Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor

 12  78  113  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

Proposal Penelitian Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor

Proposal Penelitian Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Disusun Oleh :

SUJI NOVANDA SARI (060903015) DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA HALAMAN PERSETUJUAN

  Apabila diihat dari keadaan penerima bantuan PKH tersebut mereka menggunakannya untuk membantu kondisi sosial dan pendidikan anak-anak Rumah Tangga Sangat Miskin,membantu biaya kesehatan & gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RumahTangga Sangat Miskin, serta menyadarkan peserta PKH akan pentingnya layanan pendidikan dan Posyandu. Apabila diihat dari keadaan penerima bantuan PKH tersebut mereka menggunakannya untuk membantu kondisi sosial dan pendidikan anak-anak Rumah Tangga Sangat Miskin,membantu biaya kesehatan & gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RumahTangga Sangat Miskin, serta menyadarkan peserta PKH akan pentingnya layanan pendidikan dan Posyandu.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Dengan memperhatikan kondisi yang seperti di atas, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan program yang merupakan penegembangan sistem perlindungan sosial yang dapatmeringankan dan membantu rumah tangga sangat miskin dalam hal mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan Pendidikan Dasar dengan harapan program ini akan dapatmengurangi kemiskinan di negara kita. Dalam hal ini memberikan data dan informasi yang berguna bagi semua kalangan terutama bagi mereka yang secara serius mengamati jalannyapelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) serta dapat dijadikan sebagai kontribusi terhadap pemecahan permasalahan yang terkait dengan program tersebut.

1.5.1. Kebijakan Publik

  Pandangan yang kedua, ialah pendapat para ahli melihat kebijakan publik sebagai keputusan- keputusan yang mempunyai tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran tertentu dan mempunyaidampak dan akibat- akibat yang diramalkan (predictable), atau dapat diantisipasikan sebelumnya. Seperti apa yang dikemukakan Nakamura dan Smal Wood dalam Wahab(2008:52), bahwa kebijakan publik adalah serentetan instruksi/perintah dari para pembuat kebijakan yang ditujukan kepada para pelaksana kebijakan yang menjelaskan tujuan-tujuanserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Policy Formulation (formulasi kebijakan)

  Dalam menentukan kebijakan pada tahap ini dapat menggunakananalisis biaya manfaat dan analisis keputusan, dimana keputusan yang harus diambil forecasting untuk memecahkan masalah yang didalamnya terkandung konsekuensi dari setiap pilihan kebijakan yang akan dipilih. Terdapat di dalamnya beberapa hal yaitu identifikasi alternative kebijakan yang dilakukanpemerintah untuk merealisasikan masa depan yang diinginkan dan juga mengidentifikasi alternative-alternative dengan menggunakan kriteria-kriteria yangrelevan agar efek positif alternative kebijakan lebih besar daripada efek negative yang akan terjadi.

1.5.2 Efektifitas

1.5.2.1 Pengertian Efektifitas

  Dengan kata lain, suatuakktifitas yang dikatakan efektif apa bila sudah tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditentukan secara sederhana dapat dikatakan efektifitas kerja berarti penyelesaian suatupekerjaan tetap pada waktunya yang telah ditetapkan, atau bisa dikatakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Menurut Stoner dalam Tangkilisan (2000:138) yang menekankan pentingnya efektifitas organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi, dan efektifitas adalah kuncidari suatu kesuksesan suatu apa bila sudah tercapainya tujuan dan sasaran yang telah The Liang Gie (1981:108) mengatakan efektifitas itu adalah suatu kegiatan yang mengandung pengertian tentang terjadinya sesuatu akibat yang dikehendaki.

1.5.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas

  Pada kenyataan, para anggota organisasi mungkin merupakan faktor pengaruh yang paling penting atas efektifitas karena prilaku merekalah yang dalam jangka panjang akanmemeperlancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi. Kebijakan dan Praktek ManajemenTerdapat beberapa mekanisme khusus untuk meningkatkan efektifitas organisasi yaitu meliputi penetapan tujuan strategi, pemanfaatan sumberdaya secara efisien, struktur birokrasi,proses komunikasi, kepemimpinan dan pengambil keputusan, serta penyuluhan dan inovasi pembangunan.

a. Tujuan Strategi

  Menurut Stoner (1991:139) strategi dapat didefenisikan paling sedikit dua perspektif yang berbeda: dari perspektif mengenai apa yang akan dilakukan oleh sebuah organisasi, danjuga dari perspektif mengenai apa yang akan dilakukan oleh sebuah organisasi, apakah tindakannya sejak semula memang sudah demikian direncanakan atau tidak. Kata “program”dalam defenisi ini menyiratkan adanya peranan peran yang aktif, yang didasari, dan yang rasional, yang dimainkan oleh manajer dalam merumuskan strategi organisasi/perusahaan.

b. Pemanfaatan sumberdaya secara efisien

  Untuk memiliki sumberdaya manusia yang terlatih dan terampilsebuah organisasi bisnis dapat melakukan pelatihan, pendidikan dan bimbingan bagi sumberdaya manusianya. Sedangkan menurut Van Meter dan van Horn dalam Subarsono (2005:99) menyatakan bahwa ada enam variabel yang mempengaruhi kinerja pelaksanaan yakni:1) Standar dan Sasaran Kebijakan Standar dan sasaran kebijakan harus jelas dan terukur sehingga dapat direalisasikan.

c. Struktur Birokrasi

  Salah satu dari aspek struktur yang paling pentingdari setiap organisasi adalah adanya prosedur operasi yang standar (standar operating procedures atau SOP). Selain itu struktur organisasi yang terlalu panjang akan cenderung melemahkan pengawasan dan menimbulkan red-tape, yakni prosedur birokrasi yang rumit dan kompleks.

d. Proses Komunikasi

  Penyuluhan dan inovasi pembangunan Ahli informasi pembangunan melalui penyuluhan menghasilkan perubahan tatanan sosial yang memerlukan kesesuaian antara perubahan dan inovasi penyebab perubahan dalamsubsistem teknologi dan subsistem struktur dan tata nilai. Menurut Slamet (1994:184) bahwa kriteria keberhasilan penyuluhan pembangunan dari sudut khalayak sasaran penyuluhan dicirikan oleh hal-hal berikut:Adanya unsur pemahaman, kepedulian, dan kemampuan masyarakat dalam - menyeleksi dan menerapkan beragam inovasi pembangunan,Komitmen dan kesepakatan aktif untuk meningkatkan kesuksesan beragam - dimensi program pembangunanKehidupan yang lebih baik.

1.5.3 Kemiskinan

  Menurut Nurwidiastuti dalam Daulay (2009:10) mengatakan bahwa miskin adalah seseorang atau sekelompok orang yang tidak mampu mencukupi tingkat kemakmuranekonomi yang dianggap sebagai kebutuhan minimal dari standar hidup tertentu. Apabila bila ia bekerja dengan upah yang sangat minim, dibawah UMR (upahminimum rakyat), yang mengakibatkan jutaan anak tidak bisa mengenyam pendidikan, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan investasi, dan masalah lain yangmenjurus ke arah tindakan kekerasan dan kejahatan.

1.5.4 Program Keluarga Harapan (PKH)

1.5.3.1 Pengertian Program Keluarga Harapan

  Program keluarga harapan adalah merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM),yaitu program pemerintah yang tertuang dalam RPJPN (Rencana Pembangunan JangkaPanjang) Tahun 2005 s/d 2025 (Undang Undang N0. Tujuan uji coba adalah untuk mengujiberbagai instrumen yang diperiukan dalam pelaksanaan PKH, seperti antara lain metode penentuan sasaran, verifikasi persyaratan, mekanisme pembayaran, dan pengaduanmasyarakat.

1.5.3.2 Tujuan Program Keluarga Harapan

1.5.3.3 Sasaran Penerima Program Keluarga Harapan

  Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas:(1) Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM;(2) Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM;(3) Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM;(4) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM. Tujuan utama PKH Kesehatan adalah meningkatkanstatus kesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin, melalui pemberian insentif untuk melakukan kunjungan kesehatan yang bersifat Komponen pendidikan dalam PKH dikembangkan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar wajib 9 tahun serta upaya mengurangi angka pekerja anak padakeluarga yang sangat miskin.

1.5.3.4 Besar Bantuan PKH

  UPPKH Kab/Kota (Unit Pelaksana Program Keluaraga Harapan Kab/Kota)-Pelaksanakan program dan memastikan bahwa alur informasi yang diterima dari kecamatan Pendamping - merupakan pihak kunci yang menjembatani penerima manfaat dengan pihakpihak lain yang terlibat di tingkat kecamatan maupun dengan program di tingkatkabupaten/kota. Dalam pelaksanaan PKH terdapat Tim Koordinasi yang membantu kelancaran program di tingkat provinsi dan PT Pos yang bertugas menyampaikan informasi berupaundangan pertemuan, perubahan data, pengaduan dan seterusnya serta menyampaikan bantuan ke tangan penerima manfaat langsung.

BPS SURVEY

  POS.jadwal kunjunganberikut Pembayaran Kunjungan sesuaiberikutnya jadwal yang telahtiap tiga bulan ditentukanpenuh 3 thnReserti Kunjungan tidak fikasiPembayara sesuai jadwal yangn dikurangi telah ditentukan Sumber: Buku Pedoman Umum PKH Dari gambar di atas, BPS mendata masyarakat Kecamatan Medan Johor yang berhak memperoleh mendapatkan PKH untuk menjadi peserta penerima bantuan PKH dengan kriteriasangat miskin dan terdapat ibu hamil, balita dan pendidikan 9 tahun. Apabila kunjungansesuai jadwal yang telah ditentukan maka pembayaran berikutnya tiap tiga bulan penuh, dan apabila kunjungan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan maka dikurangi.

I. 6 Defenisi Konsep

  Agar memperoleh batasan yang jelas dari setiap konsep yang diteliti, maka penulis mengemukakan defenisi konsep sebaga berikut: Efektifitas sebagai Kebijakan yang tercapainya berbagai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, dan tepat waktu dengan menggunakan sumber-sumber tertentu yang sudahdialokaikan untuk melakukan kegiatan. Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah ataupun swasta dalam melaksanakan Program Keluarga Harapan, yaitusebuah program jaminan sosial bersyarat untuk membantu rumah tangga sangat miskin memperoleh akses pelayanan dasar yaitu pendidikan dan kesehatan.

BAB II METODE PENELITIAN II.1 Bentuk Penelitian Bentuk yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan

  Sebagaimana dikatakan Nawawi (1990:64) bahwa metode deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah atau fenomena yang ada pada saatpenelitian dilakukan atau bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan interpretasi rasional yang akurat. Menurut Suyanto (2005: 172) informan dapat dikatakan sebagai berikut: 1) InformanKunci (Key Informan) merupakan mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian; 2) Informan Utama merupakan mereka yang terlibatlangsung dalam interaksi sosial yang diteliti; 3) Informan Tambahan merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yangditeliti.

II. 4 Teknik pengumpulan Data

  Penulis melakukan penelitian di Kecamatan Medan Johor selama lebih kurang 3 minggu, pada awalnya peneliti mohon kesediaan para informan agar berkenan untukdiwawancarai dan mengisi kuesioner, dengan harapan informan memberikan jawaban serta isian kuesioner yang tepat, dan peneliti menjamin kerahasian identitas informan, dengan caramenghapus data identitas informan tersebut. Pemberian kuesioner dan wawancara kepada informan utama dilakukan bertepatan waktu dengan pembayaran bantuan PKH tersebut di kantor Pos Kecamatan Medan Johor,sehingga sejumlah informan utama lebih banyak meluangkan waktu mereka untuk mengisi kuesioner dan wawancara serta mempermudah peneliti pada saat wawancara dan prosespengisian kuesioner.

BAB II I DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

3.1 GAMBARAN UMUM WILAYAH KECAMATAN MEDAN JOHOR.

3.1.1 Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Johor

  Kecamatan Medan Johor adalah salah satu dari 21 Kecamatan yang berada diWilayah Kota Medan berada pada ketinggian 12 M dari permukaan laut, yang sebelumnya termasuk Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Patumbak danKecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. Terakhir dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor : 50 Tahun 1991,Kecamatan Medan Johor mengalami pemekaran sehingga jumlah kelurahan menjadi 6 kelurahan yaitu Kelurahan Suka Maju, Kelurahan Titi Kuning, Kelurahan Kedai Durian, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kelurahan Gedung Johor dan Kelurahan Kwala Bekala.

3.1.2 Batas-batas dan Luas Wilayah

3.2 Kependudukan Tabel 1: Data Kelurahan Yang Ada di Kecamatan Medan Johor

TITI KUNING

KEDAI DURIAN

PKL. MASYHUR

  550 7.159 17.329 17.417 34.746 15 47 16 J U M L A H 1.696 29.504 72.349 71.081 143.430 81 198 64Sumber: data penduduk kecamatan Medan Johor 2010 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Kelurahan Kwala Bekala memiliki lahan yang paling luas dan jumlah penduduk yang terbanyak, namun bila dilihat dari segikepadatan penduduk maka Kelurahan Pkl. Masyur merupakan Wilayah terpadat yaitu 7.355 jiwa / km2, dari jumlah penduduk Kecamatan Medan Johor yangmendapatkan dana PKH sebanyak 1082 ibu rumah tangga.

KWALA BEKALA

  Table 6: Jumlah Data Pemukiman di Kecamatan Medan Johor Kecamatan Medan Johor merupakan daerah pemukiman penduduk dan daerah pengembangan wisata yang dalam hal ini telah terbangun berbagai jenis hunian danuntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :No Jenis Pemukiman Jumlah Keterangan 1. Table 7 : Banyaknya Jumlah Sekolah di Kecamatan Medan Johor Dalam meningkatkan mutu dan kwalitas sumber daya manusia di KecamatanMedan Johor agar tercipta tenaga trampil dan handal yang berwawasan Imtaq danIptek yang berdaya guna dan berhasil guna, Pemerintah Kota Medan dan YayasanPendidikan Swasta berupaya menyediakan sarana pendidikan untuk kebutuhan masyarakat, antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah : No Jenis Sekolah Jumlah Keterangan 1.

3.4 VISI dan MISI Kecamatan Medan Johor

  VISI Dengan mengacu kepada Visi Kota Medan yaitu Medan Metropolitan yangModern, Madani dan Religius maka visi Kecamatan Medan Johor adalah“Menciptakan Kecamatan Medan Johor yang Bersih, Sehat, Tertib, Aman, Rapi danIndah serta berwawasan lingkungan”, melalui Pemberdayaan Kelurahan dengan memberdayakan masyarakat di segala bidang. Dengan terwujudnya misi Kecamatan Medan Johor maka telah mendukung kemajuan dan kemakmuran Medan Kota Metropolitan melalui berkerja sama dansama-sama bekerja yang merupakan Motto Kota Medan.

BAB IV PENYAJIAN DATA Setelah melakukan penelitian dan pengumpulan data di lapangan melalui wawancara

  Tabel 30: Distribusi jawaban penerima sanksi atau hukuman peserta PKH No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase 1 Pernah 20 100 2 Kurang Tahu - - 3 Tidak Pernah - -Jumlah 20 100 Sumber : Hasil angket penelitian 2010Dari tabel di atas maka dapat dilihat bahwa peserta PKH tidak pernah menerima sanksi ataupun hukuman, yang terkait dalam pelaksanaan PKH sebanyak 100%, hal ini dikarenakanpeserta PKH patuh terhadap komitmen yang telah disetujui dan ditetapkan. 14 15 Jumlah 20 100Sumber : Hasil angket penelitian 2010 3 3 Jarang 15 3 2 Kurang Tahu 70 1 Sering No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase Tabel 33: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Sosialisasi yang Dilakukan Terkait PKH di Kecamatan Medan Johor Dari pendapat responden dan hasil survey penulis maka dapat dianalisa bahwa pelaksana PKH di Kecamatan Medan Johor sudah menjalankan kewajibannya dengan baik.

BAB V ANALISA DATA Dari seluruh data yang telah disediakan secara menyeluruh yang diperoleh selama

  Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dariRTSM, meningkatkan status kesehatan ibu dan anak Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin, melalui pemberian insentif untuk melakukan kunjungan kesehatanyang bersifat preventif (pencegahan, dan bukan pengobatan), meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM, yang dilaksanakan oleh PanitiaPKH Kecamatan Medan Johor. Sesuatu yang dikatakan efektif apabila tujuan itu memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhannya, dalam hal ini penerimaan bantuan PKH bagi peserta PKH cukupbermanfaat membantu mereka dalam bidang kesehatan ibu hamil dan balita serta pendidikan dasar anak di Kecamatan Medan Johor.

5.2.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas di dalam Pelaksanaan PKH

  Ciri kerja, faktor yang terpenting adalah para pekerja itu sendiri, dalam hal ini pelaksanaPKH telah sepenuhnya menjalankan tugasnya dengan baik, hal ini sesuai dari hasil jawaban responden di Tabel 32 ( Distribusi jawaban responden tentang pelaksana sudah menjalankantugasnya dengan baik) menyatakan bahwa pelayanan pelaksanaan PKH sudah baik diKecamatan Medan Johor. Kesesuaian Besarnya Bantuan PKH, mengenai standar kebijakan yang menyangkut masalah kesesuaian besarnya bantuan yang diterima oleh masing-masing peserta PKH, tidaksemuanya sama seperti yang telah ditetapkan oleh Program ini bisa saja berbeda antara peserta yang satu dengan yang lainnya, karena skenario pemberian jumlah bantuan PKH initergantung pada komposisi anggota keluarga penerima PKH tersebut.

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

  Adanya kerjasama antara pelaksana PKH di Kecamatan Medan Johor untuk memberikan informasi tentang jenis dan sistem layanan yang akan mereka berikan sehinggalayanan panitia pada saat proses pelaksanaan PKH di Kecamatan Medan Johor sudah berjalan dengan lancar, relatif singkat, tepat waktu, tidak berbelit-belit dan cukup nyaman bagi pesertaPKH. Peserta PKH di Kecamatan Medan Johor sampai saat ini selalu menerima bantuan sesuai jumlahnya menurut prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, tanpa adanya potongansedikitpun sesuai dengan prosedur, jumlah dana bantuan PKH di Kecamatan Medan Johor tersebut sudah cukup bermanfaat untuk membantu biaya kesehatan ibu dan balita sertapendidikan dasar anak-anak mereka, walaupun masih ada 10% yang menyatakan masih belum memadai.

C. Kesimpulan Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan penelitian tentang pelaksanaan PKH di Kecamatan Medan Johor, antara lain untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan PKH, untuk mengetahui komitmenpeserta PKH, dan untuk mengetahui manfaat peserta PKH di Kecamatan Medan Johor. Peserta PKH di Kecamatan Medan Johor patuh dan konsekwen terhadapkomitmen yang telah disepakatinya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

6.2. SARAN

  Berdasarkan dengan hasil penelitian yang telah dilakuka n oleh penulis sehubungan dengan Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Medan Johor, makapenulis ingin memberikan masukan ataupun saran, yaitu: 1. Apabila ada keterlambatan dalam pelaksanaan PKH oleh karena pengiriman blanko isian yang tidak tepat waktu maka sebaiknya ada kordinasi yang baik antara Panitia Pusat danDaerah, sehingga pendistribusian blanko-blanko isian yang diminta sesuai dengan jumlah 2.

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DIKECAMATAN MEDAN JOHOR DAFTAR KUESIONER

  Peneliti sangat mengharapkan semua pertanyaan dijawab dengan jujur, benar, dan jelas. Jawablah pertanyaan tersebut dengan cara menyilangi salah satu jawaban yang menurut Ibu benar.

C. DAFTAR KUESIONER PENELITIAN

  Apakah ibu menerima bantuan dan PKH sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan?. Apakah dana PKH yang ibu terima ditunjukkan bagi kesehatan dan ibu hamil sesuai dengan ketentuan PKH?.

DAFTAR PEDOMAN WAWANCARA

  Apakah besar bantuan yang diterima peserta PKH sesuai dengan yang telah ditentukan, atau ada potongan? Bagaimana dan seperti apa sosialisasi terhadap masyarakat penerima PKH diKecamatan Medan Johor ini?

Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Besar Bantuan PKH Pengorganisasian Gambar 1 Data Kuesioner Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Defenisi Konsep Bentuk Penelitian Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas di dalam Pelaksanaan PKH Identitas Responden Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Kebijakan Publik Kerangka Teori Kemiskinan Penyuluhan dan inovasi pembangunan Kependudukan Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Kesimpulan A. Kesimpulan Pelaksanaan PKH Latar Belakang Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Lokasi Penelitian Informan penelitian Teknik pengumpulan Data Pemanfaatan sumberdaya secara efisien, Perumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Tujuan Strategi Sarana dan Prasarana Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kecamatan Medan Johor Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Johor. Batas-batas dan Luas Wilayah. Struktur Birokrasi Proses Komunikasi Kepemimpinan dan Pengambil Keputusan, Teknik Analisa Data Penerapan Metode Penelitian di Lapangan Tujuan Program Keluarga Harapan Sasaran Penerima Program Keluarga Harapan VISI dan MISI Kecamatan Medan Johor
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Efektifitas Pelaksanaan Program Keluarga Hara..

Gratis

Feedback