Analisis pengaruh pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi Informasi terhadap kualitas hasil audit internal;studi empiris pada auditpor internal di Jakarta

Gratis

1
7
138
2 years ago
Preview
Full text

SKRIPSI

SKRIPSIANALISIS PENGARUH PENGALAMAN, KEAHLIAN, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP (Studi Empiris pada Auditor Internal di Jakarta )Oleh: Dian Safitri NIM :107082003698JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H / 2011 M

KUALITAS HASIL AUDIT INTERNAL

(Studi Empiris pada Auditor Internal di Jakarta )Oleh: Dian Safitri NIM :107082003698JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H / 2011 M

LEMBAR PERNYATAAN

KEASLIAN KARYA ILMIAH

  Induk Mahasiswa : 107082003698Fakultas : Ekonomi dan BisnisJurusan : AkuntansiDengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya; 1. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas karya ini Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memangditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan di atas, maka saya siap untuk dikenai sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi danBisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Jumlah auditor yang menjadi sampel penelitian ini adalah 60 auditor internal yang sedang menjalani pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi secara simultan dan signifikan berpengaruhterhadap kualitas hasil audit internal.

KATA PENGANTAR

  T yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Pengaruh Pengalaman, Keahlian, dan Pemanfaatan teknologi Informasi Terhadap Kualitas Hasil Audit Internal”. Terima kasih yang tak terhingga untuk sahabatku tercinta khususnya Apri,Tati, Destia, Dania, Mela, Dhila yang udah ngasih semangat dalam pembuatan skripsi dan akan selalu menjadi sahabatku yang terbaik, love u guys.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi sangat penting

  Teknologi informasi adalah faktor yang sangat mendukung dalam penerapan sistem informasi dan merupakan suatu solusi organisasi danmanajemen untuk memecahkan permasalahan manajemen dan akuntansi yang Teknologi informasi saat ini memainkan peranan penting dalam mendukung keputusan oleh manajemen. Ada pengukur lainyang harus dipertimbangkan ketika menggunakan factor keahlian auditor, Berdasarkan uraian di atas, peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini karena yang pertama, masih buruknya pengendalian internal danmanajemen risiko seperti kasus yang terjadi pada Bank Mega yang disebabkan karena auditor internal tidak berperan aktif dalam proses audit sehingga sistempengendalian internal tidak berjalan dengan baik dan buruknya pemanfaatan teknologi informasi.

1. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:a. Untuk mengetahui secara empiris seberapa besar pengaruh faktor pengalaman auditor dalam meningkatkan kualitas hasil audit internalb.

2. Manfaat Penelitian

  Auditor Internal, sebagai referensi dan bahan masukan dalam meningkatkan kerjanya melalui pengalaman, keahlian, danpemanfaatan teknologi informasi. Pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai bukti empiris untuk pengembangan teori mengenai akuntansi keprilakuan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Literatur

1. Ruang Lingkup Audit Internal

a. Pengertian Audit Internal

  It helps an organization accomplish its objective by bringing a systematic, disciplined approach toevaluate and improve the effectiveness of risk management, control, and government process.” Pengertiannya sebagai berikut:“Audit internal adalah aktivitas independen, keyakinan obyektif dan konsultasi yang dirancang untuk member nilai tambahdan meningkatkan operasi organisasi. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa audit internal adalah suatu fungsi atau kegiatan yang bebas dalam suatuorganisasi dan sebagai pelayanan jasa dalam organisasi tersebut.

b. Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal

  Terdapat perbedaan antara auditor internal dan auditor eksternal, berkaitan dengan posisi serta fokus perhatian dari seorang auditorinternal dibandingkan dengan auditor eksternal. Menurut Agoes (2004), terdapat lima persamaan antara auditor internal dan auditor eksternal, yaitu:1) Masing-masing auditor harus mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang akuntansi, keuangan,perpajakan, manjemen, dan komputer.

c. Persamaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal

  3) Semua prosedur pemeriksaan dan hasil pemerikisaan harus didokumentasikan secara lengkap dan jelas dalam kertas kerjapemeriksaan (audit working papers).4) Audit staf harus selalu melakukan Continuing Professional Education (Pendidikan Profesi Berkelanjutan). 5) Baik Internal maupun Eksternal auditor harus mempunyai Audit Manual, sebagai pedoman dalam melaksanakan pemeriksaan dan harus memiliki Kode Etik serta sistem pengendalian mutu.

2. Kualitas Hasil Audit

  Bagi auditor, kualitas kerjanya dilihat dari kualitas audit yang dihasilkan yang dinilai dari seberapa banyak auditor memberikan respon yang benardari setiap pekerjaan yang diselesaikan (Tan dan Alison 1999, dalamMardisar 2007:5). Kalau dikaitkan dengan tugas auditor internal yang melakukan penilaian atas efektivitas pengendalian intern perusahaan,semakin lengkap indikator tersebut dipatuhi oleh auditor internal, semakin berkualitaslah hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor internal dansemakin meningkatlah pengendalian intern yang berlaku dalam perusahaan.

a. Hasil Audit Internal

  Manajemen mungkin tidak begitu memahami biaya kontruksi dan operasi seperti produksi yang dilakukansendiri, oleh karena itu auditor internal bisa sangat membantu dalam mengaudit kontrak seperti ini (Sawyer, 2005:294) 8) Pemeriksaan Sistem InformasiTeknologi memilik dampak yang sangat besar terhadap apa dan bagaimana audit dilakukan. Misalnya evaluasiatas perjanjian dan hasil yang telah dicapai dari penerusan atau pemberian pinjaman pemerintah dan kredit program kepada salahsatu sektor BUMN.

a. Pengertian Teknologi Informasi

  Termasuk didalamnya pembuatan hardwarekomputer dan komponen komputer, pengembangan software komputer dan berbagai jasa yang berhubungan dengan komputer,bersama-sama dengan perlengkapan komunikasi, pembuatan komponen dan jasa.” Wardiningsih (2009) mendefinisikan:“Teknologi Informasi didefinisikan sebagai teknologi yang digunakan untuk memperoleh, menyajikan, dan memanfaatkandata. Namun, penerapan prosedur audit mungkin mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan teknik-teknik yang menggunakankomputer dengan istilah Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAAT), yang digunakanuntuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses audit (IAI, 2009).

4. Pengalaman Auditor

  Menurut Jeffrey dalam Sri Sularso dan Ainun Na’im (1999:156), memperlihatkan bahwa seseorang dengan lebih banyak pengalaman dalamsuatu bidang memiliki lebih banyak hal yang tersimpan dalam ingatannya dan dapat mengembangkan suatu pemahaman yang baik mengenaiperistiwa-peristiwa. Purnamasari (2005) dalam Asih (2006) memberikan kesimpulan bahwa seorang karyawan yang memiliki pengalaman kerja yang tinggi akan Penelitian sebelumnya oleh Ariesanti (2001) menyatakan bahwa pengalaman auditor tidak banyak memberikan kontribusi untukmeningkatkan keahlian auditor, yang berarti pengalaman tidak pula berpengaruh terhadap kualitas audit.

5. Keahlian Auditor

  Murtanto dan Gudono (1999) dalam Salery (2008:27) menyebutkan bahwa tenaga ahli adalah mereka yang lebih mempunyai pelatihan danpengalaman, bisa melakukan suatu pekerjaan sedangkan yang lainnya tidak bisa, mereka efisien dan tangkas dalam mengambil tindakan. Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa keahlian adalah keterampilan yang dimiliki oleh seorang (auditor) yang diperolehdari pendidikan, pengalaman, dan pengetahuan lain yang dapat digunakan dalam menunjang tugas dan tanggung jawabnya sebagai auditor, sehinggadapat berjalan dengan maksimal.

B. Penelitian Terdahulu

  Nung Pengendalian Variabel corporate Objek penelitian, variabel Dengan menerapkanHarjanto Kualitas Audit untuk governance dan kinerja peran auditor internal dan pengendalian kualitas audit,(1999) Memenuhi Harapan perusahaan, alat sistem pengendalian auditor diharapkan mampu pihak Internal dan pengujian analisis internal. Ika Sukriah, Pengaruh Pengalaman Variabel pengalaman Objek penelitian, Pengalaman kerja, obyektifitasAkram, Kerja, Independensi, dan kualitas hasil variabel auditor dan kompetensi berpengaruhBiana Adha Obyektifitas, Integritas pemeriksaan, alat internal dan positif terhadap kualitas hasilInapty dan Kompetensi pengujian analisis pemanfaatan teknologi pemeriksaan.

C. Keterkaitan Antar Variabel dan Perumusan Hipotesis

1. Pengalaman auditor terhadap Kualitas Hasil Audit Internal

  Penelitian yang dilakukan oleh Choo dan Trotman (1991) menunjukkan bahwa auditor yang berpengalaman lebih banyakmenemukan item-item yang tidak umum (atypical) dibandingkan auditor yang kurang berpengalaman, tetapi tidak menemukan item-item yang Hasil penelitian ini didukung oleh pendapat Tubbs (1992) yang melakukan pengujian mengenai efek pengalaman terhadap kesuksesanpengalaman audit. Abdolmohammadi dan Wright (1987) yang menyatakan bahwa pengalaman mungkin penting bagi keputusan yangkompleks, tetapi tidak untuk keputusan yang sifatnya rutin dan terstruktur.

2. Keahlian terhadap Kualitas Hasil Audit Internal

  Penelitian yang dilakukan oleh Sri Murtini dan Edi Wijayanto(2003) menunjukkan bahwa pendapat auditor yang baik akan tergantung Selain itu, keahlian juga dapat menjadi ukuran bagi seorang auditor untuk menilai kualitas hasil auditnya. Dari penelitian yang dilakukan Adamrah Amran (2001) menyebutkan bahwa penggunaan sistem informasi dan teknologi dalamkegiatan operasi perusahaan dapat memperngaruhi proses audit apabila dibandingkan dengan perusahaan yang masih menggunakan sistemmanual, menurutnya penerapan sistem informasi dan teknologi tersebut dapat menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi efektivitas operasiperusahaan.

D. Kerangka Pemikiran

Dari uraian di atas dapat dijelaskan pada bagan sebagai berikut:Pengaruh Pengalaman, Keahlian, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Hasil Audit Internal. Basis Teori: Teori Peran dan Teori Auditing Pengalaman (X )

1 Ika Sukriah, Akram

Biana Adha inapty(2009) Kualitas Hasil Audit Internal (Y) Keahlian (X 2 ) Rizal IskandarHaslinda Lubis Batubara (2008)(2009) Pemanfaatan TI (X )

3 Winidyaningrum

  dan Rahmawati(2010) Gambar 2.1. Bagan Model Penelitian Uji Kualitas Data 1.

E. Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan penelitian sebagai berikut:Ha : Pengalaman berpengaruh terhadap kualitas hasil audit internal 1 Ha 2 : Keahlian berpengaruh terhadap kualitas hasil audit internal Ha 3 : Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas hasil audit internalHa 4 : Pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas hasil audit internal.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Yayasan Pendidikan Internal Audit

  (YPIA) yang bertempat di Jalan Raya Pasar Minggu Kavling 34 GedungGraha Sucofindo lantai 3 Jakarta Selatan 12780, yang akan menjadi objek penelitian oleh penulis ialah auditor internal yang sedang mengikuti pelatihandi Lembaga YPIA Jakarta. Penelitian ini jugabertujuan untuk mngetahui pengaruh variabel independensi (pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi) terhadap variabel dependen(kualitas hasil audit internal).

B. Metode Penentuan Sampel

  Elemen populasi yang dipilih sebagai sampel yang dibatasi pada elemen-elemen yang dapat memberikan informasi berdasarkan pertimbangan. Adapun cara untuk mendapatkan data primer yaitu dengan meninjau secara langsung obyekpenelitian, data yang diperoleh adalah dengan mendistribusikan kuesioner yang menggunakan skala ordinal.

1. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas Data

  Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jikapertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

b. Uji Reliabilitas Data

  Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel atau konstruk. Ujireliabilitas digunakan untuk mengukur bahwa variabel yang digunakan benar-benar bebas dari kesalahan sehingga mengahasilkan hasil yangkonsisten meskipun diuji berkali-kali.

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas Data

  Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jika variance dari residual satu pengaamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebutHomoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas (Ghozali, 2009:105).

3. Uji Hipotesis

  Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi berganda. Model regresi berganda bertujuan untuk memprediksibesar variabel dependen dengan menggunakan data variabel independen yang sudah diketahui besarnya (Singgih Santoso, 2000).

a. Koefisien Determinasi (R )

2 Koefisien Determinasi (R ) pada intinya mengukur seberapa jauh

  Uji Statistik t Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabeldependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabeldependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2005:91). Menurut Singgih Santoso (2000) dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:1) Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka H diterima atau H a ditolak, ini berarti menyatakan bahwa variabel independen atau bebastidak mempunyai pengaruh secara individual terhadap variabel dependen atau terikat.

E. Operasional Variabel Penelitian

1. Variabel Independen

  Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi. Pengalaman Auditor (X ) 1 Pengalaman kerja adalah pengalaman auditor dalam melakukan audit yang dilihat dari segi lamanya bekerja sebagai auditor dan banyaknya tugas pemeriksaan yang telah dilakukan.

c. Pemanfaatan Teknologi Informasi (X 3 )

  (2002: 1), yaitu teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi serta teknologi komunikasi yangdigunakan untuk mengirimkan informasi. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala interval (likert) 5 poin dari sangat tidak setuju (1),tidak setuju (2), netral (3), setuju (4) sampai sangat setuju (5).

2. Variabel Dependen

a. Kualitas Hasil Audit Internal

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas hasil audit internal yang merupakan jumlah respon yang benar yang diberikanseseorang dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan yang dibandingkan dengan standar hasil atau kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal yang mendorongdidirikannya lembaga yang khusus melatih internal auditor Indonesia ini YPIA dengan visi “mencetak internal auditor unggulan kelas dunia” dan misi “menyelenggarakan pelatihan dan konsultasi di bidanginternal audit yang berfokus pada manajemen risiko dan good corporate governance dengan segala aspeknya”.

B. Hasil Penelitian

  Kuesioner yang disebarkan berjumlah 85 buah dan jumlah yang memenuhi syarat dan dapat diolah adalah sebanyak 60 buah atau 70%. Jumlahkuesioner yang tidak memenuhi syarat dan tidak dapat diolah adalah 7 buah atau 8%.

1. Karakteristik Responden

  diatas menunjukkan sebesar 1 orang atau 1,7% diantaranya responden berusia lebih dari 51 tahun, 21 orang atau 35,0% diantaranya berusia 21 tahun sampai dengan 30 tahun, 19 orang atau 31,7% diantaranya berusia 31 tahun sampai dengan 40tahun, sedangkan yang berusia 41 sampai dengan 50 tahun sebanyak 19 orang atau 31,7%. mengindikasikan bahwa 8 orang atau 13,3% mempunyai pengalaman kerja kurang dari 1 tahun, 42 orang atau 70,0% mempunyai pengalaman kerja selama lebih dari 4 tahun, dan 10 orang atau 16,7% mempunyai pengalaman kerja selama rentang waktu 1 sampai 4 tahun bekerja.

e. Hasil Uji Statistik Deskriptif

  Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasiyang akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.6. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

60 Sumber: Data primer yang diolah

  menjelaskan bahwa pada variabel pengalaman jawaban minimum responden sebesar 38 dan maksimum sebesar 65, dengan rata-rata total jawaban 51,87 dan standar deviasi sebesar5,114. Pada variabel kualitas hasil audit minimumjawaban responden sebesar 68 dan maksimum 96, dengan rata-rata total jawaban 79,78 dan standar deviasi 6,499.

2. Hasil Uji Kualitas Data

a. Hasil Uji Validitas

  Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaandalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Pearson Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid (Ghozali, 2009:49).

b. Hasil Uji Reliabilitas

  menunjukkan nilai croanbach’s alpha atas variabel Keahlian Auditor sebesar 0,824 sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai croanbach’s alpha lebih besar dari 0,6. menunjukkan nilai croanbach’s alpha atas variabel Kualitas Hasil Audit Internal sebesar 0,800, sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai croanbach’s alpha lebih besar dari 0,6.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik

a. Hasil Uji Multikolonieritas

  Untuk mendeteksi adanya problem multikolonieritas, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. menunjukkan bahwa masing-masing variabel mempunyai nilai tolerance mendekati 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) disekitar angka 1.

b. Hasil Uji Normalitas

  Pengujian normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independenatau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.1 dan 4.2 memperlihatkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

  Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dariresidual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Grafik Scatterplot Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.3 menunjukkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y.

4. Hasil Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan model analisis regresi berganda (multiple regression analysis), yaitu: 2

a. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R )

  Uji Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskanoleh variabel independen, yaitu pengalaman, keahlian, dan Tabel 4.16. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model SummaryStd.

a. Predictors: (Constant), Pemanfaatan TI, Keahlian, Pengalaman

  Dapat disimpulkan bahwa variabilitas variabel kualitas hasil audit internal (Y) yang dapat dijelaskan olehvariabilitas variabel pengalaman (X 1 ), keahlian (X 2 ), dan pemanfaatan teknologi informasi (X 3 ) adalah sebesar 56,7%. Sedangkan sisanya 4.41% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi, seperti misalnyapengetahuan, kompetensi, akuntabilitas, dan kompleksitas kerja.

b. Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

  Dependent Variable: KHA Sumber: data primer yang diolahPada tabel diatas dapat diketahui hasil ANOVA atau hasil F test menunjukkan tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,005yaitu sebesar 0,000. Hal ini berarti bahwa variabel independen pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi secarabersama-sama atau secara simultan mempengaruhi kualitas hasil audit internal.

c. Hasil Uji Statistik t

  Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.18, jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka H a diterima dan menolak H 0, a. 3) Variabel pemanfaatan TI adalah signifikan,hal ini dapat dilihat probabilitas signifikan sebesar 0,037 lebih kecil dari 0,05 yangberarti Ha 3 diterima.

5. Uji Analisis Regresi Linier Berganda

  Untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih independen variabel dengan satu dependen variabel, misalnya dalam penelitian ini penulisindependen pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas hasil audit audit internal. Koefisien regresi pada variabel pemanfaatan teknologi informasi sebesar 0,182, hal ini berarti jika variabel pemanfaatan teknologi informasibertambah satu satuan maka variabel kualitas hasil audit internal bertambah sebesar 0,182 satuan.

6. Pembahasan

a. Pengaruh Pengalaman Terhadap Kualitas Hasil Audit Internal

  Hal ini menunjukkanbahwa pemanfaatan teknologi informasi akan memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil audit yang dihasilkan serta menunjukkan bahwadengan adanya penggunanaan teknologi akan sangat membantu auditor internal dalam menciptakan laporan hasil audit yang berkualitas, tidakhanya dari segi kualitas penyampaian laporan tetapi juga dalam hal ketepatan waktu yang pada akhirnya akan berdampak pada efektifitasdan efiensi perusahaan. Hal ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan olehCelviana Winidyaningrum dan Rahmawati (2010) yang menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh positifterhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan pengujian yang

  Pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh secara simultan dan positif signifikan terhadap kualitashasil audit internal. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hasil audit internal adalah variabel keahlian dibanding variabel pengalaman danpemanfaatan teknologi informasi.

B. Implikasi

  Bagi auditor internal yang ada di Jakarta khususnya yang mengikuti pelatihan di YPIA, penggunaan pengalaman didasarkanpada asumsi bahwa tugas yang dilakukan secara berulang-ulang memberikan peluang untuk belajar melakukannya dengan yangterbaik. Selain itu, spesifik pengalaman dapat diukur dengan rentang waktu yang telah digunakan terhadap suatu pekerjaan atautugas (job), seseorang dengan lebih banyak pengalaman dalam suatu bidang memiliki lebih banyak hal yang tersimpan dalamingatannya dan dapat mengembangkan suatu pemahaman yang baik mengenai peristiwa-peristiwa.

C. Saran

  Penelitian ini di masa mendatang diharapkan dapat menyajikan hasil penelitian yang lebih berkualitas lagi dengan adanya beberapa masukanmengenai beberapa hal, di antaranya: 1. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mendapatkan data berupa wawancara dari beberapa auditor yang menjadi responden penelitianagar bisa mendapatkan data yang lebih nyata dan bisa keluar dari pertanyaan-pertanyaan kuesioner yang mungkin terlalu sempit ataukurang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA

  “Pengaruh Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Keterandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah denganVariabel Intervening Pengendalian Intern Akuntansi (Studi Empiris di Pemda Subosukawonosraten)”, Simposium Nasional Akuntansi XIII, Purwokerto 2010. ”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruh Pemanfaatan teknologi Informasi Terhadap Kinerja Akuntan Publik”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.5, No.1, 2003.

Dokumen baru

Download (138 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh pengalaman, pelatihan dan skeptisisme profesional auditor terhadap pendektesian kecurangan: studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Jakarta
1
7
87
Analisis pengaruh peran komite audit dan pengendalian intern terhadap kinerja keuangan : studi empiris beberapa perusahaan
0
4
92
Analisis pengaruh kompetensi dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan ukuran kantor akuntan publik segabai variabel moderating: studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta
0
5
148
Pengaruh akuntabilitas, pengetahuan audit dan gender terhadap kualitas hasil kerja auditor internal : studi empiris pada Inspektorat Wilayah Provinsi DKI Jakarta
3
60
142
Pengaruh etika, Indenpendensi, pengalaman, dan keahlian auditor terhadap opini audit : studi empiris pada kantor akuntan publik di jakarta
3
13
155
Analisis pengaruh profesionalisme, independensi, keahlian, dan pengalaman auditor dalam mendeteksi kekeliruan (studi empiris pada kantor akuntan publik di DKI Jakarta)
0
4
118
Analisis pengaruh audit lingkungan terhadap realisasi corporate social responsibility: studi kasus empiris pada perusahaan di Jakarta
4
25
101
Pengaruh aktivitas komite audit terhadap kualitas audit : studi empiris pada emiten yang terdaftar di BEI periode 2005-2007
0
3
64
Analisis pengaruh auditor judgment dan resiko audit terhadap audit sampling
3
25
104
Pengaruh profesionalisme, karakteristik personal auditor. dan batasan waktu audit terhadap kualitas audit : studi empiris pada kantor akuntan publik di dki jakarta
3
9
134
Analisis pengaruh pengalaman, keahlian, dan pemanfaatan teknologi Informasi terhadap kualitas hasil audit internal;studi empiris pada auditpor internal di Jakarta
1
7
138
Analisis pengaruh atribut kualitas audit terhadap kepuasan klien kantor akuntan publik
0
16
122
Pengaruh sikap skeptisme auditor profesionalisme auditor dan tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit (studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta Utara)
2
11
137
Pengaruh kompetensi, independensi dan due professional care terhadap kualitas audit : studi empiris pada kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta dan Tangerang
0
23
0
Pengaruh profesionalisme auditor internal dan objektivitas auditor internal terhadap lapoiran audit internal pada BUMN di Kota Bandung
0
2
1
Show more