KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

 62  433  20  2017-02-15 09:59:46 Report infringing document

  

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI

DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK

PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG

(Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

  

SKRIPSI

  Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

  Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1)

  

Riche Aryana

NIM: 09220006

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

  

2014

  

Kata Pengantar

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr, wb

  Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ridho-Nya berupa kesehatan petunjuk, rahmat, dan hidayah serta segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Konstruksi Media Tentang Keterlibatan Politisi Partai Demokrat Anas

  

Urbaningrum Pada Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Komplek Olahraga Di

Bukit Hambalang. Penelitian ini didasari atas banyaknya kasus korupsi yang

  melibatkan para petinggi partai, sehingga hal tersebut dapat menjadi julukan tersendiri bagi bangsa Indonesia yaitu budaya korupsi.

  Dengan tersandungnya Anas dalam kasus korupsi inilah yang menjadi menarik bagi media untuk lebih mendalami berita tersebut. Seperti yang diketahui, bahwa Anas Urbaningrum merupakan salah satu tokoh Politisi besar yakni Ketua Umum Partai Demokrat. Media massa menyoroti kasus ini dengan begitu jeli sehingga pemberitaan ini menjadi sangat begitu mendalam.

  Saat ini, masyarakat tidak akan begitu saja menilai. Tetapi, masyarakat juga dibantu dengan adanya media yang sudah memberikan informasi kepada pembacanya untuk dapat memberikan persepsi dari kebenaran tersebut. Sehingga, pesan dari pemberitaan tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan koran atau media bisa mendapat apresiasi tersendiri bagi pelanggannya.

  Banyak pihak yang telah membantu penulis dalam merampungkan skripsi ini. Untuk itu, penulis mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sedalam- dalamnya kepada:

1. ALLAH SWT, yang selalu memberikan serta menjawab doaku 2.

  Mama dan Papa,orang tua yang selalu memberikan motivasi semangat, kesabaran serta jerih payah yang tidak dapat tergantikan oleh apapun. Saya selalu bangga dan bahagia terlahir dan dibesarkan oleh mama dan papa.

  3. Mbak Devi, Mbak Deanise, Mbak Dewi ketiga malaikat kakak perempuanku, beserta suaminya yang turut membantu doa dan materi, serta kasih sayang untuk adik terkecil dan termanja. Ponakan terhebat, Azril, Attaya, Anin, Neyla, Arslan, Rayden, Raiza yang setia dengan kelucuannya member warna tersendiri dalam keluarga besar.

  4. Kepada Damba Ardiego yang selalu memberikan semangat yang begitu banyak, mendukung aktifitas kuliah maupun pekerjaan. Selalu sabar dan perhatian sampai saat ini. Serta keluarga besarnya yang mendukung, memberikan semangat dari jauh untuk karya ini.

  5. Seluruh keluarga besar Mama dan Papa yang ikut mendoakan, memberikan motivasi untuk menyusun dan melakukan ujian ini sehingga berjalan dengan lancar. Terima kasih.

  6. Bapak Nasrullah, M.Si, selaku dosen wali dan pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan serta pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.

  7. Bapak M.Himawan Sutanto, M.Si, selaku pembimbing II yang senantiasa sabar membimbing dan memberikan masukan serta motivasi kepada penulis.

  8. Segenap dosen Ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

  9. Sahabat yang selalu sepanjang masa: Trika Adelia, Iji Rahayu, Dian Khusnul K, Arum Purwita yang selalu ada selama perjalanan bertahun-tahun ini.

  Terima kasih sahabat, sudah membantu, mendoakan, benar-benar menemukan saudara baru seperti kalian. Sukses selalu do’aku menyertai kalian.

  10. Teman-teman Alumni Himakom 2009: Ananda Maharani, Iin Rizka, Citra Jauhar, Dina Angelina, terima kasih pelajaran organisasi yang berharga.

  11. FRAMING PR : Nayliyatul, Infinity Audi, Lina N, Dicky Yayan, Dhanang HW, Wahyu, Iwan A. Untuk yang ini, selalu bahagia kalau mengingat bagian kita bersama. “Dimana ada UNO disitu ada kami”.

  12. KKN 69 Desa Puncu: Oca, Diana, Melyza, Ozan, dan semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu, kebersamaan satu bulan yang sangat indah dan berharga.

  13. Teman-teman seperjuangan: Deden, Bibbob, Bambang, Bayu akhirnya dijawab dengan senyum lebar.

  14. IKOM A ’09 terima kasih yang pernah jadi bagian juga dalam masa perkuliahan.

  Suatu karya sederhana ini masih jauh dari kata sempurna, penulis mohon maaf atas keterbatasan yang dimiliki untuk dapat tampil sempurna. Namun penulis senantiasa untuk berusaha menampilkan hasil yang terbaik. Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT tak pernah lelah untuk memberikan petunjuk di setiap langkah kita dalam berbuat kebajikan dan selalu memberikan lindungan-Nya. Amin. Wassalamualaikum wr,wb

  Malang, 15 Januari 2014 Riche Aryana

  DAFTAR ISI

  Kata Pengantar ................................................................................................................... i ABSTRAK .......................................................................................................................... iii ABSTRACT ......................................................................................................................... v Daftar Isi ............................................................................................................................. vii Daftar Tabel ....................................................................................................................... ix Lampiran ............................................................................................................................

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 8 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................................... 8 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................................... 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Media dan Politik ........................................................................................................... 9 B. Media Massa dan Realitas ............................................................................................. 9 C. Fungsi dan Peran Media Massa ..................................................................................... 12 D. Politik dan Media Massa ............................................................................................... 14 E. Media Massa dan Korupsi ............................................................................................. 16 F. Teori Hirarki (Pengaruh Isi Media) ................................................................................ 17 G. Analisis Wacana ........................................................................................................... 31 H. Koran Harian Pagi Surya ............................................................................................... 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ......................................................................................................... 38 B. Waktu Penelitian .......................................................................................................... 38 C. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................................................ 38 D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................. 38 E. Teknik Analisis Data .................................................................................................... 39 Tabel I Alat Bantu Analisa .............................................................................................

  41 BAB IV DESKRPSI OBJEK PENELITIAN A. Sekilas tentang Anas Urbaningrum ................................................................................. 42 B. Riwayat Anas Urbaningrum ............................................................................................ 42 1.

  Riwayat Pendidikan ......................................................................................... 42 2. Riwayat Training di HMI .................................................................................... 43 3. Pengalaman Organisasi ...................................................................................... 43

  C.

  66 Analisis Struktur Tematik ..................................................................................

  Teori Hirarki Pengaruh Isi Media Pada Kasus Korupsi Anas ........................................ 84

  83 II. Analisis Sosial ................................................................................................................ 84 III.

  81 Tabel 5 Retoris ...................................................................................................

  Sematik ................................................................................................... 76 2. Sintaksis .................................................................................................. 77 3. Leksikon ................................................................................................. 79 4. Retoris .................................................................................................... 80 Tabel 4 Rubrik Teks ...........................................................................................

  Struktur Mikro ..................................................................................................... 76 1.

  69 3)

  Superstruktur ....................................................................................................... 68 Tabel 3 Superstruktur .........................................................................................

  67 2)

  67 Analisisis Struktur Tematik ...............................................................................

  66 Edisi 23 Februari 2013 .......................................................................................

  66 Analisis Struktur Tematik ..................................................................................

  66 Edisi 18 Februari 2013 .......................................................................................

  66 Edisi 16 Februari 2013 .......................................................................................

  Kiprah Anas Berjuang di Partai Politik ......................................................................... 43 D.

  65 Analisis Struktur Tematik ..................................................................................

  65 Edisi 12 Februari 2013 .......................................................................................

  65 Analisis Strukur Tematik ...................................................................................

  65 Edisi 11 Februari 2013 .......................................................................................

  65 Analisis Struktur Tematik ..................................................................................

  64 Edisi 10 Februari 2013 .......................................................................................

  64 Analisis Struktur Tematik ..................................................................................

  62 Edisi 9 Februari 2013 .........................................................................................

  1) Struktur Makro .................................................................................................... 60 Tabel 2 Makro ....................................................................................................

  BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN I. Analisa Tekstual ........................................................................................................... 60

  Sejarah Singkat Harian Pagi Surya .................................................................... 44 2. Kompas Dalam Perkembangannya ..................................................................... 47 3. Tujuan Perusahaan ............................................................................................. 56 4. Visi dan Misi ...................................................................................................... 56 5. Nilai-Nilai Dasar Surya Group .......................................................................... 57 6. Tugas dan Tanggung Jawab ............................................................................... 58

  Gambaran Umum Harian Pagi Surya ........................................................................... 44 1.

  BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan .................................................................................................................. 95 B. Saran ............................................................................................................................. 97

  Daftar Tabel A.

  Tabel 1. Alat Bantu Analisa .......................................................................................... 49 B. Tabel 2. Struktur Makro unsur tematik ....................................................................... 70 C. Tabel 3. Super struktur .................................................................................................... 77 D.

  Tabel 4. Rubrik Teks ...................................................................................................... 89 E. Tabel 5. Struktur Mikro Retoris ..................................................................................... 91

  DAFTAR PUSTAKA BUKU :

  Badara, Aris. 2012. Analisis Wacana Teori, Metode dan Penetapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Brown, Gillian dan George. 1996. Analisis Wacana. Jakarta: PT Gramedia Bungin, Burhan. 2010. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik. Jakarta: Raja Grafindo Persada Djuraid, Husnun.2006. Panduan Menulis Berita. Malang:UMM Pers Djuroto,Totok.2000. Manajemen Penerbitan Pers.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Eriyanto. 2006. Analisis Wacana. Yogyakarta Kriyantoro, Rahmat. 2010. Riset Komunikasi. Kencana: Jakarta Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung : Remaja Rosda Karya.

  Purnomo, Bambang. 1983. Potensi Kejahatan di Indonesia. Jakarta: PT. Bina Aksara Sobur, Alex. 2001. (a) Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya Soetopo, B.1998. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surabaya:UNS Press Sumadiria, Haris 2006. Bahasa Jurnalistik: Simbiosa Rekatama Media

  NON BUKU : Koran Jawa Pos, edisi 23 Februari 2013

  Admin kompas gramedia. 2013. History

   di akses pada bulan bulan

  Maret pukul 22.09 Anonim. 2012. Korupsi dan pengertiannya.

  es pada bulan Maret 2013

  pada pukul 10:17 http://masa-orde-baru-berbanding-dengan-masa-reformasi-540701/ (diakses pada bulan april, pada pukul 11:07) Anonim. Wikipedia Anas Urbaningrum

  diakses pada bulan april

  pada pukul 12.05 WIB Admin kompas.com. 2013. Anas mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat

  s pada pukul 14.04 WIB Dwikisetiyawan.2013. diakses pada bulan mei 2013, pukul:

  13.38 WIB Anonim.2013.teori pengaruh

  s pada bulan mei 2013 Admin Liputan6.com. 2014. Korupsi2. s pada 20 Januari 2014 pukul 10:58

  admin suara merdeka. 2013. Peristiwa suara demokrat jeblok SBY diminta turun tangan. http:www.meddeka.com/peristiwa/suara demokrat-jeblok-sby-diminta-turun- tangan (diakses pada 20 Januari 2014 pukul 11.41 WIB

  Suara Pembaruan. 2014. Majelis hakim tetap yakini Nazaruddin mengontrol permai group. http:www.suarapembaruan.com/home/majelis-hakim-tetap-yakini-nazaruddin- mengontrol-permai-group diakses pada 20 Januari pukul 11:51 WIB

  Faiq Nuraini.2012. Pembaca Surya sampai AS http://jatim.tribunnews.com/2012/01/20/pembaca-surya -sampai-as diakses pada 23 Januari 2014

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

  Media massa merupakan salah satu hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Bagian yang tidak dapat terpisah inilah yang menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas. Media massa menjadi salah satu hal yang ditunggu- tunggu oleh public untuk memberikan sebuah berita terbaru dan realita. Dalam hal ini masyarakat juga sudah mengetahui mana yang akan mereka kosumsi sebagai berita yang akan mereka nikmati.

  Media memberitakan hal yang mereka anggap layak untuk masyarakat nilai secara sisi-sisi pemberitaannya. Dengan secara jeli media juga membuat pembaca untuk dapat bisa memahami apa yang menjadi bahan pembicaraan serta isu-isu yang berkembang didalamnya. Memberikan berita yang memilki pesan secara jelas juga yang menjadi daya tarik untuk publik memberikan sebuah tanggapan yang positif ataupun malah negatif.

  Di Indonesia sendiri, beragam media massa cetak seperti Harian Pagi Surya, Koran kompas, Jawapos, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Republika. Media inilah yang membantu bagaimana informasi tersebut dapat diinformasikan kepada khlayak seluasnya.Dalam pemberitaan tersebut, media juga memberikan penilaian dalam memberitakan kasus atau berita yang menjadi topik dalamnya.

  Media sangat global dalam melakukan jenis pemberitaannya, salah satunya yang akhir-akhir ini banyak diberitakan yaitu kasus korupsi.Korupsi sudah semakin merajalela di Indonesai bahkan diduania. Banyak para politikus yang memanfaatkan jabatan sebagai bahan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

  Banyaknya tindakan yang dilakukan oleh petinggi negara menjadi hal yang sensitif untuk dinilai masyarakat. Hal yang tidak tabu inilah yang pada akhirnya merusak kedamaian dari suatu negara. Indonesia juga dianggap sudah sangat kotor dengan adanya kelakuan yang nakal dari pejabat pemerintah ini.

  Semakin banyaknya kejadian yang dilakukan oleh pejabat ini juga, membuat masyarakat yang awam menjadi memiliki amarah serta kritikan pedas bagi mereka.

  Masyarakat seolah dibuat geram dan menjadi marah karena adanya isu tersebut. Apalagi sebagai petinggi negara yang sepatutnya menjadi teladan rakyat ini malahan menjadi citra yang buruk apabila digambarkan.Pendekatan yang dapat dilakukan terhadap masalah korupsi bermacam ragam pula, dan artinya sesuai pula darimana kita mendekati masalah itu. Bahkan korupsi sudah menjadi suatu budaya atau kultur di negara Indonesia

  Dalam hal diatas bisa saja manajemen yang kurang baik dan control yang kurang efektif serta efisien sering dipandang pula sebagai penyebab korupsi khususnya dalam arti bahwa hal yang demikian itu akan member peluang orang untuk korupsi. Sering dikatakan makin besar anggaran pembangunan semakin besar pula kemungkinan terjadinya kebocoran.Gambaran secara luas bahwa sudah banyak politisi yang terjerat kasus hukum karena kasus korupsi inilah yang akhirnya juga diinformasikan dari suatu media.

  Dalam pemberitaan surat kabar, kasus yang melibatkan nama Anas Urbaningrum yaitu mantan ketua Umum partai demokrat. Nama yang disebut-sebut oleh KPK ini mengejutkan juga bagi anggota`dan juga rakyat Indonesia secara luas tentunya.Karena selain dikenal sebagai Ketua umum`ini, Anas juga diketahui sebagai seorang yang pandai dan cakap dalam membina Partai politik yang dinaungi.

  Anas Urbaningrum ternyata sudah menjadi pemberitaan dari tahun 2004 hingga 2013. Dalam pemberitaan koran Jawa Pos Edisi Sabtu, 23 Februari 2013, beberapa kasus yang sudah menjadi sorotan media yaitu Kasus Anas Urbaningrum sebenarnya sudah diselidiki dari tujuh tahun yang lalu. Mei 2004 Kemenpora mencanangkan proyek sport center di Hambalang, Bogor. Namun, proyek itu terbengkalai karena pembebasan lahan. (Koran Jawa Pos edisi 23 Februari 2013)

  Pada tahun 2009 tepatnya bulan November, adanya transaksi pembelian Toyota Harier di diler Duta Motor Pecenongan, Jakpus. Diduga, mobil itu hadiah dari PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya kepada Anas Urbaningrum yang membantu pemenangan tender proyek Hambalang. Desember 2009, Sesmenpora Wafid Muharram mengadakan pertemuan di ruang Menpora Andi Malarangeng. Keesokan hari M. Nazaruddin melaporkan hasil pertemuan ke Anas. Pada bulan Januari 2010, Nazaruddin mengatakan, ada pertemuan di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, Jakarta, yang membahas pembebasan lahan Hambalang. Pertemuan itu diikuti Nazaruddin, Anas, Ignatius Mulyono, dan Kepala BPN Joyo Winoto. Mei 2010, diduga ada aliran uang proyek untuk pemenangan Anas sebagai ketua umumDemorat dalam kongres di Bandung. Kubu Anas disebut-sebut membagikan hampir USD 7 juta kepada setiap DPC Demokrat.

  Pada tanggal 22 April 2011, KPK menangkap Wafid Muharram dan Mindo Rosalina Manulang terkait kasus suap proyek wisma atlet SEA Games. Dalam penggeledahan di antor Group Permai, ditemukan sejumlah dokumen yang terkait dengan proyek. 30 Juni 2011, KPK menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka kasus suap wisma atlet. Namun, saat dia kabur keluar negeri. Sedangkan tanggal 22 Juli 2012, Nazaruddin melakukan telekonferensi yang menyebut adanya keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang. Tetapi Anas mengaku tidak menerima satu rupiah pun dari proyek Hambalang.” Jika satu rupiah pun dari proyek Hambalang, gantung Anas di Monas,”ujarnya.

  26 Maret 2012 Anggota Komisi II DPR dari FPD Ignatius Mulyono menyebut, Anas mendorong penyelesaian sertifikat Hambalang. Tidak hanya itu saja, Istri Anas, Athiyah Lail, diperiksa oleh KPK. Bulan Juni 2012, Anas menjalani pemeriksaan di KPK.

  Sedangkan November 2012, Saat diperiksa KPK selaku direktur utama PT Dutasari Citralaras menerima uang muka Rp 63 miliar. Menurut Nazaruddin, Machfud Suroso membagi-bagikan fee Hambalang tersebut atas perintah Anas.

  Machfud membantah dekat Anas, tetapi mengaku dekat dengan Athiyyah Laila.

  Pada tanggal 7 Februari 2013, Nazaruddin menyerahkan bukti tentang uang Rp 1,2 triliyun dari APBN 2010 yang digunakan Anas di Kongres Pemilihan Ketum Demokrat. Pada 19 Februari 2013 Firman Wijaya, kuasa hukum Anas, menyatakan Toyota Harier bukan hasil korupsi. Dan terakhir pada tanggal 22 Februari 2013, Anas resmi jadi tersangka.(Koran Jawa Pos Edisi 23 Februari 2013 hal. 3)

  Selain itu, dalam buku “ Tumbal Politik Cikeas” yang ditulis oleh Ma’mun Murod Al-Barbasy ini menuangkan beberapa tulisan singkatnya di Facebook dan dijabarkan dalam sebuah penjelasan. Status-status tersebut juga menuangkan tentang Anas Urbaningrum yang terkait kasus korupsi Hambalang.KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akhirnya membuat keputusan menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka.Tentu keputusan KPK ini patut dihargai.Namun ada beberapa hal yang memang patut juga dipertanyakan, terutama terkait dengan hal yang bersifat politik yang mengiringi penetapan Anas Urbaningrum sebagai Tersangka.Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mempertanyakan apakah ditetapkannya dirinya sebagai tersangka kasus pemberian gratifikasi megaproyek Hambalang merupakan peristiwa hukum atau politik.Pernyataan Anas Urbaningrum sendiri disampaikan oleh Saan Mustopa dihadapan wartawan pa da Jum’at malam di kediaman Anas Urbaningrum.Saya termasuk yang mendampingi saat digelarnya konferensi pers tersebut.

  Meski mempertanyakan, Anas Urbaningrum tetap menghargai proses hukum mendasarkan diri pada hukum, bukan negara yang mendasarkan diri pada politik. Anas Urbaningrum telah menyiapkan momentum untuk mencari keadilan.

  KPK menjerat Anas Urbaningrum dengan pasal penerimaan gratifikasi atau hadiah saat dia masih menjadi anggota DPR RI. Dalam surat perintah penyidikan (spirindik) Anas Urbaningrum yang ditandatangani pada Jum’at (22/2/2013), Anas Urbaningrum disebutkan tidak hanya diduga menerima hadiah terkait proyek Hambalang, tetapi juga proyek-proyek lain. KPK yang mestinya secara transparan menyebutkan dua alat bukti utama ternyata tidak mampu melakukannya. KPK yang semestinya bekerja bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi nyatanya justru kerjanya cenderung mencari-cari kesalahan.Mestinya kerja KPK adalah bagaimana membuktikan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan tersangka.

  Kasus korupsi diatas merupakan salah satu kasus yang menjadi sorotan di masyarakat luas.Dan melalui media juga bisa memberikan informasi sehingga masing-masing memiliki penilaian tersendiri. Partai Demokrat misalnya yang akhir- akhir ini menjadi sorotan media.Ketika suatu partai politik yang anggotanya disorot melalui media karena korupsi inilah yang patut dipertanyakan tentang etika politiknya juga.Etika yang diartikan sebagai ajaran tentang nilai

  • –nilai moral menyangkut perilaku manusia.Oleh sebab itu, etika harus mengetahui bagaimana harus mengambil sikap dan langkah yang bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan manusia.
Dalam penjelasan kasus korupsi diatas, peneliti menggunakan media cetak yaitu koran. Peneliti menggunakan koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 sebagai bahan penelitian ini. Penelitian ini peneliti menggunakan Harian Pagi Surya dibandingkan media cetak lainnya karena, Harian Surya adalah jenis koran regional dan merupakan bagian dari kelompok Kompas Gramedia yang terbit setiap hari. Seperti yang diketahui, Kompas merupakan salah satu koran terbesar di Indonesia dan Harian Pagi Surya secara tidak langsung juga akan mempengaruhi kelangsungan hidup Kelompok Kompas Gramedia.

  Selain itu (Nuraini: 2012) menyebutkan bahwa harian Pagi Surya telah go Internasional. Koran kebanggaan warga Surabaya ini telah dibaca pembaca setianya hingga di Amerika Serikat (AS). Salah satu pembaca asli Surabaya yang tinggal di New York Sudah lama menjadi pelanggan Suya, mereka salut dengan koran yang menjadi inspirasi di Jawa ini.

  Maka dari itu, penjabaran diatas ada beberapa hal yang dapat dijadikan satu bahan hipotesa penelitian, adanya suatu konstruksi pemberitaan dengan judul “KONSTRUKSI MEDIA POLITIK TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA SKANDAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG”.

  Kemudian bagaiamana media surat kabar tesebut memberitakan kasus korupsi yang terjadi saat ini?

  2. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang diatas, dalam pemberitaan yang memuat tentang kasus korupsi, maka hal yang ingin diteliti dan diketahui penelitian ini adalah: Bagaimana konstruksi media tentang keterlibatan kasus korupsi Anas Urbaningrum dalam Koran Harian Pagi Surya jika dilihat dengan analisis wacana?

  3. Tujuan Penelitian

  Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi media sesuai dengan kerangka Van dijk terhadap kasus korupsi Anas Urbaningrum pembangunan olahraga di bukit Hambalang.

  4. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis Peneliti ini diharapkan dapat menjadi rujukan peneliti sejenis selanjutnya.

  Selain itu, diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan menjadi referensi di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang terutama tentang studi Jurnalistik dalam media massa.

2. Manfaat Praktis

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang peran media massa sebagai pelaku yang menginterpretasikan berita.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITIS..

Gratis

Feedback