Makna ziarah sebagai media komunikasi transendental : (studi etnografi komunikasi mengenai ziarah di Pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang)

Gratis

9
44
155
2 years ago
Preview
Full text

PENDIDIKAN NON FORMAL BERSERTIFIKAT

 Table Manner di Hotel Banana Inn Hotel & SPA StiabudhiTahun 2009 Mentoring Agama Islam  Seminar Bedah Buku Komunikasi yang dilaksanakan di UNIKOM Study Tour Mata Kuliah Media Massa  Seminar Satu Jam Bersama si Cepot (Mata KuliahEkonomi) EPT Indonesia Universiti Of Computer English Department  Sminar Strategi Mendidik Anak dalam Era Globalisasi (GGM) &Pemuda Pelopor Pembangunan  Seminar “Road to Success of a Movie Maker”

PENGALAMAN ORGANISASI

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH

 PASKIBRA KECAMATAN WANAYASA TAHUN 2005 – 2008 SENIOR KEHORMATAN PMR SMA 1 WANAYASA TAHUN 2007 PANITIA PENGIBARAN BENDERA 17 AGUSTUS TAHUN 2008 PANITIA STUDY TOUR MEDIA HUMAS 7 MASSA UNIKOM TAHUN 2010 KETUA ACARA MARKETING HUMAS UNIKOM TAHUN 2010 KARANG TARUNA DESA PASANGGRAHAN  JUARA 1 TENIS MEJA JUARA 1 BOLA VOLI JUARA 2 PASKIBRA DALAM BIDANG PBB

MAKNA ZIARAH SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI TRANSENDENTAL

(Studi Etnografi Komunikasi Mengenai Ziarah di Pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang)SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi KehumasanOleh : Hadi Permana NIM. 41808985 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2013

KATA PENGANTAR

  A, selaku Dekan FakultasIlmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang telah mengizinkan peneliti untuk melakukan penelitian ini danmemberikan pengesahan penelitian ini sehingga dapat digunakan sebagai literatur bagi yang membutuhkan. Si, Selaku Ketua Program Studi IlmuKomunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Dosen Wali danDosen Pembimbing yang telah banyak membantu penulis saat melakukan kegiatan perkuliahan maupun saat mengurus berbagai perizinan dan yang telahbanyak sekali memberikan arahan, waktu dan tempat untuk membimbing penulis dari mulai bimbingan hingga penyusunan .

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide,gagasan)

  Kebudayaan adalah sistem dari konsep-konsep yang diwariskan dan diungkapkan dalam bentuk-bentuk simbolik melalui manamanusia berkomunikasi, mengekalkan dan memperkembangkan pengetahuan tentang kehidupan ini dan bersikap terhadapkehidupan ini.” (Alex Sobur, 2006 : 178)Kearifan terlahir dari nilai-nilai dan perilaku dalam tatanan kehidupan masyarakat dalam proses yang tidak singkat dankeberlangsungannya dimediakan secara turun temurun. Disini peneliti tertarik untuk dapat meneliti mengenai Makna Ziarah Sebagai Media Komunikasi Transendental (Studi Etnografi Komunikasi Mengenai Ziarah di Pemakaman Nangka BeuritKabupaten Subang) , dimana disini peneliti ingin memberikan penjelasan mengenai adanya suatu tradisi ziarah yang sering dilakukan oleh masyarakat sebagai budaya yang dijadikan tradisi komunikasitransendental bagi yang berkunjung ke pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini, peneliti dapat merumuskan masalah berdasarkan kerangka pemikiran sebelumnya, yakni :

1.2.1. Pertanyaan Makro

  Pertanyaan Mikro Pada penelitian ini, peneliti merinci secara jelas dan tegas dari fokus pada rumusan masalah yang masih bersifat umum dengansubfokus-subfokus terpilih dan dijadikannya sebagai Pertanyaan Mikro. Maksud Penelitian Adapun disini peneliti memiliki maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguraikan, mengenai Makna Ziarah Sebagai Media Komunikasi Transendental di Pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang .

1.4. Kegunaan Penelitian 1. Kegunaan Teoritis

Secara teoritis penulis berharap agar penelitian ini dapat menjadi bahan pengembangan ilmiah terutama bagi ilmu komunikasi khususnyamengenai makna ziarah sebagai media komunikasi transendental serta pengembangan ilmiah bagi ilmu sosial akan keberadaan budaya yangada dalam sosialitas kita, yang salah satu contoh nyatanya mengenai ziarah sebagai media komunikasi.

1.4.2. Kegunaan Praktis

  Dijadikan, sebagai literature bagi mahasiswa secara umum, dan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi secara khusus, terutama bagipara peneliti selanjutnya dengan kajian penelitian yang sama. c) Kegunaan untuk Masyarakat Dapat memberikan bahan masukan yang positif bagi masyarakat baik dari segi informasi ataupun dari segi evaluasi.

1.5. Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi ini terbagi dalam lima bab, dalam memberikan gambarakn secara sistematis, maka peneliti menyusun susuan skripsi kedalam lima bab, yaitu : 17

BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I peneliti menguraikan Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Pertanyaan makro, Pertanyaan mikro, Maksud dan Tujuan penelitian, Kegunaan penelitian, Lokasi dan waktu penelitian, Sistematika penulisan. I TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini peneliti mencoba meninjau permasalahan dari aspek

  Di bab ini peneliti menjelaskan hasil penelitian yang terdiri dari gambaran data yang didalamnyamengelompokkan data-data yang telah didapat oleh peneliti, dan menganalisa data dilakukan peneliti dengan memperoleh hasil wawancarapeneliti dengan informan dan key informan penelitian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab terakhir ini, peneliti menguraikan mengenai kesimpulan dan saran yang diperoleh peneliti dari keseluruhan hasil penelitian yang telah dilakukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1. Tinjauan Penelitian Sebelumnya 1. Tinjauan Penelitian

  Menurut beberapa teori bahwa persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah : (1) Untuk mendapatkan keselamatan, (2)Adanya tradisi yang ada di masyarakat (3) Menjadi ajang bisnis. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang diambl lewat sampel.

2.1.2. Tinjauan Tentang Komunikasi

2.1.2.1. Pengertian Komunikasi

  Ilmu komunikasi, apabila diaplikasikan secara benar akan mampu mencegah dan menghilangkan konflik antarpribadi,antarkelompok, antarsuku, antarbangsa, dan antarras, membina kesatuan dan persatuan umat manusia penghuni bumi. Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message), orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yang menerima pernyataan atau pesan disebut komunikan (communicate).

2.1.2.2. Unsur Komunikasi

  Laswell dalam bukuOnong Uchjana Effendy “Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi”, memberikan definisi atau pengertian komunikasi sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melaluimedia yang menimbulkan efek tertentu. With What Effect (dengan efek apa) : efek apa yang ditimbulkan oleh isi pesan atau informasi yang disampaikanoleh komunikator kepada komunikan.

2.1.2.3. Tujuan Komunikasi

  Adapun tujuan dari komunikasi itu sendiri menurut bukuOnong Uchjana Effendy yang berjudul “Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi”,yaitu : a. Mengubah perilaku (to change the behavior) d.

2.1.3 Tinjauan Tentang Etnografi Komunikasi .1. Sejarah Kajian Etnografi Komunikasi

  Secara makro kajian Etnografi komunikasi (ethnography of communication) merupakan pengembangan dari Etnografi berbicara (Ethnography of speaking), yang dikemukakan oleh Dell Hymes pada tahun 1962 (Ibrahim, 1994:5). Pengkajian Etnografi komunikasi ditujukan pada kajian peranan bahasa dalam perilaku komunikatif suatumasyarakat, yaitu mengenai cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda-bedakebudayaannya.

2.1.3.2. Definisi Etnografi

  Istilah Etnografi berasal dari kata ethno (bangsa) dan grafhy(menguraikan), jadi etnografi yang dimaksud adalah usaha untuk menguraikan kebudayaan atau aspek-aspek kebudayaan (Meleong,1990:13). Etnografi lazimnya bertujuan menguraikan suatu budaya secara menyeluruh, yakni semua aspek budaya, baik yang materialseperti artefak budaya (alat-alat, pakaian, bangunan, dan sebagainya) dan yang bersifat abstrak, seperti pengalaman,kepercayaan, norma dan sistem nilai kelompok yang diteliti.

2.1.3.3. Metode Etnografi Untuk Penelitian Komunikasi

  Metode Etnografi merupakan pendekatan empiris dan teoretis yang bertujuan mendapatkan deskripsi dan analisismendalam tentang kebudayaan berdasarkan penelitian lapangan(fieldwork) yang intensif. Berkenaan dengan perspektif emik, maka peneliti dalam mengumpulkan data akan berangkatdari pandangan masyarakat setempat, meski tanpa harus mengabaikan analisis ilmiah si peneliti sendiri, sedangkan orientasinonjudgemental merupakan orientasi yang mendorong peneliti mengadakan eksplorasi tanpa melakukan penilaian yang tidaksesuai dan tidak perlu.

2.1.4 Tinjauan Tentang Komunikasi Transendental .1. Pengertian Komunikasi Transendental

  Transendental secara bahasa dalam istilah filsafat berarti suatu yang tidak dapat diketahui, suatu pengalaman yang terbebasdari penomena namun berada dalam gugusan pengetahuan seseorang. Maka komunikasi transendental bisa diartikan peroses membagi ide, informasi, dan pesan dengan orang lain pada tempatdan waktu tertentu serta berhubungan erat dengan hal-hal yang bersifat transenden (metafisik dan pengalaman supranatural).

2.1.4.2. Hakikat Komunkasi Transendental

  Pernahkan Anda bersujud kepada Allah SWT di waktu shalat malam dan merasakan bahwa Allah SWT memberikanjawaban atas masalah yang dihadapi, apakah Anda pernah mengetahui dengan persis apa yang akan terjadi pada diri sahabatAnda padahal Anda sedang tak berada dekat dengannya? Membicarakan eksistensi Komunikasi Transendental sendiri merupakan penemuandari hasil interaksi manusia dan perenungan yang mendalam tentang penciptaanya.

2.1.5. Tinjauan Tentang Interaksi Simbolik 1. Sejarah Interaksi Simbolik

  Di Chicago inilah Mead sebagai seseorang yang memiliki pemikiran yang original dan membuat catatan kontribusi kepadailmu sosial dengan meluncurkan “the theoretical perspective” yang pada perkembangannya nanti menjadi cikal bakal “Teori InteraksiSimbolik”, dan sepanjang tahunnya, Mead dikenal sebagai ahli sosial psikologi untuk ilmu sosiologis. Pada tahap ini terlihat jelas perbedaan antara Mahzab Chicago dengan Mahzab Iowa, karena hasil kerja Kuhn dan teman- Mahzab Iowa baru dipelopori oleh Carl Couch, dimana pendekatan yang dilakukan mengenai suatu studi tentang interaksistruktur tingkah laku yang terkoordinir, dengan menggunakan sederetan peristiwa yang direkam dengan rekaman video (video tape).

2.1.6. Tinjauan Tentang Simbol

  Seperti apa yang dikatakan oleh Asa Berger dan dikutip dalam buku “Semiotika Komunikasi” yang ditulis oleh Alex Sobur, yaitu:“Simbol-simbol adalah kunci yang memungkinkan kita Jenis-jenis Simbol Dalam buku yang berjudul “Semiotika Komunikasi” yangditulis oleh Alex Sobur pada dasarnya simbol dapat dibedakan menjadi tiga jenis (Hartoko & Rahmanto, 1998 : 133), yaitu: 1. Di satusisi simbol, disatu sisi simbol terbentuk melalui dinamisasi interaksi sosial, merupakan realitas empiris, yang kemudian Oleh karena itu dalam suatu kebudayaan terdapat bermacam-macam sikap dan kesadaran dan juga bentuk-bentukpengetahuan yang berbeda-beda, maka disana juga terdapat“sistem-sistem kebudayaan” yang berbeda-beda untuk mewakili semua itu.

2.1.7. Tinjauan Tentang Kebudayaan 1. Pengertian Kebudayaan

  Kebudayaan adalah sistem dari konsep-konsep yang diwariskan dan diungkapkan dalam bentuk-bentuk simbolikmelalui mana manusia berkomunikasi, mengekalkan dan memperkembangkan pengetahuan tentang kehidupan inidan bersikap terhadap kehidupan ini.” (Alex Sobur, 2006 :178) 2.1.7.2. Selain itu teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-caramengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

a) Alat-Alat Produksi

  Alat-alat produksi yang dimaksud di sini adalah alat-alat untuk melaksanakan suatu pekerjaan mulai darialat-alat untuk melaksanakan suatu pekerjaan mulai dari alat sederhana seperti batu tumbuk untuk menumbukterigu, sampai agak kompleks seperti alat untuk menenun kain. Dari sudutfungsinya, alat-alat produksi itu dapat dibagi ke dalam alat potong, alat tusuk dan pembuat lubang, alat pukul, alatpenggiling, alat peraga, alat untuk membuat api, alat meniup api, tangga dan sebagainya, sedangkan dari sudutpandang lapangan pekerjaannya ada alat-alat rumah tangga, alat pengikal dan tenun, alat-alat pertanian, alat-alatpenangkap ikan, jerat perangkap dan sebagainya.

c) Wadah

  Wadah atau alat dan tempat untuk menimbun, memuat, dan menyimpan barang (container). Macam wadah yang paling banyak mendapat perhatian, terutama dari para ahli prehistori, adalah wadahyang dibuat dari tanah liat.

d) Alat-Alat Menyalakan Api

  Dipandang dari sudut tujuan konsumsinya, makanan dapat digolongkan ke dalam empat golongan, yaitu: (a)makanan dalam arti khusus (food), (b) minuman (beverages), (c) bumbu-bumbuan (spices), dan (d) bahan yang dipakai untuk kenikmatan saja seperti tembakau, f)Pakaian Pakaian dalam arti seluas-luasnya juga merupakan suatu benda kebudayaan yang sangat penting untuk hampirsemua suku bangsa di dunia. Ditinjau dari sudut fungsi dan pemakaiannya, pakaian itu dapat dibagi paling sedikit empat golongan,yaitu: (a) pakaian semata-mata sebagai alat untuk menahan pengaruh dari sekitaran alam, (b) pakaian sebagai lambangkeunggulan dan gengsi, (c) pakaian sebagai lambang yang dianggap suci, dan (d) pakaian sebagai perhiasan badan.

g) Tempat berlindung dan Perumahan

  Dipandang dari sudut pemakaiannya, tempat berlindung dapat dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu: (a)tadah angin, (b) tenda atau gubuk yang segera dapat dilepas, dibawa pindah, dan didirikan lagi, dan (c) rumahuntuk menetap. Dipandang dari sudut fungsi sosialnya, berbagai macam rumah yang tersebut terakhir dapat dibagike dalam (a) rumah tempat tinggal keluarga kecil, (b) rumah tempat tinggal keluarga besar, (c) rumah suci, (d)rumah pemujaan, (e) rumah tempat berkumpul umum, dan (f) rumah pertahanan.

h) Alat-Alat Transportasi

  Manusia selalu bersifat ingin bergerak, tidak hanya dalam zaman mobil, kereta api, dan jet sekarang ini, tetapijuga dalam zaman prehistori, ketika semua manusia di Alat-alat transportasi dalam kebudayaan manusia agak sukar dikelaskan menurut bahan mentahnya, tetapilebih praktis untuk membicarakan langsung menurut fungsinya. Berdasarakan fungsinya, alat-alat transportasiyang terpenting adalah (a) sepatu, (b) binatang, (c) alat seret, (d) kereta beroda, (e) rakit, dan (f) perahu.

2. Mata pencaharian hidup dan Sistem-sistem ekonomi

  Berbagai sistem tersebut di antaranya: a)Berburu dan Meramu Mata penceharian berburu (hunting) dan meramu (gathering) merupakan suatu mata pencarian manusia yang paling tua, tetapi pada masa sekarang sebagian umat manusia telah beralih ke mata pencarian lain, sehinggahanya kurang lebih dari 3.000 juta penduduk dunia sekarang, atau kira-kira 0,01% saja hidup dari berburu danmeramu. b)Beternak Beternak secara tradisional (pastoralism) sebagai suatu mata pencarian pokok yang dikerjakan dengan carabesar-besaran.

c) Bercocok tanam di ladang

  Manusiazaman purba yang kebetulan hidup di dekat sungai, danau, atau laut, telah memanfaatkan sumber alam yang pentingitu untuk keperluan hidupnya. Hal ini dapat dimengerti karena bercocok tanam di ladang sangat banyak memerlukan tanah bagi tiap- Sebaliknya, pada bercocok tanam menetap suatu keluarga dapat menggunakan satu bidang tanah terbatassecara tetap, karena kesuburan tanah dan dapat dijaga dengan irigasi, pengolahan tanah (pencangkulan ataupengolahan dengan bajak) dan dengan penumpukan.

3. Sistem Kemasyarakatan

  Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukummaupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dannegara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

4. Kesenian

  Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagaicorak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. Dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan keindahan itu dinikmati, maka ada dua lapanganbesar, yaitu: (a) seni rupa, atau kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga, dan (b) seni suara, atau kesenian yangdinikmati oleh manusia dengan telinga.

5. Sistem Pengetahuan

  Setiap sukubangsa di dunia biasanya mempunyai pengetahuan tentang: a)Alam sekitarnya b)Alam flora di daerah tempat tinggalnya c)Alam fauna di daerah tempat tinggalnya d)Zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannnyae) Tubuh manusia f)Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia, dan g)Ruang dan waktu 6. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasal dari bahasa Latinreligare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia.

2.1.8. Tinjauan Tentang Komunikator

2.1.8.1. Pengertian dan Karakteristik Komunikator

  Komunikasi sebagai proses berhubungan antar individu atau kelompok yang tak lepas dari komponen-komponen. Efek ini menyebabkan komunikator berpikir bahwa merekakompeten untuk memutuskan isi media dan mengetahui lebih baik apa yang seharusnyadilakukan untuk khakayak.

2.1.8.2. Syarat-syarat Komunkator

  c)Pengetahuan Komunikator Komunikator yang kaya akan pengetahuan dan menguasai secara mendalam apa yang akan disampaikanakan lebih mudah menyampaikan uraian-uraian yang mudah d)Sistem sosial Dalam hal ini ada dua macam sistem sosial, yaitu : Sebagai seorang komunikator yang baik, maka harus mampu memahami dan menguasai kedua macam bentuk sistem sosialini. Khalayak cenderung memerhatikan dan mengingat pesan dari sumber yang merekapercaya sebagai orang yang memiliki pengalaman dan atau pengetahuan yang luas.

2.1.8.3. Tugas Komunikator

  Belajar untuk berhenti bicarabukanlah persoalan yang mudah terutama bagi orang-orang yang merasa memiliki jabatan penting dan menganggaporang yang dihadapinya lebih rendah posisinya. Biarkan orang lain bicara dengan leluasaSebab apa yang dipikirkan dan juga dirasakan orang lain merupakan energi yang kuat untuk bekerja atauberhenti bekerja.

2.1.9. Tinjauan Tentang Ziarah 1. Sejarah Ziarah

  Dari pengertian hadits tersebut dapat dipahami secara umum larangan dan anjuran baik bagi laki-laki maupun perempuanbahkan bagi non muslim diperbolehkan dengan syarat tidak memberi salam dan tidak mendoakan, tetapi sekedar mengingatkandiri akan kematian. Ulama dan para ilmuan Islam, dengan berdasarkan Al-Quran dan Hadis-hadis, memperbolaehkan ziarah kubur dan menganggapnya sebagai perbuatan yang memeliki keutamaan,khususnya ziarah ke makam para Nai dan Orang-orang shaleh.

2.1.9.2. Pengertian Ziarah

  Secara istilah ziarah kubur juga merupakan suatuperbuatan melakukan kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam) dengan tujuan berkirim do’a. Adapun yang di maksud ziarah kubur pada penelitian ini adalah perbuatan melakukan ziarah sebagai media komunikasitransendental, yang didalamnya terdapat makam yang disucikan dan selalu dikunjungi oleh para peziarah.

2.1.9.3. Tata Cara Ziarah

  Di antara yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur adalah: 1. Seandainya saja uang yang dibelanjakan untukmembeli karangan bunga itu disedekahkan kepada orang- orang fakir miskin dengan niat untuk si mayit, niscaya akanbermanfaat untuknya dan untuk orang-orang fakir miskin yang justru sangat membutuhkan uluran bantuan tersebut.

2.1.9.4. Fungsi Ziarah

  Fungsi danFaidah yang bisa dipetik dan hasil yang akan didapatkan oleh orang yang berziarah kubur, antara lain :  Memberikan nasihat bagi dirinya.  Menjadikannya zuhud terhadap dunia dan tamak terhadap kebaikan hari akhirat.

2.1.9.5. Macam-macam Ziarah

Berdasarkan pemahaman para Ulama, ziarah di bagi menjadi dua macam yaitu :

1. Ziarah Kubur Syar’iyah

  Ziarah kubur yang disyari’atkan dalam Islam adalah berziarah ke kubur Muslimin,dan mengucapkan salam atasmereka, mendoakan untuk mereka agar dibrei ampunan dan maghfirah, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits.” Dan hendaklah kamu mengambil pelajaran (i’tibar) dengankeadaan meraka dahulunya bahwa mereka dulu begini dan begitu, mereka adalah Nabi-nabi, Wali-wali, Orang-orangkaya. Karena kehidupan di dunia ini adalah tipuan dan tidakkekal, sedangkan kita semua akan mati dan akan di kubur.

2.1.10. Tinjauan Tentang Pemakaman 1. Pengertian Pemakaman

2.1.11. Tinjauan Tentang Media 1. Pengertian Media

  Pengertian pemakamanan menurut Kamus Besar BahasaIndonesia Adalah : (1) tempat mengubur; pekuburan: -- yg baru itu terletak di daerah pinggir kota; (2) proses, cara, perbuatanmemakamkan; penguburan: hujan turun rintik-rintik ketika -- Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara ataupengantar. Para ahli di dalam memberikan batasan media berbeda-bedapendapat, tetapi arah dan tujuannya sama, yang tidak lepas dari kata medium.

2.1.11.2. Jenis-Jenis Media

  Media Komunikasi berupa Audio (Media KomunikasiAudio), yaitu suatu alat komunikasi yang dapat ditangkap melalui alat pendengaran. Media Komunikasi Audio Visual (Media KomunikasiVisual), yaitu media komunikasi yang dapat dilihat dan didengar.

2.1.11.3. Fungsi Media

  Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan olehCharles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dandaftar fungsi. Wright juga membedakan antara fungsipositif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).

2.2. Kerangka Pemikiran 1. Kerangka Teoritis

  Masyarakat (Society) adalah jejaring hubungan sosial yang diciptakan, dibangun, dan dikonstruksikan oleh tiap individuditengah masyarakat, dan tiap individu tersebut terlibat dalam perilaku yang mereka pilih secara aktif dan sukarela, yang padaakhirnya mengantarkan manusia dalam proses pengambilan peran di tengah masyarakatnya.”Mind, Self and Society” merupakankarya George Harbert Mead yang paling terkenal (Mead. Tema pertama pada interaksi simbok berfokus pada pentingnya membentuk makna bagi perilaku manusia, dimana dalam teori interaksisimbolik tidak bisa dilepaskan dari proses komunikasi, karena awalnya makna itu tidak ada artinya, sampai pada akhirnya di konstruksi secarainterpretif oleh individu melalui proses interaksi, untuk menciptakan makna yang dapat disepakati secara bersama.

2. Struktur sosial dihasilkan melalui interaksi sosial

  Simbol atau lambang adalah “Simbol-simbol adalah kunci yang memungkinkan kita untuk membuka pintu yang menutupi perasaan-perasaan ketidaksadarandan kepercayaan kita melalui penelitian yang mendalam. Beberapa hal yang mereka lakukan menjadi salah suatu makna akan adanya tradisi dan budaya mendoakansalah satu orang yang dianggap berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya, dengan melakukan ritual ziarah sebagai media transendentalyang didasari oleh suatu simbol-simbol dalam bentuk benda maupun cara berprilakunya.

3. Interpretasi

  Merujuk kepada upaya memberikan interpretasi atau penafsiran informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi,atas dasar interpretasi informasi ini adanya pemahaman, tindakan atau reaksi yang sama atas peristiwa-peristiwa yang terjadi. Tindakan tertutup Adapun tindakan tertutup yang merupakan tindakan yang timbul (feed back) dari tiap individu (pelaku ziarah) tidak dapatdilihat secara langsung, karena timbul dari dalam diri pelaku orang tersebut, seperti minat, pola pikir, dan perasaan.

2. Tindakan terbuka

Merupakan tindakan yang timbul (feed back) dari tiap individu (pelaku ziarah) dapat dilihat secara langsung, dengankata lain tindakan terbuka merupakan tindakan yang lebih jauh dari tindakan tertutup pelaku orang yang melakukan ziarah.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Tinjauan Tentang Makam Nangka Beurit

3.1.1.1. Sejarah Makam Nangka Beurit

  Arya Wangsa Goparana menurunkan lima orang putera yaitu Entol Wangsa Goparana, Wiratanudatar, Untuk menuju makam, setelah melalui gerbang masuk berbentuk gapura bentar yang berada di ujung kampung,kemudian melewati jalan setapak yang sudah diplester. Seluruh bangunan di kompleks makam ini merupakan bangunan baru yang pemugarannya dilaksanakanpada 25 Maret 1984 dan peresmiannya pada 27 Mei 1984.

1. Waktu itu beliau sudah memeluk Islam di Kerajaan Talaga, sementara orang tua beliau masih memeluk Budha / Hindu

  Walaupun beliau masih muda tapi sudah banyak pengikutnya, kepergiannya dari Kerajaan Talaga diikutioleh beberapa punggawa dan pejabat kerajaan yang lainnya. Arya Wangsa Goparana mengandung arti yaituArya ( suatu pangkat yang sama dengan Senopati ) Wangsa( keturunan )Goparana ( pemikul senjata ), jadi artinya adalah Senopati yang keturunan dari bangsawan atauksatria.

3.2. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian

  Kelompok budaya yang menjadi fokus tersebut bisa saja dalam scope yang kecil (sekumpulan individu), atau dalam skalayang lebih besar dan terkait dengan sekumpulan orang atau banyak orang yang saling berinteraksi sepanjang waktu, seperti sebuahkomunitas sosial dari kelompok pekerja. Holistically, etnograf berusaha untuk mendeskripsikan sedetail mungkin tentang sistem budaya yang ada dalam sebuah kelompoksosial yang hidup di masyarakat, baik itu tentang sejarah, ekonomi, lingkungan, politik dan fenomena lain yang terdapat dalam dinamikakeseharian kelompok tersebut.

3.2.2. Teknik Pengumpulan Data 1. Studi Pustaka

  Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topikatau masalah yang akan atau sedang diteliti. Skripsi Peneliti TerdahuluaDisini peneliti menggunakan studi pustaka dengan melihat hasil karya ilmiah para peneliti terdahulu, yang mana padadasarnya peneliti mengutip beberapa pendapat yang dibutuhkan oleh peneliti sebagai pendukung penelitian.

3.2.2.2. Studi Lapangan

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang membantu peneliti dalammelakukan penelitiannya sehingga peneliti mendapatkan suatu informasi tambahan yang mendukung penelitian ini, adapunmetode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti, yaitu :i. Wawancara mendalam (In-depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengancara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, denganatau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalamkehidupan sosial yang relatif lama.

3.2.3. Teknik Penentuan Informan 1. Informan Penelitian

  Informan atau lebih di kenal dengan narasumber, penelitian berjumlah orang yang memiliki informasi (data) banyak mengenaiobjek yang sedang diteliti, untuk dimintai informasi mengenai objek penelitian tersebut. Pertimbangantertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin diasebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/situasi sosial yang diteliti.” (Sugiyono, 2009:54) Adapun informan penelitian ini adalah 5 orang yang Tabel 3.2 Data Informan Penelitian No.

3.2.3.2. Informan Kunci (Key Informan)

  Untuk memperjelas dan memperkuat data yang lebih baik dalam informasi yang diperoleh. Data yang diperoleh pada umumnya adalah datakualitatif, sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada pola yang jelas.

4. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/verification):

  Tahapini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan interpretasi dari hasil wawancara dengan sejumlah informan yang dapatmengaburkan makna persoalan sebenarnya dari fokus penelitian. Tahapan-tahapan analisis data di atas merupakan bagian yang tidak saling terpisahkan, sehingga saling berhubungan antara tahap yang satudengan tahap yang lain.

3.2.5. Teknik Pengujian Keabsahan Data

  Uji keabsahan data ini diperlukan untuk menentukan valid atau tidaknya suatu temuan ataudata yang dilaporkan peneliti dengan apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan. Sehingga informasi yangdiperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan.(Sugiyono,2010:129) 3.3.

3.4.1. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama lima bulan yaitu pada bulan Oktober 2012 s/d Februari 2013. Situation in the cemetery Nangka symbolic pilgrimage BeuritSubang consisting of physical objects (objects) include objects used in performing the pilgrimage, such as clothing, perfumes, holy books, incense, coconut, flowers and mineral water while socialobjects (human behavior) include verbal behavior letters of reading the holy book Quran, tahlil and pray at the funeral of Jackfruit Beurit Subang 2.

1.1 Latar Belakang Masalah

  Makna komunikasi transendental biasa diartikan proses membagi ide, informasi dan pesan dengan orang lain pada tempat dan waktu tertentu sertaberhubungan erat dengan hal-hal yang bersifat transenden (metafisik dan pengalaman supranatural). Menyatakan hasil risetnya tentang ziarah kubur sebagai hal yang pernah dilakukan umat islam zaman dahulu dan memiliki kecenderungan dilakukan sampai saat ini oleh golongan Islam yang masih menyakini tentang wasiah atauperantara orang-orang suci (Esposito, 2001:196 )”.

1.2 Rumusan Masalah .1

  Berdasarkan masalah diatas maka didapat pertanyaan makro dalam penelitian ini. Yaitu sebagai berikut : “Bagaimana Makna Ziarah Sebagai Media Komunikasi Transendental di Pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang?” 1.2.2.

1. Bagaimana Situasi Simbolik Ziarah Sebagai Media Komunikasi

  Situasi simbolik Ziarah di pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang terdiri dari objek fisik (benda) meliputi benda yang digunakan dalam melakukan ziarah, seperti pakaian, wewangian, kitab suci, kemenyan, kelapa, bunga dan air mineral sedangkanobjek sosial (perilaku manusia) meliputi perilaku verbal berupa pembacaan surat-surat kitab suci Al- Quran, Tahlil dan Berdoa di pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang 2. Intrepretasi menjelaskan adanya respon bagi masyarakat yang melakukan ritual ziarah di pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang, dan di bagi kedalamdua tindakan yaitu, Tindakan Tertutup (Minat atau Motif dan Perasaan) dan Tindakan Terbuka yaitu tindakan yang lebih jauh daripada tindakan tertutup.

1.4.1 Situasi Simbolik Makna Ziarah Sebagai Media Komunikasi Transendental di

Pemakaman Nangka Beurit Kabupaten Subang, yaitu Situasi Simbolik Makna

Dokumen baru

Tags