Analisis perbandingan brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty produk kamera DSLR merek canon dan nikon: studi kasus pada unit kegiatan mahasiswa fotografi di Jakarta

Gratis

7
15
174
3 years ago
Preview
Full text
“ANALISIS PERBANDINGAN BRAND AWARENESS, BRAND ASSOCIATION, PERCEIVED QUALITY DAN BRAND LOYALTY PRODUK KAMERA DSLR MEREK CANON DAN NIKON”. (Studi Kasus Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi di Jakarta) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh : SUPRIYADI NIM : 1110081000126 PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H/2014 M LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Supriyadi No. Induk Mahasiswa : 1110081000126 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Prodi : Manajemen Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya : 1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggung jawabkan 2. Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain 3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa izin pemilik karya 4. Tidak melakukan pemanipulasiaan dan pemalsuan data 5. Mengerjakan sendiri karya dan mampu bertanggung jawab atas karya ini Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya melanggar pernyataan di atas, maka saya siap untuk dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Ciputat, 30 Agustus 2014 Yang menyatakan, (Supriyadi) v DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. Data Pribadi Nama : Supriyadi Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 30 Agustus 1992 Alamat : Jl. Albaido RT 01/06 No. 25 Kel: Lubang Buaya Kec. Cipayung, Jakarta II. III. Telepon : 08989369294 Email : cuplissupriyadi@gmail.com Data Pendidikan 1. SDN O3 Jakarta Tahun 1998-2004 2. SMPN 81 Jakarta Tahun 2004-2007 3. SMAN 113 Jakarta Tahun 2007-2010 4. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2010-2014 Pengalaman Organisasi Divisi PPSDM UKM Fotografi KALACITRA UIN Jakarta Perintis Komunitas Sepeda Sehat UIN Jakarta Ketua Eskul Sepak Bola SMAN 113 Jakarta vi ABSTRACT The research aims to analyze the comparison of brand equity which consist of brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty between Canon and Nikon Camera. The sample is taken from student activity unit photography in Jakarta with quota sampling approach. In collecting data, the research applies questionnaire technique which consists of 27 statements which are distributed to 60 respondents. The research applies discriminant analysis as methodological analysis. As the result , the research shows that there is significant difference between Canon and Nikon based on the four dimensions of brand equity measurement. However, both brands are partially the same in term of brand awareness and are different in term of brand association, perceived quality and brand loyalty. Key word: brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty. vii ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek antara merek kamera Canon dan Nikon. Pengambilan sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan teknik non pprobability sampling dengan pendekatan quota sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner yang berisi 27 butir pernyataan yang disebarkan kepada 60 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan ekuitas merek kamera Canon dan Nikon dilihat dari empat dimensi secara kesulurahan. Sedangkan jika dilihat secara parsial, kedua produk memiliki kesamaan dalam variabel kesadaran merek dan perbedaan dalam variabel asosiasi merek, kualitas persepsi dan loyalitas merek Kata kunci : kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek. viii KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam tak lupa dijunjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi segala umat, Nabi yang telah memberi syafaat. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sedikit lembar dan kata dalam bagian skripsi ini, penulis ingin memberikan seucap terimakasih atas bantuan, bimbingan, doa, dan semangat terus menerus yang diberikan dalam penyelesaian skripsi ini kepada: 1. Kedua orang tuaku, Bapakku tercinta, Asmawih dan Ibuku tersayang Bainah. Serta ketiga kakaku yang selalu mendukung perkuliahku. 2. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Ibu Muniaty ST, MM selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Bapak Dr. Yahya Hamja, MM selaku Dosen Pembimbing Skripsi I yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berdiskusi, memberikan perhatian, pengarahan, dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. Terimakasih atas ilmu dan perhatian yang telah Bapak berikan selama ini. 5. Bapak Ade Suherlan, MBA, MM Dosen Pembimbing Skripsi II yang telah besedia meluangkan banyak waktu untuk berdiskusi, memberikan arahan, serta bimbingan kepada penulis. Terimakasih atas semua ilmu, saran, dan masukan yang telah Bapak berikan selama ini. 6. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah yang telah memberikan ilmu bermanfaat kepada penulis. ix 7. Seluruh pihak yang membantu dalam penulisan skripsi yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kata sempurna baik dalam segi penulisan, cara penguraian, maupun pada pembahasan secara ilmiah. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari berbagai pihak. Penulis juga berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Jakarta, 30 Agustus 2014 Supriyadi x DAFTAR ISI Cover Dalam . i Halaman Pengesahan Skripsi . ii Halaman Pengesahaan Ujian Komprehenshif . iii Halaman Pengesahaan Ujian Skripsi . iv Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah . v Daftar Riwayat Hidup . vi Abstract . vii Abstrak . viii Kata Pengantar. ix Daftra Isi. xi Daftar Tabel. xiv Daftar Gambar . xviii Daftar Lampiran . xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian . 1 B. Perumusan Maasalah. 4 C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian. 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Merek . 6 1. Pengertian Merek . 6 2. Peranan dan Kegunaan Merek . 8 B. Ekuitas Merek . 10 1. Pengertian Ekuitas Merek . 10 2. Peran Ekuitas Merek. 14 C. Elemen Elemen Ekuitas Merek . 17 1. Kesadaran Merek ( Brand Awareness) . 17 a. Pengertian Kesadaran Merek . 17 b. Peran Brand Awareness dalam Brand Equity . 20 xi c. Cara Mencapai Brand Awareness. 21 2. Asosiasi Merek ( Brand Association ). 22 3. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). 27 a. Pengertian Persepsi Kualitas . 27 b. Indikator Persepsi Kualitas . 30 c. Membangun Perceived Quality yang Kuat . 31 4. Loyalitas Merek ( Brand Loyalty ) . 32 a. Pengertian Loyalitas Merek. 34 b. Fungsi Brand Loyalty. 35 c. Tingkatan Brand Loyalty . 35 5. Penelitian Terdahulu . 39 6. Kerangka Pemikiran . 54 7. Hipotesis . 56 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian . 57 B. Teknik Penentuan Sampel . 57 1. Populasi . 57 2. Sampel . 58 C. Jenis dan Metode Pengumpulan Data . 59 1. Data Primer . 59 2. Data Sekunder . 60 D. Metode Analisis Data . 61 1. Uji Validitas dan Reliabilitas . 61 a. Uji Validitas . 61 b. Uji Reliabilitas . 61 2. Uji Normalitas Data . 62 3. Analisis Diskriminan . 63 a. Tujuan dari Analisis Diskriminan . 64 b. Proses dasar dari Analisis Diskriminan . 64 xii 4. Operasional Variabel . 68 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian . 71 1. Sejarah Singaka Kamera Canon. 71 2. Sejarah Singkat Kamera Nikon . 73 B. Pembahasan Hasil Kuesioner . 74 1. Uji Validitas dan Realibilitas . 75 2. Karakteristik dan Data Responden . 77 C. Pembahasan dan Analisis Data . 84 1. Analisis Deskriptif . 84 a. Deskriptif Variabel Brand Awareness . 84 b. Deskriptif Variabel Brand Association . 91 c. Deskriptif Variabel Perceived Quality . 101 d. Deskriptif Variabel Brand Loyalty . 106 2. Uji Normalitas Data . 115 3. Analisis Dikriminan . 116 4. Intrepretasi Hasil . 126 BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan . 129 B. Saran. 129 C. DAFTAR PUSTAKA . 132 D. Lampiran . 134 xiii DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tingkat Penilaian Jawaban . 60 Tabel 3.2 Operasional Variabel. 69 Tabel 4.1 Hasil Try Out Untuk Validitas . 76 Tabel 4.2 Hasil Try Out Untuk Reliablitas . 78 Tabel 4.3 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan Jenis Kelamin . 79 Tabel 4.4 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan Usia . 80 Tabel 4.5 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan Universitas dan Klub . Tabel 4.6 Karakteristik Responden Nikon Berdasarkan Jenis Kelamin . 82 Tabel 4.7 Karakteristik Responden Nikon Berdasarkan Usia . 82 Tabel 4.8 Karakteristik responden Nikon Berdasarakan Universitas dan klub . 84 Tabel 4.9 Konsumen Mengetahui Seperti Apa Merek Kamera DSLR Canon . 85 Tabel 4.10 Konsumen Mengetahui Seperti Apa Merek Kamera DSLR Nikon . 86 Tabel 4.11 Konsumen Dapat Mengenali Kamera Canon Diantara Pesaing . 86 Tabel 4.12 Konsumen Dapat Mengenali Kamera Nikon Diantara Pesaing . 87 Tabel 4.13 Konsumen Dapat Mengingat Langsung Merek Canon Saat Pertama Membeli Kamera . 87 xiv Tabel 4.14 Konsumen Dapat Mengingat Langsung Merek Nikon Saat Pertama Membeli Kamera . 88 Tabel 4.15 Konsumen Dapat Mengingat Ciri Kamera Canon Dengan Cepat . 85 Tabel 4.16 Konsumen Dapat Mengingat Ciri Kamera Nikon Dengan Cepat . 89 Tabel 4.17 Konsumen Dapat Mengingat Logo Kamera Canon Dengan Cepat . 90 Tabel 4.18 Konsumen Dapat mengingat Logo Kamera Nikon Dengan Cepat . 90 Tabel 4.19 Konsumen Mengetahui Merek Canon Banyak Digunakan . 91 Tabel 4.20 Konsumen Mengetahui Merek Nikon Banyak Digunakan . 92 Tabel 4.21 Kelengkapan Fitur Merupakan Pertimbangan Memilih KameraCanon . 92 Tabel 4.22 Kelengkapan fitur Merupakan Pertimbangan Memilih Kamera Nikon . 93 Tabel 4.23 Merek Canon Merupakan Pertimbngan Dalam Memilih Kamera . 93 Tabel 4.24 Merek Nikon Merupakan pertimbngan Dalam Memilih Kamera . 94 Tabel 4.25 Kamera DSLR Canon Dapat Mengabadikan Momen Penting . 94 Tabel 4.26 Kamera DSLR Nikon Dapat Mengabadikan Momen Penting . 95 Tabel 4.27 DSLR Canon Harga Relatif Mahal. 95 Tabel 4.28 DSLR Nikon Harga Relatif Mahal . 96 Tabel 4.29 DSLR Canon Bnyak Digunakan Fotografer Profesional. 97 Tabel 4.30 DSLR Nikon Banyak Digunakan Fotografer Profesional . 97 xv Tabel 4.31 DSLR Canon Hanya Digunakan Oleh kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Brand Association CocaCola dalam Pembentukan Brand Image Konsumen (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara)
11
53
105
Pengaruh Perceived Quality, Brand Association, dan Brand Loyalty Terhadap Keputusan Pembelian Pasta Gigi Merek Pepsodent Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
1
38
124
Pengaruh Ekuitas Merek (Brand Equity) Tas Sophie Martin Terhadap Kesediaan Membayar Harga Premium (Studi Kasus Pada BC Rosida Medan).
3
49
104
Ekuitas Merek Dan Brand Loyalty Blackberry (Studi Deskriptif tentang Pengaruh Ekuitas Merek Blackberry terhadap Brand Loyalty pada Kalangan Mahasiswa FISIP USU)
1
44
136
Analisis Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Ekstensifikasi Merek (Brand Extention) Pada Vaseline Hand & Body Lotion (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara)
2
75
103
Pengaruh Trust In a Brand Terhadap Brand Loyalty Produk Air Minum Aqua Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMSU Medan
0
46
79
Pengaruh Perceived Quality dan Brand Association Terhadap Brand Loyalty Mie Instan Merek Indomie (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
1
42
105
Pengaruh Penempatan Posisi (Positioning) Terhadap Citra Merek (Brand Image) Pada Clear Men Shampoo (Studi Kasus : Mahasiswa S-1 Reguler Fakultas Ekonomi USU Medan)
2
63
105
Analisis pengaruh Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Association, Dan Brand Loyalty terhadap keputusan pembelian pada produk pasta gigi 'Pepsodent (studi kasus pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
6
41
167
Analisis pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembalian serta dampaknya terhadap tanggungjawab sosial produk sabun mandi lifebuoy
0
3
167
THE INFLUENCE OF BRAND AWARENESS, PERCEIVED BRAND QUALITY, BRAND ASSOCIATION AND BRAND LOYALTY TOWARD CUSTOMER PURCHASE DECISION TO CHOOSE GARUDA INDONESIA AIRLINES (CASE STUDY: CUSTOMER GARUDA INDONESIA IN JABODETABEK)
0
7
124
Analisis Pengaruh Service Quality dan Perceived Usefulness Terhadap Brand Image Serta Dampaknya Pada Brand Trust (Studi Kasus GO-JEK di DKI Jakarta)
3
28
177
Ekuitas Merek Bank Syariah di Kalangan Mahasiswa Program Studi Muamalat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
11
151
ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS, BRAND ASSOCIATION, PERCEIVED QUALITY DAN BRAND LOYALTY TERHADAP PURCHASE INTENTION LAPTOP ACER DI PONOROGO.
0
3
96
Purchase Decision Brand Loyalty Brand Awareness Brand Association Perceived Quality
0
0
19
Show more