Metode bimbingan islam dalam pembinaan akhlak anak yatim di panti asuhan Yakiin Larangan Tangerang

Gratis

1
19
107
2 years ago
Preview
Full text
METODE BIMBINGAN ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN YAKIIN LARANGAN TANGERANG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: FITRIYANI NIM: 103052028657 JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H./2008 M. METODE BIMBINGAN ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN YAKIIN LARANGAN TANGERANG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I.) Oleh: FITRIYANI NIM: 103052028657 JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1428 H./2008 M. METODE BIMBINGAN ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN YAKIIN LARANGAN TANGERANG Skripsi Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S. Sos. I.) Disusun oleh: FITRIYANI NIM: 103052028657 Di bawah bimbingan: Prof. Dr. Hj. Ismah Salman, M.Hum. NIP: 150 096 770 JURUSAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H./ 2008 M. PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul METODE BIMBINGAN ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN YAKIIN LARANGAN TANGERANG telah diajukan dalam sidang munaqasyah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 27 November 2008. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S. Sos. I.) pada Program Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Jakarta, 27 November 2008 Sidang Munaqasyah Ketua Merangkap Anggota, Sekretaris Merangkap Anggota, Drs. Study Rizal, L.K, M.Ag. NIP. 150 262 876 Dra. Nasichah, M.A. NIP. 150 276 298 Anggota, Penguji I Penguji II Dra. Hj. Asriati Jamil, M.Hum. NIP. 150 244 766 Drs. M. Luthfi Jamal, M.Ag. NIP. 150 268 782 Pembimbing, Prof. Dr. Hj. Ismah Salman, M.Hum NIP. 150 096 770 LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 27 November 2008 Fitriyani ABSTRAK Fitriyani Metode Bimbingan Islam dalam Pembinaan Akhlak Anak Yatim di Panti Asuhan YAKIIN Larangan Tangerang. Akhlak menempati posisi yang penting dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, Seorang muslim mempunyai kewajiban untuk membina akhlak sesuai dengan ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah. Orangtua bertanggungjawab terhadap anak-anaknya untuk mewujudkan hal itu dengan memberikan pendidikan yang sesuai dengan masa perkembangannya sehingga mereka siap dan mampu menunaikan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini. Akan tetapi kematian salah seorang atau kedua orangtua akan memberikan dampak tertentu terhadap hidup kejiwaan seorang anak. Islam mengajarkan pemeluknya agar peduli terhadap fenomena seperti ini Dalam melakukan usaha ini, agama Islam tidak hanya menganjurkan kepada perorangan saja, tetapi juga kepada suatu organisasi sosial kemasyarakatan, seperti yang dilakukan oleh panti asuhan Yayasan Kesejahteraan Umat Islam Indonesia (YAKIIN). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode bimbingan islam dalam pembinaan akhlak anak yatim di panti asuhan Yayasan Kesejahteraan Umat Islam Indonesia (YAKIIN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis akan menjelaskan secara singkat hasil penelitian tersebut. Program pembinaan akhlak terhadap anak asuh di panti asuhan Yayasan Kesejahteraan Umat Islam Indonesia (YAKIIN) merupakan upaya membentuk anak asuhnya agar memiliki akhlakul karimah yang dilakukan dengan beberapa bidang program diantaranya bidang pendidikan formal, keterampilan, dan kerohanian. Metode bimbingan Islam yang digunakan di panti asuhan Yayasan Kesejahteraan Umat Islam Indonesia (YAKIIN) dilakukan dengan dua metode yaitu individual dan kelompok. Bimbingan Islam melalui metode individual dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi kegiatan. Sedangkan bimbingan Islam melalui metode kelompok dilakukan dengan menggunakan teknik ceramah, dialog atau tanya jawab dan pembagian kelompok. KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil`alamin, penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan hasil karya tulis ini, sehingga terlaksana sesuai dengan harapan. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita sebagai umatnya mampu dalam mengenal, mencari, dan menegakkan syariat Islam. Pada dasarnya dalam proses penulisan skripsi ini, penulis mengalami berbagai halangan dan rintangan, akan tetapi dengan bantuan dan partisipasi dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan juga. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya terutama kepada: 1. Bapak Dr. H. Murodi, M.A selaku Dekan Fakutas Dakwah dan Komunikasi beserta Pembantu Dekan, Bagian Akademik, dan Administrasi. 2. Bapak Dr. M. Luthfi, M.A selaku Ketua Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam yang telah memberikan dorongan moril kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Dra. Nasicha, M.A selaku Sekretaris Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam yang telah membantu penulis dalam proses pelaksanaan skripsi ini. 4. Ibu Prof. Dr. Hj. Ismah Salman, M.Hum selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan dan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi khususnya di Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam yang telah mentransfer ilmu dan pengetahuan kepada penulis, semoga ilmu yang diberikan selama perkuliahan dapat berguna. 6. Seluruh Pimpinan, Staff Pengajar, dan Seluruh Pengurus Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Umat Islam Indonesia (YAKIIN) yang telah memperlancar proses penulisan skripsi ini. Bpk. KH. Noval Djamhuri, Bpk. KH. Rahmani, Bpk M. Sirri, Bpk. Ahmad Yani, Ibu Yos, Ersya Udiantara, serta para responden yang bersedia meluangkan waktu untuk penulis dalam mempercepat proses penyelesaian skripsi ini. 7. Ayahanda Saridjan dan Ibunda tercinta Suhaemi yang telah mencurahkan kasih dan sayangnya kepada penulis yang sangat menantikan moment seperti ini. “Pak, Mah saat ini hanya inilah yang dapat ku persembahkan”. 8. Keluarga besar Bapak. Saridjan yang telah memberikan penulis inspirasi dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini, terima kasih sekali penulis ucapkan kepada semua Aa dan teteh serta semua keponakan, khususnya Taufan yang telah memberikan tumpangan mengetik. “Terima kasih ya semuanya”. 9. Sahabat-sahabat “kepompong” yang selalu mengisi hari-hari penulis. Vina yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk tegar menjalani hidup. Diah yang telah memberikan dorongan penuh kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Iin dan Wati yang selalu setia mendengarkan dan menemani penulis dalam kisah bahagia maupun sedih. Juga kepada teman-teman kelas Bimbingan dan Penyuluhan Islam yakni Samsul, Taher, Pizaro, Abhel dan seluruh teman-teman kelas yang telah memberikan pengalaman berharga pada penulis dalam proses pendewasaan diri. 10. Kakanda Ahmad Ru`yat Ibnu Shaleh (Ablenk) yang telah hadir menemani hari-hari penulis disaat penulis menantikan sosok motivator seperti Kanda. “Terimakasih Kanda.telah menjadi motivator hidupku”. 11. Keluarga Besar Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam terutama K Hafidz, K Decky, dan K Oji yang telah memberikan pengalaman berharganya selama mengadakan pembinaan di LAPAS Tangerang dan secara tidak langsung telah membantu dan memberikan motivasi hingga tersusunnya skripsi ini. 12. Dan semua pihak yang telah ikut membantu baik secara langsung atau tidak hingga tersusunnya karya ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT, penulis berserah diri, semoga semua bentuk perhatian, bantuan dan partisipasi yang sudah diberikan mendapatkan pahala yang setimpal dari-Nya. Penulis berharap semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Jakarta, 27 november 2008 Penulis DAFTAR ISI ABSTRAK . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . BAB I BAB II BAB III i ii v vii PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. B. Pembatasan dan Perumusan Masalah . C. Tujuan dan Manfaat Penelitian. D. Tinjauan Pustaka. E. Metodologi Penelitian. F. Sistematika Penulisan . 1 6 7 8 10 15 LANDASAN TEORI A. Metode Bimbingan Islam . 1. Pengertian Metode . 2. Pengertian Bimbingan . 3. Pengertian Islam . 4. Metode Bimbingan Islam . B. Pembinaan Akhlak. 1. Pengertian Pembinaan. 2. Pengertian Akhlak. 3. Proses Pembinaan Akhlak . C. Yatim. 1. Pengertian Yatim . 2. Pola Pembinaan Anak Yatim Menurut Ajaran Islam . 3. Pandangan Islam Terhadap Anak Yatim. 17 17 17 19 21 24 24 25 26 28 28 29 32 GAMBARAN UMUM PANTI ASUHAN YAKIIN A. Sejarah dan Perkembangan . B. Visi dan Misi . C. Letak Geografis . 35 37 37 D. Struktur Organisasi . E. Sarana dan Prasarana . F. Kondisi Umum Anak Asuh . 1. Latar Belakang Keluarga Anak Asuh . 2. Kegiatan Harian Anak Asuh . BAB IV BAB V METODE BIMBINGAN ISLAM DI PANTI ASUHAN YAKIIN A. Deskripsi Informan . B. Program Pembinaan Akhlak Anak Yatim di Panti Asuhan YAKIIN . C. Metode Bimbingan Islam dalam Pembinaan Akhlak Anak Yatim di Panti Asuhan YAKIIN . D. Hambatan dan Solusi dalam Pembinaan Akhlak Anak Yatim Melalui Bimbingan Islam di Panti Asuhan YAKIIN. PENUTUP A. Kesimpulan. B. Saran . DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 38 39 40 40 42 44 51 59 65 68 69 DAFTAR TABEL 1. Tabel 1 Jumlah anak asuh berdasarkan jenis kelamin . 41 2. Table 2 Jumlah anak asuh berdasarkan usia. 41 3. Table 3 Jumlah anak asuh berdasarkan status . 41 4. Table 4 Jumlah anak asuh berdasarkan tingkat pendidikan . 41 5. Table 5 Jadwal kegiatan harian anak asuh . 43 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agama Islam menempatkan akhlak dalam posisi yang sangat penting, karena akhlak merupakan salah satu ajaran pokok dalam Islam selain aqidah dan syariah. Akhlak juga merupakan ajaran yang membina mental dan jiwa manusia untuk mencapai hakekat kemanusiaan yang tinggi. Untuk menunjukan pentingnya akhlak bagi kehidupan manusia, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya suri tauladan yang baik bagi umat manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qu`an surat al-Ahzab/33: 21, berbunyi: *(+,- #$ %&'()  !" . 0 1 2 1789( 3 45 =>?@ %;1,< 1 6 : 6 ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”1 Berdasarkan hal tersebut, seorang muslim mempunyai kewajiban untuk membangun akhlak yang baik. Sebagaimana akhlak yang telah diwujudkan oleh para Rasul dan Nabi, serta para Sahabat yang mulia dan para tokoh imam (terdahulu). Dan dalam hal ini kita harus bertumpu pada sumber-sumber yang juga menjadi tumpuan para pendahulu dan pemimpin kita dalam membentuk 1 Departemen Agama RI, Al-Qur`an dan Terjemahannya, (Bandung: CV. Diponegoro, 2006), h. 420. akhlak. Sumber-sumber itu adalah al-Qur`an dan al-Sunah, dan cukup dengan keduanya. Hanya saja hal yang membantu dalam pembentukan akhlak berdasarkan al-Qur`an dan al-Sunah adalah pandangan Islam yang terwujud dalam akhlak seorang yang telah mewujudkan Islam secara Amaliyah yaitu Rasulullah SAW. 2 Orangtua mempunyai kewajiban dan tanggungjawab untuk mengarahkan dan membentuk akhlak yang baik terhadap anak-anak mereka. Sebab anak merupakan amanat Allah sebagai generasi penerus keluarga, sehingga mereka harus dipersiapkan menjadi muslim yang mampu menunaikan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini. Hati anak-anak itu masih suci, bersih, dan belum tergores oleh apapun. Pada prinsipnya anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, oleh karena itu akhlak seorang anak tergantung pendidikan yang diajarkan orangtuanya. Ia menerima setiap goresan, dan cenderung kemana ia diarahkan. Jika ia dibiasakan dan diajari kebajikan, maka ia akan berperilaku dengan penuh kebajikan dan berbahagia di dunia dan akhirat. Begitupun sebaliknya, jika ia dibiasakan dan diajari keburukan, maka ia akan berperangai buruk. Rosulullah bersabda dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah, berbunyi: ‫ "ﻥ‬$' &" ‫ "ﻥ‬$ # !" ‫ﻝ‬ ‫ﻝ‬ (+ 2 ‫ﻝ‬ ‫ﻝ‬ !"&*) ‫ ﻥ‬$)( &" Umar Sulaiman al-Asyqar, I am a Moslem, (Jakarta: Mirqat, 2007), h. 16. “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”3 Oleh karena itu, Ajaran agama perlu ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak sehingga mereka selalu menerapkan nilai-nilai agama dalam setiap langkah hidupnya. Nilai-nilai agama tersebut akan menjadi pengendali dalam menghadapi segala keinginan dan dorongan-dorongan yang timbul dalam dirinya sehingga membentuk akhlak. Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa orangtua mempunyai peranan yang besar dalam tanggung jawabnya membina akhlak anak-anaknya. Akan tetapi apabila salah satu dari orang tua mereka atau keduanya meninggal dunia yang menjadikannya yatim atau piatu, hal itu dapat berpengaruh pada pembentukan akhlak anak tersebut yang dampaknya adalah kurangnya kasih sayang, motivasi, bimbingan, arahan dan perhatian serta materi atau nafkah dari orang tua yang layaknya mereka atau seorang dapatkan. Menjadi yatim adalah suatu nasib, atau suatu fakta yang tak mungkin dapat dihindari, namun bersikap positif terhadap anak-anak yatim dengan menyantuni serta memperhatikan nasib anak yatim merupakan suatu hal bijaksana yang dapat dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya. Anak yatim mendapat porsi perhatian yang sangat besar dari Islam. Islam sangat menganjurkan untuk berbuat baik kepada anak yatim dan melarang keras untuk berbuat zhalim kepada mereka.4 3 Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Sejarah Mukhtarul Ahaadits, Hadits-Hadits Pilihan (Berikut Penjelasannya), (Bandung: Sinar Baru, 1993), h. 670. 4 M. Jamaluddin Mahfuzh, Psikologi Anak dan Remaja Muslim, (Jakarta: Pustaka AlKautsar, 2001), h. 148. Pada umumnya kematian salah seorang atau kedua orangtua akan memberikan dampak tertentu terhadap hidup kejiwaan seorang anak, lebihlebih bila anak itu berusia balita atau (menjelang) remaja, suatu tahapan usia yang dianggap rawan dalam perkembangan kepribadian. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Hanna Djumhana Bastaman bahwa: “ kematian ayah, ibu atau keduanya dengan sendirinya akan memberi pengaruh terhadap keluarga secara keseluruhan dan juga terhadap anak-anak yang ditinggalkan. Kematian senantiasa menimbulkan suasana murung (depresi) pada keluarga dan anggotaanggotanya ”5 Suasana perasaan itu bisa berlangsung dalam jangka waktu yang wajar dan juga kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peran pekerja sosial terhadap pendidikan anak-anak terlantar (studi kasus di panti sosial asuhan anak putra utama 03 Tebet Jakarta selatan)
8
65
136
Peranan orang tua asuh dalam meningkatkan motivasi belajar anak asuh : studi kasus di panti sosial asuhan rabbani parung bogor
0
4
108
Metode bimbingan islam bagi lanjut usia dalam meningkatkan kualits ibadah di rumah perlindungan lanjut usia Jelambar
0
5
107
Pembinaan keberagaman anak remaja panti sosial asuhan anak (PSAA) putra utama 3 Jakarta Selatan
0
6
92
Strategi panti asuhan baiturrahman dalam pemberdayaan anak asuh di yasasn masjid jami Bintaro jaya
1
12
139
Pengembangan potensi keterampilan menjahit anak asuh sebagai upaya pemenuhan hak-hak anak di panti sosial asuhan anak Putera Utama 03 Tebet Jakarta selatan
0
25
86
Manajemen strategi pengembangan potensi anak yayasan rumah yatim Ar-Rohman Indonesia Pamulang, Tangerang Selatan
2
19
136
Pengaruh bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca al-qur’an anak di TPQ As-Sa’adah Ciputat- Tangerang Selatan
5
28
103
Pencatatan daftar harta benda anak auh menurut hukum Islam dan undang-undang (studi kasus di panti asuhan Islamic village Karawaci Tangerang)
1
19
77
Nilai sosial dalam surah Al-ma'un:penafsiran modern tentang anak yatim
5
18
96
Metode pembinaan mental narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan anak wanita Tangerang
1
21
98
Hubungan bimbingan agama Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf dalam pembinaan akhlak remaja di Majlis Ta'lim Nurul Musthofa Ciganjur Jakarta Selatan
2
28
79
Implementasi pendidikan karakter bangsa bagi anak terlantar di panti asuhan Nurul Qur'an Bekasi
0
6
82
Dinamika pengambilan keputusan anak jalanan yang melarikan diri dari panti asuhan (kasus anak jalanan yang melarikan diri dari panti sosial asuhan anak duren sawit)
0
10
107
Metode bimbingan islam dalam pembinaan akhlak anak yatim di panti asuhan Yakiin Larangan Tangerang
1
19
107
Show more