Penerjemahan al-Quran metode granada

Gratis

8
48
72
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK Penyusun Nim Judul : Febrianto : 103024027541 : Penerjemahan Al Quran Metode Granada Perhatian umat Islam dalam menghayati dan mempelajari Al-Qur’an sangat besar, dikarenakan Al-Qur’an merupakan pedoman hidup di dunia dan akhirat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya cara yang digunakan untuk menghayati dan mempelajari Al-Qur’an, seperti metode penerjemahan al Quran sistem 40 jam, metode penerjemahan al Quran sistem 100 kali pandai, dan metode penerjemahan al Quran Granada sistem empat langkah. Metode Granada merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menerjemahkan Al-Qur’an. Metode ini menggunakan empat langkah dalam menerjemahkan al Quran, yaitu; menguasai komponen kalimat dalam bahasa Arab; menguasai kata-kata tak berubah; menguasai rumus-rumus Granada; dan latihan yang istiqamah. Penelitian mengenai penerjemahan al Quran metode Granada ini sangat penting dilakukan, karena dengan adanya penelitian ini pembaca dapat mengetahui bagaimana cara menerjemahkan al Quran yang efektif dan cepat, mungkin selama ini masyarakat hanya menggunakan terjemahan al Quran terbitan depag, tanpa memiliki keinginan untuk mengetahui bagaimana cara mereka menerjemahkan al Quran. Dalam metode ini, para pemula diberikan pelajaran untuk mengelompokkan semua perubahan kata sehingga mereka mengetahui pola-pola kalimat dalam Al-Qur’an dan mampu menerjemahkannya. Bagi para pemula, metode ini sangat membantu dalam mempelajari bahasa arab khususnya al Quran dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi metode Granada dalam menerjemahkan al Quran dan untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki metode Granada, sehingga dapat memicu ketertarikan pembaca dalam mengkaji al Quran, khususnya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada Penulis, sehingga skripsi yang merupakan syarat untuk memperoleh gelar sarjana sastra Jurusan Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini dapat Penulis selesaikan. Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, keluarganya, dan para sahabatnya. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di hari akhir. Amin! Penulis sangat menyadari dalam proses penyelesaian skripsi ini banyak sekali hambatan dan rintangan yang menghadang, mulai dari persoalan teknis pengumpulan data sampai perasaan malas yang kerap kali menghinggapi diri penulis. Namun pada akhirnya penulis dapat mengatasi semua persoalan tersebut. Selain karena rahmat-Nya, penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan beberapa pihak yang dengan tulus memberikan bimbingan dan motivasi. Tanpa semua itu, upaya penulis tak akan pernah berarti apa-apa. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Bapak Dr. H. Abd. Chair, MA., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora. 2. Bapak Drs. Abdullah, M.Ag, Pembantu Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora yang telah berjuang dengan gigih membangun Jurusan Tarjamah untuk menjadi yang terbaik. 3. Bapak Drs. H. Ahmad Syatibi, MA, selaku pembimbing akademik. 4. Bapak Drs. Ikhwan Azizi, MA. Ketua Jurusan Tarjamah yang tak kenal lelah bekerja demi kemajuan Jurusan Tarjamah. 5. Bapak H. Ahmad Saekhuddin, M.Ag. Sekretaris Jurusan Tarjamah merangkap sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya serta kesabarannya dalam membimbing penulis. 6. Ibu Karlina Helmanita M.Ag. selaku dosen seminar skripsi yang telah merekomendasikan skripsi penulis hingga diterima oleh Fakultas Adab dan Humaniora dan atas semua arahannya mengenai prinsip-prinsip dalam penulisan skripsi. 7. Seluruh dosen Jurusan Tarjamah yang telah mendidik dan mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan bahasa, budaya, dan terjemahan khususnya bapak Moch. Syarif Hidyatullah, Lc., M.Hum, yang mengajarkan seluk beluk dunia terjemah. 8. Bapak Solihin Bunyamin Ahmad Lc., selaku penulis dan penemu Metode Penerjemahan al Quran Granada, terima kasih banyak atas bantuannya yang telah meluangkan waktu untuk wawancara dan memberikan informasi seputar Metode Penerjemahan al Quran Granada selama penulisan skripsi ini berjalan. 9. Kedua orang tua penulis tercinta, Ayahanda (H. Gito Abdullah) dan Mama (Hj. Jelita Seniwati) yang dalam setiap nafasnya selalu mengalir doa untuk kebahagiaan dan keberhasilan penulis dan mencurahkan kasih sayangnya tidak hanya sebagai orang tua, tapi juga dapat menjadi sahabat tempat berbagi rasa dan keluh kesah. Untuk kakak penulis, bang Agus Salim, terima kasih untuk dukungan moril dan motivasinya, Untuk adik penulis, Nasrullah, Ivadatul Anam, dan Hauliah Arifiani, perjuangan kalian masih panjang. Jangan pernah lelah menggapai mimpi! 10. Keluarga penulis, Nenek tercinta, Abah Eman, Uncle Rawan, Uncle Syahrul, Om Thamrin, Aunt Burdah, Aunt Merni, Aunt Elis, Aunt Siti, Aunt Maida. Terimakasih untuk dukungan moril, materil dan motivasinya. 11. Perpustakaan utama dan perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora yang menyediakan beragam buku referensi sebagai bahan pustaka dalam skripsi ini. 12. Teman-teman di Jurusan Tarjamah Angkatan 2003 dan semua temanteman seperjuangan di kampus. Terima kasih atas semua bantuan dan sumbangsih kalian yang tak terhitung. Terima kasih banyak penulis haturkan untuk pihak-pihak yang tidak penulis sebutkan satu per satu. Pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi dan pendidikan S1. Penulis merasa skripsi ini masih banyak sekali kekurangan. Namun, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya, baik sebagai rujukan penulisan skripsi, penulisan makalah, atau barometer untuk penelitian selanjutnya. Semoga kita yang selalu berusaha untuk menambah pengetahuan, diberi kemudahan oleh Allah swt. Mei 2008 Febrianto DAFTAR ISI Kata Pengantar . . i Abstrak. . iv Daftar Isi . . v BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah. . 1 B. Perumusan dan pembatasan masalah . . 3 C. Tujuan penelitian . . 4 D. Metodologi penelitian . . 4 E. Sistematika penulisan. . 5 BAB II TEORI TERJEMAH DAN METODE PENERJEMAHAN AL QURAN A. Teori Terjemah . . 6 1. Pengertian Terjemah. . 6 2. Jenis - Jenis Terjemahan. . 11 3. Proses Penerjemahan . . 17 B. Metode Penerjemahan Al Quran . . 19 1. Metode Penerjemahan Al Quran Sistem 100 kali BAB III pandai. 19 2. Metode penerjemahan Al Quran Sistem 40 jam . 20 3. Metode Penerjemahan Granada Sistem 4 langkah . 21 PROFIL PENERJEMAHAN AL QURAN METODE GRANADA DAN BIOGRAFI SOLIHIN BUNYAMIN AHMAD A. Profil Penerjemahan al Quran Metode Granada. 23 1. Sejarah Penemuan Metode Granada . 23 2. Dasar Penyusunan Metode Granada . 24 3. Tujuan Granada . 25 B. Biografi Solihin Bunyamin Ahmad . 26 BAB IV APLIKASI METODE GRANADA DALAM MENERJEMAHKAN AL QURAN A. Proses Belajar Mengajar. 28 1. Pra Menerjemah . 28 2. Proses Menerjemah . 28 a. Langkah pertama. 28 b. Langkah kedua. 36 c. Langkah ketiga. 39 d. Langkah keempat. 45 B. Aplikasi Metode Granada dalam Menerjemahkan Al Quran. C. Faktor Pendukung dan Penghambat. 50 46 1. Pendukung . 50 2. Penghambat. 51 D. Kelebihan dan Kekurangan Metode Granada Dalam Proses Penerjemahan. 1. Kelebihan. 51 2. Kekurangan. 52 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan. 53 B. Rekomendasi. 54 Daftar Pustaka . 56 Daftar Lampiran . 57 51 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Beberapa orang beranggapan bahwa menerjemahkan merupakan suatu pekerjaan yang mudah, padahal orang yang mengerti bahasa sumber dan bahasa sasaran (yang merupakan komponen utama dalam menerjemahkan) belum tentu menjadi jaminan bahwa dia dapat menerjemahkan dengan baik dan benar. Hal inilah yang banyak tidak disadari, sehingga tidak aneh jika terdapat seseorang yang baru memiliki sedikit penguasaan Bsu sudah berani menjadi seorang penerjemah. Hal tersebut dapat menjadi penyebab banyak bermunculan biro penerjemahan. Seorang penerjemah bukan mesin terjemah. Dia harus bisa mempertahankan teks sebagai teks, bukan teks yang kemudian berubah menjadi “sampah”. Seorang penerjemah juga tidak mungkin hanya mengandalkan pemaknaan teks pada kamus, karena pada kasus-kasus tertentu kamus tidak menyediakan makna yang tepat untuk teks tertentu. Wawasan mengenai konteks menjadi sesuatu yang niscaya dimiliki oleh seorang penerjemah. Wawasan ini tidak mungkin begitu saja dapat dimiliki tanpa adanya penyelaman yang mendalam dan kedekatan “emosional” antara dirinya dan teks tersebut. Perlu waktu yang lama untuk menjadi seorang penerjemah yang “disukai” banyak orang. Kesabaran dalam menyelami teks dan tidak terburu-buru memvonis satu 1 kata dengan makna tertentu merupakan prasyarat lain yang harus dimiliki seorang penerjemah.1 Selain memahami apa itu menerjemahkan dan apa yang harus dihasilkan dalam terjemahannya seorang penerjemah hendaknya mengetahui bahwa kegiatan menerjemahkan itu kompleks dan merupakan suatu proses yang terdiri dari serangkaian kegiatan sebagai unsur integralnya.2 Menguasai materi yang akan diterjemahkan, menguasai bahasa asing dalam buku yang akan diterjemahkan, menguasai bahasa Indonesia dengan baik, dan menguasai teknik menerjemah juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki seorang penerjemah. Penerjemahan yang benar bergantung pada dan siapa penerjemahan itu dilakukan, atau dengan kata lain siapa calon pembaca terjemahan tersebut. Jadi, reaksi pembaca pada teks terjemahan harus sama dengan dengan reaksi pembaca pada teks sumber. Oleh karena itu sebelum penerjemah melakukan proses terjemahan dia perlu melakukan apa yang disebut dengan audiens designe (menimbang siapa calon pembaca terjemahan dan apa tujuan menerjemahkan teks tersebut). Disinilah pentingnya metode penerjemahan bagi seorang penerjemah. Disesuaikan dengan tujuan penerjemahan, penerjemah dapat menentukan satu atau beberapa metode dalam penerjemahan. Dapat dikatakan hingga saat ini masih jarang metode yang dianggap “pas” demi untuk bisa diikuti oleh masyarakat yang beragam latar belakang pendidikan, profesi, kesempatan skaligus status sosialnya, apalagi yang berlatar belakang pendidikan Islam dan tidak pernah mendapatkan pengetahuan tentang bahasa 1 Syarif Hade Masyah Lc,. M. Hum, Teknik Menerjemah Teks Arab 1, (Jakarta: Transpustaka, 2005), cet. ke-I, h. 2 2 A. Widyamartaya, Seni Menerjemahkan, (Yogyakarta: Kanisius, 2006), cet. ke-15, h. 14 Arab. Kondisi seperti ini menambah kecenderungan semakin asingnya aktivitas yang berkorelasi dengan keislaman, misalnya mempelajari bahasa Al Quran atau bahasa Arab, ditambah dengan masih jarangnya lembaga-lembaga yang concern dan fokus dalam kegiatan penerjemahan Al Quran. Ketertarikan penulis dalam memilih judul Penerjemahan Al Quran Metode Granada ini adalah karena masih jarangnya metode yang dipakai dalam upaya penerjemahan Al Quran. Metode Granada ini merupakan salah satu metode yang saat ini digunakan dalam kegiatan penerjemahan di lembaga-lembaga yang mengajarkan program penerjemahan. Jika dilihat dari peserta program ini yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan tidak mengetahui dasar pengetahuan tentang bahasa Arab yang mendalam. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi penulis untuk meneliti dan mengkritisi penerapan metode ini. Disamping itu, sejauh pengamatan penulis melalui studi kepustakaan belum ada sebuah karya tulis yang difokuskan untuk meneliti dan mengkritisi metode ini. B. Perumusan dan Pembatasan Masalah Sepanjang yang penulis ketahui, ada beberapa metode dalam memerjemahkan Al Quran. Seperti menerjemahkan Al Quran menggunakan metode 40 jam, Amtsilati, dan 100 kali pandai. Namun, dalam penulisan skripsi ini penulis memfokuskan pada penerjemahan metode Granada saja, demi menyelamatkan pembahasan agar tidak melebar kemana-mana. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah yang akan dianalisis sebagai berikut: 1. Bagaimanakah mengaplikasikan metode penerjemahan Granada dalam menerjemahkan Al Quran? 2. Apa kelebihan dan kekurangan metode penerjemahan Granada ? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah: 1. Untuk mengetahui aplikasi metode penerjemahan Granada dalam menerjemahkan Al Quran. 2. Untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan metode penerjemahan Granada. D. Metode Penelitian Dalam memperoleh data dan sumber-sumber sebagai bahan mentah untuk penelitian yang penulis lakukan ini, penulis menggunakan metode studi lapangan (Field research). Karena bentuk studi yang penulis lakukan lebih dominan di lapangan atau lokasi. Namun, penelitian ini masih membutuhkan dukungan data primer (Primary factum). Untuk itu, penulis akan melakukan wawancara (Interview) pada beberapa responden untuk melengkapi data-data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini. E. Sistematika Penulisan Penulis membagi skripsi ini menjadi beberapa bab, guna mempermudah pemahaman terhadap hasil analisis yang disampaikan penulis. Skripsi ini terbagi menjadi lima bab, antara lain: BABI : Pendahuluan. Meliputi latar belakang masalah, perumusan dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II : Teori Dan Metode Penerjemahan. Meliputi Pengertian Terjemah, Jenis Terjemah, Proses penerjemahan, Metode Penerjemahan Al Quran Sistem 100 kali pandai, Metode penerjemahan Al Quran Sistem 40 jam, dan Metode Penerjemahan Granada Sistem 4 langkah. BAB III : Profil Penerjemahan Al Quran Metode Granada dan Biografi Solihin Bunyamin Ahmad. Meliputi Sejarah Penemuan Metode Granada, Dasar Penyusunan Metode Granada, dan Tujuan Granada, serta Biografi Solihin Bunyamin Ahmad. BAB IV : Aplikasi Metode Granada dalam Menerjemahkan al Quran. Meliputi Proses belajar mengajar, Aplikasi Metode Granada dalam menerjemahkan Al Quran, faktor pendukung dan penghambat, serta kelebihan dan kekurangan metode Granada dalam proses penerjemahan. BAB V : Penutup. Meliputi Kesimpulan dan Rekomendasi BAB II TEORI TERJEMAH DAN METODE PENERJEMAHAN AL QURAN A. Teori Terjemah 1. Pengertian Terjemah Terjemahan didefinisikan secara beragam rupa dengan sepenuhnya bergantung pada pandangan yang diemban oleh sang pemberi definisi. Orang mungkin memberi definisi berdasarkan pada pengalihan bentuk-bentuk dari suatu bahasa ke dalam bahasa lain, mungkin pula orang memberi definisi dengan menekankan terjemahan sebagai pengalihan arti dan pesan dari suatu bahasa sumber (BSu) ke dalam bahasa sasaran (BSa), atau bahkan berdasarkan pada pandangan yang mengusung terjemahan sebagai suatu proses transfer budaya. Berikut merupakan petikan beberapa pendapat ahli bahasa tentang definisi terjemahan yang kerap menjadi rujukan para pelaku dan MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 STUDI KASUSPENGONTROL SUHU ALIRAN AIR DALAM PIPA DENGAN METODE KONTROL FUZZY LOGIK Oleh: FRENDY KURNIADI UTOMO (01510042) Mechanical Engeneering Dibuat: 2007-02-01 , dengan 3 file(s). Keywords: Penggunaan Mikrokontroler AT MEGA 8535 dengan Metode Kontrol Fuzzy Logic Dalam dunia industri peranan otomatisasi atau suatu alat pengontrol sangatlah penting dalam suatu produksi masal diperlukan suatu alat yang selalu bekerja bersinambungan dan mampu menjaga kualitas produk. Permasalahan yang sering timbul dalam masalah kontrol atau otomatisasi adalah dari pemahaman para operator tentang cara kerja kontrol atau otomatisasi. Oleh karena itu kami mencoba untuk membuat sesuatu yang dapat bekerja secara otomatis. Pada tugas akhir ini akan dibuat suatu alat simulasi untuk mengontrol suhu aliran air dalam pipa yaitu dengan menentukan saat yang tepat untuk mengatur besarnya daya pemanas yang digunakan, sehingga suhu aliran air dalam pipa dapat terkontrol sesuai dengan suhu yang kita inginkan. Alat ini menggunakan pengontrol mikrokontroler ATMEGA 8535. Untuk mengetahui saat kapan dan besarnya daya pemanas ditentukan berdasarkan dari bacaan suhu air yang diterima oleh sensor, dari data sensor didapatkan suhu inputan. Dalam program kontrol telah di setting suhu target yang diinginkan sehingga terjadi error antara suhu inputan dengan suhu target yang diinginkan, sehingga untuk mengatur besarnya daya pemanas yang diberikan ke elemen pemanas agar selalu terkontrol digunakan kontrol Fuzzy Logic. METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PAKAIAN JADI (Study Kasus di UD Hardi, Ternate) Oleh: Ahmad M. Iqbal ( 02540007 ) Industrial Engineering Dibuat: 2009-10-05 , dengan 8 file(s). Keywords: Kualitas, Defect, Six Sigma DMAIC, Kapabilitas Kualitas merupakan jaminan yang harus diberikan dan dipenuhi oleh perusahaan untuk para konsumen termasuk kualitas dari suatu produk. Oleh karena itu diperlukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara terus menerus dari perusahaan sesuai kebutuhan konsumen. Permasalahan yang terjadi di UD. Hardi ini adalah tingginya tingkat kecacatan (Defect) produk pakaian jadi meskipun perusahaan sudah menerapkan pengendalian yang terkendali. Dari hasil pengamatan, pada proses produksinya ditemukan adanya ketidakstabilan proses mengakitbatkan terjadinya cacat pada produk jadi (kaos oblong) berupa Cacat Deck, Cacat Obrasan, Cacat Kotor, Cacat Neci dan Cacat Lubang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasikan cacat (defect) yang terdapat pada produk pakaian jadi, factor- factor penyebabnya, mengukur kemampuan proses (kapabilitas) dan memberikan usulan untuk memperbaiki kualitas produk dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC, yaitu suatu metode yang berfokus pada cacat, menstabilkan kemampuan proses, mendefenisikan, pengukur, menganalisa, memperbaiki dan mengendalikan proses. Hasil penelitian menunjukan dalam proses produksi kaos oblong tingkat Kapabilitas Six Sigma kecacatan proses selama bulan Mei 2008 sampai dengan Agustus cacat deck (35,60%), cacat obrasan (24,77%), cacat kotor (17,34%), cacat neci (12,69%) dan cacat lubang (9,59%) dengan kapabilitas perusahaan mencapai level 4,0130 sigma. Sedangkan proses yang mempunyai kecacatan (defect) terbesar adalah Cacat Deck dengan nilai RPN tertinggi yaitu 192. Artinya masih banyak terdapat kecacatan dalam produk, untuk itu perlu diadakan perbaikan proses sehingga didapati peningkatan kualitas dalam level sigmanya. Quality is represent guarantee which must be given and full filled by company to consumer. Therefore, continuously improvement of quality from company is needed according to consumer requirement. The problem in UD. Hardi is height level storey defect. Though company have applied quality control. From result of researching in production process founded the existence of instability process that make deck defect, obrasan defect, dirty defect, neci defect and hole defect. The large of this research is to identification defect that found on ready made clothes product, cause factor measuring process of capability and give improvement suggestion, repairing the quality of product by using six sigma DMAIC method. That is a method which focusing at defect stabilizing capability process define, measure, analyze and improve the process of production. Result of research show level of capability process during may – august 2008 are deck defect (35,60%), obrasan (24,77%), dirty defect (17,34%), neci defect (12,69%), hole defect (9,59%) with capability of process is 4,0130 sigma. Process with highest defect is deck defect with highest RPN value 192. Its meaning still many defect in product then require to be performed quality improvement

Dokumen baru