Gambaran Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) Di RSUD Dr. Pirngadi Medan Pada Tahun 2012

Gratis

4
62
85
2 years ago
Preview
Full text

KARYA TULIS ILMIAH Gambaran Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) Di RSUD Dr. Pirngadi Medan Pada Tahun 2012 Karya Tulis Ilmiah ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Kelulusan Sarjana Kedokteran

  Pirngadi Medan Pada Tahun 2012 Karya Tulis Ilmiah ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Kelulusan Sarjana KedokteranOleh : ABSTRAK Setiap tahun diperkirakan terdapat 340 juta kasus baru infeksi menular seksual (IMS) yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia pada laki-laki danperempuan yang berusia 15-49 tahun. Daripada 70 orang penderita IMS 58,6% adalah laki-laki, 21,4 % berusia 20-24 tahun, (28,6%) adalah mahasiswa, (55,7%) penderita IMS telahmenikah dan 67,1 % memiliki tingkat pendidikan SMA.

PRINS ISAAC BENEDICK 100100306 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  ABSTRAK Setiap tahun diperkirakan terdapat 340 juta kasus baru infeksi menular seksual (IMS) yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia pada laki-laki danperempuan yang berusia 15-49 tahun. Daripada 70 orang penderita IMS 58,6% adalah laki-laki, 21,4 % berusia 20-24 tahun, (28,6%) adalah mahasiswa, (55,7%) penderita IMS telahmenikah dan 67,1 % memiliki tingkat pendidikan SMA.

KATA PENGANTAR

  Terima kasih banyak kepada kedua orang tua penulis, Ayahanda Benedick dan Ibunda Angela atas dukungannya baik berupa dukungan moril, materil, kasihsaying, dan doa, sehingga penulis dapat memperoleh pendidikan di FK USU dan boleh menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah sebagai salah satu syarat untuk meraihgelar Sarjana Kedokteran. Akhirnya, penulis mengharapkan masukan dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan penelitian ini, dan juga untuk menambah ilmu dan pengetahuanpenulis untuk masa yang akan datang.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Riwayat HidupLampiran 2 Surat Persetujuan Komisi Etik Tentang Pelaksanaan Penelitian Bidang KesehatanLampiran 3 Surat Selesai Survey Dari RSUD Dr PirngadiLampiran 4 Surat Selesai Penelitian Dari RSUD Dr. PirngadiLampiran 5 Data IndukLampiran 6 Hasil Pengolahan SPSS

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Selain itu,kelompok usia yang paling sering menderita IMS adalah pada kelompok usia 30 – 34 tahun dengan jumlah 15 orang (22,4%) dan didapati jumlah perempuan lebihbanyak menderita IMS daripada laki-laki yaitu terdapat 33 orang (49,3%) laki-laki dan 34 orang (50,7%) perempuan. Pada gambaran IMS mengenai status pekerjaan,didapati lebih banyak penderita IMS yang bekerja daripada penderita IMS yang tidak bekerja yaitu sebanyak 36 orang (53,7%) serta lebih banyak penderita IMSyang sudah menikah dibandingkan dengan responden yang belum menikah yaitu yang sudah menikah adalah 40 orang (59,7%).

1.4. Manfaat Penelitian

  Memberikan informasi mengenai jenis IMS yang paling sering dijumpai di RSUD Dr. Perubahan sikap dan tindakan akibat perubahan-perubahan demografik di atas, terutama dalam bidang budaya dan agama.

2.4. Cara Penularan Infeksi Menular Seksual

2.5. Diagnosis Infeksi Menular Seksual

  Menurut MAYOCLINIC (2013), penularan IMS dapat terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman seperti: Cara mendiagnosis IMS ini sama seperti menegakkan diagnosis penyakit lainnya, yaitu berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaanlaboratorium (Daili, 2011). Ketika palpasi dinding perut dan daerah pelvis sebaiknya lembut dan secara hati-hati tanpa menyakiti pasien dan selanjutnya periksa ada atau tidaknyaduh tubuh vagina, ulkus, bubo, kondiloma dan lain-lain (Murtiastutik, 2008).

2.6. Jenis-jenis Infeksi Menular Seksual

2.6.1. Gonore

  Menurun pada yang berusia 35-39 Sedangkan di Indonesia, dari data rumah sakit yang beragam seperti RSUMataram pada tahun 1989 dilaporkan gonore yang sangat tinggi yaitu sebesar52,87% dari seluruh penderita IMS. Disamping itu, kelompok yang bekerja lebih banyak daripada yang tidak bekerja dan ternyata gonore paling banyak ditemukan pada penderita yang sudah menikah.

2.6.2. Infeksi Genital Non-spesifik (IGNS)

  Selain itu, UNS ini banyak dijumpai pada dengan keadaan sosial ekonomi lebih tinggi, usia lebih tua, dan aktivitas seksual yang tinggi. Pemeriksaan penunjangPemeriksaan laboratorium yang umum digunakan adalah pemeriksaan sediaan sitologi langsung dan biakan dari inokulum yang diambil dari spesimenurogenital serta pemeriksaan terhadap antigen dan asam nukleat C.

2.6.3. Herpes genitalis

  Selain itu, gejala klinis infeksi primer yang dijumpai berupa vesikel yang - berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa, berisi cairanjernih kemudian dapat menjadi seropurulen serta dapat menjadi krusta dan kadang-kadang mengalami ulserasi yang dangkal, biasanya sembuh tanpasikatrik.ii. Infeksi rekurens Fase ini merupakan fase lanjutan dari fase laten yaitu HSV yang dijumpai - dalam keadaan tidak aktif, dipacu menjadi aktif dan mencapai kulitsehingga menimbulkan gejala klinis yang lebih ringan daripada infeksi primer, yaitu prodomal lokal sebelum timbul vesikel, berupa rasa panas,gatal, dan nyeri.

2.6.4. Sifilis

  Pada tahun 2009 hingga tahun 2010, peningkatan yang terbesar adalah pada usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun dan terdapat peningkatan penularan sifilis pada laki-laki lebihbesar daripada perempuan (CDC, 2011). Infeksi pada janin terjadi pada ibu yang Bayi yang menderita sifilis mempunyai lesi mukokutaneus basah yang muncul lebih menyebar dibagian tubuh lain dibandingkan dengan penderita sifilisdewasa.

2.6.5. Kondilomata akuminata

  Menurut CDC (2012), prevalensi VPH secara keseluruhan yang terbanyak adalah perempuan (42,5%) dan kadar penularan VPH ini sebanyak (5,6%) dariorang dewasa yang aktif secara seksual yang berumur 18-59 tahun. Selain itu, kondiloma akuminata paling banyak ditemukan padapenderita dengan tingkat pendidikan terakhir sedang (hingga SMP atau SMA) dan lebih banyak penderita yang bekerja.

2.6.6. Ulkus Mole

  EpidemiologiPenyakit ini bersifat endemik dan tersebar di daerah tropik dan subtropik, terutama di kota dan pelabuhan. Pada tahun 2010, hanya 24 kasus ulkus mole dilaporkan di AmerikaSerikat dan hanya sembilan negara melaporkan ada kasus ulkus mole, satu atau lebih pada tahun 2010 tetapi menurut Whitemon (2003), ulkus mole sering terjadipada laki-laki berusia 25 sampai 35, dan epidemiologi di Amerika Serikat menunjukkan rasio laki-laki: perempuan dalam kisaran 3:1 sampai 25:1.

2.6.7. Limfogranuloma Venereum

  Limfogranuloma Venereum (LGV) adalah infeksi menular seksual yang mengenai sistem saluran pembuluh limfe dan kelenjar limfe, terutama pada daerahgenital, inguinal, anus dan rektum (Sentono, 2011). EpidemiologiPenyakit ini terutama terdapat di negeri tropik dan subtropik, penderita laki-laki pada sindrom inguinal lebih banyak daripada perempuan, kini penyakit LGV adalah penyakit jarang di negara maju tetapi penyakit ini sering ditemukan di daerah Kepulauan Karibia, Amerika Tengah, Asia Tenggara, danAfrika.

2.6.8. Vaginosis Bakterial

  Hal itu bisa timbul dan remisis secara spontan pada wanita dengan seksual aktif dan wanita yang bukan seksualaktif. Wanita yang tidak pernah hubungan seksual juga dapat menderita BV, dan sering terjadi pada perempuanhamil yang akan mengakibatkan bayi berat lahir rendah atau prematur.

2.6.9. Granuloma Inguinale

  Pada umumnya penderita berumur 20-40 tahun dengan tingkat sosial-ekonomi yangrendah dan higiene yang buruk serta jarang pada usia anak dan usia orang tua (Vorvick, 2011). KomplikasiKomplikasi yang didapati berbentuk edema genital sering pada wanita, deformitas genital sekiranya berlangsung lama, pada bentuk sklerotik terjadistenosis pada uretra, vagina, dan lubang anus.

2.6.10. Kandidiasis genitalis

  EpidemiologiKandidiasis genitalis yang lebih dikenal sebagai kandidiasis vulvovaginal (KVV) pada perempuan dan balanitis pada laki-laki merupakan yang sering dijumpai. Pada gambaranklinis laki-laki, berupa kemerahan dan iritasi pada glans dan di bawah preputium pada yang tidak disirkumsisi.

2.6.11. Trikomoniasis

  Gambaran klinisGambaran klinis trikomoniasis pada perempuan dapat berupa tidak ada gejala, duh tubuh yang berwarna kehijauan dan berbusa, berbau, menimbulkaniritasi, disuria, dispareunia, eritema vulva yang difus, inflamasi dinding vagina serta strawberry cervix (WebMed, 2012). Gambaran klinis trikomoniasis pada laki-laki dapat berupa tanpa gejala pada awalnya kemudian bole terjadi uretritis yang hebat dengan komplikasiprostatitis dan epididimitis (WebMed, 2012).

2.7. Pencegahan Infeksi Menular Seksual

  Meningkatkan kemampuan diagnosis dan pengobatan serta anjuran untuk mencari pengobatan yang tepat. Membatasi komplikasi dengan melakukan pengobatan dini dan efektif baik untuk yang simtomatik maupun asimtomatik serta pasangan seksualnya.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

  Definisi operasional Variabel-variabel yang akan diteliti adalah jenis IMS, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan status marital pada penderita IMS dengan definisi operasionalseperti berikut: a. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit menular melalui hubungan seksual, infeksi yang di derita oleh pasien IMS dan dicatat dalam rekammedik di RSUD Dr.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang akan menentukan gambaran karakteristik infeksi menular seksual (IMS) di RSUD Dr. Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita infeksi menular seksual (IMS) pada tahun 2012 yang tercatat dalam rekam medik.

4.4. Metode Pengumpulan Data

4.5. Metode Analisis Data

  Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang berasal dari rekam medik pasien IMS di RSUD Dr. Data yang telah dikumpul akan dimasukkan dalam komputer penelitian dan dianalisis menggunakan program SPSS (statistic Package of Social Science)selanjutnya di interpretasikan dalam bentuk tabel-tabel frekuesnsi.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  2 Gonore 20 28,6 1 Kandidiasis genitalis 24 34,3 Tabel 5.1 Karakteristik Penderita IMS Menurut Jenis IMS Tahun 2012 No Jenis IMS Jumlah Persentasi (%) 5.1.2.1 Jenis infeksi menular seksual Pada penelitian ini didapat sebanyak 70 penderita infeksi menular seksual (IMS) di RSUD Dr. Kelompok Usia (Tahun) Jumlah Persentasi (%) 1 kurang dari 15 tahun 1 1,4 215-19 tahun 5 7,1 3 20-24 tahun 15 21,4 4 25-29 tahun7 10,0 5 30-34 tahun 10 14,3 635-39 tahun 3 4,3 7 40-44 tahun 5 7,1 8 45-49 tahun10 14,3 9 Lebih dari 49 tahun 14 20,0 Total 70 100,0 Dari tabel 5.2, kelompok usia penderita yang paling banyak adalah pada kelompok usia 20 – 24 tahun dengan jumlah kasus sebanyak 15 orang (21,4%).

5.2 Pembahasan

  Penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitan CDC pada tahun 2011 dan WHO pada tahun 2008, karena menurutpenelitian CDC (2011) IMS yang paling sering terjadi adalah klamidia (457.6 kasus per 100,000 populasi) , gonore (104,2 kasus per 100,000 populasi), dansifilis (4,5 kasus per 100,000 populasi), menurut WHO (2008) IMS yang terbanyak secara global adalah T. Pada tabel 5.2, dapat penderita IMS paling banyak berasal dari kelompok usia 20-24 tahun dengan jumlah 15 orang (21,4%) yang diikuti oleh kelompokusia lebih dari 49 tahun sebanyak 14 orang (20,0%) dan kelompok usia 30-34 tahun dan 45-49 tahun mempunyai jumlah penderita IMS yang sama yaitusebanyak 10 orang (14,3%).

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Bagi Pemerintah dan Masyarakat:Diharapkan dapat memberikan informasi tentang infeksi menular seksual pada masyarakat yang mempunyai resiko tinggi IMS melalui penyuluhan,ceramah atau seminar sehingga peningkatan jumlah kasus IMS dapat dicegah. Pirngadi Medan:Diharapkan agar tenaga kesehatan lebih memberikan informasi kepada masyarakat tentang infeksi menular seksual dan melengkapi data rekam 3 Bagi peneliti:Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk peneliti selanjutnya dengan membuat penelitian IMS di beberapa rumah sakit pemerintahmaupun rumah sakit swasta khususnya di Medan agar mendapat lebih banyak data dan dapat menentukan gambaran karakteristik IMS denganlebih tepat.

DAFTAR PUSTAKA

  T Sudah Candidiasis 3 82.35.15 PR SLTA Medan sehat P.negeri Sudah Candidiasis 47 4 7 77.78.99 PR SD Askes Pelajar Belum Candidiasis 5 45 81.37.14 LK S1 Askes P.swasta Sudah Gonore 6 78.14.45 LK SLTA Askes Mahasiswa Belum Gonore 6 83.71.10 LK SLTA Umum Sopir Sudah Gonore 83.37.50 PR S1 Umum P.negeri sudah Candidiasis 22 23 83.45.44 LK SLTA Medan sehat Mahasiswa Belum Gonore 23 21 83.56.99 PR SLTA Umum Mahasiswa Belum Candidiasis 24 47 25 21 46 88.46.17 LK S1 Askes Tid. T Sudah Candidiasis 19 23 83.34.23 LK SLTA Umum Mahasiswa belum Gonore 20 53.72.35 LK S1 Askes P.negeri Sudah Gonore 7 86.19.25 LK SLTA Umum Wiraswasta Belum Sifilis 85.57.43 LK S1 Askes P.negeri Sudah Sifilis 38 50 85.90.57 PR SLTA Umum Wiraswasta Sudah Candidiasis 39 43 85.91.98 LK SLTA Umum P.negeri Sudah Sifilis 40 18 41 37 25 80.20.95 PR S1 Umum Mahasiswa Belum Candidiasis 42 25 60.45.03 PR S1 Umum Mahasiswa Belum Candidiasis 43 33 86.33.59 PR SLTA Umum Ibu R.

J.KEL

Validasi Kumulatif Frekuensi Persentase Persentase PercentaseValidasi LAKI-LAKI 41 58.6 58.6 58.6 PEREMPUAN 29 41.4 41.4 100.0 Total70 100.0 100.0

TING.PENDIDIKAN

  KEL Crosstabulation J. KELLAKI-LAKI PEREMPUAN Total IMS Gonore 19 1 20 Kandidosis genitalis 1 23 24 Infeksi Genital Non-spesifik 4 4 (IGNS)Herpes genitalis 3 3 Sifilis 11 1 12 Kondilomata akuminata 2 4 6 Ulkus Mole 1 1 Total 41 29 70 IMS * TING.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Gambaran Kejadian Acne vulgaris di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013
8
96
59
Gambaran Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) Di RSUD Dr. Pirngadi Medan Pada Tahun 2012
4
62
85
Karakteristik Ibu Yang Melahirkan Bayi Dengan Kelainan Kongenital Di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2007-2011
1
45
108
Hubungan Perilaku Seksual Wanita Dengan Risiko Terjadinya Kanker Serviks Di RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2012
1
65
64
Karakteristik Penderita Infeksi Nosokomial di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 1999-2000
0
42
66
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita Pekerja Seks Komersial Dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Tahun 2012
4
40
154
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pemakaian Kondom Dalam Upaya Pencegahan Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Kota Medan Tahun 2010
3
40
99
Gambaran Infeksi Menular Seksual di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2009.
11
90
71
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)
0
28
60
Gambaran Pengetahuan Siswi SMK Negeri 1 Medan Tentang Infeksi Menular Seksual Tahun 2010
3
68
53
Persepsi Kelompok Risiko Tinggi Tertular Hiv/Aids Tentang Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Dan Voluntary Counseling & Testing (VCT) Di Puskesmas Padang Bulan Medan Tahun 2008
0
21
103
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja SMA Wiyata Dharma Medan Terhadap Infeksi Menular Seksual
2
39
72
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko HIV/AIDS terhadap Kelompok Waria di Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) Bestari Kota Medan Tahun 2014
5
54
177
Gaya Hidup Seksual “Ayam Kampus” dan Dampaknya Terhadap Risiko Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS)
0
3
8
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Infeksi Menular Seksual 2.1.1 Definisi dan Epidemiologi Infeksi Menular Seksual - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan
0
0
15
Show more