Feedback

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

Informasi dokumen
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 ) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1) Riche Aryana NIM: 09220006 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 Kata Pengantar Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum wr, wb Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ridho-Nya berupa kesehatan petunjuk, rahmat, dan hidayah serta segala karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Konstruksi Media Tentang Keterlibatan Politisi Partai Demokrat Anas Urbaningrum Pada Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Komplek Olahraga Di Bukit Hambalang. Penelitian ini didasari atas banyaknya kasus korupsi yang melibatkan para petinggi partai, sehingga hal tersebut dapat menjadi julukan tersendiri bagi bangsa Indonesia yaitu budaya korupsi. Dengan tersandungnya Anas dalam kasus korupsi inilah yang menjadi menarik bagi media untuk lebih mendalami berita tersebut. Seperti yang diketahui, bahwa Anas Urbaningrum merupakan salah satu tokoh Politisi besar yakni Ketua Umum Partai Demokrat. Media massa menyoroti kasus ini dengan begitu jeli sehingga pemberitaan ini menjadi sangat begitu mendalam. Saat ini, masyarakat tidak akan begitu saja menilai. Tetapi, masyarakat juga dibantu dengan adanya media yang sudah memberikan informasi kepada pembacanya untuk dapat memberikan persepsi dari kebenaran tersebut. Sehingga, pesan dari pemberitaan tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan koran atau media bisa mendapat apresiasi tersendiri bagi pelanggannya. Banyak pihak yang telah membantu penulis dalam merampungkan skripsi ini. Untuk itu, penulis mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sedalamdalamnya kepada: 1. ALLAH SWT, yang selalu memberikan serta menjawab doaku 2. Mama dan Papa,orang tua yang selalu memberikan motivasi semangat, kesabaran serta jerih payah yang tidak dapat tergantikan oleh apapun. Saya selalu bangga dan bahagia terlahir dan dibesarkan oleh mama dan papa. 3. Mbak Devi, Mbak Deanise, Mbak Dewi ketiga malaikat kakak perempuanku, beserta suaminya yang turut membantu doa dan materi, serta kasih sayang untuk adik terkecil dan termanja. Ponakan terhebat, Azril, Attaya, Anin, Neyla, Arslan, Rayden, Raiza yang setia dengan kelucuannya member warna tersendiri dalam keluarga besar. 4. Kepada Damba Ardiego yang selalu memberikan semangat yang begitu banyak, mendukung aktifitas kuliah maupun pekerjaan. Selalu sabar dan perhatian sampai saat ini. Serta keluarga besarnya yang mendukung, memberikan semangat dari jauh untuk karya ini. 5. Seluruh keluarga besar Mama dan Papa yang ikut mendoakan, memberikan motivasi untuk menyusun dan melakukan ujian ini sehingga berjalan dengan lancar. Terima kasih. 6. Bapak Nasrullah, M.Si, selaku dosen wali dan pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan serta pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. 7. Bapak M.Himawan Sutanto, M.Si, selaku pembimbing II yang senantiasa sabar membimbing dan memberikan masukan serta motivasi kepada penulis. 8. Segenap dosen Ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan. 9. Sahabat yang selalu sepanjang masa: Trika Adelia, Iji Rahayu, Dian Khusnul K, Arum Purwita yang selalu ada selama perjalanan bertahun-tahun ini. Terima kasih sahabat, sudah membantu, mendoakan, benar-benar menemukan saudara baru seperti kalian. Sukses selalu do’aku menyertai kalian. 10. Teman-teman Alumni Himakom 2009: Ananda Maharani, Iin Rizka, Citra Jauhar, Dina Angelina, terima kasih pelajaran organisasi yang berharga. 11. FRAMING PR : Nayliyatul, Infinity Audi, Lina N, Dicky Yayan, Dhanang HW, Wahyu, Iwan A. Untuk yang ini, selalu bahagia kalau mengingat bagian kita bersama. “Dimana ada UNO disitu ada kami”. 12. KKN 69 Desa Puncu: Oca, Diana, Melyza, Ozan, dan semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu, kebersamaan satu bulan yang sangat indah dan berharga. 13. Teman-teman seperjuangan: Deden, Bibbob, Bambang, Bayu akhirnya dijawab dengan senyum lebar. 14. IKOM A ’09 terima kasih yang pernah jadi bagian juga dalam masa perkuliahan. Suatu karya sederhana ini masih jauh dari kata sempurna, penulis mohon maaf atas keterbatasan yang dimiliki untuk dapat tampil sempurna. Namun penulis senantiasa untuk berusaha menampilkan hasil yang terbaik. Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT tak pernah lelah untuk memberikan petunjuk di setiap langkah kita dalam berbuat kebajikan dan selalu memberikan lindungan-Nya. Amin. Wassalamualaikum wr,wb Malang, 15 Januari 2014 Riche Aryana DAFTAR ISI Kata Pengantar . i ABSTRAK . iii ABSTRACT . v Daftar Isi . vii Daftar Tabel . ix Lampiran . BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang . Rumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . 1 8 8 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. B. C. D. E. F. G. H. Media dan Politik . Media Massa dan Realitas . Fungsi dan Peran Media Massa . Politik dan Media Massa . Media Massa dan Korupsi . Teori Hirarki (Pengaruh Isi Media) . Analisis Wacana . Koran Harian Pagi Surya . 9 9 12 14 16 17 31 35 BAB III METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. Metode Penelitian . Waktu Penelitian . Ruang Lingkup Penelitian . Teknik Pengumpulan Data . Teknik Analisis Data . Tabel I Alat Bantu Analisa . 38 38 38 38 39 41 BAB IV DESKRPSI OBJEK PENELITIAN A. Sekilas tentang Anas Urbaningrum . B. Riwayat Anas Urbaningrum . 1. Riwayat Pendidikan . 2. Riwayat Training di HMI . 3. Pengalaman Organisasi . 42 42 42 43 43 C. Kiprah Anas Berjuang di Partai Politik . D. Gambaran Umum Harian Pagi Surya . 1. Sejarah Singkat Harian Pagi Surya . 2. Kompas Dalam Perkembangannya . 3. Tujuan Perusahaan . 4. Visi dan Misi . 5. Nilai-Nilai Dasar Surya Group . 6. Tugas dan Tanggung Jawab . 43 44 44 47 56 56 57 58 BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN I. Analisa Tekstual . 1) Struktur Makro . Tabel 2 Makro . Edisi 9 Februari 2013 . Analisis Struktur Tematik . Edisi 10 Februari 2013 . Analisis Struktur Tematik . Edisi 11 Februari 2013 . Analisis Strukur Tematik . Edisi 12 Februari 2013 . Analisis Struktur Tematik . Edisi 16 Februari 2013 . Analisis Struktur Tematik . Edisi 18 Februari 2013 . Analisis Struktur Tematik . Edisi 23 Februari 2013 . Analisisis Struktur Tematik . 2) Superstruktur . Tabel 3 Superstruktur . 3) Struktur Mikro. 1. Sematik . 2. Sintaksis . 3. Leksikon . 4. Retoris . Tabel 4 Rubrik Teks . Tabel 5 Retoris . II. Analisis Sosial . III. Teori Hirarki Pengaruh Isi Media Pada Kasus Korupsi Anas . 60 60 62 64 64 65 65 65 65 65 66 66 66 66 66 67 67 68 69 76 76 77 79 80 81 83 84 84 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan . B. Saran . DAFTAR PUSTAKA 95 97 Daftar Tabel A. B. C. D. E. Tabel 1. Alat Bantu Analisa . Tabel 2. Struktur Makro unsur tematik . Tabel 3. Super struktur . Tabel 4. Rubrik Teks . Tabel 5. Struktur Mikro Retoris . 49 70 77 89 91 DAFTAR PUSTAKA BUKU : Badara, Aris. 2012. Analisis Wacana Teori, Metode dan Penetapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Brown, Gillian dan George. 1996. Analisis Wacana. Jakarta: PT Gramedia Bungin, Burhan. 2010. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik. Jakarta: Raja Grafindo Persada Djuraid, Husnun.2006. Panduan Menulis Berita. Malang:UMM Pers Djuroto,Totok.2000. Manajemen Penerbitan Pers.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Eriyanto. 2006. Analisis Wacana. Yogyakarta Kriyantoro, Rahmat. 2010. Riset Komunikasi. Kencana: Jakarta Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi. Bandung : Remaja Rosda Karya. Purnomo, Bambang. 1983. Potensi Kejahatan di Indonesia. Jakarta: PT. Bina Aksara Sobur, Alex. 2001. (a) Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya Soetopo, B.1998. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surabaya:UNS Press Sumadiria, Haris 2006. Bahasa Jurnalistik: Simbiosa Rekatama Media NON BUKU : Koran Jawa Pos, edisi 23 Februari 2013 Admin kompas gramedia. 2013. History http://www.kompasgramedia.com/aboutkg/history di akses pada bulan bulan Maret pukul 22.09 Anonim. 2012. Korupsi dan pengertiannya. http://www.korupsi-dan-pengertiannya.html diakses pada bulan Maret 2013 pada pukul 10:17 Handika Suryo. 2013. Masa orde baru berbanding dengan masa reformasi. http://masa-orde-baru-berbanding-dengan-masa-reformasi-540701/ (diakses pada bulan april, pada pukul 11:07) Anonim. Wikipedia Anas Urbaningrum http://id.m.wikipedia.org/wiki/Anas_Urbaningrum diakses pada bulan april pada pukul 12.05 WIB Admin kompas.com. 2013. Anas mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat http://nasional.kompas.com/read/2013/02/23/14090477/Anas.Mundur.sebagai. Ketua.Umum.Partai.Demokrat diakses pada pukul 14.04 WIB Dwikisetiyawan.2013. http://dwikisetiyawan.wordpress.com diakses pada bulan mei 2013, pukul: 13.38 WIB Anonim.2013.teori pengaruh www.thekurangajar.wordpress.com diakses pada bulan mei 2013 Admin Liputan6.com. 2014. Korupsi2. http://m.liputan6.com/tag/korupsi/2 diakses pada 20 Januari 2014 pukul 10:58 admin suara merdeka. 2013. Peristiwa suara demokrat jeblok SBY diminta turun tangan. http:www.meddeka.com/peristiwa/suara demokrat-jeblok-sby-diminta-turuntangan (diakses pada 20 Januari 2014 pukul 11.41 WIB Suara Pembaruan. 2014. Majelis hakim tetap yakini Nazaruddin mengontrol permai group. http:www.suarapembaruan.com/home/majelis-hakim-tetap-yakini-nazaruddinmengontrol-permai-group diakses pada 20 Januari pukul 11:51 WIB Faiq Nuraini.2012. Pembaca Surya sampai AS http://jatim.tribunnews.com/2012/01/20/pembaca-surya -sampai-as diakses pada 23 Januari 2014 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Media massa merupakan salah satu hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Bagian yang tidak dapat terpisah inilah yang menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas. Media massa menjadi salah satu hal yang ditunggutunggu oleh public untuk memberikan sebuah berita terbaru dan realita. Dalam hal ini masyarakat juga sudah mengetahui mana yang akan mereka kosumsi sebagai berita yang akan mereka nikmati. Media memberitakan hal yang mereka anggap layak untuk masyarakat nilai secara sisi-sisi pemberitaannya. Dengan secara jeli media juga membuat pembaca untuk dapat bisa memahami apa yang menjadi bahan pembicaraan serta isu-isu yang berkembang didalamnya. Memberikan berita yang memilki pesan secara jelas juga yang menjadi daya tarik untuk publik memberikan sebuah tanggapan yang positif ataupun malah negatif. Di Indonesia sendiri, beragam media massa cetak seperti Harian Pagi Surya, Koran kompas, Jawapos, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Republika. Media inilah yang membantu bagaimana informasi tersebut dapat diinformasikan kepada khlayak seluasnya.Dalam pemberitaan tersebut, media juga memberikan penilaian dalam memberitakan kasus atau berita yang menjadi topik dalamnya. 1 Media sangat global dalam melakukan jenis pemberitaannya, salah satunya yang akhir-akhir ini banyak diberitakan yaitu kasus korupsi.Korupsi sudah semakin merajalela di Indonesai bahkan diduania. Banyak para politikus yang memanfaatkan jabatan sebagai bahan kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

Gratis