Analisis Pengaruh Kecukupan Modal, Efisiensi, Likuiditas, Non Performing Loan, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif, Dan Kualitas Aktiva Produktif Terhadap Return On Assets (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten D

 0  34  99  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

LEMBAR PERNYATAAN

PENGARUH KECUKUPAN MODAL, EFISIENSI, LIKUIDITAS, NON PERMORMING LOAN, PEMBENTUKAN PENYISIHAN AKTIVA PRODUKTIF, DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP

  Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteriaBank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang yang menyajikan laporan keuangan triwulan yang dipublikasikan Bank Indonesia secarakontinu mulai periode tahun 2007 sampai dengan 2010. Teknik analisis yang digunakan adalah regresilinear berganda (Multiple Linear Regression) dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan F-test untuk mengetahui besarnya pengaruh variabelindependen terhadap variabel dependen secara simultan serta t-test untuk menguji besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsialdengan Level of Significance 5%.

KATA PENGANTAR

  Suami tercinta Hamonangan Justinus Gultom dan anak tersayang Simon IgnasiusGultom, serta seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan dan motivasi dengan penuh kasih sayang baik moril maupun materil kepada penulis. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih diperlukan masukan dan saran yang membangun guna perbaikan dan kesempurnaan,dan akhirnya harapan penulis semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

RIWAYAT HIDUP

  Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteriaBank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang yang menyajikan laporan keuangan triwulan yang dipublikasikan Bank Indonesia secarakontinu mulai periode tahun 2007 sampai dengan 2010. Teknik analisis yang digunakan adalah regresilinear berganda (Multiple Linear Regression) dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan F-test untuk mengetahui besarnya pengaruh variabelindependen terhadap variabel dependen secara simultan serta t-test untuk menguji besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsialdengan Level of Significance 5%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Kinerja yang baik suatu bankdiharapkan mampu meraih kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank itu sendiri Menyadari pentingnya kesehatan suatu bank bagi nasabah, maka dirasa perlu untuk melakukan pemeliharaan kesehatan bank yang antara lain mencakuppemeliharaan likuiditas sehingga dapat memenuhi kewajiban pada nasabah yang menarik simpanannya sewaktu-waktu. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:Apakah terdapat pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP) terhadap Return on Assets (ROA) secara simultan dan parsial pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli SerdangTahun 2007 sampai dengan 2010?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.1. Return on Assets (ROA)

  Return on Assets (ROA) digunakan sebagai ukuran kinerja keuangan dan dijadikan sebagai variabel dependen karena ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan denganmemanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Total aset yang digunakan untuk mengukur ROA adalah jumlah keseluruhan dari aset yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.

2.1.2. Kecukupan Modal

  Klasifikasi bank sejak 1998 dikelompokkan dalam : (1) Bank sehat dengan klasifikasi A, jika memiliki CAR lebihdari 4%, (2) Bank take over atau dalam penyehatan oleh BPPN (Badan PenyehatanPerbankan Nasional) dengan klasifikasi B, jika bank tersebut memiliki CAR antara -25% sampai dengan < dari 4% (3) Bank Beku Operasi (BBO) dengan klasifikasi C, jika memiliki CAR kurang dari -25%. Modal sendiri adalah total modal yang berasal dari bank yang terdiri dari modal disetor, laba tak dibagi dan cadangan yang dibentuk bank.

2.1.3. Efisiensi

  Muljono(1999) menyatakan bahwa bank yang sehat rasio BOPO nya kurang dari 1 sebaliknya bank yang kurang sehat (termasuk BBO dan Take Over) rasio BOPO nya lebih dari 1(Muljono, 1999). Sedangkan pendapatan operasi merupakan pendapatan utama bank yaitu pendapatan bunga yang diperoleh dari penempatan dana dalam bentuk kredit dan pendapatanoperasi lainnya.

2.1.4. Likuiditas

  Namun perbedaannya dalam likuiditas perbankan tidakdiukur dari Acid Test Ratio maupun Current Ratio, tetapi terdapat ukuran khusus yang berlaku untuk menentukan likuiditas bank sesuai dengan peraturan BankIndonesia. Dengan LDR yang tinggi, dapat diduga cash inflow dari pelunasan pinjaman dan pembayaran bunga dari debitur pada bank menjadi tidaksebanding dengan kebutuhan untuk memenuhi cash outflow penarikan dana giro, tabungan dan deposito yang jatuh tempo dari masyarakat.

2.1.5. Non Performing Loan (NPL)

  Sesuai dengan fungsi utama bank yaitu menerima simpanan dari masyarakat(dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito berjangka) dan mengalokasikannya kembali kepada masyarakat (dalam bentuk kredit/pinjaman yang diberikan), makaaktiva produktif yang berupa kredit merupakan penempatan dana terbesar di sisi aktiva bank dibandingkan dengan penempatan dana dalam bentuk lain (seperti: surat-surat berharga, penempatan pada bank lain dan penyertaan) (Muljono, 1999). Secara konsep teori Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu pengukuran dari rasio resiko usaha bank yang menunjukkan besarnya resiko kreditbermasalah yang ada pada suatu bank (Masyhud, 2004).

2.1.6. Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP)

  Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.8/19/PBI/2006 tentang KualitasAktiva Produktif dan Pembentukan Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif Bank Perkreditan Rakyat, wajib membentuk PPAP berupa PPAP umum dan PPAP khusus. PPAP umum sebagaimana dimaksud ditetapkan paling kurang sebesar 0,5% dari Aktiva Produktif yang memiliki kualitas Lancar, tidak termasuk Sertifikat BankIndonesia.

c. 100% dari Aktiva Produktif dengan kualitas Macet setelah dikurangi dengan nilai agunan

  Aktiva produktif merupakan penanaman bank dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan dan penanaman lainnya yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan. Pengelolaan aktiva produktif ini sangat perlu dilakukan karena mengandung unsur resiko yang cukup tinggi dimana kredit yang telah diberikan,memberikan resiko tidak akan terbayar kembali.

2.1.8. Pengaruh Variabel Independen Terhadap ROA

2.1.8.1. Pengaruh CAR Terhadap ROA

  Pengaruh BOPO Terhadap Return on Assets (ROA) Nasser (2003) dan Aryanti (2004) dalam penelitiannya menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan rata-rata BOPO yang signifikan antara kinerja perusahaanpada bank yang sehat dan bank yang gagal. Hasil penelitiannya didukung oleh Aryanti (2004) yang LDR merupakan ukuran likuiditas yang mengukur besarnya dana yang ditempatkan dalam bentuk kredit yang berasal dari dana yang dikumpulkan oleh bank(terutama dana masyarakat).

2.1.8.4. Pengaruh NPL Terhadap Return on Assets (ROA)

  Peneliti terdahulu yang menguji Usman (2003) menguji pengaruh NPL terhadap perubahan laba satu tahun mendatang dimana hasilnya menunjukkan besarnya resiko kredit bank tidakmempengaruhi kinerja laba sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan yang menguji pengaruh NPL terhadap ROA. Hasil penelitian tersebut didukung olehSuyono (2005) yang menguji pengaruh NPL terhadap ROA pada bank umum diIndonesia periode tahun 2001-2003, dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwaNPL tidak berpengaruh terhadap ROA pada level signifikansi 5% yaitu sebesar 18,9%.

2.1.8.5. Pengaruh PPAP Terhadap Return on Asset (ROA)

2.1.8.6. Pengaruh KAP Terhadap Return on Asset (ROA)

  Sementara hasil penelitian Hamid (2004) yang menguji pengaruh PPAP terhadap ROA pada bank umum di Indonesia periode tahun 2000-2002, menunjukkan Rasio Kualitas Aktiva Produktif (KAP) merupakan ukuran kualitas aktiva produktif, dimana semakin besar rasio KAP maka kualitas aktiva produktif rendahatau sebaliknya semakin rendah rasio KAP maka kualitas aktiva produktif tinggi. Kualitas Aktiva Produktif (KAP) yang rendah bisa mengakibatkan biaya naik yang mengakibatkan ROA rendah.

2.2. Penelitian Terdahulu

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang memiliki signifikan terhadap Return on Assets (ROA) Nusantara (2009) menunjukkan bahwa empat variabel independen seperti Non Performing Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasi Pendapatan Operasi (BOPO) tidak semuanya berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA) pada Bank Umum Go Publik dan BankUmum Non Go Publik di Indonesia periode 2005 sampai 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yang memiliki signifikan terhadap Return on Assets (ROA) hanya Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) pada bank umum go publik, sedangan pada bank umum non go publik variabel independen yang memiliki signifikan terhadap Return on Assets (ROA)hanya Loan to Deposit Ratio (LDR).

NPL, NIM, CAR

  2 Suyono (2005) Analisis rasio-rasio bank yangberpengaruh terhadap ROA (Studi Empiris:Pada Bank Umum di Indonesia Periode2001-2003) Dependen : ROA Independen : CAR, BOPO, NIM, LDR, NPL,PLO, dan PK Hasil penelitian menunjukkanbahwa variabel independen yang memiliki hubungan signifikanterhadap ROA hanya CAR, BOPO, dan LDR. 4 Nusantara (2009) Analisis Pengaruh NPL, CAR, LDR, danBOPO terhadap Profitabilitas Bank(Perbandingan Bank Umum Go Publik danBank Umum Non Go Publik di IndonesiaPeriode Tahun 2005- 2007) Dependen : ROA Independen : NPL, CAR,LDR, BOPO Hasil penelitian menunjukkanbahwa variabel independen yang memiliki signifikan terhadapROA hanya CAR, LDR pada bank umum go publik, sedanganpada bank umum non go publik variabel independen yangmemiliki signifikan terhadap ROA hanya LDR.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1. Kerangka Konsep

Berdasarkan telaah pustaka, maka kerangka konsep dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.1. berikut ini : Variabel independen Variabel dependen CAR (X 1 ) BOPO (X )

2 ROA (Y)

  Pengaruh BOPO terhadap ROA dikemukakan oleh Sugiyanto(2002) dan Usman (2003), dimana BOPO menunjukkan pengaruh yang negatif LDR merupakan ukuran likuiditas yang mengukur besarnya dana yang ditempatkan dalam bentuk kredit yang berasal dari dana yang dikumpulkan oleh bank(terutama masyarakat). Semakin tinggi rasio ini maka akan semakin buruk kualitas kreditbank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar, dan oleh karena itu bank harus menanggung kerugian dalam kegiatan operasionalnya sehinggaberpengaruh terhadap penurunan laba (ROA) yang diperoleh bank (Kasmir, 2004).

3.2. Hipotesis

Berdasarkan kerangka konseptual sebelumnya, maka hipotesis penelitian adalah:Terdapat pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan(NPL), Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), dan Kualitas AktivaProduktif (KAP) terhadap Return on Assets (ROA) secara simultan dan parsial padaBank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007 sampai dengan 2010.

BAB IV METODE PENELITIAN

  Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian di Bank Indonesia dengan menggunakan Laporan KeuanganPublikasi Bank Perkreditan Rakyat secara triwulanan yang terdaftar di Direktori BankIndonesia di Provinsi Sumatera Utara Wilayah Kabupaten Deli Serdang selama tiga tahun periode tahun 2007 sampai dengan 2010. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat di WilayahKabupaten Deli Serdang yang terdaftar di Laporan Publikasi Bank Indonesia ProvinsiSumatera Utara sejak tahun 2007 sampai dengan 2010.

13. PT. BPR Bumiasih NBP

Catatan : 4

4.4. Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dari LaporanKeuangan yang dipublikasikan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara di Wilayah Kabupaten Deli Serdang untuk tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010. Variabel independen terdiri dari kecukupan modal yangdiproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR), efisiensi diproksikan denganBiaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), likuiditas diproksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), dan Kualitas Aktiva Produktif (KAP).

b. Biaya Operasi dan Pendapatan Operasi (BOPO)

  Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) Rasio Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (Bank Indonesia, 2004): Penyisihan Penghapusan Aktiva ProduktifPPAP =Total Aktiva Produktif Rasio Kualitas Aktiva Produktif dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut (BankIndonesia, 2004): Jumlah Aktiva yang DiklasifikasikanKAP =Total Outstanding 2. 1 =b 2 =b 3 =b 4 =b 5 =b 6 = 0, Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan variabel CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, dan KAP terhadap variabel ROAH 1 : minimal satu b 1 ≠ 0, Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan variabel CAR, BOPO, LDR, NPL, PPAP, dan KAP terhadap variabelROA.

4.8. Uji Asumsi Klasik

  4.8.3 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi menunjukkan varians antar variabel tersebar dan tidak sama. Heteroskedastisitasmuncul apabila kesalahan atau residual dari model-model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi ke observasi lainnya.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Deskripsi Data Penelitian

  Data yang diperoleh dari hasil analisis deskriptif data, menunjukkan nilai tertinggi (maksimum), nilai terendah (minimum), rata-rata (mean), dan standardeviasi dari setiap variabel yang diteliti, baik itu variabel independen yaitu CAR (X ), 1 BOPO (X 2 ), LDR (X 3 ), NPL (X 4 ), PPAP (X 5 ), dan KAP (X 6 ) dan variabel dependen yaitu ROA (Y). Hasil yang sama juga terjadi pada BOPO, LDR, NPL, PPAP, KAP danROA dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa data variabel CAR, BOPO, LDR,NPL, PPAP, KAP, dan ROA memberikan hasil yang baik.

5.2. Hasil Analisis

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini perlu dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu yang meliputi: ujinormalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi yang dilakukan sebagai berikut:

5.2.1. Uji Normalitas

  Uji statistikUji statistik sederhana dapat dilakukan dengan melihat nilai kurtosis dan skewness dari residual. menunjukkan bahwa besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,861 dan signifikan sebesar 0,449 > α 0,05 hal ini berarti H diterima yang berarti data residual terdistribusi normal.

5.2.2. Uji Multikolinearitas

  Demikian dengan hasil perhitungan nilai Tolerance juga menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berartitidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Variance Inflation Factor (VIF) Variabel Independen Collinearity Statistics Tolerance VIF Model1 (Constant) CAR .608 1.644 BOPO .470 2.129 LDR .937 1.067 NPL .309 3.231 PPAP .371 2.699 KAP .667 1.499Sumber : Lampiran 9 Hasil output tersebut terlihat bahwa nilai VIF menunjukkan tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10.

5.2.4. Uji Autokorelasi

  Untuk mengetahui adanya autokorelasi dalam suatu model regresi, dilakukan Durbin-Watson (DW) dengan ketentuan model yang tidakmemiliki autokorelasi jika du < d < 4 – du atau dalam persamaan ini untuk n sebanyak 208, α = 5%, dan k = 4, maka du = 1,8094 dan dl = 1,7279 sehingga1,8094<2,053<2,2721, (4 – 1,7279 = 2,2721). Autokorelasi <1 Ada Autokorelasi1,1 – 1,54 Tanpa Kesimpulan 1,55 – 2,46 Tidak Ada Autokorelasi2,46 – 2,9 Tanpa Kesimpulan >2,9 Ada Autokorelasi Sumber : Algifari, 2000 Hasil pengelolaan penelitian diketahui bahwa tidak ada autokorelasi antara variabel independen juga.

5.3. Pengujian Hipotesis

  Oleh karena itu maka H ditolak, ini berarti bahwa variabel independen (CAR,BOPO, LDR, NPL, PPAP dan KAP) tersebut secara simultan berpengaruh signifikansi terhadap variabel dependen (ROA) artinya besar kecilnya keenam rasiotersebut secara simultan mempengaruh ROA pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di 0,05 αUntuk melihat kontribusi variabel independen secara simultan terhadap 2 variabel dependen dapat dilihat koefisien determinasi (R ). Variabel KAP memiliki nilai t hitung sebesar -0,00696 dan nilai t tabel sebesar hitung tabel yang berarti bahwa variabel KAP tidak berpengaruh dan signifikan terhadap ROA pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang tahun2007 sampai 2010.

5.4. Pembahasan Hipotesis

Hasil pengujian masing-masing variabel independen terhadap variabel dependennya dapat dianalisis sebagai berikut :

1. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return on Assets (ROA)

  CAR yang tinggi menunjukkan bank mempunyai kecukupan modal yang tinggi, dengan permodalan yang tinggi bank dapat leluasa untuk menempatkandananya ke dalam investasi yang menguntungkan, hal tersebut mampu meningkatkan nasabah karena kemungkinan bank memperoleh laba sangat tinggi dan kemungkinanbank tersebut terlikuidasi sangat kecil. Dengan meningkatnya modal sendiri maka kesehatan bank yang terkait dengan rasio permodalan (CAR) semakin meningkat dan dengan modal yang besarmaka kesempatan untuk memperoleh laba perusahaan juga semakin besar (Masyhud,2004) Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Suyono (2005) yang menunjukkan pengaruh positif antara CAR terhadap pertumbuhan laba.

2. Pengaruh Biaya Operasi Pendapatan Operasi (BOPO) Terhadap Return on

  Assets (ROA) Dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t sebesar hitung Nilai negatif yang ditunjukkan BOPO sesuai dengan teori yang mendasarinya bahwa semakin kecil BOPO menunjukkan semakin efisien bank dalam menjalankanaktifitas usahanya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Suyono (2005) yang menunjukkan hasil semakin kecil BOPO menunjukkan laba periode berikutnyasemakin besar dikarenakan BOPO yang rendah menunjukkkan biaya operasi yang lebih kecil dari pendapatan operasinya.

3. Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Return on Assets (ROA)

  Dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar Hal ini bertentangan dengan teori yang menyatakan semakin tinggi LDR menunjukkan semakin riskan kondisi likuiditas bank, sebaliknya semakin rendahLDR menunjukkan kurangnya efektivitas bank dalam menyalurkan kredit. LDR merupakan ukuran likuiditas yang mengukur besarnya dana yang ditempatkan dalam bentuk kredit yang berasal daridana yang dikumpulkan oleh bank (terutama dana masyarakat).

4. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) Terhadap Return on Assets (ROA)

  Dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t sebesar hitung Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa resiko usaha bank yang tercermin dalam NPL berpengaruh terhadap ROA, dimana dapat dilihat dari banyaknya NPLbank yang tinggi, hal ini sangat dimungkinkan karena proporsi kredit bermasalah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten Deli Serdang begitubesar sehingga mempengaruhi ROA. Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif (KAP) Terhadap Return on Assets (ROA) Dari hasil perhitungan uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar Hal ini bertentangan dengan teori yang menyatakan semakin besar rasio KAP menunjukkan kinerja dari aktiva produktif semakin menurun sehingga berpengaruh Pengelolaan aktiva produktif ini sangat perlu dilakukan karena mengandung unsur resiko yang cukup tinggi dimana kredit yang telah diberikan, memberikanresiko tidak akan terbayar kembali.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Hal ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Azwir (2006) menunjukkan bahwa variabelindependen (CAR, BOPO, LDR, NPL, dan PPAP) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (ROA). Hal ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Azwir(2006) menunjukkan variabel CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.

6.2. Keterbatasan Penelitian

  Periode yang diamati dalam penelitian ini hanya 4 (empat) tahun yaitu tahun 2007 sampai dengan 2010 dan populasi yang terbataspula yaitu hanya 13 BPR. Sesuai dengan SE BI No.6/10/PBI/2004 suatu bank dinyatakan sehat apabila memenuhi criteriaCAMELS, dimana “S” adalah sensitivibilitas bank terhadap pasar, sementara dalam penelitian ini sensitivibilitas bank terhadap pasar yang mencerminkan risktidak diteliti.

6.3. Saran

  Perlunya penambahan variabel independen yang mempengaruhi ROA yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti faktor makro ekonomi, yaitu tingkat inflasi,pertumbuhan ekonomi, kebijakan pemerintah dan lain-lain. Hal ini diindikasikan 2 dari hasil nilai koefisien determinasi (R ) sebesar 78,1% sedangkan sisanya21,9% merupakan variabel independen yang mempengaruhi ROA yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

  Nasser, Etty M., 2003, “Perbandingan Kinerja Bank Pemerintahan dan Bank Swasta Dengan Rasio CAMEL Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham”, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol.3 No.3., hal 217-236. Nusantara, Ahmad Buyung, 2009, Analisis Pengaruh NPL, CAR, LDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas Bank pada Bank Umum Go Publik dan Bank Umum Non Go Publik di Indonesia Periode Tahun 2005 sampai 2007, Tesis Universitas Diponegoro Tidak Dipublikasikan.

BOPO (X

2 ) 6 ) a. Dependent Variable: ROA Lampiran 7 Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

  Lampiran 8 Descriptive StatisticsN Skewness Kurtosis Statistic Statistic Std. Error CAR 208 .398 .169 -.406 .336 BOPO 208 .553 .169 -.169 .336LDR 208 .227 .169 -.524 .336 NPL 208 .285 .169 -.526 .336PPAP 208 .498 .169 .687 .336 KAP 208 .603 .169 -.455 .336ROA 208 -.683 .169 -.287 .336 Valid N (listwise) 208 Uji Normalitas (Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov) One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residuala,,b N 208Normal Parameters Mean .0000000 Std.

b. Calculated from data

Lampiran 9

2. Uji Multikolinearitas Matriks Korelasi antara Variabel Independen Coefficient Correlations

a Model KAP LDR CAR PPAP BOPO NPLKAP 1.000 -.115 .003 -.112 -.201 -.200 LDR -.115 1.000 -.033 .041 .047 .104CAR .003 -.033 1.000 .011 .524 .020 PPAP -.112 .041 .011 1.000 .013 -.680BOPO -.201 .047 .524 .013 1.000 -.243 CorrelationsNPL -.200 .104 .020 -.680 -.243 1.000 KAP .003 -6.861E-5 6.627E-6 .000 .000 -.001LDR -6.861E-5 .000 -1.300E-5 4.830E-5 6.482E-6 .000 CAR 6.627E-6 -1.300E-5 .001 4.376E-5 .000 7.453E-5PPAP .000 4.830E-5 4.376E-5 .012 1.846E-5 -.007 BOPO .000 6.482E-6 .000 1.846E-5 .000 .000 1 Covariances NPL -.001 .000 7.453E-5 -.007 .000 .010

a. Dependent Variable: ROA

Variance Inflation Factor (VIF) Variabel Independen Collinearity Statistics Model Tolerance VIF(Constant) CAR .608 1.644BOPO .470 2.129 LDR .937 1.067 NPL .309 3.231 PPAP .371 2.699

1 KAP .667 .499

Lampiran 10 Lampiran 11

4. Uji Autokorelasi

  Error of the Model R R Square Square Estimate Durbin-Watsona 1 .884 .781 .774 1.19748 2.053 a. Predictors: (Constant), KAP, LDR, CAR, PPAP, BOPO, NPL b.

Analisis Pengaruh Kecukupan Modal, Efisiensi, Likuiditas, Non Performing Loan, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif, Dan Kualitas Aktiva Produktif Terhadap Return On Assets (Studi Empiris Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kabupaten D Deskripsi Data Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Jenis Data Definisi Operasional Variabel Capital Adequacy Ratio CAR. Biaya Operasi dan Pendapatan Operasi BOPO Jenis Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Kerangka Konsep KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS Loan to Deposit Ratio LDR Non Performing Loan NPL Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif PPAP Kualitas Aktiva Produktif KAP Metode Analisis Data Pengujian Hipotesis Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh BOPO Terhadap Return on Assets ROA Pengaruh LDR Terhadap Return on Assets ROA Pengaruh Loan to Deposit Ratio LDR Terhadap Return on Assets ROA Pengaruh Non Performing Loan NPL Terhadap Return on Assets ROA Pengaruh NPL Terhadap Return on Assets ROA Pengaruh PPAP Terhadap Return on Asset ROA Pengaruh Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif PPAP Terhadap Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif KAP Terhadap Return on Assets Pengujian Hipotesis HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Originalitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Uji Multikolinearitas Hasil Analisis Uji Normalitas Hasil Analisis Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Pengaruh Kecukupan Modal, Efisie..

Gratis

Feedback