Partisipasi Masyarakat Melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)( Studi kasus: Desa Pertampilen Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang )

 2  57  117  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM

  Masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP adalah tingkat pendidikan yang masih rendah, petani masih sulit merubah kebiasaan, kekurangan modalatau akses permodalan yang terbatas, kurangnya sumber informasi, petani penerima PUAP tidak memahami tujuan dari suatu kelompok. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP adalah ikut serta dalam kegiatan penyuluhan,melakukan konsultasi kepada penyuluh, bergabung dalam Lembaga KeuanganMikro (LKM), menghadirkan ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta melakukan pendekatan terhadap kelompok petani penerima PUAP.

PKP

  Masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP adalah tingkat pendidikan yang masih rendah, petani masih sulit merubah kebiasaan, kekurangan modalatau akses permodalan yang terbatas, kurangnya sumber informasi, petani penerima PUAP tidak memahami tujuan dari suatu kelompok. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP adalah ikut serta dalam kegiatan penyuluhan,melakukan konsultasi kepada penyuluh, bergabung dalam Lembaga KeuanganMikro (LKM), menghadirkan ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta melakukan pendekatan terhadap kelompok petani penerima PUAP.

RIWAYAT HIDUP

  Selama perkuliahan, Penulis aktif dalam organisasi IMASEP (IkatanMahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), POPMASEPI (Perhimpunan OrganisasiMahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia), dan IMK (Ikatan MahasiswaKatolik). Pada tanggal 26-28 Februari 2009, Penulis menjadi panitia pelaksanaPOPMASEPI yang diadakan di Gedung Serbaguna Laboratorium Pariwisata USU dan panita MUKERWIL (Musyawarah Kerja Wilayah) VII yang diadakan di AulaAsrama Haji Medan, serta Penulis aktif mengikuti beberapa seminar nasional.

KATA PENGANTAR

  Pakpahan dan ibu Serta kepada rekan seperjuangan stambuk 2007 FP USU, terlebih anakPenyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) yang tetap semangat dan berani menjadi pemenang (Dare to be the Winner). Hasibuan yang membantu penulis dalam memperoleh data ke lapangan, juga kepada bangJohanes Pandiangan`05, kak Mika Munthe`06, kak Dessy Sitompul`06, bangWilliam Herman`06 juga kepada stambuk 2006 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

DAFTAR TABEL Tabel Judul Hal

  Jumlah Populasi dan Sampel Petani Penerima PUAP Di Desa PertampilenKecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang ........................................... Hubungan Jumlah Tanggungan Petani Penerima PUAP Dengan TingkatPartisipasinya Dalam Pelaksanaan Program PUAP .........................................

DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Hal

  B Sinuraya (Ketua Balai Penyuluhan Pertanian / BPP KecamatanPancur Batu), David Pakpahan (Peneliti), Magdalena Situmorang, SP(Penyuluh Pertanian Lapangan / Penyuluh Pendamping PUAP DesaPertampilen); Ketika Melakukan Kegiatan Penyuluhan Membahas DanaPUAP Dengan Para Petani Penerima PUAP Yang Diadakan Di KantorKepala Desa Kamis, 10 Maret 2011; Dengan Para Petani Penerima PUAPDi Desa Pertampilen Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang .......... Petani Penerima PUAP Dengan Komoditi Jagung, Salah Satu Jenis TanamanPangan Yang Dikembangkan Petani Penerima PUAP Di Desa PertampilenKecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang ...........................................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Hal

  Masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP adalah tingkat pendidikan yang masih rendah, petani masih sulit merubah kebiasaan, kekurangan modalatau akses permodalan yang terbatas, kurangnya sumber informasi, petani penerima PUAP tidak memahami tujuan dari suatu kelompok. Hipotesis Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah, maka yang menjadi hipotesis penelitian adalah tingkat partisipasi masyarakat melalui program PUAP di daerah penelitianadalah tinggi, terdapat hubungan karakteristik sosial ekonomi petani penerimaPUAP (umur, pendidikan, lama berusahatani, frekuensi mengikuti penyuluhan, luas lahan, jumlah tanggungan, produksi dan produktivitas) dengan tingkatpartisipasinya dalam pelaksanaan program PUAP di daerah penelitian.

TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan dan Partisipasi

  Untuk identifikasi masalah, bagaimana upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah yang dihadapi petani penerima PUAP di daerahpenelitian, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan mengamati masalah yang dihadapi oleh petani penerima PUAP yangberpartisipasi dalam program PUAP, sehingga dapat diketahui upaya penanggulangan atas masalah yang dihadapi. Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri dari 4 subsistem yaitu subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkansarana produksi (input) pertanian, subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hulu,subsistem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas pertanian, dan subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasapenunjang antara lain permodalan dan teknologi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Kriteria dan penentuan Gapoktan calon penerimaBLM PUAP harus berada pada desa calon lokasi PUAP yang memenuhi kriteria memiliki sumber daya manusia untuk mengelola usaha agribisnis, mempunyaikepengurusan yang aktif dan dikelola oleh petani, pengurus Gapoktan adalah petani dan bukan aparat desa atau kelurahan, tercatat sebagai desa binaan dariBalai Penyuluhan Pertanian (BPP). Penyusunan AD/ART dilakukan dalam rapat anggota untuk memperoleh kesepakatan tentang hal-hal yang Partisipasi tahap pelaporan dan evaluasi dilakukan ditingkat Gapoktan dengan membuat laporan perkembangan LKM setiap bulan dan menyerahkanlaporan perkembangan tersebut kepada tingkat dua atau kabupaten Deli Serdang melalui penyuluh pendamping.

No. Parameter

  Hubungan Luas Lahan Petani Penerima PUAP Dengan Tingkat Partisipasinya Dalam Pelaksanaan Program PUAP Luas lahan adalah keseluruhan lahan yang dimiliki petani penerimaPUAP dalam usaha pertanian (ha), kategori yang diberikan adalah: ≤ 1 ha = Sempit Luas lahan yang dimiliki oleh petani penerima PUAP adalah rata-rata 0,63 ha yang berarti penerima PUAP memiliki lahan yang sempit. Sebelum dilakukan penyuluhan dan rapat setiap bulannya, para petani penerima PUAP yang mendapat surat edaran dari kepala desa yang bertujuanuntuk mengajak para petani berkumpul dan berdiskusi mengenai masalah masalah yang dihadapi dalam usahataninya dan sejauhmana dana PUAP telah dialokasikandengan baik oleh para petani penerima PUAP.

DAFTAR PUSTAKA

  Supriana, Tavi dan Lily Fauzia. Tarigan, Kelin dan Lily Fauzia.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Partisipasi Masyarakat Melalui Program Pengem..

Gratis

Feedback