Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja Pengguna Facebook

 9  66  95  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN

  Medan, Maret 2011RIFKA SARINIM: 061301121 Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja Pengguna Facebook Rifka Sari dan Liza Marini ABSTRAK Kecanduan internet merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet online dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat (Young, 1998). Young(Essau, 2008) juga menyatakan bahwa kecanduan internet sama seperti perilaku kecanduan lainnya, yang berisi tingkah laku yang kompulsif, kurang tertarikterhadap aktivitas-aktivitas yang lain, dan meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika berusaha untuk menghentikan tingkah laku tersebut.

KATA PENGANTAR

  Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sampai akhirnya penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja Pengguna Facebook ”, guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Eka Latifah yang telahmemberikan banyak perhatian, dukungan baik secara moril dan materil serta doa yang tiada henti-hentinya kepada penulis.

1. Ibu Prof. Dr. Irmawati selaku dekan Fakultas Psikologi USU

  Bapak dan ibu dosen penguji yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menguji dan memberikan banyak saran dan masukan yang sangat berartibagi penulis demi kesempurnaan penelitian ini. Korelasi antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja pengguna facebook ...............................................................

DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 Data uji coba Reliabilitas Lampiran 2 Data mentah Lampiran 3 Hasil olah data SPSSLampiran 4 Skala Kontrol Diri Skala Kecanduan Internet Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja Pengguna Facebook Rifka Sari dan Liza Marini ABSTRAK Kecanduan internet merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet online dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat (Young, 1998). Young(Essau, 2008) juga menyatakan bahwa kecanduan internet sama seperti perilaku kecanduan lainnya, yang berisi tingkah laku yang kompulsif, kurang tertarikterhadap aktivitas-aktivitas yang lain, dan meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika berusaha untuk menghentikan tingkah laku tersebut.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Internet merupakan salah satu media yang sekarang ini diminati oleh

  Jika seorang remaja tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik, maka remaja akan dikuasasi oleh dorongan dan keinginan yang menyebabkan timbulnya Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa remaja berada pada masa yang ditandai dengan emosi yang mudah meletup atau cenderung untuk tidakdapat mengkontrol dirinya sendiri, sehingga diperlukan adanya kontrol diri untuk mengurangi dorongan-dorongan yang menggejolak dalam diri remaja. RUMUSAN MASALAH Adapun perumusan masalah yang ingin diteliti pada penelitian ini adalah: “apakah terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada r emaja pengguna Facebook?”.

D. MANFAAT PENELITIAN

  Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi pengetahuan, khususnya bagian psikologi perkembangan tentang kontrol diri terhadapkecanduan internet pada remaja. Informasi mengenai hubungan kontrol diri kecanduan kecanduan internet pada remaja pengguna Facebook, sehingga dapat digunakan sebagai acuan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

E. SISTEMATIKA PENULISAN

  Teori-teori yang dinyatakan adalah teori-teori yang berhubungan dengan kontrol diri, kecanduan internet, remaja dan Facebook. BAB III : Metodologi Penelitian Pada bab ini dijelaskan mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, definisi operasional, populasi, sampel, metode pengambilansampel, metode pengumpulan data, validitas, uji daya beda aitem, reliabilitas alat ukur, prosedur pelaksanaan penelitian, dan metodeanalisa data yang digunakan.

BAB II LANDASAN TEORI A. KONTROL DIRI

1. Definisi Kontrol Diri

  Wallston (dalam Sarafino, 2006) menyatakan bahwa kontrol diri adalah perasaan individu bahwa ia mampu untuk membuat keputusan danmengambil tindakan yang efektif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan menghindari hasil yang tidak diinginkan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kontrol diri adalah kemampuan individu dalam menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkanbentuk perilaku melalui pertimbangan kognitif sehingga dapat membuat keputusan yang diinginkan dan diterima oleh masyarakat.

2. Jenis dan Aspek Kontrol Diri

  Over control merupakan kontrol diri yang dilakukan oleh individu secara berlebihan yang menyebabkan individu banyak menahan diri dalam beraksi Under control terhadap stimulus. Merupakan kemampuan individu dalam mengolah informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai, atau menggabungkan suatukejadian dalam suatu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan.

B. KECANDUAN

1. Definisi Kecanduan

  Berdasarkan uraian diatas maka kecanduan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana individu mengalami ketergantungan terhadap perilaku tertentu Kecanduan internet diartikan Young (1998) sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam online menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat . Young (Essau, 2008) juga menyatakan bahwa kecanduan internet sama seperti perilaku kecanduan lainnya, yang berisi tingkah laku yang kompulsif, kurangtertarik terhadap aktivitas-aktivitas yang lain, dan meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika berusaha untuk menghentikan tingkah laku tersebut.

3. Dimensi Kecanduan Internet

  Hal ini mengarah pada konflik yang terjadi antara pengguna internet dengan lingkungan sekitarnya (konflik interpersonal), konflikdalam tugas lainnya (pekerjaan, tugas, kehidupan sosial, hobi) atau konflik yang terjadi dalam dirinya sendiri (konflik intrafisik atau merasa f. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan apakah individu dapat dinyatakan mengalami kecanduan internet salience, adalah dengan menggunakan dimensi-dimensi kecanduan internet, yaitu mood modification , tolerance , withdrawal symptom , conflict , dan relapse .

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecanduan Internet

  Kecanduan internet juga timbul akibat masalah-masalah emosional seperti depresi dangangguan kecemasan dan sering menggunakan dunia fantasi di internet online chat room game aplikasi-aplikasi yang bersifat interaktif seperti dan online sebagai cara untuk membentuk hubungan baru dan lebih percaya diri dalam berhubungan dengan orang lain melalui internet. Umumnya, individu yang menggunakan internet untuk tujuan pendidikan mengalami kemungkinan yang lebih kecil untuk Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecanduan internet, yaitu gender,kondisi psikologis, kondisi sosial ekonomi, tujuan dan waktu penggunaan internet.

5. Tingkat Kecanduan Internet

  Individu menggunakan internet dalam waktu yang lama, tetapiindividu memiliki kontrol dalam penggunaannya. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 mild moderate severe tingkat kecanduan internet, yaitu , , dan .

C. REMAJA

1. Definisi Remaja

  Indivdu tidak lagimerasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak, integrasi dalammasyarakat, mempunyai banyak aspek afektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk di dalamnya juga perubahan intelektual yang mencolok,transformasi yang khas dari berpikir remaja memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa remaja adalah individu yang mulai berintegrasi dengan masyarakat dewasa dimana indivdu tidaklagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak, integrasi dalammasyarakat,dan juga memiliki tugas-tugas perkembangan yang sebaiknya dipenuhi.

2. Ciri-ciri Remaja

  Dengan demikian, dapat diartikan bahwa apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekas padaapa yang terjadi sekarang dan yang akan datang, serta mempengaruhi pola perilaku dan sikap yang baru pada tahap berikutnya. Masa remaja sebagai ambang masa dewasaSemakin mendekatnya usia kematangan, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan streotype belasan tahun dan untuk memberikan kesanbahwa mereka hampir dewasa, remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status dewasa yaitu merokok, minumminuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perbuatan seks.

3. Batasan Usia Remaja

  Remaja pertengahan (15-18 tahun)Pada tahap ini, remaja berada dalam kondisi kebingungan dan terhalang dari pembentukan kode moral karena ketidakkonsistenan dalam konsepbenar dan salah yang ditemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Karenahal ini dianggap umum, remaja menganggap bahwa teman-teman akan memaafkan perilaku ini, dan membenarkan perbuatan mencontek bilaselalu ditekan untuk mencapai nilai yang baik agar dapat diterima di sekolah tinggi dan yang akan menunjang keberhasilan dalam kehidupansosial dan ekonomi di masa-masa mendatang.

4. Remaja yang Mengalami Kecanduan Internet

  Beberapa ciri remaja mengalami kecanduan internet adalah remaja yang menghabiskan waktu minimalselama 5 jam dalam sehari dan juga telah menggunakan internet minimal selama 6 bulan (Young dalam Essau, 2008). Berdasarkan uraian di atas, maka remaja yang mengalami kecanduan adalah remaja yang memiliki pengetahuan tentang penggunaan internet, bermaininternet minimal selama 5 jam dalam sehari, dan telah menggunakan internet minimal 6 bulan.

D. FACEBOOK

  Facebook adalah situs jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan(Rizky & Wati, 2009). Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 jutaanggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.

1. Keunggulan Facebook

  Selain itu, Halim dan Wirawan (2009) juga menyatakan bahwa facebook juga memberikan aplikasi-aplikasi yang menarik didalamnya seperti aplikasi chatting dan juga aplikasi games . Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna chatting dijadikan sebagai media promosi, dan juga memberikan aplikasi dan games .

E. HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN

INTERNET PADA REMAJA PENGGUNA FACEBOOK

  Individu yang telah kecanduan jejaring sosial, seperti Facebook, terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak perduli dengan orang lain dan Kecanduan dipandang sebagai kelemahan yang dimiliki remaja karena kurang memiliki motivasi dan kontrol (Griffiths dalam Essau, 2008). Hal ini sejalan dengan Young (1996) yang menyatakan bahwa penggunaan internet yang berlebihan dihubungkan dengan kerusakan yangsignifikan terhadap bidang sosial, psikologis dan pekerjaannya.

F. HIPOTESIS

BAB II I METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai: (A) Identifikasi Variabel Penelitian, (B) Definisi Operasional, (C) Populasi, Sampel, dan Metode Pengambilan Sampel, (D) Metode Pengumpulan Data, (E) Validitas, Uji Daya Beda Aitem, dan Reliabilitas Alat Ukur, (F) Prosedur Pelaksanaan Penelitian, dan (G) Metode Analisa Data. A. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN Variabel yang digunakan dalam penelitian ini :

  Hipotesa dalam penelitian ini adalah : ada hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja pengguna facebook. Variabel bebas : kontrol diri b.

B. DEFINISI OPERASIONAL

1. Kontrol Diri

  Kecanduan internet adalah tingkah laku dimana individu menghabiskan waktu yang banyak dalam bermain internet, kurang tertarik terhadap aktivitas-aktivitas yang lain, merasa bahwa dunia maya di layar komputernya lebih menarik dan meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika berusaha untukmenghentikan tingkah laku tersebut. Kecanduan internet pada penelitian ini Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh seseorang dalam skala kecanduan internet yang diberikan, maka semakin rendah kecanduan internet yangdialami.

C. POPULASI, SAMPEL, DAN METODE PENGAMBILAN SAMPEL

1. Populasi dan Sampel

  Karakteristik ini dipilih berdasarkan artikel Gen (2009) yang menyatakan bahwa remaja adalah pengguna terbanyak Facebook, yaitu sebanyak 61,1% danmenurut Monks,dkk (2002), pada usia ini remaja masih memiliki kepribadian yang kenakanan namun sudah mampu untuk melakukan penilaian terhadaptingkah lakunya sendiri. Karakteristik ini dipilih berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Young(dalam Essau, 2008), dimana individu yang mengalami kecanduan adalah individu yang telah menggunakan Facebook setidaknya selama 6 bulan.

2. Jumlah Sampel dan Metode Pengambilan Sampel

  Metode pengambilan sampel adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan prosedur tertentu agardiperoleh sampel yang mewakili populasi (Hadi, 2000). Jenis yang digunakan adalah purposive sampling , yaitu pengambilan sampel yang didasarkanpada ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahuisebelumnya (Hadi, 2000).

D. METODE PENGUMPULAN DATA

  Metode skala digunakan mengingat data yang ingin diukur berupa konstrak atau konsep psikologis yang dapat diungkap secara tidak Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan skala yang berisi daftar pertanyaan yang telah disiapkan dan disusun sedemikian rupasehingga subjek penelitian dapat mengisi dengan mudah (Azwar, 2000). Jawaban yang diberikan oleh individu yang mempunyai sikap positif harus diberi bobot atau nilai yang lebih tinggi daripada jawaban yang diberikan olehresponden yang mempunyai sikap negatif.

1. Skala kontrol diri

  Aitem-aitem dalam skala ini disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Averill (dalamSarafino, 1994). Skala yang digunakan memiliki lima pilihan jawaban yaitu :Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Netral (N), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat TidakSesuai (STS).

2. Skala kecanduan internet

  Baik atau tidaknya suatu alat pengumpulan data dalam mengungkap kondisi yang ingin diukur tergantung pada validitas dan reliabilitasalat ukur yang akan digunakan. Validitas alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi content validity ( ) yaitu validitas yang menunjukkan sejauh mana aitem dalam skala mencakup keseluruhan isi yang hendak diungkap oleh tes tersebut.

3. Reliabilitas Alat Ukur

  Reliabilitas iniditunjukkan oleh konsistensi skor yang diperoleh subjek dengan memakai alat yang sama (Suryabrata, 2000). Formula statistika yang digunakan untuk menguji reliabilitas alat ukur Alpha Cronbach adalah dengan bantuan komputerisasi dari program SPSS versi for Windows.

F. HASIL UJI COBA ALAT UKUR

1. Skala Kontrol Diri

  Hal ini dikarenakan pada masing-masing aspek tidak mempunyai tujuan ukur yang berbeda secara spesifiksatu sama lain melainkan merupakan dimensi saja dari satu tujuan ukur yang lebih luas, maka aitem yang berdiskriminasi tinggi sebagai aitem final tanpa perlu risaumengenai komposisi jumlah aitem dalam setiap aspeknya (Azwar, 2004). Jumlah aitem yang dijadikan alat ukur penelitian adalah sejumlah 40 aitem dengankoefisien it≥ 0,3), akan tetapi diadakan lagi 40 100%Berdasarkan hasil uji coba sebanyak 74 aitem skala kontrol diri diperoleh 40 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total yang memenuhi syaratuntuk dapat digunakan dalam penelitian (r 50 4 10%TOTAL 35, 55 , 64 19, 29, 59 11 27,5% 1.

2. Skala Kecanduan Internet

  Adapun distribusi aitem-aitem hasil uji coba skala kecanduan internet akan dijelaskan pada tabel berikut : Tabel 5 Distribusi aitem-aitem hasil uji coba skala kecanduan internet ≥ 0,3), akan tetapi 4 Withdrawal Total 6 Relapse 17,29,41,66 11,23,35,47 8 15,09% 6410,22,34,46,5761,63,65 14 24,52% 5 Conflict 5,28,52,59,62, 4,15,27,39,51 9,21,33,45,56 10 18,86% symptom 14,26,38,50 20,44,55,60 8 15,09% diadakan lagi pemilihan aitem yang lebih mewakili setiap aspek. Hal ini dikarenakan pada masing-masing aspek tidak mempunyai tujuan ukur yangberbeda secara spesifik satu sama lain melainkan merupakan dimensi saja dari satu tujuan ukur yang lebih luas, maka aitem yang berdiskriminasi tinggi sebagaiaitem final tanpa perlu risau mengenai komposisi jumlah aitem dalam setiap aspeknya (Azwar, 2004).

G. Prosedur Penelitian No. Dimensi Aitem Total Bobot (%) Favorabel Unfavorabel

  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 skala yaitu skala kontrol diri dan kecanduan internet. Pembuatan alat ukur Skalakontrol diri dan kecanduan internet dimulai dengan mengkaji teori-teori maupun hasil penelitian yang berkaitan dan dilanjutkan dengan membuat aspek-aspekuntuk memudahkan dalam penjabarannya.

H. METODE ANALISA DATA

  Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah dengan menggunakan teknik analisa regresi linier sederhana yang didasarkan padahubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2004). BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan menguraikan analisa data dan pembahasan, yang diawali dengan memberikan gambaran umum subjek penelitian dan pembahasan.

1. Berdasarkan usia

  Berdasarkan usia subjek penelitian maka diperoleh gambaran penyebaran subjek penelitian seperti yang tertera pada tabel berikut: Tabel 7 Gambaran subjek penelitian berdasarkan usiaUsia Jumlah Persen 15 tahun 13 26% 16 tahun27 54% 17 tahun 8 16% 18 tahun2 4% Total 50 100% 2. Berdasarkan Jenis KelaminSubjek dalam penelitian ini dibedakan jenis kelaminnya yaitu pria dan wanita dengan penyebaran sebagai berikut : Tabel 8 Gambaran subjek penelitian berdasarkan jenis kelaminJenis kelamin Jumlah Persen Laki-laki 22 44% Perempuan28 56% Total50 100% Berdasarkan data pada tabel 8, dapat dilihat bahwa jumlah subjek perempuansebanyak, 28 orang (56%), sedangkan jumlah subjek laki-laki sebanyak 22 orang (44%).

B. Uji Asumsi Penelitian

  Hasil uji normalitas diperoleh nilai Z = 0,901 dan p =0,705, dengan p > 0,05 artinya distribusi data skala kecanduan internet telah menyebar secara normal. Berdasarkan hasil uji linieritas antara kedua variabel tersebut menggunakan uji F = 83.517 dan p < 0,05 (p = 0,000), maka dapatdisimpulkan bahwa variabel kontrol diri memiliki hubungan yang linier dengan variabel kecanduan internet.

C. Hasil Analisa Data

1. Korelasi

  Hasil pengujian statistik yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 11 Korelasi antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remajapengguna facebook KontrolD iriKecanduanI nternet KontrolDiri PearsonCorrelation 1 -,652(**)Sig. Hal ini berarti hipotesa nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkanadanya hubungan negatif antara kontrol diri dengan kecanduan internet yang dialami remaja.

2 Kategorisasi Data

a. Kategorisasi Data Kontrol Diri

  Kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor populasi terdistribusi normal dan jumlah subjek termasuk dalam kategori besar, maka dilakukanpengkategorisasian data kontrol diri dengan menggunakan kategorisasi jenjang(ordinal). Hal ini dapat diartikan bahwa sebagian besar kontrol diri yang dimiliki oleh remaja berada dalam kategori sedang.

b. Kategorisasi Data kecanduan internet

  Kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor populasi terdistribusi normal dan jumlah subjek termasuk dalam kategori besar, maka dilakukanpengkategorisasian data kecanduan internet dengan menggunakan kategorisasi jenjang (ordinal). Deskripsi skor hipotetik data dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 14 Deskripsi skor hipotetik data Kecanduan InternetSkor Hipotetik Min Maks Mean SD 200 100 33.33 Berdasarkan tabel 14 skor hipotetik kecanduan internet menunjukkan hasil mean hipotetik untuk variabel kecanduan internet didapat sebesar 100 denganstandar deviasi hipotetik sebesar 33,33.

3. Pembahasan

  Berdasarkan hasil matriks kategorisasi dalam penelitian ini yang menunjukkan kebanyakan remaja remaja pengguna facebook memiliki kontrol diri dalamkategori sedang dengan kecanduan internet yang dicapai berada pada kategori sedang yaitu 78%, artinya ketika remaja memiliki kontrol diri pada kategorisedang, remaja mengalami kecanduan internet dalam katergori sedang. Kontrol diri berada pada kategori rendah sebanyak 2 orang (4%), yang artinya remaja belum mampu untuk mengontrol dirinya dengan baik; individu lebihbanyak dikendalikan oleh keadaan atau lingkungan sekitar, kurang mampu untuk mengetahui bagaimana dan kapan suatu stimulus yang tidak dikehendakidihadapi, kurang memperoleh informasi dan gagal melakukan penilaian terhadap suatu situasi, dan juga tidak mampu memilih hasil atau suatu tindakan yang tepat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dan saran-saran yang berhubungan

A. KESIMPULAN 1

  Pada bagian pertama akan dijabarkan kesimpulan dari penelitian dan di bagian akhir akan dijelaskan tentang saran-saranyang bersifat psikis dan metodologis yang dapat berguna untuk penelitian yang akan datang dengan menggunakan variabel yang sama dengan penelitian ini. Berdasarkan matriks kategorisasi, terlihat bahwa sebagian besar remaja pengguna facebook yang menjadi sampel penelitian ini memiliki kontrol diripada kategori sedang dan mengalami kecanduan internet pada kategori sedang sebesar 78%.

B. SARAN

1. Saran Metodologis a

  Peneliti selanjutnya hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kecanduan internet, misalnya faktor kondisi psikologis dan kondisi ekonomi. b.

c. Peneliti selanjutnya hendaknya lebih memperhitungkan banyaknya jumlah

sampel pada populasi sehingga sampel yang akan diambil dapat terwakili dari jumlah populasi yang ada.

2. Saran Praktis

a. Bagi Keluarga

  Oleh karena itu, diharapkan anggota keluargakhususnya orang tua untuk dapat melakukan pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh anak remajanya. Bagi RemajaBagi remaja diharapkan agar lebih dapat mengontrol segala aktivitas yang dilakukan dan mempertimbangkan segala konsekuensi agar tidakmenyebabkan konflik dengan lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Kontrol Diri dan Persepsi Remaja terhadap Penerapan Disiplin Orang Tua dengan Prokrastinasi Akademik.http://www.gemari.or.id/file/tesis.html. Hubungan antara Kontrol Diri dengan KecenderunganKecanduan Mengakses Internet pada Remaja di Wawung Internet http://digilib.sunan- “Oranje” Surabaya.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan..

Gratis

Feedback