Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan

Gratis

9
95
121
2 years ago
Preview
Full text

PERANCANGAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) BELAWAN SKRIPSI

BAGUS IMAM RUSDHY 110406035 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015

PERANCANGAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN TRANSITORIENTED DEVELOPMENT (TOD) BELAWAN

OLEH SKRIPSIUntuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Di Departemen ArsitekturFakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Oleh

BAGUS IMAM RUSDHY

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015

  110406035 PERNYATAAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) BELAWAN SKRIPSIDengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruantinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yan pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacudalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. OlehSebab itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kelengkapan dan terwujudnya kesempurnaan sebagaimana yang dimaksud.

10 Tampak Belakang……………………………………………………………… 67

  Gambar 4.11 Potongan A- A………………………………………………………………….. 68 Gambar 4.12 Potongan B- B…………………………………………………………………… 69 Gambar 4.13 Rencana Pond asi………………………………………………………………..

4 Rencana Pembalokan Lantai 1………………………………………………… 71

  Gambar 4.15 Rencana Pembalokan Lantai 2- 5………………………………………………. 71 Gambar 4.18 Exterior 1 ……………………………………………………………………….

19 Eksterior 2……………………………………………………………………… 73

  Rumah susun jugaterhubung dengan skycross yang menghubungkan antara rumah susun dengan taman atau pusat masterplan transit oriented development Belawan Permasalahan rumah susun mengenai keterbatasan lahan sudah dipecahkan dengan rumah susun yang mampu menampung 792 jiwa dengan luas 2 lahan 8000 m . Rumah susun jugaterhubung dengan skycross yang menghubungkan antara rumah susun dengan taman atau pusat masterplan transit oriented development Belawan Permasalahan rumah susun mengenai keterbatasan lahan sudah dipecahkan dengan rumah susun yang mampu menampung 792 jiwa dengan luas 2 lahan 8000 m .

1.1 Latar Belakang

  Permasalahan yang terjadi ada saat ini dikebanyakan Kota Dalam konteks ini kawasan kecamatan belawan yang terletak di Kota Medan, dimana kawasan ini memiliki permasalahan yang cukup banyak seperti,permukiman kumuh, kemacetan, kawasan yang tidak tertata secara teratur, tingginya jumlah pengangguran, tidak aktifnya masyarakat dalam menggunakantransportasi umum dan lain – lain. b)Site rumah susun yang terletak di tengah kawasan transit oriented development belawan membuat rumah susun harus terhubung denganbangunan lain yang ada di kawasan transit oriented development.

1.4 Batasan Proyek

  Maksud dari pembangunan Rumah Susun Tahap I Belawan II ini adalah untuk menjadikan pemukiman kumuh yang saat ini terjadi di lokasi tapak menjadipemukiman yang lebih nyaman dan teraturdan terintegerasi dengan bangunan sekitarnya. Begitu juga dengan penyediaan drainase, tempat sampah, sistem listrik, dan MCK yangsesuai dengan syarat – syarat keamanan dan kesehatan.

1.5 Kerangka Berfikir Latar Belakang

  Rumah susun yang berkesinambungandengan lingkungan sekitar Gambar 1.1 Kerangka berfikir Analisa Konsep Perancangan Hasil Perancangan Survei Literatur Survei Lapangan Pengumpulan Data Masalah kendaraanyang menjadi pusat perhatian TOD(Transit OrientedDevelopment) Kawasan pemukiman kumuh yang berada di pinggiran rel kereta api Belawan yang harus dialokasikan ke tempat yang lebih baik Perumusan Masalah Meningkatkan Kualitas hidup warga setempat. Membantu warga yang dulunya tinggal dipemukiman kumuh(illegal) pinggiran rel kereta api Belawan agardapat memiliki rumah yang legal Menciptakan pemukiman yang nyaman bagiwarga.

1.6 Sistem Penulisan Laporan

  Secara garis besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : Bab 1 Pendahuluan Berisikan latar belakang kasus proyek berupa factor-faktor yang mempengaruhi dan alasan perlunya didirikan bangunan tersebut, maksud dantujuan, perumusan masalah, dan batasan proyek. Bab 2 Studi Literatur Berisikan tinjauan umum dan tinjauan khusus tentang proyek yang akan dilaksanakan seperti beberapa teori yang dapat membantu dalam prosesperencanaan maupun perancangan, lokasi tapak, kondisi tapak, potensi yang ada dalam dam sekitar tapak, ketentuan yang berlaku di wilayak tapak, serta studibanding proyek sejenis.

2.1 Pengertian Transit Oriented Development

  Berjalan kaki/menggunakan sepeda mengelilingi kawasan dapat mengurangi intensitas dari kendaraan pribadi, ketika kendaraanpribadi berkurang akan mengurangi kemacetan dan penggunaan bahan bakar, sehingga akan berdampak pada pengurangan polusi dari kendaraan di sekitarkawasan dan menciptakan situasi yang ramah lingkungan. e)Fungsi-fungsi lain Fungsi-fungsi yang secara ekstensif bergantung pada kendaraan bermotor, truk, atau intensitas perkantoran yang sangat rendah yangberada di luar kawasan TOD dan area sekunder Area Gambar Lokasi Karakter FasilitasPublic uses Berada pada pusatarea TOD Ukuran dan pilihanbergantung pada jenisTOD.

2.1.1 Belawan Sebagai Pengembangan Kawasan Transit di Sumatera Utara

  Letak Kota Medan sangat strategis karena keberadaannya dekat denganPelabuhan Belawan di jalur Selat Malaka yang merupakan pintu gerbang atau pintu masuk wisatawan dan perdagangan barang dan jasa baik perdagangandomestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Pusat 12 Mengembangkan kawasan Utara Medan menjadi Kawasan Strategis Kota(KSK) dengan memperhatikan potensi dan peranan kawasan utara yang memiliki pelayanan regional dan internasional, antara lain: Dengan memperhatikan peran penting Pelabuhan Belawan dalam pergerakan arus barang dari dan ke wilayah Sumatera Utara yang melayani sekitar 84,5 % arus masuk dan 77 % arus keluar Sumatera Utara.

2.2 Studi banding Masterplan Transit Oriented Development

2.2.1 San Fransisco Municipal Railway (MUNI)

  MUNI juga link penumpang untuk sistem transportasi regional,seperti Caltrain (kereta api komuter ke San Mateo dan Santa Clara County),BART (kereta api berat untuk Alameda, Contra Costa dan San Mateo County),SamTrans (layanan bus ke San Mateo County), Golden gerbang Transit (layanan bus ke Marin dan Sonoma county), dan Bay Area feri (pelayanan kepada Marin,Sonoma, dan Alameda county). Gambar 2.5 municipal rail in San Fransisco sumber: https://www.sfmta.com/gettingaround/transit 16 Gambar 2.6 Gedung-gedung parkir yang telah disediakan sumber: https://www.sfmta.com/gettingaround/transit Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Area Stasiun Pertumbuhan Ekonomi Daerah Di tingkat regional, pasar real estate di San Francisco Bay Area kuat, dengan real rekor komersial nyata dan harga perumahan dan tingkat kekosongan yang sangat rendah.

2.2.2 DownTown Plano

  Ketika dibuka pada tahun 2003, Plano sudah menginvestasikan Downtown Plano Station $ 800.000 dalam perbaikan umum pada kawasan stasiun dan mengetuk berbagai mekanisme keuangan termasuk publik-swasta, perbankan tanah, pembiayaankenaikan pajak, dan zona pemberdayaan untuk membangun Eastside Village. Gambar 2.7 Downtown Plano sebelum TOD sumber: Google Fitur Eastside Village (Tahap I) di Downtown Plano: Total pembangunan sebesar $ 17.700.000 Densitas tinggi, mixed-use, pengembangan 3,6 hektar dari 245.000 meter persegi 234 apartemen 15.000 meter persegi ruang ritel di lantai dasar  Lantai 3 dan 4 bangunan membungkus tiga sisi struktur parkir 5 lantai.

2.3 Pengertian Rumah Susun

  60/PRT/1992 tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun, pengertian danpembangunan rumah susun adalah :  Lingkungan rumah susun adalah sebidang tanah dengan batas-batas yang jelas, di atasnya dibangun rumah susun termasuk prasarana dan fasilitasnya secara keseluruhan merupakan tempat permukiman.  Satuan lingkungan rumah susun adalah kelompok rumah susun yang terletak pada tanah bersama sebagai salah satu lingkungan yang merupakan satu kesatuan sistem pelayanan pengelolaan.

2.3.1 Sarana dan Prasarana Rumah Susun

Andi Hamzah (2000 : 28-35) menyatakan bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembangunan rumah susun adalah : Persyaratan teknis untuk ruangan Semua ruangan yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari harus mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan dalam jumlah yang cukup.  Persyaratan untuk struktur, komponen dan bahan-bahan bangunan Harus memenuhi persayaratan konstruksi dan standar yang berlaku yaitu harus  tahan dengan beban mati, bergerak, gempa, hujan, angin, hujan dan lain- lain. Kelengkapan rumah susun terdiri dari : Jaringan air bersih, jaringan listrik, jaringan gas, saluran pembuangan air, saluran pembuangan sampah, jaringan telepon/alat komunikasi, alattransportasi berupa tangga, lift atau eskalator, pintu dan tangga darurat kebakaran, alat pemadam kebakaran, penangkal petir, alarm, pintu kedapasap, generator listrik dan lainlain. Satuan rumah susun  Bagian bersama dan benda bersamaBagian bersama berupa ruang umum, ruang tunggu, lift, atau selasar - harus memenuhi syarat sehingga dapat memberi kemudahan bagipenghuni.Benda bersama harus mempunyai dimensi, lokasi dan kualitas dan - kapasitas yang memenuhi syarat sehingga dapat menjamin keamanandan kenikmatan bagi penghuni. Lokasi rumah susun  Kepadatan dan tata letak bangunan 22 Harus dilengkapi dengan prasarana jalan, tempat parkir, jaringan telepon, tempat pembuangan sampah. Fasilitas lingkungan Harus dilengkapi dengan ruang atau bangunan untuk berkumpul, tempat bermainanak-anak, dan kontak sosial, ruang untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk kesehatan, pendidikan dan peribadatan dan lain-lain.

2.3.2 Pengelolaan Rumah Susun

  Perencanaan memerlukan pemikiran yang mendalam dan dapat diterima oleh masyarakat , dalam hal ini perencanaan sosial dan ekonomi harus memperhatikanaspirasi masyarakat dan melibatkan masyarakat baik secara langsung atau tidak langsung. 23  Model kerjasama operasional yaitu pengelolaan operasional merupakan pihak ketiga, terdiri dari konsultan properti, koperasi dan perhimpunan penguni, yang bermitra dengan pemilik/yang mewakili pemilik/pemegang hak pengelolaan asset rumah susun untuk melaksanakan tugas pengelolaan operasional rumah susun dalam jangka waktu yang ditentukan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2.4 Studi Banding Rumah Susun

2.4.1 Rumah Susun Juminahan, Jogjakarta

  Sasaran rusun ini harus penduduk Yogyakarta yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga,memiliki pekerjaan tetap baik formal maupun informal, berpenghasilan rendah dengan pendapatan 1 kali UMP sampai 2 kali UMP, sudah berkeluarga denganmaksimal anggota keluarga 5 orang, dan belum memiliki tempat tinggal. 24 25 Adapun Rusunawa itu sendiri adalah rusun yang status kepemilikannya bersifat sewa karena target penghuninya adalah masyarakat yang tingkatekonominya belum mampu untuk membeli.

2.4.2 Nagakin Capsule Tower

  Didalam rumah susun ini juga terdapat lift yang dapat digunakan oleh pengguna rumah susun ini. Selain itu dinding-dinding kapsul dapat di buka dan dihubungkan dengan kapsul disebelahnya untuk mendapatkan ruang yang lebih besar.

3.1 Deskripsi Umum Proyek TOD

Letak geografis daerah adalah sebagai berikut : Lokasi : Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan  Nama Kawasan : Kawasan Kumuh Kelurahan Belawan II Tipe Kawasan : Kawasan Kumuh  Luas Kawasan : 198,97 Ha  Luas Wilayah : 26,25 km² Letak Geografis : 03°47′LU 98°42′BT Batas Wilayah : Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Belawan BahariSebelah Utara berbatasan Kelurahan Belawan ISebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Bagan DeliSebelah Barat berbatasan Kelurahan Belawan I  Iklim : Suhu udara berkisar antara 27º - 29ºC dengan kelembaban sekitar 50 - 80 % dan kecepatan angin antara 7 - 14 knot/jam. Gambar 3.1 Wilayah kel belawan II Lokasi site: Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan  Lokasi : ± 15 Ha  Luas Area  Kasus Proyek : Kawasan Kumuh Kelurahan Belawan II Status Proyek : Fiktif Gambar 2.3 Wilayah kel belawan II  Kontur Lahan : Relatif Datar  Jenis Kawasan : Daerah Pesisir Pelabuhan

3.2 Konsep Perancangan Masterplan TOD

Gambar 3.2 Siteplan TOD Belawan Gambar diatas adalah gambar siteplan yang menunjukkan peletakan massa bangunan seluruh fungsi yang terdapat pada proyek transit orientedbelawan. Untuk analisa an konsep yang lebih jelas mengenai masterplan transit oriented development Belawan dapat melihat pada buku“Masterplan TOD Belawan”

3.3 Analisa Rumah Susun

3.3.1 Analisa Lokasi

  Gambar 3.3 grounplan TOD Belawan Bagian yang dilingkari pada gambar diatas adalah letak rumah susun yang terdapat pada kawasan transit oriented belawan.  Di bagian depan rumah susun adalah stasiun kereta api belawan Di bagian kanan rumah susun adalah sekolah dan open space yang juga merupakan proyek masterplan TOD.

3.3.2 Analisa Besaran Ruang

  4 1 3x3 = 9 4 DAToilet 4 1 2x2 = 4 9 DADapur 2 1 3x3 = 9 Tidur 9 DAKamar Keluarga/R. 4 UnitHunianTipe )Sumber 2 (m )Luas Total 1 1 1.5x2 = 3 11.5x1 = (m TidurAnak 3 DA 1 1 2x1.5 = 3 6 DAToilet 4 1 2x3 = 6 9 DA Dapur/R.

FASILITAS PENUNJANG

  Fungsi Kapasitas Sumber 2 2 Ruang Ruangan (m ) (m ) Ruang 24 24 64 1536Bersama 6 PerkumpulanBalai 175 1 1.2 / orang 210Pertemuan 7 Ibadah 32 1 - Musholla 64 8 Olahraga Basket 10 1 52.8 528 DAToilet 9 4 3 20 60 UmumTotal 2398 OPERASIONAL Jenis Jumlah Dimensi Luas TotalNo. PABX 1 1 40 40 SBT 11 Kantor 4 1 1.8 7.2 NAD 12 R.

TOTAL SELURUH LUASAN RUMAH SUSUN

Tabel 3.1 Analisa besaran ruang

3.3.3 Analisa Kebutuhan Ruang N O. FUNGSI AKTIVITAS PENGGU NA KEBUTUHA N RUANG

  Tipe- UnitHunia n 1 Area parkir Parkir Penghuni Area ParkirHall/lobby dan Retail Ruang Bersama dan Balai Pertemuan R. Genset Karyawan 3  Mengatur sistem mekanikal dan elektrikal pada bangunan Merawat dan memperbaiki R.

3.4 Konsep Rumah Susun

3.4.1 Konsep Penzoningan

  Gambar 3.4 Konsep penzoningan LEGENDA :: Private: Semi Privat : Publik: Mekanikal Elektrikal: Parkir Area Dari hasil analisa di bab sebelumnya, akhirnya dikemaslah konsep rancangan tapak untuk proyek rumah susun seperti yang berikut ini. Penzoningan pada tapak dibagi menjadi 5 zona yaitu zona private, semi private, publik, mekanikal mlektrikal dan parkir area.

3.4.2 Konsep Entrance dan Sirkulasi

  Gambar 3.5 konsep enterance dan sirkulasi LEGENDA :: Enterance Pejalan Kaki dan Sepeda: Enterance Mobil: Enterance Motor : Sirkulasi Pejalan Kaki: Sirkulasi Sepeda : Sirkulasi Mobil: Sirkulasi Motor Pencapaian pengunjung, penghuni maupun pengelola yang berjalan kaki maupun bersepeda dapat dicapai melalui jalan ___ dan jalan ___ yang berada disisi barat dan sisi timur tapak. Sedangkan pencapaian pengunjung, penghjuni maupun pengelola yang berkendara menggunakan mobil dapat di capaimelalui jalan ___ yang berada di sisi selatan tapak.

3.4.3 Konsep Vegetasi

  Gambar 3.6 konsep vegetasi LEGENDA :: Pohon Mangga dan Rambutan (peneduh) : Tanaman Merambat (pembatas)Vegetasi yang direncanakan pada rumah susun ini akan menggunakan tanaman produktif yang hasilnya dapat bermanfaat dan dinikmati oleh penguinrumah susun. Daun sirih juga sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumput melayu yang merupakan suku mayoritas yang ada di daerahkelurahan belawan II ini.

3.4.4 Konsep Sanitasi

  Rata-rata 250,5 mm atau 0.2504 m 2 b)Luas area blok rumah susun untuk menampung air hujan 3072 m c)Berdasarkan data tersebut, rumah susun dapat menampung 769 3 3 m /bulan atau 25.6 m /hari atau 25600 L/hari d)Kebutuhan air di kota kecil (penduduk 20.000-100.000) adalah 80- 120 L/orang/hari. Maka total kebutuhan air rumah susun adalah 73200 L/hari.

e) Sehingga air hujan tidak dapat mencukupi kebutuhan air rumah susun

Air hujan hanya dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman dan untuk kebutuhan urban farming.

3.4.5 Konsep Sistem Listrik

  Gambar 3.12 skematik rencana listrik a) Jumlah solar panel yang dipasang pada rumah susun adalah 80 unit. c)Jadi energi listrik yang dapat dihasilkan oleh solar penel adalah 96000 watt/harid) Jumlah titik lampu 5 watt yang hidup selama 24 jam adalah 150 unit.

3.4.6 Konsep struktur

Sistem Struktur yang dipakai pada Rumah Susun ini yaitu: Pondasi: Tiang pancang, telapak beton Rangka bangunan : Beton berulang Lantai: Plat beton Atap : Dak Beton Sistem Struktur: Rangka kaku Gambar 3.13 Aksonometri sistem struktur BAB IV GAMBAR PERANCANGAN BAB IV GAMBAR PERANCANGAN RUMAH SUSUN

4.1 Siteplan

  Seperti A pada tapak bagian kiri belakang tapak adalah bagian parker untuk becak dan gudang sebagai tempat penyimpanan barang milik penghunirusun. E merupakan lapangan yang menjadi ruang terbuka yang berfunsi untuk berolahraga maupun untukmenggadakan kegiatan yang lain.

4.2 Denah

  Gambar 4.2 Groundplan Gambar 4.2 yang merupakan gambar groundplan menjelaskan peletakan ruang lantai dasar yang berhubungan lansung dengan ruang luar. Gambar 4.3 Denah lantai 2 Gambar 4.3 yang merupakan gambar denah lantai 2 menjelaskan peletakan hunian t.21 dan t.36.

4.3 Tampak

  Pada bagian ruang jemur hunian menjadi yang paling menonjol terlihat pada rumah susun diberikan kerawang berupa susunan bata yang disusun dengan celah agar angin dan matahari tetap dapat masuk. Bagian depan rumah susun berhadapan langsung dengan stasiun kereta api yang juga merupakan bagian dari masterplan proyek TOD belawan Gambar 4.8 Tampak samping kanan Pada gambar 4.8 merupakan gambar tampak samping kanan.

4.4 Potongan

Gambar 4.11 Potongan A - A Gambar 4.11 merupakan gambar potongan A - A yang memotong bangunan rumah susun secara memanjang. Pada gambar potongan A Gambar 4.12 Potongan B - B Gambar 4.12 merupakan gambar potongan B

4.5 Rencana Pondasi

  yang merupakan gambar rencana pondasi. Menjelaskan peletakan pondasi bore pile yang digunakan pada rumah susun.

4.6 Rencana Pembalokan

Gambar 4.18 Denah Pembalokan lantai 1 Gambar 4.19 Denah Pembalokan lantai 2-5

4.7 Exterior

Gambar 4.19 Eksterior 2 Gambar 4.18 Eksterior 1

4.8 Interior

Gambar 4.21 Interior 2 Gambar 4.20 Interior 1

BAB V KESIMPULAN

BAB V KESIMPULAN Kesimpulan dari projek studio perancanagan arsitektur 6 ini adalah telah

  Permasalahan rumah susun yang berada dalam kawasan transit oriented development juga sudah dipecahkan dengan skycross yang berada pada lantai 2rumah susun yang menghubungkan rumah susun dengan taman atau pusat masterplan transit oriented development belawan. Karena keterbatasan luas perancangan dalam projek ini sehingga memangperlu dipikirkan dalam studi yang lebih lanjut dengan intensitas yang lebih tinggi atau jumlah lantai yang lebih banyak.

DAFTAR PUSTAKA

  The Next American Metropolis: Ecologi, Community and the American Dream New York, NY : Princeton Architechtural Press Juwana, Jimmy S. Neufert, Ernst, 1996, Data Arsitek 1 dan 2 (terjemahan), Penerbit Erlangga,Jakarta Yudohusodo, Siswono, dkk, 1991, Rumah untuk Seluruh Rakyat, Jakarta.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (121 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
56
245
143
Perancangan Hotel Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
12
59
128
Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
9
95
121
Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
32
133
136
Perancangan Shopping Center di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
16
95
105
Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
40
134
94
BAB I PENDAHULUAN - Perancangan Hotel Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
0
8
Perancangan Mixed-use Shopping Mall dan Office di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
2
2
13
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
0
1
32
Perancangan Rumah Susun di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
0
1
14
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
1
13
Perancangan Apartemen di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
1
15
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Shopping Center di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Belawan
1
2
15
BAB II STUDI LITERATUR - Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
2
21
Perancangan Stasiun Mixed-Use di Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Binjai
0
0
16
Show more