Eksplorasi Tumbuhan Beracun Sebagai Biopestisida pada Kawasan Hutan Lindung Simancik II di Taman Hutan Raya Bukit Barisan

Gratis

5
82
76
3 years ago
Preview
Full text

EKSPLORASI TUMBUHAN BERACUN SEBAGAI BIOPESTISIDA PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG SIMANCIK II DI TAMAN HUTAN RAYA BUKIT BARISAN SKRIPSI

BENYAMIN OSENTA SINURAYA 091201044/TEKNOLOGI HASIL HUTANPROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014

  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis- jenis tumbuhan beracun, menganalisis kandungan metabolit sekunder dari jenis-jenis tumbuhan beracun dan menganalisis peluang pengembangan budidaya tumbuhan beracun dan manfaat potensialnya sebagai biopestisida. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 17 jenis tumbuhan beracun yang diskrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolitsekundernya, diantaranya 10 jenis yang mengandung Flavonoid, 12 jenis yang mengandung Alkaloid, 10 jenis yang mengandung steroid-terpenoid, dan 11 jenisyang mengandung saponin.

RIWAYAT HIDUP

  Tahun 2009, penulis lulus dari SMU Negeri 1 Kabanjahe dan pada tahun yang sama lulus seleksi masuk USU melalui jalur UMB-SPMB. Penulis telah melaksanakan Praktikum Pengenalan dan Pengolahan Ekosistem Hutan (P2EH) selama 10 hari di Tahura Bukit Barisan, Tongkoh.

KATA PENGANTAR

  Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat 17 jenis tumbuhan beracun yang diskrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolitsekundernya, diantaranya 10 jenis yang mengandung Flavonoid, 12 jenis yang mengandung Alkaloid, 10 jenis yang mengandung steroid-terpenoid, dan 11 jenisyang mengandung saponin. Analisis jenis tumbuhan beracun yang paling berpotensi sebagai sumber biopestisida Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah memberi informasi mengenai jenis-jenis tumbuhan beracun yang terdapat di Taman Hutan Raya dan potensipemanfaatannya bagi masyarakat sebagai biopestisida sehingga dapat mengurangi nilai-nilai negatif mengenai jenis-jenis tumbuhan beracun dan dapat mengajakmasyarakat mengupayakan pelestarian keanekaragaman hayati.

TINJAUAN PUSTAKA

  Sebagai contoh saat ini satu dari dua belas obat-obatan dari tanaman yang di pasarkan di Amerika Serikat mengandung derivat dari hutantropis dan satu dari tiga obat-obatan dari tanaman berasal dari hutan tropis. Meskipun demikian, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan dapat mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan 4 Keracunan dapat diidentifikasi dari berbagai macam tumbuhan beracun, dan dapat dikelompokkan menurut senyawa racun.

2 Sumber : (Sirait, 013) , (Felix, 013)

  Hama yangdimaksud di sini memiliki makna sangat luas yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria,virus, nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Pestisida organik tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan sertadapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana (Komdasulsel, 2012).

1. Alkaloid

  SaponinSaponin adalah glikosida tanaman yang ditandai dengan munculnya busa di permukaan air bila dicampur atau diaduk, yang telah dikenal serta diakuisebagai sabun alami dan telah menyebabkan beberapa tanaman seperti soapwort (Saponaria officinalis) umum digunakan sebagai sabun untuk waktu yang lama. Gejala yang ditimbulkan bagimanusia apabila saponin dikonsumsi secara berlebihana dalah dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa pencernaan sehingga menderita muntah-muntah, sakitperut, perdarahan, pusing, maag dan begitu terkontaminasi ke sistem peredaran Polipeptida dan asam amino Polipeptida dan asam amino hanya sebagian kecil yang bersifat racun.

3. Aspek Fitokimia

  Jenis-jenis tumbuhan beracundideteksi kandungan senyawanya yang tergolong metabolit sekunder yaitu senyawa alkaloid, terpen, tanin dan saponin. Skema Pengujian Alkaloid HCl 2 NSampel (10 gr) Pemanasan 2 jam (60 o C) PendinginanPenyaringan Filtrat Endapan putih kekuninganPengendapan Filtrat (3 tetes)Pereaksi Maeyer (2 tetes) Filtrat (3 tetes) Filtrat (3 tetes) Filtrat (3 tetes) Pereaksi Wagner(2 tetes) Pereaksi Bouchardart (2 tetes) Pereaksi Dragendorff(2 tetes) Pengendapan Pengendapan Pengendapan Endapan merah bataEndapan cokelat kehitaman Endapan cokelat o Sampel diiris halus lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 50 C.

2 So 4 10%

  Penyaringan Filtrat Filtrat (1 tetes) Filtrat di totolkan ke plat TLCFiksasi denganCeSO 4 1% dalam H2 SO4 Pereaksi Salkowsky 10% (3 tetes) (3 tetes)o Pemanasan 110 CLarutan merah pekat Warna Coklat kemerahan Gambar 2. Selanjutnya ditimbang sebanyak 2-4 gram, dimasukkan ke dalam beaker glass dan diekstraksi dengan 20 mL metanol.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Kandungan metabolit sekunder tumbuhan beracun dengankonsentrasi atau kadar yang tinggi serta kandungan metabolit sekunder yang lebih lengkap memiliki potensi yang lebih besar dibanding dengan tumbuhan beracundengan kadar metabolit skunder yang rendah serta kandungan metabolit yang tidak lengkap. Kulit Mbetung yang di haluskan dan dicampur dengan gula aren digunakan sebagai obat sakit perut Potensi Pengembangan Budidaya Tumbuhan Beracun di Hutan Lindung Simancik II Data yang diperoleh dalamtabel 2dan tabel 3 menunjukkan bahwa semua jenis tumbuhan beracun yang ditemukan di Hutan Lindung Simancik IImenunjukkan daya sebar yang rendah.

KESIMPULAN DAN SARAN

  Kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuhan beracun yang diteliti antara lain adalah Tanin terkandung dengan padatumbuhan jenis Takur-takur ratah dan Kalincayo dengan konsentrasi 54 3. Upaya budidaya terhadap jenis-jenis tumbuhan beracun yang diteliti pada Kawasan Hutan Lindung Simancik II di Taman Hutan RayaBukit Barisan Perlu dilakukan Sehingga jenis-jenis ini dapat dimanfaatkan dan dilestarikan.

3. Dibutuhkan eksplorasi lebih lanjut agar dapat menemukan kemungkinan jenis tumbuhan beracun lainnya yang belum diteliti

DAFTAR PUSTAKA

  Penentuan JumlahTanin Total pada Daun Jati (Guazuma ulmifolia Lamk) dan daun SambangDarah (Excoecaria bicolor Hassk.) Secara Kolorimetri dengan Pereaksi Biru Prusia. “Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Organik”.

A. D. Wright ., T. Rali., danO. Sticher. 1995. Prenylated Flavanones from Leaves of Macaranga pleiostemona. Phytochemistry

  Afshan dan S. Wang, B.,XM Shen., L Yang, dan ZJ Jia .

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Inventarisasi Anggrek Terestial di Hutan Pendidikan Bagian Timur Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara
3
53
80
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Pada Kawasan Hutan Lindung Simancik I Di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
6
91
64
Lansekap Potensi Alam Hutan Lindung Sibayak II Taman Hutan Raya Bukit Barisan
1
72
80
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Sebagai Biopestisida pada Kawasan Hutan Lindung Simancik II di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
5
82
76
Identifikasi Jenis dan Pemetaan Penyebaran Tumbuhan Beracun di Hutan Lindung Sibayak II TAHURA Bukit Barisan, Kabupaten Karo
8
62
77
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Di Hutan Pendidikan Gunung Barus Sebagai Bahan Pestisida Alami
1
44
60
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Sebagai Biopestisida Pada Kawasan Hutan Lindung Sibayak I Di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
4
82
67
Persepsi Masyarakat Terhadap Upaya Konservasi di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
5
56
17
Faktor-Faktor Pendukung Pengembangan Wisata Alam Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh
0
33
7
Inventarisasi Anggrek Terestial di Hutan Pendidikan Bagian Timur Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara
6
73
80
METODE PENELITIAN - Inventarisasi Anggrek Terestial di Hutan Pendidikan Bagian Timur Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara
0
0
38
Inventarisasi Anggrek Terestial di Hutan Pendidikan Bagian Timur Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara
0
0
16
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Sebagai Biopestisida pada Kawasan Hutan Lindung Simancik II di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
0
1
9
Identifikasi Jenis dan Pemetaan Penyebaran Tumbuhan Beracun di Hutan Lindung Sibayak II TAHURA Bukit Barisan, Kabupaten Karo
0
0
10
Eksplorasi Tumbuhan Beracun Sebagai Biopestisida Pada Kawasan Hutan Lindung Sibayak I Di Taman Hutan Raya Bukit Barisan
0
1
11
Show more