Analisis Orientasi Pembelajaran Dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

Gratis

7
72
167
2 years ago
Preview
Full text

Tim Penguji

  Tim PengujiTrustorini Handayani, SE.,M. Si • Rizki Zulfikar, SE.,M.

PROGRAM KATALOG

NO POTENSI 2004 2005 2006 2007

  Orientasi pasar yang terus dilakukan seharusnya mampu memperluas pasar, Namun orientasi pasar yang dilakukan oleh UKM Sepatu Cibaduyut masihlemah, hal ini dikarenakan oleh program yang dilakukan UKM itu sendiri belum begitu maksimal, karena pihak UKM hanya menunggu reaksi para pembelimelalui program katalog yang diluncurkan oleh pihak UKM itu sendiri. Bagaimanaorientasi pasar orientasi pasarterhadap pada UKMkeunggulan sepatubersaing pada UKM Cibaduyutsepatu Cibaduyut Kecamatan Kecamatan BojongloaBojongloa Kidul Kidul Bandung Bandung baik secara simultan maupunparsial Menurut Lukas & Ferrell dalam Bagas Prakosa (2005;40), menyatakan bahwa orientasi pasar adalah suatu proses darimenghasilkan dan memberikan informasi untuk tujuan menciptakan superior value bagi konsumen.

KOORDINATOR ADMINISTRASI PERKATORANINFORMASI DAN PROMOSI

  PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PELAYANAN JASA TEKNIK INDUSRI SUMBER DAYA MESIN DAN MANUSIA PERALATAN PRODUKSI Aktivitas Unit Pengembangan Teknis IKM Persepatuan Cibaduyut adalah melakukan pembenahan, pembinaanbaik internal maupun eksternal serta membantu kelancaran pelayanan terhadap penguasaan industri kecilmenengah persepatuan Cibaduyut, sehingga diharapkan keterkaitan antara instalasi dan pengusaha memilikiinstensitas hubungan yang kuat serta terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan. Beberapa aspek yangmenjadi sasaran program kerja instalasi Cibaduyut tahun 2011 antara lain pembinaan dan peningkatanketerampilan serta keahlian pengusaha dibidang : 1.

1 B Std. Error

1. Pengaruh Variabel Orientasi Pembelajaran Dengan Keunggulan Bersaing Sevara Parsial Correlations

  Pembelajaran O. Bersaing Correlation1.000 .526 Significance (2-tailed) .

87 Hubungan antara orientasi pembelajaran dengan keunggulan bersaing ketika orientasi

  Koefisien korelasi bertanda positif menunjukkan hubungan simultan yang terjadi antara orientasi pembelajaran dan orientasi pasar dengan keunggulan bersaing adalah searah, dimana semakin baikorientasi pembelajaran dan orientasi pasar secara simultan akan diikuti oleh semakin besar pengaruhnya terhadap keunggulan bersaing. Jadi pada permasalahan yang sedang diteliti diketahuibahwa secara simultan kedua variabel bebas (orientasi pembelajaran dan orientasi pasar) memiliki hubungan yang kuat dengan keunggulan bersaing Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung.

1. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F) b ANOVA

  Bersaing Berdasarkan tabel output di atas, dapat dilihat nilai F hasil pengolahan datahitungsebesar 57,500 dan nilai ini menjadi statistik uji yang akan dibandingkan dengan nilai F dari tabel. Artinya dengan tingkat 1 1kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa orientasi pembelajaran dan orientasi pasar secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap keunggulanbersaing Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung.

1. Pengaruh Orientasi pembelajaran Terhadap Keunggulan bersaing a Coefficients

  Karena nilai t (7,245) lebih besar dari t (1,988) makahitung tabelpada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dengan tingkat 3 3kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa orientasi pasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keunggulan bersaing Industri Kecil Menengah Sepatu CibaduyutBandung. Meskipun keunggulan bersaing yang dimiliki Industri Kecil Menengah Sepatu CibaduyutBandung dinilai unggul, sebaiknya dalam meningkatkan keunggulan bersaing Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung dapat dilakukan dengan memaksimalkan pemasaraninteraktif atau secara online yaitu dengan menggunakan media internet seperti blogspot, Tweeter, facebook, kaskus dan lain-lain.

TERIMA KASIH

   Skala pengukuran Ordinal  Satu variabel yang digunakan sama yaitu keunggulan bersaing  Lokasipenelit ian pada Industri batik di Kota dan Kabupaten Pekalongan  Lokasipenelit ian pada UKMCibaduyut Bandung (2008) Perspektif, Penelitian dan Problematika implementasi orientasi pasar ditunjang oleh kemampuanmengidentifikasi dan memperluaskapabilitas unik. Ordinal Variabelyang digunakan orientasi pasar sama membahas mengenai oerientasi pasar menurut para ahli  Variabelyang digunakan hanya orientasi pasar hubungan orientasi pasar terhadap keungglan bersaing  Variebelyang digunakan ada 3 4 Joubert B Maramis (2008)Learning Orientation,Innovation and Performane Disempulkan bahwa orientasipembelajaran berpengaruhsignifikan terhadap inovasi dan inovasiberpengaruh signifikan terhadapkinerja.

NETTY FRISKA PANDIANGAN 21208009 PROGRAM STUDI MANAJEMEN

  Persaingan dunia bisnis yang semakin ketat, menyebabkan para pelaku IKM harus meningkatkan potensi yang dimilikiagar mampu unggul dalam bersaing, keadaan pasar yang kurang mendukung yang hanya mengandalkan kedatangan konsumen dengan penggunaan programkatalog. Hasil analisis menggunakan uji t dapat diketahui orientasi pembelajaran, dan orientasi pasar berpengaruhsignifikan terhadap keunggulan bersaing di IKM Sepatu Cibaduyut Kecamatan ABSTRACTThe analysis of Learningg Orientation and Market Orientation on Competitive Advantage of In Cibaduyut shoes industry medium smalldistrict of Bojongloa Kidul Bandung By : Netty Friska Pandiangan Supervisor : Dr.

14. Teman – teman kelas spesialisasi bisnis anggkatan 2008 yang heboh

  Peneliti berharap semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan berkat-Nya yang berlimpah kepada semua pihak yang telah terlibat dalampenyusunan usulan penelitian ini, atas segala doa, kebaikan, kesabaran, ketulusan dan keikhlasan serta dukungannya. Peneliti juga mengharapkan koreksi dan sarandari pembaca serta menerima masukan dan kritik tersebut dengan hati terbuka, sehingga di masa yang akan datang sripsi ini dapat menjadi bahan yang lebih baik,lebih menarik dan lebih bermanfaat lagi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.2 Saran-Saran ..................................................................................... 153 LAMPIRAN 5.1 Kesimpulan .....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Wawan Darmawan selakuKoordinator Sub Unit Pengembagan IKM Persepatuan Cibaduyut menyatakan bahwa selama ini bantuan kerja sama pemerintah terhadap IKM Cibaduyut ini telah berjalandengan baik, hal ini terbukti dengan adanya program pengembangan yang di terapkan oleh pemerintah dan bekerja sama dengan pihak lainnya yang terkait. Dengan keadaan yang seperti ini maka parapemilik bengkel sepatu ini akan sulit berkembang dan akan sulit bersaing pada Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pemilik IKM Sepatu diCibaduyut menyatakan bahwa mereka sangat sulit memprediksi tingkat kemauan konsumen karena sampai pada saat ini mereka hanya bersifat menunggu saja,maksudnya dalam hal ini mereka hanya fokus pada pemasaran produk yang hanya dituangkan kedalam suatu katalok.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

  Namun orientasi pasar yangdilakukan IKM Sepatu Cibaduyut masih lemah, hal ini dikarenakan oleh program yang dilakukan oleh IKM itu sendiri masih belum maksimal, karena pihak IKMhanya menunggu reaksi para pembeli melalui program katalog yang diluncurkan oleh pihak IKM itu sendiri. 1.2.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang diuraikan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1 Bagaimana orientasi pembelajaran pada IKM sepatu Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung.

1.3 Maksud Dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

1.3.2 Tujuan Penelitian

  Adapun maksud dari penelitian ini adalah agar penulis memperoleh pemahaman, memperoleh informasi dan menjelaskan gambaran mengenai bagaimanapengaruh orientasi pembelajaran, orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing pada seluruh IKM Sepatu di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung denganmengumpulkan data yang kemudian dianalisa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Untuk mengetahui pengaruh orientasi pembelajaran dan orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing pada IKM sepatu Cibaduyut KecamatanBojongloa Kidul Bandung baik secara simultan maupun parsial.

1.4 Kegunaan Hasil Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

  Kegunaan Bagi PenulisHasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan melalui penerapan ilmu dan teori yang telah diperoleh selama masa perkuliahan sertamembandingkannya dengan fakta dan kondisi realita yang terjadi di lapangan. Bagi PerusahaanSemiga dapat bermanfaat dalam merancang strategi agar pelaksanaan orientasi pembelajaran dan orientasi pasar dapat terlaksana dengan baik.

1.4.2 Kegunaan Akademis

  Bagi penulis lainnya, hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran bagi penulis lain yang membutuhkan informasi tentang analisa pengaru orientasipembelajaran dan orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing. Bagi penulis, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang manajemen bisnis terutama tentang orientasi pembelajaran, orientasi pasar dan keunggulanbersaing.

1.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian

  Lokasi dan pelaksanaan penelitian bertempat di Kelurahan CibaduyutKecamatan Bojongloa Kidul Bandung 40236. sedangkan waktu yang digunakan untuk penelitian ini adalah selama kurang lebih 6 bulan, yaitu daribulan Februari 2012 sampai dengan bulan Juli 2012.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

  Persaingan akansemakin berat dan ketat dan hal ini merupakan suatu kenyataan yang harus dijalani oleh setiap orang terutama orang-orang yang bergelut dalam bisnis. Perusahaanyang berorientasi pasar memiliki kekuatan jual yang lebih besar dengan orientasi penjualan dan produk berdasarkan tuntutan pelanggan, potongan harga, peluncuranulang, lebih banyak produk baru dan orientasi pasar memerlukan data yang lengkap dan sistematis hal ini di kemukakan oleh Ali Hasan (2009:14).

2.1.1 Orientasi Pembelajaran

  Menurut Gervin dalam Bagas Prakoso (2005;42-43), bahwa: orientasi pembelajaran merupakan sebagai suatu proses dimana organisasiatau perusahaan belajar untuk memiliki keahlian dalam menciptakan, mempelajari dan mentransfer pengetahuan serta sikap dari perusahaan untuk merefleksikan hasilbelajar dari perusahaan . Menurut Stata dalam Bagas Prakoso (2005;43) mengemukakan bahwa“orientasi pembelajaran merupakan suatu proses dimana individu-individu akan memperoleh pengetahuan serta wawasan baru yang selanjutnua akan memodifikasiperilaku dan tindakan mereka.

2.1.1.1 Tujuan Orientasi Pembelajaran

  Menurut Yusufhadi Miarso mengemukakan beberapa alasan mengapa saat ini diperlukan organisasi untuk melakukan orientasi belajar yaitu : 1. Pengembangan organisasi yang lebih berorientasi pada lingkungan internal dianggap tidak tepat lagi.

2.1.1.2 Media Orientasi Pembelajaran

  Menurut Rowntree dalam Nanang Hafiah dan Cucu Suhana (2009;61), mengelompokkan media pembelajaran tersiri dari beberapa yaitu sebagai berikut : 1. PictorialMedia ini di sajikan dalam berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata maupun symbol, bergerak atau tidak bergerak.

2.1.1.3 Strategi Orientasi Pembelajaran

  Dalam proses pembuatannya, jenis hubungan yang akan dibangun adalah satu topik kedudukannya lebih rendah terhadap topik lain. Misalnya yang terdapatdalam sebuah daftar isi buku, atau list proses yang berjalan tahap demi tahap.

2.1.1.4 Komponen Orientasi Pembelajaran

  Komitmen terhadap pembelajaran terkait dengan pembahasan Senge dalam BagasPrakoso (2005;43) mengenai prisip-prinsip pembelajaran, Tobin dalam BagasPrakoso (2005;43) tentang “berpikirberdasarkan fakta”, serta Galer dan Van DerHeijden dalam Bagas Prakoso (2005;43) meyakini bahwa “budaya yang sejalan dengan proses pembelajaran” merupakan suatu hal yang penting bagi kemampuanuntuk mengembangkan pemahaman terhadap lingkungannya dari waktu ke waktu. Dalam hal ini pemikiran yang terbuka dikaitkan dengan apa yang disebut dengan proses tidak belajar / unlearning hal ini dikemukakan oleh Nystrom dan Starbuckdalam Bagas Prakosa (2005:43).

2.1.2 Orientasi Pasar

Menurut Lukas &Ferrell dalam Bagas Prakosa (2005;40), bahwa “orientasi pasar merupakan suatu proses dari menghasilkan dan memberikan informasi untuktujuan menciptakan superior value bagi konsimen.” Sedangkan menurut Narver danSlater dalam Bagas Prakosa (2005;40) “orientasi pasar adalah suatu konsep orientasi Menurut Kohli et al dalam Deon Montasser (2007;2), “orientasi pasar merupakan serangkaian proses dan aktivitas untuk mendapatkan informasi. “ MenurutVarver & Slater dalam Fandy Tjiptono (2008;53) bahwa “orientasi pasar adalah merupakan sebagai budaya bisnis yang secara efektif dan efisien menciptakanperilaku karyawan sedemikian rupa sehingga menunjang upaya penciptaan nilai superior bagi para pelanggan”.

2.1.2.1 Manfaat Orientasi Pasar

  Menurut Ali Hasan (2009;115), suatu usaha atau bisnis yang berorientasi pasar memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai berikut: 1. Dapat membantu perusahaan dalam memproduksi produk atau jasa yang sesuai dengan yang dipersepsikan oleh pelanggan.

2.1.2.2 Tuntutan Orientasi Pasar

  Ali Hasan (2009;12) menjelaskan bahwa orientasi pasar adalah focus perencanaan strategis sebuah unit bisnis yang harus memenuhi beberapa tuntutanyaitu sebagai berikut : 1. Divisi dan fungsi melakukan koordinasi yang baik dan memiliki sense of commitment dalam melaksanakan kegiatan pemasaran.

2.1.2.5 Komponen Orientasi Pasar

  Pemahaman yang menyeluruh seperti ini menjadikanpenjual memahami siapa saja pelanggan potensialnya, baik pada masa saat ini maupun pada masa yang akan datang, apa yang diinginkan mereka saat ini danpada saat mendatang, serta apa yang dirasakan mereka pada saat ini maupun apa yang mungkin mereka rasakan disaat yang akan datang. Slater dan Narver dalam Bagas Prakosa (2005;41)mengemukakan kesulitan yang akan dihadapi oleh perusahaan yang hanya memusatkan perhatiannya pada pelanggan yang ada, selain kecenderunganbersikap reaktif dan hanya mempunyai focus jangka pendek, namun juga apa yang disebut “ tyranny of the served market” yang mencerminkan kecenderungan 2.

2.1.3 Keunggulan Bersaing

  Sementara menurut pendapat Styagraha(1994;14) yang menyatakan bahwa keunggulan bersaing adalah kemampuan suatu badan usaha (perusahaan) untuk member nilai lebih terhadap produknyadibandingkan para pesaingnya dan nilai tersebut memang mendatangkan manfaat bagi pelanggan. Sedangkan menurut Sensi Tribuana Dewi (2005;133), keunggulanbersaing diartikan sebagai strategi benefit dari perisahaan yang melakukan kerja sama untuk menciptakan keunggulan bersaing yang lebih efektif dalam pasarnya.

2.1.3.1 Elemen-Elemen Pembentuk Keunggulan Bersaing

  Potensi Keunggulan BersaingPotensi ini terdiri dari tiga kajian yaitu : keahlian yang dimiliki, sumberdaya yang dimiliki, dan system pengendaliannya. Kinerja yang dihasilkan atau performance outcomes Bagian ini pada intinya adalah perolehan yang di dapat dari sebuah bisnis jika memiliki sebuah keunggulan bersaing, kesetiaan pelanggan, kepuasan pelanggan, market share bertambah besar, tentunya akan diiring dengan keuntungan yang bertambah untuk perusahaan.

2.1.3.2 Model Keunggulan Bersaing

Agar setiap bisnis memiliki keunikan daya saing tertentu, perusahaan perlu membentuk model yang diinginkan sebagai upaya menciptakan kesinambunggandaya saing perusahaan seperti yang tertera pada gambar berikut ini : Sumber KEAHLIAN

KEAHLIANTENTANG PRODUKSI

PASAR POSISI PERSAINGAN

BIAYA RELATIF

NILAI YANG RENDAH

DI PASAR DIPERSEPSIKANKinerja Kepuasan pelanggan Loyalitas pelanggan Pangsa pasarKeuntungan Sumber : Klaus Grenert dalam Ali Hasan (2009:105) Gambar 2.4 Model Keunggulan Bersaing

2.1.3.3 Strategi Dalam Keunggulan Bersaing

  Beberapa strategi yang sering dianggap popular dan cukup memadai dalam menciptakan keunggulan bersaing David Craven dalam Ali Hasan (2009;105), yaitu : 1. Overall cost leadership :market share tinggi, unggul dalam akses raw materials, kelengkapan pabrikasi yang bagus, tidak selalu berasosiasi dengan harga yang rendah.

2.1.3.4 Nilai Rantai Keunggulan Bersaing

  sejumlah persepsi nilai bagi pelanggan yang akan saling berkaitan dari supplier sampai pada pelanggan. nformasi mengenai persepsi nilai dapat berfungsi lebih baik atau menjadi lebih buruk.

2.1.3.5 Komponen Keunggulan Bersaing

  Pengukuran keunggulan bersaing dalam penelitian Day dan Wensley dalamBagas Prakosa (2005;40), yang menyatakan ada dua pijakan dalam menciptakan keunggulan bersaing, pertama adalah keunggulan sumber daya yang terdiri darikeunggulan keahlian dan keunggulan dalam bahan baku, lalu yang kedua adalah keunggulan posisi yang terdiri dari keunggulan biaya relative rendah dan keunggulannilai bagi pelanggan. 4 Joubert B Maramis(2008) Learning Skala Ordinal Variabel yangdigunakan orientasi pasarsama Hanyamembahas mengenaioerientasi pasar menurut paraahli Variabel yangdigunakan hanya orientasipasar Membahashubungan orientasipasar terhadapkeungglan bersaingVariebel yangdigunakan ada 3 Keberhasilan implementasiorientasi pasar ditunjang olehkemampuan mengidentifikasidan memperluas kapabilitas unik.

8 Suparyadi Membangun

IKGMT kurang Lingkup Lokasi Lokasi(2003) Keunggulan efisiensi serta penelitian penelitian pada penelitian Bersaing produknya sama pada Industri kecil pada UKMIndustri Kecil kurang baik usaha kecil gula merah tebu SepatuGula Merah Respondennya Tempat CibaduyutTebu sama penelitian Tempat(IKGMT) :berada di penelitian Variabelnya Kiat BersaingKabupaten berada di sama yaitudiPasarEkspo Kediri Kecamatan keunggulanBojongloa bersaingKidul Bnadung

2.2 Kerangka Pemikiran

  Menurut Day dan Wensley dalam Bagas Prakosa (2005;40), yang menyatakan bahwa Pengukuran keunggulan bersaing dalam penelitian ada dua pijakan dalammenciptakan keunggulan bersaing, pertama adalah keunggulan sumber daya yang terdiri dari keunggulan keahlian dan keunggulan dalam bahan baku, lalu yang keduaadalah keunggulan posisi yang terdiri dari keunggulan biaya relative rendah dan keunggulan nilai bagi pelanggan. Dalam hal ini telah dijelaskan bahwa orientasi pembelajaran dan orientasi pasar sangat berpengaruh terhadap keunggulan bersaing 2.2.2 Keterkaitan orientasi pembelajaran terhadap Keunggulan bersaing Lee and Tsai (2005), menyatakan bahwa orientasi pembelajaran merupakan hal yang penting karena memberi dampak secara langsung pada keunggulan bersaing,sehingga orientasi pembelajaran mendapat prioritas yang tinggi dalam praktek manajemen.

2.2.3 Keterkaitan orientasi pasar terhadap Keunggulan bersaing

  Menurut Kohli et al (1993:22) menyatakan bahwa Serangkaian proses dan aktivitas untuk mendapatkan informasi pasar dikenal dengan nama orientasi pasar,aspek yang perlu mendapat penekanan dalam orientasi pasar yaitu meliputi informasi tentang pelanggan dan pesaing. Sehingga bagi perusahaan yang memilikikelengkapan informasi tentang pelanggan dan pesaing, Setidaknya mereka memiliki ide-ide terbaru untuk menciptakan produk dan layanan terbaru sehingga mampu lebihunggul dalam persaingan.

KEUNGGULAN BERSAING

Keunggulan Sumber Daya ORIENTASI PASAROrientasi Pelanggan Orientasi PesaingKoordinasi Interfungsional Gambar 2.7 Paradigma Penelitian Analisis Orientasi Pembelajaran dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

2.3 Hipotesis

  Menurut Sugiono dalam bukunya Penelitian Bisnis (2008:221) menyatakan bahwa:“Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.” Dari pendapat diatas, dapat dikatakan bahwa penelitian sebagai dugaan sementara Terdapat pengaruh orientasi pembelajaran dan orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing pada IKM Sepatu di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa KidulBandung. Sub Hipotesis :  Terdapat pengaruh orientasi pembelajaran terhadap keunggulan bersaing pada IKM Sepatu di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Perusahaan

  Industri Kecil Menengah (IKM) Sepatu Cibaduyut Kecamatan BojongloaKidul Bandung merupakan unit usaha yang bergerak dibidang industri , supplier dan perdagangan umum yang memproduksi sepatu, sandal, tas, tali pinggang, dan lain-lain. Dengan semakin berkembangnya pemesanan maka parapemulai bisnis kecil ini mulai merekrut pekerja yang berasal dari warga sekitar, sehingga keterampilan dalam membuat alas kaki ini menyebar dan ditularkan dalamlingkungan keluarga dan warga masyarakat sekitar.

4.1.2 Struktur Organisasi Peruhaan

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap gambar 4.1 dibawah ini :

STRUKTUR ORGANISASI UNIT PENGEMBANGAN TEKNIS IKM PERSEPATUAN CIBADUYUT

KOORDINATOR ADMINISTRASI PERKATORAN INFORMASI DAN PROMOSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGEMBANGAN SUMBER PELAYANAN JASA MESIN INDUSRI DAYA MANUSIA DAN PERALATAN PRODUKSISumber : Profil Alas Kaki Cibaduyut Gambar 4.1 Struktur Organisasi Unit Pengembangan Teknis IKM Persepatuan Cibaduyut

4.1.3 Job Descrition

  Pada Unit Pengembangan Teknis IKM Persepatuan Cibaduyut dijabarkan job description untuk mengetahui wewenang, tugas pokok, dan tanggung jawab masing-masing jabatan, yaitu sebagai berikut : 1. Informasi dan Promosi Perkantoran Unit Pengembangan Teknis IKMPersepatuan Cibaduyut Memberikan dukungan kepada koordinator UnitPengembangan Teknis IKM Persepatuan Cibaduyut, yaitu : a) Melaksanakan administrasi perkantoran dan kepegawaian b) Melaksanakan kearsipan c) Melaksanakan pelaporan d) Pelayanan Informasi Publik 4.

4.1.4 Aktivitas Perusahaan

  Aktivitas Unit Pengembangan Teknis IKM Persepatuan Cibaduyut adalah melakukan pembenahan, pembinaan baik internal maupun eksternal serta membantukelancaran pelayanan terhadap penguasaan industri kecil menengah persepatuanCibaduyut, sehingga diharapkan keterkaitan antara instalasi dan pengusaha memiliki instensitas hubungan yang kuat serta terciptanya kerja sama yang salingmenguntungkan. Beberapa aspek yang menjadi sasaran program kerja instalasiCibaduyut tahun 2011 antara lain pembinaan dan peningkatan keterampilan serta keahlian pengusaha dibidang : 1.

4.2 Kareteristik Responden

  Hal ini dikarenakan oleh keinginan orang yang telah menikah untukmemiliki usaha sendiri lebih banyak banyak dibandingkan dengan yang belum menikah. Hal ini dikarenakan Cibaduyut bukan merupakan kota besar, namun hanya merupakan Kabupaten Bandung yang rata-rata penduduknya berprofesi sebagaipengrajin sepatu, pegawai swasta, pedagang.

4.3 Analisis Deskriftif

Penelitian ini dilakukan pada produk sepatu Industri Kecil Menengah SepatuCibaduyut Bandung, dengan responden penelitiannya adalah para pengusaha yang terdapat dikawasan Cibaduyut Bandung.

4.3.1 Deskriftif Orientasi Pembelajaran Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

Variabel orientasi pembelajaran diukur menggunakan 3 (tiga) indikator yakni indikator komitmen terhadap proses pembelajaran, keterbukaaan pemikiran, visibersama dengan 6 item pernyataan diajukan secara keseluruhan. Untuk mengetahui gambaran empiris secara menyeluruh tentang orientasi pembelajaran pada IndustriKecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung maka dilakukan perhitungan persentase Tabel 4.5 Persentase Skor Jawaban Responden Mengenai Orientasi Pembelajaran Skor Skor % SkorIndikator Aktual Ideal AktualKomitmen terhadap proses pembelajaran 663 900 73,67Keterbukaan pemikiran 703 900 78,11Visi bersama 679 900 75,44 TOTAL 2045 2700 75,74 (Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012)Selanjutnya persentase total skor jawaban responden pada tabel di atas tersebut di interpretasikan ke dalam tabel skala penafsiran persentase skor jawaban respondenyang disajikan pada gambar sebagai berikut:75,74Sangat Buruk Buruk Kurang Baik Sangat Baik 20 36 52 68 84 100 Gambar 4.2 Skala Penafsiran Persentase Skor Variabel Orientasi Pembelajaran Gambar diatas memperlihatkan bahwa hasil perhitungan persentase total skor dari variabel orientasi pembelajaran sebesar 75,74 berada di antara interval 68

1. Komitmen Terhadap Proses Pembelajaran

  Untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan maka skor aktual dibagi skor ideal dikali 100% sehingga didapatnilai 73,66% . Maka dapat disimpulkan bahwa komitmen terhadap proses pembelajaran pada IKM SepatuCibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

2. Keterbukaan Pemikiran

  Keterbukaan pemikiran para pengusaha Industri Kecil Menengah SepatuCibaduyut Bandung diukur menggunakan 2 item pernyataan. Untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan maka skor aktual dibagi skor ideal dikali 100% sehingga didapatnilai 78,11% .

3. Visi Bersama

Visi para pengusaha Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung diukur menggunakan 2 item pernyataan. Berikut distribusi tanggapan respondenterhadap setiap item pernyataan pada indikator visi bersama yaitu sebagai berikut: Tabel 4.16 Kekompakan dalam mencapai visi bersama Kategori Frekuensi % Sangat kompak 19 21,11Kompak 51 56,67 Cukup kompak 15 16,67Kurang kompak 5 5,56 Tidak kompak0,00 Jumlah 90 100Sumber: data primer yang telah diolahBerdasarkan tabel diatas, mayoritas tanggapan responden menyatakan bahwa Kekompakan dalam mencapai visibersama adalah Kompak ( 56,67% )karena dengan kompak dalam bekerja akan semakin meningkatkan rasa solidaritas yang tinggi antaramasing-masin individu sehingga efisien. Tabel 4.17 Keterbukaan antar semua pihak dalam usaha Kategori Frekuensi % Sangat tebuka 20 22,22Terbuka 29 32,22 Cukup tebuka 29 32,22Kurang tebuka 20 11,11 Tidak tebuka 2 2,22Jumlah 90 100 Sumber: data primer yang telah diolahBerdasarkan tabel diatas, mayoritas tanggapan responden menyatakan bahwa Tabel 4.18 Skor tanggapan pengusaha terhadap visi bersama No Indikator Skor 1 Kekompakan dalam mencapai visi bersama 354 2 Keterbukaan antar semua pihak dalam usaha 325679 TOTAL Tabel 4.19 Skor tanggapan pengusaha terhadap visi bersamaSkor/Total Skor dalam % 679 Tabel 4.20Pengkategorian Skor Jawaban Krikteria Interval Tingkat Intensitas20% - < 36% Sangat Tidak baik 36% - < 52% Tidak Baik52% - < 68% Cukup Baik68% - < 84% Baik84% - < 100% Sangat Baik Berdasarkan hasil secara keseluruhan dari jawaban responden didapat nilai skor aktual sebesar 679, dengan pernyataan sebanyak 2 item, 90 responden dan skortertinggi 5 maka didapat nilai skor ideal sebesar 900. Untuk menarik kesimpulan

4.3.2 Deskriftif Orientasi Pasar Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

  Orientasi pasar diukur menggunakan 3 (tiga) indikator dan dioperasionalisasikan menjadi 11 item pernyataan. Untuk mengetahui gambaranempirik secara menyeluruh tentang orientasi pasar pada Industri Kecil MenengahSepatu Cibaduyut Bandung maka dilakukan perhitungan persentase skor jawaban responden pada setiap item pernyataan.

1. Orientasi Pelanggan

  Tabel 4.23 Tingkat layanan purna jual Kategori Frekuensi % Sangat baik 21 23,33Baik 55 61,11 Cukup baik 11 12,22Kurang baik 3 4,44 Tidak baik0,00 Jumlah 90 100Sumber: data primer yang telah diolahBerdasarkan tabel diatas, mayoritas tanggapan responden menyatakan bahwa tingkat layanan purna jual adalah baik ( 61,11%) karena dengan tingkat layanan purnajual yang baik akan lebih meningkatkan mutu pelayanan usaha. Maka dapat disimpulkan bahwa orientasi pelanggan pada IKM Sepatu Cibaduyut KecamatanBojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

2. Orientasi Pesaing

  Orientasi pesaing para pengusaha Industri Kecil Menengah Sepatu CibaduyutBandung diukur menggunakan 2 item pernyataan. Berikut distribusi tanggapan responden terhadap setiap item pernyataan pada indikator orientasi pesaing.

3. Koordinasi Interfungsional

  Tabel 4.36 Frepensi dalam melakukan koordinasi Kategori Frekuensi % Sangat baik 23 25,56Baik 52 57,78 Cukup baik 12 13,33Kurang baik 3 3,33 Tidak baik0,00 Jumlah 90 100Sumber: data primer yang telah diolah Berdasarkan tabel diatas, mayoritas tanggapan responden menyatakan bahwa mereka dalam melakukan koordinasi adalah baik dengan persentase sebesar 57,78%karena dengan melakukan koordinasi akan menetahui pencapaian yang mereka dapat dalam berbagai kurun waktu. Maka dapat disimpulkan bahwa koordinasi interfungsional pada IKM Sepatu CibaduyutKecamatan Bojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

4.3.3 Deskriftif Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung

Keunggulan bersaing Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung akan terungkap melalui jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang Tabel 4.42 Persentase Skor Jawaban Responden Mengenai Keunggulan Bersaing Skor Skor % SkorIndikator Aktual Ideal AktualKeunggulan sumber daya 1037 1350 76,81Keunggulan bahan baku 1056 1350 78,22Keunggulan posisi 730 900 81,11Keunggulan biaya 329 450 73,11Keunggulan nilai pelanggan 691 900 76,78 TOTAL 3843 4950 77,64 (Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012)Selanjutnya persentase total skor jawaban responden pada tabel di atas tersebut di interpretasikan ke dalam tabel skala penafsiran persentase skor jawaban respondenyang disajikan pada gambar sebagai berikut:77,64Sangat Rendah Rendah Kurang Tinggi Sangat Tinggi 20 36 52 68 84 100 Gambar 4.4 Skala Penafsiran Persentase Skor Variabel Keunggulan Bersaing

1. Keunggulan Sumber Daya

  Keunggulan sumber daya Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung diukur menggunakan 3 item pernyataan. Maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan sumber daya pada IKM Sepatu CibaduyutKecamatan Bojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

2. Keunggulan Bahan Baku

  Keunggulan bahan baku Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung diukur menggunakan 3 item pernyataan. Maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan bahan baku pada IKM Sepatu CibaduyutKecamatan Bojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

3. Keunggulan Posisi

  Keunggulan posisi Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung diukur menggunakan 2 item pernyataan. Tabel 4.55 Penempatan Toko pada benak konsumen Kategori Frekuensi % Sangat tepat 26 28,89Tepat 43 47,78 Cukup tepat 19 21,11Kurang tepat 2 2,22 Tidak tepat 0,00Jumlah 90 100 Sumber: data primer yang telah diolahBerdasarkan tabel diatas, mayoritas tanggapan responden menyatakan bahwa penempatan toko pada benak konsumen adalah tepat ( 47,78%) karena denganpenempatan toko pada benak konsumen dengan tepat akan semakin membuat konsumen loyat terhadap kita.

4. Keunggulan Biaya

  Keunggulan biaya Industri Kecil Menengah Sepatu Cibaduyut Bandung diukur hanya menggunakan 1 item pernyataan. Maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan biaya pada IKM Sepatu Cibaduyut KecamatanBojongloa Kidul Bandung dinilai baik.

5. Keunggulan Nilai Pelanggan

  Keunggulan nilai pelanggan Industri Kecil Menengah Sepatu CibaduyutBandung diukur menggunakan 2 butir pernyataan. Berikut distribusi tanggapan responden terhadap setiap butir pernyataan pada indikator keunggulan nilai pelanggan.

4.4 Analisis Verifikatif

4.4.1 Pengaruh Orientasi Pembelajaran dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu di Cibaduyut Kecamatan BojongloaKidul Bandung Untuk melihat apakah orientasi pembelajaran dan orientasi pasar secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keunggulan bersaing pada IKM Sepatu diCibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung, maka dilakukan analisis regresi linier berganda.

4.4.1.1 Hasil Uji Asumsi Klasik

  Sebelum hasil analisis regresi diuji dan dianalisa lebih lanjut, ada beberapa asumsi yang harus diuji guna mengetahui apakah kesimpulan dari regressi tersebuttidak biasa, diantaranya adalah uji normlitas, uji multikolinieritas (untuk regressi linear berganda), dan uji heteroskedastisitas. Pada penelitian ketiga asumsi yang disebutkandiatas tersebut harus diuji karena variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini lebih dari satu.

1) Hasil Pengujian Asumsi Normalitas

  Normalitas merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regressi, apabila model regressi tidakberdistribusi normal maka kesimpulan dari uji F dan uji t masih meragukan, karena Tabel 4.69 Hasil Pengujian Asumsi Normalitas Pada tabel 4.23 dapat dilihat nilai probabilitas (signifikansi) yang diperoleh dari uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,979. Bersaing0.6 0.8 Probed Cum0.4 Expect0.00.20.00.2 Observed Cum Prob0.40.60.81.0 Gambar 4.5 Grafik normalitas Grafik diatas mempertegas bahwa model regressi yang diperoleh berdisitribusi normal, dimana titik-titik nilai residual masing-masing perusahaan menyebar disekitargaris diagonal.

2) Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas

  Heteroskedastisitas merupakan indikasi bahwa varian antar residual tidak homogen yang mengakibatkan nilai taksiran yang diperoleh tidak lagi efisien. (2-tailed).065 N 90 Berdasarkan hasil olahan seperti yang dapat dilihat pada tabel 4.24 diatas memberikan suatu indikasi bahwa residual (error) yang muncul dari persamaan regresi mempunyai varians yang sama (tidak terjadi heteroskedastisitas), hal ini ditunjukkanoleh nilai signifikansi dari koefisien korelasi masing-masing variabel bebas dengan nilai absolut error (0,286 dan 0,065) masih lebih besar dari 0,05.

3) Pengujian Asumsi Multikolinieritas

  Jika terdapat Multikolinieritas makakoefisien regresi menjadi tidak tentu, tingkat kesalahannya menjadi sangat besar dan biasanya ditandai dengan nilai koefisien determinasi yang sangat besar tetapi padapengujian parsial koefisien regresi, tidak ada ataupun kalau ada sangat sedikit sekali koefisien regresi yang signifikan. Bersaing Berdasarkan nilai VIF yang diperoleh seperti terlihat pada tabel 4.25 diatas menunjukkan tidak ada korelasi yang cukup kuat antara sesama variabel bebas, karenanilai VIF dari kedua variabel bebas masih lebih kecil dari 10 dan dapat disimpulkan tidak terdapat multikolinieritas diantara kedua variabel bebas.

4.4.1 Keterkaitan antara Orientasi Pembelajaran dengan Orientasi pasar 1. Persamaan Regressi Linier Berganda

  Pada bagian ini akan diestimasi koefisien regressi pengaruh orientasi pembelajaran dan orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing menggunakan regressilinear berganda. Persamaan regresi linier berganda yang akan dibentuk adalah:ˆY = a + b + X b X 1 1 2 2 ˆY = nilai taksiran untuk variabel keunggulan bersaing a = konstanta 1 = orientasi pembelajaran X 2 = orientasi pasar Dengan menggunakan software SPSS, diperoleh hasil analisis regresi linier berganda sebagai berikut: Tabel 4.72 Koefisien Regressi Linear Berganda aCoefficients Uns tandardized Standardized Coefficients CoefficientsModel B Std.

2. Analisis Korelasi

  Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier di antara variabel bebas dan variabel terikat. Berikut akan diuraikan analisis korelasi baikkorelasi parsial maupun korelasi berganda.

4.4.2 Pengaruh Variabel Orientasi Pembelajaran (X 1 ) Dengan Keunggulan Bersaing (Y) Sevara Parsial

  Pembelajaran Correlation .526 1.000Significance (2-tailed) .000 .df 87 Hubungan antara orientasi pembelajaran dengan keunggulan bersaing ketika orientasi pasar tidak berubah adalah sebesar 0,526 dengan arah positif. Artinya orientasi pembelajaran memiliki hubungan yang cukup kuat dengan keunggulan 2 Cibaduyut Bandung ketika orientasi pasar tidak berubah adalah (0,526) 100% = 27,7%.

4.4.3 Pengaruh Variabel Orientasi Pasar (X 2 ) Dengan Keunggulan Bersaing (Y) Secara Parsial

  Koefisien korelasi antara orientasi pasar dengan keunggulan bersaing ketika orientasi pembelajaran tidak berubah dapat dilihat pada tabel berikut. Pas ar Correlation .613 1.000Significance (2-tailed) .000 .df 87 Hubungan antara orientasi pasar dengan keunggulan bersaing ketika orientasi pembelajaran tidak berubah adalah sebesar 0,613 dengan arah positif.

Dokumen baru

Download (167 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan pada UMKM
11
80
78
Pengaruh Orientasi Pasar Dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Perusahaan Industri Makanan Ringan Mekar Jaya Bandung
1
15
1
Pengaruh Orientasi Pembelajaran dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Keunggulan Bersaing (Survei pada Sentra Boneka di Kopo Sayati Bandung)
0
2
1
Pengaruh Perilaku Kewirausahaan dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Sentra Industri Kaos Suci, Bandung
0
11
1
Analisis Orientasi Pembelajaran Dan Orientasi Pasar Terhadap Keunggulan Bersaing Pada IKM Sepatu Di Cibaduyut Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung
7
72
167
Pengaruh Orientasi Pasar dan Inovasi Bisnis terhadap Keunggulan Bersaing (Survey Pada Sentra UKM kaos di kawasan Suci Bandung)
1
14
55
Pengaruh Orientasi Pasar Dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Sentra Pusat UKM Boneka Kain Di Sukamulya Bandung
1
7
1
Pengaruh Orientasi Pembelajaran Dan Kemampuan Produksi Terhadap Strategi Bisnis (survey Pada Sentra Industri Sepatu Cibaduyut di Bandung)
0
4
15
Pengaruh Inovasi Produk dan Orientasi Pasar Terhadap keunggulan Bersaing ( Survey pada UKM Batik Deden Tasikmalaya)
0
2
1
Pengaruh Orientasi Pasar Dan Orientasi Pembelajaran Terhadap Keunggulan Bersaing (survei Pada Sentra UKM Topi Margaasih Bandung)
1
15
1
Pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Perusahaan (Survey Pada Sentra UKM Sepatu Cibaduyut Bandung)
0
12
1
Pengaruh Orientasi Pasar Dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Di Sentra Sepatu Cibaduyut
2
7
1
Menciptakan Keunggulan Bersaing Melalui Strategi Resource Based View dan Orientasi Kewirausahaan pada Sentra Industri Boneka Sukamulya Di Kota Bandung
0
4
1
Pengaruh Orientasi Pasar dan Inovasi Produk Terhadap Keunggulan Bersaing untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Pada UMKM Pengrajin Anyaman Pandan Rajapolah Tasikmalaya
48
433
118
Pengaruh Kompetensi Wirausaha Dan Orientasi Pasar Terhadap Kinerja Bisnis Sentra UKM Sepatu Cibaduyut
5
43
147
Show more