Makna Kekerasan Pada Film Jagal (The Act Of Killing) (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Dokumenter "Jagal (The Act of Killing)" tentang Pembunuhan Anti-PKI pada Tahun 1965-1966, Karya Joshua Oppenheimer)

Gratis

16
102
98
2 years ago
Preview
Full text

MAKNA KEKERASAN PADA FILM DOKUMENTERJAGAL (THE ACT OF KILLING)

  114 (The Act of Killing) 4.2.2 Makna Konotatif pada Film Dokumenter Jagal (The Act of Killing) ............................................................ Pesan, Tanda, dan Makna, Buku Teks Dasar mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi .

KATA PENGANTAR

  Dalam proses penelitian ini, peneliti mengalami berbagai kesulitan namun dengan kerja keras, doa, bimbingan dari pembimbing serta semangatdan dorongan dari berbagai pihak akhirnya peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini bisa dipertanggung jawabkan dengan baik. Terima kasih kepada Mama dan Mimih selaku kedua orang tua, yang tidak bosan memberikan perhatiannya dan selalu memberikan doa setiap saat, sehinggapenelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan terselesaikan.

7. Tidak lupa untuk adik tercinta Silfianti, terima kasih doa nya

  Penyampaian pesan mengenai isu yang memengaruhi masyarakat, dapat disampaikan melalui film dokumenter karena film dokumenter merupakan salah satubentuk dari media massa dan cerita dalam filmnya berangkat dari sebuah fenomena yang nyata terjadi di sekitar kita. Menurut Kamus Istilah Televisi dan Film (dalam Zoebazary, 2009), film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan cerita nyata, dilakukan pada lokasi Kekhasan film dokumenter adalah posisinya yang mengombinasikan dua hal: sains dan seni.

1.2 Rumusan Masalah Makro dan Mikro

  1.2.1 Rumusan Masalah Makro Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti mengambil rumusan masalah makro mengenai :“Bagaimana Makna Kekerasan pada Film Dokumenter Jagal (The Act of ) Killing ?” 1.2.2 Rumusan Masalah Mikro Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: (The Act of Killing)? Bagaimana makna konotasi tentang kekerasan pada film dokumenter Jagal (The Act of Killing)?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitan

  1.3.1 Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini peneliti agar dapat mengetahui, menjelaskan serta mendeskripsikan bagaimana makna kekerasan pada film dokumenter Jagal (The Act). kekerasan pada film dokumenter Jagal Untuk mengetahui makna konotasi (The Act of Killing) Untuk mengetahui makna mitos/ideologi 3.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.2 Kegunaan Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya sehingga mampu menunjang perkembangan dalam bidang ilmu komunikasidan menambah wawasan tentang makna kekerasan pada film dokumenter Jagal (The ). Act of Killing

1.4.3 Kegunaan Praktis 1

  Bagi UniversitasDiharapkan dalam penelitian ini dapat memberikan gambaran yang berguna sebagai referensi bagi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia,khususnya di Program Studi Ilmu Komunikasi dalam mengungkap makna dan tanda dalam sebuah karya film dokumentasi. Bagi KhalayakDalam penelitian ini semoga dapat memberikan kontribusi yang positif dalam bidang Ilmu Komunikasi, dan Jurnalistik, khususnya untukmahasiswa dalam membedah makna dan tanda yang terdapat dalam sebuah karya ataupun media lainya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA & KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka

Peneliti pada bab ini akan menjelaskan mengenai teori yang relevan, studi literatur, dokumen atau arsip yang telah dilakukan sebagai pedoman dalammelakukan penelitian.

2.1.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan

  Dalam tinjauan pustaka, peneliti mengawali dengan menelaah penelitian terdahulu yang berkaitan serta relevansi dengan penelitian yang akan penelitilakukan. imigran Pakistan yang paling seringmendapat tindakan rasis termasif yangdilakukan warga pribumi asli Inggrisyang merasa berhak memperoleh “jatahsingga” dan menikmati berbagaikeistimewaan di atas penderitaankelompok lain.

2.2 Film sebagai Medium Komunikasi

2.2.1 Ilmu Komunikasi dan Perkembangannya

  Adapun hubungan dengan orang lain pada umumnya dilakukan atau dimulai dengan suara, gerak tubuh, dan sebagainya. Perkembangan ilmu komunikasi melewati proses yang sangat panjang, dapat dikatakan bahwa lahirnya ilmu komunikasi dapat diterima baik di Eropa maupundi Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia.

2.2.1.1 Definisi Komunikasi Menurut para Ahli:

  Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya denganmengunakan simbol, kata-kata gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan dan proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.

2.2.1.2 Lingkup Ilmu Komunikasi

  d)Komunikan (communicant) c)Media (media) b)Pesan (message) a)Komunikator (communicator) Komponen Komunikasi Berdasarkan uraian definisi di atas maka disusunlah suatu ikhtisar yang mengenai lingkup ilmu komunikasi ditinjau dari komponennya, bentuknya,sifatnya, metodenya, tekniknya, modelnya, bidangnya, dan sistemnya(Effendy, 2013:6-9): 1. (siapa mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan pengaruh bagaimana).

4. Sifat Komunikasi

b)Bermedia (mediated) c)Verbal (verbal) berupa: lisan (oral) dan tulisan/cetak (written/printed)d) Nonverbal (non-verbal) berupa: kial/isyarat badaniah (gestural) dan bergambar (pictorial)

5. Metode Komunikasi

  Tujuan Komunikasi a)Perubahan sikap (attitude change) a)Jurnalistik (journalism) b)Perubahan pendapat (opinion change) h)Komunikasi lingkungan (environmental communication) i) Komunikasi tradisional (traditional communication)Demikianlah ikhtisar mengenai lingkup ilmu komunikasi dipandang berbagai segi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lingkup ilmukomunikasi saling berhubungan dengan ilmu-ilmu yang relevan, karena ilmu komunikasi dapat mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir,berperilaku sesuai dengan apa yang kita inginkan, yang dituangkan melalui penyampaian pesan melalui proses komunikasi.

2.2.2 Komunikasi Massa Mengunakan Media Massa

  Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner(Rakhmat, 2003:188, dalam Ardianto dkk, 2012:3), yakni : komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besarorang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people ). Media komunikasi yang termasuk media massa adalah: radio siaran dan televisi - keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah - Sedangkan menurut ahli komunikasi lainnya, Joshep A.

2.2.2.1 Fungsi Komunikasi Massa

  Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Linkage (pertalian) Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian)berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.

4. Transmission of Values (penyebaran nilai-nilai) Fungsi penyebaran nilai tidak kentara. Fungsi ini disebut juga socialization (sosialisasi)

  Dengan kata lain, Media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya. Program televisi yang sama dapat menghibur satu orang, mendidik yang lain, mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.

2.2.2.2 Bentuk-Bentuk Media Massa

  Media massa dapat dikategorikan yakni media massa cetak, media elektronik dan media on-line (Internet), setiap media memiliki bentukkarakteristik yang khas, menurut Ardianto (2012:103) bentuk-bentuk media massa yaitu: A. Televisi penemuannya telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para limuwan akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan 1890.

2.2.3 Arti Film dan Sejarahnya

  Film yang pertama kali diperkenalkan kepadapublik Amerika Serikat adalah the life of an American fireman dan film the great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S. Pada dasarnya film merupakan alat audio visual yang menarik perhatian orang banyak, karena dalam film itu selain memuat adegan yang terasa hidupjuga adanya sejumlah kombinasi antara suara, tata warna, kostum, dan panorama 4 yang indah.

2.2.3.1 Karakteristik Film

  Dapat mencangkup jarak yang jauh dan menembus ruang yang sulit ditembus. Mampu untuk menghentikan gerak, mempercepat atau memperlambat gerakan yang nyata, dan memperlihatkan hubunganwaktu yang kompleks (speed photography) dapat memperlihatkan time lapse photography, dan berhari-hari dalam beberapa detik.

16. Konstan (dalam isi dan penyampaian)

  Di samping itu, film sebagai media komunikasi pandang - dengar (audio-) yang berkorelasi erat dengan realitas di masyarakat dapat visual dikelompokan ke dalam dua kelompok besar film, yaitu sebagai refleksi dan sebagai representasi terhadap realitas di masyarakat. Menurut Ghareth Jowett yang dikutif Irawanto (1999:13, dalam Ramli2005:50), film sebagai refleksi dari masyarakat tampaknya menjadi persepektif yang secara umum lebih mudah disepakati.

2.2.3.2 Jenis-jenis Film

  Film cerita (story film), adalah jenis film yang mengandung suatu cerita yang lazim dipertunjukan di gedung-gedung bioskop denganbintang film tenar dan film ini didistribusikan sebagai barang dagangan. Dari paparan di atas, maka film di samping memiliki jenis dan bentuk yang berbeda juga memiliki karakteristik tertentu, sesuai dengan keperluannyayang kadang kala terjadi benturan antara aspek seni dan aspek komersial.

2.2.3.3 Fungsi Film

  Akan tetapi dalam film dapat terkandungfungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif. Hal ini pun sejalan dengan hasil perfilman nasional sejak tahun 1997, bahwa selain sebagai mediahiburan, film nasional dapat digunakan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building(Effendy, 1981:212, dalam Adrianto, dkk, 2012:145) Fungsi edukasi dapat tercapai apabila film nasional memroduksi film-film sejarah yang objektif, atau film dokumenter dan film yang diangkat darikehidupan sehari-hari secara berimbang.

2.2.4 Semiotika dan Perkembangannya

  Semiotika juga mengandungpengertian ilmu yang menyinggung tentang produksi tanda-tanda dan simbol- Semiotika mencakup tanda-tanda visual dan verbal yang dapat diartikan, semua tanda atau sinyal yang bisa d imengerti oleh semua pancaindra kitasebagai penutur maupun petutur. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam usaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama manusia.

2.2.4.1 Teori Semiotika Menurut para Ahli 1

  Ferdinand de Sausure, teorinya yaitu prinsip yang mengatakan bahwa bahasa itu adalah suatu sistem tanda, dan setiap tanda itu tersusun daridua bagian, yaitu signifer (penanda) dan signified (petanda). Saussure tertarik pada cara kompleks pembentukan kalimat dan cara bentuk-bentuk kalimatmenentukan makna, tetapi kurang tertarik pada kenyataan bahwa kalimat yang sama bisa saja menyampaikan makna yang berbeda padaorang yang berbeda situasinya.

2.2.5 Tindakan Kekerasan Merupakan Sifat

  Karena didefinisikan secara sederhana sebagai bentuk7 http://www.academia.edu/220384/Akar- Akar_Kekerasan_The_Soursces_of_Violence_ Diakses pada 25-Maret- Kekerasan yaitu merupakan sifat dari diri seseorang, istilah kekerasan digunakan untuk menggambarkan prilaku, baik yang terbuka (overt) atau tertutup(covert), dan baik yang bersifat menyerang (offensive) atau bertahan (deffensive), yang disertai penggunaan kekuatan kepada orang lain. Oleh karena itu ada empatjenis kekerasan yang dapat diidentifikasi: 1)Kekerasan terbuka, kekerasan yang dapat dilihat, seperti perkelahian, 2)Kekerasan tertutup, kekerasan tersembunyi atau tidak dilakukan langsung, seperti prilaku mengancam, 3)Kekerasan agresif, kekerasan yang dilakukan tidak untuk perlindungan, tetapi untuk mendapatkan sesuatu, seperti penjabalan, dan 4)Kekerasan defensif, kekerasan yang dilakukan sebagai tindakan perlindungan diri.

2.2.5.1 Otak Berbasis Perilaku Agresif Kekerasan

  Dengan kata lain, agresi yang terprogram secara filogenetik, sebagai mana yang didapati pada binatang dan manusia, merupakan reaksi defensif yangteradaptasi secara biologis (Fromm, 2010:125). Kekerasan tidak langsung sudah menjadi bagian struktur itu (strukturnya jelek) dan menampakkan diri sebagaikekuasaan yang tidak seimbang yang menyebabkan peluang hidup tidak sama.

6. Yang tampak dan tersembunyi. Kekerasan yang tampak, nyata

  Sedangkan kekerasan tersembunyi adalahsesuatu yang memang tidak kelihatan (latent), tetapi bisa dengan mudah meledak. Kekerasn tersembunyi yang struktural terjadijika suatu struktur egaliter dapat dengan mudah diubah menjadi feodal, atau evolusi hasil dukungan militer yang hirarkis dapat berubah lagimenjadi struktur hirarkis setelah tantangan utama terlewat (Windhu, 1992:68-72 dalam Santoso, 2002:168-169).

2.3 Kerangka Pemikiran

  Kerangka pemikiran adalah pedoman yang dijadikan sebagai alur berpikir yang melatarbelakangi penelitian agar lebih terarah. Peneliti mencoba menjelaskanmengenai pokok masalah yang diupayakan mampu untuk menegaskan, meyakinkan, dan menggabungkan teori dengan masalah yang peneliti angkat dalam penelitian.

2.3.1 Kerangka Teoritis

  Dalam kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai „mitos‟, dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikanpembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu (Budiman, 2001:28 dalam Sobur, 2009:71). Sedangkan konotasi identik dengan operasiideologi, yang disebutnya sebagai mitologi (mitos), seperti yang telah diuraikan diatas, yang berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran baginilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu.

2.3.2 Kerangka Konseptual

  Terdapat beberapa sequence yang akan dianalisis dalam film Jagal (The Act of dengan konsepsi Roland Barthes. Semiotik yang yang dikaji oleh Barthes Killing) antara lain membahas apa yang menjadi makna denotatif dalam suatu objek, apa yang menjadi makna konotatif dalam suatu objek, juga apa yang menjadi mitos dalamsuatu objek yang diteliti. Makna konotasimerupakan makna yang terkandung dalam sebuah tanda, pada penelitian ini yang dimaksudkan adalah sequence yang ada dalam film dokumenter Jagal (The Act of , di mana akan dikaji menggunakan 6 konsep penandaan konotatif yang Killing) diungkapkan Barthes (2010:7-11) yaitu sebagai berikut.

2. Pose/sikap: gerak tubuh yang berdasarkan stok of sign masyarakat tertentu dan memiliki arti tertentu pula

  Objek: benda-benda yang dikomposisikan sedemikian rupa sehingga diasumsikan dengan ide 4. Fotogenia: adalah seni memotret sehingga foto yang dihasilkan telah dibumbui atau dihiasi dengan teknik-teknik lighting, eksprosure dan hasilcetakan.

5. Esestisisme: disebut juga sebagai estetika yang berkaitan dengan komposisi gambar untuk menampilkan sebuah keindahan senimatografi

  Sintaksis: biasanya hadir dalam rangkaian gambar yang ditampilkan dalam satu judul di mana waktu tidak muncul lagi pada masing-masing gambar,namun pada keseluruhan gambar yang ditampilkan terutama bila dikaitkan dengan judul utamanya (Barthes, 2010:7-11). Mitossendiri biasanya diasumsikan sebagai apa yang menjadi kegiatan yang dilakukan sehari-hari yang sudah dipercaya oleh orang-orang.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana makna kekerasan yang terjadi pada film Jagal (The Act of Killing) dengan menggunakan analisissemiotika. Adapun objek dalam penelitian ini adalah sequence dalam film Jagal, dengan fokus penelitian yaitu adegan yang menggambarkan tentang kekerasandalam film Jagal.

3.1.1 Sinopsis Film

  Pada masa mudanya, Anwar dan kawan-kawan menghabiskan hari-harinya di bioskop karena mereka adalah preman bioskopmereka menguasai pasar gelap karcis dan pada saat yang sama menggunakan bioskop sebagai markas operasi untuk kejahatan yang lebih serius. Di tahun 1965,tentara merekrut mereka untuk membentuk pasukan pembunuh dengan pertimbangan bahwa mereka telah terbukti memiliki kemampuan melakukankekerasan, dan mereka membenci komunis yang berusaha memboikot pemutaran film Amerika, film-film yang paling populer (dan menguntungkan).

3.1.2 Pembuat Film

  Maka dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini: Tabel 3.1 Adegan-adegan yang bermuatan pesan Kekejaman No Durasi Potongan Gambar Teks Anwar Congo menceritakan: 1 SequenceMungkin banyak hantunya karna ke-1 disini Banyak manusia yang durasi: dihabisi, yang mati tidak wajar. Itulah yang selalumendatangkan mimpi-mimpi yang menurut saya, selalu terpandangmata yang selalu mata yang tanpa tertutup.

3.2 Metode Penelitian

  Metode Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematisdan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.

3.2.1 Desain Penelitian

  Marcel Danesi dalam bukunya yang berjudul Pesan, Tanda, dan Makna menjelaskan :“Semiotika adalah ilmu yang mencoba menjawab pertanyaan yang dimaksud dengan “x” yang dapat berupa apapun, mulai dari sebuah kata atau isyarathingga keseluruhan komposisi musik atau film. Dapat diartikan bahwa semiotik penarikan kesimpulan namun tidak akan selalu apa yang diartikan sama dengan apa yang akan dibahas secara lain, karenadalam semiotik terdapat makna yang denotatif dan juga terdapat makna yang konotatif.

3.2.2 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data menurut Sugiyono merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkandata. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono,2009:224).

3.2.2.1 Studi Pustaka

  Mencari dan mengumpulkan tulisan, buku, serta informasi lainnya tentang analisis semiotik, film, dan informasi seputar media film yang berkaitan denganfilm dokumenter Jagal (The Act of Killing). Studi kepustakaan ini dilakukan untuk memperoleh data sebagai analisa pada sebuah wacana media film.

1. Studi Literatur

2. Internet Searching (Penelusuran Data Online) Selanjutnya peneliti mendapatkan informasi dengan melalui media internet

  Mencari dan mengumpulkan referensi berupa tulisan, buku, serta informasi lainnya tentang analisis semiotik, film dokumenter Jagal, dan seputarinformasi media yang menceritakan tentang makna dan tanda khususnya kekejaman pada film tersebut. Yang mana di dalamnya terdapat berbagai macam referensi yang dapat mendukung peneliti.

3.2.2.2 Studi Lapangan

  ObservasiObservasi yaitu mengamati dengan melacak yang ingin diteliti kemudian peneliti melakukan pemilihan, pengubahan, pencatatan, pengodeanserangkaian prilaku dan organise sesuai empiris. DokumentasiDokumentasi adalah penelitian yang mengumpulkan, membaca dan mempelajari, berbagai bentuk data tertulis (buku, majalah atau jurnal) yangterdapat diperpustakaan.

3. Wawancara

  Untuk mengumpulkan data dan informasi yang lengkap tentang film dokumenter Jagal (The Act of Killing). Maka peneliti akan mewawancaraiinforman pendukung, untuk memperkuat penelitian ini yang di ajukan kepadaAnonim sebagai Ko-Sutradara film dokumenter Jagal (The Act of Killing) yang tidak mau disebutkan namanya, dikarnakan kondisi politik di Indonesia masihberbahaya bagi Ko-Sutradara untuk membuka identitas.

1. Perpanjangan pengamatan

  TriangulasiTriangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dalam pengertian umum diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua atau lebih individu yang berintegrasi secara varbal dansaling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar infomasi, mempertahankan pendapatdan memecahkan masalah.

3.2.5 Teknik Analisa Data

  Kategorisasi dan reduksi data, peneliti mengumpulkan informasi-informasi yang penting yang terkait dengan masalah penelitian, dan selanjutnyamengelompokan data tersebut sesuai dengan topik masalahnya. Setelah memperoleh data penelitian, maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengumpulkan sequence yang menjadi objek penelitian serta meng cut darikeseluruhan film dan memilah apa yang menjadi pokok pikiran di setiap sequence nya.

3.2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Peneliti akan melaksanakan penelitian ini di Bandung. Adapun penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2014 hingga Juli 2014 Tabel 3.3 Waktu Penelitian Tahun 2014 No Kegiatan Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 PersiapanPengajuan JudulPersetujuan JudulPersetujuan pembimbing 2 PelaksanaanBimbingan BAB I & II Bimbingan BAB III Seminar UP Revisi Seminar UP Pengumpul-an data 3 Pengolahan DataBimbingan

BAB IV Bimbingan BAB V Bimbingan Seluruh BAB

4 Sidang

  Semiotik yang dikaji oleh Barthes, antara lain, membahas apa yang menjadi makna denotatif dalamsuatu objek, apa yang menjadi makna konotatif dalam suatu objek, juga apa yang menjadi mitos/ideologi dalam suatu objek yang diteliti. Mitos/Ideologi adalah cerita yang begitu rupa menengahi antara yang Pada makna denotatif yang muncul dari sequence tersebut adanya prilaku kekerasan yang dilakukan Anwar Congo dengan teman-temannya terhadap orangyang dianggap komunis, dengan menggunakan kawat Anwar membuhuh korbannya, pada saat itu Partai Komunis Indonesia (PKI) dituduh oleh TNIsebagai pelaku G30S pada tahun 1965.

IV. KESIMPULAN

  Peneliti menyimpulkan dalam film ini memperlihatkan adanya pembunuhan, ancaman, penyiksaan, serta perampasan kepada orang yang dituduh komunis, etniscina dan intelektual. Pesan, Tanda, dan Makna, Buku Teks Dasar mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi .

B. Internet Searching:

  “Representasi Rasisme Dalam Film This Is England (AnalisisSemiotik Roland Barthes Mengenai Rasisme Dalam Film This Is England) ”. “Representasi makna kesetiaan dalam film Hachiko: A Dog’s Story karya Lasse Hallstrom (Studi Semiotik Roland Barthes Mengenai Makna Kesetiaan Dalam Film Hachiko: A dog’s Story Karya Lasse Hallstrom) ”.

Dokumen baru

Download (98 Halaman)
Gratis

Tags

The Semiotics Of Roland Barthes The Act Of Watching

Dokumen yang terkait

An Analysis Of Speech Act On Film Script Entitled The Proposal
12
117
105
Makna Kekerasan Pada Film Jagal (The Act Of Killing) (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Dokumenter "Jagal (The Act of Killing)" tentang Pembunuhan Anti-PKI pada Tahun 1965-1966, Karya Joshua Oppenheimer)
16
102
98
Representasi Makna Wanita Korban Kekerasan Seksual Suami Dalam Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Makna Wanita Korban Kekerasan Seksual Suami Dalam Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita)
2
12
1
Makna Perjuangan Seorang Ayah Pada Film The Persuit Of Happynes (Analisis semiotika Roland Barthes Mengenai Makna Perjuangan Seorang Ayah Dalam Film The Pursuit Of Happyness Karya Steve Corad )
2
10
1
Makna Kepahlawanan Dalam Film American Sniper (Analisis semiotika Roland Barthes Dalam Film American Sniper)
1
5
12
Representasi Makna Persahabatan Dalam Film 3 Idiots (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Makna Persahabatan Dalam Film 3 Idiots)
8
61
1
Representasi Singularitas Teknologi Dalam Film Transcendence (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Singularitas Teknologi Dalam Film Transcendence)
0
7
17
Representasi Solidaritas Pecinta Alam Dalam Film Pencarian Terakhir (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Solidaritas Pencinta Alam Dalam Film Pencarian Terakhir Karya Affandi Abdul Rachman)
0
3
13
Representasi Humanisme Dalam Film Senyap (The Look Of Silence) (Studi Analisis Semiotika John Fiske mengenai Representasi Humanisme Dalam Film Senyap (The Look Of Silence) Karya Joshua Oppenheimer)
4
10
1
Makna Pesan Perdamaian Dalam Film (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Makna Pesan Perdamaian Dalam Film di Timur Matahari Karya Ari Sihasale)
0
2
1
Representasi Kekerasan dalam Film Crows Zero (Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Kekerasan dalam Film Crows Zero)
2
22
1
Representasi Hedonisme Dalam Film Confessions Of A Shopaholic (Analisis Semiotika Roland Mengenai representasi Hedonisme Dalam Film Confenssions Of A Shopaholic Karya P.J Hogan)
10
68
96
Representasi Pesan Konspirasi Politik dalam Film Shooter (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Representasi Pesan Konspirasi Politik dalam Film Shooter)
3
29
98
Representasi Misi Kemanusiaan Dalam Film Fiksi Ilmiah Gravity (Studi Semiotika Roland Barthes mengenai Makna Misi Kemanusiaan Dalam Film Fiksi Ilmiah Gravity)
6
34
87
Dekonstruksi Mitos Film Dokumenter The Look Of Silence (Senyap) Karya Joshua Oppenheimer
0
0
30
Show more