Kolaborasi dan Produktivitas Pengarang Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Studi Kasus Pada Jurnal Online D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research Tahun 2006-2009

Gratis

7
102
152
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Untuk sahabat-sahabatku Oni, Isna, Nita Mubi, yang sudah banyak memberi semangat kepada saya dan B’Mas yang udah banyak kasimasukan dan kritikan buat saya serta untuk Fazli yang selalu buat q t’senyum ^_^ 7. Buat teman-teman angkatan ’06 inggit n the Gank, lina n the Gank, Siska n The Gank, dan teman-teman yang lain yang gk bs disebutkan satupersatu, makasih buat semuanya.

BAB V KESIMPULAN

  14 No.1-4…………………………………………..35 Tabel 1 Unit Analisis untuk Jurnal Online D-Lib Magazine danJurnal Information Research…………………………………………22 Tabel 8 Kolaborasi Pengarang Pada Jurnal Information ResearchTahun 2008 Vol. 11 No.2-4 dan Vol.12 No.1………………………...33 Tabel 5 Kolaborasi Pengarang Pada Jurnal D-Lib Magazine Tahun 2009Vol.

DAFTAR LAMPIRAN

  Penelitian ini termasuk kajian informetrika yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kolaborasi pengarang dan tingkat produktivitas peneliti pada Jurnal D-LibMagazine dan Jurnal Information Research tahun 2006-2009, serta hubungan tingkat kolaborasi dengan produktivitas pengarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, dan yang menjadi unit analisisnya adalahseluruh artikel yang terbit mulai dari tahun 2006-2009 pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Media ini sangat Diantara jurnal yang ada yaitu D-Lib Magazine dan Journal InformationResearch yang merupakan jurnal online yang menyediakan informasi mengenai penelitian bidang ilmu perpustakaan dan informasi (Library and InformationResearch). Alasan memilih jurnal tersebut karena menurut penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Hawkins (2001:1) dengan penelitiannya yang berjudul Bibliometrics of Electronic Journals in Information Science yang hasil penelitiannya adalah bahwa kedua jurnal tersebut termasuk jurnal elektronik yang menerbitkan banyak artikel dari banyaknya jurnal elektronik yang ada yang berisitentang informasi elektronik, terbitan elektronik, perpustakaan digital, temu balik informasi, dan penggunaan internet.

1.5. Ruang Lingkup

  Penelitian ini merupakan bidang kajian bibliometrika yang membahas mengenai kolaborasi pengarang dan produktivitas pengarang. Ruang lingkuppenelitian ini yaitu membahas tingkat pengarang yang berkolaborasi dan pengarang individu serta produktivitas pengarang individu dan yang berkolaborasidalam menulis artikel penelitian pada kedua jurnal tersebut serta hubungan antara kolaborasi pengarang dengan produktivitas pengarang.

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.1 Bibliometrika

2.1.1 Konsep Bibliometrika

  Menurut Pitchard yang dikutip oleh Putubuku (2008:2) membatasi bibliometrika sebagai: Application of mathematical and stasticical methods to books and other media of communication. Pendapat lain seperti yang dinyatakan oleh Ming (2004:1) menyatakan bahwa “bibliometrics is the quantitative study of literature as it is reflected in bibliographies”.

2.1.2 Tujuan dan Manfaat Bibliometrika

  Setiap kajian ilmiah pasti mempunyai tujuan dan manfaat, begitu juga dengan bibliometrika yang merupakan salah satu kajian ilmiah yang mempunyaitujuan dan manfaat yang berbeda dengan kajian ilmiah yang lain. Penemuan dan elusidadi hukum empiris yang dapat menyediakan basis bagi pengembangan sebuah teori dalam Ilmu Informasi.

2.2 Kolaborasi

2.2.1 Pengertian Kolaborasi

  Misalnya dalam menulis sebuah karya tulis, seorang penulis Menurut Stack dalam Togatorop (2009:9) menyatakan bahwa “collaboration is key in the research and development of information product and service that meet scientific researchers needs” yang diterjemahkan sebagai berikut yaitu kolaborasi merupakan kunci dalam penelitian dan pengembangan produk dan layanan informasi yang mempersatukan kebutuhan para peneliti ilmiah. Kolaborasi pengarang dilakukan karena tidak selamanya suatu penelitian dapat dapatdikerjakan secara individu, melainkan membutuhkan beberapa pihak untuk bekerja sama yang dapat memberikan kontribusi terhadap penelitian yangdilakukan sehingga menghasilkan penelitian yang baik.

2.2.2 Unsur-Unsur Kolaborasi

  Ukurannya dikaitkan dengan waktu dan tingkat masalah yang dihadapi, oleh karena itu dengankolaborasi yang di topang oleh keyakinan, kebutuhan dan budaya akan dapat memusatkan bertindak kapan reaktif dan atau adaptif. Sistem integrasi, artinya setiap individu, kelompok dan organisasi mampu bergerak dalam satu tindakan berdasarkan unsur keyakinan, kebutuhan,budaya, tindakan kedalam satu sistem yang dapat menyatukan penggabungan unsur yang ada agar pelaksanaan kolaborasi menjadi satukesatuan yang bulat.

2.2.3 Manfaat Kolaborasi

  The opportunity to increase the visibility of work including dissemination of information and knowledge through formal and informal networks,publication and route to end use activities. The earlu integration of researchers and industry to ascertain the capacity of local industry to commercialise likely research out comes 9.

2.2.4 Jenis Kolaborasi

  Kolaborasi antar lembaga ini terjadi mungkin dikarenakan rumitnya proyek penelitian yang dihadapai ataupun karenapara peneliti dari sebuah lembaga memerlukan peralatan yang mahal atau memerlukan jasa khusus yang hanya dapat diperoleh dari lembaga lain. Melihat uraian tersebut setiap melakukan kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi mereka baik berupaide ataupun berupa dana dan dilakukan atas keinginan bersama dan keputusan bersama sehingga menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

2.2.5 Faktor-Faktor Kolaborasi

  Resources must be identified to accomplish the plan, and the plan must be frequently reviewed and updated as new infromation becomes available. Acollaboration may take years to develop to the point that all participants possess the trust needed to share organization-related information andmaximize their core competencies.

2.2.6 Proses Penentuan Tingkat Kolaborasi

  Untuk mengukur tingkat kolaborasi dalam bidang ilmu tertentu dapat digunakan rumus sebagai berikut : Nm C = Keterangan :C = tingkat kolaborasi peneliti dalam suatu disiplin ilmu, nilai C berada pada interval nol sampai dengan satu [0-1]. Nm = total hasil penelitian dari peneliti dalam suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi.

2.2.7 Interpretasi Tingkat Kolaborasi

  Apabila nilai C lebih besar dari 0 dan kurang dari setengah (0 < C < 0,5) maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan secaraindividual lebih besar dibanding dengan hasil penelitian yang dilakukan secara berkolaborasi. Apabila C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5 < C < 1) maka dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut lebih banyak dilakukansecara berkolaborasi daripada yang dilakukan secara individu.

2.3.1 Pengertian Produktivitas Pengarang

  Konsep produktivitas ini lebih lengkap(komprehensif) daripada konteks ekonomi yang hanya dikaitkan dengan materi atau uang (Hernowo, 2006)Kesimpulan dari beberapa pengertian diatas bahwa produktivitas pengarang adalah banyaknya karya yang dihasilkan oleh seseorang dalam subjekbidang ilmu tertentu baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik yang diterbitkan pada jurnal ilmiah. Begitu juga halnya dengan pengarang yang menghasilkan karya ilmiah, mereka akan terus memperbaiki atau memperbaharui penelitiannya pada bidangilmu tertentu atau mereka akan lebih termotivasi lagi untuk lebih sering menulis baik itu dengan berkolaborasi atau melakukan penelitian secara individu.

2.3.2 Teknik Mengukur Produktivitas

  Pengarang yang dapat menghasilkan beberapa artikel ilmiah dalam subjek tertentu dalam bentuktercetak dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah atau media yang lain maka hal tersebut dapat menunjukkan bahwa pengarang tersebut cukup produktif dalammenulis. Menurut Karisiddappa dalam Sembiring (2006:11) menyatakan, “the scientific productivity of authors in the content of R&D is normally measured in terms of their published scientific output (research papers, reports, book andmonographs) and technical output (patents, processes, innovation, etc)”.

1 C = (9)

1 2∑x Untuk menyelesaikan persamaan 9 maka David Singer melakukan pendekatan sebagai berikut: p 1∞ − 1 1n n =n 1 n − (10)1 n ∑ ∑x x n 1 p px 1 x 1n 1− − − + + ( )( ) 1 − ( )  Secara statistik maka uji Kolmogorov-Smirnov dibentuk dengan persamaan berikut i D = max F Y i −( ) N 1 ≤ i ≤ N Evaluasi produktivitas pengarang juga dapat dilakukan dengan cara menganalisa seluruh pengarang dalam menghasilkan karya ilmiah dalam beberapakurun waktu tertentu. Dengan demikian dapat dilihat produktivitas seorang pengarang dalam menghasilkan suatu karya.

BAB II I METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif yang berhubungan dengan hal yang dapat

diukur dengan angka dan diungkapkan secara deskriptif untuk memberikan gambaran tentang subyek penelitian, yaitu mengenai tingkat kolaborasi pengarangdan produktivitas pada jurnal elektronik D-Lib Magazine dan Information Research tahun 2006-2009.

3.2 Unit Analisis

  Obyek penelitian ini adalah semua artikel hasil penelitian pada jurnal elektronik D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research yang terbit padatahun 2006-2009. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan browsing melalui website http://www.dlib.org untuk Jurnal D-Lib Magazine sedangkan untuk Jurnal Information Research dapat diakses melalui alamat web http://www.

3.4.1 Kolaborasi Pengarang

  Membuat tabelPada langkah ini membuat tabel untuk masing-masing jurnal tersebut berdasarkan volume dari setiap tahun yang ditentukan, dalam tabel tiaptahunnya akan dikelompokkan Nm dan Ns beserta jumlahnya. Penentuan tingkat kolaborasiUntuk menentukan tingkat kolaborasi dalam satu bidang penelitian pada tahun tertentu, maka formulasi yang digunakan adalah sebagaiberikut: Nm C = Keterangan :C = tingkat kolaborasi peneliti dalam suatu disiplin ilmu, nilai C berada pada interval nol sampai dengan satu [0-1].

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Jurnal

  D-Lib Magazine merupakan terbitan elektronik yang berfokus pada penelitian pengembangan perpustakaan digital, yang berisi tentang teknologiterbaru, aplikasi, dan yang berhubungan dengan sosial dan ekonomi. 4.1.2 Deskripsi Jurnal Information Research Jurnal Information Research adalah suatu jurnal ilmiah yang tersedia secara online dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja, yang dibuat dalam cakupanyang luas tentang disiplin ilmu yang berhubungan dengan informasi.

4.2 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research

  Pada bagian ini dapat dilihat tingkat kolaborasi pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research tahun 2006-2009. Untuk melihat besarnyatingkat kolaborasi (C), maka data yang ada dirinci untuk tiap tahun dan per volume dan kemudian diinterpretasikan berdasarkan uraian yang ada pada bab 2,halaman 16.

4.2.1 Tabulasi Jumlah Penulis Per Tahun pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research

  Jumlah pengarang pada Jurnal D-Lib Magazine untuk tahun 2006 berjumlah 126 pengarang yang terdiri dari 109 pengarangkolaborasi dan 17 pengarang individu, tahun 2007 berjumlah 89 pengarang yang terdiri dari 73 pengarang kolaborasi dan 16 pengarang individu, tahun 2008berjumlah 77 pengarang yang terdiri dari 64 pengarang kolaborasi dan 13 pengarang individu, untuk tahun 2009 total pengarang berjumlah 81 pengarangyang terdiri dari 72 pengarang berkolaborasi dan 9 pengarang individu. Sedangkan untuk Jurnal Information Research jumlah pengarang pada tahun 2006 berjumlah 98 pengarang yang terdiri dari 81 pengarang kolaborasi dan 17 Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan jumlah pengarang pada kedua jurnal tersebut.

80 Pengarang

  Berdasarkan data yang ada pada Tabel 13 tersebut dapatdiuraikan bahwa total jumlah artikel yang ada pada Jurnal D-Lib Magazine tahun 2007 sebanyak 39 artikel yang terdiri dari 23 artikel yang ditulis secaraberkolaborasi dan 16 artikel yang ditulis secara individu. Besarnya nilai C (0,45) tersebut yang diinterpretasikan bahwa nilai C lebih besar dari nol dan kurang dari setengah (0 < C < 0,5), maka dapat dikatakanbahwa artikel ilmiah yang dimuat pada Jurnal Information Research tahun 2007 lebih besar dilakukan secara individu daripada dilakukan secara berkolaborasiBerdasarkan keterangan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa artikel yang dimuat pada jurnal tersebut tidak seluruhnya membutuhkan bantuan dari pihaklain atau tenaga ahli lainnya.

4.2.3 Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research Tahun 2006-2009

  Pada tahun 2007tingkat kolaborasi (C) pada Jurnal Information Research terbilang rendah yaitu sebesar 0,45 (45 %) yang terdiri dari 19 artikel ilmiah yang dilakukan secarakolaborasi dan 23 artikel ilmiah yang dilakukan secara individu, artinya karya yang dimuat pada Jurnal Information Research untuk tahun 2007 tersebut lebihbanyak dilakukan secara individu daripada dilakukan secara berkolaborasi. No Nama Pengarang Individu Jumlah Artikel 1 Reijo Savolainen 3 artikel 2 Agusta Palsdottir 2 artikel 3 Ari Pirkola2 artikel 4 Hemalata Iyer2 artikel Berdasarkan uraian pada Tabel 14 pengarang yang paling produktif untukJurnal Information Research yaitu Reijo Savolainen yang menghasilkan artikel sebanyak 3 artikel dan untuk pengarang lainnya hanya menghasilkan 1 dan 2artikel dalam kurun waktu 3 tahun.

4.3.1 Tingkat Produktivitas Pengarang Kolaborasi pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research

  UntukJurnal D-Lib Magazine pada Volume 12 Issue 1 Januari 2006 semua artikel dihasilkan secara berkolaborasi tidak ada artikel yang dihasilkan secara individu,sedangkan untuk Jurnal Information Research setiap volume dan tahunnya semua artikel masing-masing ada yang dihasilkan secara individu dan ada yangdihasilkan secara berkolaborasi. Data yang diperoleh untuk tingkat kolaborasi pada kedua jurnal tersebut menunjukkan bahwa pengarang kolaborasi yang paling produktif terdapat padaJurnal D-Lib Magazine yaitu ada 8 pengarang kolaborasi masing-masing menghasilkan 2 artikel sedangkan untuk Jurnal Information Research semuapengarang kolaborasi hanya menghasilkan 1 artikel.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Hasil kajian pada Jurnal D-Lib Magazine dan Jurnal Information Research menunjukkan bahwa proporsi pengarang berkolaborasi lebih tinggidibandingkan dengan pengarang individu dalam menghasilkan karya ilmiah pada kedua jurnal tersebut. Pengarang yang paling produktif pada Jurnal D-Lib Magazine yaitu Arthur Sale dan Karen Markey yang masing-masing menghasilkan 3 artikel.

5.2 Saran

  Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan mengenai kajian bibliometrika, khusunya mengenai kolaborasi pengarang dan produktivitasnya. Sehinggadiharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat lebih mengembangkan penelitian mengenai kajian bibliometrika seperti menghitung produktivitas menggunakanhukum Lotka, kolaborasi dan graf komunikasi dan kajian bibliometrika yang lain yang lebih luas lagi.

DAFTAR PUSTAKA

  The calculation of To, for the case where the updated object is outside of the viewport, is done as follows: for design scenarios A and B, the user fails to findthe object on the viewport, M, then searches the list of updated objects (or the radar view), another M, then points the mouse cursor to the list entry (or to thedark-filled dot on the radar), P and finally clicks the mouse button, KK (press and release), causing the updated object to appear on the viewport. The last part of a reservation is done by dragging the selected objects out of the shared workspace: the user adjusts the mouse pointer so that it rests on top of oneof the selected objects, P, presses the mouse button, K, drags the selected objects out of the shared workspace, P (no M operator is required because the workspacesare always in the same place) and releases the mouse button, K.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (152 Halaman)
Gratis