HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2014

21 

Full text

(1)

KARYA TULIS AKHIR

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN

DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2014

Oleh:

TARI FEBRI SARI

201110330311067

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

KARYA TULIS AKHIR

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN

DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG ANGKATAN 2014

KARYA TULIS AKHIR Diajukan kepada

Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Fakultas Kedokteran

Oleh : TARI FEBRI SARI

201110330311067

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERRAN

(3)
(4)

iii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim, puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha

Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang Maha Pemberi semua nikmat, kebaikan,

dan kekuatan selama proses pelaksanaan, Yang Maha Menyimpan rahasia hikmah

di balik semua peristiwa, Yang Maha Memudahkan, dan atas karunia-Nya,

penulisan tugas akhir ini dapat selesai dengan baik. Shalawat serta salam selalu

tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam,

keluarganya dan para sahabatnya yang telah berjasa membawa syiar dakwah

Islam ke seluruh dunia.

Penelitian tugas akhir ini berjudul “Hubungan Antara Status Gizi dengan

Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Malang Angkatan 2014”. Tugas akhir ini diajukan untuk

memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Malang.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :

1. dr. Irma Suswati, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Malang atas ilmu dan bimbingannya selama di Fakultas

Kedokteran UMM.

2. dr. Moch. Ma’roef, SpOG, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran

UMM atas kesediaan waktu dan penyampaian ilmu yang sangat bermanfaat

bagi masa depan para mahasiswa FK UMM.

3. dr. Rahayu, SpS, selaku Pembantu dekan II Fakultas Kedokteran UMM

yang senantiasa bersabar dalam membimbing dan mengajarkan ilmunya

(5)

iv

4. dr. Iwan Sys Indrawanto SpKJ, selaku Pembantu Dekan III, yang penuh

semangat dalam menyampaikan ilmu dan motivasi yang membangun

semangat kami selama menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran.

5. dr. Halida Nelasari Sp.OG, selaku pembimbing 1, atas kesabaran, kebaikan

hati, serta kesediaan dalam meluangkan waktu dalam membimbing hingga

dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.

6. dr. Andhika Maharani, selaku pembimbing 2, atas kesabaran, kebaikan hati,

serta kesediaan dalam meluangkan waktu dalam membimbing penulis

hingga dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.

7. dr. Febri Endra BS M.Kes, selaku penguji tugas akhir ini, atas segala

masukan dan arahan yang sangat bermanfaat dalam pengerjaan tugas akhir

ini dan kesediaan waktu, sehingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik.

8. Mama, Papa, Nenek, Eyang, Pakde, Om dan Tante, atas doa dan lelah yang

diberikan dari pagi hingga pagi lagi, serta dukungan moril dan materil yang

tak pernah putus agar tugas ini dapat selesai dengan baik. Mbak Uti, Mas

Dwi, Opi dan Jihan, terimakasih sudah menjadi kakak dan adik terbaik yang

membuat penulis selalu ingin kembali ke rumah.

9. Seluruh staf TU dan laboran yang bersedia membantu setiap tahapan proses

penelitian hingga penyelesaian tugas akhir ini.

10. Sejawat FK UMM angkatan 2011, Adorables, atas dukungan, bantuan, dan

kerjasamanya. Semoga kelak dapat menjadi dokter-dokter profesional yang

barokah, sukses dunia akhirat, dan senantiasa dalam ketaatan kepada Allah

(6)

v

11. Sahabat-sahabat terbaik yang menjadi keluarga selama di Malang, Tya,

Imaniyah, Lilly, Putrinda, Iil, Kinanthi, Alfi, Nining, Friska, Hakimah,

Laksita, Jeanny, Dea, Mba Dewi, Ukhti Dewi, Mba Dwi, Mba Nian, Mba

Risma, Mba Mimin, Mb Tya, Mb Tika, Ukhti Mega terimakasih atas

kebersamaan yang sederhana, bantuan, kesabaran, motivasi, dukungan, dan

semua yang telah diberikan.

12. Semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung yang

tidak bisa tersebutkan namanya satu-persatu, terimakasih atas bantuan dan

dukungannya.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari kata

sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan

masukan yang membangun. Dengan mengharapkan Keridhaan-Nya, semoga

karya tulis ini dapat menambah wawasan keilmuan dan bermanfaat bagi

semua pihak.

Malang, 3 September 2015

(7)

viii DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PENGUJIAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK... ... vi

ABSTRACK... ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR SINGKATAN ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.3.1 Tujuan umum ... 3

1.3.2 Tujuan khusus ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.4.1 Manfaat bagi klinisi ... 4

1.4.2 Manfaat bagi masyarakat ... 4

1.4.3 Manfaat akademis ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

(8)

ix

2.1.1 Pengertian status gizi ... 5

2.1.2 Penilaian status gizi ... 5

2.1.3 Pengukuran antopometri ... 6

2.2 Dismenore ... 8

2.2.1 Pengertian dismenore ... 8

2.2.2 Klasifikasi dismenore ... 8

2.2.3 Epidemiologi ... 10

2.2.4 Etiologi ... 10

2.2.4.1 Etiologi dismenore primer ... 10

2.2.4.2 Etiologi dismenore sekunder ... 11

2.2.5 Faktor risiko ... 11

2.2.6 Patofisiologi ... 13

2.2.7 Manifestasi klinis ... 14

2.2.8 Diagnosis dismenore ... 15

2.2.9 Penatalaksanaan ... 17

2.3 Pengukuran Skala Nyeri ... 18

2.4 Remaja ... 21

2.5 Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Dismenre ... 21

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS ... 23

3.1 Kerangka Konsep ... 23

3.2 Hipotesis ... 25

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 26

4.1 Jenis Penelitian ... 26

(9)

x

4.3 Populasi dan Sampel ... 26

4.3.1 Populasi ... 26

4.3.2 Sampel ... 26

4.3.3 Karakteristik sampel penelitian ... 26

4.4 Variabel Penelitian ... 27

4.4.1 Variabel bebas ... 27

4.4.2 Variabel tergantung ... 27

4.5 Definisi Operasional ... 27

4.6 Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ... 28

4.7 Tehnik Pengumpulan Data ... 29

4.8 Instrumen Penelitian ... 29

4.9 Alur Penelitian ... 30

4.10 Analisis Data ... 31

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA ... 32

5.1 Hasil Penelitian ... 32

5.1.1 Distribusi sampel menurut status gizi (IMT) ... 32

5.1.2 Distribusi sampel menurut kejadian disminore primer ... 33

5.1.3 Distribusi Skala nyeri disminore primer ... 33

5.2 Analisis Data ... 34

BAB 6 PEMBAHASAN ... 35

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 39

DAFTAR PUSTAKA ... 41

(10)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1. Lembar Persetujuan Responden ... 48

Lampiran 2. Kuesioner Penelitian Dismenore ... 50

Lampiran 3. Validitas dan Reabilitas Kuesioner ... 55

Lampiran 4. Data Primer Hasil Penelitian ... 57

Lampiran 5. Analisis Data ... 61

Lampiran 6. Dokumentasi Kegiatan ... 62

(11)

41

Daftar Pustaka

Andira, D. 2012. Seluk Beluk Kesehatan Reproduksi Wanita. Jogjakarta: Arruzz Media

Almaitser, S. 2005. Prinsip Dasar Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum

Amalia. 2010. The Book of Puberty. Jakarta: Atira. H. 49

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta

Baziad, Ali. 2003. Menopause dan Andropause. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Benson, P & Pernoll. 2009. Buku Saku Obstetry Gynecology William. Jakarta: EGC

Bobak. Lowdermik. 2004 . Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi keempat. Jakarta: EGC

Bonnie S, Worthington-Roberts, Williams SR. 2000. Nutrition Throughout the Life Cycle. 4th ed. USA: McGraw-Hill.

Breivik H, Borchgrevink PC, Allen SM, et al. 2008. Assessment of Pain. British Journal Anasthesia

British Pain Society and British Geriatrics Society. 2007. Guidance an the

Assessment of Pain in Older People.

http:www.bgs.org.uk/Publications/Publications%20

Budiarto, 2002. Biostatika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC

Cakir M, Mungan I, Karakas T, Girisken I, Okten a. 2007. Menstrual Pattern and Common Menstrual Disorders Among University Student in Turkey. Pediatrics International

Cuningham, Gary., Gant, Norman., Leveno, Kenneth. 2001. Williams Obstetrics: International Edition. Mc-Graw-Hill.

Dang, D.K., et al. 2010. Dysmenorrhea. In: Borglet, L.M., et al. ed. Women’s Health Across the Lifespan: A Pharmacotherapeutic Approach. USA. American Society of Health-System Pharmacists

(12)

42

Acetaminophen, and Ibuprofen Inprimary Dysmenorrhea. American Journal of Obstetrics & Gynecology Volume 196

Dawood, Yusoff M. 2008. Dysmenorrhea.

http://www.glown.com/?p=glown.cml/section_view&articleid=9#r10 akses tanggal 11 April 2015

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyatakat FKM UI. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Raja Grafindo Persada; Jakarta

Depkes, 2006. Status Kesehatan Masyarakat Berbasis Gender. Balitbangkes, Ditjen Bina Kesmas, Departemen Kesehatan RI, Desember 2006.

Diana, Sari., Nurdin, Adnil, Edwin., Defrin. 2013. Hubungan Stress dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Penelitian. FK Universitas Andalas Padang

Dorland, 2005. Kamus Kedokteran. Jakarta: EGC

Ehrenthal, D, Hoffman, M, Hillard, PJA. 2006. Menstrual Disorders; Womens’s health series, ACP Press, USA.

Errnawati Hartiti T, Hadi I. 2012. Terapi Relaksasi Terhadap Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Prosiding seminar nasional unismus. ISSBN:978.979.704.883.9

Fauzi, Ariska. 2013. Hubungan Indkes Massa Tubuh dengan Kejadian Disminore pada Siswi MTSN Pitalah Kab. Tanah Datar Tahun 2013. Dikutip Tanggal 1 Oktober 2014

French, Linda. 2005. American Family Physician.Http://www.Findarticles.com

French, Linda. 2008. Dysmenorrhea in Adolescent Diagnosis and Treatment. Pediatri Drugs, 10(1)

Fritz, MA, Speroff, L. 2010. Clinical Gynecology and Infertility, ed.8, Lippincott Wiliams & Wilkins, USA.

George A, Bhaduri A. 2002. Dysmenorea Among Adolescent Girls- Symptoms Experienced During Menstruation. Health Promotion Educ.

Gibson, 2005. Principle of Nutritional Assessment.Oxford University Press, New York.

(13)

43

Gsianturi, 2002. Obat Tradisional untuk Hipertensi. EGC: Jakarta

Hacker Neville F, Moore J. George, 2001. Esensial Obstetri dan Ginekologi. Edisi kedua. Jakarta. Hipokrates

Harel, Z. 2006. Dysmenorrhea in Adolescents and Young Adults: Etiology and Management.Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology

Harmanto, N. 2006. Ibu Sehat dan Cantik dengan Herbal. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Hartiyanti, Y. & Triyanti. (2007). Penilaian Status Gizi. In : Syafiq, A. et all, eds. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Hartono, Andri. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakiti. Jakarta: EGC

Hartwig MS, Wilson LM. 2005. Nyeri. In Hartanto H, Susi M, Wulansari P, Mahanani DA editors. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit.6th ed. Jakarta: ECG

Hawker GA, Mian S, Kendzerska T, French M. MEASURES OF Adult Pain. Arthritis Care & Research

Hendrik. 2006. Problema Haid. Jakarta: Tiga Serangkai

Hockenberry MJ, Wilson D. 2009. Wongs Essentials of Pediatric Nursing, ed.8, ST. Louis, Mosby.

Hongju, Jones, Mark, D. Mishra, Gita. 2015. A-U Shaped Relationship Between Body Mass Index and Dysmenorrhea: A Longitudinal Study. The University of Queensland, Australia

Hudson, Tori. (2007). Using Nutrition to Relieve Primary Dysmenorrhea. Alternative & Comlementary Therapies. Mary Ann Liebertm Inc, 125-128

Junizar, D, Sulianingsih, Widya, DK. 2001. Pengobatan Dismenore Secara Akupuntur. KSMF Akupuntur Rumah Sakit Umum Nasional DR. Ciptomangunkusumo Jakarta, no 133, pp.50-53.

Kasdu, Dini. 2005. Solusi Problem Wanita Dewasa. Puspaa Swara; Jakarta

Lathe P, Mignini L, Gray R, Hills R, Khan K. 2006. Factors Predisposing Women toChronic Pevic Pain: systematic review. BMJ 332 (7544): 749-55. Doi:10.1136/bmj.38748.697465.55.PMID 16484239

(14)

44

Llewellyn-jones, Derek. 2001. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Hipokrates

Mahmudiono, T, 2011. Fiber, PUFA and Calcium Intake is Associated With The degree of Primary Dysmenorhea In Adolescent Girl Surabaya, Indonesia. Journal of Obstetrics & Gynecology.

Mansjoer, 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid I. Jakarta: FakultaS Kedokteran Universitas ndonesia

Meliala L, Suryamiharja A, Purba JS, Sadeli HA, editor. 2001. Nyeri Neuropatik. Perdossi

Megawati, Ginna. 2006. Bahaya Mengintai Wanita Perokok. Jakarta : Pikiran Rakyat

Milne, Stuart and Henry N, Jabbour. 2003. Prostaglandin (PG) F2 Receptor Expression and Signaling in Human Endometrium: Role of PGF2 in Ephitelial Cell Proliferation The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism Vol. 88, No.4

Monks, F.J; Knoers, A.M.P; Siti R.H. 2001. Psikologi Perkembangan: pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Morgan, G dan Hamilton, G, 2009. Obstetri Dan Ginekologi Panduan Praktis. Jakarta: EGC

Mulastin, 2011. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Remaja Putri di SMA Islam Al-Hikmah Jepara. Jurnal Penelitian AKBID Islam Al Hikmah Jepara

Nadeak, Tienne A., dkk. 2013. Hubungan Stress Psikososial dengan Konsumsi Makanan dan Status Gizi Siswa SMU Methdist-8 Medan. Jurnal Penelitian. FKM Universias Sumatra Utara.

Nasution, Indri Kemala. 2007. Stress Pada Remaja. Makalah Psikologi FK Universitas Sumatra Utara.

Nataria, 2001. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Dikutip Tanggal 4 November 2014

Nathan A. 2005. Primary Dysmenorrhoea. Practice nurse, 30(6)

Nix S. W,. (2005), Basic Nutrition & Diet Therapy, 12th ed. St. Louis: Mosby-Year Book

(15)

45

Novia,, I, Puspitasari, N. 2008. Faktor Resiko yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore Primer Di Desa Banjar Kematren Kecamatan Bunduran Kabupaten Sidoarjo 2008. The Indonesian Journal of Public Health, vol.4, no.2

Nugraha, M. 2008. Perawatan Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi. Medan: Gramiko Pustaka Raya

Ostrzenski, A. 2002. Gynecology; Integrating Conventional, Complementary and Natual Alternative Therapy; 5 Dysmenorrhea. USA. Lippincott Williams & Wilkins

Paath, Erna Francin. 2004. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC. h 70.

Perry, S.E., Hockenberry, M.J., Lowdermilk, et al. 2010. Maternal Child Nursing Care. Fourth Edition. Mosby: Elsevier Inc.

Potter and Perry. 2006. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak Edisi pertama. Jakarta: Sagung Seto.

Pillitteri, A. 2003 Maternal & Child Health Nursing: care of the childbearing & childrearingfamily. Fourth Edition. Philadelphia: Lippincott Wiliam& Wilkins.

Prawirohardjo, S, Wiknjosastro, H. 2008. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Price, A. S., Wilson M. L., 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa; dr. Brahm U. Penerbit. Jakarta: EGC

Provewati, Atikah. 2009. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Yogyakarta: Mitra Cendekia. h. 82-83.

Rasjidi, I. 2008. Manual Histerektomi. Jakarta: EGC

Rogers, K. 2010, The Reproductive System; Human Body. The Rosen Publishing Group, New York.

Reece, EA, Barbieri, R. 2009. Obstetrics and Gynecology; The Essentials of Clinical Care. Thieme, USA.

(16)

46

Said, U. 2006. Masa Depan Ginekologi Remaja dalam Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia. Indonesian jurnal of Obstetrics and Gynecologi. 30: 194-202.

Sarwono. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Sarwono. 2010. Psikologi Remaja. Edisi Revisi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Santoso, 2008. Angka Kejadian Nyeri Haid pada Remaja Indonesia. Journal of Obstetrics & Ginecology.

Scherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel Ke Sistem, ed.2. Jakarta: EGC

Simanjuntak, Pandapotan. 2008. Gangguan Haid dan Siklusnyai. Dalam Prawirahardjo, Sarono, Wiknjosastro, Hanifa, edisi 2. Ilmu Kandungan. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo

Sinclair, Constance. 2010. Buku Saku Kebidanan. Jakarta: EGC

Sudoyo, AW, Setyohadi B, Alw I, K Simanibrata M, Setiana S. Syam AF, dkk. 2010. Buku Ajar Penyakit Dalam. Edisi ke-5. Jakarta: Interna Publishing

Suliawati, Gidul. 2013. Hubungan Umur Paritas dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Wanita Usia Subur di Gampong Klieng Cot Aron Kecamatan Baitussalam Aceh Besar Tahun 2013, Dikutip Tanggal 29 September 2014

Supariasa, l Nyoman Dewa, Bakri, B, Fajar, l. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC

Tamsuri, A. 2007. Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta: EGC

Tangchai K, Titapant V, Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo

Tim Redaksi Kamus Pusat Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Tirta M Wirasto RT, Huriyati E. 2010. Status Stress Psikososial dan Hubungannya dengan Status Gizi Siswa SMP Stella Duce I Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indnesia. 6(3): 138-144.

Tjokronegoro, E. 2004. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada

(17)

47

Widjanarko, Bambang. 2006. Dismenore dan Tinjauan Terapi pada Dismenore Primer. Majalah Kedokteran Damianus. Volume 5. No1

Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Yatim, Faisal. 2001. Dismenorrhe. in : Haid Tidak Wajar dan Menopause.Jakarta: Pustaka Populer Obor

(18)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Haid atau menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang terjadi secara

periodik atau siklik endometrium. Pada saat haid, sering muncul keluhan/

gangguan khususnya para wanita produktif terutama para remaja yaitu sering

terjadinya nyeri haid/ dismenore (Kasdu, 2005). Dismenore adalah nyeri haid

yang biasanya bersifat kram dan berpusat pada perut bagian bawah (Fritz &

Speroff, 2010). Dismenore adalah nyeri kram yang terasa sebelum atau selama

menstruasi, terkadang sampai parah sehingga mengganggu aktifitas (Rogers,

2010).

Dismenore diklasifikasikan menjadi dua, yaitu (1) dismenore primer berkaitan

dengan kontraksi uterus (myometrium) dan sekresi prostaglandin (Perry, 2010).

Nyeri haid ini adalah normal dan tidak membahayakan kesehatan (Mansjoer,

2001), sedangkan (2) dismenore sekunder disebabkan karena adanya masalah

patologis (abnormalitas) di rongga panggul (Perry, 2010).

Angka kejadian kasus dismenore di dunia cukup tinggi. Rata-rata lebih dari

50% perempuan di setiap negara mengalami nyeri menstruasi. Dari hasil

penelitian, di Amerika persentase kejadian dismenore sekitar 60%, Swedia sekitar

72% dan di Indonesia 55% (Proverawati dan Misaroh, 2009). Penelitian

Mahmudiono (2011) menyatakan angka kejadian dismenore primer pada remaja

wanita yang bersia 14-19 tahun di Indonesia sekitar 54,89% (Mahmudiono, 2011).

Status gizi adalah suatu ukuran mengenai kondisi tubuh seseorang yang dapat

(19)

2

tubuh. Status gizi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu status gizi kurang, gizi

normal dan gizi lebih (Almaitser, 2005). Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan

metode yang digunakan untuk menentukan status gizi seseorang (Sudoyo, 2010).

Status gizi merupakan faktor resiko terjadinya dismenore. Pada wanita yang

mempunyai kelebihan berat badan dapat mengalami dismenore primer. Kelebihan

berat badan mengindikasikan jumlah lemak yang banyak. Suliawati (2013)

menyatakan semakin banyak lemak semakin banyak pula prostaglandin yang

dibentuk, sedangkan peningkatan kadar prostaglandin (PG) dalam sirkulasi darah

diduga sebagai penyebab dismenore (Suliawati, 2013). Status gizi kurang atau

terbatas akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Pada saat haid,

terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi, karena pada

fase ini terjadi pembentukan dan pemeliharaan korpus luteum. Bila hal ini

diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa

ketidaknyamanan selama siklus haid (Paath, 2004).

Penelitian yang dilakukan oleh Mulastin dengan judul “Hubungan Indeks

Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenore Remaja Putri Kelas X di SMA Islam

Al-Hikmah Jepara” menunjukkan hasil tidak ada hubungan antara status gizi

dengan kejadian dismenore (Mulastin, 2011). Akan tetapi pada penelitian yang

dilakukan oleh Ariska Fauzi dengan judul “Hubungan Indeks Massa Tubuh

dengan Kejadian Dismenore pada Siswi MTSN Pitalah Kab. Tanah Datar Tahun

2013” menunjukkan hasil yang berbeda yaitu terdapat hubungan antara status gizi

dengan kejadian dismenore (Fauzi, 2013).

Di Malang belum terdapat penelitian khusus mengenai hubungan status gizi

(20)

3

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) angkatan

2014 yang mengalami dismenore sebesar 80%, sehingga peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian guna mengetahui bagaimana “Hubungan Status Gizi dengan

Kejadian Dismenore Primer Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Malang Angkatan 2014”.

1.2Rumusan Masalah

Bagaimanakah Hubungan antara Status Gizi dengan Kejadian Dismenore

Primer Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

Angkatan 2014?

1.3Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore

primer mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

angkatan 2014.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui distribusi status gizi mahasiswi FK UMM angkatan

2014.

2. Untuk mengetahui distribusi kejadian dismenore primer mahasiswi FK

UMM angkatan 2014.

3. Untuk mengetahui distribusi skala nyeri dismenore primer mahasiswi FK

(21)

4

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Bagi Klinisi

Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan menjadi masukan bagi

penyempurnaan penyelenggaraan kesehatan khususnya di bidang gizi

dan kedokteran kandungan.

1.4.2 Manfaat Bagi Masyarakat

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai hubungan

Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Primer.

1.4.3 Manfaat Akademis

1. Memberikan informasi ilmiah mengenai hubungan antara status gizi

lebih, status gizi kurang dan status gizi normal dengan kejadian

dismenore primer pada mahasiswi dan akademisi lainnya.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan atau referensi

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (21 pages)
Related subjects : Kejadian Dismenore Primer