ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA PT BANK MANDIRI (Persero) UNIT BATU MALANG

Gratis

28
204
87
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA PT BANK MANDIRI (Persero) UNIT BATU MALANG

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA PT BANK MANDIRI (Persero) UNIT BATU MALANGSKRIPSI Oleh : YOGA ADI MULYONO201010170311206 JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

KATA PENGANTAR

  T atas rahmatdan hidayah-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit MikroPada PT. Kedua orang tuaku mama dan papa yang telah memberikan materi, kasih saying, doa, dukungan serta motivasinya kepada saya yang tak pernahhentinya.

6. Semua teman kelas Akuntansi D 2010 dan teman seperjuangan di perkuliaan

  T senantiasa memberikan Rahmat dan HidayahNya sertamencatat semua amal baik kepada semua pihak yangmembantu penulis menyelesaikan skripsi ini. Tabel 3 : Realisasi target dan Kredit Bermasalah ....................................

DAFTAR PUSTAKA

  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah MalangHall, James A. Peranan Pengendalian Iternal Dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pemberian Kredit Ritel pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) cabang Tuban.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan aktivitas ekonomi tidak lepas oleh adanya peran dari

  2Bahaya yang timbul dari kredit macet adalah tidak terbayarnya kembali kredit tersebut,baik sebagian maupun seluruhnya, oleh karena itupengelolaan dan pengawasan pemberian kredit harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang sesuai dengan kebijaksanaan yang sudah ditetapkanbank. Sistempengendalian internal dapat berjalan efektif dan efisien apabila memenuhi unsur-unsur seperti : organisasi yang memisahkan tanggung jawabfungsional yang tegas, system wewenang dan prosedur pencatatan yang 3memberikan perlindungan cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya, praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiapunit organisasi, karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya (Mulyadi 2008).

D. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penelitian ini adalah Untuk mengevaluasi keefektivitas sistem pengendalian internaldalam pemberian kredit mikro pada PT. Bank Mandiri Unit Batu Malang.

E. Manfaat Penelitian 1

  Bagi perusahaanDiharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai suatu masukan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menganalisis sistempengendalian intern pemberian kredit. Serta dapat memberikan tambahan informasi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusanatau kebijakan.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Dapat digunakan sebagi sumber informasi, referensi dan bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian yang berbeda.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu Landasan penelitian terdahulu yang dijadikan pertimbangan

  Hasil dari penelitian yang dilakukan olehFirmansyah (2013) pada PT BPR Armindo Kencana yaitu Prosedur pemberian kredit pada PT BPR Armindo Kencana sudah berjalan denganbaik, namunpada struktur organisasi pada PT BPR Armindo Kencana tidak terdapat bagian penagihan, dan pada PT BPR Armindo Kencana memilikikaryawan yang baik dan sesuai dengan bidangnya. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maryati (2008) yaitu sama-sama meneliti tentangpengendalian internal, sedangkan perbedaannya terletak pada objek yang diteliti yaitu Maryati (2008) menggunakan objek PT Bank RakyatIndonesia Cabang Tuban sedangkan peneliti menggunakan objek PT BankMandiri Mitra Usaha Unit Batu Malang.

B. Landasan Teori 1. Sistem Pengendalian Internal a

  Menurut Krismiaji (2007) Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga ataumelindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki efesiensi, dan untuk mendorong ditaatinyakebijakan manajemen. Menurut Mulyadi (2008) pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan 9personel lainnya yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang keadaan laporan keuangan, kepatuhan terhadapperaturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi.

4) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya

  Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian internal dapat dikurangi sampai batasminimal dan perusahaan mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan. Umumnya aktivitas pengendalian dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok sebagai berikut:a.) Otorisasi yang tepat terhadap aktivitas dan transaksi b.)Pemisahan tugas c.)Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadaid.) Perlindungan yang memadai terhadap akses dan penggunaan aktiva dan catatane.) Pengecekan independen terhadap kinerja 143) Perhitungan risikoOrganisasi harus menyadari dan waspada terhadap berbagai risiko yang dihadapinya.

2. Manajemen Kredit a

  Unsur-Unsur KreditMenurut Kasmir (2011) unsur-unsur kredit adalah sebagai berikut:1) Unsur kepercayaanKepercayaan adalah suatu keyakinan bagi pemberi kredit bahwa krdit yang diberikan (baik berupa uang, jasa ataubarang) akan benar-benar diterimanya kembali dimasa yang akan datang sesuai jangka waktu kredit. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentukbunga yang idterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepadanasabah.

3. Jenis-Jenis Kredit

  Berdasarkan jangka waktu1) Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu selama-lamanya 1 tahun (kurang dari 1 tahun)2) Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1 sampai 3 tahun3) Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari 3 tahund. Jenis kredit berdasarkan jaminan1) Kredit dengan jaminan, yaitu kredit yang diberikan dengan suatu jaminan, dimana jaminan tersebut dapat berbentukbarang berwujud atau tidak berwujud artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan sicalon debitur.2) Kredit tanpa jaminan, yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang.

4. Prosedur pemberian kredit

  f)Putusan kredit Putusan kredit menentukan apabila kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima maka dipersiapkan administrasinya,biasanya putusan kredit yang akan mencakup jumlah uang yang diterima, jangka waktu kredit, dan biaya-biaya yang harusdibayar. h)Realisasi kredit Realisasi kredit diberikan setelah penandatanganan surat-surat yang diperlukan dengan membukan rekening giro atau tangungandi bank yang bersangkutan.i) Penyaluran/ penarikan danaYaitu pencairan atau pengembalian uang dari rekening sebagai realisasi dan pemberian kredit dan dapat diambil sesuaiketentuandan tujuan kredit yaitu sekaligus atau secara bertahap.

5. Pengendalian Intern Perkreditan a

  Berikut ini beberapa tujuan dari pengendalian kredit menurut Hasibuan (2009)adalah:1) Menjaga agar kredit yang dilakukan aman2) Mengetahui apakah kredit yang disalurkan itu lancar atau tidak lancar3) Melakukan tindakan pencegahan dan penyelesaian kredit macet atau kredit bermasalah4) Mengevaluasi apakah prosedur kredit yang dilakukan telah baik atau masih perlu disempurnakan. 3) External control of credit Merupakan sistem pengendalian kredit yang dilakukan pihak luar, baikoleh Bank Indonesia maupun akuntan publik 4) Preventive control of credit Merupakan pengendalian kredit yang dilakukan dengan tindakan pencegahan sebelum kredit tersebut macet.

6. Kredit Bermasalah a

  Pengendalian tersebut menurut Pudjo Mulyono (2007) adalah sebagai berikut : “ Salah satu fungsi manajemen dalam usaha penjaan dan pengamanan dalam pengawasankekayaan bank dalam bentuk perkreditan yang lebih efisien untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan, denganmendorong dipatuhinya kebijakan yang telah ditetapkan serta mengusahakan penyusunan administrasi yang benar”. 4)Kombinasi Upaya penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan oleh bank dengan cara kombinasi antara lain: 29a.) Rescheduling dan RestructuringUpaya gabungan antara Rescheduling dan Restructuring dilakukan misalnya, bank memperpanjang jangka waktu kredit dan menambah jumlah kredit.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan PT. Bank Mandiri Unit Batu Malang yang

B. Jenis penelitian

  Bank Mandiri Unit Batusebagai obyek dari penelitian, analisa kredit macet dari tahun ketahun yang menurun menjadi dasar peneliti menganalisa system pengendalian interndari PT. Bank Mandiri Mitra Usaha Unit Batu Malang dan melakukan analisis serta memberikan jalan pemecahan terhadap permasalahan yang diteliti.

C. Sumber dan Jenis Data

  Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah ada, yang berupa dokumen-dokumen,laporan dan arsip-arsip lain. Bukti dan dokumen yang digunakan dalam sistem pemberian kredit mikro.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yang digunakan peneliti adalah metode dokumentasi yaitu pengumpulan data arsip ataudokumentasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen dan buku pedoman yang berkaitan dengan objek yang diteliti, denganmengumpulkan data-data yang ada dalam perusahaan, gambaran umum perusahaan, struktur organisasidan catatan lain yang dimiliki perusahaan. Responden disini peniliti melakukan wawancara dengan berbagai karyawan yang terkait denganproses pemberian kredit mikro, diantaranya dengan Mikro Kredit Sales(MKS) yang bernama shinta dewi dan Mikro Kredit Analis (MKA) yang bernama febri sulistya wati, peniliti memilih responden tersebut karenakaryawan tersebut mengetahui dan melakukan aktivitas proses pemberian kredit mikro yang terlibat langsung dengan kegiatan proses pemberiankredit mikro.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data yang saat ini dilakukan oleh penulis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Analisis terhadap lingkungan pengendalian a

  Bank Mandiri Unit Batu Malang ini mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berkaitan dengan pemberiankredit mikro. Pada tahun tahun selanjutnya perkembangan ekonomi di Indonesia khususnya daerah-daerah kecil sudah sangat berkembang, oleh karena itu PTMandiri mendirikan kantor kantor cabang yang tersebar diseluruh Indonesia, tepat pada tanggal 2 oktober 2007 PT Mandiri (Persero) Tbk membuka ataumendirikan kantor Mikro Bussines Unit (MBU) yang bertampat di Jl.

2. Visi dan Misi Perusahaan a

  Untuk lebih jelas mengenai struktur organisasi Bank Mandiri MitraUsaha Unit Batu Malang dapat dilihat pada gambar 1, sebagai berikut: CM (Cluster Manager)MMM (Mikro Mandiri MKA KMM(Koordinator Mitra Teller Customer Service (CS) Manager) (Mikro Kredit Analis) Mikro) MMC(MikroMKS(Mikro Kredit MKS(Mikro Kredit MMC(Mikro Mandiri Collection) Sales) Sales) Mandiri Collection )Sumber : Bank mandiri unit Batu Malang 39b. MMM (Micro Mandiri Manager) Merupakan pegawai bank yang diberi tanggung jawab dan wewenang untuk memutus kredit mikro sesuai dengankewenangan limit yang dimilikinya, adapun tugas dan tanggung 40jawab dari Mikro Mandiri Manager (MMM) adalah sebagai berikut : 1.) Bertanggung jawab terhadap proses kredit mikro.2.) Bertanggung jawab atas pengambilan keputusan kredit.

3. MKA (Mikro Kredit Analis)

  Merupakan pegawai bank yang diberi tanggung jawab dan wewenang utnuk melakukan analisa kredit, membuat nota analisa,melakukan compliance review sebelum aktivasi rekening pinjaman, serta melakukan verifikasi ulang bila diperlukan atasperintah Cluster Manager (CM). adapun tugas dan tanggung jawab dari Mikro Kredit Analis (MKA) adalah sebagai berikut: 1.) Bertanggung jawab atas proses analisa kredit.2.) Membuat nota analisa yang diserahkan kepada Mikro Mandiri Manager (MMM).

4. Teller

  Merupakan pegawai Bank Mandiri yang berwenang mengelola kas dan berfungsi sebagai Deskman, dan juga sebagai kasir. Adapun tugas dan tanggung jawab dari teller Bank Mandiri unitBatu Malang adalah sebagai berikut: 1.)Memastikan membayar uang kepada nasabah yang berhak untuk menghindari kesalahan yangdapat merugikan.

5. Customer Service (CS)

Merupakan pegawai yang professional dibidang pelayanan dan ditujukan untuk meningkatkan kepuasan nasabah, dengan caramemenuhi harapan dan kebutuhannya. Adapun tugas dan tanggung jawab dari Customer Service (CS) adalah sebagaiberikut: 421.) Memberikan informasi kepada nasabah atau calon nasabah mengenai produk Bank Mandiri guna menunjang pemasaranproduk Bank Mandiri.2.) Memberikan informasi saldo pinjaman maupun pinjaman bagi nasabah yang memerlukan guna memberikan pelayanan yangmemuaskan kepada nasabah.3.) Melayani permintaan salinan rekening Koran bagian nasabah yang memerlukan (diluar pengiriman secara rutin setiap awalbulan) guna memberikan pelayanan yang memuaskan.4.) Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana maupun jasa guna memberikan pelayanan yang memuaskankepada nasabah.5.) Menerima dan mencatat keluhan-keluhan nasabah untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang guna memberikanpelayanan yang memuaskan.

6. MKS (Mikro Kredit Sales)

  Merupakan pegawai bank yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam melakukan pemasaran kredit mikro, investigasidan verifikasi awal calon debitur. Adapun tugas dan tanggung jawab dari Mikro Kredit Sales (MKS) adalah sebagai berikut: 1.)Mencari nasabah yang kompeten dan layak untuk dibiayai.

7. KMM (Koordinator Mitra Mikro)

  Apabila MikroKredit Sales (MKS) telah memeriksa dan meyakini bahwa calon debitur layak untuk dibiayai maka Mikro Kredit Sales (MKS)akan memberikan /melaporkan pada Mikro Kredit Analis(MKA), dan jika calon debitur tidak memenuhi syarat yang telah dipersyaratkan maka pengajuan akan ditolak dan MKS akanmembuat Surat Penolakan Kredit (SPK) diberikan kepada calon debitur tersebut. Jika permohonan kredit ditolak maka Mikro Mandir Manager(MMM) menugaskan Mikro Kredit Analis (MKA) untuk membuat Surat Penolakan Kredit (SPK) yang telahditandatangani oleh MMM dan diserahkan kepada calon debitur tersebut, dan jika permohonan/pengajuan kredit disetujui makaMikro Mandiri Manager (MMM) menugaskan Mikro KreditAnalis (MKA) untuk membuat Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) dan disampaikan kepada calon debitur.

3. Cuti karyawan, perputaran jabatan

  a.)Cuti karyawan Pada Bank Mandiri Unit Batu Malang pemberian cuti kepada karyawan yaitu 12 hari kerja dalam satu tahun. Pengambilan cutidiluar hari libur nasional, pengambilan cuti oleh karyawan dapat dilakukan dengan cara menghubungi pimpinan Micro Bussines Unit 41(MBU) tersebut, pengambilan cuti bisa dilakukan atas keperluan pribadi.

4. Data Karyawan berdasarkan tingkat jabatan, tingkat pendidikan dan masa kerja

  Pengelolahan Resiko Resiko yang dihadapi Bank Mandiri Unit Batu Malang yang berhubungan dengan kredit mikro adalah adanya kredit bermasalah ataukredit macet dimana kemungkinan sebagian nasabah yang tidak dapat melunasi kreditnya. Dalam struktur organisasi pada Bank Mandiri Unit Batu Malang telah memenuhi system pengendalian intern, dengan adanya job diskdan tugas masing-masing karyawan serta tanggung jawab yang dimilikinya dapat meningkatkan kualitas dari proses kredit mikro dariBank Mandiri Unit Batu Malang.

2. Analisis Terhadap Penilaian Resiko

  Penilaian resiko mencakup pertimbangan khusus terhadap resiko yang timbul dari perubahan keadaan dalam hal ini khususnya yangberkaitan dengan Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit SerbagunaMikro (KSM) yang diberikan pada nasabah serta pengaruh terhadap bank yang bersangkutan. Penaksiran resiko pada Bank Mandiri Mitra UsahaUsaha Unit Batu Malang yang berhubungan dengan Kredit Usaha Mikro 48(KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM) adalah adanya kredit bermasalah atau kredit macet dimana kemungkinan sebagian nasabahyang tidak dapat melunasi kreditnya yang disebabkan oleh berbagai hal seperti nasabah yang meninggal dunia, nasabah yang pindah alamat tanpaadanya pemberitahuan, bangkrutnya usahanya debitur.

3. Analisis terhadap Aktivitas Pengendalian

  Hasil surveytidak bisa diotorisasi oleh Cluster Manager (CM), karena merupakan wewenang dari tugas Mikro Kredit Analis (MKA), maka secaratidak langsung terdapat sistem pengotrisasian dalam transaksi pemberian kredit mikro kepada nasabah atau calon debitur sehinggatidak ada penyalahgunaan wewenang dan akan menjamin dihasilkannya dokumen pencatatan yang dapat dipercaya. b)Pada tahap awal dalam proses pemberian kredit mikro, Mikro Kredit Sales (MKS) akan mencari calon debitur yang layak untuk dibiayai,Mikro Kredit Sales (MKS) akan melakukan prakualifikasi kepada calon debitur, apabila calon debitur tidak memenuhi kualifikasi makaMikro Kredit Sales (MKS) membuat Surat Penolakan Kredit (SPK) 53yang dilaporkan kepada calon debitur yang bersangkutan.

f.) Memiliki data mengenai calon debitur dengan akurat

g.) Dalam mengerjakan system analisa dapat lebih cepat dan tepat

55 d)Penggunaan dokumen-dokumen terkait dengan prosedur pemberian kredit telah ada dan telah dijalankan dengan baik dan benar, seperti Surat Penolakan Kredit (SPK) untuk calon debitur yang gagal memenuhi syarat-syarat pengajuan kredit dan Surat PenawaranPemberian Kredit (SPPK) yang ditujukan kepada calon debitur yang telah lolos verifikasi untuk selanjutnya menandatangani form PerjanjianKredit (PK) untuk debitur yang akan mendapatkan dana kredit mikro tersebut.

4. Analisis terhadap informasi dan komunikasi

  Berdasarkan teknologi informasi yang dipakai dalam kegiatan operasional pada Bank Mandiri Mitra Usaha unit Batu Malang padabagian Kredit Mikro telah memiliki sistem yang sudah terkomputerisasi sehingga kecurangan yang timbul dapat diminimalisir, dan prosedurpemberian kredit mikro Kredit Usaha Mikro (KUM) dan KreditSerbaguna Mikro (KSM) ini menjadi lebih efisien dan efektif sehingga dinilai dapat menciptakan praktif yang sehat. Informasi kredit pada Bank Mandiri Mitra Usaha unit Batu Malang ini juga didapatkan formulir pengawasan kredit yang dapat dilihat setiapsaat dalam software atau sistem terkomputerisasi yang terdapat pada masing-masing komputer bagian kredit.

5. Analisis Pemantauan (Monitoring)

  Pemeriksaanpada Bank Mandiri Mitra Usaha unit Batu Malang dilakukan oleh MikroKredit Sales (MKS) secara rutin setiap harinya, di dalam pemantauan ini terdapat system kontrol sales dan transaksi yang menentukan tindak yangharus dilakukan pada tingkat tertentu yang ditetapkan, fungsi control ini dilakukan oleh atasan langsung yang mengotrol aktivitas bawahaanyasebagai upaya dalam mengambil tindakan pencegahan (preventif) atas terjadinya penyimpangan. Dengan demikian pengendalian intern atas pemantauan terhadap proses pemberian kredit mikro Kredit Usaha Mikro (KUM) dan KreditSerbaguna Mikro (KSM) akan lebih baik dan meminimalisir terjadinya kredit fiktif, dan juga dalam pemberitahuan sebelum tanggal pembayaransebaiknya menggunakan pemberitahuan melalui SMS agar para pelanggan atau debitur tersebut tidak merasa terganggu apabiladihubungi secara langsung melalui telefon.

D. Pembahasan

  Pada Bank Mandiri MitraUsaha Unit Batu Malang sebaiknya melakukan pemisahan system analis antara kredit mikro Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro(KSM), dengan begitu system analis akan terpisah antara kredit Kredit UsahaMikro (KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM) serta para Mikro KreditAnalisi (MKA) dapat berkonsentrasi mengerjakan system analis Kredit Usaha Mikro (KUM) dan system analis untuk Kredit Serbaguna Mikro (KSM). Dengan cara-cara yang dilakukan oleh BankMandiri Unit Batu Malang tersebut maka resiko terjadinya kredit macet atau debitur yang tidak melakukan kewajibannya akan segera diketahui oleh pihak 61Bank dan segera ditindak lanjuti agar tidak terjadi kerugian yang dialami oleh pihak Bank itu sendiri maupun dari pihak debitur peminjaman Kredit UsahaMikro (KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti

  lakukan dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal dalam pelaksanaan system pemberian kredit mikro dengan produk Kredit UsahaMikro (KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM) yang dilakukan BankMandiri Mitra Usaha Unit Batu Malang telah efektif dan efisien, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait system analisa kredit yang tidakmemisahkan system analisa Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Serbaguna Mikro (KSM). Dalam proses pemberian kredit mikro yang dilakukan PT BankMandiri Unit Batu Malang telah berjalan dengan efektif dan efisien, itu dapat dilihat dengan karyawan atau pegawai yang terkait dengan proses pemberiankredit mikro telah menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai dengan job disk yang tertera pada struktur organisasi PT Bank Mandiri Unit BatuMalang.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan tersebut, maka saran peneliti bagi PT Bank Mandiri Unit Batu Malang dalam upaya menerapkansistem pengendalian internal pada proses pemberian kredit mikro yang baik adalah: 1. Pemisahan system analisa kredit yang dilakukan oleh Mikro KreditAnalis (MKA) antara Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit SerbagunaMikro (KSM) dapat dipisah menjadi 2 sistem yang membedakan antara kedua produk tersebut.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT (Studi Kasus pada BPR Jember Lestari)
3
45
91
ANALISIS KUALITAS JASA NASABAH KREDIT MIKRO PADA BANK MANDIRI CABANG PARE JAWA TIMUR
0
3
2
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PEMBERIAN KREDIT (STUDI KASUS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA UNIT SUMBERPUCUNG MALANG)
6
40
21
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMBERIAN KREDIT PADA PT. PEGADAIAN (Persero)
9
100
12
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA PT BANK MANDIRI (Persero) UNIT BATU MALANG
28
204
87
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA “KUD” BATU
9
36
19
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN ANGSURAN KREDIT PADA PT BANK BPR DAU KUSUMADJAJA MALANG
3
9
11
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK BRI CABANG MATARAM
5
49
15
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DEBITUR UNTUK PEMBERIAN KREDIT PADA PT BANK JATIM CABANG MALANG
0
4
1
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PEMBERIAN KREDIT PADA KP-RI BERINGIN TUBAN
0
5
2
ANALISIS YURIDIS PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO DI PT. BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk. CABANG SOLO
0
3
18
1 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO PADA BANK MANDIRI GOMBONG
0
1
14
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN SECARA KREDIT PADA PT KARYA LANCAR MANDIRI SURABAYA
0
0
11
ANALISIS PENERAPAN PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT TANPA AGUNAN (KTA) PADA PERSEORANGAN
1
2
10
SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PEMBERIAN KREDIT PADA BANK KONVENSIONAL DAN PEMBIAYAAN PADA BANK SYARIAH
0
0
10
Show more