Feedback

Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal

Informasi dokumen
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAN PUPUK KANDANG DALAM BENTUK BIASA DAN BRIKET TERHADAP PERTUMBUHAN SUKUN (Artocarpus communis Forst) PADA LAHAN MARGINAL SKRIPSI Oleh: FEHNI AL ASY’ARY HRP 071202019 BUDIDAYA HUTAN PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal Nama : Fehni Al asy’ary Harahap NIM : 071202019 Departemen : Kehutanan Program Studi : Budidaya Hutan Disetujui Oleh Komisi Pembimbing Dr. Budi Utomo, SP, MP Ketua Dr. Ir. Yunasfi, M. Si Anggota Mengetahui, Siti Latifah, S. Hut, M. Si, Ph.D Ketua Departemen Kehutanan Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FEHNI AL ASY’ARY: Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst). Dibimbing oleh BUDI UTOMO dan YUNASFI. Pertumbuhan tanaman merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor internal (sel) dan eksternal (salah satunya adalah air). Kekurangan air mengakibatkan terhentinya pertumbuhan karena terganggunya aktivitas fisiologis maupun morfologis tanaman khususnya pada lahan kering yang identik dengan kurangnya air. Salah satu media yang dapat menyimpan air adalah pupuk organik dan salah satu bentuk modifikasi pupuk organik agar dapat lebih tahan lama dalam menyimpan air yaitu dengan pemadatan (briket). Metode ini diharapkan mampu menahan air dan mensuplainya ke tanaman dalam waktu yang lebih lama serta menjadikan lebih efisien. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi pengaruh pemberian pupuk kompos dan pupuk kandang yang diaplikasi dalam bentuk biasa dan briket terhadap pertumbuhan sukun (Artocarpus communis Forst). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2011 di Desa Hutaimbaru Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi, diameter, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dengan briket tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit. Rata rata pertambahan tinggi bibit sukun tertinggi adalah P11 (pupuk kompos briket 1 kg) sebesar 8.67 cm dan rata rata pertambahan tinggi bibit sukun terendah adalah P0 (kontrol) sebesar 3.33 cm. Rata rata pertambahan diameter bibit sukun terbesar P11 (pupuk kompos briket) sebesar 0.21 cm dan rata rata terendah yaitu P0 (kontrol) sebesar 0 cm. Rata rata pengamatan jumlah daun bibit sukun terbesar adalah P6 (pupuk kandang briket 1.5 kg) dan P8 (pupuk kompos biasa 1 kg) sebesar 5.33, serta rata rata pengamatan jumlah daun terendah adalah P0 (kontrol) sebesar 1.33. Kata kunci : Pupuk organik, Pupuk Briket, Sukun (Artocarpus communis Forst), Air. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT FEHNI AL ASY’ARY: Effect of Compost and dung in the form of Ordinary and Briquettes Against Growth Breadfruit (Artocarpus communis Forst). Under Academic Supervisor of BUDI UTOMO and YUNASFI Plant growth is the result of a complex interaction between internal factors (cell) and external (one of which is water). Water shortages will lead to atrophy due to disruption of physiological and morphological activity, especially in dry land crops are loaded with the lack of water. One of media that can store water is fertilization, ie organic fertilizer and one modified form of organic fertilizer to be more durable in storing water that is by compaction (briquettes). This method is expected to hold water and supply it to plants preformance longer time and make them more efficient. The purpose of this study to detect the influence of compost and manure are applied preformance and the usual form of briquettes on the growth of breadfruit (Artocarpus communis Forst). The research was conducted in March through May 2011 in the village Hutaimbaru, Halongonan district, northern district of Padang Lawas using non-factorial randomized block design with 13 treatments and 3 replications. The parameters analyzed were height, diameter, and number of leaves. The results showed that with briquettes of fertilizer application did not provide tangible effect on the growth of height, diameter and number of leaves of seedlings. Average high accretion is highest P11 breadfruit seeds (1 kg compost briquettes) of 8.67 cm and average height increment breadfruit seedlings lowest P0 (control) is 3.33 cm. Average increase in diameter of the largest breadfruit seedlings P11 (compost briquettes) is 0.21 cm and an average low of P0 (control) of 0 cm. Average observation largest number of leaves of breadfruit seedlings is P6 (1.5 kg manure briquettes) and P8 (regular compost fertilizer 1 kg) of 5.33, and the average number of observations of the lowest leaf is P0 (control) is 1.33. Key words: Organic Fertilizer, Fertilizer Briquettes, Breadfruit (Artocarpus communis Forst), Water, Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Tarutung pada tanggal 14 Maret 1989 dari Ayah Aswan Fahri Harahap dan Ibu Agustina Farida Lubis. Penulis merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Penulis memulai pendidikan di SD Negeri 112149 Rantau Selatan dan lulus tahun 2001. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Muhammadiyah 35 Rantau Selatan dan lulus pada tahun 2004. Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri 1 MATAULI Pandan dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih Program Studi Budidaya Hutan, Departemen Kehutanan. Penulis melaksanakan Praktik pengenalan dan Pengelolaan Hutan (P3H) di hutan mangrove Pulau Sembilan, Pangkalan Susu dan hutan dataran rendah Aras Napal, Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada tanggal 8 sampai 19 Juni 2009. Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KPH Garut Perum Perhutani unit III Jawa Barat pada tanggal 2 Januari sampai 2 Februari 2011. Penulis melaksanakan penelitian mulai bulan Maret sampai Mei 2011 di Desa Hutaimbaru Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Judul dari skripsi ini adalah “Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Briket terhadap Pertumbuhan Bibit Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada orangtua penulis yang telah membimbing, mendidik dan memberikan motifasi serta mendukung penulis dalam doa dan materil. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi pembimbing Dr. Budi Utomo, SP. MP dan Dr. Ir. Yunasfi, M. Si selaku anggota yang terus membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi mahasiswa kehutanan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman. ABSTRAK . i ABSTRACT . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang. 1 Tujuan Penelitian . 4 Hipotesis Penelitian . 5 Manfaat Penelitian . 5 TINJAUAN PUSTAKA Defenisi Lahan Kritis . 6 Karakteristik Lahan Kritis. 6 Rehabilitasi Lahan . 7 Metode Rehabilitasi Lahan 1.Pupuk Kandang. 9 2.Pupuk Kompos . 9 Penggunaan Briket Pupuk . 11 Fungsi Air Bagi Tanaman . 11 Kebutuhan Air Suatu Tanaman . 12 Hubungan Tanaman dan Air Tanah. 13 Pengaruh Stres Air Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Organ Tanaman. 14 Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terhadap Sifat Fisik Tanah, Evapotranspirasi dan Pertumbuhan Tanaman. 16 Taksonomi Sukun . 17 Karakteristik Sukun . 17 Kegunaan Tanaman Sukun. 18 Kondisi Umum Lokasi Penelitian. 19 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian . 21 Bahan dan Alat . 21 Metode Penelitian . 21 Prosedur Penelitian 1.Penyiapan Bahan Tanaman . 23 2.Pembuatan Briket Pupuk . 23 3.Perhitungan Kadar Air . 23 4.Aklimatisasi . 24 5.Persiapan Lubang Tanam . 24 6. Penanaman di Lapangan. 24 7.Parameter Penelitian. 25 Tinggi Bibit . 25 Universitas Sumatera Utara Diameter Bibit . 25 Jumlah Daun. 26 HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Suhu dan Kelembaban. 28 Pertambahan Tinggi Bibit Sukun (cm) . 28 Pertambahan Diameter Bibit Sukun (cm) . 31 Pengamatan Jumlah Daun Bibit Sukun (helai). 34 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 39 Saran . 39 DAFTAR PUSTAKA Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Halaman 1. Kandungan Unsur Hara dalam Kompos. 10 2. Perbandingan Komposisi Kandungan Gizi Sukun dengan Beberapa Bahan Pangan Lainnya dalam 100 gram.18 3. Data suhu dan kelembaban dari pengamatan 1 hingga pengamatan 6 . 27 4. Data pertambahan tinggi bibit sukun (cm) . 27 5. Data pertambahan diameter bibit sukun (cm) . 31 6. Data pengamatan rata-rata jumlah daun bibit sukun (helai) 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Halaman 1. Peta tipe iklim di Kabupaten Tapanuli Selatan . 20 2. Rata-rata pertambahan tinggi bibit sukun 28 3. Rata-rata tinggi bibit sukun tiap pengamatan. 29 4. Rata-rata perbandingan tinggi antar perlakuan. 30 5. Rata-rata pertambahan diameter bibit sukun. 31 6. Rata-rata diameter bibit sukun tiap pengamatan. 32 7. Rata-rata perbandingan diameter antar perlakuan. 33 8. Rata-rata jumlah daun bibit sukun. 34 9. Rata-rata jumlah daun bibit sukun tiap pengamatan. 35 10. Rata-rata perbandingan jumlah daun antar perlakuan. 36 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Halaman 1. Penghitungan kadar air. 48 2. Data Pertambahan Tinggi Bibit Sukun. 49 3. Data Pertambahan Diameter Bibit Sukun. 51 4. Data Pengamatan Jumlah Daun Bibit Sukun. 53 5. Foto Pembuatan Briket Pupuk. 55 6. Foto Bibit Sukun. 56 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FEHNI AL ASY’ARY: Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst). Dibimbing oleh BUDI UTOMO dan YUNASFI. Pertumbuhan tanaman merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor internal (sel) dan eksternal (salah satunya adalah air). Kekurangan air mengakibatkan terhentinya pertumbuhan karena terganggunya aktivitas fisiologis maupun morfologis tanaman khususnya pada lahan kering yang identik dengan kurangnya air. Salah satu media yang dapat menyimpan air adalah pupuk organik dan salah satu bentuk modifikasi pupuk organik agar dapat lebih tahan lama dalam menyimpan air yaitu dengan pemadatan (briket). Metode ini diharapkan mampu menahan air dan mensuplainya ke tanaman dalam waktu yang lebih lama serta menjadikan lebih efisien. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi pengaruh pemberian pupuk kompos dan pupuk kandang yang diaplikasi dalam bentuk biasa dan briket terhadap pertumbuhan sukun (Artocarpus communis Forst). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2011 di Desa Hutaimbaru Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi, diameter, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dengan briket tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit. Rata rata pertambahan tinggi bibit sukun tertinggi adalah P11 (pupuk kompos briket 1 kg) sebesar 8.67 cm dan rata rata pertambahan tinggi bibit sukun terendah adalah P0 (kontrol) sebesar 3.33 cm. Rata rata pertambahan diameter bibit sukun terbesar P11 (pupuk kompos briket) sebesar 0.21 cm dan rata rata terendah yaitu P0 (kontrol) sebesar 0 cm. Rata rata pengamatan jumlah daun bibit sukun terbesar adalah P6 (pupuk kandang briket 1.5 kg) dan P8 (pupuk kompos biasa 1 kg) sebesar 5.33, serta rata rata pengamatan jumlah daun terendah adalah P0 (kontrol) sebesar 1.33. Kata kunci : Pupuk organik, Pupuk Briket, Sukun (Artocarpus communis Forst), Air. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT FEHNI AL ASY’ARY: Effect of Compost and dung in the form of Ordinary and Briquettes Against Growth Breadfruit (Artocarpus communis Forst). Under Academic Supervisor of BUDI UTOMO and YUNASFI Plant growth is the result of a complex interaction between internal factors (cell) and external (one of which is water). Water shortages will lead to atrophy due to disruption of physiological and morphological activity, especially in dry land crops are loaded with the lack of water. One of media that can store water is fertilization, ie organic fertilizer and one modified form of organic fertilizer to be more durable in storing water that is by compaction (briquettes). This method is expected to hold water and supply it to plants preformance longer time and make them more efficient. The purpose of this study to detect the influence of compost and manure are applied preformance and the usual form of briquettes on the growth of breadfruit (Artocarpus communis Forst). The research was conducted in March through May 2011 in the village Hutaimbaru, Halongonan district, northern district of Padang Lawas using non-factorial randomized block design with 13 treatments and 3 replications. The parameters analyzed were height, diameter, and number of leaves. The results showed that with briquettes of fertilizer application did not provide tangible effect on the growth of height, diameter and number of leaves of seedlings. Average high accretion is highest P11 breadfruit seeds pertumbuhan kecambah tanaman. Bahan organik yang terdekomposisi mampu melepas unsur hara dan asam asam yang membantu pertumbuhan. Asam-asam tersebut mampu menstimulasi pertumbuhan tanaman. Humus yang bersal dari bahan organik 13 Universitas Sumatera Utara terdekomposisi sempurna bila terlarut dalam air akan mengeluarkan enzim yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman ( Herawady, 2004). Karakteristik Sukun Tanaman sukun memiliki kulit kayu berserat kasar, dan semua bagian tanaman bergetah encer. Daunnya lebar, bercagap menjari dan berbulu kasar. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting, tetapi masih dalam satu pohon (berumah satu). Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang biasa disebut ontel. Bunga betina berbentuk bulat bertangkai pendek yang biasa disebut babal seperti pada nangka. Bunga betina ini merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Kulit buah bertonjolan rata sehingga tidak jelas yang merupakan bekas putik dari bunga sinkarpik tersebut (Sunarjono, 1998). 14 Universitas Sumatera Utara METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian in dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai Bulan Juli sampai Agustus 2014. Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit sukun (Artocarpus communis Forst), media sub soil dari Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, poliybag ukuran 10 kg, kertas label, air. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, kalkulator, pita ukur, jangka sorong, timbangan dan kamera. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 1 perlakuan dengan 4 kali ulangan yakni dengan pemberian dosis pupuk yang berbeda. Apabila tabel ANOVA berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjutan berdasarkan uji jarak nyata DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Pelaksanaan penelitian 1. Penyediaan media tanam 15 Universitas Sumatera Utara Tanah yang akan digunakan merupakan tanah sub soil yang berasal dari Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu. Pada awalnya tanah yang digunakan diayak terlebih dahulu, kemudian tanah yang selesai diayak di campur dengan pupuk kompos dengan komposisi sebagai berikut : P0 : 0% pupuk + 100% tanah P1 : 10 % pupuk + 90 % tanah P2 : 20 % pupuk + 80 % tanah P3 : 30% pupuk + 70% tanah P4 : 40% pupuk + 60% tanah P5 : 50% pupuk + 50% tanah P6 : 60% pupuk + 40% tanah P7 : 70% pupuk + 30% tanah P8 : 80% pupuk + 20% tanah P9 : 90% pupuk + 10% tanah P10 : 100% pupuk + 0% tanah Pencampuran ini dilakukan dengan asumsi bahwa polybag yang digunakan berukuran 10 Kg. 2. Penyediaan bibit Bibit sukun yang akan digunakan berasal dari lokasi pembibitan di Desa Nogorejo Kecamatan Tanjung Morawa. 3. Pemindahan bibit ke media tumbuh Bibit sukun yang akan digunakan adalah bibit yang berumur ± 6 bulan. Bibit yang telah disediakan di pindahkan ke dalam polybag yang telah berisi media tanam. 16 Universitas Sumatera Utara 4. Aklimatisasi Bibit sukun yang akan digunakan diberikan penyiraman selama seminggu agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungannya. 5. Parameter pengamatan Pengamatan dimulai 1 hari setelah dipindahkan ke polybag dan parameter yang diamati tanaman yang hidup dan yang mati. Cara pengambilan data yang dilakukan adalah sebagai berikut : Tinggi Cara pengamatan dengan menggunakan pita ukur. Diukur 1 cm di atas permukaan tanah Diameter Cara pengamatan dengan menggunakan jangka sorong. Diukur 1 cm di atas permukaan tanah. Ketahanan hidup Cara pengamatan dengan melihat salah satu tanaman yang paling lama bertahan hidup. 17 Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama 30 hari dengan parameter yaitu tinggi dan diameter, sehingga diperoleh data sebagai berikut. 1. Tinggi Bibit Sukun (cm) Tinggi merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam mengamati pertumbuhan bibit. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang (kotoran ayam) pada bibit sukun dengan beberapa interval berbeda tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit sukun. Pertambahan tinggi bibit sukun dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Rata-rata pertambahan tinggi bibit sukun (cm) Perlakuan Tanah 10 kg Tanah 9 kg + 1 kg Pupuk Kandang Tanah 8 kg + 2 kg Pupuk Kandang Tanah 7 kg + 3 kg Pupuk Kandang Tanah 6 kg + 4 kg Pupuk Kandang Tanah 5 kg + 5 kg Pupuk Kandang Tanah 4 kg + 6 kg Pupuk Kandang Tanah 3 kg + 7 kg Pupuk Kandang Tanah 2 kg + 8 kg Pupuk Kandang Tanah 1 kg + 9 kg Pupuk Kandang Pupuk Kandang 10 kg Rata-rata 0.04 0.07 0.16 0.08 0.22 0.11 0.12 0.09 0.05 0.12 0.06 Total 1.12 18 Universitas Sumatera Utara Seluruh bibit memperlihatkan pertambahan tinggi hingga akhir pengamatan. Setiap perlakuan hanya menunjukkan pertambahan tinggi rata rata 0.04-0.22 cm pada tiap hari pengamatan dalam 30 hari. Laju pertambahan tinggi bibit pada tiap hari pengamatan yang paling signifikan adalah P4 yakni 0.22 dan P2 yakni 0.16. Sedangkan laju pertambahan tinggi bibit yang rendah adalah P0 yakni 0.04. 2. Pertambahan Diameter Bibit Sukun (mm) Hasil pengamatan rata-rata pertambahan diameter bibit sukun disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Rata-rata pertambahan diameter bibit sukun (mm) Perlakuan Tanah 10 kg Tanah 9 kg + 1 kg Pupuk Kandang Tanah 8 kg + 2 kg Pupuk Kandang Tanah 7 kg + 3 kg Pupuk Kandang Tanah 6 kg + 4 kg Pupuk Kandang Tanah 5 kg + 5 kg Pupuk Kandang Tanah 4 kg + 6 kg Pupuk Kandang Tanah 3 kg + 7 kg Pupuk Kandang Tanah 2 kg + 8 kg Pupuk Kandang Tanah 1 kg + 9 kg Pupuk Kandang Pupuk Kandang 10 kg Rata-rata 0 0.03 0.04 0.05 0.10 0.07 0.07 0.05 0.07 0.07 0.06 Total 0.61 Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa laju pertambahan diameter bibit sukun tiap pengamatan berbeda. Rentang pertumbuhan diameter setiap 19 Universitas Sumatera Utara pengamatan berkisar antara 0 – 0.01 mm. Laju pertambahan diameter bibit pada tiap hari pengamatan yang paling signifikan adalah P4 yaitu 0.10 mm. Kemudian P5, P6, P8, P9 dengan nilai rata-rata pertumbuhan yang sama yaitu 0.07 mm, sedangkan laju pertambahan diameter bibit yang rendah adalah P0 di mana tidak terjadi pertambahan diameter. 3. Ketahanan Tumbuh Bibit Sukun Dari hasil pengamatan penelitian didapat bibit sukun yang paling lama bertahan hidup yaitu pada P8 ulangan pertama dengan tinggi 29.5 cm dan diameter 5.4 mm. Pembahasan Berdasarkan beberapa paramater yang diamati, menunjukkan nilai tertinggi dari parameter tinggi bibit adalah pada pemberian 6 Kg Tanah + 4 Kg (P4) pupuk kandang yaitu 0.22 cm, sedangkan pertumbuhan tinggi yang paling rendah adalah pada pemberian tanah 10 Kg (P0) yaitu 0.04 cm. Menurut Gardner (1991), pertumbuhan tanaman yang berinteraksi kompleks dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini meliputi faktor intrasel (Sifat genetik atau hereditas) dan intersel (Hormon dan enzim). Faktor eksternal meliputi air tanah dan mineral, kelembaban udara, suhu udara, cahaya dan sebagainya. Nilai pertambahan diameter terbesar adalah P4 yaitu 0.01 cm dan nilai terendah kontrol yang tidak mengalami pertambahan diameter adalah P0 yaitu 0 cm. Hal ini sesuai dengan pernyataan Irwanto (2006) bahwa tanaman sukun 20 Universitas Sumatera Utara tumbuh lebih baik di tempat yang lebih panas, dengan temperatur antara 150C – 380C. Pemberian pupuk kandang tersebut merupakan faktor eksternal. Kandungan pupuk kandang mengandung unsur makro dan mikro. Unsur makro terdiri dari Nitrogen sebesar 1.72%, Phospor sebesar 1.82%, Kalium sebesar 2.18%, Calsium sebesar 9.23%, Magnesium sebesar 0.86%. Sedangkan unsur mikro pada kandungan pupuk kandang ayam terdiri dari Mangan sebesar 6.1%, Ferum ( Besi ) sebesar 34.75%, Cuprum sebesar 1.6%, Zincum sebesar 5.01% (Organic Vegetable Cultivation in Malaysia, 2005) . Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat tanaman yang paling lama bertahan hidup. Hal ini disebabkan oleh adanya persaingan antar tanaman. Tanaman yang paling lama bertahan hidup yaitu pada P8 Ulangan 1 dengan tinggi 29.5 cm dan diameter 0.54 cm. Media yang digunakan pada penelitian ini yakni tanah dari lahan kritis dimana kondisi lingkungan berada dalam cengkraman kekeringan. Hal ini sangat mendominasi dalam mempengaruhi proses pertumbuhan sehingga proses pertumbuhan begitu lambat. Dapat dilihat dari data bahwa pertambahan diameter bibit sukun hanya berkisar 0-0.01 cm. Pernyataan ini sesuai dengan Dephut (2006) salah satu karakteristik lahan kritis ialah lahan yang kondisinya mengalami cengkraman kekeringan akibat laju erosi yang tinggi maupun intensitas curah hujan tahunan yang sangat rendah. Hal ini menyebabkan tanah yang berfungsi sebagai media penyimpan air yang terkandung di dalamnya tidak dapat berfungsi 21 Universitas Sumatera Utara maksimal sehingga berimplikasi terhadap pertumbuhan Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. Departemen Pertanian RI. Jakarta. Subiksa, I. G. D. 2006. Pemanfaatan Mikoriza Untuk Penanggulangan lahan kritis. http://tumoutou.net/702_04212/igm_subiksa.htm. [9 september 2014] Susanto, S. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Rauf, A. 2009. Profil Arboretu USU 2006-2008. USU Press. Medan. Rinsema, W. T. 1993. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Bhratara. Jakarta. Rosmarkam, A dan Yuwono, N. W. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogakarta. Wiryanta. W. 2003. Bertanam Cabai Hibrida Secara Intensif.Agromedia Pustaka. Jakarta. Lampiran 1. Analisis rancangan percobaan pertambahan tinggi bibit sukun Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-1 Perlakuan Ulangan 1234 C 45,8 33,4 48,6 45 A 47,8 47,4 42,3 52,3 B 47,8 44,3 41,5 50,6 K 41,5 46,4 51,4 45,4 S 43,8 42,5 39,7 39,2 5 50.8 51,1 48,3 42,9 52,2 6 39,2 47,5 39,2 47,5 45,3 Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-3 Perlakuan Ulangan 1234 C 46,2 33,9 48,8 45,3 A 48,1 48,3 43 53,2 B 48,9 45 42,2 50,8 K 42,2 47,2 51,9 46,8 S 44,2 42,9 40,6 39,7 5 51,3 51,9 48,7 43 53,5 6 39,8 48,5 39,4 49,4 46,3 Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-5 Perlakuan Ulangan 1234 C 46,7 34,4 49,2 46 A 49,3 48,9 44 54,5 B 49,5 45,5 43,5 51,2 K 42,5 48 52,5 47,3 S 44,8 43,2 41,9 40,1 5 51,6 53 49,7 43,5 54 6 40,3 49,4 40 50,8 47,4 Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-7 Perlakuan Ulangan 1234 C 47,3 35 50 46,3 A 49.8 48,9 45,3 55,5 B 50,3 46,2 44,4 51,4 K 43,8 48,8 52,7 48 S 45,5 43,8 42,5 40,6 5 52,3 54,1 50,2 44,1 55 6 41,2 50,4 40,5 51,4 48,6 Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-9 Perlakuan Ulangan 1234 C 47,8 35,6 50,7 47 A 50,8 50,8 46,4 56,4 B 50,9 47 45,5 52 K 44,5 49,5 53,3 48,8 S 45,8 44,6 43,1 41,3 5 52,8 55,2 51 44,7 56 6 42,3 51 41,2 52,1 49,4 Data pertambahan tinggi bibit sukun minggu ke-11 Perlakuan Ulangan 1234 C 48,4 36,1 51,3 47,8 A 51,8 51,8 47,5 57,7 B 51,8 48,1 46,3 52,7 K 45,6 50,3 54 49,3 S 46,5 45,6 43,7 42 5 53,5 56,1 52 45,2 56,8 6 43,7 52,2 41,5 52,7 50,2 Analisis ragam pertambahan tinggi bibit sukun Sumber db Jumlah Kuadrat Keragaman Kuadrat Tengah Perlakuan 4 10,35667 2,589167 Blok 5 2,813667 0,562733 Galat 20 16,89133 0,844567 Total 29 30,06167 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata F Hitung 3,065675 0,666298 F tabel 2,866081* 2,71089 tn Lampiran 2. Analisis rancangan percobaan pertambahan diameter bibit sukun Data pertambahan diameter bibit sukun minggu ke-1 Perlakuan Ulangan 1234 C 6,5 6,35 5,8 6,45 A 6,6 5,75 6,35 6,55 B 7,2 7,15 5 7,2 K 7,2 6,35 5,7 6 S 6,25 6,65 5,75 4,9 5 5,4 6,8 7,35 6 6,35 6 5,55 7,15 5,7 7,55 6,65 Data pertambahan diameter bibit sukun minggu ke-3 Perlakuan Ulangan 1234 C 6,55 6,4 5,85 6,5 A 6,75 5,85 7 6,9 B 7,4 7,2 5,25 7,5 K 7,45 6,75 5,8 6,2 S 6,35 6,75 5,9 5,1 5 5,5 7,45 7,45 6,1 6,45 6 5,75 7,25 5,75 7,7 6,8 Data pertambahan diamater bibit sukun minggu ke-5 Perlakuan Ulangan 1234 C 6,6 6,5 5,95 6,55 A 6,85 6 7,2 7,05 B 7,5 7,5 5,35 7,65 K 7,75 7 5,9 6,35 S 6,5 6,9 6,15 5.25 5 5,6 7,75 7,5 6,15 6,6 6 5,8 7,6 5,85 7,85 6,95 Data pertambahan diameter bibit sukun minggu ke-7 Perlakuan Ulangan 1234 C 6.65 6.6 6.05 6.7 A 7.3 6.25 7.65 7.75 B 7.75 7.7 5.5 7.75 K 7.8 7.1 6.05 6.45 S 6.6 7.1 6.3 5.4 Data pertambahan diameter bibit sukun minggu ke-9 Perlakuan Ulangan 1234 C 6,75 6,65 6,15 6,85 A 7,55 6,5 7,8 8 B 7,85 7,9 5,65 7,8 K 7,9 7,2 6,2 6,5 S 6,7 7,25 6,5 5,6 5 5.7 7.75 7.65 6.4 6.75 5 5,95 8,05 7,75 6,55 6,9 6 6 7.9 5.9 7.95 7.2 6 5,9 8,1 6 8,1 7,35 Data pertambahan diameter bibit sukun minggu ke-11 Perlakuan Ulangan 1234 C 6,9 6,8 6,25 6,85 A 7,7 6,75 7,95 8,25 B 8 8 5,75 7,95 K 8.05 7,35 6,35 6,65 S 6,95 7,4 6,65 5,75 5 5,95 8,25 7,9 6,65 7,15 6 6 8,25 6,15 8,25 7,5 Analisis ragam pertambahan diameter bibit sukun Sumber db Jumlah Kuadrat Keragaman Kuadrat Tengah Perlakuan 4 2,4738 0,6185 Blok 5 0,0937 0,0188 Galat 20 0.6142 0,0307 Total 29 3.1818 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata F Hitung 20,1397 0,6929 F tabel 2,8661* 2,7109tn Lampiran 3. Analisis rancangan percobaan luas daun bibit sukun Data luas daun bibit sukun pada minggu ke-11 Perlakuan Ulangan 12 3 4 C 11,43 7,43 7,43 11,88 A 64,94 46,48 36.09 61,96 B 17,16 40,44 19,39 15,50 K 70,11 24,89 14,29 37,84 S 27,63 28,59 25,75 13,05 Total 191,29 147,84 102,96 140,25 5 12,86 39,85 44,70 22,87 32,49 152,793 6 9,30 83,12 18.06 53,61 42,29 206,40 Total 332,46 155,28 60,34 223,63 169,83 941,55 Ratarata 55,41 25,88 10,05 37,27 28,30 156,92 Analisis ragam luas daun bibit sukun Sumber db Jumlah Keragaman Kuadrat Perlakuan 4 6639,123 Blok 5 1383,659 Galat 20 3781,115 Total 29 11803,9 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata Kuadrat Tengah 1659,781 276,7318 189,0557 F Hitung 8,779319 1,463757 F tabel 2,866081* 2,71089tn Lampiran 4. Analisis rancangan percobaan luas tajuk bibit sukun Data luas tajuk bibit sukun pada minggu ke-11 Perlakuan Ulangan 12 3 4 C 47,17 72,29 30,33 31,62 A 174,22 191,00 198,80 322,71 B 70,19 128,98 91,88 54,83 K 35,43 176,06 188,30 56,77 S 227,90 119,19 65,84 69,44 Total 554,92 687,53 575,25 535,36 5 46,28 1998,92 54,83 157,08 53,27 510,37 6 79,35 438,95 138,16 35,76 143,45 835,671 Total 307,05 1524,61 538,88 649,39 679,186 3699,11 Ratarata 51,17 254,10 89,81 108,23 113,20 616,52 Analisis ragam luas tajuk bibit sukun Sumber Db Jumlah Keragaman Kuadrat Perlakuan 4 142570 Blok 5 15284 Galat 20 97310,5 Total 29 255164 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata Kuadrat Tengah 35642,4 3056,81 4865,53 F Hitung 7,3255 10,62826 F tabel 2,866081* 2,71089tn Lampiran 5. Analisis rancangan percobaan jumlah daun bibit sukun Data jumlah daun bibit sukun pada minggu ke-11 Perlakuan Ulangan Total Rata- 123456 rata C 3 2 3 4 4 4 20 3,33 A 5 4 7 6 5 5 32 5,33 B 4 4 4 4 4 3 24 3,83 K 4 7 4 5 3 4 27 4,5 S 3 4 3 4 6 4 24 4 Total 19 21 21 24 22 20 127 21,67 Analisis ragam jumlah daun bibit sukun Sumber Db Jumlah Keragaman Kuadrat Perlakuan 4 13,2 Blok 5 2,966667 Galat 20 23,2 Total 29 39,36667 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata Kuadrat Tengah 3,3 0,593333 1,16 F Hitung 2,844828 0,511494 F tabel 2,866081tn 2,71089tn Lampiran 6. Analisis rancangan kadar air daun bibit sukun Data kadar air daun bibit sukun pada minggu ke-11 Perlakuan Ulangan 1 2 3 45 C 70 72,5 71,42 80 78,57 A 83,1 82,22 80,36 78,67 75,86 B 86,20 81,63 75 70 74,29 K 83,08 86,67 78,57 80 80 S 80,56 77,27 73,91 833 77,77 Total 402,94 400,29 379,27 392 386,50 6 72 84,62 71,43 80,65 73,17 381,86 Total 444,5 484,82 458,55 488,96 466,02 2342,86 Ratarata 74,08 80,80 76,43 81,49 77,67 390,48 Analisis ragam kadar air daun bibit sukun Sumber db Jumlah Kuadrat Keragaman Kuadrat Tengah Perlakuan 4 227,677 56,9193 Blok 5 93,9325 18,7865 Galat 20 356,353 17,8176 Total 29 677,962 Keterangan: tn : tidak nyata * : nyata F Hitung 3,19455 1,05438 F tabel 2,86608* 2,71089tn Lampiran 7. Dokumentasi penelitian Titk pengukuran diameter batang Batas pengukuran tinggi Pupuk kandang ayam Pupuk kandang bebek Pupuk kandang kambing Pupuk kandang sapi Pemberian label pada bibit sukun Pemberian pupuk kandang pada bibit sukun Pengukuran tinggi bibit sukun Pengukuran diameter bibit sukun Pengukuran luas daun bibit sukun Pengukuran luas tajuk bibit sukun Pengukuran KA daun Bibit sukun awal pengamatan perlakuan Bibit sukun ahir pengamatan perlakuan A (pupuk kandang ayam) A (pupuk kandang ayam) Bibit sukun awal pengamatan perlakuan Bibit sukun ahir pengamatan perlakuan B (pupuk kandang bebek) A (pupuk kandang bebek) Bibit sukun awal pengamatan perlakuan Bibit sukun ahir pengamatan perlakuan C (tanpa perlakuan) C (tanpa perlakuan) Bibit sukun awal pengamatan perlakuan Bibit sukun ahir pengamatan perlakuan K (pupuk kandang kambing) K (pupuk kandang kambing) Bibit sukun awal pengamatan perlakuan Bibit sukun ahir pengamatan perlakuan S (pupuk kandang sapi) S (pupuk kandang sapi)
Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal Parameter Penelitian Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal Pembuatan Briket Pupuk Perhitungan Kadar Air Aklimatisasi Persiapan Lubang Tanam Penanaman di Lapangan Pupuk Kompos Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Kandang dalam Bentuk Biasa dan Bentuk Briket terhadap Pertumbuhan Sukun (Artocarpus communis Forst) pada Lahan Marginal

Gratis