Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Pegawai Pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota.

 38  324  98  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

SKRIPSI PENGARUH PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PDAM TIRTANADI CABANG MEDAN KOTA

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja pegawai PDAMTirtanadi Cabang Medan Kota. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas, yaitu variabel promosi jabatan secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kinerjapegawai pada PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota.

KATA PENGANTAR

  Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orangtua tercinta papa Zulfikar Lubis, SE, dan mama Rosmaniar Nasution yangtelah memberikan cinta, kasih sayang, keteladanan, dukungan moril dan materil, bimbingan, nasehat dan do’a yang tiada henti kepada saya, sungguh hal itu semuamerupakan semangat yang tiada habisnya bagi saya, semoga Allah senantiasa menyayangi papa dan mama. Bapak Yusuf Pohan, SE, MM, selaku Kepala Cabang PDAM TirtanadiCabang Medan Kota, Ibu Juriana Hasibuan, SE, selaku Kabag umum dan personalia PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota, Bapak Zainuddin danseluruh staf dan pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

  Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh manajemen untuk meningkatkan kinerja para pegawainya adalah dengan melakukan promosi jabatan bagikaryawan yang mampu memberikan prestasi kerja lebih di satu pihak dan memberikan tindakan disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi merekayang tidak mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tanggung jawabnya di lain pihak. Tetapi pada kenyataannya ada beberapa pegawai pada PDAMTirtanadi Cabang Medan Kota yang tidak puas dengan sistem promosi jabatan yang ada dikarenakan adanya promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaanyang tidak sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh PDAMTirtanadi itu sendiri.

1.2. PERUMUSAN MASALAH

  Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : “Apakah Ada Pengaruh Positif dan Signifikan Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Pegawai Pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota?”. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. URAIAN TEORITIS

2.1.1. PROMOSI JABATAN

  Menurut pendapat Mulia (2000:141), promosi adalah kenaikan jabatan seseorang (karyawan) dari tingkat yang lebih rendah ketingkat yang lebih tinggi,dan disertai kenaikan gaji, wewenang dan tanggung jawab. Kesimpulan dari semua defenisi diatas adalah promosi adalah perpindahan dari satu jabatan kejabatan yang lebih tinggi, wewenang dan tanggung jawab semakin besar, status serta pendapatan juga semakin tinggi.

2.1.1.1. Asas-Asas Promosi Pegawai

  KepercayaanPromosi hendaknya berasaskan pada kepercayaan atau keyakinan mengenai kejujuran, kemampuan, dan kecakapan karyawan bersangkutan dalammelaksanakan tugas-tugasnya dengan baik pada jabatan tersebut. FormasiPromosi harus berasaskan kepada formasi yang ada, karena promosi karyawan hanya mungkin dilakukan jika ada formasi jabatan yang lowong.

2.1.1.2. Syarat-Syarat Promosi

  Promosi Kecil (Small Scale Promotion)Menaikkan jabatan seseorang karyawan dari jabatan yang tidak sulit dipindahkan ke jabatan yang sulit yang meminta keterampilan tertentu, tetapitidak disertai dengan peningkatan wewenang, tanggung jawab, dan gaji. Prosedur Promosi Prosedur pelaksanaan yang biasa dianut perusahaan menurut Siswanto(2002:263), adalah: Promosi dari dalam perusahaanMerupakan suatu tradisi untuk mencari calon yang akan menduduki jabatan manajer pada suatu hierarki perusahaan diantara jajaran tenaga kerja yangada.

2.1.1.5. Efek Sampingan Dalam Pelaksanaan Promosi

  Rasa Iri HatiMeskipun perusahaan/instansi tersebut dalam melaksanakan promosi telah melaksanakan dengan seobjektif mungkin, tetapi kemungkinan hal initetap dirasakan oleh pegawai lain yang kebetulan belum mendapatkan kesempatan sebagai tindakan yang kurang objektif. Pelaksanaan Promosi yang DipaksakanPegawai yang dipilih untuk dipromosikan adalah merupakan pilihan yang tepat, meskipun demikian kemungkinan pegawai tersebut belum dapatmemenuhi syarat-syarat untuk promosi.

2.1.2 Kinerja Pegawai

2.1.2.1 Pengertian Kinerja Pegawai

  Sedangkan menurut Wibowo (2007:7), kinerja adalah tentang melakukan Pendapat dari ahli yang lain, Bernandin dan Russell dalam Gomes (2001:135), kinerja adalah catatan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu. Membantu menempatkan karyawan dengan pekerjaan yang sesuai untuk mencapai hasil yang baik secara menyeluruh.

2.1.2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pencapaian Kinerja

  Artinya pimpinan dan karyawan yangmemiliki IQ diatas rata-rata dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akanlebih mudah mencapai kinerja maksimal. Mereka yang bersikap positif terhadapsituasi kerjanya akan menunjukkan motivasi kerja tinggi dan sebaliknya jika mereka bersikap negatif terhadap situasi kerjanya akan menunjukkan motivasikerja yang rendah.

2.1.2.5. Faktor-faktor Penentu Prestasi Kerja

  Faktor IndividuSecara psikologis, individu yang normal adalah individu yang memiliki Integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah). Konsentrasi yang baikini merupakan modal utama individu manusia untuk mampu mengelola dan mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan kegiatanatau aktivitas kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi.

2.2. Penelitian Terdahulu

  Nur (2006) dengan skripsinya yang berjudul pengaruh kebijakan promosi jabatan terhadap kinerja karyawan pada PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)cabang Medan menyatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variabel pengaruh kebijakan promosi jabatan terhadap kinerjakaryawan sebesar 58.4% dan sisanya 41.6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan menyatakan bahwa hasil penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa hasilpada uji-t menunjukkan bahwa promosi jabatan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja pada bagian Kantor Direksi PT.

2.3. KERANGKA KONSEPTUAL

  Menurut Hasibuan (2002:107) promosi adalah perpindahan yang memperbesar wewenang dan tanggung jawab karyawan ke jabatan yang lebihtinggi di dalam satu organisasi sehingga kewajiban, hak, status, dan penghasilannya semakin besar. Dengan promosi berarti ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan bersangkutan untuk menduduki suatujabatan yang lebih tinggi.

2.4. HIPOTESIS

Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan kerangka konseptual yang telah dikemukakan, maka hipotesis dari penelitian ini adalah: “Promosi Jabatan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Kinerja Pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota”.

BAB II I METODE PENELITIAN

  JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian menurut tingkat eksplanasi, dimana penelitian ini dapat dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan pada tujuanobjek-objeknya. Pada tingkat eksplanasi, penelitian termasuk kedalam penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih untukmelihat pengaruh antar variabel yang terumus pada hipotesis penelitian, yaitu variabel promosi jabatan berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai.

3.4. OPERASIONALISASI VARIABEL

  Dalam penelitian ini variabel-variabel yang dioperasionalkan adalah semua variabel yang termasuk dalam hipotesis yang telah dirumuskan. Adapun yang menjadi variabel bebas adalah:Promosi jabatan (X) adalah kenaikan jabatan yang disertai dengan peningkatan kompensasi dan tanggung jawab akibat adanya kepercayaandan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan bersangkutan.

VARIABEL DEFINISIINDIKATOR SKALA UKUR

  Promosi Jabatan (X) Promosi adalah kenaikan jabatan yang disertai denganpeningkatan kompensasi dan tanggung jawab akibatadanya kepercayaan dan pengakuan mengenaikemampuan serta kecakapan karyawan bersangkutan. Prestasi Kerja Skala LikertKinerja Pegawai (Y) Kinerja adalah hasil akhir dicapai oleh karyawan.

3.5. SKALA PENGUKURAN VARIABEL

  POPULASI DAN SAMPEL Populasi (Sugiyono 2008:115) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada PDAM TirtanadiCabang Medan Kota yang berjumlah 50 orang pegawai.

3.9. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1

  Suatu skala pengukurdikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji ReliabilitasReliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

3.10. TEKNIK ANALISIS

  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif merupakan cara untuk merumuskan dan menafsirkan data sehingga memberikan gambaran yang jelas melaluipengumpulan, penyusunan, dan penganalisaan data sehingga dapat diketahui gambaran umum perusahaan yang sedang diteliti. Metode Analisis Statistik Metode analisis statistik merupakan metode yang digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk angka, di dalam penelitian ini penulis menganalisisdata dengan memakai metode regresi linear sederhana.

1. Analisis Statistik t (Uji t)

  Yaitu untuk menguji apakah variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat dengan rumusan hipotesissebagai berikut: tabel Pengujian kontribusi pengaruh dari Promosi Jabatan (X) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat dari koefisien determinasi berganda(R²) dimana 0< R²<1. Hal ini menunjukkan jika R² semakin dekat dengan 1, maka kemampuan variasi variabel Promosi Jabatan (X) dalam menjelaskan variasi darivariabel Kinerja Pegawai (Y) semakin kuat.

2. Koefisien Determinasi (R²)

dengan 0 maka kemampuan variasi dari variabel Promosi Jabatan (X) dalam menjelaskan variabel Kinerja Pegawai (Y) semakin lemah.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Singkat PDAM Tirtanadi

  Secara garis besar daerah operasional PDAM Tirtanadi dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu:1) Wilayah Pelayanan I/Zona 1 (kota Medan dan sekitarnya) yang terdiri dari cabang-cabang:a) Cabang Medan Kota b)Cabang Sei Agul c)Cabang Medan Denai d)Cabang Tuasan e)Cabang Padang Bulan f)Cabang Medan Labuhan h)Cabang Sunggal i) Cabang Deli Tua j)Cabang H. Pada bulan Juli 2005 Cabang Utama Medan di mekarkan dengan membuka Cabang Medan Amplas dan sejak Agustus 2005 Cabang UtamaMedan dirubah namanya menjadi Cabang Medan Kota.

4.1.2 Visi dan Misi PDAM Tirtanadi

  Visi ini akan membentuk PDAM Tirtanadi di masa yang akan datang dan memberikanarah bagi perkembangan perusahaan. Beberapa uraian dari visi PDAM Tirtanadi ini dapat dijelaskan sebagai berikut:a) Langkah awal untuk dapat menjadi perusahaan penyedia air minum di dunia adalah dengan menjadi salah satu PDAM yang dikenal di wilayahAsia Tenggara.

g) Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan

h)Menjalankan pengelolaan air limbah kepada masyarakat Sumatera Utara dan mengembangkannya di masa yang akan datang.

4.1.3 Struktur Organisasi PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota

  Pengawasan Umum & Keuangan Langsung Perpipaan PersonaliaAsisten I Asisten I Asisten I Asisten I Asisten I Asisten I Asisten II Asisten II Asisten II Asisten II Asisten II Asisten II Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai PegawaiP egaw ai Sumber: PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota 2011 (data diolah) Gambar 4.1 Struktur Organisasi PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota Uraian Tugas-tugas Pokok Kepala Cabang a) i. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan sesama pihak yang berhubungan dengan cabang baik internal maupun eksternal.viii.

b) Uraian Tugas-tugas Kepala Bagian Pengawasan i

  Melakukan monitoring dan menyampaikan informasi adanya penyimpangan kerja dari standar, prosedur maupun ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja baik yang dilakukan bagian lain maupun oleh pihak ketiga.v. Melakukan pemeriksaan atas pelaksanaan pekerjaan sipil/bangunan, pemasangan pipa, pencatatan meter air pelanggan,reduksi, perubahan tarif, pencurian air dan tindak lanjut atas pengaduan/keluhan masyarakat yang berkaitan dengan pelayananoleh cabangnya.ix.

e) Uraian Tugas-tugas Kepala Bagian Pemasaran i

  Melakukan kegiatan tugas pemasaran dan pelayanan kepada pelanggan dan calon pelanggan.iv. Melaksanakan semua tugas dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala cabang.

f) Uraian Tugas-tugas Kepala Bagian Hubungan Langganan i

  Mencatat, meneruskan dan memonitor laporan masyarakat yang berkaitan dengan pelanggan dengan menggunakan sisteminformasi.iv. Melaporkan dan memproses tindak lanjut penyelesaian kemungkinan hal-hal yang merugikan perusahaan seperti by pass,penempelan magnet dan tindakan illegal lainnya.ix.

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas

4.2.1. Uji Validitas

  Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Suatu skala pengukur dikatakan valid apabila skala tersebutdigunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

4.2.2. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil satu pengukuran dapat dipercaya. Jika hasil pengukuran yang dilakukan berulang menghasilkan hasilyang relatif sama, pengukuran tersebut dianggap memiliki tingkat reliabilitas yang baik.

4.3. Hasil Analisis

4.3.1. Analisis Deskriptif Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar-daftar pernyataan (kuesioner)

  Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 4 orang (8%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2010, 3 orang (6%) yangmendapatkan promosi jabatan pada tahun 2009, 5 orang (10%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2008, 2 orang (4%) yangmendapatkan promosi jabatan pada tahun 2007 dan 3 orang (6%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAMTirtanadi Cabang Medan Kota setuju dengan tingkat pendidikan yang dimiliki dijadikan dasar promosi jabatan dikarenakan tingkat pendidikan seseorangdapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik dan juga dengan tingkat pendidikan yang tinggi seseorang dapat menyumbangkanpemikirannya yang dapat berguna bagi perusahaan.

4.3.2 Metode Analisis Statistik

1. Analisis Regresi Linier Sederhana

  Model persamaan yang digunakan dalampenelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + bX Analisis regresi linier sederhana dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut: Tabel 4.7 Analisis Regresi Linier Sederhana Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Ini menunjukkan bahwa variabel Promosi Jabatan(X) pada PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota berpengaruh posistif terhadap Kinerja Pegawai.

2. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)

  windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai ttabel akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS 17,00 for hitung pada α = 5%Nilai t > t 1 Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel bebas yakni variabel Promosi Jabatan (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadapKinerja Pegawai (Y) pada PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota. Model hipotesis yang akan digunakan adalah sebagai berikut: pada α = 5%H ditolak bila t tabel < t hitung ≠ 0, artinya variabel bebas yakni Promosi Jabatan (X) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai PDAM Tirtanadi Cabang MedanKota sebagai variabel terikat (Y).

3. Pengujian Koefisien Determinasi (R²)

  Dari persamaan dengan model persamaan tersebut akandapat dihitung R² atau coefficient of determination yang menunjukkan persentase dari variabel Kinerja Pegawai yang mampu dijelaskan oleh model. Enter aSumber: Hasil Pengolahan SPSS (2011) Pada Tabel 4.9 dinyatakan bahwa variabel Promosi Jabatan (X) tidak dikeluarkan dari persamaan yang ditunjukkan oleh kolom Variables Removed yang kosong.

4.4 Pembahasan

  Penelitian ini didasarkan pada beberapa teori yang salah satunya yaitu promosi jabatan adalah perpindahan yang memperbesar wewenang dan tanggungjawab karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam satu organisasi sehingga kewajiban, hak, status, dan penghasilannya semakin besar. Dampak negatif dari sistem promosi jabatan yang tidak efektif dan tidak adil adalah munculnyaketidakpuasan dari para karyawan yang mengakibatkan kinerja yang dihasilkan tidak optimal sehingga tujuan dari perusahaan tidak tercapai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian, pembahasan, serta hasil analisis dan evaluasi yang

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh hasil bahwa promosi jabatan yang dilakukan oleh PDAM Tirtanadi Cabang MedanKota memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa sebesar 24,4% Kinerja pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota dapat dijelaskan olehpromosi jabatan, sedangkan sisanya 75,6% dapat dijelaskan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti kompensasi, budayaorganisasi, kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja.

B. Saran

  Semakin baik pengaturan sistem promosi jabatan pegawai maka akan dapat meningkatkan kinerja para pegawai diPDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota dan sebaliknya semakin buruk pengaturan sistem promosi jabatan di PDAM Tirtanadi Cabang MedanKota maka akan dapat menurunkan kinerja para pegawainya. Dimana bagian yang memiliki spesifikasi tugas yang banyakdan berat tentu harus mempunyai jumlah pegawai yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian yang memiliki spesifikasi tugas yang tidakbegitu berat.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Peg..

Gratis

Feedback