput media.

4. Faktor Ideologi

a. Konsepsi Ideologi

  Ada konsep ideologi yangnetral, mandiri sebagai suatu sistem ide tanpa dikaitkan dengan konsekuensi perubahan sosial secara langsung, ada konsep ideologi yang tidak dapat lepas daritransformasi sosial yang selalu dikaitkan dengan politik, kekuasaan dan pergerakan sosial dan kebudyaan itu sendiri Hal ini dikemukakan oleh John B. Suatu sistem berpikir tentang tatanan, norma dan nilaiyang kemudian diyakini sebagai jalan hidup dan cara pandang terhadap dunia yang menentukan benar dan salah.

b. Ideologi dan Media Massa

  Majalah yang berbasis ideologi kapitalis tentunya jauh berbeda dengan majalah yang bebasis sosialis dalam melakukan eksplorasi tentang fenomenasosial dan ekonomi karena keduanya memiliki perbedaan yang mendasar tentang nilai, norma, dan keyakinanan tentang bagaimana dunia harus membangunkehidupan sosial dan ekonomi. Dalam penelitian ini, berbagai analisis terhadap isi media majalah Syir'ah dan Sabili dilakukan dengan suatu asumsi bahwa isi dari teks - teks yangditampilkan oleh majalah Sabili dan Syir'ah tidak lepas dari pengaruh ideologi tertentu.

c. Ideologi Media dan Isu Tentang Pemahaman Pluralisme dalam Islam Islam sebagai agama adalah suatu sistem kepercayaan, ritual dan norma

  Komponen - komponen dalam Islam ini adalah hasil suatu pemikiran sekelompok29 orang yang memiliki otoritas untuk mengatur sisitem kepercayaan, ritual dan Hoyness David Croteau dan William, Media SocietyIndustries Images and Audiens, Pine Forge Pemahaman tentang pluralisme dalam Islam merupakan hasil kajian dari para pemikir Islam yang bersumber terhadap kajian dari Qur'an dan Sunnah. Penelitian ini akan memberikan analis tentang cara pandang media dalam membingkai isu pemahaman pluralisme dalam Islam dan cara pandang mediadalam memilih kecenderungannya kepada salah satu pemahaman pluralisme dalam Islam.

E. Dakwah Islam Islam adalah agama yang akan membawa keselamatan bagi manusia

  Maka pesan ajaran Islam adalah pesan yang harus disebarluaskan kepada seluruh umat manusia sebagai rahmatyang akan membawa manusai menuju keselamatan dunia dan akhirat. Dengan kata lain, dakwah adalah sebuah proses untuk menunjukkan dan mengungkapkan kebenaran dalam ajaran Islam yang akanmenyelamatkan manusia dan meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan yang diberikan sebagai anugrah Allah kepada Khalifah di muka bumi.

31 Sukriadi Sambas, 1999, h. 12

BAB II I PROFIL MAJALAH TABLIGH A. Sejarah Singkat Majalah Tabligh Majalah Tabligh adalah majalah yang diterbitkan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berkedudukan di Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat dengan kantor redaksi di alamat yang sama. Majalah Tabligh secara harfiah berarti majalah yang manyampaikan

  Majelis Tarjih menyusun buku-buku pedoman/paket tuntutan ibadah, do'a-do'a, dan aspek-aspek pembinaan ajaran Islam yang lainnya yangbersifat praktis dan mudah difahami oleh masyarakat awam sebagai media memperluas jangkauan pengamalan Islam dalam kehidupan umatIslam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya. Menyusun Tafsir Al-Quran dan konsep ad Dienul Islam yang komprehensif yang dapat menjadi pedoman bagi pemahaman anggotaMuhammadiyah dan rujukan bagi masyarakat luas mengenai aspek-aspek ajaran Islam yang menyeluruh.

B. Visi dan Misi Majalah Tabligh

  Sebagai Majalah yang diterbitkan oleh Majelis Tabligh dan DakwahKhusus Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka tentu saja visi dan misi Majalah Tabligh sama dengan visi dan misi Muhammadiyah yaituGerakan Dakwah Islam Amar Makruf Nahyi Munkar, akan tetapi memiliki Majalah Tabligh menganggap bahwa tauhid adalah hal utama yang harus dikawal karena sangat bersinggungan lansung dengan aqidah umat Islam. Oleh karena itu kajianmengenai penolakan terhadap takhayul, bidah, khurafat, sekularisme, dan liberalisme, mennjadi bahasan yang sering diangkat oleh Majalah Tabligh karenahal tersebut adalah salah satu isu utama Majalah Tabligh, sebagaimana akan dibahas lebih detail pada BAB IV.

C. Struktur Redaksi Majalah Tabligh

  Adapun susunan redaksi tersebut adalah sebagai berikut : Penerbit Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Penasihat Prof. Fakhrurazi Reno Sutan Dewan Redaksi Aru Syeif AssadAbujamin Roham Risman MukhtarWirman Yusar Mawardi Abdul Wahid Seeting dan Layout EM.

D. Karakteristik Rubrik Pada Majalah Tabligh

  Bimbingan IbadahMembahas tentang cara-cara praktis pelaksanaan ibadah, menggunakan bahasa sederhana dan ringan serta dilengkapi dengan dalil yang sahih dansesuai dengan pemahaman Muhammadiyah, terdiri dari 2 halaman dan 6.000 karakter. ArtikelSuatu tulisan yang membahas satu topik sampai tuntas, topik tersebut yang menyangkut masalah kontemporer dan aktual serta sesuai dengan misimajalah, terdiri dari 4 halaman dan 2 x 6.000 karakter.

E. Isu Utama Majalah Tabligh

  sekolah dengan konsistenUtama Proyek berpegang pada Surat KristenisasiKongregasi Pendidikan Investigasi FundamentalisKatolik yang menegaskan Kristen Tolak bahwa tujuan sekolahPendidikan Katolik adalah untuk menja-Agama dikan muridnya sebagai Artikel Politik Kristen yang seutuhnya. Tapi, dengan label Islam yang disandangnya, secararutin majalah Syir’ah menanamkan propagandapemurtadan dan mempromosikan berbagaiaktivitas dan gerakanKelompok Liberal berkedok Islam.

BAB IV KONSTRUKSI MEDIA CETAK ATAS REALITAS ANALISIS FRAMING TERHADAP MAJALAH TABLIGH Untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana Majalah Tabligh membingkai realitas untuk tujuan tiga isu besar Majalah Tabligh dan

  Uraian analisis tentang bingkai yang ditampilkan Majalah Tabligh disampaikan dengan mengurai ide poko, perangkat pembingkai dan perangkatpenalaran berdasarkan model analisis framing Wilian A. Sebagaimana telah dikutip Eryanto, menyatakan bahwa framing adalag cara bercerita ataugugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa menghadirkan konstruksi 1 makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan onjek suatu wacana .

A. Analisis Perangkat Pembingkai Teks Rubrik Laporan Utama

  Judul Sindroma Hantu, Klenik, dan MistikVisual Images: Gambar rumah Pondok IndahAnalisis: Melalui gambar ini, Majalah Tabligh ingin menjelaskan bahwa rumah pondok indah yang dianggap banyak orang berhantu dan menjadi populerpada saat itu adalah bagian dari perbuatan musyrik jika mempercayainya dan menjadi kewajiban Majalah Tabligh untuk menyadarkan masyarakat dengantujuan untuk menjaga tauhid umat Islam. (Paragraf 19 baris 23-33) Analisis: Majalah Tabligh merekonstruksi konflik ambon dan poso merupakan contoh tindakan Kristen yang semakin radikal dan berani, selain itucontoh tersebut direkontsruksi untuk menyulut emosi dan kemarahan umat Islam untuk melawan umat Kristen.

3. Volume 2 / No. / 09 / April 2004

  Catchphrases : Muhammadiyah didirikan dengan idealism untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya, yaitu islam yang murni,bersumber dari Al’quran dan As-Sunnah, bersih dari segala hal yang mengotorinya: Takhayyul, bid’ah dan Khurafat (TBC).( Paragraf 1 Baris 1-11) Analisis: penolakan Majalah tabligh atas perilaku TBC adalah merupakan sebuah perilaku yang bertentangan dengan tujuan Muhammadiyah yang terdapatdapat matan dan keyakinan serta cita-cita hidup Muhammadiyah. Beberapa pemikiran liberali yang diasong dari Kristen itu antara lain:Faham Pluralisme agama, Inklusivisme, Sekulerisme dan metode hermeneutika untuk menafsirkan al’quran.(Paragraf 5 baris 1-12) Analisis: pembingkai yang digunakan pada kalimat diatas adalah dengan melebeli seorang liberalis dalam konotasi yang negatif.

4. Volume 3 / No. 07 / April 2005

  Judul, Syir’ah, musuh Islam berlebel IslamCatchphrases: Judul: Syir’ah Musuh Islam berlebel Islam Analisis: jargon ini dugunakan untuk membingkai realitas dan menempatkan Majalah Syir’ah sebagai majalah yang bertolak belakang denganislam atas pemberitaannya yang selalu berpihak pada nilai-nilai pluralism dan liberalism. Depiction : Anehnya, sampai sekarang piet hizbullah tak menggunakan hak jawabnya dengan memberikan bantahan kepada syirah tentang pemurtadandirinya, ketika masyhud dan abu mumtaz dari Surabaya mewawancarai mujtaba hamdi, pemimpin redaksi syirah dengan tenang menjelaskan bahwa sampaisekarang kami belum pernah menerima complain dari yang bersangkutan, kalo berita kami salah kami tunggu sanggahan dan hak jawab fiet haidir”, tentangnya.

B. Analisis Perangkat Penalaran Teks Rubrik Laporan Utama

  Beberapa teks pada laporan utama yang menggunakan pembingkai penalaran Gamson, terdapat pada kalimat-kalimat berikut ini: Judul Sindroma hantu, klenik, dan mistikRoots: Isu rumah pondok indah memperkuat tradisi masyarakat Indonesia untuk percaya kepada hal-hal mistis, dan inilah yang ingin diserang oleh Majalah Tabligh. 07 / April 2005Judul, Syir’ah, musuh Islam berlebel Islam Pada edisi ini Majalah Tabligh lebih banyak menggunakan perangkat penalaran consequences, dimana pembingkaian yang dilakukan diharapkan dapatmemberikan efek berupa pembaca Majalah Tabligh mengetahui bahwa majalahSyir’ah adalah meskipun menggunakan nama Islam tetapi majalah tersebut bukanlah majalah yang bernilaikan Islam tetapi malah sebaliknya malah inginmenghancurkan islam.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Setelah menganalisa rubrik laporan utama pada majalah Tabligh di edisi

  terpilih yang menjadi satuan analisis dalam tulisan ini, maka dapat disimpulkan berbagai bingkai yang ditampilkan oleh Majalah Tabligh dalam mengemas isuuntuk tujuan penyampaian tiga isu utamanya. Seperti salah satu peran media yang diungkapkan oleh McQualis yaitu sebagaijendela pengetahuan dimana mampu menampilkan isu yang berbeda.

2. Majalah Tabligh telah membuktikan diri sebagai agen konstruksi realitas

  Rekomendasi Hasil penelitian ini menunjukan rekomendasi tentang perlunya suatu kajian yang lebih mendalam tentang konstruksi media dalam menyampaikanpandangannya mengenai pemahaman Islam, tidak hanya pada tataran kajian teks produksi tetapi juga pada kajian mengenai proses produksinya secara lebih kritis,sehingga bisa mengungkap berbagai kekuatan atau latar belakang secara menyeluruh mengenai munculnya pemahaman Islam yang ditampilkan olehmedia. Pengetahuan serta pemahaman agama bukanlah nilai final dan telah pasti mana yang paling benar dan mana yang salah, maka penelitian inimerekomendasikan agara masyarakat terus mengkaji ajaran Islam tidak hanya secara materi tetapi juga metode pemahaman terhadap Islam itu sendiri karenaperbedaan pendapat mengenai materi Islam berawal dair perbedaan metode pemahaman Islam itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  Dipenogoro, Bandung: 1992O’Shaughnessy, Michael dan Jane Stadler, Media and Society; An Introduction, Oxford University Press, South Melbourne: 2005Salim, Agus, Teori dan Paradigma Ilmu Sosial (Pemikiran Norman K dan Egon Guba dan Penerapannya), PT. Berger dan Thomas, The Social Contruction of Reality,Penguin Books, New York: 1966Croteau, Hoyness David dan William, Media SocietyIndustries Images and Audiens, Pine Forge Press, London: 2000 Berger, Peter L.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

KONSTRUKSI MEDIA CETAK ATAS BERITA PERANGANTARA ISRAEL DAN HAMAS(ANALISIS FRAMING PADA HARIAN KOMPASEDISI 30 Desember 2008 – 18 Januari 2009)
0
3
3
KONSTRUKSI MEDIA CETAK ATAS BERITA RENCANA KENAIKAN GAJI PRESIDEN (Analisis Framing pada Harian Media Indonesia dan Republika edisi 22-28 Januari 2011)
0
14
55
Konstruksi realitas Islam di media massa : analisis framing; konflik Palestina Israel di harian Kompas dan Republika
0
10
119
Pro kontra undang-undang pornografi di media cetak : analisis framing terhadap pemberitaan media Indonesia dan republika
0
5
101
Konstruksi Realitas Media Massa (Analisis Framing Pemberitaan Korupsi M. Nazaruddin di Harian Republika)
1
7
148
Konstruksi realitas pada media cetak: analisis framing pemberitaan insiden Monas di Koran Tempo dan Republika edisi Juni 2008
2
42
116
Konstruksi Media Cetak Atas Berita Meninggalnya Soeharto : Analisis Framing Pada Koran Republika
0
5
100
Konstruksi Realitas Sosial Citra Polisi Pada Reality Show Net 86 Di Net. TV
10
39
77
Konstruksi Realitas Sosial Kasus Tewasnya Terduga Teroris Di Media Online (Analisis Framing Pemberitaan Siyono Di Kompas.Com)
0
8
118
Analisis Framing Berita Bisnis Investasi Ustadz Yusuf Mansur Pada Detik.Com
1
9
124
Analisis framing berita bisnis investasi Ustadz Yusuf Mansur pada detik.com
1
13
124
KONSTRUKSI REALITAS DALAM BERITA POLITIK DI MEDIA CETAK LOKAL
0
15
143
KONTRUKSI REALITAS KOMPAS.COM DALAM PEMBERITAAN PEMBATASAAN BBM BERSUBSIDI ( Analisis Framing Pemberitaan Pembatasaan BBM Bersubsidi Yang Dimuat Kompas.com Pada Periode Agustus - September 2014 ).
0
0
16
BA Aanwijzing Framing Publikasi Kinerja Lembaga Pada Media Cetak
0
0
1
Kontruksi Realitas PKS Lovers di Sosial
0
0
12
Show more