Feedback

Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut

Informasi dokumen
BEDA EFEK PARASETAMOL (ASETAMINOFEN) DENGAN ASAM ASETIL SALISILAT PADA SUHU TUBUH DAN PENGARUHNYA TERHADAP OUTCOME PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT TESIS CHAIRIL AMIN BATUBARA 097112003 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK-SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara BEDA EFEK PARASETAMOL (ASETAMINOFEN) DENGAN ASAM ASETIL SALISILAT PADA SUHU TUBUH DAN PENGARUHNYA TERHADAP OUTCOME PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Kedokteran Klinik Spesialis Saraf Pada Program Studi Magister Kedokteran Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Oleh CHAIRIL AMIN BATUBARA 097112003 PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK-SPESIALIS ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut Nama Mahasiswa : CHAIRIL AMIN BATUBARA Nomor Induk Mahasiswa : 097112003 Program Magister : Magister Kedokteran Klinik Konsentrasi : Ilmu Penyakit Saraf Menyetujui Komisi Pembimbing Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K) Ketua Ketua Program Studi Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S (K) Ketua TKP PPDS I Dr. Zainuddin Amir, SpP(K) Universitas Sumatera Utara Tanggal Lulus: 20 September 2001 Telah diuji pada Tanggal: 20 September 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K) Anggota : 1. Prof. Dr. Darulkutni Nasution, Sp.S (K) 2. Dr. Darlan Djali Chan, Sp.S 3. Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S (K) 4. Dr. Rusli Dhanu, Sp.S (K) 5. Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S (K) 6. Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S (K) 7. Dr. Puji Pinta O. Sinurat, Sp.S 8. Dr. Khairul P. Surbakti, Sp.S 9. Dr. Cut Aria Arina, Sp.S 10. Dr. Kiki M. Iqbal, Sp.S 11. Dr. Alfansuri Kadri, Sp.S 12. Dr. Dina Listyaningrum, Sp.S, MSi.Med 13. Dr. Aida Fithrie, Sp.S PERNYATAAN Universitas Sumatera Utara BEDA EFEK PARASETAMOL (ASETAMINOFEN) DENGAN ASAM ASETIL SALISILAT PADA SUHU TUBUH DAN PENGARUHNYA TERHADAP OUTCOME PENDERITA STROKE ISKEMIK AKUT TESIS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, 20 September 2011 CHAIRIL AMIN BATUBARA Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan segala berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Penulisan tesis ini adalah untuk memenuhi persyaratan dan merupakan tugas akhir Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik–Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyatakan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rektor Universitas Sumatera Utara, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, dan Ketua TKP PPDS-I Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran KlinikSpesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 2. Dr. Rusli Dhanu, Sp.S (K), selaku Ketua Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP. H. Adam Malik Medan dan guru penulis yang tidak pernah bosan dan penuh kesabaran dalam membimbing, mengoreksi, serta selalu memberikan masukan-masukan Universitas Sumatera Utara dan arahan selama penulis mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik–Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 3. Dr. Yuneldi Anwar, Sp.S (K), Ketua Program Studi PPDS-I Neurologi Fakultas Kedokteran memberikan Universitas masukan-masukan Sumatera berharga Utara kepada yang banyak penulis selama mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik-Spesialis Ilmu Penyakit Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan penyelesaian tesis ini. 4. Dr. Aldy S. Rambe, Sp.S (K) dan Prof. Dr. Darulkutni Nasution, Sp.S (K), selaku pembimbing penulis yang dengan sabar dan sepenuh hati dalam membimbing, mengoreksi dan mengarahkan penulis mulai dari perencanaan, pembuatan dan penyelesaian tesis ini. 5. Guru-guru penulis: Prof. DR. Dr. Hasan Sjahrir, Sp.S (K); Dr. Darlan Djali Chan, Sp.S; Dr. Irsan NHN Lubis, Sp.S; Dr. Kiking Ritarwan, MKT, Sp.S(K); Dr. Puji Pinta O. Sinurat, Sp.S; Dr. Khairul P. Surbakti, Sp.S; Dr. Cut Aria Arina, Sp.S; Dr. S. Irwansyah, Sp.S; Dr. Kiki M.Iqbal, Sp.S; Dr. Alfansuri Kadri, Sp.S; Dr. Dina Listyaningrum, Sp.S, MSi.Med; Dr. Aida Fithrie, Sp.S dan guru-guru lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah banyak memberikan masukan selama mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik. Universitas Sumatera Utara 6. Direktur Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan yang telah memberikan kesempatan, fasilitas dan suasana kerja yang baik sehingga penulis dapat mengikuti Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik. 7. Drs. Abdul Jalil Amri Arma, M.Kes, selaku pembimbing statistik yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing dan berdiskusi dengan penulis dalam pembuatan tesis ini. 8. Rekan-rekan sejawat peserta PPDS-I Departemen Neurologi FK-USU/ RSUP. H. Adam Malik Medan, yang banyak memberikan masukan berharga kepada penulis melalui berbagai diskusi dalam beberapa pertemuan formal maupun informal, serta yang selalu memberikan dorongan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik–Spesialis Ilmu Penyakit Saraf. 9. Para perawat dan pegawai di berbagai tempat dimana penulis pernah bertugas selama menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik ini, serta berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah banyak membantu penulis dalam menjalani Program Pendidikan Magister Kedokteran Klinik–Spesialis Ilmu Penyakit Saraf. 10. Semua pasien stroke iskemik akut yang telah bersedia ikut serta untuk berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini. Universitas Sumatera Utara 11. Kedua orang tua yang sangat penulis hormati dan sayangi (Alm.) Dr. Achmad Sjukri Batubara, Sp.S (K) dan Dra. Anggreni Lubis yang telah bersusah payah dengan cinta kasih dan pengorbanannya dalam membesarkan, mendidik, membimbing, dan memotivasi serta selalu mendoakan penulis sejak lahir hingga saat ini. Semoga Allah SWT akan membalas semua jasa-jasa dan perbuatan baik mereka yang telah membantu penulis dengan tanpa pamrih dalam mewujudkan cita-cita penulis. Akhirnya penulis mengharapkan semoga penelitian dan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Penulis Dr. Chairil Amin Batubara Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Suhu tubuh merupakan prediktor outcome pada penderita stroke iskemik akut. Pemberian antipiretik dapat menurunkan suhu tubuh dan dengan demikian dapat memperbaiki outcome penderita stroke iskemik akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek parasetamol dan asam asetil salisilat (AAS) terhadap suhu tubuh dan pengaruhnya terhadap outcome penderita stroke iskemik akut. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan randomized control-group pretest-post test design. Terdiri dari 2 kelompok, yang pertama diberikan parasetamol 1000 mg dan yang kedua diberikan AAS 500 mg, dengan 15 pasien tiap kelompoknya. Pengukuran suhu tubuh dilakukan 3 kali, pertama sebelum pemberian obat, kemudian 1 dan 3 jam setelahnya. Outcome diukur dengan NIHSS ( ≤ 5 = ringan ; 6-13 = sedang ; > 13 = berat ) dan mRS ( 1-2 = berat; 3-6 = buruk ). Hasil: Dari 30 sampel yang diperoleh, 15 (50%) mendapat parasetamol dan sisanya 15 (50%) AAS. Parasetamol dan AAS menurunkan suhu tubuh secara bermakna dalam 3 jam pertama (parasetamol p=0,003 dan AAS p=0,013). Tidak terdapat pengaruh bermakna pada perubahan skor outcome NIHSS dan mRS hari ke-14 steeled pemberian parasetamol dan AAS. Kesimpulan: Hasil studi ini menunjukkan bahwa parasetamol dan AAS memberikan efek yang sama dalam penurunan suhu tubuh penderita stroke iskemik akut namun tidak berpengaruh pada outcome. Kata kunci: stroke iskemik akut, parasetamol, asam asetil salisilat, suhu tubuh, outcome Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background: Body temperature is a predictor of outcome in acute ischemic stroke. Treatment with antipyretic may reduce body temperature, therefore improve outcome of acute ischemic stroke. Objective: This study was performed to determine the difference effect of paracetamol and acetylsalicylic acid (ASA) on body temperature and its impact to the outcome of ischemic stroke patients. Methods: Randomized, control-group, pretest-postest design was used in this study. The subjects was divided into 2 groups, the first was given paracetamol 1000 mg and the other ASA 500 mg with 15 patients each groups. The measurement of body temperature was done three times, the first before giving the drug, then 1 and 3 hours after that. Outcome was measured by NIHSS ( ≤ 5 = mild ; 6-13 = moderate ; > 13 severe ) and mRS (1-2 = good ; 3-6 = poor). Results: From the 30 samples obtained, 15 (50%) got paracetamol and the other 15 (50%) ASA. Paracetamol and ASA significantly reduced body temperature in the first 3 hours (p = 0.003 ; p = 0.013). There was no significant effect in the improvement on outcome score NIHSS and mRS at 14 days after giving paracetamol and ASA. Conclusions: This study suggested that paracetamol and ASA gave equal effect in reducing body temperature of acute ischemic stroke patients but has no effect to the outcome. Key Words: acute ischemic stroke, paracetamol, asetylsalicylic acid, body temperature, outcome. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Lembar Pengesahan Tesis i Ucapan Terima Kasih . . iv Abstrak . viii Daftar Isi . . . x Daftar Singkatan . . xiv Daftar Gambar . . . xv Daftar Tabel . . . xvi Daftar Grafik . . xvii BAB I. PENDAHULUAN 1 1. Latar Belakang . . 1 2. Perumusan Masalah . 4 3. Tujuan Penelitian . 4 4. Hipotesis . . 6 Universitas Sumatera Utara 5. Manfaat Penelitian . 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA . . 7 1. Stroke Iskemik . . 7 1.1. Definisi . . 7 1.2. Epidemiologi . . 7 1.3. Faktor Risiko . . 9 1.4. Klasifikasi . . 10 1.5. Patofisiologi . . 12 2. Suhu Tubuh Normal . . 13 2.1. Suhu Inti dan Suhu Kulit . 13 2.2. Suhu Inti Yang Normal . . . 13 2.3. Pengaturan Suhu Tubuh Oleh Hipotalamus . 14 3. Demam Pada Stroke Iskemik . . 17 4. Parasetamol (Asetaminofen) dan Asam Asetil Salisilat . 21 5. Kerangka Teori . . . 28 6. Kerangka Konsep . 29 Universitas Sumatera Utara BAB III. METODE PENELITIAN . 30 1. Tempat dan Waktu . . 30 2. Subjek Penelitian . . 30 2.1. Populasi Sasaran . 30 2.2. Populasi Terjangkau . 30 2.3. Besar Sampel . . 30 2.4. Kriteria Inklusi . 31 2.5. Kriteria Eksklusi . 31 3. Batasan Operasional . . 32 4. Instrumen Penelitian . . 34 5. Rancangan . 35 6. Pelaksanaan Penelitian . 35 6.1. Pengambilan Sampel . 35 6.2. Kerangka Operasional . 36 7. Variabel yang Diamati . 37 8. Analisa Statistik . . 37 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 38 1. HASIL PENELITIAN . . 38 Universitas Sumatera Utara 1.1. Karakteristik Subjek Penelitian . 36 1.2. Pengaruh terhadap Rerata Suhu Tubuh . 40 1.3. Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) dan Asam Asetil Salisilat . 43 1.4. Pengaruh terhadap Outcome 44 1.5. Perbedaan Outcome antar Kedua Kelompok Perlakuan . . 45 2. PEMBAHASAN 46 2.1. Karakteristik Subjek Penelitian . 46 2.2. Pengaruh terhadap Rerata Suhu Tubuh . 47 2.3. Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) dan AAS 47 2.4. Pengaruh terhadap Outcome dan Perbedaan Outcome antar Kedua Kelompok Perlakuan . 50 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN . . 52 1. Kesimpulan . 52 2. Saran . 53 DAFTAR PUSTAKA . 54 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 1. Lampiran 1: Lembar Penjelasan Kepada Penderita/ Keluarga 2. Lampiran 2: Surat persetujuan Ikut Dalam Penelitian 3. Lampiran 3: Persetujuan Komisi Etik Tentang Pelaksanaan Penelitian Bidang Kesehatan 4. Lampiran 4: Lembar Pengumpulan Data 5. Lampiran 5: National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) 6. Lampiran 6: Modified Rankin Scale (mRS) 7. Lampiran 7: Data Karakteristik Sampel Penelitian 8. Lampiran 8: Daftar Riwayat Hidup Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN cAMP : cyclic Adenosin Mono Phosphat COX : Cyclooxygenase COX-1 : Cyclooxygenase-1 COX-2 : Cyclooxygenase-2 COX-3 : Cyclooxygenase-3 IFN : Interferon IL-1 : Interleukin-1 IL-2 : Interleukin-2 n : Jumlah sampel NIHSS : National Institutes of Health Stroke Scale mRS : Modified Rankin Scale PGE 2 : Prostaglandine E 2 PERDOSSI : Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia SD : Standar Deviasi x : Rerata suhu tubuh Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Perkiraan Rentang Suhu Inti Tubuh Pada Orang Normal. 14 Gambar 2. Bagian-bagian dari Hipotalamus 17 Gambar 3. Efek Perubahan Set-Point dari Pengaturan Suhu 18 di Hipotalamus Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Gambaran karakteristik demografik subjek penelitian 39 Tabel 2. Pengaruh parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil 42 salisilat terhadap rerata suhu tubuh saat 0, 1 dan 3 jam pada kedua kelompok perlakuan Tabel 3. Beda efek parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil 43 salisilat terhadap rerata suhu tubuh saat 0, 1 dan 3 jam Tabel 4. Tabel 5. Pengaruh terhadap outcome pada kedua kelompok perlakuan Perbedaan outcome NIHSS atau mRS antar kedua kelompok perlakuan 44 45 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Nilai rerata suhu tubuh: a). Kelompok parasetamol 1000 mg, b). Kelompok asam asetil salisilat 500 mg.41 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Latar Belakang: Suhu tubuh merupakan prediktor outcome pada penderita stroke iskemik akut. Pemberian antipiretik dapat menurunkan suhu tubuh dan dengan demikian dapat memperbaiki outcome penderita stroke iskemik akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek parasetamol dan asam asetil salisilat (AAS) terhadap suhu tubuh dan pengaruhnya terhadap outcome penderita stroke iskemik akut. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan randomized control-group pretest-post test design. Terdiri dari 2 kelompok, yang pertama diberikan parasetamol 1000 mg dan yang kedua diberikan AAS 500 mg, dengan 15 pasien tiap kelompoknya. Pengukuran suhu tubuh dilakukan 3 kali, pertama sebelum pemberian obat, kemudian 1 dan 3 jam setelahnya. Outcome diukur dengan NIHSS ( ≤ 5 = ringan ; 6-13 = sedang ; > 13 = berat ) dan mRS ( 1-2 = berat; 3-6 = buruk ). Hasil: Dari 30 sampel yang diperoleh, 15 (50%) mendapat parasetamol dan sisanya 15 (50%) AAS. Parasetamol dan AAS menurunkan suhu tubuh secara bermakna dalam 3 jam pertama (parasetamol p=0,003 dan AAS p=0,013). Tidak terdapat pengaruh bermakna pada perubahan skor outcome NIHSS dan mRS hari ke-14 steeled pemberian parasetamol dan AAS. Kesimpulan: Hasil studi ini menunjukkan bahwa parasetamol dan AAS memberikan efek yang sama dalam penurunan suhu tubuh penderita stroke iskemik akut namun tidak berpengaruh pada outcome. Kata kunci: stroke iskemik akut, parasetamol, asam asetil salisilat, suhu tubuh, outcome Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Background: Body temperature is a predictor of outcome in acute ischemic stroke. Treatment with antipyretic may reduce body temperature, therefore improve outcome of acute ischemic stroke. Objective: This study was performed to determine the difference effect of paracetamol and acetylsalicylic acid (ASA) on body temperature and its impact to the outcome of ischemic stroke patients. Methods: Randomized, control-group, pretest-postest design was used in this study. The subjects was divided into 2 groups, the first was given paracetamol 1000 mg and the other ASA 500 mg with 15 patients each groups. The measurement of body temperature was done three times, the first before giving the drug, then 1 and 3 hours after that. Outcome was measured by NIHSS ( ≤ 5 = mild ; 6-13 = moderate ; > 13 severe ) and mRS (1-2 = good ; 3-6 = poor). Results: From the 30 samples obtained, 15 (50%) got paracetamol and the other 15 (50%) ASA. Paracetamol and ASA significantly reduced body temperature in the first 3 hours (p = 0.003 ; p = 0.013). There was no significant effect in the improvement on outcome score NIHSS and mRS at 14 days after giving paracetamol and ASA. Conclusions: This study suggested that paracetamol and ASA gave equal effect in reducing body temperature of acute ischemic stroke patients but has no penurunan suhu tubuh. Disimpulkan bahwa asetaminofen 6000 mg memberikan manfaat yang potensial dalam menurunkan suhu tubuh setelah stroke iskemik akut baik pada pasien normotermia dan subfebris.3,4 Koennecke dan Leistner melakukan penelitian terhadap 44 pasien yang normotermia dengan stroke iskemik akut, dengan pemberian 4 gram asetaminofen dan plasebo. Didapatkan hasil bahwa demam terjadi pada 36,4% pasien di grup plasebo dibandingkan dengan 5% pada grup asetaminofen. Dan mereka menyarankan pemberian antipiretik profilaksis asetaminofen mungkin efektif dalam mencegah terjadinya demam.7,12 Penelitian Sulter, dkk selama 9 bulan terhadap 132 pasien stroke iskemik akut menunjukkan bahwa setelah 1 jam pemberian asetaminofen 1000 mg didapatkan hasil yang signifikan terhadap penurunan suhu tubuh dan normotermia dibandingkan dengan asam asetil salisilat 500 mg. Namun setelah 3 jam pemberian, keduanya memberikan efek yang hampir sama, dimana normotermia hanya diperoleh pada 3738% pasien.7 METODE Rancangan dan Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan randomized control-group pretest-postest design. Terdiri atas 2 kelompok, yaitu yang akan Universitas Sumatera Utara diberikan parasetamol (asetaminofen) 1000 mg dan asam asetil salisilat 500 mg. Pengelompokan ini dilakukan secara acak dan tersamar ganda. Sedian parasetamol berupa tablet 500 mg dan asam asetil salisilat berupa tablet 500 mg. Parasetamol sebanyak 2 tablet (1000 mg) digerus dan dimasukkan ke dalam kapsul, demikian juga asam asetil salisilat 1 tablet (500 mg) digerus dan dimasukkan ke dalam kapsul. Bentuk, ukuran dan warna kapsul dibuat sama sehingga tersamarkan antara kapsul berisi parasetamol 1000 mg dan asam asetil salisilat 500 mg. Semua penderita stroke iskemik akut yang masuk ke ruang rawat inap neurologi RSUP. H. Adam Malik Medan yang telah ditegakkan dengan anamnese, pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan CT Scan kepala yang diambil secara konsekutif dan yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak ada kriteria eksklusi, diukur suhu tubuhnya (0 jam) dan dinilai NIHSS serta mRS-nya. Pasien tersebut diberikan parasetamol 1000 mg atau asam asetil salisilat 500 mg yang sudah dikapsulkan. Kemudian 1 jam dan 3 jam kemudian dilakukan pengukuran ulang suhu tubuhnya. Penilaian ulang NIHSS dan mRS dilakukan pada hari ke 14. Instrumen Penelitian Semua pasien stroke iskemik akut ditegakkan melalui CT Scan kepala dengan menggunakan X-Ray CT System, merk Hitachi seri W 450. Pembacaan hasil CT scan dilakukan oleh seorang ahli radiologi. Pengukuran suhu tubuh dilakukan dengan menggunakan termometer air raksa merek One Med Depkes RI, yang dilakukan di axilla selama ± 5 menit. Untuk pengukuran outcome, penelitian ini menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dengan skore ≤5 = stroke ringan, 6 -13 = sedang, >13 = berat, serta modified Rankin Scale (mRS) dengan nilai 1-2 dikatakan baik, dan nilai 36 dikatakan buruk. Pengukuran ini dilakukan dua kali yaitu pada saat masuk dan hari ke-14. Analisa Statistik Data hasil penelitian ini dianalisa secara statistik dengan bantuan program komputer Windows SPSS (Statistical Product and Science Service) 15. Untuk melihat pengaruh parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil salisilat pada suhu tubuh penderita stroke iskemik akut pada awal (0 jam), 1 jam, dan 3 jam digunakan uji Anova, dengan taraf signifikan p < 0,05. Untuk melihat perbedaan suhu tubuh akibat pemberian parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil salisilat pada awal (0 jam), 1 jam, dan 3 jam digunakan uji T independent. Untuk melihat pengaruh pemberian parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil salisilat pada outcome NIHSS dan mRS digunakan uji Wilcoxon (p < 0,05). Universitas Sumatera Utara Untuk melihat perbedaan outcome NIHSS atau mRS antar kelompok yang diberi parasetamol (asetaminofen) dan asam asetil salisilat digunakan uji Chi Square. HASIL Jumlah penderita stroke iskemik akut selama bulan Januari hingga Maret 2011 yang diberikan antipiretik berjumlah 21 orang, yang terdiri dari 13 orang (62%) adalah perempuan dan sisanya (38%) adalah laki-laki. Dari 21 orang sampel, 12 orang (57%) mendapat parasetamol dengan usia rerata 64 tahun dan 9 orang (43%) mendapat AAS dengan usia rerata 65,89 tahun. Suku yang terbanyak menderita stroke iskemik ternyata Batak, yaitu 12 orang (57,1%), kemudian diikuti Jawa (23,8%), Melayu dan Aceh (masing-masing 9,5%). Tabel 1. Gambaran karakteristik demografik masing-masing kelompok perlakuan Variabel Total Parasetamol 1000 mg AAS 500 mg Total (%) 21 (100) 12 (57) 9 (43) Perempuan (%) 13 (62) 8 (38,1) 5 (23,9) Usia (tahun) - 64 ± 5,625 65,89 ± 8,023 Suku (%) Batak Jawa Melayu Aceh 12 (57,1) 5 (23,8) 2 (9,5) 2 (9,5) 9 (42,9) 3 (14,3) 0 (0) 0 (0) 3 (14,2) 2 (9,5) 2 (9,5) 2 (9,5) Pendidikan (%) SD SLTP SLTA Sarjana Pekerjaan (%) IRT Pensiunan Wiraswasta Petani 5 (23,8) 7 (33,3) 6 (28,6) 3 (14,3) 12 (57,1) 5 (23,8) 3 (14,3) 1 (4,8) 3 (14,3) 5 (23,8) 2 (9,5) 2 (9,5) 8 (38,0) 2 (9,5) 2 (9,5) 0 (0) 2 (9,5) 2 (9,5) 4 (19,1) 1 (4,8) 4 (19,1) 3 (14,3) 1 (4,8) 1 (4,8) Dari segi pekerjaan, yang terbanyak, yaitu 12 orang (57,1%) adalah ibu rumah tangga dan yang lainnya pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) (23,8%), wiraswasta (14,3%) dan petani (4,8%). Sementara itu tingkat pendidikan tertinggi SLTP dengan jumlah 7 orang (33,3%). Keseluruhan gambaran karakteristik sampel yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 1. Universitas Sumatera Utara Tabel 2. Pengaruh parasetamol dan AAS terhadap rerata suhu tubuh saat 0, 1 dan 3 jam pada kedua kelompok perlakuan. Parasetamol 1000 mg Rerata Suhu Tubuh Beda Rerata pa) AAS 500 mg Beda Rerata pa) T0 terhadap T1 0,3250 0,201 0,3111 0,163 T1 terhadap T3 0,4917 0,057 0,2333 0,216 T0 terhadap T3 0,8167 0,002* 0,5444 0,019* Ket: a) uji Anova ; *p < 0,05 (signifikan) a) uji Anova; *p < 0,05 (signifikan) T0,1 dan 3: rerata suhu tubuh pada 0, 1 dan 3 jam T0,1 dan 3: rerata suhu tubuh pada 0, 1 dan 3 jam (37,767 0C; 37,442 0C ; 36,950 0C) (37,367 0C; 37,056 0C ; 36,822 0C) Pada tabel 2, dapat dilihat beda pengaruh parasetamol dan AAS terhadap rerata suhu tubuh pada kedua kelompok perlakuan. Berdasarkan uji statistik Anova, terdapat perbedaan suhu tubuh antara awal pengukuran dengan 1 jam dan antara 1 jam dengan 3 jam setelah pemberian antipiretik tetapi tidak bermakna. Perbedaan bermakna dijumpai antara awal pengukuran dan setelah 3 jam pemberian antipiretik (parasetamol p=0,002 dan AAS p=0,019). Berdasarkan uji t-independent, tidak terdapat perbedaan efek parasetamol dan AAS terhadap suhu tubuh pada kedua kelompok perlakuan, baik pada awal pengukuran maupun setelah 1 dan 3 jam pemberian antipiretik tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Beda efek parasetamol dan AAS terhadap rerata suhu tubuh saat 0, 1 dan 3 jam pada kedua kelompok perlakuan Rerata Suhu Tubuh Parasetamol 1000 mg AAS 500 mg pa) T0 (n;x±SD) T1 (n;x±SD) T3 (n;x±SD) 12 ; 37,767±0,7353 12 ; 37,442±0,6598 12 ; 36,950±0,3778 9 ; 37,367±0,4183 9 ; 37,056±0,4391 9 ; 36,822±0,5118 0,161 0,2545 0,517 Keterangan: a) uji t-independent ; n=jumlah sampel ; x=rerata suhu tubuh ; SD=standar deviasi Uji statistik Wilcoxon dipakai untuk melihat pengaruh pemberian parasetamol dan AAS pada outcome NIHSS dan mRS, dimana tidak dijumpai pengaruh/ perubahan bermakna pada outcome NIHSS dan mRS pada hari ke-14 pada masing-masing kelompok perlakuan. Dimana nilai p=1 dan p=0,317 untuk NIHSS dan mRS pada kelompok parasetamol serta p=0,083 dan p=0,317 untuk NIHSS dan mRS pada kelompok AAS. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4. Universitas Sumatera Utara Tabel 4. Pengaruh/ perubahan outcome pada kedua kelompok perlakuan Outcome Parasetamol 1000 mg NIHSS Perubahan n(%) Berubah Tetap 2(16,67) 10(83,33) p a) 1,000 mRS AAS 500 mg NIHSS Berubah Tetap Berubah Tetap 1(8,33) 11(91,67) 0,317 3(33,33) 6(66,66) 0,083 mRS a) Uji Wilcoxon Berubah Tetap 1(11,11) 8(88,88) 0,317 Perbedaan outcome NIHSS atau mRS antar kelompok yang diberi parasetamol dan AAS dinilai dengan uji statistik Chi Square dan didapati tidak ada perbedaan outcome yang bermakna pada kedua kelompok perlakuan tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Perbedaan outcome NIHSS atau mRS antar kedua kelompok perlakuan. Outcome NIHSS masuk (n;%) Ringan Sedang Berat NIHSS hari ke-14 (n;%) Ringan Sedang Berat MRS masuk (n;%) Baik Buruk MRS hari ke-14 (n;%) Baik Buruk Ket: a) koefisien kontingensi Parasetamol 1000 mg 2 (9,5) 6 (28,6) 4 (19,0) 2 (14,3) 4 (19,0) 5 (23,8) 1 (4,8) 11 (52,4) 2 (9,5) 10 (47,6) AAS 500 mg 1 (4,8) 5 (23,8) 3 (14,3) 2 (9,5) 6 (28,6) 1 (4,8) 1 (4,8) 8 (38,1) 2 (9,5) 7 (33,3) pa) 0,932 0,326 0,830 0,748 Universitas Sumatera Utara DISKUSI Peningkatan suhu pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt & Hotel Sahid Jaya Jakarta, 11-14 November 2009 30. Peserta Workshop Kering “Analisa Gas Darah & Elektrolit” pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt & Hotel Sahid Jaya Jakarta, 11-14 November 2009 31. Peserta Workshop Kering “Kiat Internis menghadapi Tuntutan Pasien di Bidang Penyakit Dalam” pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt & Hotel Sahid Jaya Jakarta, 11-14 November 2009 32. Peserta Workshop Kering “Tatalaksana TB yang sulit & Penerapan ISTC” pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt & Hotel Sahid Jaya Jakarta, 11-14 November 2009 33. Peserta Scientific Weekend Early Insulin Inisiation, How, When and What Insulin according to Daily Practice Need, Grand Swiss Belhotel Medan, 21 November 2009 34. Peserta Workshop Confronting Obstacles in Managing Type 2 DM Controlling HbA1C Effectively without Compromise, Grand Aston Hotel Medan, 6 Desember 2009 35. Peserta Workshop Ultrasonography 11th Annual Scientific Meeting Internal Medicine Depatrment of Internal Medicine , Medan 1-3 April 2010 36. Peserta Simposium New Advances in Treatment of Type 2 Diabetes, JW. Marriott Medan, 18 Juli 2010 Universitas Sumatera Utara 37. Peserta Workshop Injeksi Kortikosteroid Intra Lesion and Visco Supplement dalam Rheumatology Update 2010, RSU. Prof. Dr. Boloni Medan, 30 Juli 2010 38. Peserta Simposium Rheumatology Update 2010, Hotel Grand Aston City Hall Medan, 30-31 Juli 2010 39. Peserta Roadshow “Medskup Cardio-Metabolic”, Grand Aston City Hall Medan, 2 April 2011 40. Peserta Pelatihan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Ultrasonografi Tahap Pertama bagi PPDS Penyakit Dalam. Departemen Penyakit Dalam FK USU dan PUSKI. Medan 2326 September 2010 41. Peserta Workshop on Understanding Mechanical Ventilation The 12th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (Respina) 2010, Shangrila Hotel Jakarta, 1-4 Desember 2010 42. Peserta Simposium The 12th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (Respina) 2010, Shangrila Hotel Jakarta, 1-4 Desember 2010 43. Peserta Workshop Thoracocentesis with Ultrasound Guidance The 2nd Medan Respiratory Care Meeting Annually, 17 Maret 2011 44. Peserta Workshop Management of Problematic Asthma Pertemuan Ilmiah Tahunan XII 2011, JW Marriott International Hotel Medan, 2830 April 2011 45. Peserta Workshop Insulin in Daily Practice Pertemuan Ilmiah Tahunan XII 2011, JW Marriott International Hotel Medan, 28-30 April 2011 46. Peserta Workshop Hypertension Crisis in Daily Practice Pertemuan Ilmiah Tahunan XII 2011, JW Marriott International Hotel Medan, 2830 April 2011 47. Peserta Workshop New Hope for COPD Patient Pertemuan Ilmiah Tahunan XII 2011, JW Marriott International Hotel Medan, 28-30 April 2011 48. Peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan XII 2011, JW Marriott International Hotel Medan, 28-30 April 2011 Universitas Sumatera Utara 49. Peserta Simposium The 6th New Trend in Cardiovascular Management, JW. Marriott Hotel Medan, 23-25 Juni 2011 50. Peserta Simposium Achieving Ambitious Glycaemic Target in Diabets : “Stepwise Treatment From Sulfonilurea to Insulin Inisiation & Intensification (Basal and Basal Plus), Emerald Ball Room, Grand Swiss-Belhotel Medan, 3 Juli 2011 51. Peserta Seminar Sehari Lymphoma Update : Deteksi Dini dan Penatalaksanaan, RSUP. H. Adam Malik Medan, 16 Juli 2011 52. Peserta Workshop Manajemen Terapi Cairan pada Pasien Kegawatdaruratan”, JW. Marriott Hotel Medan, 22 Oktober 2011 53. Panitia Rheumatologi Update Departemen Penyakit Dalam FK USU, Medan, 9-10 Juli 2011 54. Peserta Pelatihan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Ultrasonografi Tahap Kedua bagi Spesialis dan PPDS Penyakit Dalam. Departemen Penyakit Dalam FK USU dan PUSKI. Medan 8-10 November 2011 55. Peserta Simposium The New Option of Insulin Resistance Treatment in Type 2 Diabetes, Hermes Palace Hotel Medan, 20 November 2011 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 4 MASTER TABEL HASIL PENELITIAN NO. NAMA 1 SARIOMAS PAKPAHAN 2 MULA GINTING 3 SITI SALIAH TARIGAN 4 SUNAR 5 BETMAN SITUMEANG KOL. USIA BB TB IMT TDS TDD KGD AD TOTAL TG HDL LDL JK (THN) (KG) (MTR) (KG/MTR2) (mmHg) (mmHg) (mg/dl) (mg/dl) (mg/dl) (mg/dl) (mg/dl) P 70 54 1.62 20.58 170 100 115 154 100 31 92 L 85 59 1.56 24.24 180 90 107 129 88 33 82 P 85 51 1.66 18.51 190 110 93 155 96 21 92 L 49 L 33 85 1.67 30.48 170 100 148 247 147 34 169 55 1.58 22.03 190 110 80 228 123 36 150 6 RAMLI BUSRI 7 ALIMTA LUBIS CHARLES MUDA 8 SINAGA DRS 9 SAIDI 10 SUWINDRA 11 PASTI BR. SINAGA 12 MERE BR. SEMBIRING 13 SALMON SURBAKTI 14 MBUE BR.TARIGAN 15 PINTARIA TAMBUNAN 16 SAUT SIBAGARIANG 17 AHMADSYAH L L L L L P P L P P L L 63 32 76 49 32 72 75 58 82 71 71 50 60 1.62 22.86 50 1,58 20.03 72 1.66 26.13 58 1.60 22.66 54 1.59 21.36 50 1.62 19.05 53 1.63 19.95 65 1.60 25.39 56 1.61 21.60 72 1.66 26.13 69 1.70 23.88 65 1.71 22.23 180 100 218.5 174 130 80 105 190 170 90 243.6 152 170 100 112 163 100 60 112 143 190 100 119.3 179 160 90 393.6 145 160 90 101.7 148 250 110 95.6 172 140 90 142 179 150 90 100.3 108 160 90 111.5 164 72 50 136 35 130 24 75 36 63 32 80 30 154 25 102 44 90 40 91 34 118 22 63 39 103 133 104 114 102 127 105 84 116 133 47 92 Universitas Sumatera Utara 18 ERSELIA BR. PURBA 19 FATIMAH 20 DARMI TALO BERULALA BR. 21 SEMBIRING 22 HAFSAH NURJONO 23 AHMAD KAHARUDDIN P P P P P L 66 47 74 68 63 70 72 1.65 26.45 130 90 109 148 102 44 84 68 1.60 26.56 160 110 363 283 421 19 180 72 1.64 26.77 150 90 123 208 179 56 117 68 1.58 27.24 130 90 130 103 113 58 120 71 1.63 26.72 140 70 107.2 143 67 1.65 24.61 180 100 139 161 62 47 83 87 31 109 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 4 MASTER TABEL HASIL PENELITIAN TES AGREGASI TROMBOSIT PRA ADP ADP 1.0 5.0 ADP 10.0 29.5 74.4 71.8 29.0 68.6 76.6 TES AGREGASI TROMBOSIT POST ASA PRE ASA POST ADP 1.0 23.5 20.1 ADP 5.0 50.6 60.6 ADP 10.0 72.3 72.5 28/02/2011 01/03/2011 09/04/2011 14/04/2011 LAMA (HARI) 40 44 29.7 86.8 89.1 49.6 75.4 77.1 25/03/2011 09/05/2011 45 25.1 64.5 6.3 48.3 70.5 66.8 34.1 70.0 9.7 38.3 78.1 22/07/2011 01/09/2011 46.0 03/08/2011 19/09/2011 41 47 11.7 78.5 15.6 61.1 9.2 94.1 24.3 70.6 12.7 62.6 32.3 67.9 29.2 84.2 25.7 81.7 13.3 61.0 40.3 56.2 25.3 73.2 10.4 32.7 83.5 69.7 90.7 38.1 72.3 75.9 85.0 85.5 73.5 58.4 74.5 65.7 17.8 51.8 5.9 69.9 16.6 89.9 30.3 69.5 1.8 20.3 33.4 78.0 47.7 90.2 7.5 29.8 62.2 13/08/2011 19/09/2011 73.2 16/08/2011 20/09/2011 92.4 13/08/2011 15/09/2011 37 35 33 76.3 13/09/2011 20/10/2011 33.6 14/09/2011 25/10/2011 73.7 27/10/2011 26/11/2011 89.8 27/10/2011 26/11/2011 49.1 28/10/2011 02/12/2011 01/03/2011 03/03/2011 11/03/2011 24/03/2011 37 41 30 30 35 KETERANGAN HIDUP HIDUP HIDUP HEAD CT-SCAN Infark lobus frontalis kiri Infark paraventrikel lateralis kiri Infark multipel di lobus temporoparietal kanan dan basal ganglia kiri HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP LOSS OF FOLLOW UP LOSS OF FOLLOW UP LOSS OF FOLLOW UP LOSS OF FOLLOW UP Infark luas di centrum semiovale, nukleus caudatus, basal ganglia dan white matter lobus frontotemporal kanan Infark luas lobus occipitalis bilateral dan parietal kanan, Infark lakunar basal ganglia bilateral Infark multipel pada white matter periventrikuler bilateral, sebagian lobus frontotemporoparietalis kiri, sebagian lobus occipitalis kanan, infark lakunar pada thalamus kanan Infark occipital kanan Infark multipel pada basal ganglia, thalamus, lobus occipitotemporalis kiri Infark oksipital bilateral,periventrikuler,cornu anterior ventrikel lateralis kanan dan infark lakuner basal ganglia kanan Infark luas pada frontotemporoparietal kiri+basal ganglia kiri+edema hemisfer kiri Infark luas pada hemisphere cerebri kanan Infark frontalis kanan Infark frontotemporoparietal kiri Infark lobus parietalis bilateral dan temporalis kanan Infark frontalis kanan Infark parietalis kiri Infark parietalis kiri Universitas Sumatera Utara 2.6 39.1 28.1 74.5 8.7 49.6 8.0 55.0 24.2 61.9 82.5 86.4 70.9 77.4 69.9 67.8 59.2 88.0 28/10/2011 28/10/2011 14/03/2011 01/02/2011 13/09/2011 27/10/2011 EXITUS LOSS OF FOLLOW UP LOSS OF FOLLOW UP EXITUS EXITUS EXITUS Infark basal ganglia kanan+talamus+kapsula interna kiri Infark lakunar multipel periventriuluer lateral+kapsula interna+krus ant post kanan Infark parietalis kanan Infark luas pd frontotemporoparietalis kiri Infark luas lobus parietalis kiri dengan edema yang mengakibatkan herniasi ke kanan Infark basal ganglia kiri dan parietal kiri Universitas Sumatera Utara
Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut Batasan Operasional 1 Stroke WHO,1986 adalah tanda-tanda klinis yang berkembang DEMAM PADA STROKE ISKEMIK Instrumen Penelitian 1 Computed Tomography Scan Rancangan Pelaksanaan Penelitian a. Pengambilan Sampel KERANGKA TEORI Tempat dan Waktu Subjek Penelitian Latar Belakang Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut PARASETAMOLASETAMINOFEN DAN ASAM ASETIL SALISILAT 1. PARASETAMOL Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Hipotesis STROKE ISKEMIK Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut SUHU TUBUH NORMAL Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut Variabel yang Diamati HASIL PENELITIAN
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Beda Efek Parasetamol (Asetaminofen) Dengan Asam Asetil Salisilat Pada Suhu Tubuh Dan Pengaruhnya Terhadap Outcome Penderita Stroke Iskemik Akut

Gratis