Efektivitas ekstrak daun sirih hijau (piper betle l.) terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus pyogenes in vitro

Gratis

2
49
44
3 years ago
Preview
Full text
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes IN VITRO Laporan penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA KEDOKTERAN Disusun Oleh: SAMROTUL FUADI NIM: 1111103000022 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H/2014 M i ii iii iv KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta nikmat yang tiada hentinya kepada manusia. Terutama nikmat akal yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Dengan nikmat akal tersebutlah kita dituntut untuk dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya tanpa menyimpang dari perintah-Nya. Shalawat serta salam penulis sanjungkan bagi makhluk termulia junjungan kita Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabatnya. Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian ini yang berjudul “Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes”. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1. Prof. DR. (hc). dr. M.K. Tadjudin, Sp.And selaku Dekan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. dr. Witri Ardini, M.Gizi, SpGK selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter, serta seluruh dosen atas bimbingan yang diberikan selama penulis menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 3. dr. Intan Keumala Dewi, Sp.MK selaku Pembimbing Pertama dan Bu Endah Wulandari, M.Biomed selaku Pembimbing Kedua yang dengan sabar membimbing dan mengarahkan dalam proses penyelesaian laporan penelitian ini. 4. Dr. Flori Ratna Sari, Ph.D selaku penanggung jawab riset Program Studi Pendidikan Dokter 2011, yang tidak pernah bosan untuk selalu mem followup perkembangan dan kendala riset pada setiap akhir modul. 5. Orang tua (Drs. H. Abdul Hamid Zahid dan Dra. Hj. Armiati) yang selalu memberi doa, motivasi super, dan semangat tiada batas hingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. v 6. Teman satu tim riset: Rissa Adinda Putri, Nikken Rima Oktavia, Mar’aturrahmah, Siti Nashratul Kamillah, Indra Fauzi yang selalu mendukung satu sama lain selama menjalani penelitian bersama, sehingga laporan ini dapat terselesaikan. 7. Laboran dan OB khususnya Mbak Novi dan Pak Bacok yang sudah banyak membantu selama melakukan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi. Penulis berharap bahwa skripsi ini dapat berguna untuk pihak-pihak lain yang memerlukan. Namun penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kemajuan wawasan ilmu pengetahuan. Jakarta, 15 September 2014 Penulis vi ABSTRAK Samrotul Fuadi. Program Studi Pendidikan Dokter. EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus pyogenes. 2014 Pendahuluan: Daun sirih hijau telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak daun sirih dilaporkan memiliki daya antibakteri, yang terdiri dari phenol dan senyawa turunannya. Streptococcus pyogenes adalah bakteri penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yaitu Faringitis. Tujuan: Mengetahui efek ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain Eksperimental. Daun sirih hijau 1000 g diekstraksi menggunakan metode maserasi menghasilkan 36,5 g ekstrak kental. Berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (25%, 50%, 75%, 100%), pelarut etanol 96% sebagai kontrol negatif dan eritromisin sebagai kontrol positif diuji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada agar darah dengan metode disc diffusion. Hasil: Terdapat zona hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.). Analisis Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat bermakna (p<0,05) antara berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Kesimpulan: Berbagai konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan pelarut etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Kata Kunci: Daun sirih hijau, Streptococcus pyogenes, disc diffusion vii ABSTRACT Samrotul Fuadi. Medical Education Study Program. The Effectivity of Piper betle L. Extract on Streptococcus pyogenes Growth. 2014 Background: Piper betle L. has been used by Indonesian people as a traditional regiment. Piper betle L. extract has been reported to contain antibacterial effect by the Phenolic compound and its derivative. Streptococcus pyogenes is the agent responsible for Upper Respiratory Tract Infection (URTI) and pharyngitis. Objective: Aims to determine the effect of Piper betle L. extract in Streptococcus pyogenes growth inhibition. Method: This experimental research extracted 1000 g of Piper betle L. through maceration method producing 36,5 g extract. Various concentration extracts (25%, 50%, 75%, and 100%), 96% ethanol as negative control, and erythromycin as positive control were analyzed to determine the inhibiting activity to Streptococcus pyogenes growth in blood agar using disc diffusion method. Results: Inhibition zone is found at various concentrations of Piper betle L. extract. Kruskall-Wallis test showed significant difference (p<0,05) of inhibition effect among various concentrations of Piper betle L. extracts to Streptococcus pyogenes growth. Mann Withney test shows significant differences between various concentrations of extract, erythromycin as positive control, and ethanol 96% as negative control. Conclusion: Various concentrations of Piper betle L. extract with ethanol inhibits Streptococcus pyogenes growth. Key word: Betle leaf extract, Streptococcus pyogenes, disc diffusion. viii DAFTAR ISI Halaman Lembar Judul . i Lembar Pernyataan Keaslian Karya . ii Lembar Persetujuan Pembimbing . iii Lembar Pengesahan . iv Kata pengantar . v Abstrak . vii Abstract . viii Daftar Isi . ix Daftar Tabel . xi Daftar Grafik . xii Daftar Gambar . xiii Daftar Bagan . xiv Daftar Lampiran . xv Bab I : Pendahuluan 1.1. Latar Belakang . 1.2. Rumusan Masalah . 1.3. Tujuan . 1.3.1 Tujuan umum . 1.3.2 Tujuan Khusus . 1.4. Manfaat Penelitian . 1 2 2 2 3 3 Bab II: Tinjauan Pustaka . 4 2.1 Tanaman Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) . 2.1.1 Kandungan Kimiawi Daun Sirih Hijau . 2.1.2 Manfaat Daun Sirih Hijau . 2.2 Morfologi dan klasifikasi Streptococcus pyogenes . 2.3 Faringitis . 2.4 Mekanisme Kerja Antibakteri . 2.5 Metode Pengujian Antibakteri . 2.6 Kerangka Teori . 2.7 Kerangka Konsep . 2.8 Definisi Operasional . 4 5 5 6 7 8 9 11 12 12 Bab III: Metodologi Penelitian . 14 3.1 Desain Penelitian . 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian . 3.3 Identifikasi Variabel . 14 14 14 ix 3.3.1 Variabel Bebas . 3.3.2 Variabel Terikat . 3.4 Alat dan Bahan . 3.4.1 Alat . 3.4.2 Bahan. 3.5 Alur Penelitian . 3.6 Cara Kerja Penelitian . 3.6.1 Sterilisasi Alat dan Bahan . 3.6.2 Persiapan dan Determinasi Daun Sirih Hijau . 3.6.3 Pembuatan Ekstrak Daun Sirih Hijau . 3.6.4 Pembuatan Stok Variabel Konsentrasi . 3.6.5 Pembuatan Stok Bakteri . 3.6.6 Tahap Pengujian . 3.7 Analisis Data . 14 14 14 14 15 15 16 16 16 16 16 17 17 17 Bab IV: Hasil dan Pembahasan . 19 4.1 Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau terhadap Streptococcus pyogenes. 19 Bab V: Simpulan dan Saran . 24 5.1 Simpulan . 5.2 Saran . 24 24 Daftar Pustaka . 25 Lampiran . 27 x DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Klasifikasi Respon Hambatan Pertumbuhan Bakteri . 10 Tabel 4.1 Hasil Analisis Multikomparasi dengan Uji Mann-Whitney . 21 xi DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 4.1 Hambatan Pertumbuhan Streptococcus pyogenes . xii 20 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Daun Sirih Hijau . 4 Gambar 2.2 Koloni Streptococcus pyogenes pada agar darah . 6 Gambar 2.2 Hasil Pewarnaan Gram Streptococcus pyogenes . 6 Gambar 4.1 Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (A) konsentrasi 25%, 100%, (B) konsentrasi 50%, 75% terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes . xiii 19 DAFTAR BAGAN Halaman Bagan 2.6 Kerangka Teori . 11 Bagan 2.7 Kerangka Konsep . 12 Bagan 3.5 Alur Penelitian . 15 xiv DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Surat Hasil Determinasi Tumbuhan . 27 Lampiran 2 Sertifikat Pengujian Ekstraksi Bahan . 28 Lampiran 3 Alat dan Bahan Penelitian . 29 Lampiran 4 Daftar Riwayat Hidup . 30 xv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sirih adalah salah satu tanaman tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan. Tanaman sirih hijau (Piper betle L.) tumbuh subur di sepanjang Asia tropis hingga Afrika Timur, menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, India, hingga Madagaskar. Di Indonesia, Tanaman ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.1 Sirih memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai antibakteri, amebisid, fungisid, antiseptik, immunodulator dan lainnya.2 Bagian-bagian dari tanaman sirih (Piper betle L.) seperti akar, biji dan daun berpotensi untuk pengobatan, tetapi yang paling sering dimanfaatkan adalah bagian daunnya. Komponen aktif daun sirih dipengaruhi oleh umur, jenis daun, dan sinar matahari.1 Daun sirih mengandung minyak atsiri yang terdiri atas senyawa phenol dan beberapa derivatnya euganol dan kavikol. Senyawa phenol dan derivatnya dapat mendenaturasi protein sel bakteri.3 Senyawa euganol bersifat bakterisida dengan meningkatkan permeabilitas membran bakteri.4 Senyawa kavikol selain memberi bau khas pada sirih juga memiliki sifat bakterisida lima kali lipat dari senyawa phenol lainnya.3 Berbagai macam penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri.5 Khasiat ekstrak daun sirih hijau sebagai antibakteri telah dibuktikan oleh Seil (2012), ekstrak daun sirih hijau dengan pelarut etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan metode disc diffusion pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau terkecil yaitu sebesar 106 ppm dengan kategori hambatan kuat. Juga telah dibuktikan oleh Angga (2013), bahwa ekstrak daun sirih hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans dengan metode disc diffusion pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 20% dan 30% didapatkan rata-rata zona hambat 11,67 mm dan 14 mm dengan kategori hambatan lemah. Pada konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 50% dan 75% didapatkan rata-rata zona hambat 17,67 mm dan 19 mm dengan kategori hambatan sedang. Pada 1 2 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau 100% didapatkan rata-rata zona hambat 21,33 mm dengan kategori hambatan kuat. Streptococcus pyogenes adalah bakteri patogen saluran pernapasan bagian atas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, dan penyebab paling umum dari faringitis bakterial.7 Faringitis adalah peradangan dinding faring, yang merupakan penyebab dari (15-30%) kasus pada anak dan (5-10%) kasus pada dewasa.8 Streptococcus pyogenes tergolong bakteri Gram positif, termasuk kelompok bakteri Streptococcus β Hemolitik dan bersifat anaerob fakultatif.9 Indonesia merupakan negara berkembang dengan angka kejadian penyakit infeksi yang tinggi, terutama Infeksi Saluran Pernapasan. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) satu bulan terakhir di Indonesia adalah 25%.10 Infeksi saluran napas berdasarkan wilayah infeksinya, dibagi menjadi infeksi saluran napas bagian atas dan bawah. Infeksi saluran napas atas yang paling sering terjadi adalah otitis, sinusitis, dan faringitis. Penyakit tersebut masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Indonesia, karena merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita (22,8%) dan bayi.11 Berdasarkan hal diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes secara in vitro. Penelitian ini meliputi uji aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau dalam berbagai konsentrasi terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dengan metode disc diffusion. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana efek ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes? 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui efek ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. 3 1.3.2 Tujuan Khusus Untuk mengetahui efek beberapa konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Peneliti Manfaat bagi peneliti dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan di program studi pendidikan dokter (PSPD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menambah pengetahuan peneliti terhadap penerapan beberapa ilmu kedokteran terhadap perkembangan dunia kesehatan, dan mengetahui daya hambat ekstrak daun sirih hijau (Piper betle diskriptif, Metode pendekatan httmetode htthpttp:// dan htthpttp:// htthpttp:// penelitian menggunakan http komparatif. Petani dresponden diambil dengan cara sensus sejumlah 12 orang dari id.id id.id i .id . . . c.id id c c c a a a enj.eaj.ac. enj.ej.ac enj.ej.ac enj.ej.ac n n n n u u u u . . . . kelompok penangkar benih kentang Putra Tengger, dan pembandingnya dan 12 gilib ib.u gilib ib.u gilib ib.u gilib ib.u /di igil /di igil tthpt:t/p://d tthpt:t/p://d h h orang dari pembandingnya yaitu Kelompok /di igil tthpt:t/p://d h Tani Argo Tani. l ://di digi htthpttp:// c.id id enj.eaj.ac. n u . giliblib.u :/p/d:/i/digi p t t h htt Hasil penelitian kentang di Desa .id .id usaha perbenihan .id menunjukkan bahwa, c.id id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id enj.eaj.ac. e e e n n n n u u u u . . . . n n n lib .u Argosari Kecamatan SendurodiKabupaten Lumajangdisecara gilgibilib.u gilgibilib.u finansial layakdiuntuk gilgibilib.u digi gilib .id j.eajc.ac.id e n b.u un igdiilgi ilib. d / / : / htthpttp:/ agribisnis perbenihan Kecamatan aSenduro Kabupaten ac.id.id .id .id .id kentang di Desa.acArgosari j. ac j.ejc.ac.id j ej.ac.id j.eajc.ac.id e e e n n n .ubn.uenej. .ub.un .ub.un .ub.un b b b b i i i i l l l l i i i i i i i i g l g l g masih l Lumajang layak (menguntungkan) bila terjadi kenaikan biaya (cost)://sebesar digdigil ://di digi ://di digi ://di digi p:// //di p:// //di p:// //di ://d htthpttp: p:// //di htthttp: htthttp: htthttp: htthttp: diusahakan dan bisa dilanjutkan, hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa ://d htthpttp: ://d htthpttp: ://d htthpttp: htthpttp:// htthpttp:// htthpttp:// htthpttp:// ://d htthpttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib xi / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: ://d htthpttp: c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib ib.u c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib ib.u c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib ib.u c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib ib.u c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib ib.u sampai dibawah 35,67 % dan bila terjadi penurunan penerimaan (benefit) sampai di bawah 26,29 %; serta ada perbedaan nyata pada tingkat pendapatan petani penangkar dan non penangkar benih kentang. Petani penangkar benih kentang mempunyai tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani non penangkar. Karena permintaan benih kentang di daerah sekitar lebih besar daripada penyediaanya, maka disarankan untuk pengembangan baik secara intensif maupun ekstensif. Saran lain adalah perlu adanya komitmen pengambil kebijakan agar konsisten dalam melaksanakan program sehingga tujuan program dapat tercapai. xii j. ac .ubn.uenej. b i l i i g l ://di digi htthpttp:// j. ac .ubn.uenej. b i l i i g l ://di digi htthpttp:// j. ac .ubn.uenej. b i l i i g l ://di digi htthpttp:// j. ac .ubn.uenej. b i l i i g l ://di digi htthpttp:// j. ac .ubn.uenej. b i l i i g l ://di digi htthpttp:// ://d htthpttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: ://d htthpttp: c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib b.u /d:/i/gdigili / : p t hthttp c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib b.u /d:/i/gdigili / : p t hthttp c.id id c.id id enj.eaj.ac. enj.eaj.ac. SUMMARY n n u u . . ilib b.u ilib b.u /d:/i/gdigili /d:/i/gdigili / / : : p p t t hthttp hthttp c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib b.u /d:/i/gdigili / : p t hthttp ://d htthpttp: c.id id enj.eaj.ac. n u . giliblib.u :/p/d:/i/digi p t t h htt Analysis of Financial Feasibility of Potato (Solanum tuberosum, L) Seeds .id j.ac c.id .id j.ac c.id .id j.ac c.id .id j.ac c.id .a ne ej.a ne ej.a 051520201023, ne ej.a nenejLumajang Agribusiness Regency, libil.iub.un libil.iub.un libil.iub.un Donny AnantoigiNilantoko, libil.iub.uin i i i g g g i i i ://d dig ://d dig ://d dig ://d://dig htthpttp:// htthpttp:// htthpttp:// htthpttp107 2010, pages. ://d htthpttp: .id j.eajc.ac.id e n b.u un igdiilgi ilib. d / / : / htthpttp:/ .id .id .id .id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id e e e e n n n n .u n .u.un high economic ivalue, b.u un b.u un Potato giilgibilib.u giilgibilibhas ibadly igdilgi ilib. which is now ithat igdiilgi ilib. is a commodity d d d d / / / / / / / / : : : : d d / / / / ttpttp:/ htthpttp:/ htthpttp:/ htthpttp:/ needed for food consumption, industry, even for pharmaceutical rawh hmaterials, ://d htthpttp: .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: which over the years .id needs of those .ac.icd.id .idline with the increasing .id continue to rise.aIn j.eajc.ac.id j ejc.ac.id j.eajc.ac.id ej j.a e e e n n n u u u bl.iubn.une bl.ib.un aspect. Therefore, bl.ibpotatoes bl.ibsupply un un i i i i . . l l l l i i i i potatoes, the of quality seed is a very important g g g g ://di digi ://di digi ://di digi ://di digi htthpttp:// htthpttp:// htthpttp:// htthpttp:// Government intervenes to empower farmers and also assists potato farmers in c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib b.u /d:/i/gdigili / : p t hthttp .id idprofessionally providing obtaining seedsj.aofc.icdpotatoes more easily c.id id Agribusiness j.aca.icd.id cby id enj.eaj.ac. enj.eaj.ac. enej.a . ne ej. n n n u u u . . . libil.iub.un libilib.u libilib.u libilib.u i i i i g g g g i i i i activities for Potato Seed Breeding. p://d//dig p://d//dig p://d//dig p://d//dig c.id id enj.eaj.ac. n u . giliblib.u :/p/d:/i/digi p t t h htt id .id c.id id potatoes agribusiness and thenejdifference in incomenej.ajc.a.icd.id .ajc.a. c.id j.eajc.ac.id eprofessionally enj.eaj.ac. which is done n n e u e u u u . . . n n b u b b.u libilib.u ilgibil.ib.un igdwere igdiilgi ilib. The study areas igdiilgi ilifarmers igdifarmers d d d d g / / / / i i / / / / levels of and non-breeder of seed potatoes. : : : : ttp p:// ttp p:// ttp p:// ttp p:// htthttp: htthttp: htthttp: htthttp: The aim of this research is to determine the financial feasibility of seed h htt h htt h htt h htt ://d htthpttp: ://d htthpttp: ://d htthpttp: determined by purposive method; they were Potato Seed Garden of Argosari .id j.eajc.ac.id e n b.u un igdiilgi ilib. d / / : / htthpttp:/ .id j.eajc.ac.id e n u lib. .un d/i/gdiigilib / / : p htthttp: c.id id enj.eaj.ac. n u . ilib b.u /d:/i/gdigili / : p t hthttp .id .id .id .id .id ajc.ac.id “Tani Putera ej.ajc.ac.id ajc.ac.id ajc.acSenduro, Village, District Lumajang and Farmers nuenj.eGroup nuenj.eRegency, nuenj.eof un e u u u . . . b b b ilgibil.ib.un ilgi ilib. ilgi ilib. ilgi ilib. g g g g i i i i d d d d :// di :// di pt:t/p/://di number of members Tengger” tpt:t/p/://di seeds breeding,httwhose httpttp:// was httpttp:// conducting thehtpotato h h h h only 12 people, and Farmers Group “Argotani” conducting the cultivation of d ac.i .id d ac.i .id d ac.i .id ://d htthpttp: d ac.i .id j. c ej. j.ac ej. j.ac ej.ej.ac potatoes. iThe method ib.applied un.uenej.a survey, descriptive, bl.iubn.une bl.iubn.une and comparative bl.iubn.unresearch i i l l l l i i i i b i g g g g l di igi :/p/d:/i/digi ://d:/i/digi ://di digi tpt:t/p/://dcollected approaches. Respondentshtwere by census 12 people the htthptfrom htthpttpinvolving htthpttp:// t h ://d htthpttp: group of seed potatoes breeder “Putera Tengger”, and for comparison, 12 people d d d c.id id c.i id c.i id c.i id enj.eaj.ac. enj.eaj.ac. enj.eaj.ac. enj.eaj.ac. n n n n u u u u . . . . from thegcomparison of “Argo Tani” Group were u ilib b.u ilibinvolved. ilib b.Farmer ilib b.u b.u /d:/i/gdigili /d:/i/gdigili /d:/i/gdigili /d:/i/digili / / / / : : : : p p p p t t t t hthttp hthttppotatoes in Argosari hthttp the business of seed hthttp Results showed that, Village, c.id id enj.eaj.ac. n u . giliblib.u :/p/d:/i/digi p t t h htt District of Senduro, was .idto run and could .ac.icd.id .id financially feasible .id Lumajang Regency j a j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id e e e n n n .ubn.uenej. .ub.un that seed potatoes .ub.un .ub.unThe results of isensitivity b b b b i i i i l l l l be sustained. analysis showed i i i dig gili dig gili dig gili dig gili .id j.eajc.ac.id e n b.u un igdiilgi ilib. d / / : / htthpttp:/ feasible (profitable) .idand there was a .ac.icd.id .id cost below 35.67% .id if there was an increase j a j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id j.eajc.ac.id e e e n n n .ubn.uenej. .ub.un .ub.un .ub.un b b b b i i i i l l l l i i i i i i i i g l gbelow g inl revenue (benefits) l there were significant l decrease 26.29% as :well //digdigias ://di digi ://di digi ://di digi p:// //di p:// //di p:// //di p:// //di htt tp: htthttp: htthttp: htthttp: agribusiness in Argosari Village, District of 10 Kota 0 Mempunyai website tetapi 10 tidak menerapkan IFLGR Kabupaten 13 Kota 3 Mempunyai website tetapi 16 tidak update Kabupaten 0 Kota 0 Tidak mempunyai website 0 Sumber: Data Sekunder yang telah diolah, 2015 Berdasarkan analisis statistik deskriptif didapat hasil: Tabel 3 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Isi/Konten Ketepatan Waktu Teknologi User Support Total a. Kelompok Sampel Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota N Mean 29 9 1,72 2,11 29 0,62 9 29 9 1,11 0,45 0,67 29 1,97 9 29 29 2,33 4,76 6,22 Uji Mann Whitney Dalam penelitian ini ada satu hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis ini menggunakan Program SPSS Versi 22. Pada penelitian ini menggunakan statistik non parametik. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan Uji Mann Whitney. Uji Mann Whitney adalah uji data nonparametik yang digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan respon dari dua kelompok data yang saling independen yaitu dalam penelitian ini Kabupaten dan Kota (Mann and Whitney, 1947). Berikut hasil pengujian statistik uji Mann Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. Whitney untuk membandingkan komponen isi/konten, ketepatan waktu, teknologi, dan user support antar kedua kelompok sampel yaitu Kabupaten dan Pemerintah kota yang kemudian ditarik kesimpulan untuk pengujian hasil hipotesis. Tingkat probabilitas signifikansi variabel independen 0,05 (5%). Hasil uji Mann Whitney untuk keempat komponen berdasarkan indeks aksesibilitas yang dikembangkan oleh Cheng et al.: Tabel 4 Ranks Conten t Kelompok _Sampel Kabupaten Kota Total Timeli ness Kabupaten Kota Total Techno logy Kabupaten Kota Total User_S upport Kabupaten Kota Total N 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 Mean Rank Sum of Ranks 18,10 525,00 24,00 216,00 18,36 532,50 23,17 208,50 18,52 537,00 22,67 204,00 18,81 545,50 21,72 195,50 Pembahasan Berdasarkan output rank untuk komponen isi/konten, dihasilkan nilai mean untuk Pemerintah kota lebih besar dari Kabupaten yaitu 24,00 lebih besar daripada 18,10. Pengujian Mann Whitney untuk output Test Statisticsa, nilai statistik uji Z yaitu -1,525 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,127 lebih besar daripada 0,05. Hal ini menunjukkan hasil uji tidak mencolok secara statistik atau dengan demikian tidak ada perbedaan pengungkapan informasi pada website yang dimiliki antara Kabupaten dengan format dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Pemerintah kota untuk komponen isi/konten. Output rank untuk komponen ketepatan waktu yang dijelaskan dalam Tabel 4.4 mendapatkan hasil nilai mean Pemerintah kota lebih besar dibandingkan Kabupaten yaitu 23,17 lebih besar daripada 18,36. Pengujian Mann Whitney untuk Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 Test Statisticsa, nilai statistik uji Z pada komponen ketepatan waktu adalah -1,288 dan nilai Sig.2tailed adalah 0,198 lebih besar daripada 0,05. Hasil ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang mencolok secara statistik antara Pemerintah kota dan Kabupaten untuk komponen ketepatan waktu dalam pengungkapan informasi keuangan. Berdasarkan output rank untuk komponen teknologi, nilai mean untuk Kabupaten lebih kecil dibandingkan dengan nilai mean untuk Pemerintah kota yaitu 18,52 lebih kecil daripada 22,67. Dari pengujian Mann Whitney, yaitu output Test Statisticsa, nilai statistik uji Z yang kecil yaitu -1,130 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,259 lebih besar daripada 0,05. Hasil ini menunjukkan tidak ada perbedaan pengungkapan informasi pada website yang dimiliki antara Pemerintah kota dan Kabupaten untuk komponen teknologi. Output rank untuk komponen user support dengan hasil nilai mean Pemerintah kota lebih besar dibandingkan Kabupaten yaitu 21,72 lebih besar daripada 18,81. Sedangkan pengujian Mann Whitney untuk output Test Statistics a, nilai statistik uji Z yaitu -0,728 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,467 lebih besar daripada 0,05. Hasil uji tidak mencolok secara statistik atau tidak ada perbedaan kualitas website untuk komponen user support. H0: Ada perbedaan kualitas atas komponen isi/konten, ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi dan user support yang mencolok jika dalam mengungkapkan laporan keuangan maupun non keuangan melalui internet pada masing-masing website resmi Pemerintah kota dan Kabupaten. Berdasarkan Tabel 4.7 Test Statisticsa hasil uji terlihat bahwa besarnya Mann Whitney memberikan nilai statistik uji Z yaitu -1,525 untuk komponen isi/konten dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,127 lebih besar daripada 0,05. Sedangkan nilai statistik uji Z pada komponen ketepatan waktu (timeliness) adalah -1,288 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,198 lebih besar daripada 0,05. Adapun nilai statistik uji Z yang kecil pada komponen teknologi yaitu -1,130 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,259 lebih besar daripada 0,05. Terakhir untuk nilai statistik uji Z pada user support yaitu -0,728 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,467 lebih besar daripada 0,05. Berdasarkan hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara kualitas atas komponen isi/konten, ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi dan user support yang mencolok jika dalam mengungkapkan laporan keuangan maupun non keuangan. Ini menandakan bahwa hipotesis pada penelitian ini ditolak atau H0 ditolak. Kesimpulan dan Keterbatasan Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. Kesimpulan laporan keuangan maupun non keuangan antara Pemerintah kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Penelitian ini berusaha membandingkan kualitas pengungkapan Internet Financial Local Keterbatasan Government Reporting (IFLGR) Pemerintah kota dan Kabupaten di Jawa Timur dengan Peneliti menyadari adanya keterbatasan dalam menggunakan indeks pengungkapan yang penelitian ini, yaitu penelitian ini mempunyai dikembangkan oleh Cheng et. al. (2000) keterbatasan hanya membandingkan tingkat berdasarkan komponen isi/konten, ketepatan waktu, pengungkapan informasi keuangan maupun non teknologi, dan user support. Alasan pemilihan keuangan pada website resmi Pemerintah kota dan kelompok sampel karena Pemerintah kota lebih Kabupaten dengan format dan kualitas berdasarkan disorot oleh masyarakat sehingga dihipotesiskan isi/konten, ketepatan waktu, teknologi, dan user akan mengungkapkan informasi yang dimilikinya support. Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan dengan kualitas atas komponen isi/konten, penelitian, maka saran yang dapat diberikan untuk ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi dan user penelitian selanjutnya adalah akan diharapkan akan support yang lebih baik jika dalam mengungkapkan dianalisis determinan atau faktor penentu yang laporan keuangan maupun non keuangan mempengaruhi ketersediaan dan aksesibilitas dibandingkan dengan Kabupaten. informasi publik melalui e-government. Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan DAFTAR PUSTAKA antara lain: 1. Hasil observasi menunjukkan 100% Pemerintah kota dan Kabupaten memiliki e- Cheng, A. Lawrence, S and Coy, D. 2000. Measuring the Quality of Corporate Financial Websites; A New government dan dalam status online. Namun, Zealand Study. Paper presented at the 12th Asiandari hasil observasi tersebut juga didapat Pacific Conference on International Accounting Pemerintah kota dan Kabupaten yang memiliki Issues-Beijing. website tetapi tidak update yaitu 12 Kabupaten antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, KabupatenSung Jun Do, Howard Davey, David Coy. 2014. Assessing Accountability of Organisations using the Internet Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten to Report: South Korean Local Government. Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Journal of Finance and Management in Public Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Services. Vol. 12. No. 1. Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Sumenep. Sedangkan 3 Kota yang tidak update untuk Internet Financial Local Government Reporting adalah Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. 2. Hasil observasi menunjukkan 19 Kabupaten dan 9 Kota menerapkan Internet Financial Local Government Reporting dan sisanya 10 Kabupaten tidak menerapkan laporan keuangan pemerintah daerah pada internet antara lain, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Sidoarjo. Tidak ada perbedaan atas komponen isi/konten, ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi dan user support yang mencolok jika dalam mengungkapkan Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 Undang-Undang Nomor 14 Tahun Keterbukaan Informasi Publik. 2008. Verawaty. 2014. Analisa Komparasi Indeks Internet Financial Reporting Pemerintah Daerah di Indonesia. Seminar Nasional Akuntansi 17 Universitas Mataram 2014. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2001. Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika). Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan EGovernment.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Tablet Hisap Nanopartikel Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz &amp; Pav.) Secara Granulasi Basah
3
53
89
Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Hijau terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans (IN VITRO).
15
153
89
Daya Hambat Infusum Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Yang Diisolasi Dari Denture Stomatitis ; Penelitian In Vitro.
1
79
68
Daya Hambat Infusum Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Yang Diisolasi Dari Denture Stomatitis ; Penelitian In Vitro
7
106
73
Perbandingan Efektifitas Pasta Gigi yang Mengandung Ekstrak Daun Sirih dan Fluor Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans (in vitro)
3
89
73
Formulasi Tablet Hisap Nanopartikel Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz &amp; Pav.) Secara Granulasi Basah
9
71
88
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR TERHADAP Streptococcus viridans
0
9
66
Uji Efek ekstra etanol daun sirih (piper betle L) terhadap penurunan kadar asam urat darah pada tikus putih jantan yang diinduksi kafeina
8
100
84
Uji efek analgetik dan anthiinflamasi ekstrak etanol 70% daun sisrih (piper betle, linn secara in vivo
8
31
121
Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Menggunakan Metode Kempa Langsung Dengan Variasi HidroxypropilI Cellulose (HPC-SSL-SFP) Sebagai Pengikat
7
37
109
Uji efektivitas ekstrak daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans dengan metode Disc Diffusion
1
8
53
Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Dengan Metode Difusi Disk dan Sumuran terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus
5
35
46
Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus.
2
15
50
Aktivitas Antifungi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Candida tropicalis
4
11
38
PENGARUH DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L ) TERHADAP Streptococcus mutans
0
5
32
Show more