Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Sikap dan Keputusan Mahasiswa dalam Memilih Kuliah Pada Lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan

 1  42  152  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

ANALISIS PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP SIKAP DAN KEPUTUSAN MAHASISWA

DALAM MEMILIH KULIAH PADA LEMBAGA POLITEKNIK MANDIRI BINA PRESTASI MEDAN  TESIS Oleh : ELPERIDA J SINURAT 097019033/IM      

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  Rahim Matondang, MSIE) Tanggal Lulus : 18 Agustus 2011 Telah diuji pada Tanggal : 18 Agustus 2011PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Amrin Fauzi Anggota : 1.

4. Drs. Syahyunan, M.Si

LEMBAR PERNYATAAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa yang diberikanPoliteknik Mandiri Bina Prestasi Medan terhadap sikap mahasiswa dan untuk menganalisis pengaruh sikap mahasiswa terhadap keputusan memilih kuliahpada lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Data yang dikumpulkan menggunakan wawancara, angket, dan studi dokumentasi dengan satuan pengukuran Skala Likert yang diujiterlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel sebanyak 30 orang mahasiswa AMIK MBP Medan.

KATA PENGANTAR

  Peneliti sangat menyadari bahwa dalam penelitian tesis ini banyak menerima masukan dari berbagai pihak yang membantu serta membimbingpeneliti untuk menyelesaikan tesis ini atas dasar itu saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada : 1. Bapak dan Ibu Dosen Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan selaku rekan kerja yang banyak membantu peneliti, dan kepada Bapak Direktur PoliteknikMBP Medan yang telah memberikan ijin belajar.

RIWAYAT HIDUP

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa yang diberikanPoliteknik Mandiri Bina Prestasi Medan terhadap sikap mahasiswa dan untuk menganalisis pengaruh sikap mahasiswa terhadap keputusan memilih kuliahpada lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Data yang dikumpulkan menggunakan wawancara, angket, dan studi dokumentasi dengan satuan pengukuran Skala Likert yang diujiterlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan sampel sebanyak 30 orang mahasiswa AMIK MBP Medan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Besar kecilnya kemampuan untuk memperoleh mahasiswa tergantung dari penyampaian informasi tentang PTS yang bersangkutan, yang secara nyata terlihat Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan merupakan salah satu perguruan tinggi yang terletak di Jalan Letjen Djamin Ginting No. Pada tingkat dosen tetap (27 orang) hampir secara keseluruhan memiliki jenjang pendidikan S-1 (22 orang) dan saat ini sedang proses Politeknik MBP belum melakukan seleksi yang ketat dalam proses penerimaan mahasiswa baru sehingga calon mahasiswa yang mendaftar otomatisditerima menjadi mahasiswa.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh strategi bauran pemasaran jasa yang terdiri dari : produk(program studi), harga (Uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses dan pelayanan konsumen terhadap sikap mahasiswa?

2. Bagaimana pengaruh sikap terhadap keputusan mahasiswa memilih kuliah

  Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh strategi bauran pemasaran jasa yang terdiri dari : produk (program studi), harga (Uang kuliah), lokasi,promosi, orang, proses dan pelayanan terhadap sikap mahasiswa. Bagi pihak Lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan, dalam rangka meningkatkan jumlah mahasiswa yang memilih kuliah diLembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Penelitian Terdahulu

  Penelitian ini dilakukan kepada 51 orang responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Al-AzharMedan, variabel yang diteliti adalah bauran pemasaran yang terdiri dari produk(program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses, pelayanan dan keputusan memilih. Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih fakultas ekonomi Universitas Al-Azhar Medan, dan memiliki pengaruh yang lebihdominan dibandingkan dengan variabel yang lain yaitu produk (program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, dan proses.

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Strategi Bauran Pemasaran

  Radiosunu (1993), menyatakan “Bauran pemasaran adalah merupakan kumpulan variabel-variabel yang dapat digunakan perusahaan untukmempengaruhi tanggapan konsumen, variabel-variabel yang dapat mempengaruhi pembeli adalah produck, place, promotion dan price. Kotler (1993), menyatakan “serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendakiperusahaan dari pasar sasarannya, bauran pemasaran terdiri dari segala hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan atas produknyadikenal sebagai “empat P” produk, tempat, harga dan promosi.

2.2.2. Strategi Bauran Pemasaran Jasa

  Menurut Yazid (2001), “Dalam pemasaran jasa, ada elemen-elemen lain yang bisa dikontrol dan dikoordinasikan untuk keperluan komunikasi dengandan pemuasan konsumen jasa. Elemen-elemen tersebut adalah : orang (people or participants), lingkungan fisik dimana jasa diberikan atau bukti fisik (physical evidence) dan proses (process) jasa itu sendiri.

2.2.3. Teori Tentang Produk dan Jasa

2.2.3.1. Pengertian Produk

  Kemudian dengan melihat cara-cara untukmengklasifikasikan banyak jenis produk yang akan ditemukan dalam pasar-pasar konsumen dan industri, dengan harapan menemukan jalinan antara strategipemasaran yang tepat dengan jenis-jenis produk. Produk juga bisa dikemas dan diberi label dan disertai berbagai jasa tambahan yang ditawarkan kepada konsumen.

2.2.3.2. Pengertian Jasa

  Sedangkan Lupiyoadi ( 2001), menyatakan empat karakteristik produk jasa : 1) Intangibility : jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud, 2) Heterogenity/variability : bersifat non standar dan sangat variabel, 3) Inseparability : umumnya diproduksi dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan dengan partisipasi konsumen dalam prosesnya, 4) Perishability : jasa tidak mungkin disimpan dalam bentuk inventori. Produk dalam bentuk jasa dalam kajian adalah program studi yang merupakan elemen yang terpenting dari sebuah pemasaran jasa pendidikan,dengan upaya untuk memuaskan para konsumen atas keinginan dan kebutuhannya yang sifatnya tidak berwujud, yang dikonsumsi pada waktu yangbersamaan dengan partisipasi konsumen dalam prosesnya dan tidak mungkin disimpan.

2.2.4. Produk

  4) Lini Produk (product line); sekelompok produk dalam suatu kelas yang berkaitan erat dengan karena mereka melaksanakan suatu fungsi yangserupa, dijual pada kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan melalui suatu saluran distribusi yang sama, atau berada dalam rentang harga tertentu. 6) Merek (brand); nama yang diasosiasikan dengan satu atau beberapa produk dalam lini produk yang digunakan untuk mengidentifikan sumber atau karakter produk tersebut.

2.2.5 Harga

  Faktor lain yang menunjukkan bahwa konsumen juga mempertimbangkan harga yang lalu dan bentuk pengharapan pada harga di masa yang akan datang yangmungkin tidak optimal, apabila konsumen menunda pembelian di dalam mengantisipasi harga yang lebih rendah di masa mendatang. Namun penurunan hargapada merek berkualitas menyebabkan konsumen akan berpindah pada merek lain, akan tetapi penurunan harga pada merek yang berkualitas rendah tidak akanmenyebabkan konsumen berpindah pada merek yang lain dengan kualitas yang sama.

2.2.6. Promosi

  Studi Kopalle dan Lehmann (1995) dan penelitian yang dilakukan Andrews(1989) tentang pengaruh promosi terhadap kualitas produk baru menyimpulkan kepercayaan dan penilaian konsumen terhadap kualitas dapat dibangun dengan Promosi dapat diukur melalui daya tarik promosi, jangkauan promosi, frekuensi promosi dan efektifitas promosi. MengingatkanKegiatan promosi bermanfaat pula sebagai pengingat terhadap produk perusahaan yang sudah beredar dimasyarakat tetapi selama ini kurangmendapatkan perhatian dari masyarakat luas, hal ini dikarenakan kegiatan promosi yang tidak terencana dengan baik dalam sebuah strategi yang tepat.

2.2.7. Lokasi

  Hal ini mempunya hubungan khusus dengan jasa, karena kerapkali jasa tidak dapat disimpan serta akan dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang sama. Sedangkan Zeithaml dan Bitner dalam Yazid (2001), menjelaskan“faktor-faktor tempat/ distribusi yang terdapat dalam pemasaran jasa terdiri dari jenis saluran, perantara, lokasi outlet, transportasi, penyimpanan dan mengelolasaluran”.

2.2.8. Orang-orang

  Salah satu aspek penting dalam memandang person merupakan unsur vital dalam organisasi dan juga dalam bauran pemasaran karena perusahaan jasa banyakmelakukan kontak dengan pelanggan. Oleh karena itu apa yang diberikan oleh perusahaan/produsen maupun yang oleh konsumen akan sangat tergantung denganapa yang terjadi pada saat terjadi kontak tersebut.

2.2.9. Proses

  Sikap terbentuk sebagai hasil belajar artinya bahwa terbentuknya Pengertian lain mengenai sikap dikemukakan oleh Schiffman dan Kanuk dalamSuryani (2008), bahwa sikap merupakan ekspresi perasaan yang berasal dari dalam diri individu yang mencerminkan apakah seseorang senang atau tidak senang, sukaatau tidak suka dan setuju atau tidak setuju terhadap suatu obyek. Komponen kognitif berkenaan dengan hal-hal yang diketahui individu atau pengalaman individu baik yang sifatnya langsung atau tidak langsung dengan obyek Komponen afektif ini dapat beragam ekspresinya mulai dari rasa sangat tidak suka atau sangat tidak senang hingga sangat suka atau sangat senang.

2.2.12. Keputusan Memilih

  Kotler (2000), menyatakan bahwa “proses keputusan pembeli berhubungan dengan pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasikeputusan prilaku sesudah pembelian yang tidak terlepas dari kharakter pembeli yang terdiri dari faktor budaya, sosial, perorangan dan kejiwaan”. Pada sisi lain konsumen yang terlibat dalam pembelian tidak jarang terlibat begitu dalam karena produk amat penting bagi konsumen tersebut yang berhubungandengan image konsumen, adanya keterkaitan secara terus menerus dengan produk tersebut, beresiko tinggi, pertimbangan emosional dan pengaruh dari group.

2.3. Kerangka Konseptual

  Orang merupakan staff perguruan tinggi yang terdiri dari staff pengajar dan staf administrasi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan tersebut, yang memainkanperanannya selama berlangsungnya proses dan komunikasi jasa. Untuk memperjelas hubungan antara variabel-variabel yang telah diuraikan dapat dilihat dalam kerangka konseptual pada Gambar 2.1 berikut : Berdasarkan kerangka konseptual yang telah diuraikan di atas, maka hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1.

2.4. Hipotesis Penelitian

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Sifat Penelitian

  Tipe yang paling umum dari penelitian deskriptif ini meliputipenilaian sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan, ataupun prosedur. Sifat Penelitian Adapun sifat penelitian adalah explanatory research Sugiyono (2008) menyatakan bahwa, penelitian explanatory merupakan penelitian yangbermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan varabel lainnya.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

3.3. Populasi dan Sampel

  Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Politeknik Mandiri Bina PrestasiMedan yang berlokasi di Jl. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2011 sampai dengan Agustus 2011.

3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PoliteknikMandiri Bina Prestasi Medan berjumlah 1.084 orang, yang terdiri dari 12 Program Studi yang ada di Politeknik MBP Medan. Populasi yang diambil adalah 1.084 (N = 1.084) mahasiswa dengan perincian sebagai berikut : Tabel : 3.1 Jumlah Populasi Mahasiswa Angkatan 2008-2010 Politeknik MBP Medan Angkatan No Program Studi 2008 2009 2010 (orang) (orang) (orang) 1 Administrasi Bisnis 58 58 45 2 Bahasa Inggris 35 38 38 3 Keuangan & Perbankan 57 51 38 4 Akuntansi 134 127 150 Budi Daya Tanaman5 9 8 10 Holtikultura 6 Agribisnis Peternakan 5 4 5 7 Teknik Mesin 30 32 40 8 Teknik Elektro 5 8 11 9 Teknik Telekomunikasi 5 5 6 10 Teknik Sipil 3 1 11 Perhotelan 6 7 5 12 Teknik Elektronika 13 13 24360 352 372 Jumlah Populasi N1 N2 N3 352/1.084 x 352/1.084 x 372/1.084 xPersentase (%) Populasi 100% = 33.2 % 100% = 32.5 % 100% = 34.3%Sumber : Bagian Akademik Politeknik MBP Medan, 2011

3.3.2. Sampel

  Mengingat besarnya jumlah populasi di atas, maka penulis menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin (Umar, 2003), sebagai berikut :Dimana : n = Jumlah sampelN = Jumlah populasi 2 d = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 90%)Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah : 1084n 91 , 55 92 orang   2 1084 (10 %) 1  Karena populasi berstrata, maka sampelnya juga berstrata. Dengan demikian masing-masing sampel untukangkatan harus proporsional sesuai dengan populasi.

3.4. Metode Pengumpulan Data

  Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari responden penelitian untuk selanjutnya diolah peneliti, yang diperoleh daripenyebaran angket guna memperoleh data tentang pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap sikap dan keputusan mahasiswa memilih kuliahpada Lembaga Politeknik MBP Medan. Data sekunder, adalah data-data pelengkap yang berhubungan dengan masalah penelitian, yang sifatnya merupakan data yang telah diolah olehlembaga tempat penelitian, berupa dokumen-dokumen tentang jumlah mahasiswa Politeknik MBP Medan.

4 MBP mengenai dimana operasi dan stafnya ditempatkan ; diukur dengan skala Likert ; jenis data interval

  Sikap Mahasiswa (Variabel Terikat) / (Y1) yakni predisposisi yang dipelajari untuk merespon terhadap suatu obyek dalam bentuk rasa suka atau tidak suka. Keputusan Memilih (Variabel Terikat) / (Y2) yakni Proses keputusan pembeli berhubungan dengan pengenalan masalah, pencarian informasi,evaluasi keputusan prilaku sesudah pembelian yang tidak terlepas dari karakter pembeli yang terdiri dari faktor budaya, sosial, perorangan dankejiwaan.

3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas

3.7.1. Pengujian Validitas

  Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, maka kuisioner yang dijadikan sebagai instrument pengumpulan data harus diuji terlebih dahulutentang validitas dan reliabilitasnya. MenurutSugiyono (2008) bahwa “Jika nilai validitas Corrected Item Total Correlation setiap pertanyaan lebih besar dari 0.30 maka butir pertanyaan dianggap sudahvalid”, selain itu dapat juga kita lihat dari nilai signifikansi (1-tailed) yang berada dibawah α sebesar 10% maka butir pertanyaan tersebut dianggap sudah valid.

2 X = jumlah X kuadrat

Σ Y = jumlah Y (skor faktor) Σ

2 Y = jumlah Y kuadrat

  Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya buka 1 dan 0. Jika nilai Alpha Cronbach mendekati 1, inimenunjukkan bahwa pengukuran yang digunakan reliabel atau handal atau jawaban mahasiswa akan cenderung sama walaupun diberikan kepada respondenlainnya dalam bentuk pertanyaan yang berbeda.

3.7.2. Pengujian Reliabilitas

  Data diperoleh harus menunjukkan hasil yang stabil dan konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap objek yang sama. Tabel 3.6 Uji Reliabilitas 6 ReliabelPelayanan .764 Analisis statistik deskriftif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yangtelah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

3.8. Teknik Analisis Data

3.8.1. Analisis Statistik Deskriptif

  Statistik iniakan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Suatu kesimpulan dari data sampel yang akan diberlakukan untuk populasi itu mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran(kepercayaan) yang dinyatakan dalam bentuk prosentase.

3.9 Pengujian Hipotesis

3.9.1. Uji Asumsi Klasik

  Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas dipergunakan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independent yang memiliki kemiripan dengan variabel independent laindalam satu model yang dapat menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antara variabel independent tersebut. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadiheteroskedastisitas.” Cara lain untuk mendeteksi apakah ada atau tidak ada gejala heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser.

3.9.2. Analisis Regresi Linear Berganda

  Untuk mengukur pengaruh variabel strategi bauran pemasaran jasa terhadap sikap mahasiswa digunakan analisis regresi berganda. Untuk mengukur pengaruh variabel sikap mahasiswa terhadap keputusan memilih digunakan analisis regresi sederhana.

3.9.3. Koefisien Determinasi

3.9.4. Uji Serempak (Uji F)

  Untuk mempertimbangkan kenyataan bahwa besaran derajat kebebasan menurun sehubungan dengan bertambahnya variabel bebas atauvariabel penjelas di dalam regresi, kita juga menghitung R2 yang disesuaikan sebagai berikut : Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabelterikat yaitu sikap mahasiswa. Sebaliknya jika F hitung lebih kecil dariF maka H diterima dan H ditolak, hal ini berarti bahwa variabel-variabel tabel 1 1 diterima) jika F hitung > F tabel pada α = 10%H diterima (H 1 ditolak) jika F hitung < F tabel pada α = 10%H : 1 , 2 , 3, 4 , 5, 6, 7, = 0 Artinya produk, harga, promosi, tempat, β β β β β β β orang, proses dan pelayanan secara serempak tidak berpengaruh terhadap sikapmahasiswa Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan.

3.9.5. Uji Parsial (Uji t)

  Untuk hipotesis kedua digunakan Uji Parsial (Uji t) yang bertujuan untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu sikap secara parsial terhadapkeputusan memilih kuliah pada Lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Artinya sikap mahasiswa berpengaruh terhadap terhadap keputusan memilih kuliah pada Lembaga Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan.

IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum

4.1.1.1. Sejarah Singkat Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan

  Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP) Medan merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta dibawah naungan Yayasan Mandiri Bina Prestasiyang berdiri pada tanggal 6 Agustus 2002 berdasarkan izin Dirjen PendididkanTinggi (DIKTI) dengan SK No. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat maupunpenyelanggaraan manajemen disesuaikan dengan peraturan-peraturan yang berlaku serta diselaraskan dengan visi, misi dan tujuan Politeknik MBP.

4.1.1.2. Visi dan Misi Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan

Adapun visi dan misi Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan adalah sebagai berikut :

1. Visi Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan

  Menjadi Perguruan Tinggi Unggulan dalam Penyelenggaraan PendidikanTerapan di Sumatera Utara pada tahun 2020 2. Misi Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi dengan pembelajaran modern, penelitian terapan yangmenunjang pembelajaran, pengabdian pada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan penerapan ilmu serta membina hubungan kerja sama gunameningkatkan mutu kompetensi lulusan 3.

4.1.1.3. Struktur Organisasi Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan

  Salah satu alat untuk mencapai tujuan tersebut adalah strukturorganisasi yang jelas dan disusun berdasarkan kondisi yang berlaku dalam organisasi tersebut. Struktur organisasi Politeknik Mandiri Bina prestasi Medan adalah struktur organisasi garis dan staf, artinya setiap keputusan terlebih dahuludikonsultasikan dengan staf ahli.

4.1.2. Karakteristik Responden

  Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.1 Persentase Responden Berdasarkan Usia % Usia (tahun) Jumlah (orang) 18 – 20 57 61,96 21 – 2335 38,04 Total 92 100,00Komposisi responden berdasarkan usia terlihat bahwa usia responden antara usia 18 – 20 tahun yaitu sebanyak 61,96 % dan usia 21 – 23 tahunsebanyak 38,04 % mulai dari mahasiswa angkatan 2008 sampai dengan mahasiswa angkatan 2010. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok umur yangmenjadi mahasiswa Politeknik MBP Medan lebih banyak adalah kelompok usia 18-20 tahun yaitu usia yang sangat produktif dalam belajar.

4.1.3. Analisis Statistik Deskriptif (Penjelasan Responden Atas Variabel Penelitian)

4.1.3.1. Penjelasan Responden Atas Variabel Produk

  Untuk pertanyaan Politeknik Mandiri Bina Prestasi memiliki mutu pendidikan yang baik sebanyak 64 orang atau 69% mahasiswa menjawab setujumenunjukkan bahwa mahasiswa melihat bahwa mutu pendidikan sudah baik sehingga mahasiswa mau kuliah di Politeknik MBP Medan. Untuk pertanyaan Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan menawarkan program studi yang bervariasi 49 orang atau 53% mahasiswa menjawab setuju,hal ini sesuai dengan program studi yang ada di Politeknik MBP sangat bervariasi.

4.1.3.2. Penjelasan Responden Atas Variabel Harga

  Tanggapan responden terhadap daftar pertanyaan yang diberikan untuk variabel Harga (X 2 ) adalah seperti pada Tabel 4.4 dibawah ini yang disajikan kedalam distribusi frekuensi. Tabel 4.4 Penjelasan Responden Atas Variabel Harga Kurang Sangat Tidak Sangat setuju Setuju Setuju Tidak Setuju SetujuItem Pertanyaan F % F % F % F % F % Uang kuliah yang ditetapkan tergolongmurah.

42.2 Rata-rata

  3 8 8 0.46 26.8 0.138 11.4 0.048 17.6 0.012Sumber : Hasil Penelitian 2011, (data diolah) Untuk pertanyaan uang kuliah yang ditetapkan tergolong murah 30 orang atau 33% mahasiswa menjawab kurang setuju, hal ini karena uang kuliah yangditetapkan tergolong mahal jika dibandingkan dengan perguruan tingi sejenis yang menetapkan uang kuliah lebih kecil daripada Politeknik MBP Medan. Namun ada 10 orang menyatakan kurang setuju, karena Untuk pertanyaan diberikan potongan uang kuliah bagi yang berprestasi 47 orang atau 51% mahasiswa menjawab sangat setuju, hal ini karena PoliteknikMBP menyediakan beasiswa tiap tahun bagi yang berprestasi, dan yang orang tuanya kurang mampu.

4.1.3.3. Penjelasan Responden Atas Variabel Promosi

  Untuk pertanyaan saya mengetahui keberadaan Politeknik MBP melalui pemasangan spanduk, 50 orang atau 54% mahasiswa menjawab sangat setuju,hal ini menurut mahasiswa karena informasi yang mereka peroleh adalah melalui spanduk-spanduk yang terpasang di daerah-daerah tertentu seperti daerah padangBulan. Untuk pertanyaan saya mengetahui keberadaan Politeknik MBP dengan cara memperoleh brosur, 50 orang atau 54% mahasiswa menjawab setuju, hal inimenurut mahasiswa karena informasi yang mereka peroleh lebih sering melalui brosur yang langsung mereka dapatkan pada saat team Politeknik MBPkunjungan kesekolah mereka masing-masing.

4.1.3.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Tempat

  11 0.12 52 0.56 7 0.08 2 0.00 0 0.00Total 92 1.98 200 2.23 45 0.48 19 0.2 7 0.07 0.49 0.55 11.2 Rata-rata 23 5 50 7 5 0.12 4.75 0.05 1.75 0.017Sumber : Hasil Penelitian 2011, (data diolah) Untuk pertanyaan berada di lokasi yang strategis, 52 orang atau 56% mahasiswa menjawab setuju, hal ini menurut mahasiswa karena mudahdijangkau dengan kenderaan dari banyak posisi. Untuk pertanyaan lokasi Politeknik MBP Medan dekat dengan perguruan tinggi lainnya, yang menjawab sangat setuju ada 55 orang atau 60%,mahasiswa yang memilih jawaban ini berpendapat bahwa karena dekat dengan perguruan tinggi lainnya seperti USU, memudahkan bagi mereka mengaksesinformasi.

4.1.3.5. Penjelasan Responden Atas Variabel Orang

  Untuk pertanyaan Politeknik MBP Medan memiliki manajemen yang profesional, yang menjawab setuju ada 52 orang atau 56%, mahasiswa yangmemilih jawaban ini berpendapat bahwa manajemen Politeknik MBP Medan bekerja dengan profesional. Untuk pertanyaan staf pegawai Politeknik MBP memberikan pelayanan yang baik, ada sebanyak 36 orang atau 39% mengatakan setuju, dengan alasanmahasiswa sudah merasa mendapatkan pelayanan akademis yang memuaskan karena pegawai melayani dengan ramah, dan baik.

4.1.3.6. Penjelasan Responden Atas Variabel Proses

  12 0.13 73 0.79 5 0.05 2 0.02 0 0.00 Total 75 0.81 333 64.01 116 1.25 20 0.20 12 0.08Rata-rata 12.5 0.135 55.5 10.67 19.33 0.208 3.33 0.03 2.4 0.013 Sumber : Hasil Penelitian 2011, (data diolah) Untuk pertanyaan perkuliahan di Politeknik MBP Medan berjalan dengan lancar, yang menjawab setuju ada 56 orang atau 61%, mahasiswa yang memilihjawaban ini berpendapat bahwa perkuliahan yang mereka rasakan selama ini berjalan tanpa hambatan selama proses belajar mengajar. Untuk pertanyaan dosen mengajar tepat waktu, yang menjawab kurang setuju ada 36 orang atau 39%, mahasiswa yang memilih jawaban ini berpendapat Untuk pertanyaan melakukan prosedur penerimaan mahasiswa dengan tertib, yang menjawab setuju ada 58 orang atau 63%, mahasiswa yang memilihjawaban ini berpendapat bahwa mahasiswa puas dengan prosedur penerimaan mahasiswa karena dianggap tertib.

4.1.3.7. Penjelasan Responden Atas Variabel Pelayanan

  Untuk pertanyaan Penerimaan pihak manajemen kepada calon mahasiswa sangat baik, yang menjawab setuju ada 56 orang atau 61%, Untuk pertanyaan Pelayanan dosen kepada mahasiswa baik, yang menjawab setuju ada 64 orang atau 69%, mahasiswa yang memilih jawaban iniberpendapat bahwa dosen telah melayani mahasiswa dengan baik dengan cara menyediakan waktu bimbingan di luar jam kuliah kepada mahasiswa. Untuk pertanyaan Tersedia buku-buku yang terbaru di perpustakaan, yang menjawab kurang setuju ada 38 orang atau 41%, mahasiswa yang memilihjawaban ini berpendapat bahwa buku-buku yang ada di perpustakaan PoliteknikMBP adalah buku yang sudah lama, sehingga mahasiswa kurang tertarik berkunjung ke perpustakaan.

4.1.3.8. Penjelasan Responden Atas Variabel Sikap Mahasiswa

  Untuk pertanyaan Program studi yang ditawarkan oleh Politeknik MBPMedan sesuai dengan yang saya inginkan, yang menjawab setuju ada 68 orang atau 74%, mahasiswa yang memilih jawaban ini berpendapat bahwa programstudi yang ditawarkan sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga mahasiswa semakin yakin memilih Politeknik MBP sebagai tempat menimba ilmu mereka. Untuk pertanyaan Saya yakin ilmu yang saya peroleh sesuai dengan yang saya inginkan, yang menjawab setuju ada 61 orang atau 66%, mahasiswayang memilih jawaban ini berpendapat bahwa ilmu yang telah mereka terima Untuk pertanyaan Saya yakin setelah tamat akan memperoleh pekerjaan, yang menjawab setuju ada 40 orang atau 43%, mahasiswa yang memilih jawabanini berpendapat bahwa mereka yakin setelah tamat akan memperoleh pekerjaan sesuai dengan kompetensi mereka.

4.1.3.9. Penjelasan Responden Atas Variabel Keputusan Memilih

  Untuk pertanyaan Saya merasa keputusan memilih Politeknik MBP adalah pilihan yang tepat, yang menjawab setuju ada 52 orang atau 56%,mahasiswa, mahasiswa yang memilih jawaban ini berpendapat bahwa keputusan memilih Politeknik MBP Medan sebagai tempat kuliah adalah pilihan yangsangat tepat. Untuk pertanyaan Saya tidak menyesal memilih Politeknik MBP sebagai tempat melanjutkan pendidikan, yang menjawab setuju ada 50 orang atau 54%,mahasiswa yang memilih jawaban ini berpendapat bahwa mereka yakin bahwaPoliteknik MBP adalah tempat bagi mereka untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

4.1.4.1. Hasil Uji Asumsi Klasik

  Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik. Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya asumsi-asumsidalam model regresi berganda dan untuk menginterpretasikan agar data lebih relevan dalam menganalisis.

4.1.4.1.1. Uji Normalitas

  Tampilan Grafik Histogram seperti yang terdapat pada Gambar 4.2 dibawah ini memberikan pola distribusi normal karenamenyebar secara merata ke kiri dan ke kanan. Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas Hipotesis Pertama Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah) Gambar 4.3 Hasil Uji Normalitas Hipotesis Pertama (P-P Plot) Dari grafik ini dapat disimpulkan bahwa model garis regresi memenuhi asumsi normalitas.

4.1.4.1.2. Uji Multikolinieritas

  Sedangkan nilai tolerance-nya lebih besar dari 0.10, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini tidaksaling berkolerasi atau tidak ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Dependent Variable: Sikap Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah) Suatu asumsi penting dari model linier klasik adalah bahwa gangguan yang muncul dalam fungsi regresi populasi adalah homoskedastik yaitu semua gangguanmemiliki varians yang sama, Gujarati (1995).

1 Pelayanan -.033 .026 -.202 -.262 .2

a. Dependent Variable: ABsut

  Cara lain untuk mendeteksi apakah ada tidak ada gejala heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menganalisis penyebaran titik-titik yang terdapat padaScaterplot yang dihasilkan program SPSS dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah) Gambar 4.4 Scatterplot Dari hasil tampilan output SPSS dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 padasumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas”.

4.1.4.2. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Hipotesis Pertama

  Hasil pengujian Regresi Linier Berganda atas Produk (X1), harga (X2), promosi (X3), Tempat (X4), Orang (X5), proses (X6), dan pelayanan (X7)terhadap sikap mahasiswa (Y) Politeknik MBP Medan dapat dilihat pada Tabel 4.14 Tabel 4.14 Hasil Uji Koefisien Regresi Berganda Hipotesis Pertama Unstandardized CoefficientsStandardized Coefficients Collinearity Statistics Model B Std. Dependent Variable: Sikap Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah) Y = 5.324 + 0.064 X1 + 0.139 X2 – 0.004 X3 – 0.103 X4 – 0.081 X5 + 0.254 X6 + 0.065X7 Dimana : Y = Sikap .

4.1.4.3. Koefisien Determinasi Hipotesis Pertama

  Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model, yaitu variasi variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikatnya. 2 Nilai koefisien determinasi R dapat dilihat dalam Tabel 4.15 dibawah ini: Tabel 4.15 Koefisien Determinan Hipotesis Pertama Std.

b. Dependent Variable: Kepuasan

Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah)

2 Nilai R yang diperoleh adalah sebesar 0.44 atau 4.4% yang menunjukkan

  kemampuan variabel Produk, Harga, Promosi, Tempat, Orang, Proses dan Pelayanan mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada Sikap sebesar 42.4%, sedangkansisanya sebesar 57.6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam 2 model penelitian. Nilai R yang cukup besar dapat diartikan bahwa kemampuan variabel bebas (independent variable) dalam menjelaskan variasi variabel terikat(dependent variable) cukup besar.

4.1.4.4. Uji Serempak (Uji F) Hipotesis Pertama

  Berdasarkan Tabel 4.16 di bawah dapat diketahui bahwa F hitung = 8.841l dan F = 1.78, dalam hal ini F ebih besar dari F dan nilai signifikan adalah tabel hitung tabel 0.00 lebih kecil dari nilai alpha 0.1, sehingga keputusan yang diambil adalah H 1 diterima. Diterimanya hipotesis alternatif menunjukkan variabel bebas X , X X , X X X dan X mampu menjelaskan keragaman dari variabel terikat 1 2, 3 4 , 5, 6, 7 (Y) dalam hal ini variabel Produk, Harga, promosi, Tempat, Orang, Proses dan pelayanan secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Sikap MahasiswaPoliteknik MBP Medan, atau dapat disimpulkan variabel Produk, Harga, promosi,Tempat, Orang, Proses dan pelayanan secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Sikap Mahasiswa Politeknik MBP Medan.

4.1.4.5. Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Pertama

  Berdasarkan hasil yang diperoleh maka H o diterima dan H 1 ditolak untuk variabel produk, dengan demikian maka secara parsial variabel produk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap mahasiswa Politeknik MBP Medan, yang berartiproduk tidak berperan dalam mempengaruhi sikap mahasiswa Politeknik MBP Medan. Hasil statistik yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa secara parsial variabel harga dan proses berpengaruh lebih dominan dari pada variabelproduk, promosi, tempat, dan orang, yang artinya harga dan proses lebih berperan untuk menentukan sikap mahasiswa Politeknik MBP Medan.

4.1.4.6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Hipotesis Kedua

  Hasil pengujian Regresi Linier Berganda atas sikap terhadap keputusan memilih (Y) Politeknik MBP Medan dapat dilihat pada Tabel 4.18 Tabel 4.18 Hasil Uji Koefisien Regresi Berganda Hipotesis Kedua Unstandardized Coefficients StandardizedCoefficients Collinearity Statistics Model B Std. Error Beta t Sig.

1 Sikap .707 .30 .498 5.443 .000 .000 .000

Sumber : Hasil Penelitian, 2011 (data diolah) Berdasarkan Tabel 4.18 dapat diketahui bahwa nilai konstanta adalah sebesar7.354 dan nilai koefisien variabel sikap (X) adalah sebesar 0.707. Maka model regresi untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : Y = 7.354 + 0.707 XDimana :Y = Keputusan MemilihX = Sikap

4.1.4.7. Koefisien Determinasi Hipotesis Kedua

  Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model, yaitu variasi variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikatnya. 2 Nilai koefisien deterninasi R dapat dilihat dalam Tabel 4.19 dibawah ini: Tabel 4.19 Koefisien Determinan Hipotesis Kedua Std.

2 Nilai R yang diperoleh adalah sebesar 0.48 atau 4.8% yang menunjukkan

kemampuan variabel sikap dalam menjelaskan variabel keputusan memilih sebesar24.8%, sedangkan sisanya sebesar 75.2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model artinya ada variabel lain selain sikap yang 2 mempengaruhi keputusan memilih. Nilai R yang kecil dapat diartikan bahwa

4.1.4.8. Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Kedua

  Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan nilai t tabel dengan kriteria keputusan adalah : 1 ditolak α = 5% α = 5% maka Tabel 4.20 Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Kedua Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity StatisticsModel t Sig. Berdasarkan hasil yang diperoleh makaH ditolak dan H diterima, dengan demikian maka secara parsial sikap mahasiswa o 1 berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih mahasiswa Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan.

4.2. Pembahasan

4.2.1. Pembahasan Hipotesis Pertama

  Hasil penelitian ini memperkuat penelitian Kalsum(2008) yang menyatakan bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari produk (program studi), harga (uang kuliah), lokasi, promosi, orang, proses, dan pelayanan secara Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian Khodri (2008) yang menyatakan bahwa secara simultan produk (program studi), harga (uang kuliah),lokasi, promosi, orang, proses dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih kuliah pada Business College LP3I Medan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpengauh oleh indikatorpelayanan pegawai terhadap calon mahasiswa yang berkunjung ramah, penerimaan pihak manajemen baik, pelayanan dosen kepada mahasiswa baik, fasilitas gedungmemadai, memiliki laboratorium yang lengkap, area parkir yang luas dan nyaman, ruang kuliah yang nyaman, tersedia buku-buku yang baru di perpustakaan danmemiliki kantin yang nyaman.

4.2.2. Pembahasan Hipotesis Kedua

  Untuk hipotesis kedua menunjukkan kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat terbatas yang artinya masih ada variabel lain selain sikapyang lebih dominan mempengaruhi keputusan memilih. Hasil uji parsial ditemukan sikap mahasiswa berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Hal ini karena mahasiswa tidak terlalu mempermasalahkan lokasi Politeknik MBP yangberada di belakang kampus AMIK MBP dan menganggap lokasi Politeknik MBP tidak memberi pengaruh yang berarti terhadap sikap mereka. Artinya adanya sikap mahasiswa memilikiperanan yang besar dalam mempengaruhi keputusan mahasiswa memilih kuliah pada lembaga Politeknik MBP Medan.

5.2. Saran-saran

  Hal ini dapat dilakukan dengan mengarahkan para dosen yang mengajar agar datang tepat waktu,memberikan penghargaan bagi dosen yang masuk mengajar tepat waktu seperti memberikan bonus atau hadiah berupa barang atau uang, menegurdosen yang datang terlambat pada saat mengajar. Politeknik MBP Medan harus mampu meningkatkan sikap mahasiswa sehingga keputusan mahasiswa dalam memilih Politeknik MBP sebagaitempat untuk melanjutkan pendidikan semakin meningkat dimasa yang akan datang.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran J..

Gratis

Feedback