Feedback

Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor

Informasi dokumen
Proposal Penelitian Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Disusun Oleh : SUJI NOVANDA SARI (060903015) DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi ini disetujui untuk diperbanyak dan dipertahankan oleh : Nama : Suji Novanda Sari NIM : 060903015 Departemen : Ilmu Administrasi Negara Judul : Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Johor Medan, Maret 2011 Dosen Pembimbing Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara Dra. Asima Yanty Siahaan, MA. PhD NIP : 196401261988032002 Drs. M. Husni Thamrin Nst, MSI NIP : 196401081991021001 Dekan FISIP USU (Prof. Dr. Badaruddin, M.Si) NIP : 196805251992031002 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR . ABSTRAKSI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . . . 1.2 Perumusan Masalah Penelitian . . i iii vi vii 1 1 9 1.3 Tujuan Penelitian 10 1.4 Manfaat Penelitian . 10 1.5 Kerangka Teori . 11 1.5.1 Kebijakan Publik 12 1.5.2 Efektifitas . 18 1.5.3 Kemiskinan . 32 1.5.4 Program Keluarga Harapan (PKH) . 34 1.6 Defenisi Konsep . 44 BAB II METODOLOGI PENELITIAN 46 2.1 Bentuk Penelitian 2.2 Lokasi Penelitian . . 2.3 Informan Penelitian . . 2.4 Teknik Pengumpulan Data . 2.5 Teknik Analisa Data . 2.6 Penerapan Metode Penelitian di Lapangan 46 46 47 48 49 50 BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN . 3.1 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Medan Johor . 3.1.1 Sejarah Terbentuknya kecamatan Medan Johor . 3.1.2 Batas-batas dan Luas Wilayah . 3.2 Kependudukan . 3.3 Sarana dan Prasarana . 3.4 Visi dan Misi Kecamatan Medan Johor 52 52 52 53 54 58 66 Universitas Sumatera Utara BAB IV PENYAJIAN DATA . 4.1 Identitas Responden . 4.2 Data Kuesioner . 69 70 74 BAB V ANALISA DATA . 5.1. Kebijakan Publik . 5.2. Efektifitas . 5.2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas di Dalam Pelaksanaan PKH 97 97 97 101 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan . 6.2 Saran . DAFTAR PUSTAKA . 107 107 110 132 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Hal Tabel 1 : Tabel 2 : Tabel 3 : Tabel 4: Data Kelurahan Yang Ada di Kecamatan Medan Johor . . Jumlah Penerimaan Bantuan PKH di Kecamatan Medan Johor Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Suku Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Mata Pencarian . . Tabel 5: Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Fasilitas Umum Sosial . 58 Tabel 6: Jumlah Data Permukiman di Kecamatan Medan Johor . 61 Tabel 7: Jumlah Sekolah di Kecamatan Medan Johor . . 62 Tabel 8: 57 Jumlah Kependudukan di Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Sarana Rumah Ibadah . Tabel 9 : 54 55 56 64 Jumlah Kependudukan Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Status Kewarganegaraan . 65 Tabel 10 : Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Johor Berdasarkan Jenis Kelamin . 66 Tabel 11 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 70 Tabel 12 : Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 70 Tabel 13 : Karakteristik Responden Berdasarkan Suku . . 71 Tabel 14 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan . 71 Tabel 15 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan . 72 Tabel 16 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga . . 73 Tabel 17 : Distribusi Jawaban Responden Mengenai Tujuan PKH . . 74 Tabel 18 : Distribusi Jawaban Responden Mengenai Darimana Mengetahui PKH. . 75 Tabel 19 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Tahapan Pelaksanaan PKH. 76 Tabel 20 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Kartu PKH . 77 Tabel 21: Distribusi Jawaban Responden Tentang Ketepatan Pemilihan Universitas Sumatera Utara Peserta PKH 78 Tabel 22 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Ketepatan Waktu Penyaluran Dana PKH . 79 Tabel 23 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Penyaluran Dana PKH Sesuai dengan Prosedur 80 Tabel 24 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Kesesuaian Penerimaan PKH Bantuan 81 Tabel 25 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Pemotongan Dalam Penyaluran Dana PKH Tabel 26 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Terkait Manfaat PKH. . 82 84 Tabel 27 : Distribusi Jawaban Responden Terhadap Jumlah Dana PKH Yang Diterima . 85 Tabel 28 : Distribusi Jawaban Responden Terhadap Dana PKH Ditunjukan Bagi Kesehatan Balita, kesehatan ibu hamil, dan Pendidikan . 85 Tabel 29 : Distribusi Jawaban Responden Apakah Sudah Melaksanakan Kewajiban Sebagai Perserta PKH 86 Tabel 31 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Penerimaan Sanksi atau Hukuman Peserta PKH 88 Tabel 31 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Keluhan-Keluhan Dalam Pelaksanaan PKH di Kecamatan Medan Johor 88 Tabel 32 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Pelaksana PKH sudah Menjalankan Tugas dengan Baik 90 Tabel 33 : Distribusi Jawaban Responden Mengenai Sosialisasi yang Dilakukan Terkait PKH Di Kecamatan Medan Johor Tabel 34 : 90 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Koordinator Pendamping PKH Dalam Melaksanakan Tugas dan Universitas Sumatera Utara Tanggung Jawabnya Tabel 35 : 93 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Pelayanan Pada Saat Pemberian Kartu Peserta dan Penyaluran Dana PKH . . 94 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR HAL GAMBAR 1: Organisasi Pelaksanaan PKH . 40 GAMBAR 2: Mekanisme PKH . 43 GAMBAR 3: Pertemuan Sosialisasi PKH, dikelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor 92 GAMBAR 4: Penandatanganan Pencairan Dana di Kantor Pos Medan Johor. 95 GAMBAR 5: Pengambilan Dana PKH di Kantor Pos Medan Johor . 96 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN Nama NIM Departemen Fakultas Pembimbing : Suji Novanda Sari : 060903015 : Ilmu Administrasi Negara : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Dra. Asima Yanty Siahaan, MA. PhD Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga rumah tangga sangat miskin (RTSM), pemerintah mengeluarkan sebuah Program Keluarga Harapan yaitu sebuah bantuan bersyarat sebagai jaminan sosial untuk mengakses kesehatan dan pendidikan yang mencakup kesehatan balita dan ibu hamil serta pendidikan bagi anak usia pendidikan dasar. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Pelaksanaan di Indonesia diharapkan akan membantu penduduk termiskin, bagian masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan dari siapapun juga. Efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Johor adalah suatu keadaan yang menunjukkan kinerja kegiatan pelaksanaan bantuan dana Program PKH untuk pencapaian tujuan ke masyarakat Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kecamatan Medan Johor yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dengan kata lain kata efektifitas yang merupakan sejauh mana Panitia PKH melaksanakan tugas pokoknya atau sudah mencapai semua sasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Johor, untuk mengetahui tanggapan peserta penerima bantuan PKH, dan untuk mengetahui manfaat bagi penerima bantuan PKH . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif .Teknik pengumpulan data melalui , wawancara kepada 3 orang informan kunci, penyebaran kuesioner kepada 20 orang informan utama dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan kuesioner menunjukkan bahwa secara umum efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Johor ini sudah berjalan dengan cukup baik. Ini dapat dilihat dari setiap tahapan proses pelaksanaannya yang berjalan lancar. Apabila diihat dari keadaan penerima bantuan PKH tersebut mereka menggunakannya untuk membantu kondisi sosial dan pendidikan anak-anak Rumah Tangga Sangat Miskin, membantu biaya kesehatan & gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari Rumah Tangga Sangat Miskin, serta menyadarkan peserta PKH akan pentingnya layanan pendidikan dan Posyandu. Key words : Efektifitas Pelaksanaan, Program Keluarga Harapan (PKH) Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN MEDAN JOHOR KOTA MEDAN Nama NIM Departemen Fakultas Pembimbing : Suji Novanda Sari : 060903015 : Ilmu Administrasi Negara : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Dra. Asima Yanty Siahaan, MA. PhD Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga rumah tangga sangat miskin (RTSM), pemerintah mengeluarkan sebuah Program Keluarga Harapan yaitu sebuah bantuan bersyarat sebagai jaminan sosial untuk mengakses kesehatan dan pendidikan yang mencakup kesehatan balita dan ibu hamil serta pendidikan bagi anak usia pendidikan dasar. PKH lebih dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Pelaksanaan di Indonesia diharapkan akan membantu penduduk termiskin, bagian masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan dari siapapun juga. Efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Johor adalah suatu keadaan yang menunjukkan kinerja kegiatan pelaksanaan bantuan dana Program PKH untuk pencapaian tujuan ke masyarakat Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kecamatan Medan Johor yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dengan kata lain kata efektifitas yang merupakan sejauh mana Panitia PKH melaksanakan tugas pokoknya atau sudah mencapai semua sasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Johor, untuk mengetahui tanggapan peserta penerima bantuan PKH, dan untuk mengetahui manfaat bagi penerima bantuan PKH . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif .Teknik pengumpulan data melalui , wawancara kepada 3 orang informan kunci, penyebaran kuesioner kepada 20 orang informan utama dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan kuesioner menunjukkan bahwa secara umum efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Johor ini sudah berjalan dengan cukup baik. Ini dapat dilihat dari setiap tahapan proses pelaksanaannya yang berjalan lancar. Apabila diihat dari keadaan penerima bantuan PKH tersebut mereka menggunakannya untuk membantu kondisi sosial dan pendidikan anak-anak Rumah Tangga Sangat Miskin, membantu biaya kesehatan & gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari Rumah Tangga Sangat Miskin, serta menyadarkan peserta PKH akan pentingnya layanan pendidikan dan Posyandu. Key words : Efektifitas Pelaksanaan, Program Keluarga Harapan (PKH) Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu masalah utama pembangunan di Indonesia saat ini adalah masih besarnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran. Dalam sidang Kabinet Paripurna 13 Januari 2009, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat memaparkan Isu Strategis Kesejahteraan Rakyat. Salah satu isu yang memerlukan perhatian di tahun 2009 adalah Isu Penanggulangan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Isu penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi isu yang utama dan sangat penting karena pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup banyak, yakni 34,96 juta jiwa (15,4%), sementara itu jumlah pengangguran pada tahun 2008 sebanyak 9,43 jiwa (8,46%). (http://www.setneg.go.id. diakses pada tanggal 19-09-2010) Meskipun penanggulangan kemiskinan senantiasa diprioritaskan dalam pembangunan, namun target penurunan angka kemiskinan maupun pengangguran sebagaimana tercantum dalam RPJM 2004-2009 masih sulit dicapai. Kenaikan harga minyak dunia selama tahun 2005 yang mengharuskan pemerintah menerapkan kebijakan pengurangan subsidi BBM memicu tingginya inflasi yang kemudian menyebabkan bertambahnya penduduk miskin. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Pada masyarakat modern Universitas Sumatera Utara yang rumit, kemiskinan menjadi suatu problema sosial karena sikap yang membenci kemiskinan. Kemiskinan yang terjadi dalam suatu negara memang perlu dilihat sebagai suatu masalah yang sangat serius, karena saat ini kemiskinan, membuat banyak masyarakat Indonesia mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Persoalan kemiskinan ini lebih dipicu karena masih banyaknya masyarakat yang mengalami pengangguran dalam bekerja. Pengangguran yang dialami sebagian masyarakat inilah yang membuat sulitnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Sunyoto (2004:128) pada tingkat masyarakat, kemiskinan terutama ditujukan oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi-institusi masyarakat secara efektif. Mereka seringkali memperoleh perlakuan sebagai objek yang perlu digarap daripada sebagai subjek yang perlu diberi peluang untuk berkembang. Menurut Chambers dalam Soetomo (2006:285) menyatakan bahwa kondisi kemiskinan yang dialami suatu masyarakat seringkali telah berkembang dan bertali-temali dengan berbagai faktor lain yang membentuk jaringan kemiskinan yang dalam proses berikutnya dapat memperteguh kondisi kemiskinan itu sendiri. Faktor-faktor yang diidentifikasi membentuk jaringan atau perangkap kemiskinan tersebut adalah: kelemahan fisik, isolasi, kerentanan, dan ketidakberdayaan. Faktor kelemahan fisik dapat disebabkan karena kondisi kesehatan dan faktor gizi buruk, sehinggga dapat mengakibatkan produktivitas kerja yang rendah. Faktor isolasi terkait dengan lingkup jaringan ineteraksi sosial yang terbatas, serta akses terhadap informasi, peluang ekonomi dan fasilitas pelayanan yang terbatas pula. Faktor kerentanan terkait dengan Universitas Sumatera Utara tingkat kemampuan yang rendah dalam menghadapi kebutuhan dan persoalan mendadak. Faktor ketidakberdayaan terkait dengan akses dalam pengambilan keputusan, akses terhadap penguasaan sumber daya dan posisi tawar (bargaining position). Belum lagi ketika meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri sejalan naiknya harga minyak dunia, yang berlanjut pada krisis pangan dan gejolak ekonomi global telah memberi andil terhadap tingginya angka penduduk miskin di Indonesia. Tingginya angka penduduk miskin akan menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya manusia dan menjadikan semakin lemahnya daya saing bangsa. Kemiskinan pada dasarnya bukan hanya permasalahan ekonomi tetapi lebih bersifat multidimensional dengan akar permasalahan terletak pada sistem ekonomi dan politik bangsa. Dimana kebijakan yang ditetapkan pemerintah terkadang malah membuat hidup masyarakat makin terasa sulit dari segi ekonomi khususnya, sehingga mereka tidak memiliki akses yang memadai dalam kehidupan sehari-hari. Yang sering terjadi ketika kelompok masyarakat hidup dalam bayang-bayang kemiskinan, mereka menjadi terpinggirkan, bahkan terabaikan. Pembangunan selama ini yang lebih ditujukan pada sisi supply atau pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan belum memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya masyarakat yang tergolong miskin. Rendahnya tingkat pendidikan sebuah rumah tangga sangat miskin menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. Keluarga ini pun tidak mampu menjaga kesehatan ibu mengandung sehingga mengakibatkan tingginya resiko kematian ibu saat melahirkan, dan buruknya kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan. Anak-anak keluarga miskin juga banyak yang putus sekolah atau bahkan sama sekali tidak mengenyam bangku Universitas Sumatera Utara sekolah karena harus bekerja membantu mencari nafkah. Tidak adanya intervensi kebijakan untuk perbaikan pendidikan, kesehatan dan nutrisi keluarga miskin akan mengakibatkan kualitas generasi penerus keluarga miskin selalu rendah dan akhirnya senantiasa terjerat pada lingkaran setan kemiskinan. (http://www.pkh.depsos.go.id diakses pada tanggal 20-09-2010) . Upaya penanggulangan kemiskinan harus senantiasa didasarkan pada penentuan garis kemiskinan yang tepat, dan pada pemahaman yang jelas mengenai sebab-sebab timbulnya persoalan tersebut. Setiap upaya penanggulangan kemiskinan yang mengabaikan kedua hal tersebut tidak hanya cenderung tidak efektif, tetapi pada tempatnya dicurigai sebagai retorika belaka (Baswir, 1999:18). Menyikapi fenomena tersebut, pemerintah Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa terdapat kebutuhan untuk membangun Program Jaringan Pengaman sosial untuk menutupi penurunan daya beli mayoritas penduduk masyarakat yang tergolong miskin dan membantu secara langsung masyarakat yang membutuhkan. Misalnya saja program pendidikan perlindungan sosial adalah untuk memelihara atau manfaat program bagi masyarat.Pemerataan berkaitan dengan pertanyaan apakah manfaatnya sudah merata dirasakan semua pihak. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 54 Bapak Isra menuturkan bahwa desain program sudah baik, namun pelaksanaan belum.Masih ditemukan kondisi penerimaan bantuan yang berjejaljejal padahal desainnya masyarakat nyaman mendapatkan dan waktunya terjadwal. Kalau dilihat dari segi nominal, bantuan sudah sudah sesuai dengan desain karena dana langsung dikirim ke rekening lewat kantor pos. Namun, apabila setelah uang berada di tangan penerima, penyaluran uang ke pihak-pihak lain menjadi tanggung jawab penerima bantuan. Manfaat yang diberikan belum terdistribusi karena berkaitan dengan data. Saat dana dikucurkan, harusnya data penerima harus sudah valid. Perlu verifikasi ulang data penerima PKH sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan ada evaluasi per triwulan. Apabila ada rumah tangga yang statusnya naik sudah tidak miskin lagi maka bantuan dapat dihentikan dan dapat diganti dengan rumah tangga sasaran lain. Inikan perlu revisi data.Pendataan yang akurat dilakukan setiap tahun.Ada revisi data.Jangan lagi menggunakan data 2011 untuk tahun 2014-2015. Tim pendata harus melibatkan tim independen misalnya ada komisioner seperti LSM, wartawan, aparat pemerintah, dan institusi antara pemerintah dan masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, KMPI, bahkan mahasiswa. Jadi melibatkan tim terpadu dalam melakukan pendataan. Jadi nanti tidak ada alasan untuk mengeluh karena semua pihak turut dalam pendataan.Bila data yang ada salah, maka itu merupakan kesalahan bersama.Pendataan tidak dimonolopi oleh satu pihak saja.Hal yang terjadi sekarang, masyarakat menujukan kesalahan kepada kepala lingkungan dan lurah.Padahal yang melakukan pendataan adalah BPS. Dua hal utama yaitu perlu penyediaan data awal yang akurat dan perlu tim pendataan yang terpadu untuk selalu melakukan pendataan secara berkala minimal per tahun. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 55 Berkaitan juga dengan keluhan masyarakat yang tidak mendapat bantuan, Kasi Kesos hanya bisa menampung keluhan dan mengecek apakah masyarakat terdata sebagai penerima bantuan karena hanya nama yang terdata saja yang berhak menerima bantuan. Jika tidak terdaftar, maka hal ini disampaikan ke Disosnaker dan BPS.Kenyataan yang ada, hingga tahun 2015 belum ada pendataan ulang untuk penerima PKH dan masih menggunakan data yang itu-itu juga.Perlu diketahui, BPS hanya memiliki satu petugas di kecamatan yang disebut mantis. Kehadirannya di kantor camat sangat jarang ditemui padahal mereka adalah sumber data. Ibu Yulisnina menyatakan bahwa bantuan yang diberikan sudah sesuai dengan program yang dibuat.Sempat beredar kabar bahwa ada pemotongan jumlah bantuan oleh pendamping PKH, padahal bantuan tersebut dipotong karena penerima bantuan yang telah melalaikan kewajibannya.Bahkan ada beberapa masyarakat yang bantuannya habis karena terpotong semua. Memang sejak 2013 potongan hanya 10% setiap bulan, namun sebelumnya berlaku potongan 50% setiap bulan, jadi ada masyarakat yang bantuannya habis terpotong. Manfaat yang diberikan juga belum merata ke seluruh lapisan masyarakat karena program ini dijalankan sesuai dengan data yang didapat dari BPS.Jadi yang mendapat bantuan hanyalah mereka yang datanya diberikan oleh BPS.Bagi masyarakat yang merasa kurang mampu namun tidak mendapat bantuan, tidak menjadi tanggung jawab pendamping karena hal tersebut di luar kewenangan pendamping.Jadi pendamping tidak bisa membantu masyarakat tersebut. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 56 Mengenai kesesuaian bantuan yang didapat dengan peraturan yang ditetapkan, Ibu Indraweni mengatakan bantuan sudah sesuai karena memang ada peraturannya dan kalau melanggar pun ada potongannya.Bantuan yang diterima berbeda-beda sesuai dengan kondisi jumlah anak yang sekolah dan yang balita. Ibu Lista mengatakan bantuan sudah sesuai dengan peraturan namun tidak sama rata. Kalau banyak anak maka banyak bantuannya.Tergantung jumlah anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Manfaatnya sama karena petugas juga tidak pernah pilih kasih. Apabila ada informasi, disampaikan ke semua peserta jadi tidak dibeda-bedakan. Menurut Ibu Zubaidah, bantuan sudah sesuai dengan peraturan. Bantuan berbeda karena menurut jumlah anak sekolah dan balita.Semakin banyak anak semakin banyak bantuan. Manfaat yang diterima sama rata. Manfaat sama rata dan tidak dibeda-bedakan. Ibu Arifah berkata bantuan sudah sesuai dengan peraturan.Manfaatnya merata karena semua dikumpulkan. Bantuan tidak sama rata.Ibu Ratna mengatakan bantuan sudah sesuai dengan peraturan. Bantuan berbeda-beda sesuai dengan peraturannya yaitu berdasarkan bayi dan anak sekolah. Manfaatnya ya sama sajalah untung membantu keuangan. Ibu Siti menuturkan bantuan sudah sesuai dan tidak pernah dipotong malah ditambah karena anak sudah masuk SD. Bantuan yang terima berbeda-beda tiap penerima tergantung jumlah tanggungan. Manfaat sama rata bagi semuanya. Mengenai jangkauan program ini, Ibu Indraweni mengatakan semua yang kurang mampu mendapat bantuan program.Ada memang sebagian orang yang mengaku miskin namun tidak diberi bantuan karena setelah dilihat lagi ternyata dia memiliki kekayaan seperti rumah milik sendiri dan sepeda motor.Menurut Ibu Lista tidak semua terbantu, namun ada banyak yang telah terbantu.Sebelumnya Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 57 masyarakat ada yang mampu namun mendapatkan bantuan tapi kemudian diselidiki oleh petugas dan bantuan diambil kembali.Bagi yang tidak mampu namun belum mendapat bantuan juga diusahakan oleh petugas agar diberi bantuan.Ibu Zubaidah mengatakan bantuan masih belum merata karena ada yang kurang mampu tapi tidak mendapat bantuan.Sewaktu peninjauan, keadaan masih bagus karena ada usaha seperti berjualan kemudian bangkrut dan tidak bisa berjualan karena tidak ada modal sehingga kurang biaya untuk anak sekolah.Namun, masyarakat yang mampu tidak ada yang mendapat bantuan.Ibu Arifah juga mengatakan belum semua yang miskin mendapat bantuan mungkin karena ada kesalahan dari pendataan.Namun yang mendapat bantuan memang yang benar-benar miskin. Menurut Ibu Ratna, sejauh yang dia ketahui, tetangganya merupakan orang yang mampu dari segi ekonomi jadi tidak ada yang mendapat bantuan. Ibu Siti berkata belum semua yang kurang mampu mendapat bantuan karena merupakan orang pindahan. Ada juga warga yang mampu namun mendapat bantuan PKH dan katanya akan dicoret namanya. Ternyata dulunya penerima bantuan itu menyewa rumah namun karena mendapat rezeki sekarang sudah membangun rumah bertingkat. 4.2.3 Responsivitas Responsivitas berkenaan dengan hasil yang dicapai dan yang diinginkan untuk memecahkan permasalahan dan memuaskan kebutuhan, preferensi atau nilai kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi target kebijakan.Responsivitasberkaitan dengan pertanyaan seberapa jauh pencapaian hasil telah memecahkan permasalahan. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 58 Bapak Isra menuturkan bila ditanya kepada masyarakat, pasti program ini tidak sesuai dengan keinginan mereka karena ini berkaitan dengan mental.Disinilah perlu ajaran agama tentang bersyukur telah dibantu. Kemudian, penerima butuh bantuan ekonomi namun diberi dana pendidikan. Sementara, untuk anak pergi ke sekolah belum makan karena tidak ada belanja. Kemudian masalah transport, anak diberi dana sekolah, namun tidak bisa pergi sekolah karena tidak ada ongkos. Hal ini membuat bantuan sekolah menjadi kurang tepat manfaatnya.Inilah ketidaksesuaian keinginan dan kebutuhan KSM. Ibu Yulisnina mengatakan bahwa penerima bantuan mengakui PKH telah banyak membantu, namun penerima bantuan yang akhirnya bantuannya dihentikan karena anaknya tidak ada lagi yang memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan berharap bantuan ini diperpanjang hingga SMA karena biaya saat SMA jauh lebih besar dibandingkan biaya untuk wajib belajar 9 tahun. Mengenai kunjungan ke peserta, selain untuk pemutakhiran data, pendamping juga mengunjungi peserta yang tidak hadir dalam pertemuan kelompok untuk menyampaikan informasi atau peserta yang tidak hadir ke posyandu untuk menanyakan alasan ketidakhadiran dan memberi arahan agar tetap melaksanakan kewajibannya. Awal tahun 2015 ini, atas instruksi dari Disosnaker, pendamping kembali mendata peserta PKH yang memiliki anak yang duduk di bangku SMA namun belum diketahui tujuan dari pendataan ini. Mengenai kesesuaian program dengan keinginan masyarakat, Ibu Indraweni berpendapat dia sangat bersyukur dengan adanya program ini jadi dia tidak bisa mengatakan program ini tidak sesuai dengan keinginan saya.Pelayanan Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara 59 dari petugas juga sudah sesuai dengan keinginannya.Ibu Lista mengatakan program ini sudah sesuai dengan keinginannya secara pribadi.Dia berharap program ini berlanjut dan biayanya kalau bisa ditambahkan dan bantuan dan mekanisme yang ada dalam ketentuan PKH. Dan keberhasilan implementasi PKH di kecamatan Medan Baru juga tidak terlepas dari peran implementornya, komunikasi yang terbangun, karakteristik agen pelaksana serta juga dari peserta PKH itu sendiri di dalam komitmennya melaksanakan kewajibannya. 2. Ada beberapa kendala atau hambatan yang terjadi dalam proses IImplementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di kecamatan Medan baru yaitu menyangkut masalah ketidak pastian jadwal tanggal pembayaran akan dilakukan, kurangnya jumlah tenaga pendamping PKH agar pelaksanaannya dapat lebih maksimal lagi, kurangnya sarana penunjang kerja pendamping PKH, serta juga adanya respon sinis atau kecemburuan sosial masyarakat non peserta PKH terhadap masyarakat peserta PKH. Universitas Sumatera Utara 2.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis terkait Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Baru, maka penulis ingin memberikan masukan ataupun saran, yaitu : 1. Sebaiknya ada ketentuan dari pusat jadwal tanggal pasti pencairan dana PKH. Karena waktu pembayaran yang tidak pasti, akan membuat kegiatan persiapan pembayarannya tersebut terkesan terburu-buru. 2. Perlu dilakukan survey secara dini dalam mendata kembali masyarakat rumah tangga sangat miskin secara objektif dalam penentuan peserta PKH untuk meminimalisir masalah kecemburuan sosial. 3. Perlu adanya penambahan jumlah tenaga pendamping minimal satu orang lagi, untuk membantu agar pelaksaan PKH di Kecamatan Medan Baru ini dapat lebih baik dan maksimal. 4. Hendaknya ada kontribusi yang lebih lagi dari Pemerintah Kota Medan dalam peranannya sebagai Tim koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dalam penyediaan sarana penunjang bagi kerja pendamping. 5. Hendaknya agar masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Baru betul-betul memprioritaskan penggunaan uang bantuan PKH yang mereka terima untuk kesehatan dan pendidikan. Karena secara tidak langsung, tujuan dari program ini untuk dapat memutus rantai kemiskinan keluarga penerima PKH tersebut. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Abidin, Said Zainal. 2004. Kebijakan Publik. Jakarta: Yayasan Pancur Siwah. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Baswir, Revrisond. 1999. Pembangunan Tanpa Perasaan, Evaluasi Pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Jakarta: ELSAM. Hadari, Nawawi. 1990. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Putra, Fadillah. 2003. Paradigma Kritis Dalam Study Kebijakan Publik dan Ruang Partisipasi Masyarakat dalam Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Soemitro, Sutyastie dkk. 2002. Kemiskinan dan Ketidakmerataan di Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta. Subarsono, AG.2005. Analisis Kebijakan Publik Konsep,Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES. Soetomo, 2006. Strategi-strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. Suyanto, Bagong. 2005. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media. Tangkilisan, Hesel Nogi. 2003. Kebijakan Publik Yang Membumi. Yogyakarta: Lukman Offset YPAPI. Universitas Sumatera Utara Usman, Sunyoto. 1998. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wahab, Solichin A. 2008. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Malang: UMM Press. Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Pressindo. Buku Kerja Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan). 2008. Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos RI Buku Pedoman Umum PKH. 2008.Direktorat Jenderal bantuan dan jaminan sosial Departemen Sosial RI. Situs Internet: http//www.sinarmedia-news.com RTSM Medan Terima Bantuan PKH.6 Februari 2010. http//www.mediaindonesia.com. 28 Januari 2010. http//www.pkh.depsos.go.id. 28 Januari 2010. http//www.hariansumutpos.com Rp 6,7 M untuk Rumah Tangga Miskin Medan. 6 Februari 2010 Universitas Sumatera Utara 1. Daftar Kuesioner 1. Apakah ibu mengerti tentang tujuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) ini? a. Mengerti b. Kurang Mengerti c. Tidak tahu d. Alasan : . 2. Dari mana awalnya Ibu mengetahui tentang Program Keluarga Harapan ini? a. Pihak Kecamatan b. Iklan / Sosialisasi c. Tetangga / Teman d. Lainnya, sebutkan . 3. Dalam pemberian dana PKH, apakah Ibu menerima Kartu Peserta PKH? a. Menerima b. Kurang tahu c. Tidak Menerima d. Alasan : 4. Menurut Ibu, apakah pemilihan peserta PKH sudah tepat sasaran? a. Sudah Tepat b. Kurang tahu c. Tidak Tepat d. Alasan: . 5. Menurut Ibu, Apakah penyaluran Dana PKH sudah berjalan dengan baik? a. Baik b. Kurang Baik Universitas Sumatera Utara c. Tidak Baik d. Alasan : . 6. Apakah Ibu menerima dana bantuan PKH tepat waktu? a. Tepat Waktu b. Kurang Tahu c. Tidak tepat waktu d. Alasan : 7. Apakah Ibu menerima bantuan dan PKH sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan? a. sesuai b. Kurang Tahu c. Tidak sesuai d. Alasan 8. Apakah ada terjadi pemotongan dalam penyaluran dana bantuan PKH? a. Ada b. Kurang Tahu c. Tidak Tahu d. Alasan: 9. Apakah Ibu merasakan manfaat dari Program Keluarga Harapan ini? a. Merasakan b. Kurang tahu c. Tidak Merasakan d. Alasan : . Universitas Sumatera Utara 10. Menurut Ibu, Apakah besarnya dana bantuan PKH ini sudah cukup memadai ? a. Memadai b. kurang tahu c. Tidak memadai d. Alasan : . 11. Apakah dana bantuan PKH tersebut Ibu tujukan untuk bidang kesehatan dan pendidikan? a. Iya b. Kurang Tahu c. Tidak d. Alasan : . 12. Apakah Ibu sudah memenuhi Kewajiban sebagai peserta PKH? a. Sudah b. kurang tahu c. Tidak d. Alasan : . 13. Apakah dana PKH yang ibu terima ditujukan bagi kesehatan bayi sesuai dengan protokol (ketentuan) PKH? a. Iya b. Kurang Tahu c. Tidak d. Alasan : . 14. Apakah dana PKH yang ibu terima ditujukan bagi kesehatan ibu hamil sesuai dengan protokol (ketentuan) PKH? Universitas Sumatera Utara a. Iya b. Kurang Tahu c. Tidak d. Alasan : . 15. Apakah dana PKH yang ibu terima digunakan untuk menyekolahkan anak usia pendidikan dasar sesuai dengan protokol (ketentuan) PKH? a. Iya b. Kurang Tahu c. Tidak d. Alasan : . 16. Apakah Ibu pernah menerima sanksi atau hukuman sebagai peserta PKH terkait pelaksanaan PKH? a. Pernah b. Kurang tahu c. Tidak pernah d. Alasan : . 17. Apakah Ibu mempunyai keluhan-keluhan dalam pelaksanaan PKH ini? a. Ada b. Kurang tahu c. Tidak ada d. Alasan : 18. Jika ada, apakah keluhan-keluhan Ibu itu ditanggapi oleh pelaksana PKH? a. Iya b. Kurang tahu Universitas Sumatera Utara c. Tidak d. Alasan : 19. Menurut Ibu, apakah pelaksana PKH sudah menjalankan tugasnya dengan baik? a. Sudah b. Kurang tahu c. Tidak d. Alasan : . 20. Apakah tentang Program Keluarga Harapan ini sering disosialisasikan kepada masyarakat? a. Sering b. Kurang tahu c. Jarang d. Alasan : . 21. Apakah Ibu mendapatkan pelayanan yang baik pada saat pemberian kartu Peserta PKH ataupun saat penyaluran dana PKh? a. Iya b. Kurang tahu c. Tidak d. Alasan : . . 22. Sejauh ini bagaimana tanggapan Ibu tentang Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Baru? a. Baik b. Kurang tahu c. Buruk Universitas Sumatera Utara d. Alasan : . 2. Daftar Wawancara 1. Bagaimana tahapan dari pelaksanaan Program Keluarga Harapan ini? Dan apakah sudah berjalan dengan baik? 2. Siapa-siapa saja yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan ini ? dan menurut Bapak apakah sudah tepat sasaran? 3. Apakah besar bantuan yang diterima peserta PKH sesuai dengan yang telah ditentukan, atau ada potongan? 4. Seperti apa dampak atau manfaat dari PKH ini terhadap penerimanya? 5. Siapa saja yang terlibat dalam proses implementasi PKH ini ?dan apakah pihakpihak yang terlibat sudah melaksanakan tugasnya dengan baik? 6. Apakah Bapak turun ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan ini? 7. Bagaimana dan seperti apa sosialisasi terhadap masyarakat penerima PKH di Kecamatan Medan Baru ini? 8. Menurut Bapak, apa kegunaan dari pembentukan kelompok Ibu penerima PKH? Dan apakah telah berfungsi dengan baik? 9. Menurut Bapak seperti apa sikap pelaksana PKH menyikapi keluhan masyarakat ataupun permasalahan terkait program ini? 10. Bagaimana menurut Bapak komitmen peserta PKH terkait kewajibannya yang telah diatur dalam ketentuan PKH? Universitas Sumatera Utara
Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Besar Bantuan PKH Pengorganisasian Gambar 1 Data Kuesioner Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Defenisi Konsep Bentuk Penelitian Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas di dalam Pelaksanaan PKH Identitas Responden Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Kebijakan Publik Kerangka Teori Kemiskinan Penyuluhan dan inovasi pembangunan Kependudukan Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Kesimpulan A. Kesimpulan Pelaksanaan PKH Latar Belakang Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Lokasi Penelitian Informan penelitian Teknik pengumpulan Data Pemanfaatan sumberdaya secara efisien, Perumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Tujuan Strategi Sarana dan Prasarana Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Johor. Batas-batas dan Luas Wilayah. Struktur Birokrasi Proses Komunikasi Kepemimpinan dan Pengambil Keputusan, Teknik Analisa Data Penerapan Metode Penelitian di Lapangan Tujuan Program Keluarga Harapan Sasaran Penerima Program Keluarga Harapan VISI dan MISI Kecamatan Medan Johor
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor

Gratis