Feedback

Perceraian Dan Akibat Hukumnya Pada Masyarakat Batak Toba Yang Beragama Kristen Protestan (Studi: Di Desa Martoba (Bius Tolping), Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir)

Informasi dokumen
PERCERAIAN DAN AKIBAT HUKUMNYA PADA MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN (STUDI: DI DESA MARTOBA (BIUS TOLPING), KECAMATAN SIMANINDO, KABUPATEN SAMOSIR) TESIS Oleh: JUNJUNGAN MOSES SIALLAGAN 097011107 / M.Kn FAKULTAS HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERCERAIAN DAN AKIBAT HUKUMNYA PADA MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN (STUDI: DI DESA MARTOBA (BIUS TOLPING), KECAMATAN SIMANINDO, KABUPATEN SAMOSIR) TESIS Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Oleh: JUNJUNGAN MOSES SIALLAGAN 097011107 / M.Kn FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi : PERCERAIAN DAN AKIBAT HUKUMNYA PADA MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN (STUDI : DI DESA MARTOBA (BIUS TOLPING), KECAMATAN SIMANINDO, KABUPATEN SAMOSIR) : Junjungan Moses Siallagan : 097011107 : Kenotariatan Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. Sanwani Nasution, SH) Pembimbing Pembimbing (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum) (Dr. Idha Aprilyana Sembiring, SH, MHum) Ketua Program Studi, Dekan, (Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum) Tanggal lulus : 24 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada : Tanggal : 24 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Sanwani Nasution, SH Anggota : 1. Prof. DR. Runtung, SH, MHum 2. DR. Idha Aprilyana Sembiring, SH, MHum 3. Prof. DR. Muhammad Yamin, SH, MS, CN 4. DR. T. Keizerina Devi A, SH, CN, MHum Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Dalam perkembangannya, perceraian dalam sebuah ikatan perkawinan tidak dapat dihindari. Alasan pengajuan perceraian sangat bervariasi seperti: masuknya orang ketiga dalam perkawinan, adanya perbedaan pandangan mengenai kewajiban suami isteri dalam rumah tangga dan seringnya isteri ditinggal suami, perubahan peran suami isteri, serta pertengkaran dan konflik yang berkepanjangan sehingga tidak mungkin lagi kerukunan dan kebahagiaan rumah tangga itu dapat dipertahankan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaturan mengenai perceraian dalam agama Kristen berdasarkan hukum perkawinan dan peraturan lain, untuk mengetahui alasan perceraian dalam masyarakat Batak Toba yang beragama Kristen dan untuk mengetahui akibat hukum perceraian dalam masyarakat hukum Batak Toba yang beragama Kristen. Kerangka teori ini memakai teori perbandingan hukum, sebagaimana yang dikemukakan oleh Hall menegaskan, ”to be sapiens is to be a comparatist’, melalui sejarah yang panjang, teknik perbandingan ternyata telah memberikan kontribusi yang teramat penting dan berpengaruh di seluruh bidang ilmu alam dan ilmu sosial. Dalam hal ini, perbandingan hukum mempunyai signifikansi terhadap aplikasi yang sistematis dari teknik perbandingan terhadap bidang hukum. Penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu, dengan jalan menganalisanya. Untuk tercapainya penelitian ini, sangat ditentukan dengan metode yang dipergunakan dalam memberikan gambaran dan jawaban atas masalah yang dibahas, yaitu penelitian deskripsi analistis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai perceraian dalam agama Kristen tidak ada diatur, tetapi UU Perkawinan mengatur tata cara perkawinan. Peraturan perceraian terhadap masyarakat adat Batak Toba tidak ada yang tertulis hanya secara tersirat saja dapat dilakukan perceraian. Yang dapat melakukan perceraian adalah pengetua adat dan kedua belah pihak serta pihak keluarga kedua belah pihak. Sedangkan perceraian bagi masyarakat adat Batak Toba yang beragama Kristen yang menjadi warga Negara Indonesia dapat melakukan perceraian sesuai dengan UU Perkawinan yang walaupun di dalam Alkitab dikatakan tidak ada perceraian kecuali karena kematian. Alasan perceraian dalam masyarakat Batak Toba yang beragama Kristen dapat dilihat dari dua sisi, yaitu alasan perceraian masyarakat adat Batak Toba menurut Adat Batak Toba, alasan perceraian masyarakat adat Batak Toba menurut gugatan pengadilan negeri, yaitu harus sesuai dengan Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan untuk dapat dijadikan sebagai alasan mengajukan perceraian. Akibat hukum perceraian dalam masyarakat hukum Batak Toba yang beragama Kristen i Universitas Sumatera Utara dapat dilihat dari 3 (tiga) sisi, yaitu: terhadap hubungan suami istri, terhadap orang tua/anak dan Terhadap harta benda perkawinan. Adapun saran dalam tesis ini adalah dalam hal pengaturan mengenai perceraian Pemerintah dan DPR dalam merubah atau merombak undang-undang yang mengatur tentang perceraian lebih memperketat peraturan mengenai perceraian, agar tidak dengan begitu mudahnya perceraian di Indonesia, hendaknya Pengetua Adat, Pendeta, bahkan Pengadilan Negeri memberikan masukan-masukan kepada keluarga muda yang bermasalah dalam rumah tangga agar tidak terjadi perceraian. Sebab alasan apapun mengenai perceraian dalam masyarakat Batak Toba yang beragama Kristen tidak dapat dilakukan kecuali dengan kematian dan hendaknya Pengetua Adat, Pendeta, bahkan Pengadilan Negeri memberikan masukan-masukan mengenai hal akibat hukum perceraian dalam masyarakat hukum Batak Toba yang beragama Kristen baik itu mengenai hubungan persaudaraan, anak bahkan harta kekayaan yang timbul dalam perkawinan Kata Kunci: Perceraian, Batak Toba, Kristen Protestan ii Universitas Sumatera Utara ABSTRACT In its development, a divorce in a marriage cannot be avoided. There are various reasons for a divorce application such as the involvement of third party in a marriage, different point of view about the obligations of husband and wife in their family and the husband frequently leaves his wife, the changing roles of husband and wife, endless quarrel and conflict that they cannot maintain the happiness and harmony in their family. The purpose of this study was to find out the regulation of divorce in Christianity based on Law on Marriage and other regulations, to examine the reasons for divorce in the Christian Batak Toba community, and to analyze the legal consequence of a divorce in the Christian Batak Toba community. The theoretical framework used in this study was legal comparative theory referring to Hall’s statement,” to be sapiens is to be a comparatist”, through a long history, comparative technique has given an important contribution and had influence on all fields of natural and social sciences. In this case, legal comparative has its significance towards the systematic application of the comparative technique in the field of law. Legal research is a scientific activity based on method, systematic and certain thought intended to study one or several certain legal symptoms by analyzing them. The success in this analytical descriptive study is very determined by the method used to describe the problems being studied and the answers to them. This study employed the empirical juridical approach. The result of this study showed that there was no regulation regulating the divorce in Christianity, but the Law on Marriage does regulate the procedure of marriage. There is no written regulation on divorce in the Batak Toba community, and the divorce can only be implicitly done. Those who had an authority to divorce husband and wife are the adat leader, the husband and wife concerned and their family members. While the Christian Batak Toba who have become Indonesian citizens can do the divorce in accordance with Law on Marriage even though the Bible says there is no divorce but by death. The reasons for divorce in the Christian Toba Batak community can be seen from two sides; according to Batak Toba customs/adat and according to the state court lawsuit based on Article 39 paragraph (2) of Law on Marriage. The legal consequences of divorce in the Christian Batak Toba community are to the relationship of husband and wife, to their parents/children, and to their marital property. The Government of Indonesia in this case the Indonesian Legislative Assembly is expected to make a regulation especially about the procedure or process of divorce in Christianity that there will be no more overlapping regulations like what exists today. The religious institutions or adat associations of Batak Toba clans are expected to give inputs to their members, especially Batak Toba community, to iii Universitas Sumatera Utara keep maintaining the advices given by our ancestors saying that the marriage is a sacred and holy unification of life between a man and a woman which is not just to build a household and family. Therefore, a Batak Toba husband who divorced his wife or all of his family and relatives including his grandfather and brothers must always maintain what has been advised by our ancestors, namely, not to change the responsibility of the husband’s family and relatives to his children and divorced wife. Keywords: Divorce, Batak Toba, Protestant Christian iv Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga dapat melakukan dan menyelesaikan penelitian dan penulisan tesis ini dengan baik. Banyak hal yang terjadi dialai saat menyelesaikan tesis ini. Adapun tujuan dibuat penulisan tesis ini untuk memenuhi sebagian syaratsyarat untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan Dalam Program Studi Kenotariatan pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan. Adapun judul tesis ini adalah: “PERCERAIAN DAN AKIBAT HUKUMNYA PADA MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN (Studi: Di Desa Martoba (Bius Tolping), Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir)”. Penulis menyadari dalam penulisan tesis ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat masukan yang membangun demi melengkapi kesempurnaan dalam penulisan tesis ini. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan dan penyelesaian tesis ini terutama kepada yang terhormat : l. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.AK) selaku Rektor atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan pada program studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Univenitas Sumatera Utara; 2. Bapak Prof. DR. Runtung, S.H, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi Pembimbing pembuatan dan penyelesaian tesis ini yang telah memberikan saran dan kritik dalam penelitian tesis ini, sampai akhirnya penulis dapat menyelesaikan perkuliahan; v Universitas Sumatera Utara 3. Bapak Prof. DR. Muhammad Yamin, S.H, M.S, C.N, selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan juga selaku Ketua Komisi Penguji yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dan arahan dalam penyelesaian tesis ini. 4. Ibu DR. T. Keizerina Devi A, SH, CN, M.Hum, selaku Sekretaris Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan juga selaku Anggota Komisi Penguji yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dan arahan dalam penyelesaian tesis ini. 5. Bapak Prof. Sanwani Nasution, SH, selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dukungan, serta saran dan kritik dari awal penelitian, sampai akhirnya penulis dapat menyelesaikan perkuliahan; 6. Ibu DR. Idha Aprilyana Sembiring. SH, M.Hum, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dukungan, serta saran dan kritik dari awal penelitian, sampai akhirnya penulis dapat menyelesaikan perkuliahan; 7. Bapak Prof. DR. Muhammad Yamin, SH, MS, CN selaku Ketua Komisi Penguji yang telah banyak memberikan kontribusi pemikiran dan arahan dalam penyelesaian tesis ini. 8. Bapak J. Silalahi selaku Kepala Desa Martoba (Bius Tolping) Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Bapak K. Limbong Hakim di Pengadilan Negeri Balige, Amang Jobar Siallagan selaku Pengetua Adat Batak di Desa Martoba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Pendeta Agama Kristen, yaitu antara lain Pdt. Balosan Rajagukguk, STh, MS, selaku Pendeta HKBP Resort P. Siantar, Pdt. Asbon Salomon Manurung, STh, Pendeta di Gereja Bethel Injil Penuh Pematang Siantar yang telah memberikan masukan serta data-data sehingga penelitian tesis ini dapat diselesaikan. 9. Para Guru Besar serta seluruh Dosen Staf Pengajar Progran Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis selama mengikuti proses perkuliahan; vi Universitas Sumatera Utara 10. Seluruh Rekan Staf dan Pegawai Sekretariat Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara atas bantuan dan informasinya yang diberikan kepada penulis dalam proses penyelesaian perkuliahan hingga penelitian tesis ini; 11. Kedua orang tua, yaitu ayahanda Drs. Cornelius Siallagan dan ibunda tercinta Tiominar Matondang, SH, SpN, yang telah memberikan DOA, dorongan dan motivasi baik secara lahiriah dan batiniah, serta didikan yang amat sangat berguna sehingga dapat menyelesaikan program studi ini dengan baik. 12. Kepada kedua keluarga Tulang saya, keluarga Benny Matondang dan keluarga Tigor matondang yang telah memberi motifasi hidup dalam langkah – langkah yang berguna untuk kedepan harinya. 13. Ketiga saudari saya serta abang ipar saya, Lisbeth Siallagan, SE dan dr. Morrison Sihite, Mamitta Siallagan, SH, MKn dan dr. Feeter Suryanto, SpOG serta Try Yanthy Siallagan, SE. Rasa terima kasih yang sungguh luar biasa atas DOA dan dorongan yang tak henti-hentinya baik secara moral dan materiil, dukungan yang ngak putus dan memberikan motivasi yang menguatkan bagi penulis. Serta kepada kekasih penulis dr. Theodora Yosevangelika Hutabarat yang memberikan arahan-arahan yang berguna bagi penulis. 14. Kepada keponakan – keponakan saya Louise Sihite, Betris Sihite, Lauren Sihite, Zita Ginting dan Zahira Ginting yang selalu memberikan senyuman dan kegembiraan terhadap penulis. 15. Para sahabat seperjuangan Kelas Reguler Khusus, Kelas Regular A, B dan C Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara terutama Doni Kartien, Epi Sulastri, Amelia Silvany, Alnasril, Dessy Mellaroza dan Lisa Harahap yang memberikan motivasi dan dukungan baik secara moril dan spiritual dalam penyelesaian tesis ini. 16. Penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat langsung maupun tidak langsung yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan tesis ini. vii Universitas Sumatera Utara Akhir kata penulis mengembalikannya dan berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa, agar kita selalu mendapat rahmat-Nya, penulis berharap semoga tesis ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Kenotariatan terlebih pada penulis sendiri dan orang lain. Medan, Agustus 2011 Penulis, JUNJUNGAN MOSES SIALLAGAN viii Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. Data Pribadi Nama Tempat/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Kewarganegaraan Agama Alamat Email Nama Ayah Nama Ibu Anak ke No Handphone : JUNJUNGAN MOSES SIALLAGAN : Pematangsiantar, 05 Febuari 1986 : Laki-Laki : Indonesia : Kristen Protestan : Jalan Parsoburan No. 4 Pematangsiantar Kelurahan Kampung kristen Kecamatan Siantar Selatan Kotamadya Pematangsiantar, 21124 : cortio_sima@yahoo.com : Drs.Cornelius Badiaman Siallagan : Tiominar Matondang, SH, SpN : 4 (empat) dari 4 (empat) bersaudara : 08116206744, 081385733304 B. Pendidikan 1992 – 1998 1998 – 2001 2001 – 2004 2004 – 2008 2009 – 2011 : SD Swasta Budi Mulia No.02 Pematangsiantar : SLTP Swasta Bintang Timur Pematangsiantar : SLTA Swasta Bintang Kejora Jakarta Barat : Strata Satu (S1) Fakultas Hukum Universitas Satyagama Jakarta Barat : Strata Dua (S2) Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara Medan ix Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. i ABSTRACT. iii KATA PENGANTAR . v DAFTAR RIWAYAT HIDUP . ix DAFTAR ISI . x BAB I PENDAHULUAN. 1 A. Latar Belakang. 1 B. Perumusan Masalah. 10 C. Tujuan Penelitian. 10 D. Manfaat Penelitian . 10 1. Manfaat teoritis. 11 2. Manfaat praktis . 11 E. Keaslian Penelitian. 11 F. Kerangka Teori dan Konsepsi . 13 1. Kerangka teori . 13 2. Konsepsi . 17 G. Metode khususnya masyarakat Batak Toba yang tinggal di kota Medan, perceraian dapat terjadi. Hal ini disebabkan oleh karena pengaruh dan di dorong oleh berbagai kepentingan kerabat dan orangtua yang tidak mempunyai hubungan yang baik dengan kerabat istrinya.63 Perceraian yang terjadi antara suami istri menimbulkan akibat terhadap anakanak di bawah umur yaitu adanya pertanggungjawaban suami istri atas kelangsungan hidup anak-anaknya. Perceraian orangtua tidak boleh mengabaikan kepentingan si anak. Dengan adanya perceraian maka akan menimbulkan hak asuh anak, pernyelesaian perselisihan mengenai hak asuh anak diputuskan oleh Hakim Pengadilan dengan berbagai pertimbangan apakah hak asuh akan jatuh ketangan ayah atau ibunya. Umumnya dalam masyarakat Batak Toba, hak pengasuhan anak akan jatuh ketangan suami, hal ini dikarenakan masyarakat Batak Toba menganut garis keturunan patrilineal. Namun dalam hal terdapat anak balita yang masih menyusui, 63Hasil wawancara dengan Belsink Sihombing, Pendeta HKBP Sudirman Medan, pada tanggal 25 Juli 2012, pukul 16.00 WIB. Universitas Sumatera Utara 51 maka anak tersebut akan tinggal bersama dengan ibunya sampai cukup usia untuk di pisah menyusui (sirang susu) yaitu 2-3 tahun. Suami berkewajiban menafkahi anakanaknya tersebut. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan Amang Pendeta dalam perkembangannya sekarang hak pengasuhan anak tidak selamanya jatuh ketangan suami, hal ini disebabkan oleh karena anak memiliki hak asasi yang harus didengar dimana ia berhak untuk memilih kepada siapa dia akan tinggal, apakah dengan ayahnya atau dengan ibunya. Dalam hal anak ikut ibunya, maka ayah berkewajiban untuk tetap memberikan nafkah kepada anak-anaknya tersebut. Berapa besarnya nafkah yang diberikan kepada anak-anaknya adalah merupakan dari hasil kesepakatan bersama antara suami istri dengan melihat kepada kemampuan finansial dari suami terlepas dari penyebab perceraian adalah kesalahan siapa. Apabila suami bekerja dan memiliki penghasilan sudah wajiblah baginya untuk menafkahi, harus dengan hati bukan matematis.64 Sementara menurut Bapak Sakti Silaen, dalam hal terjadi perceraian antara suami istri menimbulkan akibat yaitu dalam gereja mereka mendapat hukum Siasat Gereja dan dalam adat sanksinya berupa pengucilan oleh masyarakat adat Batak Toba. Salah satu bentuk pengucilannya adalah bahwa mereka tidak diundang dalam acara-acara adat. Sedangkan akibat perceraian terhadap anak ialah bahwa anak-anak wajib ikut dengan ayahnya. Hal ini disebabkan oleh karena hal tersebut merupakan 64 Ibid. Universitas Sumatera Utara 52 budaya adat Batak yang menganut sistem kekerabatan patrilineal. Anak-anak dalam masyarakat adat Batak dianggap sebagai penerus keturunan.65 Dalam hal terjadi perceraian maka berakibat hubungan suami istri menjadi putus, begitu juga hubungan suami/istri dengan kerabat suami/istrinya dahulu. Hanya hubungan orang tua dengan anak-anaknya yang tetap terjalin. Umumnya suami/istri yang cerai mendapatkan hukum Siasat Gereja yaitu sanksi pengucilan.66 C. Tanggungjawab Pemeliharaan/Hak Asuh dan Nafkah Anak Keluarga yang harmonis dan bahagia menjadi dambaan setiap keluarga, namun dalam kenyataannya tidak selamanya dapat diwujudkan. Dalam kehidupan berumah tangga antara suami istri mengharapkan agar perkawinan yang telah dibina dapat berjalan dengan langgeng dan menjadi suatu keluarga yang bahagia dan harmonis. Keharmonisan keluarga mempunyai peranan yang cukup besar dalam perkembangan dan pertumbuhan jiwa anak kearah yang lebih baik, sebaiknya hubungan yang kurang harmonis akan menimbulkan perkembangan dan pertumbuhan anak yang tidak baik dan tidak terkendali. Anak kelak akan menjadi penerus keturunan yang mana anak mempunyai hak untuk dipelihara dan dididik dengan baik dan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Kepribadian seorang anak akan tumbuh dengan baik apabila pendidikan yang 65 Hasil wawancara dengan Sakti Silaen, Panatua Adat Batak Toba, pada tanggal 25 Oktober 2012, pukul 20.00 WIB. 66 Hasil wawancara dengan Rosliana br Hutapea, Masyarakat Adat Batak Toba, pada tanggal 25 Oktober 2012, pukul 20.30 WIB. Universitas Sumatera Utara 53 diberikan kepada anak tersebut dibarengi dengan perhatian dan kasih sayang yang dicurahkan secara harmonis oleh kedua orang tuanya, sebaliknya apabila hubungan antara kedua orang tuanya tidak berjalan dengan harmonis maka perhatian dan kasih sayang terhadap anak akan menjadi berkurang bahkan tidak diperhatikan dan diperdulikan sama sekali. Sehingga dengan demikian hubungan antara anak dengan kedua orang tuanya tidak berjalan dengan baik. Kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua tentu akan mengakibatkan dampak yang kurang baik, anak yang tidak mendapat perhatian akan mencoba mencari perhatian diluar. Anak menjadi tidak terurus dan dapat melakukan hal-hal apapun sesukanya tanpa adanya pengawasan orang tua sibuk mengurus perceraiannya. Permasalahan mengenai anak pasca perceraian orangtuanya tidak akan terjadi sepanjang orangtuanya sama-sama mempunyai iktikad yang baik untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ibu memegang hak pemeliharaan anak-anak sedangkan ayah memberikan nafkah.67 UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam Pasal 30 menyebutkan bahwa “suami istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan rumah tangga yang menjadi sendi dasar dari susunan masyarakat”. Selanjutnya dalam Pasal 45 disebutkan sebagai berikut : 1) Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik- baiknya. 67 Op.Cit, Belsink Sihombing Universitas Sumatera Utara 54 2) Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal 1 berlaku sampai anak itu kawin atau berdiri sendiri, kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara keduanya putus. Kewajiban mendidik dan memelihara anak-anak dilakukan oleh kedua orang tua terhadap anak-anaknya, sampai anak-anaknya menjadi dewasa dan mampu berdiri sendiri walaupun kedua orang taunya telah bercerai. Selanjutnya dalam Pasal 47 dinyatakan sebagai berikut : 1) Anak yang belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan ada dibawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut dari kekuasaannya. 2) Orang tua mewakili anak tersebut mengenai perbuatan hukum di dalam dan di luar pengadilan. Kekuasaan orang tua ini dapat saja dicabut akan tetapi orang tua tidak dibebaskan dari kewajiban memberi biaya nafkah anak hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 49 UU No.1 tahun 74 tentang Perkawinan, sebagai berikut : “Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus keatas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang dengan keputusan pengadilan dalam hal-hal : a. Ia sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya. b. Ia berkelakuan sangat buruk.” Universitas Sumatera Utara 55 Meskipun orang tua dicabut kekuasaannya mereka masih tetap berkewajiban untuk memberi biaya pemeliharaan kepada anaknya tersebut. Hal ini dilakukan agar kebutuhan anak-anak akan penghidupan dan perkembangannya tetap terjamin sampai anak-anak tumbuh menjadi dewasa. Untuk semakin memperjelas tentang prinsip hukum yang mengatur tentang biaya nafkah anak setelah terjadinya perceraian, dalam hal ini perlu pula dikemukakan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hal tersebut diatur dalam Pasal 41 sebagai berikut : a. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya semata-mata berdasarkan kepentingan anak, bila mana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, pengadilan menentukan keputusannya ; b. Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu, bila mana bapak dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. Kewajiban akan pemeliharaan hidup anak bukan hanya sekedar mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja, akan tetapi juga yang paling penting dan terutama ialah bahwa ayah dan ibu tersebut mampu untuk mengurus dan membina kepribadian anaknya dengan benar dan baik sehingga anak tersebut nantinya akan menjadi manusia yang berguna bagi masa depannya sendiri, keluarganya, dan dalam kehidupan masyarakat. Universitas Sumatera Utara 56 Permasalahan mengenai pemeliharaan anak dan biaya nafkah, ayah dan ibu wajib melaksanakannya. Ibu berdasarkan hak pengasuhannya berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anak dibawah umur sampai dewasa sedangkan ayah berkewajiban untuk memberkan nafkah anak dalam hal untuk pendidikan, makanan, dan segala kebutuhan lain yang menunjang perkembangan anak-anaknya sampai anak-anak tersebut dewasa. Tindakan orang tua yang mengabaikan pemeliharaan anak ini dapat terjadi karena orang tua tidak menyadari bahwa walaupun telah bercerai, anak tetap mempunyai hak untuk mendapatkan : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008 Soemitro Mardi.S : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat .2003 USU e–Repository © 2008
Perceraian Dan Akibat Hukumnya Pada Masyarakat Batak Toba Yang Beragama Kristen Protestan (Studi: Di Desa Martoba (Bius Tolping), Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Perceraian Dan Akibat Hukumnya Pada Masyarakat Batak Toba Yang Beragama Kristen Protestan (Studi: Di Desa Martoba (Bius Tolping), Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir)

Gratis