Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif

 8  104  85  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

RIWAYAT HIDUP PENULIS

  Nama : Olyvia Putri Wardhani NIM : 110405006Tempat, tanggal lahir : Medan, 08 Oktober 1993 Nama orang tua : Wandeh dan Syafrida ZulAlamat orang tua : Jalan Garu 1 Gg. 9  SD Swasta Nur Hasanah tahun 1999-2005 SMP Swasta ERIA tahun 2005 – 2008 SMA Swasta Al- Ulum tahun 2008 – 2011 Pengalaman Kerja dan Organisasi: 1.

4. Kerja Praktek di PT Pacific Palmindo KIM II Medan (2015)

  Penelitian ini bertujuan untuk mengadsorpsi o o o 120 rpm, dan variasi temperatur 40 C , 50 C dan 60 C. The adsorption process wasconducted by mixing the adsorbent with CPO with the variation of adsorbent:CPO (w/w) ratio = 1:3; 1:4; 1:5 and 1:6 with steering speed 120 rpm and the o o o temperature of 40 C, 50 C and 60 C.

DAFTAR ISI

HalamanPERNYATAAN KEASLIAN SKRISPI iPENGESAHAN UJIAN SKRIPSI iiPENGESAHANiii PRAKATAiv DEDIKASIvi RIWAYAT HIDUP PENULISvii ABSTRAKviii ABSTRACTix DAFTAR ISIx DAFTAR GAMBARxii DAFTAR TABELxiii DAFTAR LAMPIRANxv DAFTAR SINGKATANxvii DAFTAR SIMBOLxviii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR BELAKANG 1 1.2 PERUMUSAN MASALAH 3 1.3 TUJUAN PENELITIAN 3 1.4 MANFAAT PENELITIAN 3 1.5 RUANG LINGKUP PENELITIAN 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5 2.1 MINYAK KELAPA SAWIT 5 2.2 METODE 8 2.2.1 EKSTRAKSI FLUIDA SUPERKRITIS 8 2.2.2 PEMISAHAN DENGAN MEMBRAN 9 2.2.3 ADSORPSI MENGGUNAKAN ADSORBEN 9 2.3 ADSORBEN 11 2.4 STUDI KINETIKA 13 2.5 STUDI ISOTERM 14 2.6 TERMODINAMIKA ADSORPSI 15 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 16 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 16 3.2 BAHAN DAN PERALATAN 16 3.2.1 Bahan Penelitian 16 3.2.2 Peralatan Penelitian 16 3.3 VARIASI PENELITIAN 17 3.4 PROSEDUR PENELITIAN 18 3.4.1 Prosedur Kinetika Adsorpsi 18 3.4.2 Prosedur Adsorpsi 18 3.4.3 Prosedur Analisa 18 3.5 FLOWCHART PENELITIAN 19 3.5.1 Flowchart Prosedur Kinetika 19 Adsorpsi -Karoten 3.5.2 Flowchart 20 Prosedur Adsorpsi -Karoten BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 21 4.1 PERUBAHAN WARNA CPO (CRUDE PALM OIL) 21 4.2 ANALISA GUGUS 22 4.3 KINETIKA ADSORPSI -KAROTEN 23 4.4 PENENTUAN MODEL ADSORPSI ISOTERM YANG TERJADI 27 PADA PENJERAPAN -KAROTEN 31 4.5 TERMODINAMIKA ADSORPSI 33 4.6 EFEK TEMPERATUR 34 4.7 ANALISI EKONOMI 36 36 5.1 KESIMPULAN 36 5.2 SARAN 37 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR GAMBAR 25 o C, 50 o C dan 60 o CKurva Termodinamika Adsorpsi -Karoten Foto Minyak Kelapa Sawit Sebelum Adsorps 21 22 25 o 26 28 29 32 33 51 52 53 54 56 58 CKurva Isoterm Adsorpsi Freundlich Pada T = 40 C dan 60 Halaman C dan 60 Gambar 2.1 Grafik Produksi CPO Indonesia 5 Gambar 2.2Struktur -karoten 7 Gambar 3.1Gambar 3.2 Flowchart Prosedur Kinetika AdsorpsiFlowchart Prosedur Proses Adsorpsi - Karoten 19 20 Gambar 4.1Gambar 4.2Gambar 4.3Gambar 4.4Gamabr 4.5Gambar 4.6Gambar 4.7Gambar 4.8Gambar 4.9Gambar L2.1Gambar L2.2Gambar L2.3Gambar L2.4Gambar L2.5Gambar L2.6Gambar L3.1 Foto Perubahan Warna CPO (a) Sebelum Adsorpsi,(b)Sesudah AdsorpsiSpektrum -KarotenKurva Kinetika Orde Satu LagergenKurva Kinetika Orde DuaKurva Kinetika Difusi Intra PartikelKurva Isoterm Adsorpsi Langmuir Pada T = 40 o C, 50 o o o CKurva Isoterm Adsorpsi Freundlich Pada T = 40 o C, 50 o C dan 60 o CKurva Termodinamika Adsorpsi -KarotenPengaruh Temperatur Terhadap Persentase AdsorpsiKurva Kinetika Orde Satu LagergenKurva Kinetika Orde DuaKurva Kinetika Difusi Intra PartikelKurva Isoterm Adsorpsi Langmuir Pada T = 40 o C, 50 60 Foto Karbon AktifFoto Minyak Kelapa Sawit Sesudah Adsorpsi Foto Rangkaian Peralatan 60 60 61 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Komponen Dalam Minyak Sawit Mentah 6 Tabel 2.2 Sifat Fisik -Karoten 6 Tabel 2.3 Standar Minyak Goreng Untuk Pangan 7 Tabel 2.4 Sifat Fisika Beberapa Adsorben yang BiasaDigunakan 11 Tabel 2.5 Sifat Fisik dan Sifat Kimia Karbon Aktif 12 Tabel 3.1 Variasi Percobaan Pada Proses Adsorpsi -Karoten 17 Tabel 4.1 Data Hasil Perhitungan Kinetika Adsorpsi -Karoten o Pada T = 60 C 24 Tabel 4.2 Data Konstanta Masing-Masing Model Kinetika 26 Tabel 4.3 Data Konsentrasi -Karoten 27 Tabel 4.4 Data Perhitungan Untuk Model Adsorpsi Langmuir 28 Tabel 4.5 Data Perhitungan Untuk Model Adsorpsi Freundlich 29 Tabel 4.6 Nilai Konstanta Masing - Masing Adsorpsi 30 Tabel 4.7 Data Untuk Perhitungan Sifat TermodinamikaAdsoprsi -Karoten 32 Tabel 4.8 Data Nilai 32 o Tabel L1.1C 35 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 40 o Tabel L1.2C 44 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 50 o Tabel L1.3C 44 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 60Tabel L1.4 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada o T = 40 C 44 Tabel L1.5Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada o T = 50 C 45 o T = 60 C 45 Tabel L1.7 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Langmuir Hasil Pada o o o T = 40 C, 50 C dan 60 C 45 Tabel L1.8 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Freundlich Hasil Pada o o o T = 40 C, 50 C dan 60 C 46 Tabel L1.9 46 Data Hasil Isoterm Adsorpsi -KarotenTabel L1.10 46 Data Untuk Penentuan Kinetika Adsorpsi -Karoten o Pada T = 60 C 47 Tabel L1.11 47 Data Model Kinetika Adsorpsi -KarotenTabel L1.12 Data Untuk Te 47 rmodinamika Adsorpsi -KarotenTabel L1.13 48 Data Hasil Termodinamika Adsorpsi -Karoten

DAFTAR LAMPIRAN

HalamanLAMPIRAN 1 DATA HASIL PERCOBAAN 44 L1.1 DATA HASIL PERCOBAAN 44 o L1.1.1C 44 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 40 o L1.1.2C 44 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 50 o L1.1.3C 44 Data Konsentrasi -Karoten Pada T = 60L1.2 DATA HASIL PERHITUNGAN 45 o L1.2.1C 45 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 40 o L1.2.2C 45 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 50 o L1.2.3C 45 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 60 o L1.2.4 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Langmuir Pada T = 40 C, o o 50 C dan 60 C 46 L1.2.5 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Freundlich Pada T = o o o 40 C, 50 C dan 60 C 46 46 L1.β.6 Data Hasil Isoterm Adsorpsi -KarotenL1.2.7 Data Untuk Penentuan Model Kinetika Adsorpsi Pada o T = 60 C 47 L1.2.8 Data Model 47 Kinetika Adsorpsi -Karoten 47 L1.β.λ Data Untuk Termodinamika Adsorpsi -Karoten 48 L1.β.10 Data Hasil Termodinamika Adsorpsi -KarotenLAMPIRAN 2 CONTOH PERHITUNGAN 49 L2.1 PERHITUNGAN PERSENTASE ADSORPSI 49 L2.2 PERHITUNGAN 49 JUMLAH -KAROTEN YANG DIJERAPL2.3 PERHITUNGAN KINETIKA ADSORPSI 50 L2.4 PERHITUNGAN ISOTERM ADSORPSI 53 L2.5 PERHITUNGAN TERMODINAMIKA ADSORPI 58 60 L3.1 MINYAK KELAPA SAWIT (CRUDE PALM OIL) 60 L3.2 KARBON AKTIF 60 L3.3 MINYAK KELAPA SAWIT YANG SUDAH DIADSORPSI 61 L3.4 RANGKAIAN PERALATAN 61

DAFTAR SINGKATAN

FTIR Fourier Transform InfraredPPKS Pusat Penelitian Kelapa Sawit rpm Rotary per minute CPO Crude Palm OilUV-Vis Ultra Violet

DAFTAR SIMBOL

  Penelitian ini bertujuan untuk mengadsorpsi o o o 120 rpm, dan variasi temperatur 40 C , 50 C dan 60 C. The adsorption process wasconducted by mixing the adsorbent with CPO with the variation of adsorbent:CPO (w/w) ratio = 1:3; 1:4; 1:5 and 1:6 with steering speed 120 rpm and the o o o temperature of 40 C, 50 C and 60 C.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

  Karotenoid terkandung di dalam wortel, labu, kentangmanis, tomat, buah-buahan yang berwarna hijau gelap, kuning oranye, dan merah, sayuran dan beberapa minyak sayur, dimana minyak sawit dan produk-produkminyak sawit diketahui mengandung konsentrasi karotenoid paling tinggi [5]. Penelitian mengenai kesetimbangan, kinetika dan termodinamika dari proses adsorpsikaroten dan fosfor dari minyak kelapa sawit menggunakan bleaching earth yang telah diaktivasi.

2. Mendapatkan kinetika, model isoterm dan termodinamika dari proses adsorpsi -karoten dari CPO menggunakan adsorben karbon aktif

  Memperoleh informasi mengenai penggunaan karbon aktif dalam mengadsorpsi Memberikan informasi tentang waktu setimbang, persentase adsorpsi, kinetika, isoterm adsorpsi dan termodinamika adsorpsi yang dapat digunakan sebagaidasar dalam pengembangan dan perancangan peralatan adsorpsi dalam industri. o o o C , 50 C [10] dan 60 C. Temperatur adsorpsi: 40 b.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 MINYAK KELAPA SAWIT

  Gambar 2.1 Grafik Produksi CPO Indonesia [12] Buah kelapa sawit menghasilkan dua jenis minyak, yaitu yang berwarna oranye-merah adalah minyak sawit mentah yang diekstrak dari mesocarp dan yangberwarna kuning adalah minyak inti sawit mentah dan yang berwarna kecoklatan diekstrak dari biji (kernel) [13]. Tabel 2.1 Komponen Dalam Minyak Sawit Mentah [14] Kelompok Komponen Didalam Kelompok Minyak -Trigliserida , Digliserida, Monogliserida Non-Minyak -Karoten Karotenoid (500-700 ppm) memberikan warna oranye-merah pada karakteristik minyak sawit mentah (CPO), sedangkan konsistensi semi-solid pada suhu kamartropis terutama disebabkan adanya triasilgliserol dari asam palmitat dan oleat [13].

C) 1000,15 kg/m

o -6Tekanan uap (pada 70 C) 3 × 10 kPa Warna OranyeGelombang ( max ) 446 nm Zat warna -karoten mempunyai rumus kimia C 40 H 56 , yang membentuk persenyawaan simetris. Bagian tengahnya adalah suatu rantai atom C yang panjang dengan ikatan

1. Larut dalam minyak dan tidak larut dalam air 2

  Tabel 2.3 Standar Minyak Goreng Untuk Pangan [17] Aspek Standar Asam lemak bebas≤ 0,1 % Bau dan rasa hambarBebas dari tengik atau rasa asing Titik kabut 215 °CAngka peroksida Di bawah 1 mg/kgAsam linoleat Kurang dari 1%Titik lebur 40°CZat aditif Penambahan 2 ppm minyak silikonFosfor Di bawah 3 ppm 1. Industri kelapa sawit dan konsumen tidak menginginkan minyak dengan warna yang pekat atau tidak memiliki warna [19].

2.2 METODE- METODE PEMISAHAN β-KAROTEN DARI CPO

2.2.1 Ekstraksi Fluida Superkritis

  Penggunaan membran memberikan kualitas yang tinggi pada minyak nabati, sesuai dengantuntutan pasar dan ekologis yang benar dan ramah lingkungan, dengan mengurangi produksi limbah dan penghematan air yang signifikan [20]. Molekul-molekul yang diadsorpsi secara fisika tidak terikat kuat pada permukaan, dan biasanya terjadi proses balik yang cepat (reversibel), sehingga mudah untukdiganti dengan molekul yang lain.

2.3 ADSORBEN

  Persyaratan umum untuk adsorben komersial adalah: porositas yang tinggi, permukaan internal yang tinggi,effiensiensi adsorpsi tinggi dalam berbagai konsentrasi adsorbat, keseimbangan yang baik antara makro pori-pori dan mikro pori-pori [24]. Tabel 2.4 Sifat Fisika Beberapa Adsorben yang Biasa Digunakan [24] Adsorben Di Diameter Porosi Luas KemampuanAlam pori rata tas Permukaan adsorpsi kg/kg 2 (nm) Partikel (m /g) (kering)(%) Alumina Amorf 4 50 320 0,1 35 400 0,2 rsieve carbon hidrofilik 50 4 40 80 0,45 60 2 1 gram karbon aktif memiliki luas permukaan lebih dari 500 m .

2.4 STUDI KINETIKA

  Model kinetika adsorpsi digunakan untuk mengetahui skala kuantitas yang dijerap pada proses adsorpsi [28]. Terdapat tiga model kinetika yang digunakanuntuk menyelidiki proses adsorpsi -karoten berdasarkan data penelitian yang diperoleh [10].

1. Persamaan Kecepatan Reaksi Orde Satu Semu Lagergen

  ( 2.1) dimana q e dan q t adalah jumlah -karoten yang terserap (mg/g) padakesetimbangan t (jam), k adalah konstanta laju adsorpsi (h 3. Nilai k 2 adalah konstanta orde dua (g/(mgh)) dan bisa ditentukan dari plot t dimana k 2.

2.5 STUDI ISOTERM

  Parameternya menunjukkan sifatpermukaan dan afinitas dari adsorben pada kondisi temperatur dan pH tetap [31]. Dengan demikian, isoterm dapat memberikan hubungan antara jumlah zat terlarut yang teradsorpsi pada suhu konstan dan konsentrasi dalam larutankesetimbangan Dalam penelitian ini, digunakan dua permodelan isoterm adsorpsi yang diterapkan untuk mengevaluasi adsorpsi -karoten dari CPO menggunakanadsorben karbon aktif yaitu : Langmuir dan Freundlich.

2.5.1 Isoterm Langmuir

  Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa [32]: a)Adsorben mempunyai permukaan yang homogen dan hanya dapat mengadsorpsi satu molekul adsorbat untuk setiap molekul adsorbennya. Persamaan isoterm Langmuir ditunjukkan dalam Persamaan 2.4 [6](2.4) dimana q e (mg/kg) adalah jumlah adsorbat per satuan massa adsorben, C e (mg/kg) adalah konsentrasi kesetimbangan adsorbat, q m (mg/kg), dan K L (mg/kg) adalah konstanta Langmuir yang terkait dengan kapasitas adsorpsi dan tingkatadsorpsi.

2.5.2 Isoterm Freundlich

  Untuk rentang konsentrasi yang kecil dan campuran yang cair, isoterm adsorpsi dapat digambarkan dengan persamaan empirik yang dikemukakan olehFreundlich. Data yang diperoleh dari model isoterm adsorpsi dapat digunakan untuk menentukan parameter termodinamika seperti perubahan energi bebas Gibbs (ΔG), perubahan entalpi ( ΔH), dan perubahan entropi (ΔS).

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Operasi Teknik Kimia,Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara danLaboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). 3.2 BAHAN DAN PERALATAN 3.2.1 Bahan Penelitian Pada penelitian ini bahan utama yang digunakan adalah: 1.

3.3 VARIASI PENELITIAN

6 N2 12 N4 11 N3 10 N2 9 N1 T3 8 N4 7 N3 Penelitian ini dilakukan dengan variabel bebas yaitu rasio berat CPO dan karbon aktif (N 1 , N 2, N 3 , N 4 ) dan variasi temperatur pada proses adsorpsi - karoten. 4 N4 3 N3 2 N2 1 N1 T1 C) Run Rasio Berat CPO : Karbon Aktif Suhu (o Tabel 3.1 Variasi Penelitian Pada Proses Adsorpsi -Karoten 5 N1 T2

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

3.4.1 Prosedur Kinetika Adsorpsi 1

  Disiapkan karbon aktif dan minyak kelapa sawit (crude palm oil) dengan perbandingan (w/w) 1 : 5 di dalam beaker glass . Filtrat yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol plastik dan dianalisa dengan alat spektrofotometer UV-Vis.

3.4.2 Prosedur Adsorpsi β-Karoten 1

  Disiapkan karbon aktif dan minyak kelapa sawit (crude palm oil) dengan perbandingan (w/w) 1 : 3 di dalam beaker glass . Filtrat yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol plastik dan dianalisa dengan alat spektrofotometer UV-Vis.

3.4.3 Prosedur Analisa 1

  Konsentrasi -karoten dalam CPO yang telah dijerap karbon aktif akan diukur dengan menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Pengujian dari gugus -karoten dengan menggunakan instrumen FTIR (Fourier Transform Infrared).

3.5 FLOWCHART PENELITIAN

3.5.1 Flowchart Prosedur Kinetika Adsorpsi

Mulai Disiapkan karbon aktif dan CPO dengan perbandingan 1 : 5ke dalam beaker glass Diaduk campuran menggunakan motor listrik 120 rpm dan dipanaskano dengan hot plate pada suhu 60 C Diambil campuran dengan interval waktu 2 menit hingga mencapai waktu setimbang Disaring campuran dengan kertas saring Whatman No.1Dimasukan campuran ke dalam botol plastik untuk dianalisa dengan spektrofotometer UV-Vis Selesai Gambar 3.1 Flowchart Prosedur Kinetika Adsorpsi

3.5.2 Flowchart Prosedur Proses Adsorpsi β-Karoten

Gambar 3.2Flowchart Prosedur Proses Adsorpsi -Karoten MulaiDisiapkan karbon aktif CPO dan dengan perbandingan 1 : 3 ke dalam beaker glassDiaduk campuran menggunakan motor listrik 120 rpm dan dipanaskan dengan hot plate pada suhu 40 o C selama 120 menitDisaring filtrat dengan kertas Whatman No. 1 Dimasukkan ke dalam botol plastik setelah disaringDianalisa konsentrasi sampel menggunakan spektrofotometer UV-Vis SelesaiDiulangi prosedur untuk perbandingan CPO : karbon aktif dan variasi temperatur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 PERUBAHAN WARNA CPO (Crude Palm Oil)

  Karb onAktifSebelu mAdsorpsi SetelahAdsorpsi (a) (b) Gambar 4.1 Perubahan Warna pada CPO (a) Sebelum Adsorpsi, (b) Sesudah AdsorpsiDari Gambar 4.1 dapat dilihat bahwa terjadi perubahan warna pada CPO setelah diadsorpsi dengan adsorben karbon aktif. Daya adsorpsi yang besar pada karbon aktif disebabkan karbon aktif mempunyai pori-pori dalam jumlah besar dan luas 2 permukaan yang besar yaitu 300-2000 m /gr [24], sehingga mampu menyerap molekul organik dari larutan atau gas lebih banyak [33].

4.2 ANALISA GUGUS β-KAROTEN

  Gambar 4.2 Spektrum -Karoten Karoten mempunyai molekul yang simetrik, artinya separuh bagian kiri merupakan bayangan cermin dari bagian kanannya. Pada Gambar 4.2 spektrum dan 2.854,77 cm untuk asimetris dan vibrasi uluran CH dan CH simetris, 2 3 1.462,11 cm untuk guntingan CH 2 , 1.346,37 cm untuk pemisahan dari kelompok dimetil, 1.172,77 cm untuk dataran untuk Berdasarkan hasil pengamatan pada spektrum FTIR dapat diketahui bahwa pada panjang gelombang 1.743,72 cm yang diindentifikasikan terdapat gugus karbon, yang berasal dari karbon aktif.

4.3 KINETIKA ADSORPSI β-KAROTEN

  Pada model kinetika orde dua, laju reaksi dari proses adsorpsi pada permukaan adsorben yang melibatkan proses adsorpsi fisika, karena adanyainteraksi fisik antara dua fase [39]. Pada proses adsorpsi batch, model kinetika difusi intra partikel telah digunakan untuk menggambarkan proses adsorpsi yang terjadi pada adsorben berpori [41].

1 Data Hasil Perhitungan Kinetika Adsorpsi -Karoten Pada T = 60

  Penelitian terdahulu mengenai penjerapan -karoten dan florisil 4.4 PENENTUAN MODEL ISOTERM ADSORPSI YANG TERJADI PADA PENJERAPAN β-KAROTEN Penentuan model isoterm adsorpsi adalah untuk mengetahui proses distribusi antara fase cair dan fase adsorben padat yang merupakan ukuran dariposisi keseimbangan dalam proses adsorpsi dan dapat dinyatakan dengan model isoterm Langmuir dan Freundlich [43]. Dari persamaan garis lurus yang dihasilkan diperoleh slopedan intersep 42 1,4280 29,4118 35 1,4476 24,1778 27 1,47 18,3673 59 1,9227 30,6860 55 1,9383 28,3753 46 1,9734 23,310066 2,4786 26,6279 60 2,5092 23,912 54 2,5398 21,2615 135 2,5854 52,2163 122 2,6660 11,4638 114 2,7156 41,9797 60 o C C e q e C e /q e C e q e C e /q e C e q e C e /q e C 50o o Tabel 4.5 data yang diperoleh untuk pembuatan grafik isoterm Freundlich.

2 C menghasilkan nilai R sebesar 0,8184. Pada temperatur yang sama, diperoleh

  Proses adsorpsi yang mengukuti model isoterm Langmuir melibatkan asumsi bahwa permukaan adsorben adalah homogen [46], artinya pada setiapmolekul -karoten yang terjerap oleh karbon aktif memiliki entalpi dan energi aktivasi yang sama pada setiap serapan (semua situs memiliki afinitas yang samauntuk adsorbat) [47,48]. Hasil yang diperoleh pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa model isoterm Langmuir menyajikan hasil yang lebih baik sesuai dengan data yang diperoleh, dengan nilai koefisien korelasisebesar 0,9917 [6].

C) T (K) 1/T K ads ln K ads

  Nilaimasing-masing parameter dari hasil perhitungan termodinamika dapat dilihat pada Tabel 4.8.y = -2095,5x + 2,7133 Gambar 4.8 Kurva Termodinamika Adsorpsi -Karoten Dari Tabel 4.7, diplot kurva 1/T vs ln K ads dan diperoleh persamaan linier dan koefisien korelasi dari termodinamika adsorpsi. 60333 Dalam menentukan termodinamika adsorpsi, yaitu energi bebas Gibbs (ΔG),perubahan entropi (ΔS), dan perubahan entalpi (ΔH) diperlukan data-data yang dapat digunakan dalam perhitungan termodinamika seperti pada Tabel 4.7.

4.6 PENGARUH TEMPERATUR

  100Rasio Massa Karbon Aktif : CPO 40 1 : 3 50 60 90 psi 1 :4 40 50 60 dsor 80 A1 :5 40 50 60 % 1:6 70 40 50 60 40 50 60 o T ( C) Gambar 4.9 Pengaruh Temperatur Terhadap Persentase Adsorpsi Gambar 4.9 menunjukkan bahwa semakin besar temperatur yang digunakan dalam proses adsorpsi -karoten, semakin besar persentase adsorpsinya. Adsorpsi fisika biasanya ⁰ berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 100 C dan adsorpsi kimia ⁰ untuk temperatur yang lebih tinggi dari 100 C [10].

4.7 ANALISIS EKONOMI

  Setelah dilakukan penelitian penjerapan -karoten yang terkandung Pada proses penjerapan -karoten menggunakan karbon aktif, bahan-bahan yang digunakan adalah CPO dan karbon aktif. = Rp 2.537/g x 100 g = Rp 253.700Karbon Aktif Total= Rp 256.207,4 Penjualan -karoten :Jumlah -karoten yang terjerap sebesar 1,47 mg/gHarga -karoten = 1,47 mg/g x 100 g = 0,147 grHarga -karoten = 0,147 gr x Rp 2.067.000 /g = Rp 303.849Maka keuntugan yang akan diperolehLaba = Harga Jual - ModalLaba = Rp 303.849 - Rp 256.207,4Laba = Rp 47.641,6 Dari perhitungan diketahui bahwa harga penjualan lebih besar dari pada modal yang dibutuhkan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

  C sebesar -24.482,4845, -24.708,0595 dan o C dan 60 o C, 50 Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian yang telah dilakukan adalah : 6. Persamaan model kinetika yang mewakili penjerapan -karoten adalah kinetika orde dua dengan nilai R Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah : 1.

7.2 SARAN

2. Melakukan variasi kondisi operasi jumlah adsorben dan kecepatan pengaduk yang berbeda untuk melihat pengaruhnya terhadap persentase adsorpsi

DAFTAR PUSTAKA

  A, Rahman,“Effect of Adsorption and Solvent Extraction Process on the Percentage of CaroteneExtracted from Crude Palm Oil,” Department of Food Technology, Faculty of Food Science and Biotechnology, Universiti Putra Malaysia, (2001). [15] Siti, Hamidah Mohd Setapar, Asma,Khatoon, Akil, Mohd, Azizi Che Yunus, dan Muhammad Abbas Ahmad Zaini,“Use of Supercritical COβ and R1γ4a as Solvent for Extraction of b-Carotene and a-Tocopherols from Crude Palm Oil,” Asian Journal of Chemistry; Vol.

L1.2 DATA HASIL PERHITUNGAN

Berikut merupakan data hasil perhitungan untuk mencari jumlah L.1.2.1 Data Jumlah β-Karoten yang Terjerap Pada T = 40 ⁰CTabel L1.4 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 40 ⁰C Konsentrasi Volume Terjer Akhir (C e ) CPO (mL) ap (q e )(mg/gr β–karoten (ppm) )27 280 1,4280 46 390 1,922754 510 2,4786 114 620 2,5854 L.1.2.2 Data Jumlah β-Karoten yang Terjerap Pada T = 50 ⁰CTabel L1.5 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 50 ⁰C Konsentrasi Volume Terjer Akhir (C e ) CPO (mL) ap (q e )(mg/gr β–karoten (ppm) )35 280 1,4476 55 390 1,938360 510 2,5092 122 620 2,6660 L.1.2.3 Data Jumlah β-Karoten yang Terjerap Pada T = 60 ⁰CTabel L1.6 Data Jumlah -Karoten yang Terjerap Pada T = 60 ⁰C Konsentrasi Volume Terjer Akhir (C e ) CPO (mL) ap (q e )(mg/gr β–karoten (ppm) )42 280 1,4700 59 390 1,973466 510 2,5398 135 620 2,7156

C) Persamaan Linear R

= 0,0206 L/mgK y = 0,2711x + 14,267 y = 0,2626x 0,88720,91130,9505 q m = 3,6086 mg/grq m = 3,8080 mg/gr q m = 3,5880 mg/grK L = 0,0194 L/mgK L L 50 = 0,0295 L/mgFreundlich 40 50 60 y = 0,4657x 0,69800,76440,8184 K F = 0,2859 L/mgK F = 0,2984 L/mgK F = 0,3945 L/mg n = 2,1473n = 2,1186 n = 2,3596 60 40 L1.2.4 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Langmuir Pada T = 40o C, 50o C dan 60 o CTabel L1.8 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Freundlich Pada T = 40 o C, 50o C dan 60 o CTabel L1.7 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Langmuir Pada T = 40 o C, 50 o C dan 60 o C 40o C 50 o C 60o C C eqe C e /q e C eq e C e /q e C eqe C e /q e 42 1,4280 29,4118 35 1,4476 24,1779 27 1,4700 18,3673 59 1,9227 30,686055 1,9383 28,3754 46 1,9734 23,3100 66 2,4786 26,627960 2,5092 23,9120 54 2,5398 21,2615 135 2,5854 52,2163 122 2,6660 45,7614 114 2,7156 41,9797 L1.2.5 Data Untuk Isoterm Adsorpsi Freundlich Pada T = 40o C, 50 o C dan 60 o C Langmuir 40o C 50 o C 60o C LogC e Log q e Log C e Log q e Log C e Log q e 1,6232 0,1547 1,5441 0,1606 1,4313 0,1673 1,7709 0,2839 1,7404 0,2874 1,6627 0,29521,8195 0,3942 1,7782 0,3995 1,7323 0,4047 2,1303 0,4125 2,0864 0,4259 2,0569 0,4338 L1.2.6 Data Hasil Isoterm Adsorpsi β-KarotenTabel L1.9 Data Hasil Isoterm Adsorpsi -Karoten Model Isoterm T (o 2 Konstanta L1.2.7 Data Untuk Penentuan Model Kinetika Adsorpsi Pada T = 60 ⁰CTabel L1.10 Data Untuk Penentuan Model Kinetika Adsorpsi Pada T = 60 ⁰C Konsentrasi Waktu Adsorben : Adsorpsi β-Karoten CPO (w/w) (menit) (ppm)2 181 4 1746 172 8 168 15 151 20 14330 123 1 : 540 109 50 97 60 86 70 82 80 75 90 69 10061 11061 120 61 L1.2.8 Data Model Kinetika Adsorpsiβ-Karoten Tabel L1.11 Data Model Kinetika Adsorpsi -Karoten 2 Model Kinetika Persamaan R Konstanta Orde Satu Lagergen y = -0,0125x - 0,0676 0,9869 -0,0287Orde Dua y = 0,3232x + 1,0142 0,9987 0,1082 Difusi Intra Partikel y = 0,0011x + 0,3784 0,9596 2,0696 L1.2.9 Data Untuk Termodinamika Adsorpsi β-KarotenTabel L1.12 Data Untuk Termodinamika Adsorpsi -Karoten o T (

C) T (K) 1/T K ln K

ads ads40 313 0,0032 0,0194 -3,9425 0,0031 0,020650 323 -3,8825 60 333 0,0030 0,0295 -3,5234 L1.2.10 Data Hasil Termodinamika Adsorpsi β-KarotenTabel L1.13 Data Hasil Termodinamika Adsorpsi -Karoten T (o ΔS (J/molK) ΔH (J/mol)

C) T (K) ΔG (J/mol)

40 313 -24.482,4845 22,5575 -17.421,987050 323 -24.708,0595 60 333 -24.933,6345
Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif ADSORBEN Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif Adsorpsi Menggunakan Adsorben METODE- METODE PEMISAHAN β-KAROTEN DARI CPO ANALISA GUGUS β-KAROTEN KINETIKA ADSORPSI β-KAROTEN Ekstraksi Fluida Superkritis Pemisahan dengan Membran LATAR BELAKANG Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN VARIASI PENELITIAN PERUBAHAN WARNA CPO Crude Palm Oil MINYAK KELAPA SAWIT Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif PENENTUAN MODEL ISOTERM ADSORPSI YANG TERJADI PADA PENJERAPAN β-KAROTEN PENGARUH TEMPERATUR ANALISIS EKONOMI PERUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN MANFAAT PENELITIAN RUANG LINGKUP PENELITIAN STUDI KINETIKA TERMODINAMIKA ADSORPSI TERMODINAMIKA ADSORPSI Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) Menggunakan Adsorben Karbon Aktif
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Adsorpsi β-Karoten yang Terkandung Dalarn Min..

Gratis

Feedback