Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014

Gratis

2
59
152
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSETUJUAN KEASLIAN SKRIPSI

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi diKelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai tahun 2014. Hal ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti perwiritan, lembaga informasi dan komunikasi untuk dapat memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaankehamilan baik terhadap kesehatan ibu maupun janin yang dikandung dengan berbagai macam media seperti leaflet, CD, media sosial dan lain Kata kunci : pemeriksaan kehamilan, cross sectional, analisis faktor.

KATA PENGANTAR

  Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan skripsi dengan judul “Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014” telah dapat penulis selesaikan. 57 Tabel 4.15 Variabel Signifikan yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yangMempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan MedanDenai Tahun 2014 ....................................................................

DAFTAR LAMPIRAN

  Kuesioner Lampiran 2. Master Data dan Output Hasil Penelitian Lampiran 3.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi diKelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai tahun 2014. Hal ini dapat dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti perwiritan, lembaga informasi dan komunikasi untuk dapat memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaankehamilan baik terhadap kesehatan ibu maupun janin yang dikandung dengan berbagai macam media seperti leaflet, CD, media sosial dan lain Kata kunci : pemeriksaan kehamilan, cross sectional, analisis faktor.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Upaya penyelamatan ibu dan bayi yang dilakukan oleh WHO adalah dengan mengembangkan konsep Four Pillars of Safe Motherhood yaitu Keluarga Pengawasan antenatal atau yang sering disebut dengan pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk menyiapkan baik fisik maupun mental ibu dalam masakehamilan dan kelahiran serta menemukan kelainan dalam waktu dini sehingga dapat diobati secepatnya. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar sertapaling sedikit empat kali kunjungan dengan distribusi, sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester ketiga umurkehamilan.

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui proporsi prevalens kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi di Kelurahan Binjai KecamatanMedan Denai tahun 2014. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi diKelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai tahun 2014.

1.4 Manfaat Penelitian a

  Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Desa Binjai Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. Dapat menambah wawasan dan kesempatan penerapan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan di FKM USU dan juga sebagai salah satusyarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Kehamilan terjadi setelah bertemunya sperma dan ovum,tumbuh dan berkembang di dalam uterus selama 259 hari atau 37 minggu atau sampai 42 minggu (Nugroho dan Utama, 2014). Faktor resiko pada ibu hamil seperti umur terlalu muda atau tua, banyak anak dan beberapa faktor biologis lainnya adalah keadaan yang secara tidaklangsung menambah resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil.

2.2.1 Tanda Presumtif/ Tanda Tidak Pasti

  Nausea (enek) dan emesis (muntah)Pada umumnya, nausea terjadi pada bulan - bulan pertama kehamilan sampai akhir triwulan pertama dan kadang - kadang disertai oleh muntah. Mamae menjadi tegang dan membesarKeadaan ini disebabkan oleh pengaruh esterogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli pada mamae sehingga glandulamontglomery tampak lebih jelas.

2.2.2 Tanda Kemungkinan Hamil

  Tanda chadwickHipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan agak kebiru 4. Reaksi kehamilan positifCara khas yang dipakai dengan menentukan adanya human chorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah air seni pertama pada pagi hari.

2.2.3 Tanda Pasti

  Tanda pasti adalah tanda Terasa gerakan janinGerakan janin pada primigravida dapat dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu. Pada bulan keempat dan kelima, janin berukuran kecil jikadibandingkan dengan banyaknya air ketuban, maka kalau rahim didorong atau digoyangkan, maka anak melenting di dalam rahim.

2.3 Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan

  Pada saat ini, belum diperlukan tambahan kalori, protein, mineral dan vitamin yang berarti karena janin belum tumbuh dengan pesat dan kebutuhan gizidapat disamakan dengan keadaan sebelum hamil, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa ibu hamil harus tetap makan agar tidak terjadi gangguanpencernaan. Berikutadalah perbandingan kebutuhan zat makanan pada wanita saat tidak hamil, hamil dan menyusui yang direkomendasikan oleh National Research Council yangdikutip oleh Evawany Aritonang (2010); Tabel 2.1 Diet yang direkomendasikan oleh National Research Council pada wanita saat tidak hamil, hamil dan menyusui No Zat Makanan Tidak hamilª Hamil Menyusui 1.

2.4 Pemeriksaan Kehamilan ( Antenatal Care)

  Pelayanan antenatal atau yang sering disebut dengan pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga professional yaitu dokter spesialisasibidan, dokter umum, bidan, pembantu bidan dan perawat bidan. Petugas kesehatan tersebut melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kehamilan ibu danjuga memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada ibu hamil, suami dan keluarga tentang kondisi ibu hamil dan masalahnya.

1. Timbang berat badan

  Temu wicara dalam rangka persiapan rujukanCakupan K1 merupakan gambaran besar ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkanpelayanan antenatal. Cakupan K4 merupakan kunjungan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali dengan distribusi pemberianpelayanan minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan.

2.4.1 Peningkatan Kesehatan dan Kelangsungan Hidup

  Peningkatan kesehatan dan kelangsungan hidup dilakukan melalui : 1. Tanda – tanda bahaya dan tindakan yang tepat b.

3. Penyediaan TT 4

  Suplemen zat besi dan folat, vitamin A, yodium dan kalsium 5. Melibatkan ibu secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dan kesiapan menghadapi persalinan 2.4.2 Deteksi Dini Penyakit yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan Ibu dan Janin Beberapa hal yang menjadi perhatian pada saat pemeriksaan kehamilan yaitu : 1.

6. Penyakit lainnya seperti TBC, diabetes mellitus dan lain – lain

  2.4.4 Peningkatan Kesehatan dan Komunikasi Antar Pribadi Hal ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dan kesiapan mental ibu untuk melahirkan dan mengasuh kelahiran yang akan datang. 2.4.5 Kesiapan Persalinan Kesiapan persalinan berfokus pada rencana persalinan terhadap tempat persalinan, penolong persalinan, transportasi, dana dan sistem rujukan untukmemaksimalkan kesiapsiagaan proses persalinan sesuai dengan yang diharapkan.

2.5 Tujuan Pemeriksaan Kehamilan

  Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

2.6 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan

  Kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hamil dan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan antenatal standar untuk mendapatkanpemeriksaan kehamilan. Istilah kunjungan tidak mengandung arti bahwa selalu ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan, tetapi dapat sebaliknya, yaitu ibuhamil yang dikunjungi oleh petugas kesehatan di rumahnya atau di posyandu.

1. Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-12 minggu)

2. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 13-24 minggu) 3

  Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 25 sampai melahirkan)Menurut Depkes RI (2002), pemeriksaan kehamilan berdasarkan kunjungan antenatal dibagi atas :a. Kunjungan keempat (K4)Meliputi anemnesa keluhan/ masalah, pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan, pemeriksaan psikologis, pemeriksaan laboratorium bilaada indikasi/ diperlukan, diagnosa akhir (kehamilan normal, terdapat penyulit, terjadi komplikasi atau tergolong kehamilan resiko tinggi), sikap dan rencanatindakan (persiapan persalinan dan rujukan).

2.7 Kegiatan Pemeriksaan Kehamilan

  Pemeriksaan kehamilan terfokus pada kegiatan Tabel 2.2 Kegiatan Pemeriksaan Kehamilan No Kunjungan Waktu Keterangan 1. Trimester 25 Sama, ditambah dengan deteksi Setelah 36 minggu Sama, ditambah dengan deteksi kelainan letak atau kondisi yangmemerlukan persalinan di rumah sakit.

2.7.1 Identifikasi Ibu Hamil

  Petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi calonibu, suami dan anggota keluarga lainnya agar mendorong calon ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini secara teratur. 2.7.6 Persiapan Persalinan Petugas kesehatan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami dan keluarganya pada kehamilan trimester ketiga untuk memastikan bahwapersiapan persalinan bersih dan aman serta suasana menyenangkan akan direncanakan dengan baik, di samping persiapan transportasi dan biaya untukmerujuk bila tiba – tiba terjadi keadaan gawat darurat.

2.8 Alasan Ibu Tidak Memeriksakan Kehamilan

  Ibu sering kali tidak berhak memutuskan sesuatu karena suami atau mertua, sementara mereka tidak mengetahui perlunya memeriksakankehamilan dan hanya mengandalkan cara – cara tradisional. Fasilitas untuk pelayanan antenatal tidak memadai, tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tidak memungkinkan kerahasiaan, harusmenunggu lama atau perlakuan petugas yang kurang memuaskan.

3. Beberapa ibu tidak mengetahui mereka harus memeriksakan kehamilannya

  Transportasi yang sulit, baik bagi ibu untuk memeriksakan kehamilan ataupun bagi petugas kesehatan untuk mendatangi mereka. Ibu dan anggota keluarganya tidak mampu membayar atau tidak mempunyai waktu untuk memeriksakan kehamilan.

2.9 Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

2.9.1 Umur

  Usia yang kemungkinan tidak beresiko tinggi pada saat kehamilan dan persalinan yaituumur 20 - 35 tahun karena pada usia tersebut, rahim sudah siap menerima kehamilan, mental sudah matang dan sudah mampu merawat bayi dan dirinya. Ibu yang berumur kurang dari 20 tahun, rahim dan bagian tubuh lainnya belum siap untuk menerima kehamilan dan cenderung kurang perhatian terhadap Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara umur dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yangmempunyai balita (p=0,002).

2.9.2 Pendidikan Ibu

  Menu rut penelitian Rabi’atul Adawiyah Su’ong di Puskesmas MongolatoKecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan antenatal care (p=0,014). Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, ada Menurut penelitian Rabi’atul Adawiyah Su’ong di Puskesmas MongolatoKecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara paritas dengan kunjungan antenatal care (p=0,006).

2.9.5 Pengetahuan

  Menurut Bloom yang dikutip dalam Soekidjo Notoatmodjo (2003), pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorangterhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, ada Menurut penelitian Rabi’atul Adawiyah Su’ong di Puskesmas MongolatoKecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara pengetahuan dengan kunjungan antenatal care (p=0,004).

2.9.6 Dukungan Keluarga

  Kepalakeluarga adalah seseorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari Adapun dukungan keluarga yang dimaksud disini adalah dukungan yang diberikan baik dalam moril maupun materil kepada anggota keluarga yang hamilberupa memberikan dorongan untuk memeriksakan kehamilan sesuai jadwal. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan Menurut penelitian Ulul Lailatul Mardiyah, dkk di wilayah kerjaPuskesmas Tempurejo Kabupaten Jember tahun 2013 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan antenatal care (p=0,021).

2.9.7 Faktor Keterjangkauan

  Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara keterjangkauan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilanpada ibu yang mempunyai balita (p=0,005). Menurut penelitian Murniati di Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2007, keterjangkauan terhadap pelayanan antenatal mempunyai hubungan yangbermakna terhadap pemeriksaan kehamilan dengan nilai p=0,000 (p<0,05).

2.10 Manfaat Pemeriksaan Kehamilan Terhadap Status Bayi

  Pada ibu hamil yang kadar hemoglobinnya tidak normal dapat meningkatkan resiko morbiditas maupun mortalitas ibu dan bayi sertakemungkinan melahirkan bayi dengan BBLR dan premature. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada Menurut penelitian Muazizah, dkk di Rumah Sakit Permata BundaKabupaten Grobongan Semarang tahun 2011 dengan desain cross sectional, ada hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan berat bayi lahir (p=0,000).

2.11 Kerangka Teoritis

  Dari teori dan beberapa penelitian terdahulu, disusun kerangka konsep teoritis yang merupakan alur pikir peneliti. Faktor Variabel independen : Variabel dependen : 1.

2.12 Kerangka Konsep Penelitian

  Dari beberapa penelitian terdahulu, disusun kerangka konsep penelitian yang merupakan alur pikir peneliti. Faktor Variabel independen : Variabel dependen : 1.

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat analitis dengan desain cross sectional yaitu dengan melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen pada satusaat tertentu. 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di Kelurahan Binjai Kecamatan MedanDenai dengan pertimbangan bahwa cakupan pemeriksaan kehamilan masih belum mencapai target nasional di Kelurahan Binjai.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

3.3.2 Sampel

  Besar sampel diperoleh dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :n = ⁄ ⁄ Keterangan : n : besar sampel minimumZ 1- α/2 : nilai distribusi normal baku (tabel Z) pada α tertentu (1,96 pada α =0,05) P : harga proporsi di populasi (89,6%) d : kesalahan (absolut) yang dapat ditolerir (0,05)N : besar populasi (1.069)Maka, besar sampel adalah : n =n = n =n = 126,3≈126 Jadi, besar sampel minimal yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 126 ibu. Pemilihan lingkungan tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwalingkungan tersebut mempunyai daftar data bayi dimana lingkungan tersebut mempunyai jumlah ibu yang mempunyai bayi sebesar 128 jiwa dengan jumlahbayi sebesar 129 jiwa yang memenuhi jumlah sampel minimal.

3.5.3 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Nilai Corrected Item-Total Correlation < 0,361 dikatakan tidak validReliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat menunjukkan ketepatan dan dipercaya dengan menggunkan metode Cronbach’s Alpha, yaitu menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran dengan ketentuan, jika nilai r-Alpha > r-tabel, maka dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha < r-tabel dikatakan tidak reliabel Hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner penelitian pada 30 responden dapat diketahui pada tabel 3.1 berikut : Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan pada Ibu yang Mempunyai Bayi No Variabel Butir Pertanyaan Corrected Item-TotalCorrelation Cronbach ’s AlphaKeterangan 1.

3.6 Teknik Analisis Data

  Data yang sudah terkumpul diolah secara manual dan dilanjutkan dengan bantuan komputer dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) melalui tahapan editing, coding, data entry dan cleaning. Variabel yang dipilih atau yang dianggap berpengaruh terhadapkelengkapan pemeriksaan kehamilan adalah variabel yang mempunyai nilai p < 0,25.

3.7 Defenisi Operasional dan Pengukuran

  3.7.1 Responden adalah ibu yang mempunyai bayi yang berdomisili minimal selama dua tahun di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. 3.7.2 Kelengkapan pemeriksaan kehamilan adalah jumlah kunjungan ibu hamil ke pelayanan pemeriksaan kehamilan dengan jumlah kunjungan minimal 4kali selama hamil, 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kali pada trimester ketiga.

1. Islam 2

  Protestan 3. Hindu 5.

3.7.5 Suku adalah keterangan mengenai etnis responden, dikategorikan menjadi

  : 1. Batak 2.

1. Tidak sekolah/ tidak tamat SD 2

SD 3. SMP 4. SMA 5

Akademik/ Perguruan TinggiTingkat pendidikan diukur dengan menggunakan skala ordinal yang dibedakan atas :

1. Rendah : Tidak sekolah, SD dan SMP

2. : SMA dan Akademik/ Perguruan TinggiTinggi

3.7.7 Pekerjaan adalah aktivitas/ kegiatan rutin yang dilakukan sehari – hari oleh

  Ibu rumah tangga Tingkat pekerjaan diukur dengan menggunakan skala ordinal yang dibedakan atas : 1. Tidak bekerja : Ibu rumah tangga 3.7.8 Paritas adalah jumlah kelahiran hidup baik tunggal maupun kembar yang pernah dialami ibu sampai persalinan saat penelitian dilakukan,dikategorikan menjadi : 1.

3.7.9 Pengetahuan adalah tingkat pemahaman responden mengenai kehamilan

Untuk mengetahui pengetahuan responden maka skala pengukuran digunakan sistem scoring dan pembobotan. Jumlah pertanyaan sebanyak10 yang akan dijawab responden dengan memberikan skor jawaban sebagai berikut :

1. Tahu diberi skor 1 2

1. Kurang jika responden mendapatkan skor < 5 2

Tidak tahu diberi skor 0Berdasarkan jumlah pertanyaan maka skor tertinggi adalah 10 dan terendah adalah 0. Berdasarkan scoring maka pengetahuan respondendibedakan atas : Baik jika responden mendapatkan skor ≥ 5

3.7.10 Dukungan keluarga adalah keikutsertaan keluarga khususnya suami dalam mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilan

  Jika jawaban E diberi skor 1 Berdasarkan jumlah pertanyaan maka skor tertinggi adalah 25 dan terendah adalah 5. Mendukung jika responden mendapat skor ≥ 15 3.7.11 Faktor keterjangkauan adalah jangkauan/ kemampuan yang dimiliki responden untuk memperoleh layanan kesehatan baik secara waktu,transportasi dan biaya.

1. Tidak terjangkau jika responden mendapat skor < 2 2

Terjangkau jika responden mendapat skor ≥ 2

BAB IV HASIL PENELITIAN

  4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Geografis Kelurahan Binjai terletak di Kecamtan Medan Denai Kota Medan dengan luas wilayah ± 414,5 ha dan memiliki 20 lingkungan. 4.1.2 Demografi Jumlah penduduk Kelurahan Binjai sebanyak 46.174 jiwa yang terdiri dari laki Tabel 4.1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Umur di Kelurahan Binjai Tahun 2014 No Golongan Umur (Tahun) Total f % 1.

4.1.3 Sarana dan Prasarana

4.1.3.1 Sarana Kesehatan

  Apotek 10 Total 59 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sarana kesehatan yang paling banyak adalah posyandu yaitu sebanyak 26 unit dan yang paling sedikit adalah apotek yaitu 10 unit. Kelurahan Binjai memiliki beberapa sarana kesehatan.

4.1.3.2 Sarana Pendidikan

  Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel independen yang berhubungan dengan kelengkapanpemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka variabel yang dianalisis secara univariat adalah sebagai berikut : Tabel 4.5 Distribusi Proporsi Responden di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 (n=128) No Sosiodemografi f % 1.

4.2.2 Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  Proporsi kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.6 Distribusi Proporsi Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 No Kelengkapan Pemeriksaan f % Kehamilan 1. Lengkap 104 81,2 Total 128 100 Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa proporsi ibu yang tidak lengkap memeriksakan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi di KelurahanBinjai Kecamatan Medan Denai tahun 2014 sebesar 18,8%.

4.3 Analisis Bivariat

Untuk menjawab tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan maka digunakananalisis chi-square atau exact Fisher apabila terdapat expected (nilai harapan) yang kurang dari 5. 4.3.1 Hubungan Umur Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Tabel

4.7 Tabulasi Silang Kelengkapan pemeriksaan Kehamilan Berdasarkan Umur Ibu di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Kelengkapan Pemeriksaan Total

Umur Ibu Kehamilan RP* No(Tahun) Tidak Lengkap Lengkap (95% CI) f % f % f %

1. Risiko tinggi

  Tinggi 19 18,4 84 81,6 103 100 (0,448-2,622) 2df=1 χBerdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa proporsi prevalens pemeriksaan kehamilan yang tidak lengkap pada ibu yang mempunyai pendidikanrendah sebesar 20.% sedangkan pada ibu yang mempunyai pendidikan tinggi sebesar 18,4%. 4.3.3 Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Tabel 4.9 Tabulasi Silang Kelengkapan pemeriksaan Kehamilan Berdasarkan Pekerjaan Ibu di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Kelengkapan Total Pemeriksaan Kehamilan RP* No Pekerjaan Ibu Tidak Lengkap (95% CI) Lengkap f % f % f % 1.

4.3.4 Hubungan Paritas dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  Baik 18 16,1 94 83,9 112 100 (1,090-4,995) 2 χBerdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa proporsi prevalens pemeriksaan kehamilan yang tidak lengkap pada ibu yang memiliki pengetahuankurang sebesar 37,5% sedangkan pada ibu yang memiliki pengetahuan baik sebesar 16,1%. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengankelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi 4.3.6 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Tabel 4.12 Tabulasi Silang Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Berdasarkan Dukungan Keluarga di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Kelengkapan Pemeriksaan Total Kehamilan Dukungan RP* NoKeluarga Tidak Lengkap Lengkap (95% CI) f %f % f % 1.

BAB V PEMBAHASAN

a. Berdasarkan Umur

80 Pada penelitian ini, terdapat 10,5% ibu di lingkungan I, 14,3% ibu di lingkungan II, 5,7% ibu di lingkungan III, 3,8% ibu di lingkungan IV, 20% ibu di Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak berada pada umur resiko rendah yaitu 20 Gambar 5.1 Diagram Bar Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 P r o p o r si ( % ) Umur Ibu (Tahun) 90<20 tahun 20 - 35 tahun >35 tahun 70 3.1 60 50 40 30 20 10 14.9 82

b. Berdasarkan Suku

  5.5% 3.1%15.6% Batak41.4% JawaMinangMelayuLainnya 34.4% Gambar 5.2 Diagram Pie Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Suku di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak bersuku Batak yaitu sebesar 41,4 % dan yang terendah adalah bersuku lainnyasebesar 3,1 %. Pada penelitian ini, terdapat 11,3% ibu di lingkungan I, 15,1% ibu di lingkungan II, 3,8% ibu di lingkungan III, 5,7% ibu di lingkungan IV, 30,2% ibudi lingkungan V, 11,3% ibu di lingkungan XIII dan 22,6% ibu di lingkungan XIX yang bersuku Batak.

c. Berdasarkan Agama

  2.3% 0.8%19.5% IslamProtestanKatolikHindu 77.3% Gambar 5.3 Diagram Pie Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Agama di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak beragama Islam yaitu sebesar 77,3% dan yang terendah adalah beragama Hindusebesar 0,8 %. Pada penelitian ini, terdapat 7,1% ibu di lingkungan I, 19,2% ibu di lingkungan II, 4% ibu di lingkungan III, 3% ibu di lingkungan IV, 9,1% ibu dilingkungan V, 18,2% ibu di lingkungan XIII dan 39,4% ibu di lingkungan XIX yang beragama Islam.

d. Berdasarkan Pendidikan Ibu

  30 P rop or si (% ) Pendidikan Ibu PerguruanTinggi SDSD SMP SMA Akademik/ 70 Tidak sekolah/tidak tamat 60 50 40 Gambar 5.4 Diagram Pie Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak memiliki pendidikan SMA yaitu sebesar 62,5 % dan yang terendah adalah yangmemiliki tidak sekolah/ tidak tamat SD sebesar 0,8 %. 10 18 62.5 14.8 3.9 0.8 Pada penelitian ini, terdapat 12,5% ibu di lingkungan I, 15% ibu di lingkungan II, 2,5% ibu di lingkungan III, 5% ibu di lingkungan IV, 15% ibu dilingkungan V, 16,3% ibu di lingkungan XIII dan 33,7% ibu di lingkungan XIX yang memiliki pendidikan SMA.

e. Berdasarkan Pekerjaan Ibu

  2.3%7.8% 8.6%PNSWiraswastaBuruh, karyawan, pegawaiIbu rumah tangga 81.3% Gambar 5.5 Diagram Pie Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu sebesar 81,3% dan yangterendah adalah PNS sebesar 2,3 %. Pada penelitian ini, terdapat 7,7% ibu di lingkungan I, 13,5% ibu di lingkungan II, 4,8% ibu di lingkungan III, 3,8% ibu di lingkungan IV, 21,1% ibudi lingkungan V, 18,3% ibu di lingkungan XIII dan 30,8% ibu di lingkungan XIX yang merupakan ibu rumah tangga.

f. Berdasarkan Paritas

  32%≥ 3 orang≤ 2 orang 68% Gambar 5.6 Diagram Pie Proporsi Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014 Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak memiliki paritas ≤ 2 orang yaitu sebesar 68% dan yang memiliki paritas ≥3 orangyaitu sebesar 32%. Pada penelitian ini, terdapat 11,5% ibu di lingkungan I, 17,2% ibu di lingkungan II, 4,6% ibu di lingkungan III, 3,5% ibu di lingkungan IV, 19,5% ibudi lingkungan V, 13,8% ibu di lingkungan XIII dan 29,9% ibu di lingkungan XIX yang memiliki paritas ≤ 2 orang.

5.1.2 Proporsi Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  Cakupan K1 di Kota Medan sebesar 88,55% dan cakupan K4 sebesar 83,20%, cakupan K1 di Kecamatan Medan Denai sebesar78,99% dan cakupan K4 sebesar 77,70% pada tahun 2013. Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010, diketahui bahwa proporsi kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai balita sebesar 67,7% dan yangtidak lengkap sebesar 32,3%.

5.2 Analisis Bivariat dan Multivariat

5.2.1 Hubungan Umur Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyaibayi dengan nilai p>0,05. Umur yang kemungkinan tidak beresiko tinggi pada saat kehamilan dan persalinan yaitu umur 20 - 35 tahun karena pada umur tersebut, rahim sudah siapmenerima kehamilan, mental sudah matang dan sudah mampu merawat bayi dan dirinya.

5.2.2 Hubungan Pendidikan Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yangmempunyai bayi dengan nilai p>0,05. Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kelengkapan pemeriksaankehamilan pada ibu yang mempunyai balita dengan nilai p>0,05.

5.2.3 Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  20 10 80.8 83.3 19.2 16.7 Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yangmempunyai bayi dengan nilai p>0,05. 30 Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan kelengkapan pemeriksaankehamilan pada ibu yang mempunyai balita dengan nilai p>0,05.

5.2.4 Hubungan Paritas Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  20 10 78.2 87.8 21.8 12.2 Variabel paritas dimasukkan ke dalam analisis multivariat sebagai faktor yang kemungkinan berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyaibayi dengan nilai p>0,05. 30 backward selection, variabel tersebut dikeluarkan sampai tidak ada lagi variabel independen yang mempunyai nilai p > 0,05 untuk menentukan faktor yang signifikan berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan.

5.2.5 Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  20 10 83.9 62.5 16.1 37.5 Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yangmempunyai bayi dengan nilai p>0,05. Pengetahuan ini akan membawa ibu untuk berpikir dan berusaha agar ibu dan bayi selamat dan sehatsewaktu lahir.

5.2.6 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan

  20 10 83.7 70.8 16.3 29.2 Variabel dukungan keluarga dimasukkan ke dalam analisis multivariat sebagai faktor yang kemungkinan berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yangmempunyai bayi dengan nilai p>0,05. 30 Menurut penelitian Cut Hesty Maulina di Kelurahan Tanjung RejoKecamatan Medan Sunggal tahun 2010 dengan desain cross sectional, tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan pemeriksaankehamilan pada ibu yang mempunyai balita dengan nilai p=0,625 (p>0,05).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

6.1.1 Proporsi kelengkapan pemeriksaan kehamilan pada ibu yang mempunyai bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai sebesar 81,2%

6.1.2 Pada analisis multivariat diperoleh bahwa terdapat empat faktor yang kemungkinan merupakan faktor signifikan berhubungan dengankelengkapan pemeriksaan kehamilan yaitu paritas, pengetahuan, dukungan keluarga dan keterjangkauan dengan nilai p<0,25 dan diperoleh hasil akhirbahwa faktor signifikan yang berhubungan dengan kelengkapan pemeriksaan kehamilan adalah pengetahuan ibu.

6.2 Saran

  6.2.1 Diharapkan kepada pihak Puskesmas Desa Binjai agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang perlunya pemeriksaan kehamilan untuk meningkatkanpengetahuan baik kepada ibu hamil maupun keluarga untuk meningkatkan kesadaran ibu dan keluarga. Hal ini dapat dilakukan melalui kerja samadengan berbagai pihak seperti perwiritan, lembaga informasi dan komunikasi untuk dapat memberikan informasi mengenai pentingnyapemeriksaan kehamilan baik terhadap kesehatan ibu maupun janin yang dikandung dengan berbagai macam media seperti leaflet, CD, media sosialdan lain – lain.

I. Data Umum Responden

  Lainnya Agama : 1. Akademik/ Perguruan TinggiPekerjaan : 1.

II. Aspek Pemeriksaan Kehamilan No Pertanyaan

  2 – 3 kali c.< 2 kali Dalam tiga bulan pertama kehamilan, berapa kali Ibu 3.memeriksakan kehamilan? Kepada siapa Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan?

III. Aspek Pengetahuan No Pertanyaan Tahu Tidak tahu 1

  Responden dinilai tahu jika menjawab 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua dan 2 kalipada trimester ketiga. Makanan berserat yang dapat ditemukan di roti gandum, buah dan sayur.

IV. Aspek Dukungan Keluarga D E No Pertanyaan A B C

  Tidak ada Siapa yang paling sering menganjurkan Ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi saat hamil?a. Tidak ada Siapa yang paling sering membiayai Ibu terhadap hal-hal yang berkaitan baik kehamilan maupunpemeriksaan kehamilan?

V. Aspek Keterjangkauan No Pertanyaan A B 1

  Dependent Variable EncodingOriginal Value Internal Value Tidak lengkapLengkap 1 Block 0: Beginning Block a,bClassification Table Predicted Kelengkapan Pemeriksaan KehamilanObserved Tidak lengkap Lengkap Step 0 Kelengkapan Pemeriksaan Tidak lengkap 24 Kehamilan Lengkap 104a. 1 1.671 5 .893 2 2.0524 .726 3 .7772 .678 4 .000 .a Classification Table Predicted Kelengkapan Pemeriksaan KehamilanObserved Tidak lengkap Lengkap Step 1 Kelengkapan Pemeriksaan Tidak lengkap 2 22 Kehamilan Lengkap1 103 Step 2 Kelengkapan Pemeriksaan Tidak lengkap 24 Kehamilan Lengkap 104Step 3 Kelengkapan Pemeriksaan Tidak lengkap 24 Kehamilan Lengkap 104Step 4 Kelengkapan Pemeriksaan Tidak lengkap 24 Kehamilan Lengkap 104a.

a. The cut value is .500

  of the Change Step 1 Prt1 -58.209 1.958 1 .162 PTOTK -58.276 2.0921 .148 DKTOTK -58.106 1.7531 .185 KTOTK -58.217 1.9751 .160 Step 2 Prt1 -59.026 1.8401 .175 PTOTK -59.136 2.0601 .151 KTOTK -59.299 2.3851 .123 Step 3 PTOTK -60.348 2.6441 .104 KTOTK -59.960 1.8691 .172 Step 4 PTOTK -61.770 3.6191 .057 Variables not in the Equationa Score df Sig. Step 2 Variables DKTOTK 1.883 1 .170 b Overall Statistics 1.883 1 .170 Step 3 Variables Prt1 1.744 1 .187 DKTOTK 1.7551 .185 c Overall Statistics 3.574 2 .167 Step 4 Variables Prt1 1.2591 .262 DKTOTK 2.1761 .140 KTOTK 1.7771 .182 Overall Statistics 5.4073 .144 a.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014
2
59
152
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore pada Siswi SMA Negeri 2 Medan Tahun 2014
10
135
107
Perspektif Budaya Minang Terhadap Kehamilan di Lingkungan II Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2012
0
101
59
Faktor yang Berhubungan dengan Keterlambatan Rujukan Ibu Bersalin Ke RSUD Gunungsitoli, Kabupaten Nias Tahun 2014
6
120
117
Hubungan Jenis dan Lama Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Terhadap Gangguan Menstruasi Pada Ibu Pus di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan Tahun 2014
6
83
128
Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Ibu untuk Mengimunisasikan HB0 pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2014
1
60
185
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Pengguna Jampersal Terhadap Pelayanan Kesehatan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai
0
50
102
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Siswa – Siswi SD Juara Medan Tahun 2013
0
38
62
Faktor Sosial Budaya dan Konsumsi Zat Gizi pada Ibu Hamil yang Anemia di Kelurahan Medan Denai Kota Medan Tahun 2004
0
38
78
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu Yang Memiliki Balita Di Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Tahun 2010
0
59
141
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Stres Pengasuhan pada Ibu dengan Anak Usia Prasekolah di Posyandu Kemiri Muka
1
7
136
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Tahun 2014
3
38
150
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 - Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan Pada Ibu yang Mempunyai Bayi di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Tahun 2014
0
0
27
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Pengguna Jampersal Terhadap Pelayanan Kesehatan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai
0
0
28
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Pengguna Jampersal Terhadap Pelayanan Kesehatan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai
0
0
11
Show more