Pengaruh kualitas layanan dan customer value terhadap kepuasan nasabah serta implikasinya terhadap loyalitas nasabah: studi pada nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati

Gratis

1
14
166
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN CUSTOMER VALUE TERHADAP KEPUASAN NASABAH SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP LOYALITAS NASABAH (Studi Pada Nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy) Disusun oleh : AHMAD QOTHRU GHOITSUL FAJRI NIM. 1110046100132 KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH PROGRAM STUDI MUAMALAT FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1436 H/2014 M LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan : 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penelitian ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, Desember 2014 Ahmad Qothru Ghoitsul Fajri ABSTRAK AHMAD QOTHRU GHOITSUL FAJRI. NIM : 1110046100132. Pengaruh Kualitas Layanan dan Customer Value terhadap Kepuasan Nasabah serta Implikasinya terhadap Loyalitas Nasabah (Studi pada Nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati). Strata Satu (S1). Konsentrasi Perbankan Syariah. Program Studi Muamalat (Ekonomi Islam). Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung yang disebabkan oleh kualitas layanan dan customer value terhadap kepuasan dan loyalitas nasabah. Sampel dalam penelitian ini adalah nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati. Pengambilan sampel dilakukan secara random dan dengan menggunakan syarat untuk analisis SEM (Structural Equation Modelling) sehingga terpilih 180 responden. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan dan customer value berpengaruh positif secara langsung dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan jika secara langsung terhadap loyalitas nasabah, sehingga pengaruh yang dihasilkan oleh kualitas layanan terhadap loyalitas nasabah adalah pengaruh tidak langsung dengan menggunakan variabel intervening yaitu kepuasan nasabah. Sedangkan variabel customer value memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap loyalitas nasabah. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Customer Value, Kepuasan Nasabah, Loyalitas Nasabah Pembimbing : Supriyono, SE., MM. i KATA PENGANTAR Segala Puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada segenap umat manusia. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW, manusia yang sempurna keimanannya, manusia yang agung akhlak dan tutur katanya, hingga patutlah menjadi teladan seluruh umat manusia lainnya. Alhamdulillah, penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Layanan dan Customer Value terhadap Kepuasan Nasabah serta Implikasinya terhadap Loyalitas Nasabah (Studi pada Nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati)” telah dapat penulis selesaikan. Penulisan karya ilmiah dalam bentuk skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi strata satu (S1) guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Merupakan suatu kehormatan bagi penulis untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua, seluruh keluarga penulis, almamater, dan pihakpihak yang telah ikut andil dalam penyelesaian karya ilmiah ini. Sebagai bentuk penghargaan, penulis sampaikan ucapan terimakasi kepada : 1. Bapak Dr. H. JM. Muslimin, MA selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak H. Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag., MH selaku Ketua Program Studi Muamalat yang telah memberikan arahan dalam penelitian skripsi penulis. ii 3. Bapak Abdurrauf, Lc, MA selaku Sekretaris Program Studi Muamalat yang telah banyak membantu dalam hal akademik terkati penyelesaian studi penulis. 4. Bapak Supriyono, SE, MM selaku Dosen Pembimbing yang telah melungkan waktu serta memberikan arahan dan masukan agar skripsi ini terselesaikan dengan baik. 5. Segenap dosen dan staff akademik Fakultas Syariah dan Hukum yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta bantuan bagi penulis. 6. Segenap staff Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum dan Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan fasilitas penyediaan literatur dalam penulisan skripsi ini. 7. Kedua orang tua tercinta, Ayahanda Drs. Sanwasih dan Ibunda Dra. Ummi Kultsum, serta kakak dan adik tersayang yang telah memberikan motivasi, saran, dukungan, dan doa bagi penulis. 8. Keluarga Besar Perbankan Syariah 2010, khususnya anak-anak BarBel (Barisan Belakang) sekaligus teman “nongkrong” Fadli, Fahmi, Arfan, Abdan, Robi, Nur Ali, Zaki Yamani, Abell, dan masih banyak yang lainnya yang tidak mampu penulis sebutkan satu per satu, terimakasih atas persahabatan yang berharga ini, terimakasih atas canda tawa yang hadir selama ini, dan terimakasih atas dukungan dan kebersamaannya selama 4 tahun kita bersama. 9. Terima kasih untuk Ayu Rezkistari Umirtun yang selalu bersedia menemani walaupun dari jauh, memberikan semangat, dan selalu memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis. iii 10. Terima kasih juga untuk semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT dengan Ridho-Nya membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda. Dengan segala kekurangan, besar harapan penulis agar skripsi ini mampu memberikan manfaat serta pengetahuan bagi penulis pribadi dan para pembaca lainnya. Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberikan petunjuk dalam setiap langkah. Jakarta, Desember 2014 Penulis Ahmad Qothru Ghoitsul Fajri iv DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . xi DAFTAR GRAFIK . xii DARTAR LAMPIRAN . xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian . 1 B. Identifikasi dan Batasan Masalah . 4 C. Rumusan Masalah . 5 D. Tujuan dan Manfaat . 6 E. Sistematika Penulisan . 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Kualitas Layanan 1. Pengertian . 9 2. Dimensi Kualitas Layanan . 11 B. Konsep Dasar Customer Value 1. Pengertian . 15 v 2. Karakteristik Customer Value . 17 3. Dimensi Customer Value . 17 C. Konsep Dasar Kepuasan Nasabah 1. Pengertian . 20 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan . 22 3. Indikator Kepuasan . 23 D. Konsep Dasar Loyalitas Nasabah 1. Pengertian . 26 2. Tahapan Pembentukan Loyalitas . 27 3. Dimensi Loyalitas . 30 E. Review Studi Terdahulu . 33 F. Kerangka Konsep . 37 G. Hipotesis . 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian. 43 B. Jenis dan Sumber Data . 43 C. Teknik Pengambilan Sampel . 43 D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel . 44 E. Teknik Pengumpulan Data . 49 F. Teknik Pengolahan Data . 51 vi G. Tempat dan Waktu Penelitian . 51 H. Uji Validitas Konstruk Instrumen Penelitian . 51 I. Metode Analisis Data . 53 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah BNI Syariah . 70 2. Visi dan Misi . 71 3. Struktur Organisasi . 72 4. Gambaran Umum Responden . 73 B. Hasil Uji Validitas Konstruk Instrumen Penelitian . 75 C. Penetapan Model Struktural . 83 D. Penilaian Model Fit 1. Evaluasi Model Awal . 85 2. Penilaian Fit Model Awal . 89 3. Evaluasi Model Akhir . 94 E. Hasil Uji Hipotesis . 96 F. Estimasi Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung . 102 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . 104 B. Saran . 105 vii DAFTAR PUSTAKA . 106 LAMPIRAN-LAMPIRAN . 108 viii DAFTAR TABEL No. Keterangan Halaman 2.1 Tahapan Pembentukan Loyalitas . 29 3.1 Definisi Operasional Variabel . 45 3.2 Skala Likert . 50 3.3 Indeks Fit Model dan Nilai Batas Penerimaannya . 67 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia . 73 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 74 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Menjadi Nasabah . 75 4.4 Muatan Faktor Kualitas Layanan . 77 4.5 Muatan Faktor Item Customer Value . 79 4.6 Muatan Faktor Item Kepuasan Nasabah . 81 4.7 Muatan Faktor Item Loyalitas Nasabah . 83 4.8 Statistik Skewness dan Kurtosis untuk Pemeriksaan Normalitas . 85 4.9 Statistik D2 untuk Memeriksa Outlier. 86 4.10 Statistik Skewness dan Kurtosis Setelah Penghapusan Outlier . 87 4.11 Statistik D2 untuk Memeriksa Outlier . 88 4.12 Statistik D2 untuk Memeriksa Outlier Setelah Pengujian Kembali . 89 4.13 Regression Weights; Hasil Estimasi Tidak Terstandarisir . 91 4.14 Nilai Loading Faktor . 92 ix 4.15 Squared Multiple Correlations (R2). 94 4.16 Hasil Evaluasi Goodness of Fit Model Akhir . 95 4.17 Regression Weight Tidak Terstandarisir . 97 4.18 Regression Weight Tidak Terstandarisir . 98 4.19 Regression Weight Tidak Terstandarisir . 98 4.20 Regression Weight Tidak Terstandarisir . 100 4.21 Regression Weight Tidak Terstandarisir . 101 4.22 Estimasi Pengaruh Langsung Tidak Terstandarisir . 102 4.23 Estimasi Pengaruh Tidak Langsung Tidak Terstandarisir . 102 x DAFTAR GAMBAR No. Keterangan Halaman 2.1 Alternatif Hasil Evaluasi Kualitas Jasa . 12 2.2 Hasil Manifestasi Loyalitas . 33 4.1 Struktur Organisasi PT Bank BNI Syariah . 72 4.2 Path Diagram CFA Kualitas Layanan . 76 4.3 Path Diagram CFA Customer Value . 78 4.4 Path Diagram CFA Kepuasan Nasabah . 80 4.5 Path Diagram CFA Loyalitas Nasabah . 82 4.6 Path Diagram Model Struktural . 84 4.7 Hasil Pengujian Fit Model Awal . 90 4.8 Hasil Pengujian Fit Model Akhir . 95 xi DAFTAR LAMPIRAN No. Keterangan Halaman 1 Kuesioner . 108 2 Surat Penelitian . 112 3 Contoh Uji Validitas Konstruk Instrumen SERVQUAL . 113 4 Hasil Uji Estimasi Awal. 128 5 Hasil Uji Estimasi Akhir . 138 xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peran perbankan yang sangat penting dalam struktur perekonomoian suatu negara baik negara maju maupun negara berkembang, membuat pemerintah memberikan perhatian khusus dalam hal perkembangan perbankan. Pemerintah meyakini bahwa dengan mengembangkan sektor perbankan maka hal ini akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di Indonesia perkembangan perbankan tidak terlepas dari sistem perbankan yang digunakan oleh perbankan itu sendiri. Sejak tahun 1992 Indonesia telah resmi menjalankan sistem perbankannya dengan menggunakan dual system banking yakni perbankan yang menggunakan sistem konvensional dan sistem perbankan syariah. Jika dibandingkan dengan perbankan konvensional, perbankan syariah merupakan sistem baru yang digunakan oleh pemerintah Indonesia, dimana kemunculan sistem ini ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia pada tahun 1992. Selanjutnya pada tahun 1998 pemerintah mengeluarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan yang kemudian dikukuhkan dengan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah telah memberikan landasan hukum yang lebih kuat untuk keberadaan perbankan dengan sistem syariah. 1 2 Hingga kini perbankan syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan telah berdirinya 11 Bank Umum Syariah, 23 Unit Usaha Syariah, dan 163 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek terhadap kepuasan dan dampaknya terhadap loyalitas; studi kasus pada nasabah bank BNI46 cabang UIN Syarif Hidayatullah Ciputatu
3
9
159
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah pada Bank DKI Syari'ah
1
11
71
Pengaruh kualitas produk terhadap minat nasabah pada produk Bank Syariah Mandiri Cabang Tangerang
7
23
171
Tingkat kepuasan nasabah usaha kecil terhadap pelayanan pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Warung Buncit
1
7
103
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah tabungan Haji Pada PT.BNI Syariah Tbk Cabang Jakarta Timur
4
37
144
Hubungan kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah : Studi kasus pada BPRS Risalah Ummat
5
36
120
Studi komparasi tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan di unit customer service dan teller Bank Syariah Mandiri Cabang Pondok Indah
1
4
137
Pengaruh kualitas jasa sistem informasi terhadap kepuasan para nasabah bank : studi kasus pada Bank Mandiri di Jakarta Selatan
0
37
87
Analisa pengaruh bauran pemasaran (4P), kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah pada Bank BRI Cabang Tangerang
2
22
143
Analisi tingkat kepuasan nasabah KPR BTN Syariah dan BTN Konvesional terhadap kualitas layanan : pada BTN Syariah dan BTN Konvesional Cabang Harmoni-Jakarta
0
3
141
Pengaruh kualitas layanan dan customer value terhadap kepuasan nasabah serta implikasinya terhadap loyalitas nasabah: studi pada nasabah BNI Syariah Cabang Fatmawati
1
14
166
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah non-muslim pada PT.Frudential syariah cabang Bekasi
2
16
120
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap transaksi cross selling: studi pada bank BNI Syariah Kcu. Fatmawati
0
4
1
Pengaruh kualitas layanan terhadap tingkat kepuasan serta implikasinya terhadap loyalitas pasien rekanan pada klinik AN Bandung
0
9
16
Pengaruh implementasi relationship marketing terhadap loyalitas nasabah
0
0
108
Show more