Hubungan antara Faktor Lingkungan dan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur Bulan Agustus 2010

Gratis

2
20
84
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerimasanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

  HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN PISANGAN CIPUTAT TIMUR BULAN AGUSTUS 2010 Laporan PenelitianDiajukan kepada Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar SarjanaKedokteran (S.Ked) Oleh : Lydia Amaliya NIM: 107103001630Pembimbing Dr. Laporanpenelitian ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S. Ked) pada Program Studi Pendidikan Dokter.

KATA PENGANTAR

  Assalaa mu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh…Alhamdulillahhirobbil’alamin selalu saya panjatkan atas nikmat dan berkah yang senantiasa Allah SWT limpahkan, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsiyang berjudul “Hubungan antara Faktor Lingkungan dan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur Bulan Agustus 2010”. Terima kasih karena kalian menjadikanhidupku penuh warna.9) Keponakanku terlucu dan tersayang Kayla, Hasya, dan Azzam yang selalu membuatku tertawa dan selalu membuatku rindu kalian.10) Seluruh keluarga besar, terima kasih atas dukungan materil dan moril yang tidak ternilai harganya.11) Teman-teman kelompok riset Yurilla, Hilya, Karina, Emi, Idha, dan Ridwan.

BALITA DI KELURAHAN PISANGAN CIPUTATTIMUR BULAN AGUSTUS 2010

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fakor lingkungan dan sosial ekonomi terhadap kejadian diare di Kelurahan Pisangan Ciputat Timurpada bulan Agustus 2010. Hasil penelitian menunjukkan dari faktor sosialekonomi tidak ada hubungan antara faktor pekerjaan ibu (p=0,816), dan jumlah anak (p=0,065) dengan kejadian diare di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur.

CIPUTAT TIMUR IN AUGUST 2010

  Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu, Penghasilan Keluarga, dan Jumlah Anak ………………………………….. Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kandungan yang terdapat dalam air yang ideal ……………… 22 16 Tabel 2.3.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara-negara yang

  Faktor-faktor Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik mengetahui hubungan antara lingkungan dan sosial ekonomi dengan kejadian diare pada balitadi Kelurahan Pisangan dengan mengambil data dari Posyandu di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah terdapat hubungan antara faktor lingkungan dan sosial ekonomiterhadap kejadian diare pada balita di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur pada bulan Agustus 2010?

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. LANDASAN TEORI

  Definisi Diare Penyakit diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja menjadi lembek sampai cair dan bertambahnya frekuensibuang air lebih dari biasanya (lazimnya tiga kali atau lebih dalam sehari).(Departemen Kesehatan RI, 1993) Menurut Hippocrates diare adalah buang air besar dengan frekuensi yang tidak normal (meningkat), konsistensi tinja menjadi lebih lembek atau cair. Diare adalah buang air besar dengan frekuensiyang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya.

2.1.3. Etiologi

  (Mansjoer dkk, 2000, Asnil dkk, 2003) Makanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, mentah (sayuran) dan kurangmatang. Tetapi jarang terjadi pada anak balita,umumnya terjadi pada anak yang lebih besar.

2.1.4. Epidemiologi

  Prevalensidiare yang tinggi di negara berkembang merupakan kombinasi dari sumber air Penurunan angka kejadian diare pada bayi di negara-negara maju erat kaitannya dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI), yang sebagian disebabkan olehkurangnya pencemaran minum anak dan sebagian lagi karena faktor pencegahan imunologik dari ASI. (Asnil dkk, 2003) Perilaku yang dapat menyebabkanpenyebaran kuman enterik dan meningkatkan resiko terjadinya diare antara lain, tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kehidupan,menggunakan botol susu, menyimpan makanan masak pada suhu kamar, menggunakan air minum yang tercemar oleh bakteri yang berasal dari tinja, dantidak mencuci tangan sesudah buang air besar.

2.1.5. Patofisiologi

  Proses ini sering terlihat pada sindrom malabsorbsi, meskipunsebenarnya secara fungsional terjadi pula pada diare karena proses sekretorik dan invasif yang mana terdapat penurunan kemampuan absorbsi cairan dan nutriensecara normal. Faktor Sosial EkonomiSosial ekonomi yang rendah dapat mempengaruhi tingkat partisipasi aktif dalam melaksanakan upaya pelayanan masyarakat, misalnya meningkatkanfasilitas kesehatan lingkungan, meningkatkan status gizi masyarakat yang merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di masyarakat.

2.1.10. Penatalaksanaan

a. Prinsip penatalaksanaan diare akut

  Jumlah cairan yang diberi harus sama dengan jumlah cairan yangtelah hilang melalui diare dan atau muntah, ditambah dengan banyaknya cairan yang hilang melalui keringat, urin, pernapasan dan ditambah dengan banyaknyacairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung. Pemberian ASI diutamakanpada bayi, pemberian cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan, pemberian vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup.

b. Rencana pengobatan

  Beri cairan tambahan (sebanyak anak mau)  Jelaskan kepada ibu :Pada bayi muda pemberian ASI merupakan cara pemberian Anak harus diberi larutan oralit di rumah jika :Anak telah diobati dengan rencana terapi B atau C dalam  Ajari ibu cara mencampur dan memberikan oralit. Beri ibu 6 bungkus oralit (200 ml) untuk digunakan di rumah. Tunjukkan kepada ibu berapa banyak cairan termasuk oralit yang harus diberikan sebagai tambahan bagi kebutuhan cairannya sehari-hari: Sampai umur 2 tahun 50 sampai 100 ml setiap kali buang Katakan kepada ibu :Agar meminumkan sedikit-sedikit tapi sering dari mangkuk b.

c. Setelah 3 jam :  Ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya

  Jika ibu memaksa pulang sebelum pengobatan selesai :  Tunjukkan cara menyiapkan cairan oralit di rumah. Tunjukkan berapa banyak oralit yang harus diberikan di rumah untuk menyelesaikan 3 jam pengobatan. Beri 100 ml/kg cairan ringer laktat (jika tidak tersedia, gunakan NaCl) yang dibagi sebagai berikut: Umur Pemberian pertama Pemberian berikut Ya30 ml/kg selama: 70 ml/kg selama : Dapatkah saudarasegera memberikan Bayi 1 jam* 5 jamcairan intravena (dibawah umur 12bulan) Anak 30 menit* 2 ½ jam (12 bulan  Periksa kembali anak setiap 1-2 jam.

2.2. Faktor Lingkungan Memperngaruhi Kejadian Diare

   Lingkungan biologis: dalam hubungannya dengan penyakit, lingkungan biologi dapat dibagi dalam beberapa hal : Agen penyakit yang infeksius Reservoir (manusia atau binatang)  Vektor pembawa penyakit (lalat, nyamuk) Lingkungan non fisik : yaitu lingkungan yang muncul sebagai akibat adanya interaksi antar manusia, yang bersifat dinamis, misalnya lingkungan sosial, ekonomi dan budaya. Keluarga yangmenggunakan air dari sumber air yang bersih dan handal, menunjukkan angka kejadian diare yang lebih sedikit daripada keluarga yang tidak mendapatkan airbersih.

2 Dikutip dari Notoatmodjo, Soekidjo. 007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu Dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta

  Proses tersebut membutuhkan oksigen sehinggaoksigen dalam air akan berkurang jumlahnya dan merusak kehidupan di dalam air tersebut.o Pengaruh langsung seperti zat-zat kimia yang persisten seperti detergen yang tidak dapat diuraikan akan terjadi akumulasi di dalamtubuh dan zat radioaktif yang dalam jumlah banyak akan menimbulkan gangguan pada kesehatan. Bangunan kakus yang memenuhi syarat kesehatan terdiri dari : rumah kakus, lantai kakus, sebaiknya semen, slab, closet tempat feses masuk, pit sumurpenampungan feses atau cubluk, bidang resapan, bangunan jamban ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu pandangan, tidak menimbulkan bau,disediakan alat pembersih seperti air atau kertas pembersih.

5. Septic Tank

  (Notoatmodjo S, 2007)  Pembuangan sampahSampah adalah sebagian dari benda atau barang yang berwujud padat, yang dianggap tidak digunakan, tidak dipakai atau tidak diinginkan lagi olehpemakai, yang umumnya adalah hasil dari kegiatan manusia yang bukan hasil biologis, dan perlu dibuang agar tidak mengganggu kelangsungan hidupnya. (Notoatmodjo S, 2003) Usaha untuk mencegah atau mengurangi akibat buruk tersebut diperlukan kondisi, persyaratan dan upaya sehingga air limbah tersebut tidakmengkontaminasi sumber air minum, tidak mencemari permukaan tanah, tidak mencemari air mandi, air sungai, tidak dihinggapi serangga, tikus dan tidakmenjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit dan vektor, tidak terbuka kena udara luar sehingga baunya tidak mengganggu.

2.3. Faktor Sosial Ekonomi Mempengaruhi Kejadian Diare

  Kebanyakan anak yang mudah menderita diare berasal darikeluarga besar dengan daya beli yang rendah, kondisi rumah yang buruk, tidak punya penyediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan, pendidikanorang tuanya yang rendah dan sikap serta kebiasaan yang tidak menguntungkan. Dengan jumlah anak yang jauh lebih sedikit dan lebih sehat para orang tua dapat memberi perhatian yang lebih tinggidan lebih mampu untuk menyekolahkan anak-anak itu ke sekolah pilihannya.(Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2009) Gerakan Keluarga Berencana yang telah dilaksanakan di Indonesia sejakPelita I merupakan program yang secara langsung diarahkan untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk di Indonesia.

KERANGKA KONSEP PENELITIAN

  Variabel Alat Skala No Definisi Cara Ukur Hasil Ukur Independen Ukur UkurMasalah kesehatan lingkungan utama di negara-negara yang sedang Lingkungan : berkembang adalah 1 penyediaan air minum, Kuesioner Wawancara tempat pembuangan kotoran,pembuangan sampah, dan pembuangan air limbaha. Pendapatan pendapatan yang diperoleh Kuesioner Wawancara Ordinal 0 = Rendah seluruh anggota keluarga1 = Sedang yang bekerja.2 = Tinggi Tingkat penghasilandikelompokkan menurut rata- rata pendapatan pekerjaperbulan perprovinsi menurut Biro Pusat StatistikAgustus 2006 dan 2007 untuk Provinsi Bantenmenjadi: a.

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Disain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional yang merupakan dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek melalui pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Sampel Sampel adalah ibu-ibu yang memiliki anak balita berusia 1  Teknik pengambilan sampel dengan metode Non Random (Non Probability) Sampling dengan teknik quota sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah. Besar Sampel Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini digunakan rumus sebagai berikut: 2 (z ) P.

3.4. Kriteria Penelitian

  Kriteria Inklusi Ibu-ibu yang mempunyai anak usia 1 – 5 tahun.  Ibu-ibu yang tinggal di Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur.

3.4.3. Kriteria Eksklusi  Ibu-ibu yang tidak bersedia untuk di wawancara

  Variabel bebas atau independen yakni lingkungan (sumberair bersih, kualitas air, jamban, sampah, dan limbah) dan ekonomi sosial (jenis pekerjaan ibu, penghasilan keluarga, dan jumlah anak). Oleh karena itu,menggunakan beberapa uji statistik sebagai berikut : Uji chi square (kai kuadrat) : dengan cara membandingkan - frekuensi yang diamati dengan frekuensi yang diharapkandengan α = 0.05.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di 4 posyandu dari 22 posyandu yang ada di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur pada bulan Agustus 2010. Besar sampel yang dikumpulkan dalam kurun waktu tersebut sebanyak 96 subyek

  Keadaan GeografiKelurahan Pisangan merupakan satu dari 4 kelurahan yang ada di No. Keadaan DemografiKelurahan Pisangan terdiri dari 9.733 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 34.195 jiwa, dengan jumlah laki-laki sebanyak 17.660 jiwa dan jumlahperempuan sebanyak 17.135 jiwa.

4.2. Analisis Univariat

  Hal ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Wulandari A (2009) yang melakukan penelitiannya diDesa Blimbing Kecamatan Sambirejo Sragen, menunjukkan bahwa responden yang bekerja lebih banyak dibandingkan responden yang tidak bekerja yaitusebanyak 46 dari 70 responden (65,7%) Penghasilan keluarga responden dibagi menjadi tiga yaitu kategori penghasilan rendah (< Rp. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Fauzi Y, Setiani O, raharjo M (2005) yang menunjukkan bahwasebagian besar responden memiliki kualitas air yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 35 dari 60 responden (58,3%).

4.2.2. Kejadian Diare

  Dalam variabel ini responden yang diambildibatasi pada ibu-ibu yang memiliki balita. Dari ke empat posyandu, di Kelurahan Pisangan, balita yang paling banyak menderitadiare adalah posyandu Kenanga, Ciputat Molek yaitu sebanyak 23 dari 32 balita.

4.3. Analisis Bivariat

Penelitian ini menguji hubungan faktor lingkungan dan faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di KelurahanPisangan Ciputat Timur. Analisis data secara statistik dilakukan dengan uji chi square, dengan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut: 43

4.3.1. Faktor Sosial Ekonomi

  di atas dapat diketahui bahwa balita dari ibu yang tidak bekerja, yang mengalami diare sebanyak 44 responden (57,9%), yang tidakdiare sebanyak 32 responden (42,1%). Hubungan Antara Jumlah Anak Dengan Kejadian Diare Jumlah Kejadian Diare JumlahAnak Diare Tidak Diare Frekuensi Persen Frekuensi Persen Frekuensi Persen(%) (%) (%) >2 17 73,9 6 26,1 23 100 38 52,135 47,9 73 100 ≤2Jumlah 41 42,7 55 57,3 96 100 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa ibu yang mempunyai anak≤2 lebih banyak mengalami diare yaitu sebanyak 38 responden (52,1%) dari pada ibu yang memiliki anak >2.

4.3.2. Faktor Lingkungan

  Hubungan Antara Jamban Dengan Kejadian Diare Jamban Kejadian Diare JumlahDiare Tidak Diare Frekuensi Persen Frekuensi Persen Frekuensi Persen(%) (%) (%) Tidak 37 50,7 36 49,3 73 100SehatSehat 18 78,3 5 21,7 23 100Jumlah 41 42,7 55 57,3 96 100 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden dengan jamban yang tidak sehat lebih banyak mengalami diare yaitu sebanyak 37 responden(50,7%) dari pada responden dengan jamban yang sehat. Hubungan Antara Pengelolaan Limbah Dengan Kejadian Diare Limbah Kejadian Diare JumlahDiare Tidak Diare Frekuensi Persen(%) Frekuensi Persen(%) Frekuensi Persen(%) Baik 9 32,1 19 67,9 28 100Kurang 46 67,6 22 32,4 68 100Jumlah 41 42,7 55 57,3 96 100 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa responden dengan pengelolaan limbah yang kurang baik lebih banyak mengalami diare yaitusebanyak 46 responden (67,6%) dari pada responden dengan pengelolaan limbah yang baik.

4.4. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional atau desain potong lintang yang hanya menggambarkan variabel yang diteliti, baikindependen maupun dependen pada waktu yang sama sehingga tidak bisa melihat adanya hubungan sebab akibat. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang berkunjung kePosyandu yang ada di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur sehingga kurang mewakili suatu populasi.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

  Balita dari ibu yang tidak bekerja, yang mengalami diare sebanyak 44 balita (57,9%), yang tidak diare sebanyak 32 balita (342,1%). Sedangkanbalita dari ibu yang bekerja, yang mengalami diare sebanyak 11 balita (55%), yang tidak diare sebanyak 9 balita (45%).

5.2. Saran

  Mengupayakan jamban yang memenuhi syarat sanitasi antara lain dengan model septic tank dan memelihara kebersihan tempat pembuangan tinja,serta tidak membiasakan buang air besar di sembarang tempat. Bagi peneliti lainPenelitian selanjutnya dapat menambah jumlah sampel yang lebih banyak dan menggunakan metode penelitian yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan faktor lingkungan, social ekonomi, dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Pekan Arba KecamatanTembilangan Kabupaten Indragiri Hilir. Hubungan antara factor lingkungan dan Faktor Sosiodemografi dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Blimbing Kecamatan SambirejoKabupaten Sragen.

SURAT PERSETUJUAN

  Apakah sumber air untuk semua kebutuhan rumahtangga diperoleh dengan mudah sepanjang tahun? Pekerjaan ibu - diare jenis pekerjaan * diare Crosstabulationdiare tidak pernah diare Totaljenis pekerjaan tidak bekerja Count 32 44 76 % within jenis pekerjaan 42.1% 57.9% 100.0%bekerja Count 9 11 20 % within jenis pekerjaan 45.0% 55.0% 100.0%Total Count 41 55 96 % within jenis pekerjaan 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Asymp.

2. Penghasilan - diare penghasilan * diare Crosstabulation

  1.202.749 Count 27 15 42 % within penghasilan 64.3% 35.7% 100.0%Total Count 41 55 96 % within penghasilan 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Value df Asymp. (2-sided) Pearson Chi-Square 14.245a 2 .001 Likelihood Ratio 14.5292 .001 Linear-by-Linear Association 12.417 1 .000 N of Valid Cases96 a.

3. Jumlah Anak - diare jumlah anak * diare Crosstabulation

  diare Total tidak pernah diarejumlah anak >2 Count 6 17 23 % within jumlah anak 26.1% 73.9% 100.0%% within diare 14.6% 30.9% 24.0% <3 Count 35 38 73 % within jumlah anak 47.9% 52.1% 100.0%% within diare 85.4% 69.1% 76.0% Total Count 41 55 96 % within jumlah anak 42.7% 57.3% 100.0%% within diare 100.0% 100.0% 100.0% Chi-Square TestsValue df Asymp. (1-sided) Pearson Chi-Square 3.415a 1 .065 Continuity Correctionb 2.580 1 .108 Likelihood Ratio 3.557 1 .059 Fisher's Exact Test.091 .052 Linear-by-Linear Association 3.3801 .066 N of Valid Casesb 96 a.

1. Sumber Air - diare

  sumber air bersih * diare Crosstabulationdiare tidak pernah diare Totalsumber air bersih air tanah Count 22 41 63 % within sumber air bersih 34.9% 65.1% 100.0%air permukaan Count 19 14 33 % within sumber air bersih 57.6% 42.4% 100.0%Total Count 41 55 96 % within sumber air bersih 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Asymp. Kualitas air -diare diaretidak pernah diare Total A kurang Count 3 8 11 % within A 27.3% 72.7% 100.0%baik Count 38 47 85 % within A 44.7% 55.3% 100.0%Total Count 41 55 96 % within A 42.7% 57.3% 100.0% Chi-Square TestsAsymp.

b. Computed only for a 2x2 table 3

  Jamban – diare j * diare Crosstabulationdiare tidak pernah diare Totalj tidak sehat Count 5 18 23 % within j 21.7% 78.3% 100.0%Sehat Count 36 37 73 % within j 49.3% 50.7% 100.0%Total Count 41 55 96 % within j 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Asymp. (2- Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided)a Pearson Chi-Square 5.4351 .020 1 .016 Fisher's Exact Test.029 .017 Linear-by-Linear 5.379 1 .020 Associationb N of Valid Cases96 a.

b. Computed only for a 2x2 table 4

  Sampah - diare s * diare Crosstabulationdiare tidak pernah diare Totals kurang Count 22 25 47 % within s 46.8% 53.2% 100.0%baik Count 19 30 49 % within s 38.8% 61.2% 100.0%Total Count 41 55 96 % within s 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Asymp. (2- Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided)a Pearson Chi-Square .633b 1 .426 Continuity Correction .3471 .556 Likelihood Ratio .6331 .426 Fisher's Exact Test .536 .278 96 a.

b. Computed only for a 2x2 table 5

  Limbah - diare L * diare Crosstabulationdiare tidak pernah diare Total L kurang Count 22 46 68 % within L 32.4% 67.6% 100.0%baik Count 19 9 28 % within L 67.9% 32.1% 100.0%Total Count 41 55 96 % within L 42.7% 57.3% 100.0%Chi-Square Tests Asymp. (2- Exact Sig. (1- Value df sided) sided) sided)a Pearson Chi-Square 10.218b 1 .001 Continuity Correction 8.818 1 .003 Likelihood Ratio 10.2581 .001 Fisher's Exact Test .003 .001 Linear-by-Linear10.111 1 .001 Associationb N of Valid Cases 96 a.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan Kepadatan Lalat, Personal Hygiene dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015
15
122
159
Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Lalang Kecamatan Sunggal Tahun 2013
0
45
58
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Karakteristik Ibu terhadap Tindakan Penanganan Diare pada Balita di Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2009.
0
36
93
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Malaria Di Desa Suka Karya Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue Propinsi Aceh Tahun 2010
4
73
115
Analisis Kejadian Diare pada Anak Balita di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang Tahun 2010
1
48
110
Pengaruh Faktor Pengetahuan Ibu dan Sosial Ekonomi Keluarga terhadap Tindakan Ibu dalam Pencegahan Gizi Buruk pada Balita di Kelurahan Siti Rejo III Kecamatan Medan Amplas Tahun 2010
1
43
78
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember
0
33
18
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Ibu Menusui ≤ 6 Bulan di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur Tahun 2013
1
9
183
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Berusia 6-12 Bulan Di Kelurahan Bendungan Kecamatan Cilegon Bulan Agustus 2010
0
7
81
Hubungan antara Faktor Lingkungan dan Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur Bulan Agustus 2010
2
20
84
Hubungan Status Gizi Dengan Frekuensi Kejadian Diare Pada Balita Di Kelurahan Pisangan Tahun 2010
0
7
66
Analisis Faktor Sanitasi dan Sumber Air Minum yang Mempengaruhi Insiden Diare pada Balita di Jawa Timur dengan Regresi Logistik Biner
0
0
6
Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Prolapsus Uteri Di Rsud Dr. Moewardi
1
2
11
1. Dapur Rumah Responden - Hubungan Kepadatan Lalat, Personal Hygiene dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015
1
1
30
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Diare 2.1.1 Definisi Diare - Hubungan Kepadatan Lalat, Personal Hygiene dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare pada Balita di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015
0
0
48
Show more