Feedback

Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Informasi dokumen
Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan SKRIPSI Oleh Indah Septiani Pasaribu 091121064 FAKULTAS KEPERAWATAN UNUVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara PRAKATA Bismillahirrahmanirrahim Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, serta shalawat beriring salam saya hanturkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW, karena berkat dan rahmat-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di RSUP H Adam Malik Medan”, yang merupakan syarat kelulusan penulis dalam menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan di Universtas Sumatera Utara. Dalam penyusunan skripsi ini, banyak kesulitan yang dihadapi penulis, namun karena rahmat Allah SWT disertai dengan usaha dan kemauan yang tinggi dari penulis serta bimbingan, bantuan dan motivasi dari berbagai pihak sehingga penulis dapat mengatasi kesulitan tersebut, berkenaan dengan hal itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada: 1. Bapak dr. Dedi Ardinata, M.Kes, sebagai Dekan Fakultas Keperawatan USU. 2. Bapak Ikhsanuddin Harahap, S.Kp, MNs sebagai dosen pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran serta memberikan masukan-masukan yang bermanfaat bagi skripsi ini. 3. Nur Asnah Sitohang S.Kep,Ns, M.Kep selaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu, tenaga, dan memberikan motivasi yang bersifat membangun dalam pembuatan skripsi ini. 4. Bapak Mula Tarigan, S.Kp selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan-masukan bermanfaat dalam pembuatan skripsi ini. 5. Teristimewa kepada kedua orang tua saya, kepada ibunda tercinta yang terus memberikan motivasi dan doa yang tiada terhenti yang begitu berarti bagi saya, kepada Ayahanda tercinta yang terus memberikan dukungan moril dan materil kepada saya hingga saya masih bisa mengecap dunia perkuliahan, kepada adik-adikku terkasih yang tiada henti menjadi sumber motivator bagi saya. Rizky Aprianingsih Pasaribu, Rossy Annisa Pasaribu, dan Akbar Pasaribu. 6. Sepesial kepada Muhammad Saiful Amri, SS, S.Pd yang selalu memberikan dukungan bagi saya dalam pembuatan skripsi ini. Adikku, Ika Syafitri SS Universitas Sumatera Utara yang sudah membantu dalam penerjemahan sumber-sumber dalam bentuk bahasa asing menjadi bahasa Indonesia. 7. Teman-teman Mahasiswa/I Fakultas Keperawatan terutama teman-teman Ekstensi stambuk 2009, yang terus memberikan dorongan agar tetap semangat. 8. Semua pihak yang dalam kesempatan ini tidak dapat seluruhnya disebutkan namanya satu-persatu yang banyak membantu saya dalam penyusunan skripsi ini. Semoga segenap bantuan, bimbingan dan arahan yang telah diberikan kepada penulis mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Penulis tidak menutup diri dari saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan keperawatan, khususnya berguna bagi penelitian selanjutnya. Medan, 07 Januari 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Judul. ii Prakarta . iii Daftar Isi . vi Daftar Tabel . viii Daftar Skema . ix Abstrak. x BAB 1 Pendahuluan. 1 1 Latar Belakang Masalah . 1 2 Tujuan Penelitian . 5 3 Pertanyaan Penelitian . 5 4 Manfaat Penelitian. 5 4.1Bagi Praktek Keperawaan . 5 4.2Bagi Pendidikan Keperawatan . 6 4.3Bagi Penelitian Keperawatan . 6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA . 7 1. Nyeri. 7 1.1 Pengertian Nyeri . 7 1.2 Teori pengontrolan Nyeri . 8 1.3 Fisiologi Nyeri. 9 1.4Klasifikasi Nyeri. 14 1.5Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respon Nyeri . 19 2. Intensitas Nyeri. 22 2.1Defenisi Intensitas Nyeri. 22 2.2Pengukuran Intensitas Nyeri . 22 2.3Intensitas Nyeri Pasien Pasca Bedah . 26 2.4Nyeri Pasien Pasca Bedah ORIF . 27 3. Prilaku nyeri . 28 3.1Pengertian Perilaku Nyeri . 28 3.2Jenis-jenis Perilaku Nyeri . 30 3.3Perilaku Nyeri Pasien Pasca Bedah ORIF . 34 4. Bedah ORIF . 35 4.1 Defenisi bedah ORIF . 36 4.2Tindakan Bedah Orif . 36 4.3Sasaran Bedah ORIF . 37 BAB 3 Kerangka Konsep Penelitian . 38 1. Kerangka Konseptual . 38 2. Kerangka Penelitian . 39 3. Defenisi Operasional . 39 Universitas Sumatera Utara BAB 4 Metode Penelitian. 42 1. Desain Penelitian . 42 2. Populasi Penelitian . 42 3. Sampel Penelitian . 42 4. Lokasi dan Waktu Penelitian . 43 5. Pertimbangan Etik . 44 6. Instrumen Penelitian . 45 7. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen . 46 7. Proses Pengumpulan Data . 46 8. Analisa Data . 48 BAB 5 Hasil Penelitian . 49 1 Hasil Penelitian . 49 1.1 Deskipsi Data Responden . 50 1.2 Deskripsi Intensitas Nyeri . 52 1.3 Deskripsi Perilaku Nyeri. 54 2 Pembahasan . 57 2.1 Intensitas Nyeri Responden . 57 2.2 Perilaku Nyeri Responden . 60 BAB 6 Kesimpulan dan Saran . 65 1 Kesimpulan . 65 2 Saran . 67 Daftar Pustaka . 68 Lampiran 1. Lembar Persetujuan Menjadi Peserta Penelitian . 70 2. Instrumen Penelitian . 72 3. Jadwal Tentatif Penelitian. 75 4. Taksasi Dana . 76 5. Tabel Hasil Penelitian. 77 6. Daftar Riwayat Hidup . 82 7. Izin Penelitian . 83 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 5.1 Distribusi Data Responden di Rindu B3 Orthopedi RSUP H. Adam Malik Medan . 50 Tabel 5.2 Distribusi Intensitas Nyeri pada Pasien Pasaca Bedah ORIF di RSUP. H. Adam Malik Medan 53 Tabel 5.3 Distribusi Perilaku Nyeri pada Pasien Pasaca Bedah ORIF di RSUP. H. Adam Malik Medan . 54 Universitas Sumatera Utara Judul : Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan Nama Mahasiswa : Indah Septiani Pasaribu Nim : 091121064 Jurusan : Sarjana Keperawatan (S.Kep) Tahun : 2011 ABSTRAK Setiap individu membutuhkan rasa nyaman. Kebutuhan rasa nyaman ini dipersepsikan berbeda pada setiap orang. Kondisi ketidaknyamanan yang paling sering dihadapi klien adalah nyeri. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang bersifat individual. Klien merespon nyeri yang dialaminya dengan beragam cara, misalnya berteriak, meringis, dan lain-lain. Oleh karena nyeri bersifat subjektif, maka perawat mesti peka terhadap sensasi nyeri yang dialami klien Dalam konteks keperawatan, perawat harus memperhatikan dan memenuhi rasa nyaman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yang bertujuan untuk mengkaji nilai dari intensitas nyeri dan perilaku nyeri pada pasien pasca bedah ORIF. 34 pasien pasca bedah ORIF didapatkan dengan metode purposive sampling di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Data yang didapatkan bersumber dari hasil pengukuran menggunakan instrumen ukur data demografi, Skala Numerik Intensitas Nyeri/PNRS dan Laporan Observasi Perilaku Nyeri (Pain Behavior Observation Protocol). Uji validitas dan reabilitas instrument dalam penelitian ini tidak dilakukan karena penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan juga penelitian ini telah mendapatkan uji validitas dan reabilitas dengan hasil valid oleh para peneliti sebelumnya. Pengukuran ini dilakukan selama 3 hari berturutturut, yang penyajiannya dalam bentuk tabel distribusi. Hasil penelitian perilaku nyeri menunjukkan bahwa nilai yang dihasilkan berbanding lurus dengan intensitas nyeri yang dihasilkan. Hasil penelitian diatas dirincikan berdasarkan lama hari rawatan yaitu pada hari ke-2 hari rawatan pasca bedah ORIF, Intensitas nyeri terbanyak yang dimiliki responden adalah intensitas nyeri berat yaitu 33 orang (97,6%), dan jumlah responden yang memiliki intensitas nyeri sedang 1 orang (2,9%). Sedangkan perilaku nyeri hari ke-2 setelah pembedahan perilaku nyeri kategori tinggi sebanyak 22 orang (64,7%), perilaku nyeri kategori sedang sebanyak 12 orang (35,3%). Jadi semakin banyak hari rawatan pasca bedah ORIF, maka semakin sedikit respon nyeri yang dihasilkan Kata kunci : nyeri, intensitas nyeri, perilaku nyeri, bedah ORIF Universitas Sumatera Utara Judul : Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan Nama Mahasiswa : Indah Septiani Pasaribu Nim : 091121064 Jurusan : Sarjana Keperawatan (S.Kep) Tahun : 2011 ABSTRAK Setiap individu membutuhkan rasa nyaman. Kebutuhan rasa nyaman ini dipersepsikan berbeda pada setiap orang. Kondisi ketidaknyamanan yang paling sering dihadapi klien adalah nyeri. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang bersifat individual. Klien merespon nyeri yang dialaminya dengan beragam cara, misalnya berteriak, meringis, dan lain-lain. Oleh karena nyeri bersifat subjektif, maka perawat mesti peka terhadap sensasi nyeri yang dialami klien Dalam konteks keperawatan, perawat harus memperhatikan dan memenuhi rasa nyaman. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yang bertujuan untuk mengkaji nilai dari intensitas nyeri dan perilaku nyeri pada pasien pasca bedah ORIF. 34 pasien pasca bedah ORIF didapatkan dengan metode purposive sampling di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Data yang didapatkan bersumber dari hasil pengukuran menggunakan instrumen ukur data demografi, Skala Numerik Intensitas Nyeri/PNRS dan Laporan Observasi Perilaku Nyeri (Pain Behavior Observation Protocol). Uji validitas dan reabilitas instrument dalam penelitian ini tidak dilakukan karena penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan juga penelitian ini telah mendapatkan uji validitas dan reabilitas dengan hasil valid oleh para peneliti sebelumnya. Pengukuran ini dilakukan selama 3 hari berturutturut, yang penyajiannya dalam bentuk tabel distribusi. Hasil penelitian perilaku nyeri menunjukkan bahwa nilai yang dihasilkan berbanding lurus dengan intensitas nyeri yang dihasilkan. Hasil penelitian diatas dirincikan berdasarkan lama hari rawatan yaitu pada hari ke-2 hari rawatan pasca bedah ORIF, Intensitas nyeri terbanyak yang dimiliki responden adalah intensitas nyeri berat yaitu 33 orang (97,6%), dan jumlah responden yang memiliki intensitas nyeri sedang 1 orang (2,9%). Sedangkan perilaku nyeri hari ke-2 setelah pembedahan perilaku nyeri kategori tinggi sebanyak 22 orang (64,7%), perilaku nyeri kategori sedang sebanyak 12 orang (35,3%). Jadi semakin banyak hari rawatan pasca bedah ORIF, maka semakin sedikit respon nyeri yang dihasilkan Kata kunci : nyeri, intensitas nyeri, perilaku nyeri, bedah ORIF Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Setiap individu membutuhkan rasa nyaman. Kebutuhan rasa nyaman ini dipersepsikan berbeda pada setiap orang. Ada yang mempersepsikan bahwa hidup terasa nyaman bila mempunyai banyak uang. Ada juga yang indikatornya bila tidak ada gangguan dalam hidupnya. Dalam konteks keperawatan, perawat harus memperhatikan dan memenuhi rasa nyaman. Gangguan rasa nyaman yang dialami klien diatasi oleh perawat melalui intervensi keperawatan. Kondisi ketidaknyamanan yang paling sering dihadapi klien adalah nyeri. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang bersifat individual. Klien merespon nyeri yang dialaminya dengan beragam cara, misalnya berteriak, meringis, dan lain-lain. Oleh karena nyeri bersifat subjektif, maka perawat mesti peka terhadap sensasi nyeri yang dialami klien (Potter & Perry, 2001). Asosiasi internasional untuk penelitian nyeri (International Association for the Study of Pain, IASP) mengatakan bahwa “Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan” (IASP, 1979 dalam Potter, 2005). Setiap individu pernah mengalami nyeri dalam tingkatan tertentu. Nyeri merupakan alasan utama orang mencari bantuan perawatan kesehatan. Walaupun merupakan salah satu dari gejala yang paling sering terjadi di bidang medis, nyeri merupakan salah satu yang paling sedikit dipahami. Individu yang merasa tertekan atau menderita akan mencari upaya untuk menghilangkan nyeri Universitas Sumatera Utara yang klien rasakan. Nyeri bersifat subjektif, tidak ada dua individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada dua kejadian nyeri yang sama menghasilkan respons atau perasaan yang identik pada seorang individu. Nyeri merupakan sumber penyebab frustasi, baik klien maupun bagi tenaga kesehatan (Brunner & Suddart, 2001). Mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan yang hebat merupakan intervensi keperawatan utama yang memerlukan keterampilan seni dan pengetahuan keperawatan. Hal tersebut juga memerlukan konsep yang berhubungan dengan nyeri, pengumpulan data terapi, terapi yang bermanfaat dan juga memerlukan kepekaan dan empati. Salah satu usaha perawat mencari tahu apa yang dialami oleh pasien dan mengkomunikasikan asuhan yang akan diberikan. Perawat memerlukan pendekatan yang sistematis (proses keperawatan) pada pasien yang menderita nyeri (Barbara, 1996). Perawat menghabiskan lebih banyak waktunya bersama pasien yang mengalami nyeri dibanding tenaga profesional lainnya dan perawat mempunyai kesempatan untuk membantu menghilangkan nyeri dan efek yang membahayakan. Peran memberi perawatan primer adalah untuk mengidentifikasi dan mengobati nyeri. Perawat tidak hanya berkolaborasi dengan tenaga profesi lain tetapi juga memberi intervensi, dan bertindak sebagai advokat pasien saat intervensi tidak efektif. Selain itu, perawat berperan sebagai pendidik untuk pasien dan keluarga, mengajarkan mereka untuk penggunaan analgesik atau apakah ia bersedia menjadi subjek atau tidak, tanpa ada sangsi ataupun, tidak menimbulkan penderitaan bagi responden. Calon responden pada penelitian ini diidentifikasi sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Pasien Universitas Sumatera Utara dengan intensitas nyeri berat (level nyeri >=7) tidak termasuk ke dalam calon responden untuk menghindari munculnya nyeri yang lebih berat pada saat proses penelitian. Sebelum menyerahkan lembar persetujuan, peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud, tujuan dan pelaksanaan penelitian kepada calon responden. Peneliti juga memberi penjelasan dan informasi secara lengkap dan rinci serta tanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi pada responden. Responden juga harus diperlakukan secara baik sebelum, selama, dan sesudah penelitian. Responden tidak boleh didiskriminasi jika menolak untuk menjadi responden, selain itu ada prinsip-prinsip etik yang meliputi: informed consent, yaitu lembar persetujuan yang diberikan kepada responden yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat penelitian, bila subjek menolak maka peneliti tidak dapat memaksa dan tetap menghormati hak-hak subjek. Confidentiality, yaitu kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti, hanya akan diberi kode tertentu dan peneliti tidak mencantumkan nama (anonimyty) (Nursalam, 2003). Penelitian ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari komisi etik Keperawatan berupa surat ethical clearance. 5. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar intensitas nyeri yang didasarkan pada tinjauan pustaka. Kuesioner terdiri dari dua bagian yaitu data demografi dan data untuk mengidentifikasi koping nyeri. Sementara untuk intensitas nyeri digunakan lembar intensitas nyeri. Kuesioner merupakan alat ukur berupa angket atau daftar pernyataan. Pembuatan kuesioner ini mengacu pada parameter yang sudah dibuat oleh peneliti Universitas Sumatera Utara sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Adapun data yang terkumpul dikelompokkan menurut variabel masing-masing dengan hasil ukur sebagai berikut. 5.1 Data demografi Terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pernikahan, suku bangsa, dan diagnosa penyakit. Data demografi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, deskripsi frekuensi dan persentasi demografi responden. 5.2 Data mengidentifikasi koping nyeri Untuk mengidentifikasi koping nyeri klien, peneliti menggunakan The Chronic Pain Coping Inventory (CPCI) scales. Kuesioner koping nyeri terdiri dari 42 pernyataan yang dibedakan atas 9 pernyataan penjagaan, 12 pernyataan latihan dan peregangan, 11 pernyataan menyemangati diri sendiri, 8 pernyataan mencari dukungan sosial dan 2 pernyataan istirahat. Semakin tinggi skor yang diperoleh, maka semakin baik koping yang digunakan dalam mengatasi masalah nyeri. Bentuk pernyataan kuesioner menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban: tidak pernah (TP): 1, kadang-kadang (KK): 2, sering (S): 3, dan sangat sering (SS): 4. Maka nilai tertinggi yang diperoleh adalah 168 dan nilai terendah 42. Lalu jawaban responden diakumulasikan dan dikategorikan menjadi: buruk bila nilai dari 42-84 dab baik bila nilai dari 85-168. Kuesioner koping nyeri ini terdiri dari pernyataan positif yang berjumlah 31 pernyataan yaitu pada kuesioner butir 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, dan Universitas Sumatera Utara pernyataan negatif yang berjumlah 11 pernyataan yaitu pada kuesioner butir 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 41, 42. Jenis skala pengukuran pada instrumen penelitian ini adalah ordinal dan rasio. Pernyataan yang terkait dengan penjagaan pada nomor 19. Pernyataan yang terkait dengan latihan dan peregangan pada nomor 10-21. Pernyataan yang terkait dengan menyemangati diri sendiri pada nomor 22-32. Pernyataan yang terkait dengan mencari dukungan sosial pada nomor 33-40. Pernyataan yang terkait dengan beristirahat pada nomor 41-42. Semua jawaban dari kuesioner yang sudah dikumpulkan akan diberi nilai/skor. Untuk jawaban pernyataan positif diberi nilai 1: untuk jawaban tidak pernah, nilai 2: untuk jawaban kadang-kadang, nilai 3: untuk jawaban sering, nilai 4: untuk jawaban sangat sering. Sedangkan untuk pernyatan negatif diberi nilai 1: untuk jawaban sangat sering, nilai 2: untuk jawaban sering, nilai 3: untuk jawaban kadang-kadang, nilai 4: untuk jawaban tidak pernah. 5.3 Lembar intensitas nyeri Lembar penilaian intensitas nyeri dengan menggunakan skala nyeri menurut Bourbanis. Skala nyeri menurut Bourbanis ini terdiri dari 5 item meliputi tidak nyeri, nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat dan nyeri sangat berat. Jumlah skor intensitas nyeri dibagi menjadi 0: tidak nyeri, 1-3: nyeri ringan, 4-6: nyeri sedang, 7-9: nyeri berat, 10: nyeri sangat berat. Jenis skala pengukuran pada instrumen penelitian ini adalah ordinal dan rasio. Kuesioner ini diperoleh oleh peneliti dalam Bahasa Inggris. Oleh karena itu, agar dapat digunakan untuk responden masyarakat Indonesia maka kuesioner ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan teknik back translation. Universitas Sumatera Utara Penerjemah pertama dari LIA (Lembaga Indonesia Amerika), yang menerjemahkan kuesioner dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Penerjemah kedua dari BBC yang menerjemahkan kuesioner Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Dan penerjemah ketiga dari Professional In-House Training yang membandingkan kedua kuesioner Bahasa Inggris. Item kuesioner koping nyeri tidak ada mengalami perbaikan karena terdapat persamaan arti sesuai dengan teori koping nyeri. 6. Reliabilitas Instrumen Data kuesioner disusun sendiri oleh peneliti sendiri maka penting dilakukan uji reliabilitas yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar derajat atau kemampuan alat ukur secara konsisten sasaran yang akan diukur pada kelompok subjek yang sama. Menurut Arikunto (2002), rumus uji formula Chronbach Alpha dapat dilakukan untuk menguji reliabilitas instrumen dengan skala likert pada pertanyaan tertutup (closed ended) dengan skor tidak pernah (TP): 1, kadangkadang (KK): 2, sering (S): 3, dan sangat sering (SS): 4. Dalam penelitian ini digunakan uji reliabilitas instrumen eksternal yaitu pemberian instrumen hanya satu kali dengan satu bentuk instrumen yang diuji cobakan diluar kelompok responden. Uji reliabilitas ini dilakukan dengan menggunakan formula Chronbach Alpha untuk kuesioner koping nyeri pada nyeri kronik. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner pada 30 orang nyeri kronik seperti kanker (kanker payudara, kanker serviks, kanker ovarium, kanker maksila), effusi pleura, diabetes melitus kronis dan tumor di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Pirngadi. Kuesioner ini dikatakan reliabilitas bila hasil reliabilitas Universitas Sumatera Utara bernilai > 0,632 (Arikunto, 2006). Hasil uji reliabilitas pada penelitian ini adalah 0.858 (lampiran 7 hasil uji reliabilitas Cronbach Alpha). 7. Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dilakukan setelah mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian didapatkan dari institusi pendidikan (Fakultas Keperawatan USU), kemudian mengajukan permohonan izin pelaksanaan pada bagian penelitian RSUP H. Adam Malik Medan. Setelah mendapat izin dari Kepala Ruangan untuk melakukan penelitian sesuai dengan kriteria sampel penelitian maka dilakukan pengumpulan data. Peneliti mendatangi langsung responden, kemudian peneliti menentukan responden sesuai dengan kriteria yang telah dibuat sebelumnya, apabila peneliti telah menemukan calon responden, selanjutnya peneliti menjelaskan kepada calon responden tentang tujuan, manfaat penelitian dan prosedur pengumpulan data. Jika calon responden memahami prosedur penelitian dan bersedia dengan sukarela menjadi responden penelitian, selanjutnya peneliti meminta calon responden menandatangani lembar persetujuan (informed consent) sebagai bentuk persetujuan bersedia menjadi responden. Peneliti menjelaskan cara pengisian kuesioner demografi, kuesioner koping nyeri, dan lembar intensitas nyeri. Peneliti meminta responden untuk mengisi kuesioner data demografi, kuesioner koping nyeri dan lembar intensitas nyeri. Waktu yang diperlukan 15-20 menit, bila ada pernyataan yang tidak jelas dapat langsung menjelaskan kepada responden dengan tidak bermaksud mengarahkan jawaban responden. Setelah seluruh data dari semua instrumen terkumpul, peneliti mulai mengolah/ menganalisa data. Universitas Sumatera Utara 8. Analisa Data Setelah semua kuesioner terkumpul, maka dilakukan analisa data melalui beberapa tahap. Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2010) pertama editing, yaitu pengecekan dan perbaikan isian formulir atau kuesioner tersebut serta memastikan bahwa semua jawaban telah di isi sesuai petunjuk. Kedua coding, yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan tertentu dengan memberi kode pada kuesioner. Ketiga terakhir : SD SMP SMA Lain-lain( ) Pekerjaan: PNS Petani POLRI/TNI IbuRumah Tangga Pedagang Lain-lain ( ) Diagnosa Penyakit : Universitas Sumatera Utara KUESIONER KONTROL DIRI Berikut adalah pernyataan-pernyataan untuk melihat bagaimana tingkat kontrol diri Anda. Untuk setiap pernyataan Anda dapat melingkari skala nilai 1 sampai 5, sejauh mana pernyataan tersebut menggambarkan diri Anda. 12 Tidak menggambarkan diri saya diri saya 345 Sangat menggambarkan 1. Saya dapat menahan diri dari hal-hal yang menurut saya tidak baik. 12345 2. Saya mengalami kesulitan untuk mengubah kebiasaan buruk saya. 12345 3. Saya memiliki sifat malas dan tidak mau melakukan tugas saya. 12345 4. Saya banyak mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. 12345 5. Saya tidak pernah kehilangan kendali ketika hal yang buruk terjadi kepada saya. 12345 6. Saya melakukan hal-hal yang menurut saya menyenangkan meskipun itu berdampak buruk bagi saya. 12345 7. Saya selalu melakukan semuanya sesuai jadwal atau rencana. 12345 8. Saya sulit bangun di pagi hari. 12345 9. Saya sulit menolak tawaran orang lain. 12345 10. Saya sering berubah pikiran. 12345 11. Saya mengucapkan apapun yang ada di pikiran saya secara langsung dan tanpa pikir panjang. 12345 Universitas Sumatera Utara 12. Saya menolak hal-hal yang berdampak buruk bagi saya. 1234 13. Saya menggunakan uang secara berlebihan. 5 123 14. Saya menjaga semua hal tertata rapi. 123 4 4 5 5 15. Sesekali saya memanjakan diri. 12345 16. Saya berharap diri saya bisa lebih disiplin. 1234 5 17. Saya dapat diandalkan untuk menyelesaikan masalah. 1234 5 18. Saya sering terbawa perasaan. 12345 19. Saya dapat melakukan banyak kegiatan walaupun sedang terburu-buru. 12345 20. Saya tidak dapat menyimpan rahasia dengan baik. 1234 5 21. Saya sering belajar dan bekerja sampai larut malam. 1234 5 22. Saya tidak mudah putus asa. 12345 23. Lebih baik saya berpikir dulu sebelum bertindak. 1234 5 24. Saya ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung kesehatan. 12345 25. Saya mengkonsumsi makanan sehat bukan makanan cepat saji. 12345 26. Kesenangan dan hobbi kadang membuat pekerjaan saya tidak selesai. 12345 27. Saya mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi. 1234 5 28. Saya mampu bekerja dengan efektif untuk tujuan jangka panjang. 12345 Universitas Sumatera Utara 29. Kadang kadang saya tidak bisa berhenti melakukan kegiatan walaupun saya tahu apa yang saya lakukan salah. 12345 30. Saya sering bertindak tanpa memikirkan semua alternatif yang ada. 12345 31. Saya kurang sabar dan mudah marah. 123 4 5 32. Saya sering memotong pembicaraan orang lain. 1234 5 33. Kadang saya minum alkohol dan merokok dengan berlebihan. 12345 34. Saya selalu tepat waktu. 12345 Universitas Sumatera Utara Lembar Observasi Perilaku Nyeri (The Pain Behaviour Observation Protocol (PBOP)) Perilaku nyeri diobservasi dengan protocol selama sepuluh menit, meliputi duduk selama 1 menit dan kemudian selama 2 menit, berjalan 1 menit, kemudian selama 2 menit, berbaring dua kali masing-masing selama 1 menit, dan berjalan dua kali selama 1 menit. Perilaku nyeri dapat diobservasi dan dikategorikan dalam: (1) tidak ada, jika perilaku tidak diobservasi selama 10 menit beraktivitas tetapi tidak pada keseluruhan aktivitas, (2) kadang-kadang jika perilaku terjadi sekali pada saat beraktivitas tetapi tidak pada keseluruhan aktivitas, (3) sering, jika perilaku terjadi sekali pada setiap aktivitas, atau terjadi lebih dari sekali peristiwa. Parameter Tidak ada Kadang-kadang Sering Menjaga (guarding) 0 1 2 Menahan nyeri (bracing) 0 1 2 Menggosok bagian yang nyeri 0 1 2 (rubbing) Meringis (grimacing) 0 1 2 Mendesah (sighing) 0 1 2 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara RELIABILITY /VARIABLES=p1 p2 p3 p4 p5 p6 p7 p8 p9 p10 p11 p12 p13 p14 p15 p17 p18 p 19 p20 p21 p22 p23 p25 p26 p27 p28 p29 p30 p31 p32 p33 p34 p24 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL MEANS VARIANCE. Reliability [DataSet1] D:\skripsi the newest\spss.sav Warnings The determinant of the covariance matrix is zero or approximately zero. Statistics based on its inverse matrix cannot be computed and they are displayed as system missing values. Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N% Cases Valid Excludeda 10 100.0 0 .0 Total 10 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .723 .707 33 Universitas Sumatera Utara Summary Item Statistics Item Means Item Variances Maximum / Mean Minimum Maximum Range Minimum Variance N of Items 3.767 2.100 4.800 2.700 2.286 .502 33 1.543 .178 3.778 3.600 21.250 .611 33 Item-Total Statistics Corrected Item- Squared Scale Mean if Scale Variance Total Multiple Item Deleted if Item Deleted Correlation Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted p1 119.7000 158.678 .641 . .704 p2 120.9000 158.989 .506 . .706 p3 121.5000 153.389 .382 p4 120.5000 163.611 .170 . .706 . .721 p5 121.1000 153.433 .469 . .701 p6 120.1000 159.433 .306 p7 120.6000 154.489 .396 . .712 . .705 p8 119.5000 175.389 -.458 . .734 p9 121.8000 172.400 -.108 p10 121.1000 148.767 .483 . .736 . .697 p11 120.7000 158.011 .269 . .714 p12 119.6000 168.044 .112 p13 120.2000 180.622 -.465 . .722 . .746 p14 120.2000 161.067 .293 . .714 p15 122.2000 165.733 .070 p17 119.9000 179.656 -.391 . .728 . .745 p18 121.8000 160.622 .183 . .721 p19 121.4000 163.600 .142 p20 120.7000 178.900 -.259 . .723 . .753 p21 120.3000 144.900 .692 . .684 p22 120.4000 155.600 p23 119.9000 166.544 .411 .147 . .705 . .721 Universitas Sumatera Utara p25 120.6000 150.933 .540 p26 121.1000 151.211 .541 p27 119.9000 160.544 .367 p28 120.4000 164.044 .129 p29 119.8000 150.400 .713 p30 119.5000 159.167 .682 p31 120.6000 175.600 -.223 p32 119.8000 156.400 .539 p33 120.2000 172.622 -.113 p34 120.3000 171.344 -.078 p24 121.3000 140.900 .559 . .696 . .696 . .711 . .724 . .691 . .705 . .740 . .702 . .738 . .738 . .687 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara TAKSASI DANA 1. Persiapan Proposal a. Biaya kertas dan tinta printer b. Foto kopi sumber-sumber tinjauan pustaka c. Perbanyak proposal d. Biaya internet e. Sidang proposal f. Back Translate kuesioner 2. Pengumpulan Data a. Izin penelitian RSUP H Adam Malik Medan b. Transportasi c. Penggandaan Kuisioner d. Souvenir 3. Analisa Data dan Penyusunan Laporan Penelitian a. Biaya kertas dan tinta printer b. Penjilidan c. Penggandaan laporan penelitian : Rp. 100.000,: Rp. 100.000,: Rp. 100.000,: Rp. 150.000,: Rp. 100.000,: Rp. 150.000,- : Rp. 150,000: Rp. 300.000,: Rp. 30.000,: Rp. 100.000,- : Rp. 100.000,: Rp. 100 000,: Rp. 50.000,- Rp. 1.530.000,- Universitas Sumatera Utara CURRICULUM VITAE 1. Nama lengkap : Novia SP Naibaho 2. NIM : 091101061 3. Jenis kelamin : Perempuan 4. Tempat/tgl. Lahir : Nagasaribu, 17 September 1991 5. Agama : Kristen Protestan 6. Alamat lengkap : Telp/Fax :- Hp. : 085358773138/08998615755 E-mail : novia.naibaho@yahoo.com URL/ : facebook novia naibaho 7. Status pendidikan : Semester :7 Program Studi : S1 Keperawatan Jurusan : Ilmu Keperawatan Fakultas : Keperawatan Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara 8. Riwayat pendidikan : a. SD N 174535 Nagasaribu : 1997-2003 b. SMP N 3 Lintongnihuta : 2003- 2006 c. SMA N 1 Siborong-borong : 2006-2009 d. Fakultas Keperawatan USU : 2009-sekarang Universitas Sumatera Utara
Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Analisa Data METODE PENELITIAN Bagi Praktek Keperawatan Bagi Pendidikan Keperawatan Bagi Penelitian Keperawatan Defenisi Intensitas Nyeri Skala Intensitas Nyeri Deskriptif Skala intensitas nyeri numerik Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Pertimbangan Etik Fase antisipasi terjadi sebelum nyeri diterima Fase sensasi terjadi saat nyeri terasa Fase akibat terjadi ketika nyeri berkurang atau berhenti Fiksasi Internal Sasaran Bedah Orif Instrumen Penelitian METODE PENELITIAN Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rindu Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rindu B3 Intensitas Nyeri Pasien Pasca Bedah Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Bedah Open Reduction and Internal Fixation ORIF Karakteristik Demografi Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rindu B3 Orthopedi RSUP. H. Adam Malik Medan Kerangka Konseptual Definisi Operasional Klasifikasi Perilaku Nyeri Perilaku Nyeri Makna nyeri Perhatian Ansietas Nyeri Superfisial Nyeri Somatik Dalam Deep Somatik Pain Nyeri Viseral Nyeri Sebar Radiasi Nyeri Fantom Nyeri Organik Nyeri Neurogenik Pengertian Nyeri Teori Pengontrolan nyeri Gate control theory Pengertian Perilaku Nyeri Perilaku Nyeri Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rindu B3 Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di Rindu B3 Orthopedi RSUP. H. Adam Malik Medan Perilaku responden Perilaku operant Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pengumpulan Data Usia Jenis kelamin Kebudayaan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada pasien Pasca Bedah ORIF di Rumah Sakit umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Gratis