Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Hijau terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans (IN VITRO).

 5  135  89  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

   

  Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektifitas ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1%. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektifitas ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1%.

EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU TERHADAPPERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS (IN VITRO)

  Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektifitas ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1%. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektifitas ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan berbagai variasi konsentrasi yaitu 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1%.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia adalah karies gigi

  Penelitian Fathilah menyatakan bahwa ekstrak daun sirih menunjukkan aktifitas antibakteri terhadap Streptococcus mitis, Streptococcus sanguis dan Actinomyces viscosus, dan beberapa koloni awal pada plak 6 gigi. Berdasarkan acuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun sirih hijau memiliki zat antibakteri yang mampu melawan bakteri gram positif dan gramnegatif, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai daun sirih.

1.2 Rumusan Masalah

  Apakah ada perbedaan efektifitas antara 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%,0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1% terhadap pertumbuhan S. Berapakah kadar hambat minimum dari ekstrak daun sirih hijau yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.

1.3 Tujuan Penelitian

  Untuk menganalisis perbedaan efektifitas antara 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%,0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1% terhadap pertumbuhan S. Untuk menganalisis kadar hambat minimum ekstrak daun sirih hijau yang mampu menghambat pertumbuhan S.

1.4 Manfaat Penelitian

  Manfaat untuk ilmu pengetahuanMemberikan informasi khususnya di bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak mengenai efek antibakteri ekstrak daun sirih hijau terhadap koloni S.mutans sehinggadapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan penelitian selanjutnya. Manfaat untuk masyarakatMemberikan informasi kepada masyarakat bahwa daun sirih hijau dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk pencegahan karies sehingga diharapkanpencegahan karies menjadi lebih efektif dan terjadinya penurunan prevalensi karies di Indonesia.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Etiologi Karies

  Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan aktifitas bakteri flora mulut yang ada dalam 10,11 suatu karbohidrat yang diragikan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya invasi bakteri dan kerusakan pada jaringan pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal dan menimbulkan 10 rasa nyeri.

2.1.1 Host

  Plak merupakan suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yangberkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada 10 permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan padagigi, sebaliknya pada orang dengan diet yang banyak mengandung lemak dan protein 10 hanya sedikit atau sama sekali tidak mempunyai karies gigi.

2.1.4 Waktu

  Secara umum, karies dianggap sebagai penyakit kronis pada manusia yang berkembang dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Lamanya waktu yangdibutuhkan karies untuk berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, 10 diperkirakan 6-48 bulan.

2.2 Streptococcus mutans

  Glukan yang tidak larut disintesis oleh permukaan GtfB dan GtfC yang terabsorpsi menyediakansisi pengikatan spesifik untuk kolonisasi bakteri pada permukaan gigi dan bakteri satu 20 sama lain, mengatur pembentukan biofilm yang sangat erat. Jumlah yang tinggi dari polisakarida ekstraseluler meningkatkan stabilitasbiofilm dan integritas struktural dan melindungi bakteri terhadap pengaruh buruk dari antimikroba dan pengaruh lingkungan.

2.3 Sirih

  Saat ini telah banyak dilakukan penelitian mengenai bahan alam yang dimanfaatkan dalam mencegah dan mengatasi penyakit karies gigi. Tanaman sirihmerupakan salah satu tanaman herbal yang berhubungan erat dengan pengendalian 6,7,14 karies, penyakit periodontal dan mengontrol halitosis.

2.3.1 Morfologi Sirih

  Sirih memiliki daun yang tunggal dan letaknya berseling dengan bentuk bervariasi mulai dari bundar sampai oval, ujung daun runcing, pangkal   daun berbentuk jantung atau agak bundar asimetris. Daun sirih memiliki warna yang 23 bervariasi yaitu kuning, hijau sampai hijau tua dan berbau aromatis.

24 Taksonomi Sirih:

  Daun sirih hijau di Desa Purwojoyo Kabupaten Deliserdang   2.3.2 Jenis Sirih Tanaman sirih dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan daun, aroma, dan rasa. Jenis-jenis sirih tersebut diantaranya sirih jawa yang berdaun hijau tua danrasanya kurang tajam; sirih badan yang berdaun besar, berwarna hijau tua dengan warna kuning di beberapa bagian, dan rasa serta bau lebih tajam; sirih cengkeh (daunkecil, lebih kuning dan rasanya seperti cengkeh); sirih hitam yang rasanya sangat tajam dan digunakan sebagai campuran berbagai obat; serta sirih kuning.

2.3.4 Kegunaan Sirih

  Tanaman sirih sudah lama dikenal sebagai tanaman obat dan banyak tumbuh di Indonesia. Secara tradisional, sirih dipakai sebagai obat sariawan, sakit tenggorokan, obat batuk, obat cuci mata, obat keputihan, pendarahan pada hidung/mimisan,mempercepat penyembuhan luka, menghilangkan bau mulut dan mengobati sakit 29,26,27 gigi.

2.4 Kerangka Teori

  Pelikel Host Bahan organik dan Anorganik Streptococcus mutans Glucosyltransferase PlakWaktu Substrat KariesEkstrak daun sirih hijau Zat Aktif : Minyak Atsiri Fenol Efek antibakteriPencegahan   2.5 Kerangka Konsep Ekstrak daun sirih hijau Streptococcus mutans Minyak Atsiri Glucosyltransferase Fenol KONSENTRASI? Adanya perbedaan efektifitas antara 20 konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yaitu 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%,0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1% terhadap pertumbuhan S.

METODOLOGI PENELITIAN

  3.2 Sampel dan Besar Sampel Penelitian Sampel penelitian ini adalah biakan murni S. mutans yang berasal dari laboratorium FMIPA Universitas Sumatera Utara.

3.3. Variabel Penelitian

VARIABEL TERGANTUNGZona hambat pertumbuhan S. mutanspada media MHA  Ekstrak daun sirih hijau dengan 20 konsentrasi yaitu : 20%, 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%,2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%,0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%,0,1% serta kontrol positif dan kontrol negatif  Kelompok 17 : Ekstrak dengan konsentrasi (0,4%) = 5 sampel

VARIABEL BEBAS

VARIABEL TERKENDALI

   Waktu inkubasi  Sterilisasi alat, bahan dan media  Waktu pengamatan  Konsentrasi bahan coba  Suspensi S.mutans pada saat diinokulasi pada media NA  Keterampilan operator VARIABEL TIDAK TERKENDALI  Lamanya penyimpanan daun sirih hijau  Suhu ruangan tempat penelitian dilaksanakan  Suhu inkubasi S. mutans  Media untuk pertumbuhan   3.3.1 Variabel Bebas  Ekstrak daun sirih hijau dengan 20 konsentrasi yaitu : 20%, 10%, 9%, 8%,7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, 0,9%, 0,8%, 0,7%, 0,6%, 0,5%, 0,4%, 0,3%, 0,2%, 0,1% serta kontrol positif dan kontrol negatif.

3.4 Defenisi Operasional

   Ekstrak daun sirih hijau pelarut etanol adalah ekstrak yang diperoleh dengan melakukan ekstraksi daun sirih hijau yang telah dimaserasi dengan pelarut etanol 96% sehingga diperoleh ekstrak kental.  Ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 20% adalah 2 gr ekstrak daun sirih hijau dalam 10 ml etanol 96% (200 mg/ml).

3.5 Bahan dan Alat Penelitian 3. 5.1 Alat Penelitian

  Cakram Kosong (Oxoid) Gambar 4. Autoklaf (Yamamoto SN 210)Gambar 5.

3.5.2 Bahan Penelitian

 Daun sirih hijau sebanyak 3,5 kg.  Pelarut etanol 96% 7,5 liter  Biakan murni S.mutans  Media MHA (Mueller Hinton Agar)  Media Nutrient agar  Spritus Alkohol 70%  Wipol Kapas Steril  Cotton Bud steril  Spritus Aquades  NaCl 0,85%  NaOCl 0,5%

3.6 Tempat dan Waktu Penelitian

3.6.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi Fakultas FarmasiUSU, Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi USU, Laboratorium Mikrobiologi FMIPA USU.  

3.6.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian:  Penulisan skripsi selama 11 bulan yaitu Agustus 2010- Juli 2011  Penelitian Laboratorium selama 3 bulan yaitu April-Juni 2011

3.7 Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data

Tahap- tahap pengambilan dan pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.7.1 Pembuatan Media Bakteri

  Sebelum spesimen dibiakkan, dibuat media Nutrient agar yang digunakan untuk pembiakan bakteri, sebanyak 2 gram Nutrient agar dilarutkan ke dalam 100 mlakuades, lalu dipanaskan di atas tungku pemanas magnetik sampai mendidih. Kemudian dibuat media Mueller Hinton Agar (MHA) yang digunakan untuk uji aktifitas antibakteri dari bahan coba.

3.7.2 Pembiakan Spesimen

  Biakan uji bakteri yang digunakan pada penelitian S. Apabila pertumbuhan bakteri tidak subur dan terjadi kontaminasi bakteri lain, prosedur pembiakkan bakteri dan pengamatan diulang kembali.

3.7.3 Pembuatan Ekstrak Daun Sirih Hijau

  Pembuatan ekstrak daun sirih hijau dilakukan melalui tiga tahapan, pertama dengan metode perkolasi yaitu penyaringan ekstrak daun sirih dalam rendamanetanol 96%, tahap kedua yaitu rotari evaporator dengan tujuan untuk menguapkan   etanol 96% yang telah mengikat ekstrak daun sirih sehingga akan diperoleh ekstrak yang kental, tahapan yang terakhir yaitu freeze dryer, tujuannya untuk mengeringkanekstrak yang masih mengandung etanol 96%. Mulai dari bagian bawah, diletakkan sebuah karet penutup botol sebagai penahan infusa yang terhubung dengan botol penampung ekstrak, kemudian dilapisanselanjutnya diletakkan kapas dan kertas saring sebagai penyaring ekstrak agar diperoleh ekstrak yang jernih.

3.7.4 Uji Efektifitas Anti Bakteri

Biakan uji bakteri yang digunakan pada penelitian adalah S.mutans pada media Nutrient agar yang diambil dari Laboratorium Mikrobiologi FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Urutan pengujian antibakteri S.mutans adalah sebagai berikut :

a. Persiapan Suspensi Bakteri

  Alat-alat yang akan digunakan pada proses uji aktivitas antibakteri terlebih dahulu dicuci bersih kemudian dikeringkan dan disterilkan dalam autoklaf pada suhu121°C selama 15 menit. Kemudian sebanyak 1-2 ose dari biakan murni bakteri uji yang telah dikultur dan tumbuh subur, disuspensikan dengan menggunakan NaCl 8 0,85% sampai diperoleh kekeruhan yang sama dengan standard Mc.

b. Peletakan Cakram yang Telah Ditetesi Bahan Coba pada Media

  MHA Cakram kosong yang telah ditetesi bahan coba diletakkan pada petri yang telah terdapat bakteri. mutans yang tumbuh dengan mengukur zona bening yang dilihat dengan menggunakan kaliper.

3.7.5 Cara Pengukuran Zona Hambat

  Zona hambat yang terbentuk diukur sebanyak dua kali yaitu pengukuran berdasarkan garis tengah diagonal dan hasilnya dirata-ratakan. Ekstrak D1 (DiameterDaun Sirih zona hambat)hijau D2 (diameter zona Zona hambat)hambat Media Mueller Hinton Agar (MHA)Zona hambat = Gambar 7.

3.7.6 Analisis Data

Data dari setiap perlakuan dianalisis secara statistik dengan tingkat kemaknaan (p = 0,05), dengan memakai uji statistik yaitu Uji One Way ANOVA,untuk melihat perbedaan efek antibakteri pada semua kelompok perlakuan.    

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN Setelah peletakan cakram yang berisi ekstrak daun sirih hijau dan kontrol pada

  Pembuatan ekstrak daun sirih hijau dilakukan melalui tiga tahapan, pertama dengan metode perkolasi yaitu penyaringan ekstrak daun sirih dalam rendaman etanol 96%,tahap kedua yaitu rotari evaporator dengan tujuan untuk menguapkan etanol 96% yang telah mengikat ekstrak daun sirih sehingga akan diperoleh ekstrak yang kental,tahapan yang terakhir yaitu freeze dryer, tujuannya untuk mengeringkan ekstrak yang masih mengandung etanol 96%. Efektifitas daya antibakteri dari ekstrak daun sirih hijau ini akan terlihat dari besarnya diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar cakram yang telah ditetesi dengan ekstrak daun sirih hijau sebagai bahancoba yang diamati pada media MHA yang telah diinokulasi oleh S.mutans.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian efektifitas ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kadar hambat minimum dari ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan S.

6.2 Saran

  Sebaiknya pada penelitian selanjutnya pelarut yang digunakan untuk pengenceran ekstrak yaitu DMSO (Dimethyl Sulfoxide) untuk diperoleh hasilpengenceran yang lebih homogen. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan produk pencegahan karies dengan menambahkan bahan sirih seperti pastagigi dan obat kumur dengan konsentrasi yang ditemukan oleh peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

  Koloni Streptococcus mutans dalam saliva anak yang menggunakan pasta gigi daun sirih dan pasta gigi siwak. Perbandingan efektifitas pasta gigi yang mengandung ekstrak daun sirih dan fluor terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans (In vitro).http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19051/3/Chapter%20III-VII.pdf (19 Juli 2011).

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Hijau terhadap..

Gratis

Feedback