PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN

Gratis

1
7
67
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013) (Skripsi) Oleh ACHMAD FAUZI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 Achmad Fauzi ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP 5 Natar Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2012/2013) Oleh ACHMAD FAUZI Hasil wawancara dan observasi di SMP Negeri 5 Natar terhadap siswa kelas VIII hasil belajar biologi pada materi pokok Sistem Pencernaan masih rendah, yaitu 57,0 di bawah standar ketuntasan belajar minimal di sekolah tersebut 68,0. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran disajikan dengan metode ceramah dan hanya menggunakan bahan ajar LKS. Sehingga perlu variasi bahan ajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu alternatif bahan ajar yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet dengan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok sistem pencernaan. Desain penelitian ini adalah pre-test post-test non equivalen, dengan menggunakan teknik sampling menggunakan cluster random sampling, terpilih kelas VIIIa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIb sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil belajar siswa dan data ii Achmad Fauzi kualitatif diperoleh data aktivitas dan data kemenarikan bahan ajar leaflet. Pengambilan data hasil belajar diperoleh dari pre-test dan post-test dengan analisis data menggunakan uji-t pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar oleh siswa pada kelas yang menggunakan baha ajar leaflet dengan rata – rata hasil belajar pada kegiatan pre-test adalah 53,53 meningkat menjadi rata-rata post-test adalah 75,42 denga N-gain sebesar 46,67. Peningkatan hasil belajar siswa juga dipengaruhi oleh aktivitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang mengalami peningkatan dari pertemuan I rata-rata semua aspek sebesar 2,20 meningkat pada pertemuan II menjadi rata-rata 2,46 pada aktivitas kelas yang menggunakan bahan ajar leaflet. Dari data kemenarikan bahan ajar leaflet 100% siswa menyatakan setuju pada pernyataan leaflet. Kata kunci : Leaflet, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, aktivitas siswa, sistem pencernaan iii PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013) Oleh ACHMAD FAUZI Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA PENDIDIKAN pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 iv Judul Skripsi : PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013) Nama Mahasiswa : Achmad Fauzi Nomor Pokok Mahasiswa : 0743024002 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI, 1.Komisi Pembimbing Dr. Tri Jalmo, M. Si NIP 19610910 198603 1 005 Pramudiyanti, S.Si, M.Si NIP 19730310 199802 2 001 2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Dr. Caswita, M. Si NIP 19671004 199303 1 004 v MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Dr. Tri Jalmo, M.Si Sekretaris : Pramudiyanti, S.Si, M.Si Penguji Bukan Pembimbing : Drs. Darlen Sikumbang, M.Biomed 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 1985031 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 08 Februari 2013 vi PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Achmad Fauzi Nomor Pokok Mahasiswa : 0743024002 Program Studi : Pendidikan Biologi Jurusan : Pendidikan MIPA Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri, dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada universitas atau institut lain. Bandar Lampung, Yang menyatakan Achmad Fauzi NPM. 0743024002 vi September 2012 RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Gunung Terang pada tanggal 28 Mei 1985, anak pertama dari enam bersaudara, dari pasangan Bapak Samsurizal dan Ibu Masjuli. Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah Taman Kanak-kanak AlQomariah Kibang Budi Jaya tahun 1989 selama dua tahun, SD Negeri 03 Kibang Budi Jaya yang diselesaikan pada tahun 1997, SMP Negeri 02 Lambu Kibang, SMA 1 Banjar Agung yang diselesaikan tahun 2003. Pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Lampung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan MIPA Program Studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011, penulis mengikuti Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 06 Bandar Lampung dan pada tahun 2012 penulis melakukan penelitian pendidikan di SMP Negeri 05 Natar Lampung Selatan untuk meraih gelar sarjana pendidikan (S.Pd). viii MOTTO Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa, sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu (QS. An-Nissa : 86) jika engkau tidak dapat menjadi batang nyiur yang tegar, jadilah segumpal rumput tetapi mampu memperindah taman (Sandi Racana) Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil (Mario Teguh) Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata, karena kesempatan itu tidak akan terulang lagi (Penulis) ix Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang PERSEMBAHAN Alhamdulillahi robbil alamin, segala puji untuk Mu ya Allah atas segala kemudahan, limpahan rahmad dan karunia yang Engkau berikan selama ini. Teriring doa, rasa syukur dan segala kerendahan hati. Dengan segala cinta dan kasih sayang kupersembahkan karya sederhana ini untuk orangorang yang akan selalu berharga dalam hidupku: Papah (Samsurizal) dan Memeh (Masjuli) Terimakasih untuk cinta dan kasih sayang yang tiada terhingga untukku... I will always love you .. Adikku Rozaniati, Agus Manto, Rozali, Nurbawi, Rita Sati Terimakasih untuk segala cinta dan dukungan yang diberikan untukku... Para Pendidikku (Guru-guruku) Terima kasih atas bimbingan yang diberikan pada ku hingga aku dapat melihat dunia dengan ilmu... Sahabat-sahabat superku Terimakasih atas kebersamaannya suka dan duka yang telah kita lewati bersama menjadikan kebersamaan yang takkan terlupakan dalam hidupku Almamaterku tercinta.. Universitas Lampung x SANWACANA Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Leaflet Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Pencernaan (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Biologi di Universitas Lampung. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Unila beserta para Pembantu Dekan yang telah memberi izin penelitian. 2. Dr. Caswita, M. Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA 3. Pramudiyanti, S. Si., M. Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi dan selaku Pembimbing Akademik juga selaku pembimbing II yang telah memberikan saran berharga. 4. Dr. Tri Jalmo, M. Si., selaku Pembimbing I yang dengan sabar membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 5. Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed., selaku pembahas yang telah memberikan saran-saran berharga. xi 6. Dra. Rd. Emi Sulasmi, selaku kepala sekolah SMP Negeri 05 Natar Lampung Selatan, yang telah memberi izin atas kepentingan penelitian dan Sri Aneka Sari, S. Pd., selaku guru mitra yang telah memberi masukan dan arahan selama penelitian. 7. Teristimewa Papah Samsurizal dan Memeh Masjuli dan adik-adikku yang selalu mendoakan, menyayangi dan menjadi penyemangat dalam hidupku. 8. Abah Drs. H. Tontowi Amsia, M. S dan Ummi, adikku Paska, Dayat, Dila yang selalu memberikan semangat dan motivasinya. 9. Saudara dan Sahabat kecilku di kampus Fitriadi, Aditya Prayoga, I Gusti Putu Hendrawan, Melda Ariyanti, S. Pd, Yulisa Wulandari, Marta Eka Putri, S. Pd, dan Padila Fitriana Sari. Terimakasih atas kebersamaan dan kasih sayang yang telah kita jalani selama ini, semoga Allah kekalkan persaudaraan kita. Amin. 10. Para Pembina dan kakak-kakak senior di Pramuka Prof. Dr. Ir. H. Wan Abbas Zakaria, M. S, Ir. Suarno Sadar, M. S, Dra. Hermawati Suarno CA, Baina Sari Dewi, S. Hut., M. Hut., Senior, Junior yang tidak bisa saya tulis satu per satu terimakasih bimbingan dan ilmu yang diberikan. 11. Semua pihak yang telah membantu dengan sepenuh hati yang tidak dapat di tuliskan satu persatu. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, Penulis September 2012 Achmad Fauzi xii SANWACANA Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Leaflet Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Pencernaan (Studi Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Biologi di Universitas Lampung. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Unila beserta para Pembantu Dekan yang telah memberi izin penelitian. 2. Dr. Caswita, M. Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA 3. Pramudiyanti, S. Si., M. Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi dan selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan saran berharga. 4. Dr. Tri Jalmo, M. Si., selaku Pembimbing I yang dengan sabar membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 5. Pramudyanti, S.Si, M. Si., selaku Pembimbing II yang dengan sabar membimbing serta memberikan motivasi kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. xi 6. Drs. Darlen Sikumbang, M. Biomed., selaku pembahas yang telah memberikan saran-saran berharga. 7. Dra. Rd. Emi Sulasmi, selaku kepala sekolah SMP Negeri 05 Natar Lampung Selatan, yang telah memberi izin atas kepentingan penelitian. 8. Sri Aneka Sari, S. Pd., Ari Oktavia, S.Pd., selaku guru mitra yang telah memberi masukan dan arahan selama penelitian. 9. Teristimewa Papah Samsurizal dan Memeh Masjuli yang selalu mendoakan, menyayangi dan menjadi penyemangat dalam hidupku. 10. Adikku tersayang Rozaniati, Agus Manto, Rozali, Nurbawi, Rita Sari, ajeng Emilia Sari, S.Pd., Ses Nova Diantika, S.Pd., Munawir Hasan, Abang Abang Sahrul, A. Md, Sejati Indra Kusuma Jaya, A. Md, serta ponakan kecilku Safa Salsabila, Fatma Amalia, Sofi Dan Melati terimakasih atas motivasi, doa dan dukungannya. 11. Abah Drs. H. Tontowi Amsia, M. S dan Ummi, adikku Paska, Dayat, Dila yang selalu memberikan semangat dan motivasinya. 12. Calon Pendamping hidupku insyaallah Sasmita, S. Pd yang sudah setia menjaga cinta, kasih sayang, dan penyemangat selama menempuh pendidikan (amin). 13. Sahabat yang pernah mengisi hari indahku Nur Laela, Farida, Titin Safitri, Tini, Mutmainah, Eka, Reni, Arnin, Kartika, Eva Diana Sari, Bella Safira, Novita S, spesial Ade Herlianti yang banyak memberikan semangat selama ini. maaf bila selama ini belum bisa menjadi teman yang baik buat kalian semua. xii 14. Saudara dan Sahabat kecilku di kampus Fitriadi, S. Pd, Aditya Prayoga, S. Pd, I Gusti Putu Hendrawan, Melda Ariyanti, S. Pd, Yulisa Wulandari, S. Pd, Marta Eka Putri, S. Pd, dan Padila Fitriana Sari. Terimakasih atas kebersamaan dan kasih sayang yang telah kita jalani selama ini, semoga Allah kekalkan persaudaraan kita. Amin. 15. Teman-teman senasib dan seperjuangan Wening Sudrajad, A. Rudhia, S. Pd, Nuris Mukhton, Antun Sutarya, Lamudin, Ferry Ardianto, I Gede Suliwan, I Gede Swastikayasa, S.Pd., Riza Tresya, S.Pd., Yeni Erikania, S. Pd, Febi, Wulan Sari Irawati, Rini Hardianti, Ana Septiana, Arya S. S. Pd, Ema R, dan semua anak Biologi NR 2007, Senior Adhityan, Endro S, Jaka W, teman seru PPL Yugo Yekti, Agus, Bowo, Ridho, eka, Leli, Nung Wigat, Vina, Devi, Risna, Rizky terimakasih untuk kebersamaannya selama ini. 16. Para Pembina dan kakak-kakak senior di Pramuka Prof. Dr. Ir. H. Wan Abbas Zakaria, Sri Sulastuti, S.H., M. H., M. S, Ir. Suarno Sadar, M. S, Dra. Hermawati Suarno CA, Baina Sari Dewi, S. Hut., M. Hut., Wahyu Utomo, A. Md., Yoseb Budi W., S. P., Wahrul Fauzi S. S. H., Andre H., S. H., Ela Noprianti, S. Pd., Fidi Atmoko, Dirga Riza, S. Pd., Amin Wahyudi, S.Pd., Ali Ma’ruf, S.T., Aulia Ramadhan, S. Pd., Wayan Sumerta, S. Pd., Ogestaria Z, S.Pd., terimakasih bimbingan dan ilmu yang diberikan. Teman-teman seperjuanganku di UKM Pramuka angkatan 27 Joni S, Sigit Juli Adi, S.H., Sahrul, S.H., Tangguh Pamono, M. Arif Muhajir, Lista, Icha, Purwati, Dian Januaresti, S.Pd., angkatan 28 Okta, Three, Sinta P., S.H, Umi Rizkilah, S.Pd., Desi Fitri, Wawan, Aris, Fatimah, dan adik-adikku tersayang angkatan 29, dan angkatan 30. xiii 17. Kapolsek Oom Makmun, beserta staf Om Helani, Om Ari, Om Boy, Mas Budi, Bang Surya, Bang Lingga, Mak Putra, Pak Samlawi, Pak Lek, Om Deden dan yang lainnya Unila forever. 18. Semua pihak yang telah membantu dengan sepenuh hati yang tidak dapat di tuliskan satu persatu. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, Penulis Achmad Fauzi xiv September 2012 DAFTAR ISI Halaman ii xiii xv xvi xix ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR I. PENDAHULUAN A. B. C. D. E. F. G. Latar Belakang ...................................................................................... 1 Rumusan Masalah ................................................................................. 5 Tujuan Penelitian .................................................................................. 6 Manfaat Penelitian ................................................................................ 6 Ruang Lingkup Penelitian ..................................................................... 7 Kerangka Pikir ...................................................................................... 8 Hipotesis Penelitian ............................................................................ 10 II. TINJAUAN PUSTAKA A. B. C. D. E. Bahan Ajar ............................................................................................. Leaflet..................................................................................................... Pembelajaran Kooperatif ....................................................................... Student Teams Achievement Division (STAD) ...................................... Hasil Belajar .......................................................................................... 11 18 19 22 28 III. METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. Waktu dan Tempat ............................................................................... Populasi dan Sampel ............................................................................ Faktor yang Diteliti ............................................................................... Desain Penelitian ................................................................................. Pelaksanaan Penelitian 1. Tahap Perencanaan ........................................................................... 2. Tahap Pelaksanaan ........................................................................... F. Data Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data 1. Data Penelitian.................................................................................. 2. Tekhnik Pengambilan Data. ............................................................ G. Teknik Analisis data 1. Uji Normalitas Data ........................................................................ xiii 32 32 32 33 33 34 39 40 41 2. Uji Homogenitas Data..................................................................... 3. Pengujian Hipotesis......................................................................... H. Pengolahan Data Kemenarikan Bahan Ajar Leaflet............................. I. Pengolahan Data Aktivitas Siswa ........................................................ 41 42 42 43 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ..................................................................................... B. Pembahasan ........................................................................................... 46 49 V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan .............................................................................................. B. Saran ..................................................................................................... 55 55 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. Silabus ......................................................................................................... 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................... 3. Lembar Kerja Kelompok ............................................................................ 4. Soal Pretes dan Postes ............................................................................... 5. Leaflet......................................................................................................... 6. Data Hasil Penelitian ................................................................................. 7. Analisis Uji Statistik Data Hasil Penelitian ............................................... 8. Foto-Foto Penelitian ................................................................................... 9. Surat-surat ................................................................................................... 57 59 62 66 78 108 113 117 126 141 144 xiv DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Struktur bahan ajar............................................................................. 17 2. Penghitungan Perkembangan Skor Individu ..................................... 27 3. Penghitungan Perkembangan Skor Kelompok .................................. 27 4. Kriteria Tingkat Kemenarikan Bahan Ajar Leaflet ........................... 42 5. Lembar Observasi Aktivitas Siswa.................................................... 43 6. Klasifikasi Indeks Aktivitas Siswa .................................................... 45 7. Hasil belajar siswa pada materi pokok sistem pencernaan ................ 46 8. Hasil uji t N-gain hasil belajar sistem pencernaan oleh siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.......... ......................................... 47 Hasil rata-rata setiap aspek aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol................................................................................ 48 10. Tanggapan siswa terhadap kemenarikan bahan ajar Leaflet.............. 48 11. Data nilai rata-rata pre-test, post-test, dan N-Gain eksperimen ........ 117 12. Data nilai rata-rata pre-test, post-test, dan N-Gain kontrol ............... 118 13. Lembar observasi aktivitas siswa ...................................................... 119 14. Data tanggapan siswa tentang kemenarikan bahan ajar leaflet ......... 127 15. Data nilai LKK siswa ........................................................................ 129 16. Analisis data penelitian...................................................................... 130 9. xv DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat ......................... 10 2. Desain pre-tes post-test tak ekuivalen ................................................. 33 3. Contoh jawaban siswa pada aspek pemahaman ( LKK 2 Kelas Eksperimen ........................................................................................... 53 Contoh jawaban siswa pada aspek pemahaman (LKK 3 Kelas Eksperimen) ....................................................................................... 53 4. 5. Foto-foto penelitian ............................................................................... xvi 141 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dijadikan sebagai indikator kemajuan suatu bangsa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berhasilnya suatu negara dalam hal pendidikan dilihat dari hasil belajar siswa. Menurut Undangundang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Depdiknas, 2003:1). Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 mengatakan tujuan dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2003:1). Untuk itu sebagai seorang guru selalu dituntut dapat menjalankan proses pembelajaran yang baik, yang mudah diterima oleh 2 siswa. Tentu ini juga menuntut seorang guru lebih peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh siswa, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi pendidikan di Indonesia sehingga guru dapat mempersiapkan siswanya untuk membangun bangsa dan negara. Kenyataan yang kita rasakan di Indonesia masih jauh dari tujuan pendidikan nasional. Tidak mudah bagi seorang guru untuk menciptakan siswa yang mampu membangun masyarakat, bangsa, dan negara. Kualitas pendidikan di Indonesia masih di bawah standar. Survei Global Monitoring Report yang dikeluarkan oleh UNESCO dan dirilis harian Kompas pada tanggal 3 Maret 2011 halaman 12 pembangunan pendidikan di Indonesia berada pada urutan 69 dari 127 negara yang disurvei. Urutan ini menurun dari peringkat tahun 2010 semula pada peringkat 65 (Raharjo, 2011:1). Tentu ini menjadi tugas yang berat bagi para pendidik di Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Baik atau tidaknya mutu pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah masalah dari suatu kegiatan belajar setelah kegiatan belajar berlangsung. Seperti yang dinyatakan oleh (Dimyati dan Mudjiono, 1999:3) bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindakan belajar dan tindakan mengajar. Penyebab rendahnya hasil belajar siswa di Indonesia umumnya tidak jauh dari masalah efektifitas, efisiensi, dan standarisasi pengajaran. Masalah utama pada pendidikan di sekolah pada saat ini adalah daya serap siswa yang masih sangat rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari rendahnya hasil belajar siswa yang masih jauh dari standar yang tetapkan. Rendahnya 3 hasil belajar siswa bisa disebabkan karena metode yang masih digunakan oleh guru di sekolah kurang sesuai dengan pelajaran yang diberikan kepada siswa, inilah yang menjadi masalah dalam pendidikan sekarang (Trianto, 2009:5-6). Masalah lain yang dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah ketersediaan sumber belajar atau bahan ajar seperti buku-buku pelajaran yang relevan. Sumber belajar seharusnya mampu menarik perhatian siswa untuk dibaca. Namun kenyataannya sumber belajar berupa buku-buku tidak mampu membuat siswa menjadi tertarik untuk membacanya. Hal ini bisa disebabkan bahan ajar seperti buku pelajaran sulit untuk mereka pahami, padahal penggunaan bahan ajar yang relevan mampu membantu siswa dengan mudah dalam menerima pelajaran dari guru (Setyono, 2005:6). Penggunaan bahan ajar yang relevan tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam belajar, sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. Hasil observasi di kelas VIII SMPN 5 Natar diperoleh data bahwa hasil belajar siswa masih kurang memuaskan. Hasil belajar siswa kelas VIII pada materi pokok sistem pencernaan masih rata-rata di bawah 57,0 dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa 68,0. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa tersebut. Permasalahan di sekolah ini adalah metode yang digunakan guru terpaku pada metode ceramah, guru menjelaskan materi sedangkan siswa hanya mendengarkan. Selain itu banyak faktor lain yang menyebabkan rendahnya hasil belajar biologi siswa adalah keterbatasan sumber belajar, hanya menggunakan LKS. 4 Buku teks yang tersedia di perpustakaan sekolah belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh siswa karena guru enggan menggunakan buku teks dari perpustakaan. Tentu menjadi tugas sebagai seorang guru adalah bagaimana menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan bagi siswa. Untuk itu sebagai seorang guru dituntut untuk bisa meningkatkan hasil belajar dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menciptakan sumber belajar dan memilih model serta materi yang sesuai. Sumber yang mampu merangsang siswa untuk meningkatkan minat bacanya sendiri, salah satunya dengan menggunakan bahan ajar leaflet. Materi yang ada dalam leaflet merupakan rangkuman dari berbagai sumber sehingga siswa tidak merasa direpotkan lagi oleh pencarian-pencarian materi dari berbagai sumber atau buku. Semua materi tersebut sudah dirangkum menjadi satu dan didesain secara menarik dengan paduan gambar, tulisan, warna yang berbada-beda (Darkuni, 2010:39). Hasil penelitian Aini (2011:1) pada siswa kelas VII SMPN 5 Bandar Lampung menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan bahan ajar leaflet memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Bandar Lampung pada materi pokok Ekosistem yaitu sebesar 18,44. Selain itu penelitian dari Rahma (2010:1) menyimpulkan bahwa penggunaan modul bergambar mempunyai pengaruh terhadap prestas belajar ranah kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 3 Subang. Penelitian lain adalah Sunarsih (2009:1) menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan bahan ajar modul lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. 5 Penggunaan bahan ajar leaflet ini dipadukan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Slavin (dalam Aini, 2011:6) menyatakan bahwa pada pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Kelompok yang heterogen ini diharapkan mampu memaksimalkan informasi dan tukar pendapat antar siswa dalam kelompok. Dengan melihat pernyataan diatas maka bahan ajar leaflet bisa dikombinasikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD cocok untuk digunakan pada materi pembelajaran Sistem Pencernaan. Dari latar belakang tersebut maka peneliti perlu mengembangkan penelitian tentang penggunaan bahan ajar leaflet yang dikombinasikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan dipadukan dengan materi pokok Sistem Pencernaan kelas VIII semester ganjil di SMPN 5 Natar Lampung Selatan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diambil rumusan masalah: 1. Bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Natar Lampung Selatan pada materi pokok Sistem Pencernaan? 6 2. Bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan materi pokok Sistem Pencernaan? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan pada materi pokok Sistem Pencernaan. 2. Penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar Lampung Selatan pada materi pokok Sistem Pencernaan. D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : 1. Bagi peneliti, penelitian ini bertujuan untuk menambah pengalaman untuk mempersiapkan sebagai seorang guru yang profesional. 2. Bagi guru, sebagai rujukan untuk memilih dan menggunakan media, model, dan materi yang tepat sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan mengembangkan pengetahuan ilmu biologi sendiri. 3. Bagi siswa memberikan suasana belajar yang baru untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar melalui minat baca siswa. 7 4. Bagi sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan bahan ajar leaflet dalam kegiatan pembelajaran di sekolah agar dapat meningkatkan mutu pendidikan. E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut: 1. Penelitian ini telah dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP N 5 Natar Lampung Selatan. 2. Hasil belajar yang diamati dalam penelitian ini adalah penguasaan aspek kognitif siswa yang berupa nilai pre-test dan post-test pada materi pokok Sistem Pencernaan. 3. Penyampaian materi telah dilakukan dengan menggunakan bahan ajar leaflet. Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. Leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami (Setyono, 2005:19). 4. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. STAD adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil (4-5 orang) siswa secara heterogen. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah penyampaian tujuan dan motivasi, pembagian kelompok, presentasi dari guru, kegiatan belajar dalam tim, kuis (evaluasi), dan penghargaan prestasi tim. 8 5. Penelitian ini dibatasi hanya pada satu kompetensi dasar yaitu 6.3 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. F. Kerangka Pikir Keberhasilan dalam suatu proses pembelajaran didukung oleh beberapa faktor antara lain ketersediaan bahan ajar, metode dan pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Saat ini guru bukanlah berperan sebagai satusatunya sumber ilmu bagi siswa melainkan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Peran guru sebagai fasilitator sangat diperlukan, bagaimana upaya menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk senang dan bergairah belajar. Salah satu cara yang dapat guru lakukan adalah dengan memvariasikan bahan ajar sebagai sumber belajar yang dapat menarik perhatian siswa untuk membacanya. Penggunaan leaflet sebagai bahan ajar diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Leaflet ini disusun dari beberapa sumber belajar dan dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti siswa serta disisipkan ilustrasi yang mendukung materi pelajaran sehingga mampu menarik minat baca siswa. Selain itu, penggunaan leaflet ini dirasa sangat tepat apabila dikombinasikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan soal LKK secara kelompok. Pembentukan kelompok merupakan strategi agar siswa lebih aktif 9 dalam pembelajaran, dan dapat menghargai pendapat teman dalam kelompoknya. Pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menumbuhkan arti kerjasama dalam kelompok, saling menghargai pendapat satu sama lain untuk memecahkan suatu masalah dan saling membantu. Pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah yaitu penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok. Kombinasi keduanya tercermin pada fase kedua yaitu menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang dapat dilakukan dengan cara mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan. Saling berdiskusi dengan teman kelompoknya juga akan menambah pengetahuan mereka karena dalam proses diskusi tersebut terjadi saling tukar pendapat dan gagasan yang muncul dari setiap siswa. Keaktifan siswa dalam kelompoknya akan memberikan kontribusi yang nyata bagi kelompoknya untuk mendapatkan penghargaan kelompok yang diberikan oleh guru. Sehingga siswa akan termotivasi lebih aktif dalam proses pembelajaran dari diskusi dan mengemukakan pendapat. Pengalaman belajar ini diharapkan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk membangun pengetahuannya. Dan pada akhirnya bahan ajar leaflet ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penggunaan bahan ajar leaflet. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar ranah kognitif siswa. 10 X Y Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dan terikat Keterangan: X : Penggunaan bahan ajar leaflet; Y : Hasil belajar ranah kognitif siswa G. Hipotesis penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah : H0 : Tidak ada pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok Sistem Pencernaan. H1 : Ada pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok Sistem Pencernaan. 11 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Bahan Ajar Dalam proses belajar tentu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Interaksi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, antara lain terdiri dari murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku, modul, selembaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar. Sebagai seorang guru dituntut untuk dapat menggunakan alat-alat atau media pembelajaran baik yang sudah ada disekolah maupun yang dibuat sendiri. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan (Azhar, 2002:2). Menurut Dharmasraya (2008:1), bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang disajikan. Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan 12 adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet), dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar. Anonim (2012:1) menjelaskan beberapa pengertian lain tentang bahan ajar yang intinya masih sama adalah sebagai berikut: 1. Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. 2. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. 3. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajar materi pembelajaran yang akan disampaikan dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis. Menurut Murni (dalam Aini, 2011:12-13) bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar,brosur/leaflet, model/maket. Bahan ajar dengar (audio) 13 seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). Tanpa kita sadari keberadaan bahan ajar sangat penting dalam proses belajar, dari bahan ajar inilah akan membuat siswa menjadi lebih aktif. Untuk membuat siswa menjadi lebih aktif bahan ajar harus dapat membuat siswa tertarik dengan bahan ajar tersebut. Menurut Djamrah (dalam Aini, 2010:13) biasanya aktivitas siswa akan berkurang bila bahan pelajaran yang guru berikan tidak atau kurang menarik perhatiannya, disebabkan cara mengajar yang mengabaikan prinsip-prinsip mengajar, seperti apersepsi dan korelasi, dan lain-lain. Anonim (2012:1) mengatakan terdapat beberapa strategi dalam memanfaatkan bahan ajar, yaitu: 1. Strategi Penyampaian Bahan Ajar Oleh Guru Adapun strategi penyampaian materi ajar oleh guru yaitu sebagai berikut; a. Strategi urutan penyampaian simultan yaitu jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian diperdalam satu demi satu (Metode global); 14 b. Strategi urutan penyampaian suksesif, jika guru harus manyampaikan materi pembelajaran lebih daripada satu, maka menurut strategi urutan panyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula. c. Strategi penyampaian fakta, jika guru harus manyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta (nama-nama benda, nama tempat, peristiwa sejarah, nama orang, nama lambang atau simbol, dan sebagainya); d. Strategi penyampaian konsep, materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa definisi atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggeneralisasi, dan sebagainya. Langkah-langkah mengajarkan konsep: 1) Menyajikan konsep; 2) Memberikan bantuan (berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dpan bukan contoh); 3) Memberikan latihan (exercise) misalnya berupa tugas untuk mencari contoh lain; 4) Memberikan umpan balik; 5) Memberikan tes; e. Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip, termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum (law), postulat, teorema, dan sebagainya; f. Strategi penyampaian prosedur, tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa dapat melakukan atau mempraktekkan prosedur tersebut, bukan sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut. 15 2. Strategi mempelajari bahan ajar oleh siswa Ditinjau dari guru, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran berupa kegiatan guru menyampaikan atau mengajarkan kepada siswa. Sebaliknya, ditinjau dari segi siswa, perlakuan terhadap materi pembelajaran berupa mempelajari atau berinteraksi dengan materi pembelajaran. Secara khusus dalam mempelajari materi pembelajaran, kegiatan siswa dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu : a. Menghafal (verbal parafrase). Ada dua jenis menghafal, yaitu menghafal verbal (remember verbatim) dan menghafal parafrase (remember paraphrase). Menghafal verbal adalah menghafal persis seperti apa adanya, misalnya nama orang, nama tempat, nama zat, dan lambang. Sedangkan menghafal parafrase yang penting siswa paham atau mengerti, misalnya paham inti isi Pembukaan UUD 1945, definisi saham, dalil Archimides, dan sebagainya; b. Menggunakan/mengaplikasikan (Use). Materi pembelajaran setelah dihafal atau dipahami kemudian digunakan atau diaplikasikan; c. Menemukan. Yang dimaksudkan penemuan (finding) di sini adalah menemukan cara memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang telah dipelajari; d. Memilih di sini menyangkut aspek afektif atau sikap. Yang dimaksudkan dengan memilih di sini adalah memilih untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Misalnya memilih membaca novel dari pada membaca tulisan ilmiah. 16 Dalam menyusun bahan ajar tentu memiliki kaedah yang harus diperhatikan agar dapat mencapai tujuan dalam proses pembelajaran. Pendapat Ballstaedt (dalam Setyono, 2005:29) bahwa bahan ajar cetak harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Susunan tampilan, yang menyangkut: Urutan yang mudah, judul yang singkat, terdapat daftar isi, struktur kognitifnya jelas, rangkuman, dan tugas pembaca. 2. Bahasa yang mudah, menyangkut: mengalirnya kosa kata, jelasnya kalimat, jelasnya hubungan kalimat, kalimat yang tidak terlalu panjang. 3. Menguji pemahaman, yang menyangkut: menilai melalui orangnya, cheklist untuk pemahaman. 4. Stimulan, yang menyangkut: enak tidaknya dilihat, tulisan mendorong pembaca untuk berfikir, menguji stimulan. 5. Kemudahan dibaca, yang menyangkut: keramahan terhadap mata (huruf yang digunakan tidak terlalu kecil dan enak dibaca), urutan teks terstruktur, mudah dibaca. 6. Materi instruksional, yang menyangkut: pemilihan teks, bahan kajian, lembar kerja (work sheet). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat bahan ajar. Bila bahan ajar yang dibuat adalah bahan ajar cetak seperti handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar,brosur/leaflet, model/maket walaupun terdapat beberapa kesamaan tetapi secara struktural ada perbedaan diantaranya. Perbedaan ini telah diungkapkan oleh Setyono (2005: 27-28) dalam tabel dibawah ini: 17 Tabel 1. Struktur bahan ajar N o. 1. 2. 3. 4. Komponen Ht Bu Ml LKS Bro Lf Wch F/G b  - Mo/ M  - Judul        Petunjuk belajar   KD/MP      Informasi      pendukung 5. Latihan   6. Tugas/ Langkah   kerja 7. Penilaian      Ket: Ht: handout, Bu: Buku, Ml: Modul, LKS: Lembar Kegiatan Siswa, Bro: Brosur, Lf: Leaflet, Wch: Wallchart, F/Gb: Foto/Gambar, Mo/M: Model/Maket (Setyono, 2005:27-28) Dari tabel di atas jelas perbedaan dalam penyusunannya secara struktural tetapi semua ini merupakan bahan ajar yang dicetak, bahan ajar yang tersusun dengan baik akan akan memberikan keuntungan baik bagi siswa sendiri ataupun bagi guru. Seperti yang dinyatakan oleh Ballstaedt (dalam Setyono: 16) yaitu: 1. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada siswa bagian mana yang sedang dipelajari. 2. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit. 3. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah. 4. Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu. 5. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja. 6. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas, seperti menandai, mencatat, membuat sketsa. 7. Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai dokumen yang bernilai besar. 8. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri. 18 B. Leaflet Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa yang dilipat tapi tidak dimatikan atau dijahit. Agar terlihat menarik leaflet biasanya didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami. Leaflet sebagai bahan ajar harus memuat materi yang dapat menggiring siswa menguasai satu atau lebih KD (Murni, 2010:1). Dalam membuat leaflet secara umum sama dengan membuat brosur, bedanya hanya pada penampilan fisiknya saja, sehingga isi leaflet dapat dilihat pada penyusunan brosur. Leaflet biasanya ditampilkan dalam bentuk dua kolom kemudian dilipat . Penyusunan leaflet sebagai bahan ajar lebih mudah dibandingkan dengan penyusunan bahan ajar yang lainnya, selain simpel leaflet juga sangat praktis untuk digunaka oleh siswa. Kata-kata yang digunakan dalam menyusun bahan ajar leaflet harus disusun secara sistematis, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan tujuan agar siswa tertarik dan mampu memotivasi siswa dalam belajar (Darkuni 2010:39). Menurut Aini (2010:15) beberapa yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun leaflet adalah sebagai berikut: 1. Substansi materi memiliki relevansi dengan kompetensi dasar atau materi pokok yang harus dikuasai oleh siswa; 2. Materi memberikan informasi secara jelas dan lengkap tentang hal-hal yang penting sebagai informasi; 3. Padat pengetahuan; 4. Kebenaran materi dapat dipertanggungjawabkan; 5. Kalimat yang disajikan singkat, dan jelas; 6. Menarik siswa untuk membacanya baik penampilan maupun isi materinya; 19 7. Dapat diambil dari berbagai museum, obyek wisata, instansi pemerintah, swasta, atau hasil download dari internet. C. Pembelajaran Kooperatif Metode pembelajaran kelompok atau dikenal Cooperative learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan proses kerjasama pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Falsafah yang mendasari model pembelajaran kelompok adalah falsafah homohomini socius yang menegaskan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Kerjasama menjadi kebutuhan teramat penting bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama tidak ada individu, keluarga, masyarakat atau sekolah (Lie, 2002:27). Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim (Isjoni, 2007:15). Tentunya metode ini memiliki kelemahan dibandingkan metode lainnya. Dalam pembelajaran kelompok, hal yang sering terjadi kelas akan menjadi ribut dan gaduh, lebih-lebih bila menghadapi siswa yang masih kekanakkanakan. Disisi lain siswa yang memiliki kemampuan lebih akan bekerja sendiri sedangkan teman yang lainnya akan menimbulkan kesan mengikuti temannya yang memiliki kemampuan lebih tersebut tanpa mengeluarkan pendapat, dalam bahasa lain hanya sekedar pelengkap kelompok. Selain itu perasaan minder akan timbul bila bergabung dengan temannya yang lebih pandai. Kesan negatif lain adalah timbulnya perasaan was-was dari anggota 20 kelompok akan hilangnya karakteristik dan keunikan pribadi mereka harus beradaptasi dengan kelompoknya. Permasalahan lain dalam pembelajaran kelompok adalah sebagai berikut: 1) Siswa sulit melakukan job description; 2) Anggota kelompok banyak yang tidak melakukan tugasnya; 3) Situasi belajar tidak terkendali dan menyimpang dari rencana . Roger dan David Johnson (dalam Lie, 1999:30) menjelaskan bahwa “untuk mencapai hasil maksimal pembelajaran kelompok harus mengandung unsurunsur sebagai berikut: 1) Adanya saling ketergantungan positif; 2) Adanya tanggungjawab perseorangan; 3) Adanya komunikasi intensif antar anggota; 4) Adanya tatap muka baik di dalam ataupun di luar kelas; 5) Adanya proses evaluasi kelompok. Dalam proses pembelajaran, dikatakan menggunakan pembelajaran kooperatif apabila memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan Isjoni (2007:20) yaitu: Setiap anggota memiliki peran, terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa, setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan. Anonim (2012:1) mengatakan kegunaan ataupun keunggulan media pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka); 2. Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: a. Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model; 21 b. Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar; c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan time lapse atau high speed photografi; d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal; e. Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain; f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar,dan lain-lain. 3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk: a. Menimbulkan kegairahan belajar; b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing. d. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (67 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DAN POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
1
31
50
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DAN POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
1
6
16
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (Think Pair Share) TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN (Studi Eksperimen Semu pada Siswa Kelas XI MAN 1 Metro Semester Genap TP 2011/2012)
0
12
55
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN
1
7
67
PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA (Studi Quasi Eksperimen pada Siswa Kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning Semester Ganjil T
44
259
59
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Gadingrejo Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014)
2
27
61
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET DENGAN METODE DISCOVERY TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA PADA MATERI POKOK EKOSISTEM (Kuasi Eksperimental pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 20 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 20
1
22
109
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI SISWA PADA MATERI POKOK DAUR AIR
0
11
68
PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN MANUSIA (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 28 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)
0
7
50
PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMPN 22 BANDAR LAMPUNG
0
14
110
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI BENDA
0
12
49
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA (Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 22 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014)
0
34
144
PERBANDINGAN MODEL JIGSAW DENGAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN
2
10
204
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA 3D ANOTRUS TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA
1
32
76
PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN LEAFLET PADA MATERI MONERA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X
0
0
13
Show more