Metode alokasi surplus underwriting dana tabarru' pada asuransi kerugia Syariah (studi pada unit Syariah Pt.asuransi umum Bumuputra muda 1967)

Gratis

0
15
119
2 years ago
Preview
Full text

METODE ALOKASI SURPLUS UNDERWRITING DANA

  TABARRU ’ PADA ASURANSI KERUGIAN SYARIAH(Studi Pada Unit Syariah PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan HukumUntuk memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S. E.

EUIS LIA KARWATI

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967; (2) Untuk mengetahui ketentuan yang digunakan dalam alokasi surplus underwriting dana tabarru’ pada Unit Syariah PT. Kesimpulan ini secara singkat adalah (1) Berdasarkan perhitungan surplus underwriting tahun 2009 dan tahun 2010 mengalami surplus underwriting dana tabarru’ yang sangat signifikan sebesar 88,45%.

2. Abdurrauf Lc, M.A

KATA PENGANTAR

  Segala puji serta syukur, penulis panjatkan kepada Dzat yang maha mengetahui semua yang ada dibumi dan dilangit, baik yang zahir dan yang bathin. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak atas seluruh bantuan dan amal baik yang telah diberikan kepadapenulis dalam menyusun skripsi ini semoga Allah SWT senantiasa memberikan sinar terang kepada seluruh hambanya dan semoga aktifitas penulis selaludiberkahi-Nya dan diberikan hidayah-Nya.

DAFTAR LAMPIRAN

  Laporan Surplus Underwriting Dana Tabarru’ Per 31 Desember 2009 dan 2010 4. 18/PMK.010/2010 TentangPenerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan UsahaReasuransi Dengan Prinsip Syariah 7.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis ekonomi yang berbasis syariah di Indonesia di mulai

  Swasta Nasional / National Private 78 78 70 Lembaga keuangan syariah merupakan sektor yang paling besar pengaruhnya dalam aktivitas perekonomian masyarakat modern, dimana sumua pihakmembutuhkan lembaga ini sebagai pelantara atau media dalam pengelolaan dana masyrakat. Patungan / Joint Venture 19 19 21 20 20 97 dengan berdirinya Bank Muamalah Indonesia (BMI) pada tahun 1991, yang kemudian diikuti pembukaan windows-windows syariah pada bank konvensional.

1 Asuransi Jiwa / Life Insurance

  18 46 Tabel 1.1 1 PERTUMBUHAN JUMLAH PERUSAHAAN PERASURANSIAN 2005 – 2009 No Keterangan 2005 2006 2007 2008 2009 51 51 46 45 a. Swasta Nasional / National Private 17 35 35 29 27 28 b.

2 Asuransi Kerugian / Non Life Insurance

3 Reasuransi / Reinsurance

  Sebagaimana diketahui bahwa dalam mekanisme pengelolaan dana pada asuransi syariah terdapat alokasi distribusi dana yaitu dana tabarru ’ dan dana saving, dimana pos-pos dana tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melakukan manajemen asuransi syariah. Salah satu prinsip dasar pada asuransi syariah ialah prinsip saling melindungi dari berbagai kesusahan, para peserta asuransi syariah setuju untuksaling melindungi dari musibah, kesusahan, bencana dan sebagainya terutama melalui penghimpunan dana tabarru ’ melalui perusahaan yang diberi kepercayaan untuk itu, yang imblasnya kepada masyarakat luas termasuk masyarakat non asuransi.

1. Pembatasan Masalah

Agar permasalahan dalam penelitian skripsi ini tidak meluas serta menjaga kemungkinan penyimpangan dalam penelitian skripsi maka dalampenulisan ini penulis memfokuskan dan mambatasi pembahasannya pada hal- hal berikut : Metode alokasi surplus dana tabarru’ dibatasi pada ketentuan dalam pembagian surplus dana tabarru‟ serta praktik yang dilakukannya pada9 asuransi syariah general umum di Unit Syariah PT. Asuransi Umum Abdullah Amrin, Asuransi Syariah; Keberadaan dan kelebihannya di Tengah Asuransi

2. Perumusan Masalah

  Bagaimana tingkat surplus underwriting dana tabarru’ pada Unit Syariah PT. Bagaimana ketentuan dalam pembagian surplus underwriting dana tabarru ’ ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: tabarru’ pada periode 2009 dan 2010 2. Masyarakat : Merupakan sumber referensi dan saran pemikiran bagi kalangan akademisi dan praktisi di dalam menunjangpenelitian selanjutnya yang akan bermanfaat sebagai bahan perbandingan bagi penelitian yang lain.

D. Review Studi Terdahulu

  Penelitian ini membahas tentang perspektif hukum islam terhadap aplikasi dana tabarru ’ di PT Asuransi Syariah Mubarakah, bagaimana aplikasi dana tabarru’ dari segi pengumpulan, pengelolaan dan penggunaanya, serta apakah ketiga aplikasi tersbut tidak bertentangan dengan hukum islam dan telah sesuai dengan apa yang telah termaktub dalam fatwa DSN. Penulis akan membahas tentang metode perhitungan yang dilakukan dalam alokasi surplus dana tabarru ’, ketentuan dalam pembagian surplus dana tabarru ’ dan praktik yang dilakukan dalam alokasi surplus dana tabarru ’.

E. Kerangka Teori dan Kerangka Konsep

1. Kerangka Teori

  Ketika terjadi klaim, perusahaan tidak lagi mengeluarkan dana apapun yang berasal dari kas perusahaan karena penggantian klaim diambil 10 dari dana tabungan peserta (tabarru ’) Dari dana tabarru ’ pada asuransi kerugian apabila terjadi surplus dana tabarru’ dibagikan baik kepada peserta maupun ke perusahaan pada setiap periodenya dengan besaran prosentase (nisbah) yang telah disepakati perusahaan dan nasabah diawal perjanjian. 68.11 Landasan teori dari penelitian ini adalah metode alokasi surplus dana tabarru ’ yang meliputi metode perhitungan yang dilakukan, ketentuan pembagian serta praktek yang dilakukan dalam alokasi surplus dana tabarru ’?

2. Kerangka Konsep Aliran Dana pada Asuransi Kerugian Syariah

  Bagian Pendapatan Operator (perusahaan) Deposito Hasil Investasi InvestasiUjrah Reksadana Cadangan Dana TabarruKontribusi Dana Beban Surplus premi Tabarru Tabarr Tabarruu Bagian Peserta Pada perusahaan asuransi syariah dana premi yang diterima oleh perusahaan asuransi syariah akan dipisah ke dana pengelola (ujrah) dan dana tabarru’. Sedangkan dana tabarru’ digunakan untuk membayar klaim, tabarru’ yang dialokasikan untuk perusahaan, cadangan dana tabarru’ dan peserta asuransi syariah.

F. Metode Penelitian 1. Jenis penelitian

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 Unit Syariah karena perusahaan ini salah satu perusahaan yang mengalami perkembangan keuangan yang baikdan dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan. Penelitian kepustakaan (library research) Yaitu dengan mengumpulkan data-data yang diambil dari buku-buku, jurnal, artikel, majalah dan internet yang mendukung serta berkaitan 1) Observasi, yaitu dengan observasi ke Unit Syariah PT.

5. Teknik analisa data

  Data-data yang telah terkumpul, kemudian diklasifikasikan menjadi dua yaitu data kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data-data kualitatifberupa kata-kata atau simbol, untuk selanjutnya dilakukan content analysis(riset dokumen), karena pengumpulan data dan informasi akan dilakukan melalui pengurusan arsip dan dokumen. Pada tahap ini, data disimpulkan dan dianalisis sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan dalam penelitian ini.

6. Teknik penulisan

Adapun teknik penulisan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan buku pedoman penulisan skripsi fakultas Syariah dan HukumUIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2007.

G. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan yang digunakan dalam menyusun skripsi ini asalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kajian pustaka, kerangka teori dan kerangka konsep, metode penelitian serta sistematikapenulisan. BAB II Landasan Teori , bab ini membahas tentang konsep asuransi syariah, pengertian asuransi syariah, landasan hukum asuransi syariah, prinsip dasar asuransi syariah, mekanisme operasional asuransi syariah.

BAB II LANDASAN TEORI A. Konsep Asuransi Syariah

1. Pengertian Asuransi Syariah

  Asuransi syariah2 menurut fatwa Dewan Syariah Nasional No.21/DSN-MUI/X?2001, adalah:Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life and General) Konsep dan System Asuransi syariah ( Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru ’ memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Lubis mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan asuransi syariah adalah pertanggungan yang berbentuk tolong menolong ataudisebut juga dengan perbuatan kafalah, yaitu perbuatan saling menolong 5 dalam menghadapi sesuatu risiko yang tidak diperkirakan sebelumnya.

2. Landasan Hukum Asuransi Syariah

  Karena sejak awal asuransi syariah dimaknai sebagaiwujud dari bisnis pertanggungan yang didasarkan pada nilai-nilai yang ada dalam ajaran islam, yaitu Al-Qur ‟an dan Sunnah Rasul, maka landasan yang dipakai dalam hal ini tidak jauh berbeda dengan metodologi yang dipakai oleh 8 sebagian ahli hukum. Namun demikian, walaupun tidak menyebutkan secara tegas, terdapat ayat yang menjelaskantentang konsep asuransi dan yang memiliki muatan nilai-nilai dasar yang ada dalam praktik asuransi.

3. Prinsip Dasar Asuransi Syariah

  Prinsip kerja samaPrinsip kerja sama atau saling membantu, yang berarti diantara peserta asuransi syariah yang satu dengan yang lainnya saling bekerja sama dansaling tolong-menolong dalam mengatasi kesulitan yang dialami karena sebab musibah yang diderita. Muhammad Amin Suma, Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional; teori, system, aplikasi dan pemasaran (Ciputat: Kholam Pusdishing, 2006), hal.58.11 Muhammad Amin Suma, Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional; teori, system, e.

B. Konsep Dana Tabarru

1. Pengertian Dana Tabarru ’

  Tabarru’ dalam arti luas adalah mengerahkan segala daya dan upaya untuk memberikan harta atau manfaat kepada orang lain baik langsung atau dimasa yang akan datang tanpa mengharapkan kompensasi dengan tujuan 12 semata-mata untuk kebaikan dan perbuatan amal shaleh. Niat tabarru’ (dana kebajikan) dalam akad asuransi syariah adalah alternatif u ang sah yang dibenarkan oleh syara‟ dalam melepaskan diri dari 13 praktik gharar yang diharamkan oleh Allah SWT.

2. Landasan Hukum Penggunaan Dana Tabarru ’

  Didalam Al-Qur‟an kata tabarru‟ tidak ditemukan. mereka Itulah orang-orangyang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

3. Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru

  b) Perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi dengan prinsip syariah yang mengandung unsur investasi wajib memisahkankekayaan dan kewajiban dana investasi peserta dari kekayaan dan kewajiban perusahaan maupun dari kekayaan dan kewajiban dana tabarru’ c) Perusahaan wajib membuat catatan terpisah untuk kekayaan dan kewajiban perusahaan, dana tabarru‟ dan dana investasi peserta. Akad tabarru’ terkumpul dalam rekening dana sosial yang tujuan utamanya digunakan untuk saling menanggung peserta asuransi yang mengalami musibah kerugian, sedangkan akad mudharabah terwujudtatkala dana yang terkumpul dalam perusahaan asuransi itu di investasikan dalam wujud usaha yang diproyeksikan menghasilkan keuntungan (profit).

4. Tujuan dan Manfaat Dana Tabarru ’

  Dana bersama merupakandana kumpulan peserta asuransi yang digunakan untuk mengcover kerugian yang diderita nasabah ketika mengalami musibah atau bencana. Setiap peserta memiliki hak yang sama dalam menerima ganti rugi yang sesuai dengan proporsinya yang telah ditentukan diawal.

20 Muhammad Fadzli Yusuf, Takaful Sistem Asuransi Islam (Kuala Lumpur: Tinggi Press SDN.BHD, 1996), hal. 2

C. Implementasi Akad Tabarru ’ dan Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Umum Syariah

  Dana tabarru‟ ini dapat diinvestasikan oleh perusahaan sebagai pihak pengelola, dan jika terdapat surplus dari investasi dana tabarru’ itu akan dimasukkan kedalam rekening dana tabarru‟ peserta dan pihak pengelola mendapat upah/bagi hasil sesuai dengan akad yang disepakati (wakalah bil ujrah, mudharabah, atau 24mudharabah musytarakah). Akad wakalah bil ujrah terjadi antara peserta dan perusahaan asuransi syariah melalui polis asuransi dimana peserta memberikan kuasa kepadaperusahaan untuk mengelola dananya berupa premi yang disetor dan perusahan berhak untuk menerima fee (ujrah) atas jasa pengelolaan tersebutdan apabila terdapat surplus dalam pengelolaan maka surplus akan dibagikan berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam perjanjian.

D. Surplus Underwriting Dana Tabarru ’ dan Mekanisme Pendistribusiannya

  Sedangkan surplus dana tabarru’ itu sendiri adalah hasil pengurangan dari dana peserta tabarru’ dikurangi dengan total jumlah klaim yang terjadi (beban tabarru‟) apabila hasil dari pengurangan tersebut positif, maka perusahaan akan mengalami surplus, dan apabila hasil dari pengurangansurplus tersebut negatif, maka perusahaan akan mengalami defisit. 10330 Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Risiko (Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, akhir tahun atau dikembalikan lagi ke perusahaan dalam bentuk penyertaan modal. Profit (laba) pada asuransi syariah untuk asuransi kerugian, yang diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi dan hasil investasi bukan seluruhnya menjadi milik perusahaan sebagaimana mekanisme yang adapada asuransi konvensinal.

1 A. Sejarah Singkat Perusahaan

  7 tanggal 8Desember 1967 dari Notaris Raden Soerojo Wongsowidjojo, SH yang berkedudukan di Jakarta dan diumumkan dalam tambahan Berita NegaraRepublik Indonesia No. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, selanjutnya disebutBUMIDA Bumiputera menuju cita-cita menjadi "The Big Ten" perusahaan asuransi umum, menguasai pasar retail di Indonesia, dan menjadi perusahaanyang berkualitas, dipercaya dan menguntungkan bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholder).

B. Visi, Misi, Falsafah Dasar, Nilai Dasar dan Budaya Perusahaan

  DipercayaKomitmen yang tinggi untuk membangun kualitas SDM, inovasi dan differensiasi produk, pelayanan yang optimal dan didukung teknologiinformasi yang handal, maka diharapkan akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas stake holder terhadap perusahaan. MenguntungkanKepercayaan dan loyalitas stake holder terhadap Perusahaan akan menghasilkan manfaat yang saling menguntungkan, bukan hanya dinikmatiShare Holder, tetapi juga oleh pemegang polis, karyawan dan semua pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.

3 C. Struktur Organisasi Perusahaan Dewan Pengawas Syariah

  Sesuai surat rekomendasi Dewan Syariah Nasional Ulama Indonesia (DSN-DMUI) tanggal 4 September 2003 melalui surat No U-167/DSN-MUI/IX/2003, susunan Dewan Pengawas Syariah Bumida Bumiputera Syariah adalahKetua : H. Astiwara, MA,AAAI-J,FIIS,CPLIHAnggota : DR.

3 PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, Laporan Tahunan 2009 (Annual Report), 2009

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 Kantor Pusat Divisi syariah : Gedung B Lantai 4Jl. 43 Kebayoran BaruJakarta Selatan 12180Telp : 021-7234847, 7234849Fax : 72800474, 7203800Email : syariah@bumida.co.idWebsite : http://www.bumida.co.idKepala Divisi Syariah : Fahmi Basyah, ST, AAI-K, AIISKabag Keuangan & SDM Syariah : Drs.

D. Struktur Permodalan

  Kepemilikan perusahaan sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang PerseroanTerbatas dimiliki oleh AJB Bumiputera Muda 1912 sebesar 99,20% dan PTEurasia Wisata 0,80%Struktur permodalan perusahaan telah dipenuhi, sesuai ketentuan modal setor minimum yang dipersyaratkan dalam UU No.

E. Produk-Produk PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

1. Produk PaketKoe Syariah

a. RumahKoe

  1) Ketentuan RumahKoe Lux a) Bangunan bersifat permanen, dinding beton/tembok (tidak mudah terbakar atau atap genteng/asbes/seng)b) Bangunan hanya digunakan untuk tempat tinggal (tidak ada usaha lain) dengan kanan, kiri, belakang adalah rumah tinggal permanen (seperti poin 1) atau kanan, kiri, belakang bukan rumah tinggal dengan jarak 7,5 meter c) Untuk santunan sewa diberikan bila rumah tinggal tidak dapat dipergunakan sama sekali karena habis terbakar. 2) Yang Tidak dijamin RumahKoe a) Banguna yang tidak digunakan sebagai rumah tinggal.4 c) Pemilik/pengguna rumah tinggal sudah memiliki polis kebakaran atas bangunan yang akan diasuransikan.

b. MobilKoe

  c) Pencurian yang dilakukan oleh orang yang berada dalam pengawasan tertanggung (keluarga, sopir, orang yang bekerja pada tertanggung). d) Pengecualian-pengecualian yang tercantum dalam polis, kecuali yang ditegaskan kembali untuk dijamin dan tertera dalam klausa.

c. MotorKoe

  f) Jaminan.santunan hanya berlaku jika kendaraan tersebut memiliki STNK yang sah dan masih berlaku saat mengendarai kendraan yang dijamin dalampolis.2) Yang tidak dijamin dalam paket a) Pemakaian untuk komersil/disewakan. Hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan/kerugian: a) Segera melaporkan kepada PT Asuransi Umum Bumiputra Muda 1967 terdekat selambat-lambatnya 3x24 jam kerja.

d. SehatKoe

  SiswaKoe1) Ketentuan paket siswakoe a) Perserta adalah anggota pendidikan dengan usia 3 s/d18 tahun dengan melampirkan kelas/jurusan/angkatan dan No. e) Folmulir klaim dapat ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan kwitansi pengobatan dapat berupa copy yang dilegalisir oleh KepalaSekolah untuk klaim sampai dengan Rp.

f. MahasiswaKoe

  Dengan catatan 5) Besarnya penggantian dan santunanKetentuan besarnya penggantian maupun santunan untuk: a) Besarnya penggantian meninggal dunia akibat kecelakaan dan cacat tetap (sesuai presentase kecacatan) diberikan sesuai paket yangdiambil. b) Penggantian biaya pengobatan atau perawatan di Rumah Sakit bersifat total sesuai dengan paket yang diambil dan menunjukkanbukti-bukti pengobatan atau perawatan yang sah atau asli atau legalisir bila yang asli digunakan untuk pengajuan yang lain.

g. SiagaKoe

  Untuk menjangkau nasabah-nasabah individu dan keluarga (nasabah sinergi asper) yang menginginkan perlindungan yang comprehensive atas segalarisiko kecelakaan terhadap diri dan keluarga.1) Kemudahan program SiagaKoe Perhitungan premi sangat sederhana2) Sasaran pasar Pasar yang ingin dituju untuk program SiagaKoe adalah: a) Nasabah AJB Bumiputra 1912 Divisi Asper b) Nasabah individu atau keluarga non Asper Bumiputra. b) SPPA dilampiri dan data peserta yang meliputi: Nama tertanggung, tanggal lahir, pekerjaan dan ahli waris.

5 F) Produk Standar Syariah

1) Asuransi Kebakaran2) Asuransi Kendaraan3) Asuransi Kesehatan4) Asuransi Kecelakaan Diri5) Asuransi Pengangkutan6) Asuransi Enginering7) Asuransi Kebongkaran8) Asuransi Cash in Save & Transit9) Asuransi Aneka (Bilboard, Publik Liability)10) Tanggung Gugat Proesi Dokter11) Asuransi yang Bersifat Tailor Made (sesuai kebutuhan) 5

BAB IV ANALISIS METODE PERHITUNGAN SURPLUS UNDERWRITING DANA TABARRU

  ’ PADA ASURANSI KERUGIAN SYARIAHSurplus dana tabarru ’ adalah selisih lebih dari pengelolaan dana peserta yang terhimpun dalam kumpulam dana peserta atau pool tabarru’ setelah dikurangkan dengan beban klaim, tabarru ’ reasuransi, biaya lain-lain terkait dengan penyelesaian klaim, kemudian ditambahkan dengan recovery klaim reasuransi, pembagian insentif surplus operasi reasuransi dan hasil investasi pool dana tabarru’ PMK No. Pada bab ini dideskripsikan dan dianalisis mengenai metode perhitungan surplus defisit underwriting dana tabarru ’ metode pengalokasiannya serta peranan surplus underwriting dana tabarru’ bagi profit perusahaan, dengan menggunakan data yang riil di PT.

A. Perhitungan Surplus Underwriting Dana Tabarru ’ Unit Syariah PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

  Metode perhitungan yang digunakan dengan mengumpulkan dana yang ada secara menyeluruh selama masa pertanggungan atau per tahun apabila padatahun tersebut hasil yang didapat oleh perusahaan positif maka perusahaan akan mengalami surplus underwriting begitupun sebaliknya, apabila perusahaanmemperoleh hasil yang negatif, maka perusahaan akan mengalami defisit underwriting. Berdasarkan PSAK No.

1. Pendapatan underwriting

  Pendapatan underwring dapat dihitung melalui : a. Kontribusi Brutoa.1kontribusi Penutupan Langsung xxxxa.2Kontribusi Penutupan tidak langsung xxxxa.3Ujrohxxxxa.4Jumlah Kontribusi Bruto (a+b-c) xxxx b.

c. Penurunan / Kenaikan Cadangan teknis

  c.1Cadangan teknis tahun/triwulan lalu xxxxc.2Cadangan teknis tahun/triwulan berjalan xxxxc.3Penurunan/kenaikan Cadangan teknis xxxxc.4 Jumlah pendapatan/kenaikan cadangan teknis (b.3+c.3) xxxxc.5Jumlah pendapatan premi neto (b.3+c.3) xxxxc.6Pendapatan underwriting lain neto xxxx Underwriting (c.5+c.6)c.7Pendapatanxxxx 2. Hasil investasi dana peserta xxxx b.

NO KETERANGAN TAHUN 2009

5 PENDAPATAN UNDERWRITING

6 Jumlah Konstribusi Bruto (3+4+5) 7,099,599,371.41

  CAKYBMP tahun/triwulan berjalan 2,571,195,327.96(2,065,803,823.81) 12 Dengan demikian hasil surplus (defisit) underwriting dana peserta yaitu :Lebih jelasnya dibawah ini adalah laporan perhitungan surplus underwriting dana peserta (tabarru Kontribusi Bruto ’) Unit Syariah PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 untuk periode yang berakhir per 31 Desember 2009 dan per 31Desember 2010.

a. CAKYBMP tahun / triwulan lalu

23 c.1 Cadangan klaim neto tahun / triwulan berjalan 644,171,759.65 24

c. 2 Cadangan klaim netto tahun/triwulan llau (254,974,950.91)

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 Tahun 2009 Berdasarkan tabel 4.1 PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengalami surplus underwriting dana peserta sebesar 1,551,057,782.99 nilaitersebut diperoleh dari nilai pendapatan underwriting sebesar 5,721,678,497.45 dikurangi jumlah beban underwriting sebesar 4,248,656,799.16 dan ditambahhasil investasi neto sebesar 38,036,084.70.

NO KETERANGAN TAHUN 2010

  Ujrah(8,844,140,418.09) 6 Jumlah Konstribusi Bruto (3+4+5) 11,846,761,704.29 7 Premi Reasuransi 8 Kontribusi reasuransi (tabarru RA) 2,714,604,325.99 9 Jumlah Premi Reasuransi (8-9) 2,714,604,325.99 10 Kontribusi Neto (6-10) 9,132,157,378.30 11 Penurunan (kenaikan) CAKYBMP *) 12 c. CAKYBMP tahun/triwulan berjalan (4,192,443,232.50) 14 Penurunan (kenaikan) CAKYBMP (13-14) -2,126,639,408.50 15 Jumlah pendapatan premi neto (11+15) 7,005,517,969.80 16 Pendapatan underwriting lain neto 0.00 17 PENDAPATAN UNDERWRITING (16+17) 7,005,517,969.80 18 BEBAN UNDERWRITING 19 Beban klaim 20 d.

SURPLUS (DEFISIT) UNDERWRITING DANA PESERTA

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 tetap mengalami surplus underwriting dana peserta sebesar 2,847,654,548.28 nilaitersebut diperoleh dari nilai pendapatan underwriting sebesar 7,005,517,969.80 dengan dikurangi surplus underwriting yang diperoleh sebesar 2,820,820,267.70dan hasil investasi neto sebesar 26,834,280.58. Dari pendeskripsian perhitungan surplus (defisit) dana peserta pada tabel4.1 dan tabel 4.2 Unit Syariah PT.

B. Ketentuan Dalam Alokasi Surplus Dana Tabarru ’

  Sebagian ditambahkan ke dalam dana tabarru’ sebagian dibagikan kepada peserta, dan sebagian dibagikan kepada perusahaanNamun dalam pasal 14 perusahaan dilarang melakukan pembagian surplus underwriting kepada peserta atau perusahaan dalam hal : 1. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 memilih alternatif yang ketiga dimana alokasi surplus masuk ke peserta, pengelola dan cadangan tabarru’ dan PT.

1. Ketentuan khusus mengenai insentif surplus tabarru a

  Terdapat beberapa kategori yang disepakati bahwa insentif surplusnya tidak dibayarkan melainkan disimpan dalam cadangan dana tabarru’ d. Rate insentif surplus bagian peserta tidak dapat ditentukan diawal periode, oleh karena itu kantor operasional syariah tidak diperkenankanmenjanjikan besaran rate insentif surplus tersebut kepada peserta sebelum ada pemberitahuan dari kantor pusat.

e. Insentif surplus dana tabarru’ bukanlah discount premi perpanjangan

  Pada dasarnya setiap polis yang diterbitkan ketika jatuh tempo berhak mendapat intensif surplus operasi dana tabarru’, namun demikian tidak semua peserta menerima secara langsung akan tetapi tergantung pada kondisi tertentuyang terletak dalam klausula syariah atau syarat khusus lain yang disepakati sehingga insentif tidak diberikan. Polis yang mengalami klaim baik yang masih berstatus dalam proses(O/S) maupun yang sudah berstatus pasti e.

2. Cadangan dana

  Tujuan memitigasi dampak risiko kerugian yang luar biasa yang terjadi pada periode mendatang untuk jenis asuransi (class of business) yangmenunjukkan derajat volatitalitas klaim yang tinggi c. Cadangan dana tabarru’ hanya dipergunakan untuk membayar klaim apabila dana tabarru ’ tahun berjalan tidak mencukupi.

C. Pengalokasian Surplus Underwriting Dana Tabarru ’ Unit Syariah PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

  Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 Tahun 2010 Berdasarkan tabel 4.3 setelah surplus dana tabarru’ dialokasikan ke cadangan tabarru ’, insentif peserta dan insentif pengelola saldo akhir dana peserta yang didapat sebesar 1,149,718,473.71 yang didapat dari saldo awalsebesar 1,078,527,110.00 ditambah cadangan tabarru’sebesar 71,191,363.71. Surplus dana tabarru’ masuk ke insentif peserta sebanyak 30% yang akan dibayarkan langsung kepada setiap peserta dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan setelah mendapat pemberitahuan dari pengelolamengenai besarnya insentif yang akan diterima pada setiap akhir periode.

D. Peran Surplus Underwriting Dana Tabarru ’ Pada Peningkatan Profit PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

Profit perusahaan diperoleh dari Pendapatan pengelola yaitu : Penerimaan ujrah, penerimaan alokasi surplus underwriting dana tabarru ’, Hasil Investasi dana Pengelola serta bagi hasil investasi pengelolaan dana tabarru ’. Selanjutnya dikurangi beban-beban yang harus dibayar yaitu : Beban pemasaran, beban Besarnya Profit yang paling diharapkan terutama dari bagaimana risiko dapat dikelola dengan baik dan perlu didukung seorang underwriter yang prudentyang memiliki pengetahuan yang luas tentang risiko dan kerugian yang pernah terjadi sebelumnya, dan dapat memperkirakan risiko dan kerugian yang mungkinterjadi dimasa mendatang, serta keahlian dalam pengelolaan investasi Insya Allah akan menghasilkan profit yang optimal, sedang masalah biaya operasionalmerupakan beban yang harus dikeluarkan dan sudah dihitung diawal tahun.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

  Peningkatan pendapatan underwriting sebesar22,44% dari 5,721,678,497.45 pada tahun 2009 menjadi 7,005,517,969.80 pada tahun 2010 dan yang paling mempengaruhi dalam peningkatan surplusdefisit underwriting dana tabarru ’ adalah penurunan beban underwriting sebesar 23,33% dari 4,248,656,799.16 pada tahun 2009 menjadi 4,184,697,702.11 2. 18 dan Fatwa DSN-MUINo.53 pengalokasian surplus dana tabarru’ ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan yang telah disetujui oleh DPS dan calon peserta pada saat menandatangani pernyataan akad, komposisinya yaitu sebesar 30% 3.

B. Saran

  Agar masyarakat lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta asuransi, bukan hanya membayar premi dan mendapatkan ganti rugi atasklaim yang terjadi, tetapi juga mengerti dan mengetahui nisbah bagi hasil antara kedua belah pihak. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, perusahaan sebaiknya mempublikasikan dimedia masa misalnya dengan mengadakan talk show ditelevisi atau seminar di kampus-kampus, disini media memiliki peran penting sebagai penyampaian informasi dan sarana edukasi yang membekalipemahaman masyarakat karena masyarakat harus dibekali pengetahuan yang cukup tentang pengelolaan dana tabarru’ terutama masyarakat muslim yang tertarik dengan asuransi kerugian syariah.

DAFTAR PUSTAKA

  Jawab :Perhitungan surplus/defsit dana tabarru ’ mengacu kepada PSAK 108 dimana hanya kontribusi bagian peserta (tabarru’) yang dihitung surplusnya, selanjutnya atas surplus yang terbentuk kemudian dialokasikan untuk dibagikepada peserta, pengelola dan sebagai cadangan dana tabarru’ yang komposisinya ditetapkan dengan persetujuan DPS yaitus ebesar 30% untuk peserta, 67.5% untuk pengelola dan 2.5% untuk cadangan. Jawab :Ketika terjadi defisit underwriting dana tabarru ’, maka yang terjadi adalah pengelola harus menyisihkans ebagian modalnya untuk menutupi defisit yang terjadi berupa dana talangan (qardh), jadi ketika terjadi defisit underwriting defisit yang terjadi dan berapa besar beban-beban operasional yang dikeluarkan serta hasil investasi bagian pengelola yang didapatkan.

SALDO AKHIR DANA PESERTA

7 (18-28) 1,149,718,473.71 1,153,732,931.57 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

NOMOR 18 /PMK.010/2010

  Dana Investasi Peserta adalah dana investasi yang berasal dari kontribusi Peserta atas produk asuransi jiwa yang mengandungunsur investasi, yang dikelola Perusahaan sesuai dengan Akad yang telah disepakati. Akad Mudharabah Musytarakah adalah Akad Tijarah yang memberikan kuasa kepada Perusahaan sebagai mudharib untukmengelola investasi Dana Tabarru ’ dan/atau Dana InvestasiPeserta, yang digabungkan dengan kekayaan Perusahaan, sesuai kuasa atau wewenang yang diberikan, dengan imbalan berupabagi hasil (nisbah) yang besarnya ditentukan berdasarkan komposisi kekayaan yang digabungkan dan telah disepakatisebelumnya.

c. Perusahaan bertindak sebagai pengelola Dana Tabarru ’; d

  (4) Dalam hal perubahan Akad Tijarah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terjadi untuk pengelolaan Dana Tabarru ’, Perusahaanwajib memisahkan Dana Tabarru ’ yang dikelola berdasarkan Akad Tijarah yang lama dari Dana Tabarru ’ yang dikelola berdasarkan Akad Tijarah yang baru. hak dan kewajiban Perusahaan sebagai wakil (penerima kuasa) termasuk kewajiban Perusahaan untuk menanggung seluruhkerugian yang terjadi dalam kegiatan pengelolaan risiko dan/atau kegiatan pengelolaan investasi yang diakibatkan olehkesalahan yang disengaja, kelalaian, atau wanprestasi yang dilakukan Perusahaan;d.

d. Dana Tabarru

  ’ tidak cukup untuk membayar santunan/klaim kepada Peserta.(2) Dalam hal Dana Tabarru ’ tidak cukup untuk membayar santunan/klaim kepada Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat(1) huruf d, Qardh wajib disetorkan ke dalam Dana Tabarru’ secara tunai/kas. Pencabutan Izin Usaha.(3) Tata cara dan waktu pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai ketentuan mengenaisanksi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan PemerintahNomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan UsahaPerasuransian sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2008.

MENTERI KEUANGANSRI MULYANI INDRAWATI

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Metode alokasi surplus underwriting dana tabarru' pada asuransi kerugia Syariah (studi pada unit Syariah Pt.asuransi umum Bumuputra muda 1967)
0
15
119
Etika bisnis Islam dalam persaingan usaha pada Pt. asuransi Syariah Mubarakah
0
6
96
Analisis swot terhadap produk asuransi unit link (studi pada PT.Asuransi Takaful keluarga)
5
52
86
Faktor-faktor yang mempengaruhi underwriting pada produk asuransi kebakaran Syariah (studi pada unit Syariah Pt. asuransi umum Bumiputra Muda 1967)
3
32
109
Strategi pemasaran dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Syariah dalam peningkatan jumlah nasabah (studi pada DPLK bank Muamalat Indonesia)
12
60
120
Mekanisme pendistribusian surplus underwriting kepada peserta asuransi kebakaran :studi pada pt.asuransi umum bumiputra 1967 unit syariah
4
95
78
Minat masyarakat terhadap jual beli emas di pegadaian Syariah (studi penelitian pada pegadaian Syariah cabang Cinere)
4
37
82
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi underwriter dalam menyeleksi risiko pada produk asuransi kesehatan kumpulan (studi pada unit Syariah Pt.Asuransi Umum Bumiputra Muda 1967)
9
107
89
Analisis profit margin pada produk asuransi kendaraan bermotor: Studi pada unit Syariah PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967
2
41
105
Analisi dan desain data warehouse pada perusahaan asuransi Syariah (studi kasus: Pt> Asuransi takaful umum)
20
120
170
Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja modal
0
7
113
Pengaruh premi, klaim, hasil investasi dan underwriting terhadap laba perusahaan asuransi syariah pada PT. Asuransi Kerugian Sinarmas Cabang Syariah periode 2008 - 2012
0
7
122
Strategi unit layanan modal mikro (ULAMM) Syariah PT. Permodalan Nasional Madani (persero) dalam pemberdayaan UMKM (studi pada Ulamm Syariah Cakung)
15
75
93
Strategi layanan mobile banking unit usaha Syariah PT.PermataBank.TBK : Studi pada Unit usaha Syariah PT.Permata Bank.TBK
1
14
93
Prosedur underwriting bancassurance dan asuransi jiwa syariah pada pt. asuransi takâful keluarga
0
18
12
Show more