Implementasi Program Kelas Peminatan Di Mts Negeri Tangerang Ii Pamulang

Gratis

4
51
126
2 years ago
Preview
Full text

  

IMPLEMENTASI PROGRAM KELAS PEMINATAN

DI MTS NEGERI TANGERANG II PAMULANG

  Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah

  Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

  

Oleh

Siti Zulaeha

  

NIM: 109018200042

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1434 H./2013 M.

  

IMPLEMENTASI PROGRAM KELAS PEMINATAN DI MTS

NEGERI TANGERANG II PAMULANG

  Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan

  Memperoleh Selar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

  

Oleh

Siti Zulaeha

NIM: 109018200042

Mengetahui

  

Dosen Pembimbing

Drs. Masyhuri AM, M.Pd.

  

NIP. 19500518 197803 1 002

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1434 H./2013 M.

  

ABSTRAK

Siti Zulaeha (NIM: 109018200042). Implementasi Program Kelas Peminatan

di MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

  Pengelompokan kelas bagi siswa yang memiliki potensi dan minat pada bidang akademik tertentu dapat menjadi acuan pokok dalam penyelenggaraan pendidikan karena setiap siswa merupakan pribadi yang unik dan memiliki keberagaman potensi dan minat. Oleh karena itu, diperlukan adanya perlakuan khusus atas perbedaan potensi dan minat siswa tersebut agar kemampuan yang dimiliki dapat tersalurkan sesuai dengan bakat yang dimilikinya.

  Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendapatkan gambaran mengenai program peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam mengembangkan minat belajar siswa, (2) merumuskan dan menemukan konsep program peminatan yang optimum sebagai pengembang minat belajar siswa, (3) sebagai masukan bagi MTs Negeri Tangerang II Pamulang, (4) manfaat lain dari penelitian ini khususnya tentang pola dan sistem pendidikan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para penyelenggara pendidikan di tanah air.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang menghasilkan data deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk menggambarkan suatu kegiatan atau keadaan tertentu yang terlebih dahulu menganalisis kejadiannya, untuk kemudian dibandingkan dengan teori yang ada. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi.

  Berdasarkan hasil penelitian, implementasi program kelas peminatan sudah cukup optimal dalam mengembangkan minat belajar siswa di MTs Negeri Tangerang II Pamulang, walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut.

  Dampak dari penerapan kelas peminatan terlihat adanya kesenjangan terutama bagi kelas Sosial. Siswa di kelas sosial merasa rendah diri karena seringkali nilai mereka berada di bawah bila dibandingkan dengan kelas lain. Namun dalam penyelesaian masalah ini, guru Bimbingan Konseling telah memberikan bimbingan kepada siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Selain itu sekolah juga telah membuka program ekstrakurikuler seperti Klub Sains, Klub Bahasa Inggris, Klub TI, dan sebagainya sebagai program pendukung diluar PBM.

  Kata Kunci: Program Kelas Peminatan

  

ABSTRACT

Siti Zulaeha (NIM: 109018200042). Implementation Program Specialisation

Class at MTs Negeri Tangerang II Pamulang Students.

  Grouping class for students who have the potential and interest in specific academic fields can be a fundamental reference in education because every student is a unique individual and has a diversity of potentials and interests. Therefore, it is necessary to do a special treatment on these various potential and interest of the students so that capabilities can be distributed in accordance with the talents.

  The purpose of this study is to: (1) to get an overview of the specialization program at MTs Negeri Tangerang II Pamulang in fostering student interest in learning, (2) find and formulate the optimum specialization program concept as the developer of student interest in learning, (3) as an input for MTs Negeri Tangerang II Pamulang, (4) the other benefit of this research, especially about the pattern and the system of education would be very beneficial for the reader, especially the education providers in this country.

  The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach that produces descriptive data analysis, a method that aims to describe an activity or specific circumstances that analyze what happened first, and then comparing it with the existing theories. The techniques used in this study are interview techniques, documentation, and observation.

  Based on the results of the research, program implementation class is pretty optimal in developing students' interest in learning in MTs Negeri Tangerang II Pamulang, although there are still some things to be improved and developed further.

  The impact of the adoption of specialization classes is there are visible gaps, especially for the social class. The students in the social class feel inferior because their grade is often lower compared to the other classes. But for solving this problem, Guidance and counseling teacher has provided guidance for the students to increase their confidence. Besides that, the school also has opened extra-curricular programs such as Science Club, English Club, IT Club, and so on as a support program outside the PBM.

  Keywords : Classroom Program Specialisation

KATA PENGANTAR

  Puji syukur penulis persembahkan ke hadirat Dzat Yang Maha Pengasih, atas karunia, rahmat, dan hidayah-Nya diri ini masih menghirup udara segar dan menatap panorama nan indah. Atas kebesaran-Nya, diri ini masih tabah menghadang pongahnya kehidupan yang bertabur butiran problematika. Atas bimbingan-Nya, terbatik rasa sadar bahwa hidup ini adalah sebuah ujian bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Serta atas pertolongan-Nya, skripsi ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan umat manusia, yaitu Nabi Muhammad SAW sang pemilik akhlak mulia, pembawa kebenaran dan kedamaian bagi seluruh alam.

  Penulis sadar sepenuh hati bahwa skripsi ini hanya sejentik debu jalanan untuk orang-orang besar. Namun dalam kapasitas penulis yang dikepung dengan berbagai keterbatasan, skripsi ini rasanya sebuah pencapaian monumental yang membesarkan perasaan penulis dan mengobarkan bara semangat untuk memburu pencapaian-pencapaian berikutnya.

  Terwujudnya skripsi ini tidak lepas dari kemuliaan hati berbagai pihak yang telah memberikan motivasi, bimbingan, kemudahan, pemikiran, dan kekuatan yang selama ini telah mendorong penulis untuk mampu menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.

  Dra. Nurlena Rifa’i, MA, Ph.D, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Drs. Hasyim Asy’ari, M.Pd., Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan.

  3. Drs. Masyhuri AM, M.Pd., Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, perhatian dan pengarahan, saran serta nasehat yang penulis butuhkan selama pembuatan skripsi ini.

  4. Dra. Nurdelima Waruwu, M.Pd, Dosen Penasehat Akademik yang telah memberikan bimbingan, perhatian dan pengarahan, saran serta nasehat selama penulis menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

  5. Seluruh Dosen dan Civitas Akademika FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah membimbing dan mendidik penulis dengan memberikan bekal ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat.

  6. Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perpustakaan Universitas Terbuka, dan Perpustakaan Universitas Nasional, yang telah memberikan pelayanan dalam penyediaan pustaka yang dibutuhkan penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

  7. Kepala MTs Negeri Tangerang II Pamulang, Koordinator Kelas Umum dan Peminatan, guru-guru, serta siswa/i yang telah memberikan informasi kepada penulis dalam penelitian skripsi.

  8. Teristimewa, Ayahanda tersayang (Marzuki) dan Ibunda tercinta (Siti Maryah) yang telah mendidik penulis sejak buaian hingga sekarang. Terima kasih atas kesabaran, ketulusan dan perjuangannya yang selalu mendoakan putrinya sehingga penyusunan skripsi ini terselesaikan. Teruntuk makhluk Tuhan yang kucinta, Fitri Nurlaela, Akbar Fauzi, dan Viony Azizah. Terima kasih selama ini telah memberikan doa dan semangatnya. Semoga cita-cita

  yang kita harapkan dapat terwujud yaa dek  9.

  Kawan-kawan seperjuangan di Prodi Manajemen Pendidikan angkatan 2009, Dinda, Devi, Yona, ust. Daus, Wiwit, Bunga, Mimi, Rizam, Aan, Azi, Pipit, Mba Dewi, Lia, Indah, Dede, Iis, Helmi, Irfai, Nida, Nitta, Ochi, Mella, dan kawan-kawan MP lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Terima kasih karena kalian telah menjadi tempat berbagi canda, tawa, senangnya kehidupan kampus.

  10. Untuk sahabat penulis yang telah memilih jalurnya masing-masing, Mala, Nani, Nia, Momskie Aulia, Ucup Sayudi, Ibnu, Ais. Semoga sukses selalu menyertai kalian.

  11. Kakak dan adik di jurusan, Bang Mediya, Bang Fakih, Bang Eko, Biam, Chiewank, Ramon, Ucup Amrulah, Cipto, Ipay, Sholah, Saefulloh, Nurwan dan dan kawan-kawan lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih banyak atas masukan dan motivasinya.

  12. Avenged Sevenfold, you are my favorite band. Terima kasih untuk lagu- lagunya yang selalu menemani dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini \m/.

  13. Teman-teman A7X Fans Tangerang, Bang Zhawa, Farhan, Yogi, Alvien, Bang Echez, Bima. Teman-teman A7X Fans Jakarta, Bang Zoelmi, Bang Chevot, Bang Jay, Ipul, Tebe, Novi, Avita, Revan, Bang Bara, Bang Junot, dan teman-teman lain di fanbase. Terima kasih telah memupuk semangat dan memusnahkan kejenuhan. Spesial untuk Trisha yang ikut berperan dalam pembuatan skripsi ini.

  14. Serta segenap pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Terima kasih atas bantuan dan motivasinya kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

  Semoga segala kebaikan tersebut mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Semoga rahmat, taufik, dan hidayah-Nya selalu dilimpahkan pada kita semua. Aamiin.

  Penulis berharap semoga skripsi ini menjadi sumbangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca.

  Jakarta, 28 Oktober 2013 Penulis Siti Zulaeha

  

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ............................................... i LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ......................................................... ii SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH ............................................... iii ABSTRAK ...................................................................................................... iv KATA PENGANTAR .................................................................................... vi DAFTAR ISI ................................................................................................... ix DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii

  BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................. 7 C. Pembatasan Masalah ................................................................ 7 D. Rumusan Masalah .................................................................... 7 E. Tujuan Penelitian ...................................................................... 7 F. Manfaat dan Kegunaan Penelitian ............................................ 8 BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................. 9 A. Minat Belajar ............................................................................ 9 1. Pengertian Minat Belajar ................................................... 9 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat ..... 12 3. Fungsi Minat ...................................................................... 13 4. Indikator Minat .................................................................. 14 5. Pengembangan Minat Belajar ........................................... 16

  B.

  Pengelompokan Siswa .............................................................. 17 C. Program Kelas Peminatan ........................................................ 23 1.

  Hakekat Peminatan ............................................................. 23 2. Pengertian Peminatan Peserta Didik .................................. 25 3. Langkah Pokok Peminatan ................................................. 26 D. Kerangka Berpikir .................................................................... 33

  BAB III METODOLOGI ............................................................................. 35 A. Tujuan Penelitian ...................................................................... 35 B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................. 35 C. Metode Penelitian ..................................................................... 36 D. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 36 1. Sumber dan Jenis Data ...................................................... 36 2. Pengumpulan Data ............................................................ 37 E. Triangulasi ................................................................................ 40 F. Teknik Pengolahan dan Analisa Data ....................................... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................... 42 A. Gambaran Umum MTs Negeri Tangerang II Pamulang .......... 42 1. Sejarah berdirinya MTs Negeri Tangerang II Pamulang .. 42 2. Identitas Madrasah ............................................................ 44 3. Visi dan Misi MTs Negeri Tangerang II Pamulang .......... 44 4. Data Guru MTs Negeri Tangerang II Pamulang ............... 45 5. Data Karyawan MTs Negeri Tangerang II Pamulang ....... 46 6. Data Siswa MTs Negeri Tangerang II Pamulang .............. 47 7. Keadaan Sarana dan Prasarana .......................................... 48 B. Gambaran Umum Program Kelas Peminatan MTs Negeri Tangerang II Pamulang ............................................................ 51 C. Deskripsi dan Analisis Data Penelitian .................................... 54 1. Penerapan Program Kelas Peminatan ................................ 54 2. Optimalisasi Pembelajaran pada Siswa ............................. 61

  BAB V PENUTUP ........................................................................................ 65 A. Kesimpulan ............................................................................... 65 B. Saran ......................................................................................... 65 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 67 LAMPIRAN

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 35Tabel 3.2 Kisi-kisi wawancara ....................................................................... 38Tabel 4.1 Data Karyawan MTs Negeri Tangerang II Pamulang ................... 46Tabel 4.2 Data Siswa MTs Negeri Tangerang II Pamulang .......................... 47Tabel 4.3 Jumlah dan Luas Ruang MTsN Pamulang ..................................... 48Tabel 4.4 Sumber Belajar ............................................................................... 50Tabel 4.5 Struktur Kurikulum MTs Negeri Tangerang II Pamulang ............. 63Tabel 4.6 Penambahan Jam pada Kelas Peminatan ....................................... 64

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah A. Setiap siswa memiliki potensi dan minat serta karakteristik diri. Oleh

  sebab itulah menyelenggarakan pendidikan yang sesuai potensi, minat dan karakteristik anak menjadi sebuah keharusan untuk mengembangkan potensi mereka. Perbedaan individu merupakan aset diri individu yang dapat dikembangkan agar sesuai dengan takaran kemampuan yang ada pada diri individu tersebut. Dalam konteks pendidikan, maka dipandang perlu adanya pelayanan dan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Hal ini berarti setiap siswa hendaknya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan potensi dirinya yang tidak mesti sama satu sama lain.

  Penyelenggaraan program tersebut merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV bagian kesatu Pasal 5 ayat 4 yang menyatakan, ”warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus”. Selanjutnya pada Bab V pasal 12 ayat 1 men egaskan bahwa, ”setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan

  1 kemampuannya”.

  Pendidikan yang bermutu harus mencakup dua dimensi yaitu orientasi akademis dan orientasi keterampilan hidup yang esensial. Berorientasi akademik berarti menjanjikan prestasi akademik peserta didik sebagai tolak ukurnya. Sedangkan yang berorientasi keterampilan hidup yang esensial 1 adalah pendidikan yang membuat peserta didik dapat bertahan di kehidupan

  2 nyata.

  Agar sasaran peningkatan kualitas sumber daya ini berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan pendekatan layanan pendidikan yang mempertimbangkan bakat, minat, kemampuan, dan kecerdasan peserta didik. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan ialah “untuk memberikan kesempatan pada anak didik untuk mengembangkan bakat-bakatnya

  3

  seoptimal mungkin, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.” Sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat.

  Hal ini tercantum dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) no. 20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yang menjelaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan

  4

  menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Sejak digulirkannya sistem desentralisasi banyak upaya yang dilaksanakan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan banyak upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Upaya tersebut dilandasi suatu kesadaran betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Di setiap daerah berlomba-lomba untuk memajukan pendidikan. Dengan kata lain, di setiap sekolah atau madrasah 2 Depdiknas, Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan untuk Peserta Didik Berkecerdasan

  Istimewa (Program Akselerasi). (Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasardan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, 2009), h.2. 3 Utami Munandar, Anak-Anak Berbakat Pembinaan dan Pendidikannya. (Jakarta: Rajawali, 1985), Cet.2, h.15. 4 Anwar Arifin, Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang diberi kebebasan dalam mengelola potensi yang ada.

  ”Pengelolaan komponen-komponen sekolah oleh sekolah itu sendiri, yang meliputi tujuh komponen yaitu kurikulum dan program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen pelayanan khusus

  5 lembaga pendidikan”.

  Dengan adanya kebebasan setiap sekolah atau madrasah mengelola potensi yang ada, maka dimungkinkan adanya pelayanan yang optimal terhadap siswa yang memiliki potensi dan minat tertentu, terutama dalam bidang akademik. Oleh karena itu, pihak sekolah merespon potensi siswa yang memiliki kecerdasan tinggi dan bakat khusus dengan menyelenggarakan berbagai program, seperti program kelas unggulan, kelas akselerasi dan kelas peminatan.

  Untuk menciptakan program pelayanan khusus bagi anak istimewa dan berbakat, terlebih dahulu perlu diciptakan sekolah unggulan dengan berbagai ragam program pendidikan yang mengakomodasi berbagai keragaman potensi siswa.

  Sekolah unggulan merupakan sebuah wadah untuk mengembangkan siswa yang memiliki kecerdasan dan kemampuan di atas rata-rata anak biasa. Dalam artian, siswa yang diperkenankan belajar pada program unggulan harus memiliki kriteria tertentu seperti potensi belajar siswa yang beragam. Sementara itu pelayanan pendidikan secara regular yang dilaksanakan selama ini masih bersifat klasikal-massal, yaitu penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang segera tampak adalah belum terakomodasinya kebutuhan individual siswa di luar kelompok normal, sehingga belum optimalnya pembelajaran pada setiap siswa yang memiliki potensi yang berbeda. Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa hakikat pendidikan adalah 5 untuk memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi kecerdasan dan bakatnya secara optimal.

  Manajemen layanan khusus merupakan salah satu komponen penting yang terdapat di sekolah yang dilakukan untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Usaha ini secara tidak langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar di kelas, dan manajemen layanan khusus hendaknya langsung ditangani oleh kepala sekolah dan membutuhkan personel khusus dalam pelaksanaannya. Manajemen layanan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatan, dan keamanan sekolah. Manajemen komponen-komponen tersebut merupakan bagian penting dari manajemen sekolah yang efektif dan efisien.

  Anak berbakat merupakan aset yang potensial untuk dikembangkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi setiap pendidik untuk berupaya secara optimal memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik siswa. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlangsung begitu pesat pada masa sekarang menyebabkan guru tidak bisa lagi melayani kebutuhan anak- anak akan informasi. Sehingga sulit bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran yang diberikan di kelas dengan minat yang dimiliki oleh siswa.

  Perpustakaan yang lengkap dan dikelola dengan baik memungkinkan peserta didik untuk lebih mengembangkan dan mendalami pengetahuan yang diperolehnya di kelas melalui belajar mandiri, baik pada waktu-waktu kosong di sekolah maupun di rumah. Di samping itu, juga memungkinkan guru untuk mengembangkan pengetahuan secara mandiri, dan juga dapat mengajar dengan metode bervariasi, misalnya belajar individual.

  Manajemen layanan khusus lain adalah layanan kesehatan dan keamanan. Sekolah sebagai satuan pendidikan yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan proses pembelajaran, tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap saja, tetapi harus menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani peserta didik. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UU SPN

  bab II pasal 4, yaitu mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu “... manusia yang memiliki kesehatan jasmani dan rohani”. Untuk kepentingan tersebut, di sekolah-sekolah dikembangkan program pendidikan jasmani dan kesehatan, menyediakan pelayanan kesehatan sekolah melalui usaha kesehatan sekolah (UKS), dan berusaha meningkatkan program pelayanan melalui kerjasama dengan unit-unit dinas kesehatan setempat.

  Di samping itu, sekolah juga perlu memberikan pelayanan keamanan kepada peserta didik dan para pegawai yang ada di sekolah agar mereka dapat belajar dan melaksanakan tugas dengan tenang dan nyaman.

  Namun, tidak setiap sekolah memiliki program yang baik untuk mengembangkan minat yang dimiliki siswa. Akibatnya, tidak semua siswa dapat mengembangkan minat yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang diterima tidak sesuai dengan potensi dan minatnya. Padahal dengan adanya pengelompokkan kelas bagi siswa yang memiliki potensi dan minat pada bidang akademik tertentu dapat menjadi acuan pokok dalam penyelenggaraan pendidikan karena setiap siswa merupakan pribadi yang unik dan memiliki keberagaman potensi dan minat. Oleh karena itu, diperlukan adanya perlakuan khusus atas perbedaan potensi dan minat siswa tersebut agar kemampuan yang dimiliki dapat tersalurkan sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Tetapi tidak semua sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan program seperti itu.

  Madrasah Tsanawiyah Negeri Tangerang II Pamulang merupakan salah satu madrasah yang berada di Tangerang Selatan yang menyelenggarakan Program Unggulan berupa kelas peminatan bagi siswa yang memiliki potensi dan minat akademik tertentu. MTsN yang memiliki visi Beriman, Berakhlak, Sehat, Cerdas, dan Berprestasi Nasional ini sudah membuka program kelas peminatan pada tahun pembelajaran 2007/2008 semester genap untuk kelas VII dan kelas VIII, tepatnya mulai Januari 2008, dan dilanjutkan pada tahun pembelajaran berikutnya. Adapun peresmian program ini baru dilakukan pada 29 Maret 2008 oleh Kepala Kantor Depag Wilayah Propinsi Banten yang disaksikan oleh Kabid Mapenda Wilayah, Kepala Kantor Depag Kabupaten Tangerang, Kasi Mapenda Kabupaten, Camat Pamulang, Kepala-Kepala MI/SD, MTs/SMP di wilayah Kecamatan Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, dan Serpong, orang tua siswa kelas-kelas unggulan, dan tamu-tamu undangan dari sekolah-sekolah unggulan. Kelas peminatan di MTsN Tangerang II Pamulang terdiri atas Kelas Bilingual Arab, Kelas Bilingual Inggris, Kelas Teknologi Informasi, Kelas Agama, Kelas Sosial, dan Kelas Sains. Di kelas peminatan inilah siswa diberi pendalaman materi sesuai dengan potensi dan minat akademiknya.

  Namun program kelas peminatan ini tidak sepi dari berbagai kritik, hal ini menjadi sebuah tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang. Dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan berbagai kegiatan penunjang untuk mencapai sasaran dan tujuan program yang telah ditetapkan. Terdapat berbagai kegiatan penunjang yang disesuaikan dengan kelas minat yang terdapat di MTs Negeri Tangerang II Pamulang seperti penelitian sederhana, pecan sains, field trip, berlangganan media masa berbahasa Inggris dan Arab, English day dan Arabic day, dan sebagainya. Namun bukanlah sesuatu yang mudah untuk menjalankan kegiatan tersebut. Terdapat beberapa kendala yang membuat sebagian kegiatan belum terlaksana dengan baik, bahkan ada juga program yang tidak terlaksana. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab penerapan program kelas peminatan belum optimal dalam mengembangkan potensi kecerdasan dan bakat istimewa siswa.

  Oleh karena itu, penulis berminat untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam bentuk skripsi dengan judul

  “Implementasi Program Kelas Peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang”.

B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah dapat diidentifikasi beberapa masalah diantaranya:

  1. Belum optimalnya pembelajaran pada setiap siswa yang memiliki potensi yang berbeda.

  2. Guru sulit untuk menyesuaikan pembelajaran yang diberikan di kelas dengan minat yang dimiliki oleh siswa.

  3. Belum optimalnya program-program yang ada pada kelas peminatan.

  4. Penerapan program kelas peminatan belum optimal dalam mengembangkan potensi kecerdasan dan bakat istimewa siswa.

  C. Pembatasan Masalah

  Berdasarkan identifikasi masalah di atas dan untuk membatasi penelitian agar lebih fokus, maka penelitian dititikberatkan pada kajian penerapan program kelas peminatan.

  D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan batasan masalah di atas, maka masalah yang diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan program kelas peminatan di MTs Negeri

  Tangerang II Pamulang? 2. Bagaimana cara mengoptimalkan pembelajaran pada siswa kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang?

E. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: 1.

  Untuk mendapatkan gambaran mengenai program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

2. Untuk mendapatkan informasi mengenai pembelajaran yang optimal di MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

F. Manfaat dan Kegunaan Penelitian

  Adapun manfaat penelitian ini ialah: 1.

  Menambah pemahaman tentang program kelas peminatan.

  2. Memberikan informasi kepada sekolah yang diteliti dalam memperhatikan potensi dan minat siswa, serta memberikan perlakuan yang tepat bagi pendidikan siswa.

  3. Meningkatkan pengelolaan program peminatan yang lebih efektif dan efisien.

  4. Sebagai masukan bagi sekolah yang bersangkutan, untuk perencanaan pengembangan lebih lanjut.

  5. Manfaat lain dari penelitian ini khususnya tentang pola dan system pendidikan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya parapenyelenggara pendidikan di tanah air.

BAB II KAJIAN TEORI A. Minat Belajar 1. Pengertian Minat Belajar Slameto sebagaimana dikutip oleh Prof. Dr. H. Djaali mengatakan

  bahwa minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Crow and Crow mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang

  1

  oleh kegiatan itu sendiri. Pendapat tersebut sejalan dengan pengertian minat oleh Hilgard, yaitu sebagai kecenderungan yang tetap untuk

  2 memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.

  Menurut Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab “minat dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang.

  ” Dalam batasan tersebut terkandung suatu pengertian bahwa di dalam minat ada pusat perhatian subjek, ada usaha (untuk mendekati/mengetahui/menguasai) dari subjek

  3 yang dilakukan dengan perasaan senang, ada daya penarik dari objek.

  Minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi 1 atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber, minat tidak 2 Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), cet. 5, h. 121.

  Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), h. 27. 3 Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar dalam termasuk istilah populer dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak dan faktor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi dan kebutuhan. Namun terlepas dari masalah populer atau tidak, minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa

  4 dalam bidang-bidang studi tertentu .

  Beberapa pengertian di atas terlihat saling melengkapi, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat adalah rasa suka dan perhatian seseorang terhadap sesuatu baik seseorang, benda ataupun kegiatan yang membuat orang tersebut merasa terikat dan memberikan perhatian penuh terhadap objek yang disukainya tanpa ada yang menyuruh. Minat adalah sesuatu kecenderungan yang erat kaitannya dengan perasaan terutama senang (positif) terhadap sesuatu yang dianggapnya berharga atau sesuai kebutuhan dan memberi kepuasan kepadanya, sesuatu itu dapat berupa aktivitas, orang, pengalaman atau benda yang dapat dijadikan sebagai stimulus atau rangsangan yang memerlukan respon terarah.

  Dari penjelasan sebelumnya yaitu minat secara umum, kemudian dicoba untuk diterapkan dalam bidang akademik, khususnya untuk bidang kejuruan. Minat umum - kejuruan yang berkembang dalam diri seseorang merupakan akumulasi minat yang berkembang, sejalan dengan pengalaman, sikap, dan keinginannya. Sebagaimana dikatakan oleh Wayne, hal ini sangat dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

  Minat kejuruan adalah kecenderungan seseorang untuk memiliki prospek pekerjaan atau jabatan tertantu yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya. Konstelasi tersebut didukung oleh William B. Michael yang menyebutkan bahwa perpaduan tipe-tipe minat akan memperlihatkan pola tingkah laku tertentu dalam melaksanakan tugas, 4 yang disebut kecakapan tugas. Faktor minat kejuruan adalah penting

  Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja untuk melihat sejauh mana merencanakan seseorang dalam pendidikan

  5

  untuk suatu pekerjaan tertantu sesuai dengan bidangnya. Jadi, minat kejuruan adalah kecenderungan siswa pada bahan atau mata pelajaran tertentu yang sesuai dengan karakteristik kepribadiannya sehingga siswa tersebut merasa terikat dan memberikan perhatian penuh terhadap pelajaran yang disukainya tanpa ada yang menyuruh.

  Tugas atau pekerjaan tidak dapat diselesaikan tanpa pengerahan usaha, daya, dan tenaga. Semakin sulit tugas, semakin banyak pula tenaga yang diperlukan untuk mengerjakan tugas dengan baik. Generalisasi ini berlaku pula dalam belajar. Penguasaan yang sempurna terhadap suatu mata pelajaran, memerlukan pencurahan perhatian yang rinci. Minat yang telah disadari terhadap bidang pelajaran, mungkin sekali akan menjaga pikiran siswa, sehingga dia bisa menguasai pelajarannya. Pada gilirannya, prestasi yang berhasil akan menambah

  6 minatnya, yang bisa berlanjut sepanjang hayat.

  Umpamanya seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. Guru dalam kaitan ini seyogianya berusaha membangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang

  7 kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap positif.

  Elizabeth B. Hurlock mengatakan bahwa besarnya minat remaja terhadap bidang akademik sangat dipengaruhi oleh minat mereka pada pekerjaan. Kalau remaja mengharapkan pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi maka pendidikan akan dianggap sebagai batu loncatan.

  5 6 Djaali, op. cit., h.125-126. 7 Ibid, h. 121-122.

  Biasanya remaja lebih menaruh minat pada pelajaran-pelajaran yang

  8 nantinya akan berguna dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

  Cukup banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya minat terhadap sesuatu, dimana secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bersumber dari dalam diri individu (misalnya: umur, jenis kelamin, bobot, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian), dan yang berasal dari luar yang mencakup (lingkungan keluarga, lingkungan

  9

  sekolah dan lingkungan masyarakat). Faktor lingkungan mempunyai pengaruh lebih besar terhadap timbul dan berkembangnya minat seseorang.

  Crow and Crow berpendapat ada tiga faktor yang menjadi timbulnya minat, a.

  Dorongan dari dalam diri individu, misalnya dorongan untuk makan, ingin tahu seks. Dorongan untuk makan akan membangkitkan minat untuk bekerja atau mencari penghasilan, minat terhadap produksi makanan, dan lain-lain.

  b.

  Motif sosial, dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu. Misalnya minat terhadap pakaian timbul karena ingin mendapat persetujuan atau penerimaan dan perhatian orang lain.

  c.

  Faktor emosional, minat mempunyai hubungan erat dengan emosi.

  Bila seseorang mendapat kesuksesan pada aktivitas akan menimbulkan perasaan senang, dan hal tersebut akan memperkuat minat terhadap aktifitas tersebut, sebaliknya suatu kegagalan akan

  10 menghilangkan minat terhadap hal tersebut.

  8 Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, (Terjemah Istiwidayanti dan Soedjarwo), (Jakarta: Erlangga, 1980), h. 220. 9 10 Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab, op. cit., h.263.

  Karena kepribadian manusia itu bersifat kompleks, maka sering ketiga faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan perpaduan dari ketiga faktor tersebut, akhirnya menjadi agak sulit bagi kita untuk menentukan faktor manakah yang menjadi awal penyebab timbulnya suatu minat. Dalam hal ini, terdapat dua hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

  a.

  Minat pembawaan. Minat ini muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik kebutuhan maupun lingkungan.

  b.

  Minat yang muncul karena adanya pengaruh dari luar. Minat seseorang bisa saja berubah karena adanya pengaruh lingkungan dan kebutuhan. Spesialisasi bidang studi yang menarik minat seseorang akan dapat dipelajari dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, jika bidang studi yang tidak sesuai dengan minatnya, tidak mempunyai daya

  11 tarik baginya.

3. Fungsi Minat

  Setelah memahami dari pengertian- pengertian yang diuraikan di atas tentunya minat itu mempunyai fungsi tersendiri. Minat dikatakan sebagai salah satu faktor penting yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya belajar siswa. Minatpun dikatakan sebagai aspek kejiwaan karena ia sangatlah pribadi dan berkembang sejak masa kanak-kanak. Pada semua usia, minat mempunyai peranan penting dalm kehidupan seseorang, dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku dan sikap. Hal ini terutama selama masa kanak-kanak, karena setiap aktivitas anak ditentukan oleh minat yang berkembang selama pertumbuhannya.

  Minat berhubungan erat dengan sikap kebutuhan seseorang, dan mempunyai fungsi yang dikemukakan oleh Elizabeth B Hurlock, yaitu:

11 Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Bogor: Ghalia

  a.

  Sumber motivasi yang kuat untuk belajar Anak yang berminat terhadap sebuh kegiatan baik permainan maupun pekerjaan akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan anak yang kurang berminat.

  b.

  Minat mempengaruhi bentuk intensitas aspirasi anak Ketika anak mulai berfikir tentang pekerjaan mereka dimasa mendatang, misalnya menentukan apa yang mereka ingin lakukan pada saat mereka dewasa, semakin yakin mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan semakin besar minat mereka dikelas atau diluar kelas yang mendukung tercapainya aspirasi itu.

  c.

  Menambah kegairahan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang.

  Anak-anak berminat terhadap suatu pekerjaan atau kegiatan, pengalaman mereka jauh lebih menyenangkan daripada bila mereka bosan.

12 Jadi, fungsi dari minat itu sendiri adalah sebagai sumber motivasi

  untuk mempengaruhi intensitas aspirasi anak serta sebagai penumbuh dan penambah kegairahan pada suatu kegiatan sehingga seorang anak menjadi senang untuk melakukannya, serta sebagai sumber pendorong atau daya gerak bagi setiap anak untuk bisa mengerjakan sesuatu menjadi lebih baik.

4. Indikator Minat

  Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Keinginan atau minat sangat mempengaruhi corak perbuatan yang akan diperlihatkan seseorang. Sekalipun seseorang itu mampu mengerjakan sesuatu, tetapi bila tidak mempunyai minat, tidak mau, atau tidak ada keinginan untuk mengerjakan suatu pekerjaan maka ia tidak akan bisa menyelesaikan suatu pekerjaan walau pekerjaan itu mudah. 12 Elizabeth B Hurlock, Perkembangan Anak, jilid II, Terj. Meitasati Tdjandrasa, (Jakarta:

  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, indikator adalah suatu alat pemantau (sesuatu) yang dapat memberikan petunjuk atau

  13

  keterangan. Kaitannya dengan minat siswa adalah sebagai alat pemantau yang dapat memberikan petunjuk kualitas minat. Ada beberapa indikator minat yang dapat dikenal atau dapat dilihat diantaranya: a.

  Keinginan Keinginan merupakan indikator minat yang datang dari dorongan/nafsu dirinya, apabila yang dituju itu sesuatu yang nyata/kongkrit. Sehingga dari dorongan tersebut timbul keinginan dan minat untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Seorang siswa yang memiliki keinginan terhadap suatu kegiatan, tentunya ia akan melakukannya atas keinginan dirinya sendiri. Jadi apabila seorang siswa memiliki keiginan terhadap kewirausahaan, maka ia akan mengikuti pembelajaran kewirausahaan dan kegiatan wirausaha atas keinginannya sendiri.

  b.

  Pengetahuan Mengetaui berminat atau tidaknya seseorang siswa terhadap wirausaha dapat dilihat dari pengetahuan yang dimiikinya. Siswa yang berminat terhadap wirausaha maka ia akan mempunyai pengetahuan yang luas tentang dunia kewirausahaan dan tentang manfaat dari adanya wirausaha dalam kehidupan sehari-hari.

  c.

  Berani Berani adalah tidak takut kepada semua rintangan atau hambatan yang akan dihadapi, karena sudah memiliki ilmu untuk menyelesaikan masalah tanpa harus dihindari. Siswa yang berani walaupun dikasih tugas yang susah di tidak akan merasa takut ataupun menyerah, tetapi dia akan selalu berusaha untuk menyelesaikan tugasnya tersebut.

13 DEPDIKNAS, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,2003), Cet. 3,

  d.

  Yakin/ Percaya Maksudnya adalah bahwa siswa merasa yakin/percaya terhadap sesuatu dengan sungguh-sungguh tanpa terpengaruh kepada interprestasi lain. Siswa yang berminat akan merasa yakin/percaya dalam mengerjakan sebuah tugas ataupun dalam menjalankan suatu usaha.

  e.

  Perhatian Adalah siswa mempunyai perhatian yang lebih ketika mengikuti pelajaran kewirausahaan dan siswa mempunyai perhatian yang lebih juga kepada semua bentuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan.

5. Pengembangan Minat Belajar

  Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. Motif menggunakan dan menyelidiki dunia luar (manipulate and exploring motives). Dari manipulasi dan eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama kelamaan timbullah minat terhadap sesuatu. Apa yang menarik minat seseorang

  14 mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.

  Minat bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda atau kegiatan ataupun bisa sebagai pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Dengan kata lain, minat dapat menjadi sebab kegiatan dan sebab partisipasi dalam kegiatan. Arah pikiran kita barulah terpengaruh kalau minat kita sendiri berhubungan dengan situasi yang 14 kita temui sendiri.

  M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya, 1984), cet. 1,

  Minat sangatlah erat hubungannya dengan dorongan, motif dan reaksi emosional. Misalnya, minat terhadap riset ilmiah bisa timbul dari tindakan atau penyelidikan yang dirangsang oleh keinginannya dalam memenuhi rasa ingin tahu seseorang dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Dengan demikian jika melihat pengaruh minat terhadap pembelajaran matematika, dari adanya kebutuhan ini siswa akan menaruh minat untuk mempelajari dengan memberikan pemusatan perhatian lebih banyak dari siswa lainnya yang tidak memiliki minat terhadap pelajaran matematika, kemudian karena pemusatan perhatian inilah memungkinkan siswa tersebut untuk lebih giat belajar dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. Oleh karena itu minat atau keinginan yang terpendam dan menjaganya dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan siswa akan menjadikan siswa itu lebih giat belajar, barang siapa yang bekerja dengan minat yang kuat, ia tidak akan merasa lelah dan tidak cepat bosan.

  Oleh sebab itu guru harus berusaha dengan berbagai cara untuk memelihara minat siswa dan segala yang berkaitan dengan minat. Metode dan cara mengajar yang baik dan disertai dengan alat peraga merupakan upaya yang baik agar mampu menimbulkan minat terhadap siswa dalam mengikuti pelajaran. Selain guru memperhatikan minat atau keinginan seperti yang diuraikan di atas, guru juga perlu memperhatikan tujuan pengajaran, karena tujuan itu justru akan membantu guru dalam mencari bahan yang akan diajarkan.

B. Pengelompokan Siswa

  Pengelompokan atau lazim dikenal dengan grouping didasarkan atas pandangan bahwa disamping peserta didik tersebut mempunyai kesamaan, juga mempunyai perbedaan. Kesamaan-kesamaan yang ada pada peserta didik melahirkan pemikiran penempatan pada kelompok yang sama, sementara perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik melahirkan

  15 pengelompokan mereka pada kelompok yang berbeda.

  Yeager mengemukakan bahwa pengelompokan dapat didasarkan atas fungsi perbedaan. Pengelompokan menurut fungsi integrasi adalah pengelompokan yang didasarkan atas kesamaan-kesamaan yang ada pada didik. Pengelompokan tersebut meliputi, yang didasarkan atas umur, jenis kelamin, dan sebagainya. Pengelompokan ini melahirkan pembelajaran yang bersifat klasikal.

  Pengelompokan yang didasarkan atas fungsi perbedaan adalah yang diaksentuasikan pada perbedaan individual peserta didik. Pengelompokan

  16 menurut fungsi perbedaan demikian, melahirkan pembelajaran individual.

  Pengelompokan atau grouping adalah pengelompokan peserta didik berdasarkan karakteristik-karakteristiknya. Karakteristik demikian perlu digolongkan agar mereka berada dalam kondisi yang sama. Adanya kondisi yang sama ini memudahkan pemberian layanan yang sama. Oleh karena itu, pengelompokan (grouping) ini lazim dengan istilah pengklasifikasian (clasification).

  Pengelompokan bukan dimaksudkan untuk mengkotak-kotakkan peserta didik, melainkan justru bermaksud membantu mereka agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Dengan adanya pengelompokan, peserta didik juga akan mudah dikenali.

  Jika perbedaan antara peserta didik satu dengan yang lain dicermati lebih mendalam, akan didapati perbedaan antara individu dan perbedaan intra individu. Yang pertama berkenaan dengan berbedanya peserta didik yang satu dengan yang lain di dalam kelas, dan yang kedua berkenaan dengan berbedanya kemampuan masing-masing peserta didik dalam berbagai mata pelajaran atau bidang studi.

  Perbedaan ini mengharuskan layanan pendidikan yang berbeda terhadap mereka. Oleh karena layanan yang berbeda secara individual 15 Ali Imron, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, (Departemen Pendidikan Nasional; Universitas Negeri Malang, Prodi Manajemen Pendidikan, 2004), h.76. 16 demikian dianggap kurang efisien, maka dilakukan pengelompokan berdasarkan persamaan dan perbedaan peserta didik, agar kekurangan pada pengajaran secara klasikal dapat dikurangi. Dengan perkataan lain, pengelompokan adalah konvergensi dari pengajaran sistem klasikal dan sistem individual.

  Pengelompokan kemampuan antar kelas (pembagian) terdiri atas pengelompokkan siswa-siswa berdasarkan kemampuan atau prestasi mereka. Pembagian telah lama digunakan di sekolah-sekolah sebagai cara untuk mengatur siswa terutama di tingkat menengah. Pembagian akan mempersempit jajaran keterampilan dalam sekelompok siswa yang selanjutnya akan memudahkan pengajaran. Pembagian dapat dikatakan bisa mencegah siswa yang kurang mampu “menghambat” siswa yang lebih

  17 berbakat.

  Seorang guru di kelas perlu menyadari bahwa setiap murid yang dihadapinya berhak mendapatkan pengajaran yang baik, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 bab XIII pasal 31 bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”. Tetapi dalam tugasnya sehari-hari guru dihadapkan pada murid yang berbeda-beda.

  Walaupun diinginkan agar murid-murid mencapai hasil yang sama, tetapi jelas bahwa anak-anak di kelas menunjukkan perbedaan dalam fungsi-fungsi kognitif dan non-kognitif. Ada murid yang dengan cepat dapat memahami

  18 bahan pelajaran tertentu, sedangkan yang lain ternyata lambat.

  Pemerataan kesempatan pendidikan bagi semua peserta didik menunjuk kepada pengertian bahwa hal ini tidak berarti baik seluruh bahan maupun pendekatan pendidikan harus sama untuk semua anak, namun bahwa pemerataan kesempatan pendidikan itu terutama menunjuk kepada pemerataan kesempatan belajarnya. Selain itu pendidikan harus disesuaikan 17 John W.Santrock, Psikologi Pendidikan, Terj. Diana Angelica, (Jakarta: Salemba Humanika, 2009), ed.3, jilid.1, h.170. 18 Samuel Soeitoe, Psikologi Pendidikan (Mengutamakan Segi-Segi Perkembangan),

  baik dengan kebutuhan, tingkat perkembangan maupun kelainan perkembangan, kondisi minat, dan kecepatan belajar anak, dalam hal ini

  19 terutama kelompok anak berbakat.

  Dalam kelompok pelajar pada tingkat atau sekolah apapun, perbedaan-perbedaan dalam latar belakang pengalaman dapat diketahui bahwa ada yang mudah mencapai prestasi ataupun ada yang lambat mencapai prestasinya tanpa memperhatikan individu untuk menguasai bahannya. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh di rumah nantinya akan mempengaruhi keinginannya unuk ikut serta dalam situasi belajar yang sekarang. Minat dan sikap individu terhadap sekolah dan kepada mata pelajaran tertentu (yang kadang-kadang timbul akibat dari sikapnya di rumah dan lingkungan sekitarnya), kebiasaan-kebiasaan bekerjasama atau sebaliknya, kecakapan atau keinginannya untuk memusatkan kepada bahan

  • – yang akan dipelajari, dan kebiasaan-kebiasaan studi yang diperolehnya kesemuanya itu
  • – menjadi faktor yang bisa menyebabkan perbedaan di kalangan pelajar.

  Usaha untuk mengatasi perbedaan individual adalah mengadakan rombongan yang homogen. Usaha ini biasanya dilaksanakan dengan mendasarkan hasil pengetesan. Faedah dari usaha ini masih merupakan pertanyaan besar bagi para pendidik. Lagipula rombongan yang benar-benar homogen itu sebenarnya hanya dapat terjadi dalam bayangan saja walaupun kita berusaha membentuk rombongan-rombongan atas dasar kecerdasan, misalnya pada anak-anak yang kita anggap satu golongan itu masih terdapat

  20 variasi-variasi kecerdasan yang luas sekali.

  Jadi, pengelompokan siswa berdasarkan karakteristiknya bukan bertujuan untuk mengkotak-kotakkan siswa, melainkan justru bermaksud 19 Conny Semiawan, A.S. Munandar, dan S.C. Utami Munandar, Memupuk Bakat dan

  

Kreativitas Siswa Sekolah Menengah; Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua, (Jakarta: Gramedia,

1987), cet. 2, h.67. 20 Mustaqim dan Abdul Wahib, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), cet.

  membantu mereka agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Dengan adanya pengelompokan, siswa juga akan mudah dikenali, sehingga layanan pendidikan yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristiknya.

  Perkembangan dan pendidikan menengah pada umumnya, khususnya bagi anak berbakat seyogyanya dirancang sebagai bagian integral dari garis lanjut pendidikan kehidupan, dengan lebih banyak memberikan kesempatan kepada bakatnya yang luar biasa untuk melibatkan diri sepenuhnya dalam suasana belajar di sekolah, yang berkesinambungan dengan suasana kehidupan.

  Dengan demikian dalam meningkatkan perkembangan bakat dan minat pada anak berbakat seoptimal mungkin, diperlukan wahana dan sarana yang bersifat khusus. Di dalamnya tercakup juga pengalaman belajar yang bersifat mendasar (basic) yang merupakan persamaan pengalaman belajar yang diperoleh dari kurikulum umum. Kegiatan ini terwujud dalam program inti, namun di samping itu ada program yang diorientasikan kepada kepentingan kondisi tuntutan, dan kebutuhan peserta didik yang disebut program khusus atau program pilihan.

  Yang disebut program pilihan, dapat merupakan kurikulum berdiferensiasi yang diperuntukkan khusus bagi anak berbakat. Istilah diferensiasi dalam pengertian “kurikulum berdiferensiasi” menunjuk kepada perbedaan dengan kurikulum yang berlaku. Perbedaannya terutama berkenaan dengan sifat penanjakan yang dinamis dari perkembangan seseorang yang diperoleh dari seluruh pengalaman belajar, yang drencanakan

  21 dalam kaitan dengan pencapaian tujuan tertentu.

  Fogarty mengatakan bahwa salah satu variasi dari pengelompokan kemampuan antara kelas adalah program tanpa kelas (lintas usia), dimana siswa-siswa dikelompokkan menurut kemampuan mereka dalam mata pelajaran tertentu tanpa memedulikan usia atau tingkat kelas mereka. 21 Pengelompokan kemampuan di dalam kelas melibatkan penempatan para siswa di dalam dua atau tiga kelompok pada satu kelas untuk

  22 mempertimbangkan perbedaan-perbadaan para siswa.

  Pengelompokan berdasarkan minat (interest grouping) adalah pengelompokan yang didasarkan atas minat peserta didik. Peserta didik yang berminat pada pokok bahasan tertentu, pada kegiatan tertentu, pada topik

  23 tertentu atau tema tertentu, membentuk ke dalam satu kelompok.

  Pengelompokan demikian dilakukan, oleh karena tidak semua peserta didik yang berbakat mengenai sesuatu dan sekaligus juga meminatinya.

  Peminatan peserta didik dapat dimaknai sebagai fasilitasi pengembangan potensi sesuai minat peserta didik sesuai tujuan yang ingin dicapai dalam tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Layanan peminatan peserta didik senantiasa melalui proses yang meliputi (1) layanan informasi tentang peminatan peserta didik (2) layanan pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik, (3) layanan pendampingan melalui pembelajaran yang mendidik dan layanan bimbingan dan konseling, (4) pengembangan potensi peserta didik melalui praktik dan pengembangan potensi peserta didik melalui penyaluran bakat dan minat akademik maupun non akademik.

  Keberhasilan belajar dan karir peserta didik dapat dipengaruhi oleh pemilihan dan penetapan peminatan secara tepat, pembinaan minat belajar melalui pembelajaran yang mendidik yang dilakukan oleh guru mata pelajaran dan layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru BK/Konselor, serta penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran yang diciptakan bersama oleh guru mata pelajaran bersama guru BK/Konselor. Peserta didik dalam proses pembelajaran akan melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap bidang keahlian atau peminatannya dan 22 23 John W.Santrock, op.cit., h.171-172.

  kondisi lingkungan yang baru. Hal ini memerlukan pendampingan agar jangan sampai mengalami kesulitan dan dapat berkembang secara cepat dan optimal sesuai dengan potensinya.

  Peminatan peserta didik dapat dimulai saat peserta didik mengenal objek dan diberi kesempatan atau ada kesempatan untuk berbuat. Semenjak anak usia dini yang dikembangan melalui Pendidikan Anak Usia Dini, dilanjutkan ke Pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Tingkat Atas dan sampai di tingkat Perguruan Tinggi. Peminatan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya yang dapat berupa peminatan terhadap mata pelajaran, studi lanjut, keahlian, pekerjaan, jabatan, dan kehidupan keluarga. Harapan akhir dari pendidikan adalah peserta didik menjadi manusia yang berakhlak mulia, cerdas dan terampil, serta dapat mencapai kemandirian, kebahagiaan, dan kesejahteraan yang berlandaskan akhlak mulia.

C. Program Kelas Peminatan 1.

  Hakekat Peminatan Peminatan peserta didik merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik dalam bidang keahlian yang

  24 didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada.

  Perkembangan optimal bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimilikinya, melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan peserta didik mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya.

24 Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal

  

Pendidikan Menengah, Peminatan Peserta Didik SMA dan SMK, (Jakarta: Kemendikbud, 2013),

  Peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran merupakan upaya untuk membantu peserta didik dalam memilih dan mendalami mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan, memahami dan memilih arah pengembangan karir, dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan sampai ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Upaya mengoptimalkan potensi peserta didik tersebut menuntut adanya kolaborasi yang baik antara guru mata pelajaran, guru wali kelas, Guru BK/Konselor atau konselor, kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali, seperti pelayanan pendalaman materi yang dilakukan guru mata pelajaran merupakan salah satu bentuk pengayaan mata pelajaran.

  Dengan demikian, penentuan peminatan peserta didik adalah sebuah proses yang akan melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya. Permasalahan akan terjadi jika peserta didik tidak mampu untuk menetukan peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran, sehingga akan menghambat proses pembelajaran. Untuk mencegah terjadinya masalah pada diri peserta didik maka diperlukan adanya pelayanan BK. Peminatan peserta didik yang difasilitasi oleh bimbingan dan konseling, tidak berakhir pada penetapan pilihan dan keputusan bidang keahlian yang dipilih peserta didik, melainkan harus diikuti layanan pembelajaran yang mendidik, aksesibilitas perkembangan yang luas, dan penyiapan lingkungan perkembangan

  25 belajar yang mendukung.

  Peminatan adalah proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan nasional, dan oleh karena itu peminatan harus berpijak pada kaidah-kaidah dasar yang secara 25 eksplisit dan implisit, terkandung dalam kurikulum. Pendalaman mata

  Program Peminatan Bimbingan Konseling dalam Kurikulum 2013, 2013, pelajaran merupakan aktivitas tambahan dalam belajar yang dilakukan oleh peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. Tujuan pendalaman mata pelajaran adalah untuk meluaskan dan memperdalam materi mata pelajaran tertentu sesuai dengan arah minatnya. Pendalaman mata pelajaran merujuk pada isi dan proses. Isi merujuk pada apa yang ada dalam materi yang diperkaya dan lebih sulit. Proses merujuk pada prosedur mental pemecahan masalah, pemikiran kreatif, pemikiran ilmiah, pemikiran kritis, perencanaan, analisis, dan banyak keterampilan pemikiran lainnya.

2. Pengertian Peminatan Peserta Didik

  Istilah penjurusan peserta didik tidak tertuang dalam Kurikulum 2013, istilah yang muncul adalah peminatan peserta didik. Peminatan peserta didik dapat diartikan (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik pada kelompok mata pelajaran atau bidang kompetensi keahlian yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan kelompok mata pelajaran, mata pelajaran, bidang keahlian atau kompetensi keahlian yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang diselenggarakan pada satuan pendidikan; (4) dan suatu proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal dalam

  26 rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

  Peminatan peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan tidak sebatas pemilihan dan penetapan saja, namun juga termasuk adanya langkah lanjut yaitu pendampingan, pengembangan, penyaluran, evaluasi 26 dan tindak lanjut. Peserta didik dapat memilih secara tepat tentang

  Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal peminatannya apabila memperoleh informasi yang memadai atau relevan, memahami secara mendalam tentang potensi dirinya, baik kelebihan maupun kelemahanya. Pendampingan dilakukan melalui proses pembelajaran yang mendidik dan terciptanya suatu kondisi lingkungan pembelajaran yang kondusif. Penciptaan yang dimaksud paling tidak dilakukan oleh guru mata pelajaran bersama guru BK/Konselor serta kebijakan kepala sekolah dan layanan administrasi akademik yang mendukung. Pengembangan dalam arti bahwa adanya upaya yang dilakukan untuk penyaluran dan pengembangan potensi peserta didik, misalnya dilakukan melalui magang, untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara sekolah dengan pihak lain terkait.

  Dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan, peserta didik diberikan mata pelajaran wajib yang ditempuh selama pendidikan. Di samping itu, bagi peserta didik diberi kesempatan untuk memilih peminatan akademik yang di sebut peminatan kelompok mata pelajaran. Setiap peserta didik wajib memilih sejumlah mata pelajaran yang bersifat pendalaman atau perluasan bidang keahlian/peminatan yang dipilihnya. Peserta didik wajib menempuh kelompok mata pelajaran yang ditetapkan, namun juga diwajibkan memilih bidang keahlian dan mata pelajaran

  27

  pilihan yang relevan dengan pilihan bidang keahliannya. Kerjasama dan sinergisitas kerja antar personal sekolah secara baik, persiapan/penataan kerja secara baik pula di setiap satuan pendidikan dapat menjadi fasilitas pendukung pembelajaran. Penciptaan penghormatan eksistensi bidang keahlian suatu profesi satu dengan profesi lainnya dalam satuan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka profesionalitas kerja.

3. Langkah Pokok Peminatan

  Peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran 27 dimulai sedini mungkin, yaitu sejak peserta didik menyadari bahwa dirinya berkesempatan memilih jenis sekolah dan/atau mata pelajaran dan/atau arah karir dan/atau studi lanjutan. Ketika itulah langkah-langkah peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran secara sistematik dimulai, mengikuti sejumlah langkah yang disesuaikan dengan tingkat peminatan tertentu. Dalam kaitan ini penulis ingin memproyeksikan langkah yang diterapkan bagi siswa SMA sebagaimana

  28

  materi Diklat yang diterapkan di tingkat SMA, yaitu sebagai berikut : a.

   Pengumpulan Data

  Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan data tentang: 1)

  Data pribadi peserta didik: kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat dan minat serta kecenderungan potensi. 2)

  Keluarga 3)

  Kondisi lingkungan 4)

  Mata pelajaran wajib dan pilihan 5)

  Sistem pembelajaran 6)

  Informasi pekerjaan/karir 7)

  Bahan informasi karir 8)

  Bahan informasi pendidikan lanjutan 9)

  Data kegiatan belajar 10)

  Data hasil belajar

11) Data khusus tentang peserta didik.

b. Informasi Peminatan

  Langkah ini dilakukan pada awal masuk sekolah yaitu pada masa orientasi studi, memasuki kelas baru, dan menjelang akhir studi, peserta didik diberikan informasi selengkapnya, sesuai dengan jenis dan jenjang satuan pendidikan peserta didik, yaitu informasi tentang :

28 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Peminatan Peserta Didik

  a.

  Sekolah ataupun program yang sedang mereka ikuti dan setamat dari sekolah atau selepas dari kelas yang mereka duduki sekarang.

  b.

  Kurikulum dan berbagai mata pelajaran baik yang wajib maupun pilihan yang diikuti peserta didik, terutama berkenaan dengan pilihan arah minat kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran, pendalaman mata pelajaran serta lintas mata pelajaran.

  c.

  Informasi tentang karir atau jenis pekerjaan yang perlu dipahami dan/atau yang dapat dijangkau oleh tamatan pendidikan yang sedang ditempuh sekarang, terutama berkenaan dengan peminatan vokasi.

  d.

  Informasi tentang studi lanjutan setamat pendidikan yang sedang ditempuh sekarang.

  Layanan informasi tentang berbagai hal di atas dapat dilakukan melalui layanan klasikal untuk semua peserta didik. Layanan informasi ini dapat dilengkapi dengan layanan orientasi melalui kunjungan ke sekolah/madrasah dan/atau lembaga kerja yang sesuai dengan peminatan/pilihan peserta didik.

c. Identifikasi dan Penetapan Peminatan

  Langkah ini terfokus pada kecocokan antara kondisi pribadi peserta didik dengan syarat-syarat atau tuntutan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran pilihan dan/atau sekolah/madrasah, arah pengembangan karir, kondisi orang tua dan lingkungan pada umumnya, terutama dalam rangka peminatan akademik, kejuruan, pendalaman mata pelajaran, lintas minat mata pelajaran dan studi lanjutan. Keadaan yang diinginkan ialah kondisi pribadi peserta didik benar-benar cocok atau sejajar, atau setidak-

  29 tidaknya mendekati, dengan persyaratan dan kesempatan yang ada. 29 Kecocokan itu disertai dengan tersedianya fasilitas yang ada di sekolah dan cukup memadai, serta dukungan moral dan finansial yang memadai pula (terutama dari orang tuanya).

  Langkah ketiga itu dilaksanakan melalui kontak langsung Guru BK/Konselor, Guru Mata Pelajaran, dan Guru Wali Kelas dengan peserta didik melalui penyajian angket ataupun modul. Kontak langsung ini disertai pembahasan individual, diskusi kelompok dan kegiatan lain melalui strategi transformasional-BMB3 yang mengajak peserta didik berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggung

  jawab atas berbagai aspek pilihan yang tersedia dan keputusan yang diambil.

  Pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengembangan

  30

  potensinya. Ketepatan dalam penetapan peminatan peserta didik memerlukan berbagai macam data atau informasi tentang diri peserta didik. Data yang dapat digunakan dalam layanan peminatan peserta didik antara lain prestasi belajar, prestasi non akademik (kejuaraan kegiatan lomba seni, olah raga, dll.), minat studi lanjut, minat pekerjaan, minat jabatan, cita-cita kehidupan dimasa depan, perhatian orang tua, fasilitasi pembelajaran, status sosial ekonomi, harapan orang tua dalam pilihan peminatan, dan harapan orang tua setelah putra- putrinya lulus dari sekolah. Teknik memperoleh data untuk peminatan peserta didik tersebut dapat digunakan teknik non tes, meliputi teknik- teknik sebagai berikut : 1)

  Dokumentasi, sebagai teknik untuk memperoleh data prestasi belajar berdasarkan buku raport peserta didik serta nilai ujian nasional. Data ini dapat digunakan untuk analisis perkembangan belajar peserta didik yang merupakan cerminan kesungguhan 30 belajar, kecerdasan umum dan kecerdasan khusus yang

  Agus Wibowo, Layanan Penempatan dan Penyaluran, 2013, dimaknakan dari mata pelajaran yang ditempuh relevansinya dengan bidang keahlian atau jenis peminatan peserta didik. Dari daftar nilai ujian terakhir dikombinasikan dengan nilai rapor, akan terlihat siswa tersebut menonjol pada bidang yang mana. Berdasarkan hal tersebut, guru akan memberikan masukan pada siswa tersebut bidang peminatan apa yang sebaiknya diambil.

  31

  2) Angket, sebagai teknik untuk memperoleh data tentang minat belajar peserta didik dan perhatian orang tua. Isian minat belajar peserta didik dapat dipergunakan untuk penetapan peminatan sebab isian minat merupakan pernyataan pikiran dan perasaan serta kemauan peserta didik. Isian perhatian orang tua merupakan bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran data tersebut.

  3) Wawancara, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk mengklarifikasi isian angket dan hal lain yang diperlukan.

  4) Observasi, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh data kondisi fisik dan perilaku yang nampak sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan peminatan peserta didik.

  Di samping teknik non tes, dapat juga menggunakan teknik tes, seperti tes psikologis yang dilaksanakan oleh tester atau tes peminatan yang dapat dilaksanakan oleh guru BK/Konselor. Tes psikologi digunakan sebagai alat ukur tentang deskripsi diri seseorang yang berupa kemampuan, kecenderungan, dan kepribadian seseorang.

  32 Data yang dapat diperoleh melalui teknik tes dapat dianalisisis dan

  dipergunakan dasar penetapan peminatan peserta didik. Data teknik non tes (dokumentasi, angket, wawancara, observasi, dll) secara lengkap dan tepat menganalisis serta interpretasi yang benar dapat dijadikan dasar pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik. Pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik dengan 31 Riana Afifah, Cara Sekolah Bantu Siswa Menentukan Peminatan, 2013, (Kompas.com). 32 menggunakan data dari teknik non tes adalah sudah dapat dipertanggungjawabkan.

  Nilai rata-rata lebih tinggi merupakan standar untuk menentukan pilihan peminatan peserta didik. Kondisi SDM dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh satuan pendidikan menjadi penentu penetapan kuota setiap jenis peminatan. Informasi yang jelas disampaikan secara tertulis sebelum proses pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik, antara lain tentang kuota keseluruhan, kuota minimal-maksimal setiap jenis peminatan, komponen pertimbangan penetapan, kriteria penetapan, mekanisme kerja dalam penetapan peminatan, waktu layanan untuk pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik. Bila terdapat jumlah peserta didik yang melebihi kuota untuk setiap jenis peminatan, maka dalam penetapannya dilakukan berdasarkan ranking.

d. Penyesuaian

  Langkah ketiga di atas dapat menghasilkan pilihan peminatan kelompok mata pelajaran atau mata pelajaran yang tepat bagi peserta didik dan orang lain yang berkepentingan (terutama orang tua), atau pilihan yang tepat bagi peserta didik tetapi tidak disetujui oleh orang tuanya. Apabila ketidakcocokan itu terjadi maka perlu dilakukan peninjauan kembali melalui layanan konseling individual baik terhadap peserta didik dan/ataupun orang tuanya. Siswa boleh melakukan perpindahan peminatan dan proses perpindahan peminatan harus segera diselesaikan di awal tahun ajaran. Jika tidak diselesaikan sejak awal, dikhawatirkan perpindahan peminatan justru mengganggu

  33 33 proses pembelajaran siswa.

  Penjurusan SMA Pelaksana Kurikulum 2013, 2013, (http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/07/28/166220/Penjurusan-SMA-

  Apabila pilihan dan keputusan peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran tepat tetapi sekolah/madrasah yang sedang atau akan diikuti tidak tersedia pilihan yang diinginkan, maka peserta didik yang bersangkutan dapat dianjurkan untuk mengambil pilihan itu di sekolah lain. Lebih jauh, apabila pilihan dan keputusan tepat dan fasilitas di sekolah/madrasah tersedia, tetapi dukungan finansial tidak ada, maka perlu dilakukan konseling individual (dengan peserta didik dan orang tuanya untuk membahas

  34

  kemungkinan mencari bantuan atau beasiswa). Demikian, langkah keempat dilaksanakan seoptimal mungkin demi kesuksesan studi peserta didik sesuai dengan kemampuan dasar (kecerdasan), bakat, minat, dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik.

e. Monitoring dan Tindak Lanjut

  Guru BK/Konselor, Guru Mata Pelajaran, dan Guru Wali Kelas memonitor penampilan dan kegiatan peserta didik asuhnya secara keseluruhan dalam menjalani program pendidikan yang diikutinya, khususnya berkenaan dengan peminatan kelompok mata pelajaran dan pilihan mata pelajaran yang dipilihnya. Perkembangan dan berbagai permasalahan peserta didik perlu diantisipasi dan memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat.

  Kegiatan monitoring dapat menggunakan format-format yang diadministrasikan, secara berkala, minimal setiap tengah dan akhir/awal semester, hasil isian format itu kemudian mendapatkan pembahasan dan tindak lanjut secara tepat.

  34

D. Kerangka Berpikir

  Penerapan program kelas peminatan sebagai salah satu program unggulan harusnya dapat dilaksanakan dengan baik sehingga memberikan layanan pendidikan yang sangat memuaskan bagi peserta didik, sehingga dapat mengembagkan potensi, minat dan bakat yang mereka miliki. Kesungguhan dari pihak manajemen dan kerja sama dari berbegei pihak sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan program kelas peminatan ini.

  Kerangka berpikir dan pola penelitian penerapan program kelas peminatan dapat dilihat pada gambar berikut: Input Proses Output

  Feedback

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

  Kondisi Penerapan Program Kelas Peminatan di MTsN Tangerang II Pamulang

  ï‚· Belum optimalnya pem- belajaran pada setiap siswa yang memiliki potensi yang berbeda.

  ï‚· Guru sulit untuk menyesuai- kan pembelajaran yang diberikan di kelas dengan minat yang dimiliki oleh siswa.

  ï‚· Belum optimalnya program- program yang ada pada kelas peminatan.

  ï‚· Penerapan program kelas peminatan belum optimal dalam mengembangkan potensi kecerdasan dan bakat istimewa siswa.

  Masalah

  Belum efektifnya program kelas peminatan dan belum optimalnya proses pembelajaran di MTs Negeri Tangerang II Pamulang?

  Strategi

  ï‚· Mendesain kelas sesuai dengan karakter kelas minatnya ï‚· Melaksanakan program penunjang yang telah dibuat ï‚· Mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk guru ï‚· Melakukan komunikasi internal dan eksternal ï‚· Mengadakan evaluasi

  Tujuan Akhir

  Tercapainya penerapan program kelas peminatan dan pembelajaran yang optimal Pelaksanaan program kelas peminatan mencakup berbagai kegiatan, antara lain pelaksanaan seleksi dan identifikasi peserta, pelaksanaan proses belajar mengajar, dan pelaksanaan program penunjang proses belajar mengajar. Dalam kegiatan tersebut tentunya tidak terlepas dari berbagai masalah yang ditemui. Untuk menghadapi masalah tersebut, harus ada upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi. Sehingga dalam proses kegiatan dapat terus berjalan dengan baik.

  Dengan manajemen yang baik akan mendorong terciptanya manajemen yang optimal, sehingga akan menghasilkan keluaran yang bermutu. Manajemen yang menghasilkan keluaran yang baik dapat dilihat dari efisiensi, akuntabilitas, ketercapaian tujuan, prestasi akademik, dan jumlah lulusan yang dapat diterima di SMA, SMK, MA, atau pesantren favorit.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas

  tentang implementasi program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam meningkatkan minat belajar siswa.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang yang terletak di Jalan Pajajaran No.31, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Telp. 021 7415023, Fax. 021 7415023. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga September 2013. Berikut perincian kegiatan penelitian tersebut:

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tahun 2013 Kegiatan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept

  Pengesahan Proposal Skripsi Bimbingan dengan dosen pembimbing Observasi ke MTs.N Pamulang

  Wawancara dan pengumpulan data Analisis data C.

   Metode Penelitian

  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan fokus pada studi dokumentasi. Metode kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari

  1 orang-orang dan perilaku yang diamati.

  Dijelaskan juga di dalam bukunya Nana Syaodih Sukmadinata metode kualitatif yakni suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena atau peristiwa. Dengan pendekatan penelitian deskriptif yaitu penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-

  2

  fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau. Alasan penulis memilih pendekatan penelitian ini karena penulis bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan secara sistematis, aktual dan akurat mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Sehingga penulis sendiri dapat lebih mudah dalam mengetahui gambaran dari objek penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Sumber dan Jenis Data

  Sumber data adalah dari mana data diperoleh. Sedangkan menurut Lofland dan Lofland menyatakan bahwa sumber data utama dalam

  1 Lexi Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  2004), cet. 2, h. 4. 2 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data

  3 tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

  Sugiono juga menjelaskan bahwa pengambilan sumber data dalam melakukan penelitian kualitatif dipilih secara purposive sampling, yaitu sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau objek yang diteliti, sehingga mampu “membuka pintu” kemana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data, dan bersifat snowballing sampling yaitu teknik pengambilan sumber data yang pada awalnya berjumlah sedikit

  4

  lama-lama menjadi besar. Sumber data yang digunakan penulis dalam penyusunan penelitian ini adalah: a.

  Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari informan di lapangan yaitu melalui wawancara mendalam dan observasi partisipasi dengan kepala sekolah, koordinator program, guru, siswa, dan pihak-pihak lain yang berkaitan (stakeholder).

  b.

  Data sekunder, yaitu kajian kepustakaan. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data dan teori yang berhubungan dengan implementasi program kelas peminatan melalui jurnal, makalah, buku, dan dokumen-dokumen sekolah.

2. Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh

  5

  peneliti untuk mengumpulkan data. Setiap teknik pengumpulan data, baik itu angket, wawacara, observasi maupun dokumentasi, sama-sama mempunyai kekurangan dan kelebihan. Oleh karenanya untuk memperkecil kemungkinan ketidakakuratan dalam penelitian ini peneliti 3 menggunakan beberapa teknik sekaligus dengan harapan antara satu 4 Lexi Moleong, op. cit., h. 157.

  Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), cet. 10, h. 300. 5 Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, Panduan Praktis Memahami Penelitian, dengan yang lainnya dapat saling melengkapi. Teknik yang peneliti gunakan antara lain adalah: a.

  Wawancara Wawancara diartikan sebagai tukar-menukar pandangan antara dua orang atau lebih. Kemudian, istilah ini diartikan lebih lanjut, yaitu sebagai metode pengumpulan data atau informasi dengan cara tanya jawab sepihak, dikerjakan secara sistemik dan

  6 berlandaskan kepada tujuan penyelidikan.

  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara untuk mendapatkan data utama berupa keadaan atau kondisi sosial, budaya dan kecendrungan di sekitar subjek, atau bahkan digunakan untuk memperoleh jenis data primer seperti peneliti maksudkan di atas. Hal ini sangat penting untuk dijadikan bahan perbandingan dengan data yang diperoleh dengan taknik- teknik lain oleh peneliti. Atau dengan kata lain, sebagai bahan untuk mengadakan verifikasi.

Tabel 3.2 Kisi-kisi wawancara

  No. Variabel Indikator No. Soal

  1. Program kelas

  1 ï‚· Konsep dasar penerapan peminatan program

  2 ï‚· Proses perencanaan program kelas peminatan

  3 ï‚· Tujuan penerapan program

  4 ï‚· Sistem seleksi siswa ï‚· Waktu dimulainya penerapan

  5 6 program

  Arief Suryantoro dan FX. Suwarto, Metode & Teknik Penelitian Sosial, (Yogyakarta:

  ï‚· Proses pengadaan sarana dan

  6 prasarana

  7 ï‚· Tim kerja persiapan program ï‚· Tenaga pendidik yang

  8 mengajar

  9 ï‚· Penanggung jawab program

  10 ï‚· Jumlah rombongan belajar ï‚· Proses pengaturan manajemen

  11 program kelas peminatan

  12 ï‚· Tata tertib

  13 ï‚· Pengawasan dari sekolah

  14 ï‚· Kesulitan yang ditemukan ï‚· Solusi dari masalah yang

  15 ditemukan ï‚· Dampak penerapan program

  16 kelas peminatan terhadap minat akademik siswa

  17 ï‚· Pembuatan RPP ï‚· Laporan kemajuan peserta

  18 didik oleh guru b.

  Observasi Observasi yaitu pengamatan secara langsung dan mendalam terhadap objek penelitian untuk mengumpulkan data. Dalam sebuah penelitian, observasi manjadi bagian hal terpenting yang harus dilakukan oleh peneliti. Sebab dengan observasi keadaan subjek maupun objek penelitian dapat dilihat dan diraskan langsung oleh peneliti. Dalam penelitian, peneliti menggunakan observasi pada fase studi pendahuluan untuk memperoleh informasi umum tentang kelas peminatan. c.

  Dokumentasi Dokumentasi yaitu teknik untuk memperoleh data dari responden. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan studi dokumentasi dengan maksud dapat mengumpulkan data yang berkaitan dengan daftar guru, daftar siswa, dokumen kurikulum dan dokumen-dokumen yang dianggap memiliki relevansi terhadap data yang diperlukan.

E. Triangulasi

  Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Denzin membedakan empat macam triangulasi yang memanfaatkan penggunaan

  

7

sumber, metode, penyidik, dan teori.

  Dalam hal ini, jika analisis telah menguraikan pola, hubungan dan menyertakan penjelasan yang muncul dari analisis, maka penting sekali untuk mencari tema atau penjelasan pembanding. Hal itu dapat dilakukan secara induktif atau secara logika. Secara induktif dilakukan dengan menyertakan usaha pencarian cara lainnya untuk mengorganisasikan data yang barangkali mengarahkan pada upaya penemuan penelitian lainnya. Secara logika dilakukan dengan jalan memikirkan kemungkinan logis lainnya dan kemudian melihat apakah kemungkinan-kemungkinan itu dapat ditunjang oleh data. Jika peneliti membandingkan hipotesis pembanding dengan penjelasan pembanding, bukan berarti ia menguji atau meniadakan alternatif itu. Justru peneliti mencari data yang menunjang alternatif penjelasan itu.

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang. 7 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kulitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Untuk mengetahui bagaimana program tersebut diterapkan, maka peneliti melakukan observasi ke lapangan dan memerlukan penelusuran mendalam mengenai program kelas peminatan melalui wawancara kepada pihak-pihak terkait. Selanjutnya data yang diperoleh dibandingkan dengan dokumen yang ada sebagai pengecekan terhadap data yang ada.

F. Teknik Analisa Data

  Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang

  

8

berkaitan dengan kegiatan penelitian.

  Untuk mengolah dan menganalisa data yang telah terkumpul, dilakukan tiga langkah sebagai berikut:

  1. Proses klasifikasi Proses klasifikasi ini dilakukan dengan mengelompokan jawaban- jawaban dari sumber informasi berdasarkan klasifikasi masalah tentang implementasi program kelas peminatan.

  2. Proses kategorisasi Proses kategorisasi ini dilakukan dengan mengelompokan data berdasarkan aspek-aspek masalah yang diteliti.

  3. Proses interpretasi data Proses interpretasi data dilakukan dengan mencari persamaan atau perbedaan dari data yang ada, sehingga dapat ditarik kesimpulan.

  8

  

BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum MTs Negeri Tangerang II Pamulang 1. Sejarah Berdirinya MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  • – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tangerang II Pamulang saat ini lebih dikenal dengan sebutan MTs Negeri Pamulang – berdiri pada 17 Agustus tahun 1981 di Cimanggis Ciputat Tangerang. Kepala Madrasah yang pertama adalah Drs. Syamsudin (1981-1989). Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1987, MTsN Tangerang II Pamulang dipindahkan ke kelurahan Pamulang di Jalan Raya Pajajaran No. 31

  2 Pamulang di atas tanah seluas 6000 m .

  Pada tahun 1989 sampai 1993 kepala sekolah di jabat oleh Drs. Edy Djunaedy, dan pada tahun 1993-1994 diganti oleh Drs. Nasharudin Sarbini (1993-1994). Pada masa tersebut adalah masa-masa perjuangan yang berat untuk memantapkan keberadaan madrasah, karena masih dihadapkan kepada pandangan masyarakat bahwa madrasah hanya mengajarkan ilmu-ilmu Agama saja. Di madrasah alokasi pelajaran umum sama dengan seluruh pelajaran yang ada di sekolah umum. Sedangkan pelajaran agama yang terjabar secara rinci ke dalam bidang 5 bidang pelajaran agama, yaitu Al-

  Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqh, dan Bahasa Arab adalah pelajaran yang wajib dari Departemen Agama. Dengan kata lain madrasah adalah sekolah plus.

  Masyarakat juga memandang bahwa madrasah adalah sekolah agama (bersifat tradisional) yang dalam banyak hal belum dikelola secara profesional. Paradigma seperti ini tentu saja kurang menguntungkan. Belajar dari kondisi yang kurang menguntungkan inilah yang tampaknya

  

stakeholder MTs Negeri Tangerang II Pamulang, baik oleh kepala

  madrasah maupun oleh guru-gurunya termasuk dukungan dari komite madrasah dan beberapa orang tua siswa yang menginginkan madrasah menjadi lembaga pendidikan yang maju dan modern.

  Masyarakat juga mulai menyadari akan pentingnya partisipasi khususnya dalam hal bantuan finansial. Sehingga pada tahun 1994-2002 kepala madrasah dijabat oleh Dra. Iis Aisyah dan dilanjutkan Drs. M. Askolani (2003-2007) pada masa ini mulai dilakukan pembangunan secara fisik secara bertahap sehingga menjadi madrasah yang cukup memadai, begitu juga sarana dan prasarana pendidikan lainnya yang semula belum lengkap kini secara perlahan sudah mulai lengkap.

  Satu hal yang juga cukup melegakan adalah bahwa persepsi masyarakat terhadap madrasah sudah mulai berubah. Masyarakat kini sudah banyak yang mengerti benar bahwa madrasah adalah sekolah umum plus, karena madrasah tidak hanya mencetak anak-anak yang menguasai ilmu-ilmu agama tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk bisa menguasai ilmu-ilmu umum. Berkat kerja keras kepala madrasah dan juga seluruh dewan guru, kini MTs Negeri Tangerang II Pamulang juga melakukan banyak inovasi, baik yang berkaitan dengan bidang manajemen, bidang akademik atau kurikulum, dan bidang kesiswaan.

  Pada tahun 2007 terjadi pergantian kepala madrasah oleh Drs. Suhardi, MA, pada masa ini mulai diadakan inovasi-inovasi pendidikan dengan dibukannya kelas-kelas unggulan yaitu : a.

  Kelas Bina Prestasi. Penekanan keunggulan pada kelas ini adalah unggul disemua bidang, mampu bercakap bahasa inggris dan bahasa arab.

  b.

  Kelas Sains. Penekanan keunggulan pada kelas ini adalah pada pembinaan dan pengembangan Matematika, IPA dan TIK. c.

  Kelas Bilingual Arab. Penekanan keunggulan pada kelas ini adalah pada pembinaan dan pengembangan bahasa Arab.

  d.

  Kelas Bilingual Inggris. Penekanan keunggulan pada kelas ini adalah pada pembinaan dan pengembangan bahasa Inggris e.

  Kelas TI. Penekanan kuungulan pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

  f.

  Kelas Agama, penekanan keunggulan di bidang Agama.

  Selain inovasi yang telah dilakukan, banyak pula prestasi-prestasi yang telah dicapai diantaranya juara I Olimpiade Matematika tingkat SLTP/MTs Sejabodetabek, juara I Lomba Matematika Tingkat Nasional di Bandung tahun 2012, juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat propinsi Banten tahun 2009 dan Juara Nasional Lomba Sekolah Sehat pada tahun 2010. Selain itu juara 1 lomba Marching Band Tingkat Nasional Piala Presiden berturut-turut 3 kali pada tahun 2010, 2011, 2012, dan masih banyak lagi prestasi yang diraih dalam bidang Akademik, Olah Raga dan Seni.

  2. Identitas Madrasah

  Nama Madrasah : MTs Negeri Tangerang II Pamulang NPSN : 20603841 Akreditasi : A Nama Kepala Sekolah : Drs. Suhardi, M.Ag Alamat : Jalan Raya Pajajaran No.31 Pamulang, ai Tangerang Selatan, Banten. 15417.

  3. Visi dan Misi MTs Negeri Tangerang II Pamulang a. Visi

  “Madrasah Insan Kamil Berprestasi Nasional dan Berwawasan Global

  ” Sebagai sebuah lembaga pendidikan, visi merupakan cerminan dan sebagai cita-cita yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan. Sama halnya dengan cita-cita yang ingin dicapai oleh MTs Negeri Tangerang II Pamulang. Dengan visi yang dimiliki, MTs Negeri Tangerang II Pamulang ingin menjadi sebuah lembaga pendidikan yang berprestasi nasional dan berwawasan global.

b. Misi

  1) Menanamkan keimanan yang kokoh

  2) Membina ketaatan beribadah

  3) Membudayakan akhlak mulia dan amal saleh

  4) Mengembangkan kecerdasan (IQ, EQ, SQ)

  5) Membudayakan hidup bersih dan sehat

  6) Menanamkan nasionalisme

  7) Mengembangkan prestasi nasional

  8) Membuka cakrawala global

  Misi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan bersama. Oleh karena itu, pihak sekolah harus mampu melaksanakan misi tersebut dalam bentuk kegiatan yang nyata sehingga ada manfaat yang didapat dari kegiatan tersebut.

4. Data Guru MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  MTs Negeri Tangerang II Pamulang dikepalai oleh Drs. Suhardi, M.Ag. dan memiliki guru sebanyak 68 orang. Guru yang terdapat di MTs Negeri Tangerang II Pamulang memiliki latar belakang pendidikan minimal S1, bahkan terdapat 13 orang yang telah menyelesaikan studi S2. Data selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

  MTs Negeri Tangerang II Pamulang memiliki guru yang pendidikannya hampir seluruhnya sesuai dengan bidangnya. Namun masih ada guru yang latar belakang pendidikannya tidak sesuai dengan tugas mengajarnya, di antaranya ada guru yang lulusannya sarjana agama yang mengajar mata pelajaran IPS dan matematika, ada juga guru lulusan sarjana hukum yang mengajar mata pelajaran Qur’an Hadits. Guru-guru yang mengajar sudah memiliki pengalaman karena telah mengajar cukup lama. Berdasarkan hal-hal tersebut guru-giri dapat memberikan layanan yang baik dan optimal terutama dalam hal mengajar sehingga sangat mungkin siswa memperoleh layanan yang maksimal.

5. Data Karyawan MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  Selain memiliki jumlah guru yang memadai, MTs Negeri juga memiliki jumlah karyawan yang memadai, seperti yang dijabarkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.1 Data Karyawan MTs Negeri Tangerang II Pamulang Jabatan No Nama

  Kepala Tata Usaha 1 Ahmad Jalaludin, S.Ag.

  Bendahara Infaq

  2 Ratu Masriah Bendahara Pengeluaran

  3 Hj. Atit Amalia Bendahara Rutin

  4 Aulia Administrasi Perpustakaan

  5 Ruri Andriani Resepsionis

  6 Anna Saidah Kepeg. & BMN

  7 H. Rudi, S.Sos.

  Perpustakaan

  8 Nahrori Adm. Umum

  9 Chusnul khotimah Adm. Kesiswaan

  10 Jamilah Staff TU

  11 Didin Khoirudin Keamanan

  12 Hendra Permana Keamanan

  13 Dedi Kebersihan (Keling)

  14 Pujiono Kebersihan (Keling)

  15 Masriadi Kebersihan (Keling)

  16 Sobirin

  17 Slamet Kebersihan (Keling)

  24

  25

  11

  37 16 8-5

  25

  12

  36 15 8-4

  12

  12

  36 14 8-3

  26

  10

  36 13 8-2

  21

  15

  36 17 8-6

  26

  19

  11

  20

  7

  8 BP3

  20

  27

  16

  8 BP2

  38

  19

  27

  15

  12

  8 BP1

  18

  29 12 8-1

  10

  18 Iwan Susanto Kebersihan (Keling)

  10

  10

  29 4 7-4

  19

  10

  29 3 7-3

  19

  28 2 7-2

  29 5 7-5

  17

  11

  NO KELAS JENIS KELAMIN JUMLAH L P 1 7-1

   Data Siswa MTs Negeri Tangerang II Pamulang Tabel 4.2 Data Siswa MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  

Sumber: Dokumentasi Data Karyawan Tahun Ajaran 2013/2014

6.

  19 Ade Kebersihan (Keling)

  19

  10

  29 11 7-11

  16

  19

  10

  29 10 7-10

  18

  11

  27 9 7-9

  11

  19

  29 8 7-8

  19

  10

  28 7 7-7

  17

  11

  29 6 7-6

  27

  21

  9 TI

  11

  9 Sos

  31

  28

  23

  5

  30

  27 JUMLAH 364 609 973

  28

  14

  14

  9 Ing 2

  29

  37

  26

  Sumber: Dokumentasi Data Siswa Tahun Ajaran 2013/2014 7.

  16

  2. Laboratorium Fisika

  1

  91 Baik 4. Laboratorium Bahasa

  1

  3. Laboratorium Biologi

  91 Baik

  1

  1. Ruang Teori/Kelas 31 1.791 Baik

   Keadaan Sarana dan Prasarana a. Tanah dan Halaman

  2 ) Kondisi

  b. Gedung Madrasah Tabel 4.3 Jumlah dan Luas Ruang MTs Negeri Tangerang II Pamulang No. Ruang Jumlah Luas (m

  . Di sebelah timur bersebelahan langsung dengan SDN Pamulang 1, 3, dan 4.

  2

  , sedangkan luas bangunan 3.864 m

  2

  Tanah MTs Negeri Tangerang II Pamulang sepenuhnya milik negara dengan luas seluruhnya 6.852 m

  21

  9 Ing 1

  8 BP4

  33

  24

  34

  15

  19

  9 BP2

  23

  15

  9

  18

  9 BP1

  22

  28

  19

  9

  9 BP3

  27

  28

  19

  34

  19

  15

  9 Arabic

  27

  36

  17

  36

  9 Sains

  26

  37

  22

  15

  9 BP4

  25

  91 Baik 5. Laboratorium Komputer 2 112 Baik

  6. Laboratorium ICBC

  1

  1

  4 Baik

  22. Ruang Komite

  1

  12 Baik

  23. Ruang Koperasi

  1

  28 Baik

  24. Ruang BK

  1

  35 Baik

  25. Ruang Studio

  21 Baik

  4 Baik

  26. Ruang Wakabid

  1

  48 Baik

  27. Ruang Alat Drumband

  1

  35 Baik

  28. Kantin 1 360 Baik

  29. Tempat wudlu

  1

  48 Baik

  30. Ruang Multimedia

  1

  21 Baik

  21. Ruang Piket

  1

  1

  13. Ruang Guru 1 126 Baik

  21 Baik 7. Ruang Perpustakaan 2 112 Baik 8. Ruang UKS

  1

  56 Baik 9. Ruang Pramuka

  1

  21 Baik

  10. Ruang Audiao Visual

  1

  21 Baik

  11. Ruang Aula 1 168 Baik

  12. Ruang Kepala Madrasah

  1

  35 Baik

  14. Ruang Tata Usaha

  20. Ruang Penjaga

  2

  87 Baik

  15. Ruang OSIS

  1

  21 Baik

  16. Kamar Mandi/WC Guru

  2

  30 Baik

  17. Kamar Mandi/WC Murid 42 111 Baik

  18. Gudang

  1

  62 Baik

  19. Mushalla 1 201 Baik

  Sumber: Dokumentasi Data Sarana Tahun Ajaran 2013/2014

c. Sumber Belajar 1) Sarana Sumber Belajar

  VCD player di tiap kelas khusus

  Tanaman obat

  ICBC, greenhouse, studio musik, dan drumband. k)

  Laboratorium sains, laboratorium bahasa 1 lokal dengan 40 both, laboratorium komputer, laboratorium

  Masjid Attaqwa sebagai prasarana ibadah, yang sekaligus sebagai laboratorium keagamaan j)

  h) Aula dilengkapi dengan sound sistem i)

  g) Kaset dan video recorder

  f) Komputer sebanyak 60 unit dan akses internet 24 jam

  LCD proyektor tersedia di tiap kelas khusus

  d) CD pembelajaran berada di unit komputer dan di perpustakaan e)

  Perpustakaan merupakan pusat sumber ilmu yang utama, maka di perpustakaan MTs Negeri Tangerang II Pamulang dilengkapi dengan berbagai buku sumber, meliputi:

Tabel 4.4 Sumber Belajar

  b) TV di tiap kelas khusus

  a) Perpustakaan lengkap, serta multimedia

  Media pembelajaran yang tersedia meliputi:

  Total ± 15.163 eksemplar 2) Media Pembelajaran

  4. Majalah 2 majalah setiap bulan

  3. Surat kabar 3 surat kabar setiap hari

  2. Buku bacaan 1.574 eksemplar

  1. Buku pelajaran 9.620 eksemplar

  

No. Sumber Belajar Jumlah

  c) l) Kolam ikan m)

  Taman untuk tempat belajar outdoor n) 31 lokal untuk ruang belajar o) Ruang BK p) Lapangan futsal dan basket B.

   Gambaran Umum Program Kelas Peminatan MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  Allah SWT mengkaruniai kemampuan yang berbeda-beda kepada setiap manusia. Salah satu hal yang berbeda itu adalah dalam kecerdasan, baik kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan kegigihan. Setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda. Kondisi seperti ini mengindikasikan diperlukannya perlakuan khusus bagi peserta didik, di antaranya adalah memperhatikan potensi peserta didik.

  Seiring dengan ditemukannya kecerdasan majemuk (multiple

  intelegent) sebagaimana yang ditemukan oleh Howard Gardner, maka

  pembagian kelas mempertimbangkan jenis-jenis keunggulan yang dimiliki oleh siswa. Untuk memudahkan pembelajaran dan memberikan pelayanan secara tepat dan maksimal, maka proses pembelajaran dikelompokkan sesuai kecenderungan kecerdasan yang dimiliki. Sehingga dibentuklah kelas peminatan yang dibagi menjadi 6 macam, yaitu: 1.

  Kelas Sains, penekanan keunggulannya pada matematika dan IPA 2. Kelas Bilingual Inggris, penekanan keunggulan pada kelas ini adalah pada pembinaan dan pengembangan bahasa Inggris

  3. Kelas Bilingual Arab, penekanan keunggulan pada kelas ini adalah pada pembinaan dan pengembangan bahasa Arab

  4. Kelas Teknologi Informatika, penekanan keunggulan pada kelas ini adalah penguasaan teknologi informatika (komputer)

5. Kelas Agama, penekanan keunggulan pada kelas ini adalah penguasaan

  Pembagian yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan proses pembelajaran yang tepat sesuai dengan kecenderungan minat siswa. Sehingga siswa yang memiliki keunggulan, kecenderungan, atau minat pada pelajaran tertentu akan ditempatkan pada kelas-kelas yang sesuai. Dengan demikian diharapkan siswa akan berkembang secara maksimal sesuai dengan minatnya.

  Program kelas peminatan diimplementasikan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang, karena komitmennya untuk memberikan layanan pendidikan yang beragam kepada seluruh siswa. Sejak tahun pelajaran 2007/2008 program kelas peminatan ini dikembangkan. Saat ini, program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang diterapkan di kelas

  IX. Program ini diimplementasikan berdasarkan pengamatan dan kajian teoritis mengenai teori kecerdasan majemuk.

  Tujuan dibentuknya kelas peminatan antara lain: 1. Memperlakukan peserta didik MTs Negeri Tangerang II Pamulang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.

  2. Memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap SMP/MTs yang memberikan pendidikan berkualitas dan seimbang dalam bidang ilmu pengetahuan umum dan agama.

  3. Meningkatkan kualitas akademik, non-akademik serta lifeskill lainnya.

  4. Mempersiapkan siswa dalam lomba-lomba akademik dan non-akademik.

  5. Menjadikan MTs Negeri Tangerang II Pamulang sebagai sekolah favorit masyarakat.

  Program kelas peminatan yang diselenggarakan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang berlandaskan pada: 1.

  Q.S Annisaa’ ayat 9 yang berbunyi: “Dan hendaklah mereka takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka”.

  2.

  “Didiklah dan persiapkanlah anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan zamanmu

  ”. (Ali bin Abi Thalib) 3. Undang-Undang Dasar 1945 4. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

  Nasional: a.

  Pasal 3. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.

  b.

Pasal 5 ayat 4, “Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus”.

  c.

  Pasal 12 ayat 1, “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya” d.

  Pasal 32 ayat 1, “Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti program pembelajaran karena fisik, emosional, mental, sosial, dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional

  Pendidikan 6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008 tentang Standar Pendanaan

  Pendidikan 7. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi 8.

  Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan 9. Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas

  Nomor 22 dan 23

10. Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi

  Akademik dan Kompetensi Guru 11. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan

  Pendidikan Dasar dan Menengah 12. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian 13. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan

  Prasarana Pendidikan 14. Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan 15.

  Permendiknas Nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah 16. Permendiknas Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 17. Permenag Nomor 2 tahun 2008 tentang SKL dan Standar Isi Pendidikan

  Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah 18. Rapat Kerja MTs Negeri Tangerang II Pamulang C.

   Deskripsi dan Analisis Data Penelitian

  Berikut ini disajikan deskripsi dan analisis data penelitian yang berkaitan dengan implementasi program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang. Secara rinci hasil temuan penelitian di lapangan diperoleh melalui instrumen penelitian yang berupa hasil wawancara terhadap Kepala Sekolah, Koordinator Kelas Umum dan Peminatan, Guru BK, Guru Mata Pelajaran, dan siswa; hasil pengamatan/observasi yang dilakukan selama empat minggu; dan studi dokumentasi berupa buku pedoman pelaksanaan program kelas peminatan.

1. Penerapan Program Kelas Peminatan

  Pelaksanaan merupakan kegiatan nyata yang paling menentukan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pada bagian ini diuraikan mengenai penerapan program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang

  II Pamulang mulai dari pelaksanaan identifikasi dan seleksi peserta, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan pelaksanaan program penunjang PBM. a.

  Identifikasi dan Seleksi Peserta Seleksi peserta pada program kelas peminatan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan program yang dilaksanakan. Karena melalui seleksi ini akan dijaring calon peserta kelas minat yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

  Sesuai dengan hasil wawancara dengan Kepala MTs Negeri Tangerang II Pamulang, Drs. Suhardi, S.Ag. dan mempelajari dokumen yang ada, penerimaan siswa kelas peminatan itu tidak ditargetkan, tergantung minat, namun diberikan batas maksimal 36

  1 orang tiap kelasnya.

  Sebelum melakukan seleksi, pihak sekolah membentuk panitia seleksi yang terdiri dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Koordinator Kelas Umum dan Kelas Peminatan, serta tim MGMP. Pihak sekolah mengadakan sosialisasi kepada siswa mengenai program kelas peminatan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran umum mengenai masing- masing kelas minat. Sosialisasi dilakukan saat siswa duduk di kelas

  VII semester genap.

  Setelah sosialisasi diadakan, tahap selanjutnya adalah melakukan seleksi peserta. Proses seleksi dilaksanakan melalui dua tahap. Tahap pertama dengan mengisi form peminatan dan tahap kedua melalui tes.

  Form peminatan diisi oleh siswa dan disesuaikan dengan minatnya. Siswa dapat memilih tiga dari enam kelas minat yang tersedia (Sains, Bilingual Inggris, Bilingual Arab, TI, Agama, dan Sosial). Pilihan minat diurutkan dari yang paling diminati.

  Setelah siswa mengisi form peminatan, selanjutnya diadakan tes mata pelajaran. Ada tujuh mata pelajaran yang diujikan antara 1 lain Pendidikan Agama Islam, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Teknik Informasi dan Komunikasi, dan Bahasa Arab. Setiap mata pelajaran yang diujikan memuat 20 soal. Tes dilaksanakan selama tiga hari dengan 2-3 mata pelajaran dalam satu hari.

  Setelah tes dilaksanakan, panitia menyesuaikan hasil tes dengan minat siswa pada form peminatan yang telah diisi sebelumnya. Penempatan siswa juga ditentukan dengan nilai siswa pada semester sebelumnya. Bila hasil tes dan nilai siswa memenuhi kualifikasi pada minat pilihan pertama, maka siswa tersebut dapat menempati kelas tersebut. Jika hasil tes dan nilai siswa belum memenuhi, maka siswa akan ditempatkan di kelas pilihan kedua, begitu seterusnya. Namun jarang terjadi siswa yang ditempatkan di kelas pilihan ketiga.

  Perpindahan kelas minat dapat dilakukan bila kuota kelas minat masih tersedia, adanya pertukaran antar siswa dengan ketentuan hasil tes memenuhi kriteria, dan waktu tidak lebih dari satu minggu setelah penempatan kelas.

  Berikut alur seleksi penempatan siswa pada kelas peminatan:

  penyesuaian siswa

sosialisasi tes mata minat siswa penempatan

mengisi

program pelajaran dengan hasil siswa

angket minat tesGambar 4.1 Alur Seleksi Penempatan Siswa

  Dalam penerapannya, seleksi peserta didik masih terdapat kekurangan seperti tidak adanya psikotes, tidak adanya data tentang minat studi lanjut, minat pekerjaan, dan tidak adanya pernyataan dari orang tua mengenai dukungan terhadap peminatan peserta didik.

  Berdasarkan acuan teori dan kondisi di lapangan, proses seleksi peserta sudah cukup baik. Hal ini terbukti setelah pembelajaran dimulai peserta tersebut dapat menyesuaikan diri dengan baik, hanya ada beberapa peserta yang berpindah kelas.

  b.

  Proses Belajar Mengajar (PBM) Proses belajar mengajar merupakan kegiatan inti dalam pendidikan. pada kegiatan belajar mengajar meliputi aktivitas perencanaan pengajaran, pelaksanaan dan evaluasi. Secara umum tidak terdapat perbedaan antara proses belajar mengajar pada madrasah tsanawiyah lainnya, namun jika dilihat lebih lanjut terdapat perbedaan.

  Berdasarkan observasi yang dilakukan, salah satu hal yang berbeda dengan kelas pada umumnya adalah tiap kelas memiliki ciri tersendiri. Kelas sains tentu berbeda dengan kelas sosial, begitu pula dengan kelas lainnya. Sehingga guru dapat menyesuaikan cara mengajarnya dengan masing-masing kelas.

  Berdasarkan wawancara dengan Ibu Entu Tuningrat sebagai guru Sains dan Bapak Suhardo sebagai guru IPS, guru dituntut untuk menyusun program semester dan rencana pengajaran harian. Sebagian besar PBM yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana pengajaran. Metode yang digunakan setiap guru tentunya berbeda- beda sesuai dengan materi yang diajarkan. Namun, metode mengajar yang sering digunakan oleh guru meliputi diskusi kelas, pemberian tugas, ceramah, praktek, inkuiri, dan belajar mandiri. Sumber belajar berupa buku yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran disusun

  2 sendiri oleh Tim MGMP MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

  Secara umum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sudah dilakukan dengan cukup optimal, akan tetapi terdapat beberapa kelemahan antara lain terdapat sebagian guru yang kurang mampu 2 mengajar di kelas peminatan. Waktu kegiatan belajar mengajar yang

  

Wawancara Pribadi dengan Entu Tuningrat dan Suhardo, Tangerang Selatan, 13 padat juga menyebabkan peserta didik merasa kesulitan untuk mengatur waktu belajar karena bertambahnya materi yang harus dikuasai. Selain itu, desain kelas juga belum sesuai dengan karakteristik peminatannya. Keadaan kelas sama seperti kelas reguler sehingga kurang mendukung kegiatan belajar mengajar.

  Bila hasil temuan penelitian dibandingkan dengan beberapa teori yang telah dikemukakan maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sudah cukup efektif, meskipun dalam pengembangan tenaga pengajar dan fasilitasnya masih perlu ditingkatkan.

  g) Mengedakan kunjungan (field trip) ke tempat, instansi atau lembaga yang mendukung pembelajaran di kelas h)

  English Day, wajib berbahasa inggris di hari tertentu

  c) Kunjungan (field trip) ke tempat-tempat yang dikunjungi turis asing d)

  b) Berlangganan majalah dan koran berbahasa Inggris

  a) Pematangan dialog bahasa inggris

  Kelas Bilingual Inggris

  Pengenalan profesi (pelayaran dan penerbangan) 2)

  f) Berlangganan majalah sains

  c.

  e) Studi wisata

  d) Intensifikasi program ESQ, motivasi, dan belajar efektif

  c) Pekan sains

  b) Daur ulang

  a) Melakukan penelitian sederhana

  1) Kelas Sains

  Program Penunjang PBM Pelaksanaan program penunjang dalam kegiatan belajar mengajar mutlak diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan program yang telah ditetapkan. Berikut program yang dilaksanakan untuk menunjang program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang:

  e) Program pembiasaan bahasa inggris (speaking), pelatihan berbicara menggunakan bahasa Inggris yang dilakukan secara rutin sekali dalam satu minggu selama 60 menit f) Mendatangkan native speaker untuk memberikan pengalaman baru dan pembelajaran bahasa Inggris yang telah dilakukan

  3) Kelas Bilingual Arab

  a) Pematangan dialog menggunakan bahasa Arab

  b) Berlangganan majalah berbahasa Arab

  c) Arabic Day, wajib berbahasa Arab di hari tertentu

  d) Program pembiasaan bahasa Arab (speaking), pelatihan berbicara menggunakan bahasa Arab yang dilakukan secara rutin sekali dalam satu minggu selama 60 menit

  e) Mendatangkan native speaker untuk memberikan pengalaman baru dan pembelajaran bahasa Arab yang telah dilakukan

  4) Kelas Sosial

  a) Pematangan life skill di bidang sosial dan kewirausahaan

  b) Pelatihan karya tulis dan penelitian dalam bidang sosial

  c) Berlangganan majalah wirausaha

  5) Kelas Teknologi Informatika

  a) Pendalaman bidang teknologi informatika (instalasi komputer, video, desain grafis, animasi) b)

  Berlangganan majalah Teknologi Informatika

  c) Kunjungan (field trip) ke pameran teknologi informatika

  d) Mendatangkan narasumber bidang teknologi informatika

  e) Mengusahakan komputer dan sambungan internet ke kelas

  6) Kelas Agama

  a) Pendalaman bidang agama (khutbah jumat, muhadatsah, kaligrafi, sirah nabi, cerita-cerita sufi) b)

  Berlangganan majalah tentang pengetahuan agama

  c) Pengetikan bahasa Arab

  d) Program pembiasaan bahasa inggris (speaking), pelatihan berbicara menggunakan bahasa Inggris yang dilakukan secara rutin sekali dalam satu minggu selama 60 menit

  e) Mendatangkan native speaker untuk memberikan pengalaman baru dan pembelajaran bahasa Inggris yang

  3

  telah dilakukan Selain program di atas, seluruh kelas minat juga diberikan 3 program penunjang lainnya, antara lain:

  1) Pembelajaran remedial

  Pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang hasil ulangan harian, UTS atau UAS-nya belum mencapai KKM. Tujuan dari pembelajaran remedial adalah agar siswa mampu meraih nilai standar minimal pada seluruh bidang studi.

  2) Pembelajaran klinik

  Pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah mengikuti remedial, namun nilainya masih belum mencapai KKM. Tujuan dari pembelajaran klinik adalah agar siswa mampu meraih nilai standar minimal pada seluruh bidang studi.

  3) Pembelajaran pengayaan

  Pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang dinilai memiliki potensi lebih dibandingkan dengan siswa lain. Pembelajaran pengayaan bertujuan mengembangkan potensi siswa semaksimal mungkin. Pembelajaran pengayaan dikemas dalam bentuk pembinaan tim olimpiade mata pembelajaran tertentu yang dipersiapkan untuk keperluan kompetisi atau lomba. 4)

  Pendidikan wawasan kebangsaan Mendatangkan narasumber mengenai wawasan kebangsaan. 5)

  Bank soal Menyediakan soal-soal seperti soal Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Kenaikan Kelas (UKK), Ujian Nasional (UN).

  6) Perpustakaan kelas

  Tiap kelas memiliki buku-buku dengan judul tertentu yang mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas serta buku-buku

  4 motivasi.

  Program penunjang dalam kelas peminatan sudah cukup baik. Namun masih ada beberapa program penunjang yang masih belum terlaksana. Seperti dalam hasil wawancara dengan siswa bahwa ada program fieldtrip yang belum terlaksana. Selain itu, media penunjang belajar seperti majalah dan surat kabar berbahasa Inggris dan bahasa Arab tidak terdapat di perpustakaan. Bahkan surat kabar berbahasa Indonesia pun terlambat tiba di perpustakaan satu atau dua hari karena 4 menunggu kiriman surat kabar dari ruang guru atau ruang tata usaha.

  Berdasarkan acuan teori dan kondisi objektif di lapangan, maka pelaksanaan program kelas peminatan cukup efektif. Berdasarkan hasil wawancara dengan Koordinator Program Kelas Peminatan, siswa dapat mendalami pelajaran sesuai dengan minatnya. Namun masih ada beberapa program yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program kels peminatan tersebut.

2. Optimalisasi Pembelajaran pada Siswa

  Pembangunan di bidang pendidikan diarahkan kepada pengembangan sumber daya manusia yang bermutu tinggi, guna memenuhi kebutuhan dan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Melalui pendidikan, sumber daya manusia yang bersifat potensial diaktualisasikan hingga optimal; dan seluruh aspek kepribadian

  5 dikembangkan secara terpadu.

  Peningkatan mutu pendidikan di sekolah tidak hanya terpaku pada pencapaian aspek akademik, melainkan aspek non-akademik juga; baik penyelenggaraannya dalam bentuk kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler, melalui berbagai program kegiatan yang sistematis dan sistemik. Dengan upaya seperti itu, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang utuh, hingga seluruh modalitas belajarnya berkembang secara optimal. Di samping itu, peningkatan mutu diarahkan pula kepada guru sebagai tenaga pendidik yang berperan sentral dan strategis dalam memfasilitasi perkembangan pribadi siswa di sekolah. Peningkatan mutu guru merupakan upaya mediasi dalam rangka pembinaan siswa. Tujuan dari peningkatan mutu guru adalah pengembangan kompetensi dalam layanan pembelajaran, pembimbingan, dan pembinaan siswa secara terintegrasi dan bermutu.

  Dengan demikian, pembinaan siswa masuk ke dalam lingkup 5 program kegiatan yang langsung melibatkan siswa sebagai sasaran, ada

  Sari Lestari, Pembinaan Kesiswaan, 2013, pula program yang melibatkan guru sebagai mediasi atau sasaran antara (tidak langsung). Namun, sasaran akhir dari pembinaan siswa adalah perkembangan siswa yang optimal, sesuai dengan karakteristik pribadi, tugas perkembangan, kebutuhan, bakat, minat, dan kreativitasnya.

  Dalam hal optimalisasi pembelajaran di MTs Negeri Tangerang II Pamulang menurut Koordinator Kelas Peminatan, Bapak Imam Sucipto, terdapat jenis-jenis kelas yang didasarkan kepada potensi kecerdasan yang dimiliki siswa. Jenis kelas tersebut antara lain Kelas Sains, Kelas Sosial, Kelas Bilingual Inggris, Kelas Bilingual Arab, Kelas Teknik Informasi, dan Kelas Agama.

  Berkaitan dengan adanya pembagian kelas tersebut, maka struktur kurikulum pada setiap kelas berbeda. Untuk setiap jenis kelas diberikan penambahan jam pada mata pelajaran tertentu atau penambahan jenis pelajaran sesuai dengan jenis kelasnya. Penambahan jam dimaksudkan untuk memberikan keunggulan pada setiap jenis kelas. Pelajaran atau kegiatan penguatan jenis kelas hanya diikuti oleh kelas-kelas tertentu berdasarkan jenis

  6 kelasnya.

  Pelajaran penguatan kelas yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Kelas Sains, penambahan pelajaran IPA/Penelitian Sederhana dan matematika masing-masing 2 jam dalam satu minggu.

  b.

  Kelas Bilingual Inggris ditambahkan pelajaran Conversation 2 jam dalam satu minggu.

  c.

  Kelas Bilingual Arab ditambahkan pelajaran Mukhadatsah 2 jam dalam satu minggu.

  d.

  Kelas TI ditambahkan pelajaran TI Plus (pembuatan film, instalasi hardware dan software, pembuatan web, dan animasi) 2 jam dalam satu minggu.

  e.

  Kelas Sosial ditambahkan pelajaran IPS Plus (wirausaha dan leadership) 2 jam dalam satu minggu.

  f.

  Kelas Agama ditambahkan pelajaran Agama Plus 2 jam dalam satu

  7 minggu.

  6 7 Wawancara Pribadi dengan Imam Sucipto, Tangerang Selatan, 13 September 2013.

Tabel 4.5 Struktur Kurikulum MTs Negeri Tangerang II Pamulang

  3 6. Matematika

  2 JUMLAH

  2 C. Bimbingan dan Konseling

  2 B. MULOK q) Penelitian Sederhana

  2 11. Teknologi Informasi dan Komunikasi

  Kesehatan

  2 10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

  4 9. Seni Budaya

  4 8. Ilmu Pengetahuan Sosial

  4 7. Ilmu Pengetahuan Alam

  4 5. Bahasa Arab

  Komponen Alokasi Waktu A.

  4 4. Bahasa Inggris

  2 3. Bahasa Indonesia

  2 2. Pendidikan Kewarganegaraan

  2 d. SKI

  2 c. Fikih

  2 b. Al-Qur’an – Hadits

  Akidah – Akhlak

  Pendidikan Agama a.

  Mata Pelajaran 1.

  43 Sumber: Dokumentasi Kurikulum MTs Negeri Tangerang II Pamulang

Tabel 4.6 Penambahan Jam pada Kelas Peminatan Komponen Alokasi Waktu Kelas

  Penguatan Jenis Kelas 1.

  Matematika

  2 Sains 2. Penelitian Sederhana / KIR

  2 Sains 3. Mukhadatsah

  2 Arab 4. Conversation

  2 Inggris 5. Interpreneur dan Penelitian Sosial

  2 Sosial 6. TI Plus (film, instal, animasi, web)

  2 TI 7. Agama Plus / Kaligrafi

  2 Agama

  Sumber: Buku Pedoman Pelaksanaan Program Kelas Peminatan

  Berdasarkan uraian di atas, bahwa pembelajaran pada siswa yang memiliki potensi yang berbeda di MTs Negeri Tangerang II Pamulang telah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran, guru juga dapat menyesuaikan metode mengajarnya sesuai dengan kelas dan materi yang diajarkannya, namun masih perlu dikembangkan lagi variasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Selain itu, masih memerlukan optimalisasi dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di kelas.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Sesuai dengan permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian

  adalah bagaimana implementasi program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam mengembangkan minat belajar siswa, berdasarkan wawancara yang penulis kumpulkan dari sumber-sumber kunci, maka dapat disimpulkan dengan hasil yang baik, secara rinci kesimpulan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Penerapan program kelas peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang sudah cukup baik. siswa dapat mendalami pelajaran sesuai dengan minatnya. Namun masih ada beberapa program yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program kelas peminatan tersebut.

  2. Pembelajaran pada siswa yang memiliki potensi yang berbeda di MTs Negeri Tangerang II Pamulang telah berjalan dengan baik, guru juga dapat menyesuaikan metode mengajarnya sesuai dengan kelas dan materi yang diajarkannya, namun masih perlu dikembangkan lagi variasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Selain itu, masih memerlukan optimalisasi dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di kelas.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas, peneliti memberikan saran-saran untuk upaya mengembangkan minat belajar siswa melalui implementasi program kelas peminatan, antara lain sebagai berikut: 1.

  Diperlukan adanya psikotes dalam menyeleksi siswa sebagai bahan pertimbangan dalam menempatkan siswa ke dalam kelas minat.

  2. Selain data mengenai minat mata pelajaran siswa, diperlukan juga data mengenai studi lanjut, minat pekerjaan, dan cita-cita kehidupan di masa depannya untuk disesuaikan dan dicermati apakah sudah relevan. Jika belum, dapat dilakukan wawancara kepada siswa.

  3. Guru melaksanakan proses pembelajaran berbasis peminatan peserta didik yang bisa menumbuhkembangkan potensi peserta didik secara optimal.

4. Program penunjang dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

  5. Ruang kelas didesain sesuai dengan karakter kelasnya. Misalnya terdapat peta di kelas IPS, adanya gambar proses fotosintesis pada kelas Sains, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

  Abdurrahman, Maman dan Sambas Ali Muhidin. Panduan Praktis Memahami Penelitian. Bandung: CV. Pustaka Setia. 2011. Afifah, R iana. “Cara Sekolah Bantu Siswa Menentukan Peminatan”,

  Kompas.com. 25 Juli 2013. Arifin, Anwar. Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang- Undang Sisdiknas. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam Depag.

  2013. DEPDIKNAS. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2003. _______. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan untuk Peserta Didik

  Berkecerdasan Istimewa (Program Akselerasi). Jakarta: Direktorat Jendral

  Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. 2009. Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal

  Pendidikan Menengah. Peminatan Peserta Didik SMA dan SMK. Jakarta: Kemendikbud. 2013. Djaali. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2011. Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi 5. Jakarta: Erlangga. 1980. _______. Perkembangan Anak. Jilid II. Jakarta: Erlangga. 1989. Imron, Ali. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional; Universitas Negeri Malang, Prodi Manajemen Pendidikan. 2004. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peminatan Peserta Didik SMA dan SMK. Jakarta: Depdikbud. 2013. Moleong, Lexi. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2004. _______. Metodologi Penelitian Kulitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  1991. Mulyasa, E. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007. Munadi, Yudhi. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press. 2010. Munandar, Utami. Anak-Anak Berbakat Pembinaan dan Pendidikannya. Jakarta: Rajawali. 1985. Mustaqim dan Abdul Wahib. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 1991. Purwanto, M. Ngalim. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Karya. 1984. Saleh, Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana. 2004. Santrock, John W. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika. 2009. Semiawan, Conny, A.S. Munandar, dan S.C. Utami Munandar. Memupuk Bakat

  dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah; Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia. 1987.

  Siregar, Eveline dan Hartini Nara. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. 2010. Soeitoe, Samuel. Psikologi Pendidikan (Mengutamakan Segi-Segi Perkembangan). Jakarta: FEUI. 1982. Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2010. Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012. Suryantoro, Arief dan FX. Suwarto. Metode & Teknik Penelitian Sosial.

  Yogyakarta: ANDI. 2007. Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1996.

  UU No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 Wawancara Pribadi dengan Entu Tuningrat. Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  Wawancara Pribadi dengan Imam Sucipto. Tangerang Selatan, 13 September 2013. Wawancara Pribadi dengan Suhardi. Tangerang Selatan, 13 September 2013. Wawancara Pribadi dengan Suhardo. Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  Wibowo, Agus. Penempatan dan Penyaluran “Layanan

  ”,

  http://careofcounselling.blogspot.com/2011/10/layanan-penempatan-dan- penyaluran.html . 9 Desember 2013.

  “Program Peminatan Bimbingan Konseling dalam Kurikulum 2013”,

  http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail- 44797.html#.UqU0lVK2W_I , 9 Desember 2013. http://www.bimbingan.org/tes-psikologi.htm . 9

  Kegunaan Alat Tes Psikologi”, Desember 2013.

  SMA Pelaksana Kurikulum 2013 “Penjurusan

  ”,

  http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/07/28/16622 0/Penjurusan-SMA-Pelaksana-Kurikulum-2013-di-Kelas-X . 9 Desember

  2013. Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA

  Responden : 1. Kepala MTs Negeri Pamulang

  ii

  2. Koordinator Kelas Umum dan Kelas Peminatan Tempat : MTs Negeri Pamulang Waktu : September 2013

  Pertanyaan: 1.

  Bagaimana konsep dasar implementasi program kelas peminatan? 2. Bagaimana penyusunan perencanaan dan program kelas peminatan? 3. Apakah target dan tujuan implementasi program kelas peminatan di MTs

  Negeri Pamulang? 4. Bagaimana sistem seleksi siswa dilaksanakan? 5.

  Sudah berapa lama program kelas peminatan di MTs Negeri Pamulang dilaksanakan?

  6. Sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam implementasi program kelas peminatan?

  7. Apakah sekolah membentuk tim kerja persiapan implementasi program kelas peminatan?

  8. Bagaimana kriteria tenaga pendidik yang mengajar dalam program kelas peminatan?

  9. Siapa yang bertanggung jawab dalam implementasi program kelas peminatan?

  10. Bagaimana dengan penentuan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa perkelas?

  11. Apakah sekolah membuat tata tertib dalam implementasi program kelas peminatan?

  12. Apakah ada pengawasan dari sekolah dalam implementasi program kelas peminatan?

  13. Apakah pihak sekolah pernah mengalami kesulitan dalam implementasi program kelas peminatan?

14. Bagaimana solusi yang ditawarkan ketika ada hambatan? 15.

  Bagaimana dampak penerapan program kelas peminatan terhadap minat

  16. Apakah setiap guru diwajibkan membuat jadwal RPP dan diinformasikan kepada siswa? (apa saja yang disusun guru di awal tahun ajaran/sebelum mengajar) 17. Apakah setiap guru membuat laporan mengenai kemajuan dan hambatan yang dialami peserta didik? (terutama dalam minat belajar)

  PEDOMAN WAWANCARA Responden : Guru Mata Pelajaran Tempat : MTs Negeri Pamulang Waktu : September 2013

  Pertanyaan: 1.

  Apa tujuan utama dibukanya program kelas peminatan? 2. Apakah guru dilibatkan dalam program kelas peminatan? 3. Dari mana kurikulum yang digunakan dalam program kelas peminatan? 4. Apakah sarana dan prasarana penunjang program kelas peminatan sudah terpenuhi?

  5. Apakah guru menyiapkan rencana pembelajaran? 6.

  Bagaimana metode mengajar yang digunakan guru? 7. Program apa yang menjadi penunjang pelaksanaan KBM dalam program kelas peminatan?

  8. Bagaimana cara mengatasi siswa yang minat belajarnya kurang?

  PEDOMAN WAWANCARA Responden : Guru BK Tempat : MTs Negeri Pamulang Waktu : September 2013 1. Program apa saja yang terdapat dalam bimbingan konseling? 2. Apakah guru BK memberikan penjelasan tentang tiap-tiap kelas minat yang ada?

  3. Bagaimana cara guru BK menyelesaikan masalah siswa, terutama mengenai minat belajar siswa?

4. Bagaimana cara guru BK meningkatkan prestasi belajar siswa? 5.

  Apa saja bentuk pengembangan minat siswa yang dilakukan oleh guru BK?

  PEDOMAN WAWANCARA Responden : Siswa Tempat : MTs Negeri Pamulang Waktu : September 2013

  Pertanyaan: 1.

  Apa yang Anda ketahui tentang program kelas peminatan? 2. Apakah kelas minat Anda sekarang sesuai dengan minat Anda? 3. Apakah sarana dan prasarana sudah mendukung dalam pembelajaran? 4. Apakah sekolah mampu mengelola program peminatan dengan baik? 5. Kriteria apa yang harus dipenuhi dalam seleksi siswa? 6. Bagaimana proses seleksi dilaksanakan? 7. Apakah guru yang mengajar merupakan tenaga pendidik yang kompeten? 8. Apakah guru selalu menyiapkan rencana pembelajaran? 9. Bagaimana metode mengajar yang dihgunakan guru? 10.

  Bagaimana pembinaan di luar KBM, terutama mengenai pengembangan minat belajar? Lampiran 2 HASIL WAWANCARA

  Nama : Drs. Suhardi, M.Ag Jabatan : Kepala MTs Negeri Pamulang Hari, tanggal : Jumat, 13 September 2013 1.

  Bagaimana konsep dasar implementasi program kelas peminatan? Jawab: Implementasi program kelas peminatan ini sebenarnya diilhami oleh teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence) dari Gardner. Karena selama ini seseorang dianggap cerdas apabila menguasai bidang matematika atau sains, sedangkan orang yang tidak menguasai bidang matematika atau sains namun menguasai bidang lain seperti olahraga dan seni belum diakui kecerdasannya oleh masyarakat selama ini. Oleh karena itu, kami membuka kelas berdasarkan tipe kecerdasan sebagai wadah untuk mengembangkan minat belajar siswa.

  2. Bagaimana penyusunan perencanaan dan program kelas peminatan? Jawab: Perencanaan dan program dibantu oleh bagian kurikulum dan Tim MGMP.

  Rencana yang disusun antara lain mengenai kurikulum yang akan dikembangkan, program yang akan dilaksanakan, dan sebagainya. Kami juga menyusun buku pelajaran sendiri yang digunakan oleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

  3. Apakah target dan tujuan implementasi program kelas peminatan di MTs Negeri Pamulang? Jawab: Program kelas peminatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada anak sesuai dengan bakat kecerdasannya. Misalnya, anak yang cerdas di bidang sains akan ditempatkan di kelas sains. Sehingga mereka berkembang minat belajarnya.

4. Bagaimana sistem seleksi siswa kelas peminatan dilaksanakan?

  Jawab: Seleksi dimulai di semester genap saat siswa kelas VII dengan melakukan pengamatan perkembangan prestasi siswa oleh guru yang dipertajam melalui tes mata pelajaran. Namun penempatan siswa tidaklah kaku berpedoman pada hasil tes, melainkan mengutamakan minat siswa.

  5. Sudah berapa lama program kelas peminatan di MTs Negeri Pamulang dilaksanakan? Jawab: Program ini diterapkan mulai tahun 2007.

  6. Sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Sarana yang dibutuhkan antara lain Lab. Bahasa, Lab. Sains, Lab. Komputer, dan sebagainya. Tapi sebenarnya sarana yang ada tidak hanya digunakan oleh siswa tertentu, namun dipergunakan oleh seluruh siswa. Misalnya, Lab Sains tidak hanya digunakan oleh siswa kelas sains saja, tapi memang lebih banyak digunakan oleh siswa kelas sains.

  7. Apakah sekolah membentuk tim kerja persiapan implementasi program kelas peminatan? Jawab: Tim kerja persiapan berasal dari bagian kurikulum dan koordinator kelas umum dan peminatan.

  8. Bagaimana kriteria tenaga pendidik yang mengajar dalam program kelas peminatan? Jawab: Tenaga pendidik yang mengajar dalam program peminatan tentunya menguasai bidang minat yang bersangkutan.

  9. Siapa yang bertanggung jawab dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Yang bertanggung jawab secara langsung adalah koordinator kelas umum dan peminatan.

  10. Bagaimana dengan penentuan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa perkelas? Jumlah rombongan belajar disesuaikan dengan banyaknya siswa yang berminat pada kelas yang bersangkutan. Jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 36 orang.

  11. Apakah sekolah membuat tata tertib dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Tentu sekolah membuat tata tertib.

  12. Apakah ada pengawasan dari sekolah dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Ada.

  13. Apakah pihak sekolah pernah mengalami kesulitan dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Ya. Kesulitan yang timbul dalam program kelas peminatan antara lain terjadinya diskriminasi antar kelas dan kurang terjadinya kompetisi antar kelas. Contohnya, jika ada olimpiade sains, yang menjadi peserta lomba adalah siswa dari kelas sains. Sehingga siswa dari kelas lain tidak ada yang memiliki keinginan untuk ikut serta karena merasa bukan bidangnya.

14. Bagaimana solusi yang ditawarkan ketika ada hambatan?

  Jawab: Kini di MTs Negeri Pamulang membuka klub-klub seperti klub sains, TI, dan sebagainya yang bisa diikuti oleh seluruh siswa. Sehingga tidak ada pengelompokan dalam klub tersebut.

  15. Bagaimana dampak penerapan program kelas peminatan terhadap minat akademik siswa? Jawab: Dampak positifnya, siswa lebih senang belajar karena mereka merasa berada di dunianya. Sedangkan dampak negatifnya, siswa menjadi mengkotak- kotakkan diri.

  16. Apakah setiap guru diwajibkan membuat jadwal RPP dan diinformasikan kepada siswa? (apa saja yang disusun guru di awal tahun ajaran/sebelum mengajar) Jawab: Setiap guru diwajibkan membuat RPP, program tahunan, dan program semester.

  17. Apakah setiap guru membuat laporan mengenai kemajuan dan hambatan yang dialami peserta didik? (terutama dalam minat belajar) Jawab: Ya. Laporan dibuat oleh guru dan perkembangan peserta didik dapat dilihat dari nilai harian, UTS, dan UAS.

  Tangerang, September 2013 Drs. Suhardi, M.Ag HASIL WAWANCARA Nama : Imam Sucipto, SP, S.Kom.

  Jabatan : Koordinator Kelas Umum dan Kelas Peminatan Hari, tanggal : Jumat, 13 September 2013 1.

  Bagaimana konsep dasar implementasi program kelas peminatan? Jawab: Konsep dasar kelas peminatan berasal dari konsep multiple intellegence atau konsep kecerdasan majemuk. Namun kelas peminatan ini tidak murni seperti penjurusan atau peminatan yang ada di SMA. Siswa mempelajari seluruh mata pelajaran yang ada. Namun yang membedakan dari setiap kelas minat adalah jam tambahan mata pelajaran minatnya. Misalnya, kelas Bilingual Inggris mendapatkan 2 jam pelajaran tambahan untuk conversation.

  2. Bagaimana penyusunan perencanaan dan program kelas peminatan? Jawab: Yang terlibat dalam penyusunan rencana dan program adalah tim kurikulum dan tim MGMP. Kami menyusun kurikulum madrasah dan silabus, disesuaikan dengan kelas minatnya. Tim juga menyusun buku pelajaran sendiri yang akan digunakan siswa dalam kegiatan belajar. Sedangkan guru terlibat dalam pengembangan programnya, seperti menyusun program penunjang kelas minat.

  3. Apakah target dan tujuan implementasi program kelas peminatan di MTs Negeri Pamulang? Jawab: Implementasi program kelas peminatan diharapkan dapat mengakomodasi minat siswa. Sehingga minat belajar siswa dapat dikembangkan, terutama pada 2 jam pelajaran tambahan.

  4. Bagaimana sistem seleksi siswa dilaksanakan? Jawab: Siswa diminta mengisi angket kelas minat yang telah disediakan oleh panitia, dan siswa dapat memilih tiga kelas yang diminatinya. Setelah angket terkumpul, panitia mengadakan tes mata pelajaran selama tiga hari yang terdiri dari mata pelajaran matematika, IPA, IPS, agama Islam, Bahasa Indonesia, Bhasa Inggris dan TIK. Setelah itu, minat siswa akan disesuaikan dengan hasil tes untuk penempatan kelas minatnya. Namun, penempatan tidak hanya terpaku pada hasil tes saja, tetapi juga dilihat dari nilai-nilai siswa sebelumnya.

  5. Sudah berapa lama program kelas peminatan di MTs Negeri Pamulang dilaksanakan? Jawab: Program kelas peminatan dimulai dari tahun 2007.

  6. Sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Sarana dan prasarana memang belum optimal, namun masih terus dilengkapi. Saat ini sudah ada Lab. Bahasa, Lab. Sains, Lab. Perakit komputer, hotspot, dan sebagainya.

  7. Apakah sekolah membentuk tim kerja persiapan implementasi program kelas peminatan? Jawab: Tim persiapan implementasi program kelas peminatan terdiri dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum (bapak Ulik Widiantoro, S.Pd, M.Pd.), Koordinator Kelas Umum dan Kelas Peminatan, (bapak Imam Sucipto, SP, S.Kom), Tim MGMP, serta komite sekolah.

  8. Bagaimana kriteria tenaga pendidik yang mengajar dalam program kelas peminatan? Jawab: Guru yang mengajar di kelas peminatan merupakan guru yang kompeten di bidangnya, terutama guru yang menguasai ilmu-ilmu terapan. Kualifikasi guru yang mengajar di kelas peminatan ditentukan oleh bagian kurikulum.

  9. Siapa yang bertanggung jawab dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Secara keseluruhan yang bertanggung jawab adalah Wakil Kepala bidang kurikulum, namun yang bertanggung jawab secara langsung adalah Koordinator Kelas Umum dan Kelas Peminatan.

  10. Bagaimana dengan penentuan jumlah rombongan belajar dan jumlah siswa perkelas? Jawab: Pembagian kelas dan rombongan belajar disesuaikan dengan sedikit banyaknya siswa yang berminat. Contohnya, saat ini kelas Bilingual Inggris merupakan kelas yang banyak diminati siswa, sehingga kami membuka 3 kelas untuk Bilingual Inggris. Karena pembagian kelas ini berdasarkan minat, jadi kami berupaya sebaik mungkin untuk mewadahi minat siswa tersebut. Namun untuk jumlah siswa setiap kelasnya kami batasi maksimal 36 siswa.

  11. Apakah sekolah membuat tata tertib dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Ya. Tata tertib dibuat oleh bidang kesiswaan.

  12. Apakah ada pengawasan dari sekolah dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Ada. Pengawasan dilakukan oleh bidang kurikulum dan koordinator kelas peminatan.

  13. Apakah pihak sekolah pernah mengalami kesulitan dalam implementasi program kelas peminatan? Jawab: Kesulitan yang biasanya ditemukan salah satunya adalah berkumpulnya siswa unggul di kelas sains, dan timbulnya rasa rendah diri pada siswa kelas sosial.

14. Bagaimana solusi yang ditawarkan ketika ada hambatan?

  Jawab: Memberikan pemahaman kepada siswa bahwa sesungguhnya kemampuan manusia tidak bisa disamakan karena setiap manusia punya keunggulan tersendiri, dan kelas peminatan bukan dibuat untuk diskriminasi. Kelas minat dibuat untuk mengidentifikasi siswa sehingga memberikan pelayanan yang tepat kepada siswa. Selain itu, sekolah juga membentuk klub-klub seperti klub TI, klub Sains, dan sebagainya yang bisa diikuti oleh seluruh siswa.

  15. Bagaimana dampak penerapan program kelas peminatan terhadap minat akademik siswa? Jawab: Siswa bisa mengembangkan minatnya pada jam pelajaran tambahan dan guru bisa menyesuaikan metode mengajarnya sesuai dengan jenis kelas yang diajarkannya.

  16. Apakah setiap guru diwajibkan membuat jadwal RPP dan diinformasikan kepada siswa? (apa saja yang disusun guru di awal tahun ajaran/sebelum mengajar) Jawab: Ya. Selain itu, guru juga menyusun program tahunan dan program semester.

  17. Apakah setiap guru membuat laporan mengenai kemajuan dan hambatan yang dialami peserta didik? (terutama dalam minat belajar) Jawab: Kemajuan dan hambatan biasanya tergambar dari hasil evaluasi siswa berupa hasil ulangan harian. UTS, dan UAS.

  Tangerang, September 2013 Imam Sucipto, SP, S.Kom. HASIL WAWANCARA Nama : Suhardo, S.Pd.

  Jabatan : Guru IPS Hari, tanggal : Rabu, 11 September 2013 1.

  Apa tujuan utama dibukanya program kelas peminatan? Jawab: Program kelas peminatan bertujuan untuk memetakan siswa sesuai kemampuannya sehingga diketahui karakternya. Program kelas peminatan sangat bermanfaat bagi siswa sebagai gambaran untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, sehingga siswa tidak kebingungan karena saat ini di jenjang SMA peminatan (penjurusan) sudah dilakukan saat siswa berada di kelas X.

  2. Apakah guru dilibatkan dalam program kelas peminatan? Jawab: Ya. Guru dilibatkan terutama dalam penerapan program kelas peminatan.

  Guru membuat program pengembangan yang diterapkan dalam jam pelajaran tambahan, seperti membuat workshop, mengundang narasumber dari luar madrasah. Selain itu guru juga dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi.

  3. Dari mana kurikulum yang digunakan dalam program kelas peminatan? Jawab: Kurikulum dikembangkan sendiri oleh sekolah melalui Tim MGMP karena kurikulum di MTs Negeri Pamulang ini berbeda dari kurikulum MTs lain.

  Masing-masing guru bidang studi mendesain sendiri dan memvariasikan metode dan stratedi mengajarnya.

  4. Apakah sarana dan prasarana penunjang program kelas peminatan sudah terpenuhi? Jawab: Sarana dan prasarana sudah cukup memadai. Adanya infokus di setiap kelas sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

  5. Apakah guru menyiapkan rencana pembelajaran? Jawab: Ya.

  6. Bagaimana metode mengajar yang digunakan guru? Jawab: Menggunakan media pembelajaran bernasis IT, sering juga memberi penugasan kepada siswa berbentuk portofolio.

  7. Program apa yang menjadi penunjang pelaksanaan KBM dalam program kelas peminatan? Jawab: Ada program penunjang seperti workshop, mendatangkan narasumber dari luar, belajar di luar kelas, dan sebagainya.

  8. Bagaimana cara mengatasi siswa yang minat belajarnya kurang? Jawab: Membuat tugas yang dikerjakan berkelompok sehingga siswa dapat bertukar pikiran dengan siswa lain. Selain itu juga dengan mendatangkan pakar dari luar sekolah, seperti mendatangkan pakar dari BMKG yang memberikan penjelasan mengenai keadaan geografis Indonesia. Dalam mengembangkan minat siswa dibantu dan bekerja sama dengan BK.

  Tangerang, September 2013 Suhardo, S.Pd. HASIL WAWANCARA Nama : Dra. Entu Tuningrat Jabatan : Guru Biologi Hari, tanggal : Jumat, 13 September 2013 1. Apa tujuan utama dibukanya program kelas peminatan?

  Jawab: Adanya program kelas peminatan bertujuan untuk mengelompokan siswa sesuai minatnya. Sehingga siswa dapat mengembangkan minatnya dengan memanfaatkan jam tambahan yang terdapat di kelasnya.

  2. Apakah guru dilibatkan dalam program kelas peminatan? Jawab: Ya.

  3. Dari mana kurikulum yang digunakan dalam program kelas peminatan? Jawab: Kurikulum berasal dari Kemenag dan Kemendikbud yang dikembangkan sendiri oleh sekolah.

  4. Apakah sarana dan prasarana penunjang program kelas peminatan sudah terpenuhi? Jawab: Sarana sudah cukup terpenuhi.

  5. Apakah guru menyiapkan rencana pembelajaran? Jawab: Ya. Sebelum mengajar, guru menyiapkan rencana pembelajaran.

  6. Bagaimana metode mengajar yang digunakan guru? Jawab: Dalam pembelajaran sains, lebih banyak melakukan praktik dan demo percobaan sehingga siswa lebih dapat memahami pelajaran.

  7. Program apa yang menjadi penunjang pelaksanaan KBM dalam program kelas peminatan? Jawab: Terdapat beberapa program penunjang seperti kunjungan, pekan sains yang di dalamnya terdapat kegiatan seperti camping sains dan cerdas cermat. Dan masih banyak program penunjang lainnya.

8. Bagaimana cara mengatasi siswa yang minat belajarnya kurang?

  Jawab: Siswa diberikan tugas. Dan bagi siswa yang nilainya masih di bawah standar, diberikan remedial. Apabila belum memenuhi standar, akan diberikan pelayanan berupa klinik.

  Tangerang, September 2013 Dra. Entu Tuningrat HASIL WAWANCARA Nama : Lia Nurmalia, S.Psi.

  Jabatan : Guru Bimbingan Konseling Hari, tanggal : Senin, 16 September 2013 1.

  Program apa saja yang terdapat dalam bimbingan konseling? Jawab: Ada banyak program dalam Bimbingan Konseling. Bagi kelas IX terdapat bimbingan karir dan pengenalan pendidikan jenjang selanjutnya, seperti pengenalan terhadap SMA, SMK, MA, dan pesantren. Selain itu, BK juga membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan cita-citanya.

  2. Apakah guru BK memberikan penjelasan tentang tiap-tiap kelas minat yang ada? Jawab: Ya. BK ikut mensosialisasikan kepada siswa tentang tiap program minat. Untungnya BK bisa masuk ke kelas, sehingga bisa lebih mudah dalam memberikan bimbingan.

  3. Bagaimana cara guru BK menyelesaikan masalah siswa, terutama mengenai minat belajar siswa? Jawab: Terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah dengan melihat kasus yang dialami siswa, lalu melakukan bimbingan. Penyelesaian masalah siswa tergantung jenis masalahnya. Jika beberapa siswa memiliki masalah yang sama, akan diadakan konseling kelompok. Jika masalahnya berat, akan diadakan konseling individu dan menggunakan alat ungkap masalah, bisa juga dengan menghubungi orang tuanya. Masalah yang dialami siswa bermacam-macam, apalagi anak pada jenjang SMP atau MTs masih ingin mencoba berbagai hal baru. Minat belajar pada siswa juga sering turun, keadaan ini dipengaruhi oleh berbagai hal seperti pergaulan teman, game, internet, jejaring sosial, dan gadget.

  4. Bagaimana cara guru BK meningkatkan prestasi belajar siswa? Jawab: BK berusaha meningkatkan prestasi siswa dengan melihat karakteristiknya terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pendekatan kepada siswa. Selain itu, BK juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti guru, wali kelas, dan orang tua siswa.

  5. Apa saja bentuk pengembangan minat siswa yang dilakukan oleh guru BK? Jawab: Pengembangan minat belajar dapat dilakukan dengan pendekatan kepada siswa, membengun rasa percaya diri siswa, dan memberikan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan.

  Tangerang, September 2013 Lia Nurmalia, S.Psi. HASIL WAWANCARA Nama : M. Raziq Ilmi Kelas : IX Sains Hari, tanggal : Rabu, 11 September 2013 1. Apa yang Anda ketahui tentang program kelas peminatan?

  Jawab: Peminatan adalah pengelompokan kelas sesuai bakat dan keinginan siswa.

  2. Apakah kelas minat Anda sekarang sesuai dengan minat Anda? Jawab: Ya, keinginan sendiri. Karena saya sangat senang dengan pelajaran biologi, dan baru saja mengikuti Kompetisi Sains Madrasah, mendapatkan juara II di tingkat provinsi Banten.

  3. Apakah sarana dan prasarana sudah mendukung dalam pembelajaran? Jawab: Belum. Masih ada yang kurang seperti buku-buku di perpustakaan banyak yang rusak, proyektor masih sering rusak, alat-alat penunjang belajar juga masih kurang.

  4. Apakah sekolah mampu mengelola program peminatan dengan baik? Jawab: Belum, karena jadwal pelajaran masih berubah-ubah, dan saat ini pelajaran matematika malah dikurangi jamnya.

  5. Kriteria apa yang harus dipenuhi dalam seleksi siswa? Jawab: Bakat siswa harus sesuai dengan kelasnya. Misalnya kalau siswa sains, nilai pelajaran IPA dan matematikanya harus bagus.

  6. Bagaimana proses seleksi dilaksanakan? Jawab: Pertama siswa diminta untuk mengisi angket minat, lalu diadakan tes. Siswa mengerjakan soal, seperti soal ulangan.

  7. Apakah guru yang mengajar merupakan tenaga pendidik yang kompeten? Jawab: Kebanyakan guru sudah kompeten, terutama guru-guru sains.

  8. Apakah guru selalu menyiapkan rencana pembelajaran? Jawab: Ya. Biasanya guru memberitahukan kepada siswa apa materi selanjutnya, sehingga siswa bisa menyiapkan diri untuk belajar di rumah.

  9. Bagaimana metode mengajar yang digunakan guru? Jawab: Metode yang digunakan guru bermacam-macam, tetapi yang paling sering digunakan adalah ceramah dengan menggunakan tampilan slide Power Point dan diskusi kelompok.

  10. Bagaimana pembinaan di luar KBM, terutama mengenai pengembangan minat belajar? Jawab: Ada banyak ekskul yang mendukung di luar kelas seperti Klub Sains, Klub Bahasa Inggris, dan sebagainya.

  HASIL WAWANCARA Nama : Nuraini Kelas : IX Sains Hari, tanggal : Rabu, 11 September 2013 1. Apa yang Anda ketahui tentang program kelas peminatan?

  Jawab: Kelas yang dibagi sesuai dengan minat siswa.

  2. Apakah kelas minat Anda sekarang sesuai dengan minat Anda? Jawab: Ya. Keinginan sendiri.

  3. Apakah sarana dan prasarana sudah mendukung dalam pembelajaran? Jawab: Belum mendukung.

  4. Apakah sekolah mampu mengelola program peminatan dengan baik? Jawab: Ya. Sekolah sudah mengelola program dengan baik.

  5. Kriteria apa yang harus dipenuhi dalam seleksi siswa? Jawab: Nilai pelajaran minatnya harus tinggi. Kalau siswa kelas sains, nilai IPA dan matematikanya harus lebih tinggi.

  6. Bagaimana proses seleksi dilaksanakan? Jawab: Sebelum ditempatkan, siswa harus melalui tes mata pelajaran terlebih dahulu.

  7. Apakah guru yang mengajar merupakan tenaga pendidik yang kompeten? Jawab: Ya, guru yang mengajar sudah kompeten.

  8. Apakah guru selalu menyiapkan rencana pembelajaran? Jawab: Ya.

  9. Bagaimana metode mengajar yang dihgunakan guru? Jawab: Biasanya guru menjelaskan materi pelajaran menggunakan media pembelajaran seperti Power Point.

  10. Bagaimana pembinaan di luar KBM, terutama mengenai pengembangan minat belajar? Jawab: Ada pembinaan oleh wali kelas yang dilakukan seminggu sekali, yaitu setiap hari kamis.

  HASIL WAWANCARA Nama : Putri Kelas : XI Sosial Hari, tanggal : Rabu, 11 September 2013 1. Apa yang Anda ketahui tentang program kelas peminatan?

  Jawab: Kelas peminatan adalah pengelompokan siswa sesuai dengan minatnya.

  2. Apakah kelas minat Anda sekarang sesuai dengan minat Anda? Jawab: Sebenarnya minat saya pada pelajaran Bahasa Inggris, tapi setelah dites saya ditempatkan di kelas sosial. Namun lama-kelamaan saya juga senang dengan pelajaran sosial. Dan saya tidak kecewa ditempatkan di kelas sosial karena saya masih bisa mempelajari pelajaran Bahasa Inggris di kelas dan ada Klub Bahasa Inggris juga dalam ekstrakurikuler.

  3. Apakah sarana dan prasarana sudah mendukung dalam pembelajaran? Jawab: Sarana yang ada masih kurang.

  4. Apakah sekolah mampu mengelola program peminatan dengan baik? Jawab: Ya. Saya rasa sekolah sudah mampu mengelola program ini dengan baik.

  5. Kriteria apa yang harus dipenuhi dalam seleksi siswa? Jawab: Siswa harus menguasai bidang yang diminatinya.

  6. Bagaimana proses seleksi dilaksanakan? Jawab: Ada tes pelajaran saat kelas VII.

  7. Apakah guru yang mengajar merupakan tenaga pendidik yang kompeten? Jawab: Guru sudah kompeten, tetapi ada beberapa guru yang masih kurang.

  8. Apakah guru selalu menyiapkan rencana pembelajaran? Jawab: Ya.

  9. Bagaimana metode mengajar yang dihgunakan guru? Jawab: Biasanya dengan diskusi kelompok, presentasi, terkadang juga suka belajar di luar kelas.

  10. Bagaimana pembinaan di luar KBM, terutama mengenai pengembangan minat belajar? Jawab: Biasanya pembinaan dilakukan oleh wali kelas dan guru BK. Sekolah juga pernah mengadakan pembinaan berupa seminar-seminar.

  HASIL WAWANCARA Nama : Faisal Nurhadi Kelas : XI Sosial Hari, tanggal : Rabu, 11 September 2013 1. Apa yang Anda ketahui tentang program kelas peminatan?

  Jawab: Pengelompokan siswa tergantung minat.

  2. Apakah kelas minat Anda sekarang sesuai dengan minat Anda? Jawab: Ya. Waktu kelas VIII sempat masuk di kelas TI, karena hasil tes saat seleksi nilai saya mendukung untuk masuk kelas TI. Tetapi karena saya sangat berminat mempelajari ilmu-ilmu sosial, saya pindah ke kelas sosial saat naik ke kelas IX.

  3. Apakah sarana dan prasarana sudah mendukung dalam pembelajaran? Jawab: Masih kurang.

  4. Apakah sekolah mampu mengelola program peminatan dengan baik? Jawab: Ya. Namun masih ada yang kurang. Tahun ini kelas sosial belum diadakan fieldtrip seperti kelas-kelas lain.

  5. Kriteria apa yang harus dipenuhi dalam seleksi siswa? Jawab: Siswa unggul dalam bidang sosial.

  6. Bagaimana proses seleksi dilaksanakan? Jawab: Saat di kelas VII diadakan tes mata pelajaran. Bentuk soalnya pilihan ganda dan essay, tiap mata pelajaran ada 20 soal.

  7. Apakah guru yang mengajar merupakan tenaga pendidik yang kompeten? Ya, guru yang mengajar sudah cukup kompeten.

  8. Apakah guru selalu menyiapkan rencana pembelajaran? Ya.

  9. Bagaimana metode mengajar yang dihgunakan guru? Jawab: Tergantung guru dan materinya. Kalau di kelas sosial biasanya lebih kepada diskusi kelompok.

  10. Bagaimana pembinaan di luar KBM, terutama mengenai pengembangan minat belajar? Jawab: Ada pembinaan oleh wali kelas yang dilakukan setiap minggu. Lampiran 3

STRUKRUR ORGANISASI MTS NEGERI PAMULANG

  Keterangan = garis komando = garis koordinasi

  Komite Madrasah Kepala Madrasah WKM SARPRAS WKM Humas-Penemu ï‚· SABMN ï‚· Lab. Bhs ï‚· Lab. IPA ï‚· Keling ï‚· Komunikasi, Kerjasama dan Diklat (KKD)

  ï‚· Pubdok Guru/Wali Kelas SISWA KKM

  Kepala TU WKM WKM Kesiswaan WKM Kurikulum

  ï‚· Pengajaran dan Evaluasi ï‚· Koord. Kl BP & Olimpiade ï‚· Perpustakaan ï‚· Koord. Olimp ï‚· MGMP Guru Peduli

  Koperasi Guru Peduli Takmir Mesjid

  ï‚· Pembina OSIS ï‚· Koord. PD ï‚· Kord. Pramuka dan ICBC ï‚· BK-PIKR ï‚· Pembina DKM masjid Lampiran 6

UJI REFERENSI

  Seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan skripsi yang berjudul

  “Implementasi

Program Kelas Peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam

Mengembangkan Minat Belajar Siswa

   yang disusun oleh Siti Zulaeha, NIM

109018200042 , Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN

  Syarif Hidayatullah Jakarta, telah diuji kebenarannya oleh dosen pembimbing skripsi pada tanggal 29 Oktober 2013.

  Jakarta, 29 Oktober 2013 Dosen Pembimbing Skripsi Drs. Masyhuri AM., M.Pd.

  NIP. 19500518197800302 Lampiran 7

DAFTAR REFERENSI

  Judul : Implementasi Program Kelas Peminatan di MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam Mengembangkan Minat Belajar Siswa

  Nama : Siti Zulaeha NIM : 109018200042 Dosen Pembimbing : Drs. Masyhuri AM, M.Pd.

  No.

  Halaman Halaman Paraf No Rujukan/Sumber Footnote Skripsi Referensi Pembimbing

  1

  1 UU No. 20 tahun 2003 tentang

  1 SISDIKNAS pasal 12 ayat 1.

  2

  2 E. Mulyasa, Manajemen Berbasis

  2

  39 Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007)

  3

  1 Djaali, Psikologi Pendidikan, 7 121 (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), cet. 5

  4

  2 Yudhi Munadi, Media Pembelajaran,

  7

  27 Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010)

  5

  3 Abdul Rahman Saleh dan Muhbib 7 262-263 Abdul Wahab, Psikologi Suatu

  Pengantar dalam Perspektif Islam,

  (Jakarta: Kencana, 2004)

  6

  4 Muhibbin Syah, Psikologi 8 136

  Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru,

  (Bandung: Remaja Rosdakarya,

  7 5 Djaali, op. cit. 9 125-126

  8

  6 Ibid 9 121-122

  9 7 Muhibbin Syah, op.cit. 9 136

  10

  8 Elizabeth B. Hurlock, Psikologi 10 220

  Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan,

  (Terjemah Istiwidayanti dan Soedjarwo), (Jakarta: Erlangga, 1980).

  11

  9 Abdul Rahman Saleh dan Muhbib 10 263 Abdul Wahab, op. cit.

  12

  10 Ibid 10 263

  13

  11 Eveline Siregar dan Hartini Nara, 11 176

  Teori Belajar dan Pembelajaran, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010).

  14

  12 Elizabeth B Hurlock, Perkembangan 12 116

  Anak, jilid II, Terj. Meitasati Tdjandrasa, (Jakarta: Erlangga), Cet.

  6.

  15

  13 DEPDIKNAS, Kamus Besar Bahasa 13 329

  Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,2003), Cet. 3.

  16

  14 M. Ngalim Purwanto, Psikologi

  14

  59 Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya, 1984), cet. 1.

  17

  15 Ali Imron, Manajemen Peserta Didik

  21

  76 Berbasis Sekolah, (Departemen Pendidikan Nasional; Universitas Negeri Malang, Prodi Manajemen Pendidikan, 2004).

  18

  16 Ibid

  21

  88

  19

  17 John W.Santrock, Psikologi 22 170

  Pendidikan, Terj. Diana Angelica,

  (Jakarta: Salemba Humanika, 2009), ed.3, jilid.1.

  20

  18 Samuel Soeitoe, Psikologi

  22

  42 Pendidikan (Mengutamakan Segi-

  Segi Perkembangan), (Jakarta: FEUI, 1982).

  21

  19 Conny Semiawan, A.S. Munandar,

  23

  67 dan S.C. Utami Munandar, Memupuk

  Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah; Petunjuk bagi Guru dan Orang Tua, (Jakarta: Gramedia, 1987), cet. 2.

  22

  20 Mustaqim dan Abdul Wahib,

  23

  58 Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), cet. 1.

  23 21 Conny Semiawan, op.cit. 24 67-69

  24 22 John W.Santrock, op.cit. 25 171-172

  25 23 Ali Imron, op.cit.

  25

  79

  26

  24 Abdul Madjid, Perencanaan

  26

  15 Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), cet. 8.

  27

  25 27 4-5

  Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun, Perencanaan

  Pendidikan suatu Pendekatan Komprehensif, (Bandung: PT Remaja

  Rosdakarya, 2009), Cet. 4.

  28

  26 T. Hani Handoko, Manajemen,

  27

  23 (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2003), cet. 11.

  29

  27

  28

  9 Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun, op.cit.

  30

  28 Suharsimi Arikunto dan Cepi

  31

  4 Safrudin Abdul Jabar, Evaluasi

  Program Pendidikan, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2010), cet. 4.

  31

  29 Oemar Hamalik, Perencanaan dan 33 130

  Manajemen Pendidikan, (Bandung: Penerbit Mandar Maju, 1991).

  32

  30 Kementrian Pendidikan dan 37 26-29 Kebudayaan Republik Indonesia,

  Peminatan Peserta Didik SMA dan SMK, (Jakarta: Depdikbud, 2013).

BAB III

  33

  1 Lexi Moleong, Metodologi Penelitian

  44

  4 Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2004), cet. 2.

  34

  2 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode

  44

  94 Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012).

  35 3 Lexi Moleong, op. cit. 45 157

  36

  4 Sugiono, Metode Penelitian 45 300

  Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D, (Bandung:

  Alfabeta, 2010), cet. 10.

  37

  5 Maman Abdurrahman dan Sambas

  45

  85 Ali Muhidin, Panduan Praktis

  Memahami Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011).

  38

  6 Arief Suryantoro dan FX. Suwarto,

  46

  97 Metode & Teknik Penelitian Sosial, (Yogyakarta: ANDI, 2007).

  39

  7 Lexy J. Moleong, Metodologi 48 178

  Penelitian Kulitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1991).

  40

  8 Maman Abdurrahman dan Sambas 49 145 Ali Muhidin, op.cit.

  41

  1 Wawancara Pribadi dengan Imam

  67 Sucipto, Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  42

  2 Panduan Kelas Umum dan Peminatan 67 30-31 MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

  43

  3 Wawancara Pribadi dengan Suhardi,

  71 Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  44

  4 Wawancara Pribadi dengan Entu

  74 Tuningrat dan Suhardo, Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  45

  5 Panduan Kelas Umum dan Peminatan 77 11-19 MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

  46

  6 Wawancara Pribadi dengan Entu

  80 Tuningrat, Tangerang Selatan, 13 September 2013.

  Untuk memenuhi validasi skripsi yang berjudul Implementasi Program Kelas Peminatan di

  

MTs Negeri Tangerang II Pamulang dalam Mengembangkan Minat Belajar Siswa, maka

perlu pengujian daftar referensi untuk mengetahui sumber data yang diperoleh.

  Jakarta, 29 Oktober 2013 Mengetahui, Dosen Pembimbing Skripsi

  Ruang Laboratorium Sains Peralatan Laboratorium Sains

  Ruang Seni Laboratorium Bahasa \

  Laboratorium Komputer Perpustakaan MTs Negeri Tangerang II Pamulang Koleksi Perpustakaan

  Kegiatan Siswa di Perpustakaan Ruang UKS MTsN Pamulang Tempat Obat-Obatan Pemeriksaan Kesehatan Siswa Program Kerja & Prestasi UKS MTsN Pamulang

  Prestasi MTsN Pamulang Kantin MTsN Pamulang Pembelajaran di dalam kelas Pembelajaran di luar kelas Ruang Bimbingan Konseling

  Meja Kerja Guru BK Dokumen Arsip BK

  Gedung MTs Negeri Tangerang II Pamulang Lapangan MTsN Pamulang Green House

BIODATA PENULIS

  Siti Zulaeha, lahir di Tangerang, 17 Februari 1992. Anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Marzuki dan Siti Maryah. Jenjang pendidikan yang sudah ditempuh: SDN Bintaro 03 Pagi tamat tahun 2003, SMPN 178 Jakarta tamat tahun 2006, SMAN 86 Jakarta tamat tahun 2009, dan meneruskan jenjang pendidikan S1 Jurusan Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

  Saat SMA mulai aktif di berbagai organisasi seperti Sie. Keilmuan OSIS SMAN 86 Jakarta, Kabid Keputrian SMAN 86 Jakarta, dan Korwil Pesanggrahan Kelompok Ilmiah Remaja Jakarta Selatan (KIRJAS). Aktifitas berorganisasi tidak hanya berlangsung di bangku SMA. Diberi amanah untuk menjabat sebagai Kabid Komunikasi dan Informasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011-2012. Selain itu juga aktif di komunitas Avenged Sevenfold Fans Tangerang sebagai Sekretaris.

  Menimba ilmu di bidang pendidikan membuat penulis tergerak untuk menjadi seorang pendidik. Lembaga Bimbingan Belajar Vini Vidi Vici Serpong dan LIA Private menjadi tempat berbagi ilmu, mengajar dan belajar menerapkan teori-teori yang didapat di bangku kuliah.

  Mendengarkan musik, terutama yang bergenre matalcore, hardrock, dan hardcore, traveling ke tempat yang unik, dan membaca novel nonfiksi menjadi kegiatan yang biasa dilakukan untuk menetralisir kejenuhan.

  “Fight for honor fight for your lives, Pray to God that our side is right”

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan di MTs Negeri Tangerang I
0
3
120
Kinerja Kepala Sekolah Dalam Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Mts Khazanah Kebajikan Pondok Cabe Ilir Pamulang
1
28
187
Peran lembaga rumah pemberdayaan masyarakat melalui Program Pendampingan Keluarga Miskin (P2KM) di Pamulang Permai I Tangerang Selatan
1
11
100
Analisis Kesalahan Morfologi Dalam Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas Vii Semester 2 Di Mtsn Tangerang Ii Pamulang Tahun Ajaran 2012/2013
0
8
253
Implementasi Program Kelas Peminatan Di Mts Negeri Tangerang Ii Pamulang
4
51
126
Peran Lembaga Rumah Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pendampingan Keluarga Miskin (P2km) di Pamulang Permai I Tangerang Selatan
0
38
124
Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Di Mts Negeri Parung
0
4
95
Penerapan Multimedia Interaktif Untuk Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaaii Islam Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Tangerang Ii Pamulang (Studi Kasus Terhadap Penerapan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Ti
0
10
139
Pengaruh Pendekatan Diskursif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa (Penelitian Quasi Eksperimen Di Kelas Viii Mts Negeri 32 Jakarta)
11
47
194
Efektivitas komunikasi interpersonal kepala sekolah: studi di MTs Negeri Tangerang II Pamulang
1
8
134
Upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui program kelas akselerasi di SMA Negeri ! Pamulang Tangerang
4
59
177
Efektivitas Pencapaian Tujuan Afektif Dalam Pembelajaran Ski Berbantuan Media Film Di Mts Nurul Ilmi Tangerang
1
21
91
Problematik Dakwah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Dewasa Kelas Ii A Tangerang
0
7
129
Penerapan Metode Pembelajaran Kancing Gemerincing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII-3 MTs Negeri Tangerang II Pamulang
0
4
263
Program Studi Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo
0
58
8
Show more