Uji aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Garcinia benthami Pierre dengan Metode Dilusi

Gratis

5
28
75
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  WbAlahamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan penelitiandan penulisan Skripsi dengan judul Uji Akitivitas Antimikroba Ekstrak Daun Gracinia Benthami Pierre dengan Metode Dilusi. Sahabat-sahabat yang setia menemani cerita suka dan duka selama penelitian, Nia, Isa, Nurul, Lina, Zakia, Khulfa, Lisa, keluarga besarASSHOF MUBA terima kasih untuk semangat dan perhatian yang kalian berikan.

DAFTAR LAMPIRAN

  Skema Penentuan Aktivitas Antimikroba Ekstrak 49 n-heksana, etil asetat dan metanol Daun Garcinia benthami Pierre terhadap stahylococcus aureus dan Escherichia coli(Metode Dilusi Cair) ………………………………........... Gambar hasil skrining fitokimia ekstrak n-heksana, etil 52 asetat dan metanol daun Garcinia benthamiPierre………… Lampiran 8.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol daun Garcinia benthami Pierre terhadap bakteri Grampositif Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif Escherichia coli . Untuk Mengetahui nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) danKonsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol daun Garcinia benthami Pierre terhadap bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif Escherichia coli .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manggis ( Garcinia benthami Pierre) .1 Klasifikasikan Tanaman (Rukmana R,1995)

  Garcinia parvifolia Sembilan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap genus Garcinia, didapatkan beberapa senyawa yang memiliki aktivitas biologis danfarmakologis seperti antimikroba, antifungi, antiinflamasi, dan antioksidan(Mailandari,2012). Antioksidan adalah zat yang dapatmelawan pengaruh bahaya dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi-reaksi kimia dan prosesmetabolik yang terjadi di dalam tubuh.

2.2 Simplisia

  Simplisia dalam Materia Medika Indonesia tahun (1995) diartikan sebagai bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belummengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan atau eksudat tumbuhan (isi sel) yang secara spontan keluar daritumbuhan atau isi sel yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya.

2.3 Ekstrak

  Ekstrak adalah sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati maupun hewani dengan mengunakanpelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlukan sedemikian rupa hinggamemenuhi baku yang telah ditetapkan (BPOM RI, 2005). Cairan pelarut adalah pelarut yang optimal untuk menyari senyawa kandungan yang berkhasiat atau yang aktif, karena itulah ekstrak hanyamengandung sebagian besar senyawa kandungan yang diinginkan karena senyawa tersebut dapat terpisahkan dari bahan dan dari senyawakandungan lainnya (Depkes, 2000).

2.4 Penapisan Fitokimia

  Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa seperti monoterpen dan seskuiterpen dan seskuiterpen yang mudah menguap, diterpen yang kurang menguap dantidak menguap, triterpen, dan sterol. Pada umumnya, saponin bereaksi netral (larut dalam air), beberapa ada yang bereaksi dengan asam (sukarlarut dalam air) dan sebagian kecil ada yang bereaksi dengan basa (Hasiholan, 2012).

2.5 Tinjauan Bakteri

  Perbedaan antara bakteriGram positif dan bakteri Gram negatif, Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp sebagian besar terdiri atas beberapa lapisan peptidoglikan yang membentuk struktur yang tebal dan kaku. Staphylococcus aureusmengandung polisakarida dan protein yang berfungsi sebagai antigen dan 2.5.4 Tinjauan umum Escherichia coliDikenal dalam dunia kesehatan dapat diklasifikan sebagai berikut : Phylum : ThallophytaKelas : SyzomycetesOrdo : EubacterialesFamily : EnterobacterianceaeGenus : EschericiaSpesies : Escherichia coli Escherichia coli praktis selalu ada dalam saluran pencernaan hewan dan manusia karena secara alamiah Escherichia coli merupakan salah satu penghuni tubuh.

2.6 Metode Pengujian Antimikroba

  Cakram kertas filter yang mengandung sejumlah tertentu obat ditempatkan di atasmedium padat yang telah diinokulasi pada permukaan dengan organisme Metode difusi dipengaruhi banyak faktor fisik dan kimia selain interaksi sederhana antara obat dan organisme (misal, sifat medium dankemampuan difusi, ukuran molekuler, dan stabilitas obat) (jawet et al., 2007). Tujuan akhir dari metode dilusi adalah untuk mengetahui seberapa banyak jumlah zat antimikroba yang diperlukan untuk menghambat Keuntungan uji dilusi adalah bahwa uji tersebut memungkinkan adanya hasil kuantitatif, yang menunjukan jumlah obat tertentu yangdiperlukan untuk menghambat (atau membunuh) mikroorganisme yang diuji (Jawet et al., 2007).

2.7 Kloramfenikol

  Kloramfenikol merupakan antibiotik bakteriostatik berspektrum luas yang aktif terhadap organisme-organisme aerobik dan anaerobik Grampositif maupun negatif. Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 400 bagian air, dalam 2,5 bagian etanol (95%) P dan dalam 7 bagian propilenglikol P; sukar larut dalam kloroform P dan dalam eter P.

2.8 Konsentrasi Hambat Minimal dan Konsentrasi Bunuh Minimal

  Cara cairPada cara ini digunakan media cair yang telah ditambahkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur denganpengenceran tertentu kemudian diinokulasikan biakan bakteri atau jamur dalam jumlah yang sama. 2.8.2 Konsentrasi Bunuh MinimalKBM (Konsentrasi Bunuh Minimal) merupakan kadar terendah dari antimikroba yang dapat membunuh bakteri (ditandai dengan tidaktumbuhnya kuman pada medium padat) atau pertumbuhan koloninya kurang dari 0,1% dari jumlah koloni inokulum awal (original inoculum/OI) pada medium padat yang telah dilakukan penggoresan sebanyak satu ose sebelumnya (Noorhamdani et al., 2011).

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.2 Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah blender, peralatan maserasi botol coklat, erlenmeyer (SCHOT Duran), corong, kertas saring,kapas, aluminium-foil( klin pak), label, lemari pendingin (SANYO), gelas kimia (SCHOT Duran), gelas ukur (YZ), vakum rotari evaporator(EYELA), alat-alat gelas, timbangan analitik (AND GH-202 dan WigenHauser), ose, pinset, inkubator, laminar air flow, hot plate (Wigen Hauser), autoklaf dan tabung reaksi (Pyrex). 3.3 Bahan 3.3.1 Bahan ujiSampel yang digunakan sebagai bahan uji adalah simplisia kering daun Garcinia benthami Pierre yang diperoleh dari Kebun Raya Bogor dan determinasi oleh ahli botani Hebarium Bogoriense, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Bogor .

3 DMSO (Dimetil Sulfoksida) merck

  Bahan uji antimikrobaMikroba uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Media yang digunakan adalah Nutrient Agar ( NA) dan Nutrient Broth (NB).

3.4 Cara kerja

  3.4.1 Penyiapan Bahan (Amelia, 2011)Sampel yang digunakan adalah daun Garcinia benthami Pierre didapatkan dalam keadaan sampel kering diproleh dari kebun raya Bogoryang sebelumnya telah dilakukan dengan pengumpulan bahan berupa daun segar sebanyak 2 kilogram pada bulan Februari 2014 dan identitas biologitumbuhan ini ditentukan oleh ahli botani Hebarium Bogoriense, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Bogor. Keuntungan ekstraksi dengan cara maserasi adalah pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana, sedangkan kerugiannya yakni carapengerjaannya lama, membutuhkan pelarut yang banyak dan penyarian kurang sempurna.

3.4.5.4 Penyiapan larutan induk uji ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan metanol

  Larutan uji dibuat dengan melarutkan ekstrak Garcinia benthamiPierre dengan pelarut DMSO 100% dengan cara ditimbang 0,02 gram ekstrak dilarutkan dalam 10 mL DMSO 100% (Larutan induk) 2000µg/mL. Metode dilusi cair dilakukan dengan menyiapkan beberapa tabung rekasi yang sudah steril, larutan uji dan bakteri uji sebagai kontrol negatif,larutan antibiotik pembanding dan bakteri uji sebagai kontrol positif.

BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN

  Berdasarkan informasi dari penyedia sampel, terhadap daun Garcinia benthami Pierre sebanyak 2 kilogram daun Garcinia benthami Pierre segar dilakukan sortasi basah, dicuci dengan air untuk menghilangkan pengotor yang masih menempel pada bahan dan dikeringkan dengan menggunakanoven suhu 40ºC selama 5 hari. Simplisia yang telah disortir, dipotong menjadi bagian kecil dan diblender menjadi serbuk halus, dengan tujuanuntuk meningkatkan luas permukaan sampel sehingga pelarut lebih mudah masuk ke dalam sel dan menarik komponen aktif yang larut untuk keluar daridalam sel.

4.4 Penapisan Fitokimia Ekstrak Garcinia benthami Pierre

  Hasil Uji Penapisan Fitokimia Ekstrak Garcinia benthami Pierre Identifikasi Ekstrak senyawa n- heksana Etil asetat Metanol UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 32 Berdasarkan uji penapisan fitokimia yang telah dilakukan pada ekstrak n-heksana daun Garcinia benthami Pierre menunjukan hasil positif alkaloid, steroid dan tanin, pada ekstrak etil asetat menunjukan hasil positif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan kuinon. 4.5 Hasil pengamatan uji aktivitas antimikroba ekstrak Garcinia benthami Pierre terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan(Metode Dilusi) Uji aktivitas antimikroba daun Garcinia benthami Pierre terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang mewakili Gram positif dan Escherichia coli ATCC 25922 yang mewakili Gram negatif dilakukan dengan metode Dilusi cair dengan konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62.5 µg/mL .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Ekstrak etil asetat dan metanol daun Garcinia benthami Pierre memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coliATCC 25922, pada ekstrak n-heksana tidak adanya aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Nilai KBM masing-masing ekstrak etil asetat didapatkan pada konsentrasi 250 µg/mL terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan 500 µg/mLterhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922, sedangkan ekstrak metanol nilaiKBM didapatkan pada konsentrasi 500 µg/mL terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922.

K- K+ KM

  Ekstrak metanol 1000 500 250 125 62,5 KMK+ K- µg/mL µg/mL µg/mL µg/mL µg/mL UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 58 Hasil Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) terhadap Staphylococcus aureusATCC 25923 1. Ekstrak metanol 1 2 5 4 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 59 Hasil Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) terhadap Escherichia coli ATCC25922 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Dan Getah Kemenyan (Styrax benzoin Dryand.) Terhadap Beberapa Mikroba
3
80
85
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum Linn) dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil)
14
90
83
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
1
27
75
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etil Asetat Daun Garcinia benthami Pierre dengan Metode Braine Shrimp Lethality Test (BSLT)
0
28
67
Uji aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Garcinia benthami Pierre dengan Metode Dilusi
5
28
75
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Garcinia benthami Pierre terhadap Beberapa Bakteri Patogen dengan Metode Bioautografi
5
28
92
Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun Garcinia benthami Pierre
3
39
99
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Metode DPPH
5
18
53
Uji Toksisitas Akut Ekstrak nheksan Daun Garcinia benthami Pierre Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
0
5
63
Isolasi, Seleksi dan Uji Aktivitas Antibakteri Mikroba Endofit dari Daun Tanaman Garcinia benthami Pierre terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia coli, Shigella dysenteriae, dan Salmonella typhimurium
0
9
116
Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun garcinia benthami pierre terhadap beberapa bakteri patogen dengan metode bioautografi
1
10
92
Santon Diprenilasi dari Kayu Akar Garcinia tetranda Pierre
0
0
6
29 Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Metanol Daun Tabat Barito ( Ficus deltoidea Jack) Krisyanella, Meri Ardianti, dan Dachriyanus
0
1
7
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji
1
0
6
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Panamar Gantung (tinospora crispa L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
65
Show more