Feedback

The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan.

Informasi dokumen
THE VIEW T W ENTER RTAINTMENT D DAN PEN NGARUHN NYA DALAM MENA ARIK PEN NGUNJUNG DI G GRAND SW WISS-BE EL HOTE EL MEDA AN ERTAS KARYA K KE OLEH : M MUAMAL LLAH 0822040013 PR ROGRAM M STUDI PARIWIISATA FAKULT TAS ILM MU BUDA AYA UNIIVERSIT TAS SUMA ATERA U UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN OLEH MUAMALLAH NIM : 082204013 Dosen Pembimbing, Dosen Pembaca, Hasrun Tanjung, S.E NIP. Drs. Mukhtar, S.Sos. S.Par. M.A NIP. 195806151987031001            Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Kertas Karya : THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN Oleh : MUAMALLAH NIM : 082204013 FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan, Dr. Syahron Lubis, M.A. NIP.19511013 197603 1 001 PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA Ketua, Arwina Sufika, S.E., M.Si. NIP.19640821 199802 2 001       Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI   Hotel dalam memberikan jasa pelayanan bagi tamunya selalu berusaha agar para tamu yang menginap mendapatkan kepuasan yang optimal, baik itu dalam memberikan pelayanan makan dan minum, penginapan, olahraga, dan hiburan ( entertaintment ). Bidang Entertaintment di hotel cukup banyak jenisnya apakah itu Bar, Karaoke, Pub ataupun executive Club. Kesemuanya bertujuan untuk menghibur tamu dengan memberikan suasana yang santai dengan suara musik yang enak didengar tentunya. Jenis Entertaintment semacam ini sangat diminati bagi tamu dan biasanya tempattempat hiburan seperti ini selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang baik dari dalam ataupun luar hotel khususnya yang berjiwa muda dan ingin menghilangkan kejenuhan dari aktivitas kerja setiap hari yang melelahkan. Jasa Entertaintment yang ada di Grand Swiss-Bel Hotel Medan terdiri dari beberapa jenis. Terserah tamu untuk memilih tempat untuk mencari hiburan yang diminatinya sendiri. Agar jenis hiburan yang dimiliki dapat berjalan sesuai target, maka perlu ditangani oleh manajemen yang baik, sehingga tamu yang berkunjung tidak bosan dan jenuh dan juga mereka mau membelanjakan uangnya untuk membeli minuman atau makanan yang tersedia sehingga pihak hotel pun mendapatkan profit yang cukup besar. Keywords : Pub, Karaoke, Entertaintment                       Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim Puji dan sukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW berkat rahmat dan hidayah Nya penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini sebagai suatu syarat menyelesaikan perkuliahan Program Diploma-III Bidang Keahlian Perhotelan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, dengan judul “ THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN “. Dalam penyelesaian kertas karya ini penulis banyak mendapat kesulitan yang disebabkan oleh keterbatasan waktu, literature serta kekurangmampuan penulis sendiri dalam menulis dan menganalisa secara ilmiah. Untuk itu penulis dengan kerendahan hati menerima kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan kertas karya ini. Selama dalam penulisan kertas karya ini, penulis benyak menerima dorongan dan bimbingan baik moral maupun materil. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Arwina Sufika, S.E. M.Si, selaku pelaksana Ketua Program Studi Pariwisata. Universitas Sumatera Utara 3. Alm. Bapak Tengku Djohan Monel H.E, selaku Koordinator Praktek Bidang Keahlian Perhotelan. 4. Bapak Hasrun Tanjung, S.E, selaku Dosen Pembimbing. 5. Bapak Drs. Mukhtar, S.Sos. S.Par. M.A selaku Dosen Pembaca penulis yang telah memberikan pengarahan dan saran-saran selama penyusunan kertas karya ini. 6. Staf pengajar Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 7. Pimpinan, Staf dan Karyawan Grand Swiss-Bel Hotel Medan. 8. Ke dua Ayahanda tercinta, Alm. Nurachman dan Agus Prayetno yang telah memberikan dukungan dan bimbingan baik secara moril dan materil serta telah bersabar dan bersusah payah dalam mendidik dan membiayai penulis selama masa perkuliahan dan selama pengerjaan kertas karya ini. 9. Ke dua Ibunda tercinta yang telah mencurahkan seluruh kasih sayang dalam memberi semangat, bimbingan, do`a dan pengorbanan yang tidak terhingga. 10. Abang Ijal dan Kabol, Kakak Dodek, Ayu, Bibit, Qomah dan Adik Joko yang telah memberikan semangat dan kasih sayangnya kepada penulis untuk meraih cita-cita. 11. Adinda Puspita Kesuma Hati Harahap “ Eneng ” yang telah memberikan dukungan dan bersabar dalam menghadapi mood yang terkadang tidak menentu yang dihadapi oleh penulis selama menyelesaikan kertas karya ini. Universitas Sumatera Utara 12. Kawan-kawan satu bendera, satu hati, satu nasip dan satu rasa : Aries “LAEKudin”, Dedi “PEMOudin”, Hendro “COTEPudin”, Rian “JOMBANGudin”, Yofie “EMPIudin”, Landra “BAONGudin” dan Reza “RABUNudin” yang selalu menemani menghabiskan waktu pagi,siang,malam bersama. Biar uang pas-pasan tapi royal. (koslappunyabarang) 13. Seluruh Mahasiswa Hotel`08 selaku teman seperjuangan. Semoga Allah SWT membalas segala amal dan bantuan yang penulis terima dari semua pihak dengan pahala berlipat ganda dan semoga kertas karya ini memberi manfaat bagi kita semua dan juga bagi penulis sendiri. Amin Ya Rabbal `Alamin. Medan, September 2011 Penulis Muamallah NIM : 082204013 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI   Daftar Isi i Kata Pengantar . iv Abstraksi . viii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul . 1 1.2 Tujuan Penulisan . 1.3 Batasan Masalah 3 1.4 Metode Penelitian . 3 1.5 Sistematika Penulisan 4 2 BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Entertaintment 6 2.2 Operasional Entertaintment yang Menyeluruh . 6 2.3 Ruang Lingkup Entertaintment Departemen di Hotel . . 8 2.4 Fungsi dan Tujuan Entertaintment . 9 Universitas Sumatera Utara 2.5 Pelayanan yang Diberikan di Tempat Hiburan . 10 BAB III GAMBARAN UMUM GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN 3.1 Sejarah Berdirinya Hotel . 15 3.2 Makna Logo Peusahaan . 16 3.3 Struktur Organisasi Perusahaan . 16 3.4 Fasilitas Hotel . 20 3.5 Jenis Tamu yang Menginap . 23 3.5.1 Lamanya Tamu Menginap 24 3.5.2 Fasilitas Umum . 24 BAB IV THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN 4.1 Pembagian The View Entertainment 26 4.2 Makanan dan Minuman yang Tersedia di The View 27 4.2.1 Desain Interior The View . . 27 Universitas Sumatera Utara 4.2.2 Musik yang Disajikan . 4.3 29 The View Entertaintment dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung di Grand Swiss-Bel Hotel Medan . . 29 4.4 Masalah Dalam Operasional The View Entertaintment 31 4.5 Kebijakan Pihak Manajemen Dalam Menghadapi Masalah . 32 BAB V PENUTUP 34                         Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI   Hotel dalam memberikan jasa pelayanan bagi tamunya selalu berusaha agar para tamu yang menginap mendapatkan kepuasan yang optimal, baik itu dalam memberikan pelayanan makan dan minum, penginapan, olahraga, dan hiburan ( entertaintment ). Bidang Entertaintment di hotel cukup banyak jenisnya apakah itu Bar, Karaoke, Pub ataupun executive Club. Kesemuanya bertujuan untuk menghibur tamu dengan memberikan suasana yang santai dengan suara musik yang enak didengar tentunya. Jenis Entertaintment semacam ini sangat diminati bagi tamu dan biasanya tempattempat hiburan seperti ini selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang baik dari dalam ataupun luar hotel khususnya yang berjiwa muda dan ingin menghilangkan kejenuhan dari aktivitas kerja setiap hari yang melelahkan. Jasa Entertaintment yang ada di Grand Swiss-Bel Hotel Medan terdiri dari beberapa jenis. Terserah tamu untuk memilih tempat untuk mencari hiburan yang diminatinya sendiri. Agar jenis hiburan yang dimiliki dapat berjalan sesuai target, maka perlu ditangani oleh manajemen yang baik, sehingga tamu yang berkunjung tidak bosan dan jenuh dan juga mereka mau membelanjakan uangnya untuk membeli minuman atau makanan yang tersedia sehingga pihak hotel pun mendapatkan profit yang cukup besar. Keywords : Pub, Karaoke, Entertaintment                       Universitas Sumatera Utara                   Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul Adanya jasa Entertaintment di satu hotel sangat berperan penting dalam menambah pendapatan hotel selain dari pendapatan kamar , makanan dan minuman. Walaupun penghasilan hotel dari penjualan kamar serta makanan dan minuman masih yang utama, namun untuk jasa Entertaintment juga sangat mendukung dalam melengkapi sarana yang ada di hotel tersebut sehingga tamu yang menginap tidak usah keluar hotel untuk mencari hiburan yang mereka inginkan. Untuk jam operasinya biasanya tempat-tempat hiburan ini buka pada malam hari di mulai pukul 20.00 sampai dengan pukul 02.00 dini hari, dan untuk hari libur mereka buka lebih lama karena biasanya tamu yang berkunjung juga lebih banyak. Berbagai langkah yang baik perlu dilakukan dalam menangani jasa Entertaintment ini, baik dari pengorganisasian dan juga penambahan fasilitas yang memanjakan tamu sehingga mereka merasa seperti di rumah sendiri. Segala macam musik disajikan di tempat- tempat hiburan seperti ini mulai dari musik Jazz, Rock, Pop hingga Dangdut sekalipun juga ada. Untuk di Grand Swiss-bel Hotel Medan terdapat tempat hiburan seperti The View Entertaintment yang menyajikan live musik dengan penampilan Penyanyi atau Universitas Sumatera Utara Band dengan lagu-lagu yang popular dan diminati para pengunjung khususnya yang berjiwa muda. Bagian yang berhubungan dengan pelaksanaan Entertaintment seperti Food & Beverage Department, karena dalam hal ini pihak jasa Entertaintment mengambil bahan makanan dari Food & Beverage Product. Memang biasanya para tamu hanya minta disuguhi minuman saja, tetapi ada juga yang memesan makanan ringan dan berat seperti Nasi Goreng, Mie Goreng atau Kacang Tanah. Buah-buahan seperti jeruk juga diambil dari Food & Beverage Product untuk dijadikan Jus Jeruk. Keberadaan jasa The View Entertainment menambah semarak dunia hiburan di Grand Swiss-bel Hotel Medan. Para tamu merasa senang karena dapat mencari hiburan pada malam hari dengan mudah didapat, dari pihak hotel mendapat keuntungan dari jasa Entertaintment. Hal ini yang membuat penulis merasa tertarik untuk membahas masalah THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN. 1.2 Tujuan Penulisan Setiap tulisan tentunya mempunyai tujuan tertentu tak terkecuali juga tulisan ini juga mempunyai tujuan dan manfaat yaitu : a. Untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman lebih luas tentang bagaimana keberadaan jasa hiburan dalam menarik pungunjung dalam suatu hotel. Universitas Sumatera Utara b. Lebih mendalami bagaimana sistem yang diterapkan dalam menangani jasa hiburan di hotel dengan konsep yang ditentukan oleh pihak manajemen. c. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian Diploma-III Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. d. Menambah wawasan penulis dalam dunia hiburan yang disajikan di hotel. e. Menjadikan salah satu promosi bagi perusahaan dalam hal ini Grand Swiss-bel Hotel Medan dalam mempromosikan Entertaintment yang dimilikinya. f. Menambah ilmu bagi para pembaca khususnya yang ingin lebih mengetahui bidang Entertaintment di hotel. 1.3 Batasan Masalah Mengingat akan pengetahuan di bidang hotel yang luas, maka penulis merasa perlu untuk membuat suatu batasan masalah sehingga tujuan dari penulisan Kertas Karya ini tidak lari dari yang telah ditentukan sebelumnya. Dan untuk menghindari kesimpang siuran akan tema yang dibicarakan maka penulis hanya membicarakan sebatas bagaimana pengaruh Entertaintment, bagaimana Entertaintment dapat menarik pengunjung, dan bagimanakah pengaruh dan daya tarik pengunjun Entertaintment pada Grand Swiss-bel Hotel Medan. Selain itu juga mebahas masalah dalam operasional Entertaintment dan kebijakan dalam menghadapi masalah yang ada demi tercapainya Entertaintment yang sesungguhnya. 1.4 Metode Penelitian Universitas Sumatera Utara Untuk memperoleh bahan-bahan yang berhububungan langsung dengan hal yang dibicarakan maka penulis mengambilnya dari beberapa sumber apakah itu Surat Kabar, Majalah, Brosur dan Internet yang berhubungan langsung dan memberikan informasi yang diperlukan untuk melengkapi Kertas Karya ini. Disamping itu penulis juga mendapatkan informasi langsung dengan turun langsung ke Lapangan dengan berkunjung ke tempat tersebut dan membuat data yang lalu menuangkannya ke dalam Kertas Karya ini. Secara garis besar metode Penelitian yang dilakukan terbagi dua, yaitu : 1. Library Research ( Bahan Pustaka ) Suatu cara memperoleh data melalui sember tulisan seperti Buku, Internet, Brosur, Majalah dan segala catatan yang mempunyai informasi yang potensial dan dapat dijadikan sebagai bahan Kertas Karya yang penulis selesaikan ini. 2. Field Reasearch ( Riset Lapangan ) Riset lapangan adalah suatu cara untuk memperoleh bahan informasi dengan mengadakan penelitian secara langsung ke objek yang di teliti sehingga informasinya tidak salah dan lebih akurat. 1.5 Sistematika Penulisan Setelah mengumpulkan data maka penulis membaginya dalam beberapa Bab yang setiap babnya berhubungan yang maksutnya adalah agar lebih mudah untuk dipahami. BAB I PENDAHULUAN Universitas Sumatera Utara Merupakan bagian pembuka yang berisikan tentang Alasan Pemilihan Judul, Tujuan Penulisan, Batasan Masalah, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan. BAB II URAIAN TEORITIS Dalam Bab ini diuraikan tentang pengertian Jasa Entertaintment, Jenisjenis Jasa Entertaintment, Sejarah Entertaintment di Hotel, dan Jenis Hiburan yang diberikan Entertaintment di Hotel. BAB III GAMBARAN UMUM GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN Dalam Bab ini diuraikan tentang Sejarah Berdirinya Hotel, Klasifikasi Hotel, Fasilitas Grand Swiss-bel Hotel Medan dan Struktur Organisasi. BAB IV THE VIEW ENTERTAINTMENT DAN PENGARUHNYA DALAM MENARIK PENGUNJUNG DI GRAND SWISS-BEL HOTEL MEDAN Dalam Bab ini adalah inti dari permasalahan yang dibicarakan yang berisikan bagaimana pengaruh dan cara Entertaintment dapat menarik pengunjung, Operasional dari The View, Masalah yang dihadapi dalam menghadapi persaingan dan Kebijakan yang ditempuh pihak manajemen. BAB V KESIMPULAN Dalam Bab ini berisikan kesimpulan dari setiap bab yang telah diuraikan dan juga berisikan tentang materi-materi yang berupa kritik dan saran Universitas Sumatera Utara yang dapat diuraikan oleh penulis sendiri dalam melaksanakan research pada Grand Swiss-bel Hotel Medan.                                         Universitas Sumatera Utara                                               Universitas Sumatera Utara BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Entertaintment Segala macam yang disajikan di hotel haruslah memiliki kelebihan dan dapat menarik tamu, tak lain halnya bagian Entertaintment yang memberikan hiburan kepada tamu. Entertaintment ( hiburan ) yang dalam pemakaiannya sehari-hari dan defenisi menurut kamus selalu dibedakan dari “ seni “ yang lebih kompleks dan memasyarakat. Perbedaan ini menyangkut kinerja dan juga seni yang populer dan berguna untuk orang lain serta peranannya yang cukup diminati oleh kebanyakan orang. Perkembangan kebutuhan akan Entertaintment sangat pesat, hingga saat ini kita lihat sudah sangat maju dengan dibuatnya berbagai jenis macam hiburan dari Pub, Karaoke, Bar, Nite Club dan juga Discotheque. Kesemuanya tidak jauh berbeda, hanya saja Jenis Musik, Interior dan Pelayanannya yang berbeda. Secara garis besar dapat kita katakan bahwa Pengertian Entertaintment adalah segala hal yang berhubungan dengan kegiatan menghibur orang dengan hiburan musik dan lainnya dengan tujuan komersial ( mencari keuntungan ). 2.2 Operasional Entertaintment yang Menyeluruh Pelaksana jasa Entertaintment di hotel sangan bergantung pada kinerja karyawan dan bagaimana koordinasi yang baik serta komunikasi antar manajer yang Universitas Sumatera Utara berwenang. Ini mempengaruhi serta mutlak diperlukan agar tamu dapat dilayani dengan baik sehingga mereka merasa puas dan ingin sering-sering ke tempat hiburan tersebut. Menurut James D. Thomson, ada tiga macam hal yang saling ketergantungan dalam organisasi, yaitu : 1. Saling ketergantungan yang menyatu, yaitu bila satuan organisasi tersebut tidak saling bergantung antara satu dengan yang lainnya dalam melaksanakan kegiatan harian, tetapi saling ketergantungan pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk hasil akhir. 2. Saling ketergantungan yang berurutan, dimana suatu satuan organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja. 3. Saling ketergantungan timbal balik, adalah hubungan saling memberi dan menerima antar satuan organisasi. Pelaksanaan jasa Entertaintment dengan tujuan hasil yang optimal dapat menggunakan teknik-teknik manajemen dasar yaitu hierarki manajerial, rencana dan tujuan sebagai pengarah umum kegiatan-kegiatan serta prosedur yang berlaku. Dengan pelaksanaan hierarki manajerial dan prosedur-prosedur tersebut diharapkan jasa Entertaintment dapat berjalan lancar sesuai target yang telah direncanakan. Namun demikian setiap organisasi selalu mendapati masalah dalam operasionalnya, tidak biaya dan manfaat. Selanjutnya, melalui pembandingan biaya dan manfaat berbagai kegiatan, mereka dapat menunjukkan efektivitas kerja mereka. Jadi, efektivitas manajemen sumberdaya manusia dapat diukur dengan penentuan kriteria biaya dan manfaat yang tepat dan relevan. Mitos bahwa kegiatan-kegiatan departemen sumberdaya manusia tidak dapat diukur dengan “bahasa” manajer perusahaan, yaitu rupiah, harus dikuburkan. Universitas Sumatera Utara 2.4.5 Keterlibatan Strategik Keterlibatan departemen sumberdaya manusia yang relatif terbatas dalam kegiatan-kegiatan strategik organisasi merupakan kasus wajar yang dijumpai dalam praktek. Departemen sumberdaya manusia hanya dipandang sebagai penyedia jasa bagi departemen-departemen lain. Bukan merupakan hal aneh bila seorang manajer sumberdaya manusia kemudian hanya berkepentingan dengan pembuatan rencana-rencana penyusunan personalia, penyelenggaraan berbagai program latihan, pelaksanaan kegiatan penilaian prestasi kerja karyawan, dan penyimpanan dokumen-dokumen dan catatan-catatan personalia. Akibatnya, manajer sumberdaya manusia sering hanya menangani kebutuhan-kebutuhan sumberdaya manusia operasional dan manajerial jangka pendek, dan rutin. Mereka jarang terlibat dengan masalah efektivitas organisasi dan program-program perencanaan strategik. 2.5 Hubungan Kerjasama Departemen SDM dengan Departemen lain Departemen Sumberdaya Manusia di Hotel sekalipun dianggap sebagai pusat semua kegiatan kepegawaian tidak dapat berdiri sendiri ataupun bekerja sendiri. Kelancaran pekerjaan bagian ini ditentukan oleh kerjasama yang dijalin dengan departemen-departemen lain di hotel. Adapun kerjasama yang dilakukan oleh Departemen Sumberdaya Manusia (human resources department) dengan departemen lain seperti : Universitas Sumatera Utara 2.5.1 Hubungan Kerjasama Departemen Sumberdaya Manusia dengan Housekeeping Departemen SDM sebagai pemerhati kegiatan karyawan, dan di lain pihak bagian housekeeping (tata graha) yang mempersiapkan kamar, sudah barang tentu hubungan kerjasama tersebut sangat erat sekali dan tidak dapat dipisahkan. Karyawan yang membersihkan kamar atau biasa disebut roomboy terkadang kinerja dan produktivitasnya dalam bekerja bisa sangat menurun sekali akibat kurangnya perhatian dari bagian personalia. Untuk mencegah hal demikian, Departemen Sumberdaya Manusia melalui bantuan housekeeping supervisor melakukan tindakan-tindakan pemulihan dan penyemangat karyawan dalam melakukan kewajibannya sebagai seorang roomboy. Hubungan secara umum adalah sebagai berikut : Perekrutan karyawan Seleksi Karyawan Penanganan absensi karyawan yang rutin Penanganan siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Evaluasi kinerja karyawan sebagai pertimbangan mutasi Masalah kepegawaian yang tidak mampu diselesaikan bagian tersebut Hal-hal yang harus dilakukan oleh Departemen Sumberdaya Manusia sehubungan dengan koordinasi dengan housekeeping adalah : Memeriksa absensi dan mencocokkannya dengan absensi yang dipegang oleh karyawan housekeeping. Universitas Sumatera Utara Apabila ada perbedaan segera menghubungi housekeeping department, agar segera diselesaikan ketidaksamaan tersebut. Secepatnya memberitahukan kepada housekeeping department apabila terjadi kesalahpahaman dalam hal tersebut di atas. 2.5.2 Hubungan Kerjasama Departemen Sumberdaya Manusia dengan Food and Beverage Hubungan kerjasama dengan food and beverage department lebih banyak bersifat informasi dan publikasi. Informasi kepada tamu mengenai : Fasilitas yang dimiliki oleh food and beverage pada setiap kesempatan dan ketika baru merekrut karyawan baru untuk dijadikan pegawai di bagian food and beverage. Memberikan informasi dan penjelasan mengenai kejadian-kejadian penting di food and beverage yang didampingi oleh chef atau orang kepercayaannya kepada para pekerja training dan karyawan baru. Membantu menangani proses receiving dari bagian store atau gudang untuk segera diproses di bagian accounting. Bersama-sama dengan manajer bagian food and beverage merekrut karyawan yang ahli didalam bidangnya agar operasional di bagian tersebut dapat berjalan lancar dan memenuhi Standard Operasional Procedure (SOP). Universitas Sumatera Utara 2.5.3 Hubungan Kerjasama Departemen Sumberdaya Manusia dengan Accounting Accounting secara teknis berada di bawah Departemen Sumberdaya Manusia, namun secara administrasi berada dibawah accounting department. Hubungan itu terjadi antara lain : Pembuataan bill untuk pembayaran semua keperluan peralatan perkantoran yang habis pakai. Bersama-sama membangun hubungan kerja sama dengan perusahaan lain di luar hotel untuk membantu operasional dalam penyelenggaran kegiatan hotel. Laporan absensi karyawan/trainee yang merupakan rutinitas setiap bulan atau 2 minggu sekali. Sebagai bukti bahwa karyawan berhak mendapatkan upah/gaji. Pencatatan biaya telepon yang digunakan oleh bagian Departemen Sumberdaya Manusia untuk komunikasi ke pihak lain diluar hotel. Agar proses pembayarannya dilakukan oleh bagian Accounting. 2.5.4 Hubungan Kerjasama Departemen Sumberdaya Manusia dengan Engineering dan Maintenance Dalam hal ini hubungan terjadi apabila pada Departemen SDM ada kerusakan, misalnya : lampu-lampu tidak menyala, mesin Fingerprint (mesin absensi) rusak dan lain-lain, untuk itu adanya perhatian, pengawasan dan memberitahukan segera ke bagian engineering dan maintenance serta perbaikan tersebut harus selesai pada waktunya. Universitas Sumatera Utara 2.5.5 Hubungan Kerjasama Departemen Sumberdaya Manusia dengan Bagian Store Room (Gudang) Apabila Departemen Sumberdaya Manusia membutuhkan formulir-formulir dan alat-alat tulis dalam tugasnya sehari-hari, maka bagian ini harus meminta kepada bagian store room yaitu dalam bentuk requestion order dan selanjutnya Departemen SDM akan mengambil barang yang dibutuhkannya sesuai dengan statement yang terdapat didalam requestion order. Demikian hubungan yang terjadi antara Departemen Sumberdaya Manusia dengan departemen-departemen lain di hotel. Kerjasama yang baik akan memperlancar operasional hotel, sehingga para karyawan juga dapat bekerja dengan perasaan senang dan tidak ada paksaan dalam melakukan pekerjaannya. Semua data karyawan dan para trainee dikumpulkan di Departemen Sumberdaya Manusia, jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan kepegawaian semua terjadi di departemen ini. Tidak hanya itu, perjanjian kerja baik secara hukum ataupun peraturan perusahaan semuanya diselesaikan di Departemen Sumberdaya Manusia. Hal-hal tersebut membuat departemen ini tidak pernah atau bahkan jarang sekali tidak kelihatan sibuk. Karena proses keluar masuknya karyawan di sebuah perusahaan atau di hotel prosesnya terjadi pada Departemen Sumberdaya Manusia. Universitas Sumatera Utara BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG HOTEL GRAND SWISS-BEL MEDAN 3.1 Sejarah Berdirinya Hotel Grand Swiss-Bel Medan Hotel berbintang lima ini terletak di Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia dan sekaligus merupakan ibukota Sumatera Utara. Terletak tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Polonia, hotel ini dapat diakses dengan mudah. Selain karena fasilitasnya yang modern seperti kamar tamu nyaman, restoran-restoran, kolam renang, pelayanan spa dan pemijatan, lokasinya yang dekat dengan Cambridge Condominiums dan pusat perbelanjaan menjadikan hotel ini pilihan mudah bagi para tamu untuk mengunjungi pusat kota. Tempat-tempat menarik di sekitar hotel ini di antaranya Masjid Raya Medan, Istana Maimun, Danau Toba, Pantai Cermin dan area resort Brastagi. Para pebisnis juga dapat menikmati fasilitas dan layanan baik di hotel ini karena hotel ini juga memiliki business center dan ruang pertemuan. Hotel Grand Swiss-bel Medan letaknya sangat strategis, dapat ditempuh hanya dalam waktu lima belas menit saja dari Bandara Polonia Medan. Berdiri dan mulai beroperasi tanggal 8 Mei 2008 di bawah pimpinan Christoper Maclean, dengan jumlah kamar yang relatif masih sedikit dan hanya dilantai 8 dan 9 yang sudah siap dijual (vacant ready). Memasuki tahun pertama, Hotel Grand Swiss-Bel Medan menambah lagi beberapa kamar yang saat itu pengerjaannya belum selesai dan akan rampung diselesaikan di awal tahun 2010. Universitas Sumatera Utara Kemudian di awal tahun 2010 pimpinan perusahaan (General Manager) ini dipegang oleh seorang dengan kebangsaan Malaysia yang bernama David Tai. Beliau terkenal lebih kaku dibandingkan General Manager sebelumnya, dan selalu mengutamakan prosedur dan peraturan-peraturan yang sebelumnya masih terdapat toleransi yang cukup tinggi kepada para pegawai bahkan owner dari Hotel ini. Pada tahun 2011, kepemimpinan Hotel Grand Swiss-bel Medan diserahkan kepada David Richard O’Hanlon yang juga merupakan seorang yang berkebangsaan Irlandia. Dengan kepemimpinan baru ini, Hotel Grand Swiss-Bel Medan sudah beroperasi sepenuhnya, karena sebelumnya kamar yang sudah selesai ketika perusahaan dipimpin oleh David Tai yang Program pelatihan ini adalah program yang dilakukan untuk melatih dan menambah pengetahuan para pramusaji mengenai pelayanan direstoran. Pada program pelatihan ini, para pramusaji akan diberikan penjelasan mengenai fasilitas, peralatan serta perlengkapan yang dimiliki oleh restoran Swiss Café. Disini para pramusaji juga akan diajarkan bagaimana cara melayani tamu yang selama ini diterapkan oleh Grand Swiss Bell Internasional Hotel, mulai dari pemberian salam ketika tamu datang, melayani tamu dengan baik dan ramah, sampai dengan menata kembali meja dan peralatan setelah tamu meninggalkan restoran. Oleh karena itu para pramusaji di Swiss Café wajib mengikuti program ini agar pramusaji dapat bekerja secara efektif dan efisien. Lalu, usaha ketiga yang dilakukan pihak manajemen restoran adalah melakukan pertemuan (Briefing). Pertemuan (Briefing) ini dilakukan untuk tetap menjaga kepuasan dan kenyamanan tamu yang datang ke restoran Swiss Café, selain itu pertemuan (Briefing) ini dilakukan juga untuk mengarahkan pekerjaan para pramusaji kepada tujuan yang jelas, serta sebagai media bagi pimpinan untuk mengevaluasi kesiapan dan memastikan kesuksesan pencapaian tujuan restoran. Untuk itu pertemuan ini harus rutin dilakukan setiap hari. Pada restoran Swiss Café, pertemuan (briefing) ini biasanya dilaksanakan dua kali dalam sehari yaitu pada pagi hari sebelum restoran buka (morning shift) dan juga pada sore hari ketika dilaksanakan pergantian shift kerja (evening shift). Pertemuan (briefing) ini dilakukan dengan dipimpin oleh food & Beverage Manager, Assistant Restoran Manager maupun Captain. Selanjutnya, usaha keempat yang dilakukan pihak manajemen restoran dalam meningkatkan efisiensi kerja para pramusajinya adalah dengan memberikan motivasi kepada para karyawannya. Motivasi sendiri adalah alasan-alasan atau dorongan yang ada didalam diri manusia yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Untuk itu pihak menejemen di restoran Swiss Café melakukan beberapa hal untuk dapat memotivasi para pramusajinya, antara lain dengan mengajak para pramusajinya untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan ide - ide dan rekomendasi dalam mengambil keputusan, karena dengan mendengarkan dan menampung aspirasi - aspirasi mereka, tentunya akan membuat mereka merasa lebih dihargai. Sebaliknya, jika aspirasi para pramusaji tidak didengarkan, maka mereka akan merasa kehilangan kebebasan dan peluang untuk mengembangkan potensi. Menyadari hal itu, pihak manajemen restoran selalu menerapkan kegiatan ini, karena mendengarkan aspirasi dari para pramusaji merupakan salah satu strategi pihak manajemen untuk mengembangkan para karyawannya dan hal ini sangat penting agar restoran Swiss Café dapat berkembang bersama para karyawannya. Pihak manajemen juga berusaha untuk membangun lingkunga kerja yang ramah dan bersifat kekeluargaan agar para karyawan merasa betah berada ditempat kerja. Setelah itu pihak manajemen restoran juga memberikan pengharapan dan pengakuan yang tepat dan wajar pada karyawan atas prestasi kerjanya, pihak manajemen memberikan pramusaji ruang untuk mengembangkan kreativitas nya dalam bekerja, dan pihak manajemen juga memberikan bonus kepada pramusaji yang berprestasi dalam bidang pekerjaannya. Misalnya pramusaji yang berprestasi diberikan kenaikan gaji, kesempatan untuk kenaikan pangkat atau kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Karena pendidikan akan meningkatkan keahlian teoritis, konseptual dan moral pramusaji. Hal itu sangat dibutuhkan oleh seorang pramusaji dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu di restoran Swiss Café. Dengan memberikan penghargaan kepada pada pramusaji, pramusaji akan lebih meningkatkan keterampilannya dan bersemangat dalam bekerja. 4.5. Permasalahan yang Dihadapi Pramusaji dalam Pelayanan Makan dan Minum Seperti yang diketahui disetiap hotel pasti memiliki masalah-masalah yang sering terjadi di setiap restoran di dalam hotel dan ini adalah masalah yang dihadapi pramusaji dalam pelayanan makan dan minum disebabkan beberapa faktor, diantaranya : Bahan baku produksi terlambat datang karena kurangnya staf dalam pengambilan bahan baku produksi. Keterlambatan datangnya bahan baku produksi bisa menyebabkan masalah serius seperti tidak bisa siapnya menu pada jam buka restoran yang ditentukan. jika ini terjadi, restoran bisa kehilangan banyak tamu yang ingin menikmati makan dan minum direstoran Swiss Cafe. Kurangnya pemberitahuan kepada tamu mengenai menu atau product spesial yang akan dijual di restoran sehingga tamu banyak yang tidak mengetahui apa product spesial yang dijual bulan ini. Kurangnya peralatan restoran, khususnya peralatan makan yang dapat membuat proses pelayanan di restoran Swiss Café menjadi lama, terutama pada jam sibuk (breakfast) karena pramusaji masih akan mengambil peralatan itu ke belakang. Pengiriman pesanan makanan dan minuman yang terlalu lama juga menjadi masalah yang terjadi di restoran Swiss Cafe, dikarenakan kurangnya staf atau tenaga kerja di restoran Swiss Cafe sementara tamu yang datang untuk makan dan minum melebihi kapasitas yang diperkirakan. Lalu, masalah selanjutnya yang dihadapi restoran Swiss Cafe adalah masakan yang disajikan terasa ekstrim (terlalu pedas, terlalu asin). Masakan yang seharusnya panas disajikan tidak panas, yang seharusnya dingin tidak dingin. Restoran Swiss Cafe juga mengalami masalah saat makanan yang di order ternyata salah, tentu saja hal ini akan membuat tamu merasa tidak puas dan tidak nyaman atas kesalahan dalam pelayanan pramusaji tersebut. Permasalahan terakhir yang dihadapi restoran Swiss Cafe adalah keterbatasan kapasitas tempat duduk untuk tamu yang ingin menikmati hidangan makanan dan minuman direstoran tersebut. 4.6. Pemecahan Masalah Adapun cara pemecahan masalah yang dihadapi pramusaji dalam pelayanan makan dan minum diantaranya: Solusi dari bahan baku produksi yang terlambat datang adalah pihak restoran harus mempekerjakan lebih banyak staf yang bertugas mengambil bahan baku yang akan digunakan restoran dalam menyajikan menu di restoran Swiss Cafe. Solusi dari kurangnya pemberitahuan kepada tamu mengenai menu atau product spesial yang akan dijual di restoran adalah pihak restoran atau pramusaji harus segera memberitahukan kepada tamu menu atau product spesial apa saja yang akan dijual di restoran tersebut, sehingga tamu dapat mengetahuinya dan apabila tamu ingin memesannya, hal tersebut sudah dapat dipenuhi. Solusi dari kurangnya peralatan restoran, khususnya peralatan makan yang dapat membuat proses pelayanan di restoran Swiss Café menjadi lama adalah, menambah jumlah peralatan restoran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tamu pada saat jam sibuk (breakfast), sehingga permasalahan kekurangan peralatan untuk makan dan minum tamu di restoran Swiss Cafe tidak akan terjadi lagi. Solusi dari pengiriman pesanan makanan dan minuman yang terlalu lama yang terjadi di restoran Swiss Cafe adalah, pihak restoran atau pramusaji harus menambah kecepatan dan efektifitas dalam melayani keinginan tamu termasuk mengantarkan makanan dan minuman yang dipesan tamu dengan cepat . Solusi karena rasa masakan yang disajikan terlalu ekstrim (terlalu pedas, terlalu asin), dengan membawa kembali masakan yang dimakan oleh tamu kebelakang dan menggantinya dengan yang baru dan juga meminta maaf atas ketidak sesuaian pesanan tamu. Solusinya dari masakan yang seharusnya panas yang disajikan tidak panas yang seharusnya dingin tidak dingin caranya dengan pramusaji restoran segera mengambil tindakan dengan membawa kembali masakan yang dingin tadi untuk segera mengambil tindakan dengan membawa kembali masakan yang dingin tadi untuk segera di panaskan, dan juga staff yang di kitchen harus tahu bagaimana cara membuat masakan agar lebih lama panasnya dengan menggunakan kompor atau microwave. Jika tamu meminta minuman yang dingin maka harus dimasukkan ke pendingin jika tidak ada maka pramusaji harus mengatakan kepada tamu bahwa minuman yang dingin tadi baru dimasukkan kedalam pendingin atau dengan tawarkan minuman yang lain. Solusi masalah pada makanan yang diorder salah dengan pramusaji harus meminta maaf kepada tamu dengan kesungguhan hati atau dengan menawarkan menu makanan tersebut apakah mau diganti lagi dengan baru? Jika tamunya mengatakan iya maka pemesanan diulang kembali dan jangan lupa mengulang kembali pesanan tamu agar tidak salah. Dan menyampaikan maaf kembali kepada tamu karena harus menunggu lagi. BAB V PENUTUP - Ir.Endar Sugiarto.1996.Pengantar Akomodasi Dan Restoran, Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. - Marsum WA.2001.Restoran Dan Segala Permasalahannya, Yogyakarta: Andi. - Prof.J.Supranto,M.A.2001.Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Jakarta:PT.Rineka Cipta - Raymond.J.Goodman,Jr.2002.Food And Service Management, Jakarta: Erlangga. - Sudiarto Mangkuwerdoyo.1999.Pengantar Industri Akomodasi Dan Restoran,Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan. Alasan Pemilihan Judul The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan. Batasan Masalah Metode Penelitian Sistematika Penulisan Desain Interior The View Fasilitas Hotel The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan. Pelayanan yang diberikan di Tempat Hiburan Beer bir Pembagian The View Entertaintment sd 02.00 dini hari. Untuk perincian pembagiannya adalah sebagai berikut : The View Entertaintment dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung di Pengertian Entertaintment Operasional Entertaintment yang Menyeluruh Ruang Lingkup Entertaintment Departemen di Hotel Fungsi dan Tujuan Entertaintment Sejarah Berdirinya Hotel Makna Logo Perusahaan Spirit Wine anggur Liqueur Struktur Organisasi Perusahaan The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

The View Entertaintment Dan Pengaruhnya Dalam Menarik Pengunjung Di Grand Swiss-Bel Hotel Medan.

Gratis